Agriculture Farming Service

Agriculture Farming Service – Layanan pertanian modern yang membantu petani meningkatkan hasil panen melalui teknologi, manajemen lahan, dan solusi berkelanjutan

Breaking News

Breaking News! Simak kabar terbaru dan paling update hanya di sini. Kami hadir menyajikan informasi tercepat, akurat, dan terpercaya langsung dari lapangan. Jangan lewatkan momen penting yang sedang terjadi sekarang juga!

Seputar Olah Raga

Breaking News Olahraga! ⚽🏀🏸

Update tercepat tentang kabar olahraga terkini dari dalam dan luar negeri. Mulai dari sepak bola, bulu tangkis, basket, hingga olahraga trending lainnya. Simak informasi paling fresh dan jangan lewatkan momen bersejarah di dunia olahraga!

📌 Subscribe dan aktifkan notifikasi 🔔 biar nggak ketinggalan kabar terbaru.

Channel Katebat

KATEBAD ala kocak! 🤣🎥

Film pendek parodi yang menggabungkan berita terkini dengan sentuhan humor segar. Dijamin bikin ngakak tapi tetap ada pesan yang bisa dipetik. Tonton sampai habis, karena ending-nya bikin kaget!

📌 Jangan lupa Subscribe, kasih like 👍, dan share ke teman biar ikut ketawa bareng.

Info Seputar Megawati

Arabica Coffee House Kadınlar 1. Ligi, adalah nama resmi dari kompetisi Voleybol Kadınlar 1. Ligi di bawah naungan Türkiye Voleybol Federasyonu (TVF), yang kini menjadi penyelenggara utama dengan status nama sponsor

Tampilkan postingan dengan label METODE INF. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label METODE INF. Tampilkan semua postingan

29 Sep 2025

Menjelajahi Prinsip Pertanian Regeneratif

Menjelajahi Prinsip Pertanian Regeneratif: Kunci Ketahanan Pangan Dunia Gemini-Generated-Image-6dznn96dznn96dzn

Menjelajahi Prinsip Pertanian Regeneratif: Kunci Ketahanan Pangan Dunia

By Alghombaly

Pertanian regeneratif hadir sebagai paradigma baru yang melampaui sekadar organik. Dengan fokus pada pemulihan tanah, peningkatan keanekaragaman hayati, dan pengelolaan ekosistem, pendekatan ini menawarkan jalan menuju produksi pangan yang lebih sehat, adil, dan tahan terhadap perubahan iklim.

Pendahuluan: Mengapa Pertanian Regeneratif Penting?

Dunia tengah menghadapi tantangan besar dalam sistem pangan. Pertumbuhan populasi global yang diproyeksikan mencapai 10 miliar jiwa pada tahun 2050 menuntut produksi pangan yang lebih besar, sementara lahan pertanian semakin terbatas dan kualitas tanah terus menurun.

Di sisi lain, perubahan iklim memperburuk keadaan—pola cuaca ekstrem, banjir, kekeringan, serta meningkatnya suhu global membuat hasil pertanian tidak menentu. Metode pertanian konvensional yang bergantung pada pupuk kimia dan monokultur mempercepat kerusakan lingkungan. Pertanian regeneratif hadir sebagai jawaban yang melampaui pendekatan organik tradisional.

Selama beberapa dekade terakhir, pertanian organik muncul sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan. Namun, kini semakin banyak pakar yang menilai bahwa pertanian organik saja tidak cukup. Dibutuhkan sebuah pendekatan yang tidak hanya mengurangi dampak buruk, tetapi juga secara aktif memulihkan dan memperkaya ekosistem. Inilah yang dikenal sebagai pertanian regeneratif – sebuah paradigma baru yang melampaui organik.

Apa Itu Pertanian Regeneratif?

Pertanian regeneratif adalah pendekatan menyeluruh yang berfokus pada pemulihan tanah, peningkatan keanekaragaman hayati, dan pemulihan siklus ekologi alami. Berbeda dengan pertanian organik yang lebih menekankan pada “tidak menggunakan bahan kimia sintetis”, pertanian regeneratif menekankan membangun kembali ekosistem yang sehat dan produktif.

Tujuannya bukan hanya menghasilkan pangan sehat, tetapi juga mengembalikan kesuburan tanah, mengurangi emisi gas rumah kaca, serta memperkuat ketahanan komunitas petani.

Prinsip Dasar Pertanian Regeneratif

1. Memperbaiki Kesuburan Tanah

Tanah adalah fondasi kehidupan. Pertanian regeneratif berfokus pada menjaga struktur tanah, meningkatkan kadar bahan organik, dan memperbaiki keseimbangan mikroba tanah. Praktik seperti pengomposan, biochar, dan cover crop membantu tanah tetap subur dan produktif dalam jangka panjang.

2. Meningkatkan Keanekaragaman Hayati

Alih-alih menanam satu jenis tanaman (monokultur), pertanian regeneratif mendorong polikultur dan integrasi tanaman-tanaman lokal. Dengan cara ini, ekosistem menjadi lebih tangguh menghadapi hama, penyakit, dan perubahan iklim.

3. Mengurangi Input Kimia Sintetis

Praktik ini menekankan penggunaan pupuk alami, pestisida hayati, dan pengelolaan ekosistem alih-alih bergantung pada bahan kimia berbahaya. Hasilnya, tanah tidak tercemar, air tanah lebih bersih, dan kesehatan manusia lebih terjaga.

4. Manajemen Air yang Berkelanjutan

Sistem irigasi hemat, penanaman yang mempertahankan kelembapan, dan desain lanskap yang menampung air hujan membantu ketahanan terhadap kekeringan dan banjir. Pertanian regeneratif mengoptimalkan penggunaan air dengan sistem irigasi hemat, menjaga kelembapan tanah, serta membuat lanskap yang dapat menampung air hujan. Dengan begitu, pertanian lebih tahan terhadap kekeringan maupun banjir.

5. Integrasi Peternakan dan Pertanian

Integrasi tanaman dan ternak, misalnya melalui penggembalaan rotasional, meniru siklus alami dan memanfaatkan kotoran ternak sebagai pupuk. Salah satu ciri khas pertanian regeneratif adalah integrasi antara tanaman dan hewan. Kotoran ternak menjadi pupuk alami, sementara ternak membantu mengolah lahan secara alami. Sistem ini meniru cara kerja ekosistem alamiah.

Praktik Pertanian Regeneratif yang Umum

  • Polikultur dan Rotasi Tanaman:Menghindari monokultur dengan menanam berbagai jenis tanaman dalam satu lahan, serta mengganti jenis tanaman setiap musim. Hal ini menjaga kesuburan tanah dan memutus siklus hama.
  • Agroforestri: Menggabungkan pertanian dengan pepohonan. Pohon memberikan keteduhan, menjaga kelembapan tanah, dan meningkatkan keanekaragaman hayati.
  • Kompos dan Biochar: Sisa organik diubah menjadi kompos, sementara biochar membantu menyimpan karbon dalam tanah. Keduanya memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan produktivitas.
  • No-Till Farming: Mengurangi atau bahkan menghilangkan praktik membajak tanah agar struktur alami dan mikroba tetap terjaga..
  • Penggembalaan Rotasional: Ternak dipindahkan dari satu lahan ke lahan lain secara bergilir. Cara ini mencegah kerusakan tanah dan memberi waktu pemulihan vegetasi.

