Pemanfaatan Agen Hayati Mikoriza Untuk Budidaya Bawang Merah

Pertanian berkelanjutan merupakan salah satu konsep yang tercipta dari buah pikiran manusia bahwa lingkungan tempat manusia berada harus tetap dilestarikan, seiring berkembangnya industrialisasi beserta dampak yang ditimbulkan. Konsep ini menjunjung pada optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam diimbangi dengan pemulihan alam itu sendiri, atau pelaksanaan pertanian dengan memperhatikan kapasitas dari alam itu sendiri. Praktek budidaya secara konvensional oleh para petani dengan penggunaan bahan - bahan kimia sintetik yang terus meningkat menyebabkan terjadinya endapan pada media tanam, sehingga perlunya input bahan untuk mengoptimalkan kembali fungsi tanah.
Baca Juga : Mikoriza Sebagai Agen Hayati Apa Manfaatnya Pada Tanaman Budidaya
Penelitian ini berlokasi di Desa Kunir, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak dengan sampel yaitu petani bawang merah yang tergabung dalam kelompok tani baik ketua, pengurus atau anggota aktif/pasif dengan jumlah total 10 petani. penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif dengan penyebaran kuesioner melalui wawancara dan diskusi dalam penyuluhan. Berdasarkan hasil perbandingan pre test dan post test yang didapat, menunjukkan bahwa terdapat perubahan perilaku melalui penyuluhan pertanian. Aspek pengetahuan meningkat sebesar 28,7%, sikap meningkat sebesar 30,6% dan keterampilan sebesar 43,4%. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa para petani bawang mampu untuk menerapkan pertanian berkelanjutan dalam aspek budidaya tanaman, dengan catatan bimbingan dan monitoring oleh stakeholder pertanian.
Mikoriza Sebagai Agen Hayati
Manfaat Mikoriza Pada Tanaman Bawang Merah
Suhu Dan Kelembapan Yang Ideal Untuk Pertumbuhan Mikoriza
Cara Aplikasi Mikoriza Pada Lahan Pertanian
- Campurkan mikoriza dengan pupuk organik : Mikoriza dapat dicampurkan dengan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang sebelum diberikan pada tanaman. Hal ini dapat membantu mikoriza untuk menyebar secara merata di dalam tanah.
- Taburkan langsung ke tanah : Mikoriza dapat ditaburkan langsung ke tanah pada saat penanaman tanaman, atau setelah tanaman tumbuh selama beberapa minggu. Sebaiknya taburkan mikoriza di sekitar akar tanaman, dan jangan langsung ke permukaan tanah.
- Larutkan dalam air : Mikoriza dapat di larutkan dalam air untuk kemudian disiramkan ke tanah, namun perlu diingat konsentrasi air tidak boleh terlalu kuat atau terlalu encer.
- Aplikasi pada sistem irigasi : Mikoriza juga dapat diberikan melalui sistem irigasi tetes pada lahan pertanian. Ini akan membantu mikoriza menyebar merata ke seluruh area tanah yang terkena irigasi.
Pastikan untuk mengikuti petunjuk aplikasi yang diberikan oleh produsen mikoriza yang Anda gunakan. Selain itu, perlu juga dipastikan bahwa mikoriza yang digunakan sesuai dengan jenis tanaman yang akan ditanam dan kondisi tanah yang ada di lahan pertanian Anda.
- Arang sekam atau serbuk kayu : 2 bagian
- Pasir kasar : 1 bagian
- Vermikulit atau perlit : 1 bagian
- Kapur pertanian : secukupnya (jika pH tanah rendah)
- Gula pasir : 1 sendok teh
- Campurkan arang sekam atau serbuk kayu, pasir kasar, dan vermiculite atau perlit dalam wadah bersih.
- Tambahkan kapur pertanian jika pH tanah rendah, dengan takaran secukupnya agar pH tanah menjadi netral.
- Tambahkan gula pasir untuk membantu merangsang pertumbuhan mikoriza.
- Aduk dan campurkan bahan-bahan tersebut hingga merata.
- Media tumbuh mikoriza siap digunakan.
- Setelah media tumbuh mikoriza siap, Anda dapat menanam benih tanaman atau memindahkan bibit tanaman ke media tersebut. Pastikan untuk memberikan air secukupnya agar media tetap lembab. Selain itu, jangan lupa untuk memperhatikan kondisi lingkungan seperti suhu dan kelembapan, karena hal tersebut juga mempengaruhi pertumbuhan mikoriza.
- Arbuskular Mikoriza (AM) : Jenis mikoriza ini paling umum dan ditemukan pada sebagian besar tanaman. AM membentuk struktur khusus yang disebut arbuskula di dalam sel tanaman inang, dan membantu tanaman dalam menyerap nutrisi seperti fosfor dan nitrogen dari tanah.
- Ektomikoriza (EM) : Jenis mikoriza ini umumnya ditemukan pada tanaman pohon seperti pinus, oak, dan birch. EM membentuk lapisan miselium di sekitar akar tanaman dan membentuk struktur khusus yang disebut jaringan Hartig di luar sel tanaman inang.
- Ericoid Mikoriza : Jenis mikoriza ini ditemukan pada tanaman Erica dan tanaman heath lainnya. Ericoid mikoriza membentuk struktur mirip akar kecil di sekitar akar tanaman inang dan membantu menyerap nutrisi seperti nitrogen dari tanah.
- Mikoriza Vesikular-Arbuskular (VAM) : Jenis mikoriza ini ditemukan pada tanaman di hampir semua keluarga tumbuhan. VAM membentuk struktur khusus yang disebut vesikel dan arbuskula di dalam sel tanaman inang dan membantu tanaman dalam menyerap nutrisi dari tanah.
- Orchid Mycorrhiza : Jenis mikoriza ini ditemukan pada tanaman anggrek dan spesies tumbuhan lain yang terkait. Orchid mycorrhiza membantu tanaman dalam menyerap nutrisi dari bahan organik dan memainkan peran penting dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman anggrek.
Setiap jenis mikoriza memiliki peran yang berbeda-beda dalam membantu pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui jenis mikoriza yang cocok untuk tanaman yang akan ditanam agar dapat memaksimalkan manfaatnya.
- PGPR Harga Rp. 25.000/Liter
- Fish Amino Acids Rp. 25.000/½Liter
- Brown Rice Vinegar Rp. 50.000/Liter
- Coryn Bacteria Harga Rp. 30.000/½Liter
- Bio-Pestisida Harga Rp. 30.000/Liter
- Bio-Polymixa Harga Rp. 30.000/Liter
- Bio-Tricoderma Harga Rp. 50.000/Kg
- Mikoriza Harga Rp. 50.000/Kg
- Waiting Agen Rp. 30.000/Liter
- Madam Sulfur Rp. 30.000/Liter
Peternakan :
- Probiotik EXTRA 99 PLUS Rp. 20.000/Liter
- Oriental Herbal Nutrien Rp. 25.000/Liter
- Dekomposer EXTRA 88 Rp. 25.000/liter
- Enzim Rp. 30.000/Liter
- Desinfektan Rp. 20.000/Liter
CV. Griya Tani Indonesia
Office Address :
D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573
Kontak Person
Copyright © 2020 CV. Griya Tani
All right PORTAL LADUNI 74