Pertanian Regeneratif vs Organik: Apa Bedanya?

Pertanian organik fokus pada apa yang tidak digunakan—misalnya menghindari pupuk sintetis dan pestisida. Sementara pertanian regeneratif fokus pada apa yang ditingkatkan: kesuburan tanah, keanekaragaman hayati, dan fungsi ekosistem. Dengan kata lain, regeneratif bersifat proaktif dalam memperbaiki ekosistem, bukan semata-mata mengurangi dampak negatif.

Pertanian Regeneratif sebagai Kunci Ketahanan Pangan Dunia

Beberapa kontribusi kunci pertanian regeneratif terhadap ketahanan pangan:

  • Menjawab Krisis Tanah: Tanah sehat memiliki kapasitas menyimpan air dan nutrisi lebih baik sehingga tanaman lebih tahan terhadap fluktuasi iklim.
  • Mengurangi Dampak Iklim: Praktik yang menyimpan karbon di dalam tanah membantu mitigasi emisi gas rumah kaca.
  • Meningkatkan Produktivitas Jangka Panjang: Tanah yang dikelola dengan baik dapat mempertahankan produktivitas tanpa ketergantungan input eksternal yang mahal.
  • Memberdayakan Petani Kecil: Mengurangi ketergantungan pada input kimia dan meningkatkan kemandirian ekonomi petani.

Contoh keberhasilan di berbagai belahan dunia—dari program agroforestri di Afrika hingga praktik Zero Budget Natural Farming di India—menunjukkan bahwa pendekatan regeneratif dapat diadaptasi ke berbagai konteks lokal.

Masa Depan: Dari Tren ke Gerakan Global

Pertanian regeneratif semakin mendapat perhatian dari sektor publik dan swasta. Perusahaan pangan multinasional, organisasi non-profit, dan pemerintah mulai menguji skala praktik ini. Namun, untuk menjadi gerakan global ada beberapa tantangan: edukasi dan pelatihan petani, insentif kebijakan, dan pengembangan pasar untuk produk regeneratif.

Meski ada hambatan, momentum menuju pertanian yang lebih adil dan ekologis terus meningkat—mengindikasikan transisi yang menjanjikan dari praktik tradisional ke sistem yang memulihkan bumi.

Kesimpulan

Pertanian regeneratif adalah filosofi dan praktik yang menempatkan pemulihan ekosistem sebagai pusat produksi pangan. Dengan memulihkan tanah, meningkatkan biodiversitas, dan menciptakan sistem pangan yang tahan terhadap perubahan iklim, pertanian regeneratif menawarkan jalan menuju ketahanan pangan dunia yang lebih nyata dan berkelanjutan.

Di era tantangan iklim dan tekanan terhadap sumber daya alam, beralih ke pertanian regeneratif bukan hanya pilihan etis—itu adalah kebutuhan strategis untuk masa depan.

Artikel ini disusun untuk tujuan informatif dan inspirasi untuk para petani indonesia.

21 Apr 2023

Definisi Pertanian Organik Dan Keuntungannya

Pertanian organik adalah sistem pertanian yang didasarkan pada prinsip-prinsip ekologi dan pengelolaan tanah yang berkelanjutan. Dalam pertanian organik, digunakan metode alami untuk mengendalikan hama dan penyakit, memperbaiki kesuburan tanah, dan menjaga keseimbangan ekosistem.

Keuntungan dari pertanian organik antara lain :

  • Produk pertanian organik lebih sehat karena tidak menggunakan pestisida dan herbisida sintetis, sehingga terhindar dari residu kimia berbahaya.
  • Pertanian organik ramah lingkungan karena tidak mencemari tanah dan air dengan bahan kimia berbahaya, serta memperbaiki kualitas tanah dan kesuburan tanah.
  • Pertanian organik mendukung kesehatan dan kesejahteraan hewan, karena hewan diberi pakan alami dan bebas dari hormon pertumbuhan dan antibiotik.
  • Pertanian organik membantu memelihara keanekaragaman hayati karena tidak menggunakan pestisida sintetis yang dapat membunuh serangga dan mikroba yang bermanfaat.
  • Pertanian organik dapat meningkatkan pendapatan petani karena produk organik biasanya memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan dengan produk konvensional. Selain itu, biaya produksi dapat dikurangi karena tidak perlu membeli pupuk dan pestisida sintetis.
  • Pertanian organik juga dapat meningkatkan kualitas hidup petani karena tidak terpapar bahan kimia berbahaya yang dapat berdampak negatif pada kesehatan.
  • Pertanian organik dapat memperkuat keberlanjutan pertanian karena memperbaiki kesuburan tanah dan menjaga keseimbangan ekosistem, sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada input luar seperti pupuk dan pestisida sintetis.
  • Pertanian organik dapat mempromosikan ketahanan pangan, karena menghasilkan produk pertanian yang sehat dan berkualitas tinggi serta mengurangi risiko kerusakan lingkungan yang dapat mengganggu produksi pangan di masa depan.
  • Pertanian organik juga dapat membangun komunitas lokal yang kuat, karena melibatkan petani lokal dan mengembangkan pasar lokal yang berkelanjutan.
  • Terakhir, pertanian organik merupakan solusi yang berkelanjutan dan jangka panjang untuk menghadapi masalah lingkungan dan kesehatan yang semakin kompleks di dunia modern saat ini.

Namun, perlu diingat bahwa pertanian organik juga memiliki tantangan dan keterbatasan tersendiri, seperti risiko produksi yang lebih tinggi dan biaya produksi yang lebih mahal. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dan regulasi yang tepat untuk memfasilitasi perkembangan pertanian organik di Indonesia dan menjaga keberlangsungan sistem pertanian yang berkelanjutan.

Dalam kesimpulannya, pertanian organik adalah sistem pertanian yang didasarkan pada prinsip-prinsip ekologi dan pengelolaan tanah yang berkelanjutan. Sistem pertanian ini memberikan banyak keuntungan, seperti produk yang lebih sehat dan ramah lingkungan, dukungan kesehatan dan kesejahteraan hewan, serta meningkatkan pendapatan petani dan memperkuat keberlanjutan pertanian. Namun, pertanian organik juga memiliki tantangan dan keterbatasan tersendiri yang perlu diatasi dengan dukungan dan regulasi yang tepat. Oleh karena itu, pertanian organik merupakan solusi yang berkelanjutan dan jangka panjang untuk menghadapi masalah lingkungan dan kesehatan yang semakin kompleks di dunia modern saat ini.

Baca Juga : Mengungkap 5 fakta menarik tentang metode pertanian organik

29 Mar 2023

Rahasia Sukses Bertani Organik: Pelajari Cara Memulainya dengan Benar

Bertani organik semakin populer belakangan ini, karena semakin banyak orang yang menyadari pentingnya konsumsi makanan sehat dan alami. Bertani organik juga lebih ramah lingkungan, karena tidak menggunakan pestisida dan bahan kimia lainnya yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan.

Namun, untuk memulai Bertani organik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar sukses dan mendapatkan hasil yang maksimal. Berikut ini adalah beberapa tips untuk memulai bertani organik dengan benar :

Pilih lokasi yang tepat

Pilihan lokasi yang tepat sangat penting untuk memulai kegiatan atau bisnis apa pun, termasuk pertanian organik. Lokasi yang tepat akan memberikan keuntungan dalam hal aksesibilitas, kondisi lingkungan, dan kesuburan tanah. Untuk memilih lokasi yang tepat untuk pertanian organik, pertimbangkan beberapa faktor berikut :

Pencahayaan : Pilih lokasi yang terkena sinar matahari secara cukup. Tanaman organik membutuhkan sinar matahari yang cukup untuk tumbuh dengan baik. Pertimbangkan juga adanya rintangan seperti gedung atau pohon yang dapat menghalangi sinar matahari.

Ketersediaan air : Pastikan lokasi memiliki akses ke sumber air yang cukup. Air sangat penting untuk tanaman dan dibutuhkan dalam jumlah yang cukup untuk memastikan pertumbuhan yang sehat.

Drainase : Drainase adalah sistem yang digunakan untuk mengalirkan air dari lahan pertanian atau perkebunan. Sistem drainase yang baik dapat membantu mencegah terjadinya genangan air dan mempertahankan keseimbangan kelembaban tanah.

Berikut adalah beberapa tips untuk mengatur drainase pada pertanian atau perkebunan :

Buat saluran drainase yang tepat : Pastikan saluran drainase dibuat dengan tepat dan cukup besar untuk menampung air. Saluran drainase dapat dibuat dengan menggunakan pipa atau saluran terbuka tergantung pada kondisi lahan.

Pastikan saluran drainase bersih : Pastikan saluran drainase selalu bersih dan tidak tersumbat oleh sampah atau bahan organik lainnya. Sampah atau bahan organik yang menumpuk di saluran drainase dapat menyebabkan air meluap dan merusak tanaman.

Gunakan sistem irigasi yang tepat : Pilih sistem irigasi yang tepat dan sesuai dengan jenis tanaman yang ditanam. Sistem irigasi yang baik dapat membantu mengontrol kelembaban tanah dan mencegah terjadinya genangan air.

Perhatikan kondisi tanah : Pastikan tanah tidak terlalu padat dan dapat menyerap air dengan baik. Tanah yang terlalu padat dapat menyebabkan air tidak dapat meresap ke dalam tanah dan menyebabkan terjadinya genangan air.

Dengan menerapkan sistem drainase yang baik, Anda dapat membantu menjaga kelembaban tanah dan mencegah terjadinya kerusakan tanaman akibat genangan air.

Pastikan lokasi memiliki sistem drainase yang baik. Terlalu banyak air atau air yang tergenang dapat merusak tanaman dan mempengaruhi kualitas hasil panen.

Selalu menggunakan bibit organik

Bibit organik lebih sehat dan lebih cocok untuk ditanam di tanah organik. Anda dapat membeli bibit organik di toko pertanian atau petani lokal.

Menggunakan bibit organik adalah salah satu kunci keberhasilan dalam pertanian organik. Bibit organik lebih sehat dan lebih cocok untuk tumbuh di lingkungan organik. Selain itu, bibit organik juga dihasilkan dari tanaman yang ditanam tanpa menggunakan pestisida dan bahan kimia lainnya yang berbahaya berikut adalah beberapa cara untuk mendapatkan bibit organik :

Membeli bibit organik di toko : Anda dapat mencari toko pertanian atau petani lokal yang menjual bibit organik. Pastikan bibit yang Anda beli memiliki sertifikat organik.

Menanam sendiri bibit organik : Anda juga dapat menanam sendiri bibit organik dari biji atau stek. Pastikan bibit tersebut berasal dari tanaman organik dan jangan menggunakan bibit dari tanaman yang ditanam dengan pestisida atau bahan kimia berbahaya.

Bergabung dengan kelompok tani organik : Bergabung dengan kelompok tani organik dapat membantu Anda mendapatkan bibit organik dengan lebih mudah dan murah. Selain itu, bergabung dengan kelompok tani organik juga dapat membantu Anda memperluas jaringan dan belajar dari pengalaman orang lain.

Pelajari teknik tanam organik

Teknik tanam organik memerlukan pendekatan yang berbeda dari teknik tanam konvensional. Berikut adalah beberapa teknik tanam organik yang dapat Anda terapkan 

  1. Penggunaan pupuk organik dan kompos : Pupuk organik dan kompos adalah sumber nutrisi utama untuk tanaman organik. Pupuk organik seperti pupuk kandang, pupuk hijau, dan pupuk daun dapat memberikan nutrisi yang cukup bagi tanaman. Kompos adalah campuran dari bahan organik seperti sisa tanaman, kotoran hewan, dan bahan organik lainnya yang diuraikan oleh mikroorganisme untuk menjadi pupuk yang lebih baik.
  2. Penanaman langsung : Penanaman langsung adalah teknik tanam organik yang melibatkan penanaman langsung ke dalam tanah. Teknik ini memungkinkan tanaman untuk mendapatkan nutrisi langsung dari tanah dan meminimalkan risiko transplantasi.
  3. Rotasi tanaman : Rotasi tanaman adalah teknik tanam organik yang melibatkan pergantian tanaman dalam satu area setiap musim tanam. Hal ini dapat membantu mencegah kelelahan tanah dan mempertahankan kesuburan tanah.
  4. Penutupan tanah : Penutupan tanah adalah teknik tanam organik yang melibatkan penutupan tanah dengan bahan organik seperti jerami atau dedaunan untuk mempertahankan kelembaban dan menghambat pertumbuhan gulma.
  5. Penggunaan pestisida organik : Pertanian organik tidak menggunakan pestisida dan bahan kimia berbahaya. Sebagai gantinya, gunakan pestisida organik seperti minyak neem atau sabun insektisida untuk mengendalikan populasi hama.

Lakukan pemeliharaan secara teratur

Setelah Anda memilih lokasi yang tepat dan menggunakan bibit organik, langkah selanjutnya adalah melakukan pemeliharaan secara teratur. Berikut adalah beberapa tips untuk melakukan pemeliharaan pertanian organik :

Memberikan nutrisi yang cukup : Pertanian organik membutuhkan nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan tanaman. Gunakan pupuk organik atau kompos untuk memberikan nutrisi yang cukup bagi tanaman.

  1. Membersihkan gulma : Gulma dapat bersaing dengan tanaman organik untuk mendapatkan nutrisi dan air. Pastikan Anda membersihkan gulma secara teratur agar tanaman organik dapat tumbuh dengan baik.
  2. Mengontrol hama : Pertanian organik tidak menggunakan pestisida dan bahan kimia lainnya yang berbahaya. Sebagai gantinya, gunakan metode pengendalian hama alami seperti penggunaan predator alami atau metode penutupan untuk mengendalikan populasi hama.
  3. Mengatur pola tanam yang baik : Mengatur pola tanam yang baik dapat membantu tanaman organik tumbuh dengan lebih sehat. Gunakan rotasi tanaman untuk menghindari kelelahan tanah dan mempertahankan kesuburan tanah.

Dengan melakukan pemeliharaan secara teratur, pertanian organik dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan hasil panen yang berkualitas.

Dengan mengikuti tips di atas, Anda dapat memulai bertani organik dengan benar dan sukses. Bertani organik dapat menjadi cara yang menyenangkan dan bermanfaat untuk menghasilkan makanan sehat dan alami.

Jika Anda ingin membaca lebih banyak informasi tentang pertanian organik atau topik terkait lainnya, kunjungi --> https://laduni74.blogspot.com.


25 Mar 2023

Mengungkap 5 Fakta Menarik tentang Metode Pertanian Organik

 

Mengungkap 5 Fakta Menarik tentang Metode Pertanian Organik


PERTANIAN ORGANIK - Mengungkap 5 fakta menarik tentang metode pertanian organik yang harus diketahui! Mulai dari kebaikan untuk lingkungan hingga kesehatan makanan yang dihasilkan. Yuk, cari tahu! #pertanianorganik #faktamenarik 

Kehadiran metode pertanian organik semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Tidak hanya lebih ramah lingkungan, tetapi juga menghasilkan makanan yang lebih sehat.

Dalam artikel ini, Anda akan menemukan 5 fakta menarik tentang metode pertanian organik yang akan mengubah cara Anda memandang pertanian.

Mulai dari manfaat lingkungan hingga kesehatan makanan yang dihasilkan, temukan semua informasi penting yang perlu diketahui tentang pertanian organik. Jangan lewatkan!

Apa itu Pertanian Organik?

Pertanian organik adalah sebuah metode pertanian yang menggunakan bahan-bahan organik alami seperti pupuk dan pestisida tanaman, serta menghindari penggunaan bahan kimia sintetis.

Metode ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan ekosistem pertanian dan menghasilkan produk pertanian yang lebih sehat dan lebih berkualitas.

Produk Organik Lebih Sehat dan Lebih Aman

Pertanian metode organik telah menjadi alternatif yang populer bagi konsumen yang mengutamakan kesehatan dan lingkungan. Metode pertanian ini menggunakan bahan-bahan organik alami seperti pupuk dan pestisida organik, yang membantu menjaga keberlanjutan lingkungan dan menghasilkan produk pertanian yang lebih sehat dan lebih berkualitas.

Bahan kimia sintetis yang digunakan dalam pertanian konvensional, seperti pestisida dan herbisida, telah dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk kanker, masalah hormon, dan kerusakan saraf. Selain itu, penggunaan bahan kimia sintetis dapat merusak kualitas tanah dan air, serta mengurangi keanekaragaman hayati dan mengganggu ekosistem.

Metode Organik Mengurangi Pencemaran

Pertanian metode organik juga membantu mengurangi pencemaran lingkungan dan menjaga keberlanjutan lingkungan. Penggunaan bahan-bahan organik alami seperti pupuk dan pestisida organik membantu mengurangi penggunaan bahan kimia sintetis yang dapat merusak kualitas tanah dan air.

Selain itu, pertanian metode organik juga membantu meningkatkan keanekaragaman hayati dan menjaga keseimbangan ekosistem pertanian. Tanaman yang ditanam dalam pertanian organik cenderung lebih kuat dan lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit, karena tanahnya lebih sehat dan lebih subur.

Dengan demikian, pertanian organik dapat membantu menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan lingkungan, serta mengurangi dampak pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh pertanian konvensional.

Sebagai konsumen, kita dapat mendukung pertanian metode organik dengan memilih produk pertanian dengan menggunakan metode organik dalam konsumsi sehari-hari. Dengan demikian, kita dapat membantu meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan diri sendiri, serta turut menjaga keberlanjutan lingkungan dan sumber daya alam bagi generasi mendatang.

Baca Juga : Pupuk Terbaik Bagi Tanaman Kitab Pertanian  Al Filaha Bahasa Indonesia

Hasil Panen yang Lebih Berkualitas

Pertanian organik tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga menghasilkan panen yang lebih berkualitas. Dalam pertanian metode organik, tanaman diberi nutrisi dari bahan organik seperti pupuk kandang, kompos, dan bahan-bahan organik lainnya. Nutrisi ini diserap oleh tanaman secara perlahan-lahan dan lebih mudah diserap oleh tanaman, sehingga tanaman menjadi lebih kuat dan sehat.

Dalam pertanian metode organik, petani juga lebih memperhatikan masa panen yang tepat dan cara penyimpanan yang tepat. Hal ini membantu menjaga kualitas produk panen selama masa penyimpanan dan pengiriman. Dalam beberapa kasus, produk panen organik bahkan dapat bertahan lebih lama dan mempertahankan kualitasnya lebih baik daripada produk panen konvensional.

Pertanian Berkelanjutan

Pertanian berkelanjutan merupakan konsep yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam kegiatan pertanian. Tujuan utamanya adalah untuk memproduksi makanan dan produk pertanian yang berkualitas tinggi, sambil tetap menjaga keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan sosial.

Pertanian berkelanjutan menekankan pada penggunaan teknologi yang ramah lingkungan dan memperhatikan kesejahteraan petani, serta keberlanjutan produksi pertanian jangka panjang.

Hal ini meliputi penggunaan pupuk organik, pengendalian hama dan penyakit yang alami, dan praktik pertanian yang berkelanjutan.

Pertanian berkelanjutan juga menempatkan kepentingan petani dan masyarakat di atas kepentingan ekonomi semata. Dengan memperhatikan kesejahteraan sosial dan lingkungan, pertanian berkelanjutan dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

Dalam era modern ini, pertanian berkelanjutan menjadi semakin penting karena tantangan lingkungan dan sosial yang semakin kompleks. Dengan menerapkan praktik pertanian berkelanjutan, kita dapat memastikan produksi pertanian yang berkualitas tinggi, sambil tetap menjaga keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan sosial.

Metode Organik Lebih Ekonomis

Salah satu mitos tentang pertanian metode organik adalah bahwa biayanya lebih tinggi daripada pertanian konvensional. Namun, penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka panjang, pertanian metode organik lebih ekonomis daripada pertanian konvensional.

Pertanian organik menggunakan pupuk organik alami, yang membantu meningkatkan kesuburan tanah dan mengurangi biaya penggunaan pupuk dan pestisida sintetis. Selain itu, penggunaan teknik pertanian metode organik yang berkelanjutan membantu mengurangi biaya pemeliharaan lahan pertanian dan memperpanjang masa hidup tanah pertanian.

Pertanian organik juga dapat meningkatkan harga jual produk pertanian, karena semakin banyak konsumen yang mencari produk pertanian organik yang berkualitas tinggi. Selain itu, pertanian metode organik juga dapat membantu petani meningkatkan kemandirian ekonomi dan memperkuat komunitas lokal.

Dengan demikian, pertanian organik bukan hanya lebih sehat dan lebih aman untuk dikonsumsi, tetapi juga lebih ekonomis dan berkelanjutan dalam jangka panjang. Sebagai konsumen, kita dapat mendukung pertanian organik dengan memilih produk pertanian organik dalam konsumsi sehari-hari, serta mendukung upaya petani dalam menerapkan praktik pertanian organik yang berkelanjutan.

Kesimpulan

Pertanian organik adalah metode pertanian yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pertanian dan keberlanjutan lingkungan. Metode ini tidak hanya menghasilkan produk pertanian yang lebih sehat dan lebih berkualitas, tetapi juga membantu mengurangi pencemaran lingkungan dan menjaga keseimbangan ekosistem.

Dengan memulai pertanian metode organik, kita dapat membantu meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan manusia, serta menjaga keberlanjutan lingkungan dan sumber daya alam. Meskipun memulai pertanian metode organik membutuhkan waktu dan usaha yang lebih, namun jangka panjangnya dapat membawa manfaat yang lebih besar bagi lingkungan dan kesehatan manusia.

Sebagai konsumen, kita juga dapat mendukung pertanian organik dengan memilih produk pertanian metode organik dalam konsumsi sehari-hari. Dengan demikian, kita dapat membantu meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan diri sendiri, serta turut menjaga keberlanjutan lingkungan dan sumber daya alam bagi generasi mendatang.

FAQ tentang Pertanian Organik


Apa bedanya pertanian metode organik dengan pertanian konvensional?

Pertanian organik menggunakan bahan-bahan organik alami dan menghindari penggunaan bahan kimia sintetis seperti pestisida, sedangkan pertanian konvensional menggunakan bahan kimia sintetis dan pestisida.

Apa keuntungan memulai pertanian metode organik?

Keuntungan memulai pertanian organik adalah dapat menghasilkan produk pertanian yang lebih sehat dan lebih berkualitas, serta membantu menjaga keseimbangan ekosistem pertanian dan keberlanjutan lingkungan.

Apakah pertanian organik lebih sulit dilakukan daripada pertanian konvensional?

Pertanian organik memang membutuhkan waktu dan usaha yang lebih dalam hal pemeliharaan tanah dan tanaman, namun jangka panjangnya dapat lebih ekonomis dan membawa manfaat yang lebih besar bagi lingkungan dan kesehatan manusia.

5 Des 2022

PERAWATAN TANAMAN PADA TAHAP VEGETATIF DAN GENERATIF

 PERAWATAN TANAMAN PADA TAHAP VEGETATIF DAN GENERATIF


Perawatan Tanaman Pada Fase Vegetatif Maupun Generatif
Terdapat dua fase pertumbuhan pada tanaman, yaitu fase vegetatif dan fase generatifFase vegetatif merupakan tahap pertumbuhan organ non reproduktif pada tanaman, seperti batang, akar, dan daun. Sementara itu, fase generatif terjadi saat tanaman akan mulai bereproduksi.

Fase generatif diawali dengan inisiasi bunga sampai pembungaan. Pada saat bunga telah tumbuh sempurna, akan terjadi penyerbukan (pembuahan putik oleh benang sari) lalu terbentuklah biji dan buah. Biji dan buah inilah yang menjadi cikal-bakal tanaman baru. 

Selain pembuahan, terjadi pula pendewasaan jaringan, penebalan serabut, dan pembentukan hormon untuk pembungaan saat tanaman memasuki fase generatif. Agar kita  mendapatkan hasil panen yang lebih baik dari tanaman yang kita dibudidayakan, yang harus kita lakukan sebagai petani adalah hal-hal berikut!

Pemberian Zat Pengatur Tumbuh (ZPT)
Tanaman sangat rentan terhadap hama dan penyakit saat memasuki fase generatif. Oleh karena itu, perlu diberikan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) untuk memperkokoh daya tahan tanaman. ZPT merupakan senyawa sintetik dari hormon tumbuhan. Di fase generatif, tanaman membutuhkan tambahan hormon giberelin. Hormon ini bermanfaat dalam mendorong perkembangan biji, perkembangan kuncup, pemanjangan batang dan pertumbuhan daun, mendorong pembungaan dan perkembangan buah, serta mempengaruhi pertumbuhan dan diferensiasi akar.

Perawatan dan Pengobatan untuk Fase vegetatif
Pada Fase Vegetatif tanaman membutuhkan Perawatan dan suplai nutrisi yang cukup untuk meningkatkan pertumbuhan vegetatif dan meningkatkan volume dan ukuran tanaman.

Bahan - Bahan Yang Dibutuhkan :

  • OHN 1 ml
  • WCap 1 ml : 1000 ml
  • BRV 2 ml
  • Untuk buah-buahan yang lebih besar, FPJ di berikan sejak buah-buahan masih muda dengan dosis :
  • FPJ 2 ml : 1000 ml Air bersih
  • LAB 1 ml : 1000 ml Air bersih
  • FAA 1 ml
  • WP 1 ml
  • FPJ 2 ml
Bahan tersebut diencerkan rasio 1: 1000 ml air tergantung pada perlunya addtions juga menjadi campuran dalam larutan masukan
Pengobatan untuk masa Change Over/peralihan fase tanaman, pada Periode Tahap ini Perawatan diberikan untuk memasok kebutuhan asam fosfat selama fase ini.

Bahan - Bahan Yang Dibutuhkan :

  • OHN 1 ml ( Ketika tanaman mengalami penurunan performa )
  • FAA 1 ml: 1000 ml
  • BRV 2 ml
  • FPJ ( Aplikasi FPJ di berikan sejak buah masih muda 2 ml/liter )
  • FFJ 2 ml
  • WCap 1 ml
  • WP 1 ml
  • NMD 1 ml
  • WCA 1 ml
Bahan tersebut diencerkan rasio 1: 1000 ml air tergantung pada perlunya addtions juga menjadi campuran kedalam bahan larutan untuk Perawatan fase Pertumbuhan dan Reproduksi
Pada tahap ini, tanaman membutuhkan lebih banyak kalsium.
  • NOHN 1 ml
  • FAA 1 ml
  • BRV 2 ml
  • Untuk resistensi yang kuat terhadap suhu dingin dan panas atau untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh bakteri
  • NMA 1 ml
  • FPJ 2 ml
  • WCA 5 ml
  • SW 30 ml
Bahan diencerkan rasio 1: 1000 ml air tergantung pada perlunya addtions juga menjadi campuran dalam bahan larutan 
Untuk mempercepat pematangan dan meningkatkan rasa Manis.
  • OHN 1 ml
  • WCA 2 ml
  • SW 30 ml
Campurakan dalam 1000 ml air
Demikian Postingan kali yang membahas tentang perawatan dan pengobatan tanaman pada berbagai Fase
Mohon Maaf jika ada salah kata

Produk Pertanian :
  1. PGPR                                             Harga    Rp. 25.000/Liter
  2. Fish Amino Acids                          Harga    Rp. 25.000/½Liter
  3. Brown Rice Vinegar                      Harga    Rp. 50.000/Liter
  4. Coryn Bacteria                               Harga    Rp. 30.000/½Liter
  5. Bio-Pestisida                                  Harga    Rp. 30.000/Liter
  6. Bio-Polymixa                                 Harga    Rp. 30.000/Liter
  7. Bio-Tricoderma                              Harga    Rp. 50.000/Kg
  8. Mikoriza                                         Harga    Rp. 50.000/Kg
  9. Waiting Agen                                  Harga    Rp. 30.000/Liter
  10. Madam Sulfur                                 Harga    Rp. 30.000/Liter
Produk Peternakan :
  1. Probiotik EXTRA 99 PLUS      Harga Rp. 20.000/Liter
  2. Oriental Herbal Nutrien             Harga Rp. 25.000/Liter
  3. Dekomposer EXTRA 88            Harga Rp. 25.000/liter
  4. Enzim                                         Harga Rp. 30.000/Liter
  5. Desinfektan                                 Harga Rp. 20.000/Liter

CV. Griya Tani Indonesia
Office Address :
D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573 
Kontak Person



2 Nov 2022

PERTANIAN REGENERATIF UNTUK MEWUJUDKAN PERTANIAN BERKELANJUTAN DEMI KELESTARIAN LINGKUNGAN

PERTANIAN REGENERATIF UNTUK MEWUJUDKAN PERTANIAN BERKELANJUTAN DEMI KELESTARIAN LINGKUNGAN


Pertanian Organik - Assalamu'alaikum sahabat tani muda, berjumpa lagi dengan kami, Kali ini kita akan membahas tentang Regenetive Agriculture dan Manfaatnya bagi Iklim Dunia. Pertanian Regeneratif adalah pendekatan konservasi dan rehabilitasi terhadap sistem pangan dan pertanian. Ini berfokus pada regenerasi tanah lapisan atas, meningkatkan keanekaragaman hayati, meningkatkan siklus air, meningkatkan layanan ekosistem, mendukung biosequestrasi, meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim, dan memperkuat kesehatan dan vitalitas tanah pertanian.

Keanekaragaman Hayati

Pertanian regeneratif bukanlah praktek khusus. Namun sebaliknya, para pendukung pertanian regeneratif menggunakan berbagai teknik pertanian berkelanjutan dan mengkombinasikannya. Prakteknya termasuk mendaur ulang sebanyak mungkin limbah pertanian dan menambahkan bahan kompos dari sumber di luar pertanian. Pertanian Regeneratif di pertanian kecil dan kebun sering didasarkan pada filosofi seperti permakultur, agroekologi, agroforestri, ekologi restorasi, desain keyline, dan manajemen holistik. Peternakan besar cenderung kurang didorong oleh filosofi dan sering menggunakan praktik "Tidak Mengolah" dan/atau "Mengurangi".

Ketika kesehatan tanah membaik, kebutuhan input dapat menurun, dan hasil panen dapat meningkat karena tanah lebih tahan terhadap cuaca ekstrem dan lebih sedikit hama dan patogen .

Sebagian besar rencana mitigasi perubahan iklim berfokus pada "Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca". Pertanian Regeneratif, yaitu penangkapan karbon dioksida atmosfer dengan menanam tanaman yang memindahkan karbon dioksida itu ke dalam tanah, hampir merupakan satu-satunya teknologi yang berfungsi saat ini yang tersedia untuk menarik gas rumah kaca yang sudah ada di atmosfer, sebagian besar melalui penanaman dan pemeliharaan. hutan dan padang rumput abadi.

Modernisasi Metode Pertanian yang di terapkan selama ini telah merusak ekosistem Hayati pada tanah pertanian. Pertanian modern mulai menciptakan proses yang menggunakan unsur - unsur yang menghilangkan kesuburan tanah, seiring evolusi pertanian dan peningkatan teknologi untuk memenuhi permintaan konsumen. Hilangnya kesuburan tanah terutama karena penurunan keberadaan mikrobiologi, mineral dan bahan organik. Hal tersebut yang menjadi alasan kuat pertanian regeneratif semakin penting untuk mengembalikan komponen penting di dalam tanah. 

Tujuan dari pertanian regeneratif adalah untuk mencapai keseimbangan dengan cara yang sehat. Ini harus memungkinkan sumber daya alam tidak habis dan tanah beregenerasi lebih cepat, memperkuat dan mempertahankan keberagaman biologis serta nutrisi di dalam tanah pasca digarap dari waktu ke waktu. Beberapa sumber dimana pertanian regeneratif dikembangkan adalah seperti pertanian karbon, pengelolaan holistik, perencanaan dan pengembangan yang benar, pertanian multifaset dan pertanian organik. Pertanian regeneratif merupakan istilah lain dari praktik mengompos hingga menyuburkan hasil panen. 

Apasih Sebenarnya Pertanian Regeneratif Itu?

Pertanian Regeneratif adalah metode praktik pertanian ini menciptakan siklus perawatan tanah melalui penggarapan yang bertanggung jawab dalam manajemen tanah. Ini merupakan istilah lain dari praktik mengkompos hingga menyuburkan tanah dan meningkatkan hasil panen. Tujuan utama dari cara ini adalah untuk memperkuat dan mempertahankan keberagaman biologis dan nutrisi di dalam tanah pasca digarap dari waktu ke waktu.

Sebuah tayangan dokumenter di Netlix berjudul “Kiss the Ground” mengungkap soal pertanian Regeneratif, yang mana menjelaskan perbedaan antara “Debu dan Tanah”. Dokumenter tersebut secara gamblang menegaskan, bahwa tanah yang sudah digarap, tidak bisa kembali dalam kondisi awal yang elemennya sangat kompleks, kaya komposisi nutrisi tanah.   

Mengapa kita butuh pertanian regeneratif?

Mendesaknya kebutuhan untuk mengkonversi ke metode pertanian regeneratif sangat jelas: suhu (bumi) yang kian meninggi dan kondisi kekurangan air yang makin kentara mempengaruhi pasokan pangan di seluruh dunia.  Kekeringan, erosi, banjir dan kebakaran lahan adalah tanda kesehatan tanah yang mengkhawatirkan. Penyebab dari kerusakkan tanah ini beragam. Beberapa di antaranya adalah pemakaian pestisida, obat pembasmi jamur, dan zat-zat kimiawi lain. Selain itu juga lantaran penggarapan tanah berlebihan dan praktik keliru soal pemanfaatan lahan.

Transisi menuju pertanian regeneratif dimaksudkan berinvestasi ke pertanian skala kecil yang menggarap lahan melalui cara lama. Cara-cara itu seperti merawat tanaman secara organik, dan menggembala ternak di lahan yang disesuaikan pada waktu. Metode ini ternyata lebih banyak memberikan keuntungan daripada merugikan tanah. Selain itu, merupakan praktik penanaman yang mengindari pengolahan yang semena-mena.    

Semua kegiatan dalam pertanian regenerative itu saling terhubung guna mendorong pertanian/perkebunan yang banyak manfaat. Bayangkan, mengganti cara produksi panen terindustrialisasi yang masif dengan pertanian skala kecil yang lebih terkelola dan manajemen lahan yang lebih sehat. Jika sepertiga saja dari keseluruhan praktik pertanian menggunakannya dalam produksi pangan, ini merupakan pergantian (cara) yang mampu mengakomodasi kebutuhan pertanian yang lebih baik bagi generasi selanjutnya.

Apa keuntungan pertanian regeneratif?

Para penggiat pergerakan ini percaya bahwa pertanian regeneratif tidak hanya sekedar memperlambat, melainkan juga membalik ancaman perubahan iklim. Pasalnya, pertanian ini kembali membangun sistem organik tanah  dan menyimpan keanekaragaman hayati tanah, yang mengontrol pengikatan karbon dan memperbaiki efisisensi air. 

Sebagai tambahan, guna mendukung para petani kecil di seluruh dunia, melindungi tanah untuk masa depan, pertanian regeneratif menghasilkan dampak di lahan pangan: penghilangan pupuk atau zat kimiawi lain yang artinya tak membutuhkan perawatan yang mahal untuk mengembalikan fungsi tanah. Selain itu, manfaat lain dari praktik ini adalah lebih banyak tenaga manusia, transportasi yang hemat, dan keuntungan tinggi.

Sejatinya adalah, planet ini tidak akan terus memenuhi kebutuhan produksi pangan jika kita terus mengelolanya dengan cara yang sama (industrialisasi pangan) yang telah mengubah susunan tanah. Di luar kesuburan tanah terus menurun, atau keberagaman hayati yang menandakan sehatnya lingkungan, terdapat faktor penting lain yang patut dicermati untuk agrikultur masa depan: hilangnya pemahaman dan praktik pengelolaan lahan yang bijak. Namun, sejak pertanian regeneratif yang memadukan pertanian dan peternakan mulai mendapat tempat, hal ini bisa menjadi tren baru. Pengetahuan dan manfaatnya bisa menembus antar generasi.

Isu ini tidak bisa lagi dikesampingkan, karena para pakar ilmu tanah memperkirakan dengan kondisi sekarang yang sudah mulai banyak bibit sumber pangan yang hilang dan rusak, kita akan menghadapi kelangkaan pangan yang parah dalam 50 tahun ke depan. Alih-alih mencari metode dari laboratorium, pertanian regeneratif adalah solusi terbaik karena tak hanya melindungi lahan, namun juga lingkungan akibat kerusakan terkait perubahan iklim akibat terlepasnya karbon.   

Tanpa perlindungan dan regenerasi kondisi tanah pada 4 miliar hektar lahan pertanian, delapan miliar hektar lahan penggembalaan, dan 10 miliar hektar hutan dunia, akan menjadi mutahil memberi makan penduduk bumi, menjaga kenaikan suhu di bawah 2°C atau menghentikan kepunahan keberagaman hayati,” demikian menurut  lembaga Regeneration International.

Apa yang cocok bagi pertanian regeneratif?

Sejumlah pertanian berjenis permakultur dan organik yang berada di bawah metode pertanian regeneratif, seperti akuakultur, agroekologi, agroforestri, biochar, kompos, tanaman pakan holistik, no-till management, penggunaan tanaman tahunan, dan silvapastura.

Meskipun cara ini menjanjikan, namun butuh secepatnya diaplikasikan. Selain itu, guna menangkal krisis iklim yang kian memburuk,  pertanian regeneratif ini perlu koordinasi melalui pendekatan global. Kabar baiknya, di sejumlah tempat, praktik ini dikabarkan sudah berjalan. Konsumen pun perlu mendukung dengan membeli hasil bumi dari praktik ini. Tentu saja dari lahan pertanian regeneratif yang sudah menerapkan keberlanjutan yang memperhatikan lingkungan, ekonomi, dan hak-hak buruh mrlslui label pengakuan.  Apa itu pertanian regeneratif?

Metode praktik pertanian ini menciptakan siklus perawatan tanah melalui penggarapan yang bertanggung jawab dalam manajemen tanah. Ini merupakan istilah lain dari praktik mengkompos hingga menyuburkan hasil panen. Tujuan utama dari cara ini adalah untuk memperkuat dan mempertahankan keberagaman biologis dan nutrisi di dalam tanah pasca digarap dari waktu ke waktu.

Sebuah tayangan dokumenter di Netlix berjudul “Kiss the Ground” mengungkap soal pertanian regeneratif, yang mana menjelaskan perbedaan antara “debu dan tanah”. Dokumenter tersebut secara gamblang menegaskan, bahwa tanah yang sudah digarap, tidak bisa kembali dalam kondisi awal yang elemennya sangat kompleks, kaya komposisi nutrisi tanah.   

Mengapa kita butuh pertanian regeneratif?

Mendesaknya kebutuhan untuk mengkonversi ke metode pertanian regeneratif sangat jelas: suhu (bumi) yang kian meninggi dan kondisi kekurangan air yang makin kentara mempengaruhi pasokan pangan di seluruh dunia.  Kekeringan, erosi, banjir dan kebakaran lahan adalah tanda kesehatan tanah yang mengkhawatirkan. Penyebab dari kerusakkan tanah ini beragam. Beberapa di antaranya adalah pemakaian pestisida, obat pembasmi jamur, dan zat-zat kimiawi lain. Selain itu juga lantaran penggarapan tanah berlebihan dan praktik keliru soal pemanfaatan lahan.

Transisi menuju pertanian regeneratif dimaksudkan berinvestasi ke pertanian skala kecil yang menggarap lahan melalui cara lama. Cara-cara itu seperti merawat tanaman secara organik, dan menggembala ternak di lahan yang disesuaikan pada waktu. Metode ini ternyata lebih banyak memberikan keuntungan daripada merugikan tanah. Selain itu, merupakan praktik penanaman yang mengindari pengolahan yang semena-mena.    

Semua kegiatan dalam pertanian regenerative itu saling terhubung guna mendorong pertanian/perkebunan yang banyak manfaat. Bayangkan, mengganti cara produksi panen terindustrialisasi yang masif dengan pertanian skala kecil yang lebih terkelola dan manajemen lahan yang lebih sehat. Jika sepertiga saja dari keseluruhan praktik pertanian menggunakannya dalam produksi pangan, ini merupakan pergantian (cara) yang mampu mengakomodasi kebutuhan pertanian yang lebih baik bagi generasi selanjutnya.

Demikian sekilas pandangan kami tentang kontribusi Regenerative Agriculture terhadap berubahan iklim dan gas rumah kaca. semoga sahabat tani bisa lebih bijak dalam mempraktekkan metode pertanian yang ramah lingkungan. terimah kasih dan semoga sukses untuk semua petani muda di indonesia. wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Produk Pertanian :
PGPR                                             Harga    Rp. 25.000/Liter
Fish Amino Acids                          Harga    Rp. 25.000/½Liter
Brown Rice Vinegar                      Harga    Rp. 50.000/Liter
Coryn Bacteria                               Harga    Rp. 30.000/½Liter
Bio-Pestisida                                  Harga    Rp. 30.000/Liter
Bio-Polymixa                                 Harga    Rp. 30.000/Liter
Bio-Tricoderma                              Harga    Rp. 50.000/Kg
Mikoriza                                         Harga    Rp. 50.000/Kg
Waiting Agen                                  Harga    Rp. 30.000/Liter
Madam Sulfur                                 Harga    Rp. 30.000/Liter

Produk Peternakan :
Probiotik EXTRA 99 PLUS      Harga Rp. 20.000/Liter
Oriental Herbal Nutrien             Harga Rp. 25.000/Liter
Dekomposer EXTRA 88            Harga Rp. 25.000/liter
Enzim                                         Harga Rp. 30.000/Liter
Desinfektan                                 Harga Rp. 20.000/Liter

CV. Griya Tani Indonesia
Office Address :
D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573 
Kontak Person


29 Sep 2022

Respon Pertumbunan Tanaman Kedelai terhadap Bradyrhizobium japonicum

Respon Pertumbunan Tanaman Kedelai terhadap Bradyrhizobium japonicum
Toleran Masam dan Pemberian Pupuk di Tanah Masam


ABSTRAK
Penggunaan rhizobakteri tahan masam seperti Bradyrhizobium japonicum merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produksi kedelai di tanah masam. B. japonicum dapat bersimbiosis dengan tanaman kedelai dan menambat nitrogen bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pertumbuhan dan produksi kedelai varietas Wilis yang diinokulasi
dengan B. japonicum dan pemberian pupuk di tanah masam. Penelitian ini menggunakan bakteri B. japonicum BJ 11(19) hasil mutagenesis transposon dan BJ 11(wt) tipe liar yang toleran terhadap asam. Perlakuan yang diberikan pada kedelai ialah pemberian inokulan BJ 11(19), BJ 11(wt) yang masing-masing dikombinasikan dengan pemberian kompos dan pupuk N (50 dan 100% dosis). Percobaan lapang dilakukan di Cikabayan, Darmaga, Bogor menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak dengan 15 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pemberian inokulan B. japonicum toleran asam BJ 11(wt), kompos dan pupuk N (10 g m-2) secara bersama-sama dapat meningkatkan tinggi tanaman, bobot kering akar dan tajuk, jumlah nodul, bobot kering nodul, aktivitas nitrogenase, jumlah polong dan biji per tanaman maupun per satuan luas, bobot biji per tanaman maupun per satuan luas, kandungan N biji yang ditanam di tanah masam pH 4.7

Kedelai (Glycine max L.) adalah salah satu komoditas utama kacang-kacangan yang dibutuhkan di Indonesia, karena merupakan sumber protein nabati penting untuk diversifikasi pangan dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Produksi kedelai secara nasional pada tahun 2010 sebesar 908.11 ribu ton biji kering dan menurun sebanyak 6.81% dibandingkan tahun 2009. Sementara kebutuhan nasional kedelai mencapai 1.7 juta ton per tahun. Akibatnya kekurangan harus dipenuhi lewat impor. Konsumsi kedelai yang terus meningkat ini mengharuskan diadakannya perluasan areal tanam di lahan yang kurang produktif dan peningkatan produksi (BPS, 2011). Terdapat beberapa kendala dalam produksi kedelai di Indonesia. 
Kendala yang dihadapi adalah pemanfaatan lahan marjinal untuk budidaya kedelai. Salah satu lahan marjinal yang sangat potensial di Indonesia ialah lahan masam dengan kandungan aluminium (Al) tinggi. Lahan marjinal yang memiliki luasan cukup besar di Indonesia ialah tanah podsolik merah kuning yang memiliki pH rendah (4.2-5.0), kelarutan Al yang tinggi dan rendahnya unsur hara. Aluminium bersifat racun bagi tanaman karena dapat merusak perakaran dan menghambat pertumbuhan bintil akar (Widodo, 2008). Peningkatan produksi kedelai di lahan masam memerlukan strategi dan pemahaman teknik budidaya, penyediaan rhizobium yang sesuai untuk budidaya kedelai di lahan marjinal.
Ketersediaan nitrogen (N) yang cukup di dalam tanah merupakan salah satu kunci keberhasilan usaha meningkatkan produksi kedelai di lahan masam. Tanaman kedelai pada umumnya mengambil nitrogen (N2) dari udara melalui fiksasi N secara simbiosis dengan bakteri Bradyrhizobium japonicum, sehingga dapat memacu pertumbuhan dan produksi kedelai. Dalam keadaan yang menguntungkan simbiosis ini mampu memenuhi kebutuhan N tanaman inangnya sebesar 74-90% dari total kebutuhan N tanaman (Sutoyo, 1992). Secara umum, B. japonicum bersifat toleran pada pH 4.0-4.5 dibandingkan dengan rhizobakteria lainnya. Inokulasi B. japonicum pada tanaman kedelai dapat menodulasi tanaman kedelai yang ditanam pada lahan dengan kondisi asam dan Al tinggi, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan kedelai. 
Inokulan B. japonicum yang digunakan untuk memacu produksi kedelai antara lain BJ 11(19) dan BJ 11(wt) (Monasari, 2007). Pertumbuhan tanaman kedelai tidak hanya mengandalkan penambatan N2 udara oleh B. japonicum, tetapi juga diperlukan pemupukan N, P dan K (Mulyadi, 2012). Pemberian B. japonicum dan pupuk kimia ini diharapkan lebih mampu memacu produksi kedelai di lahan masam. 
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur respon pertumbuhan dan produksi kedelai varietas Wilis (agak tahan kondisi lahan masam) yang diinokulasi dengan B. japonicum dan pemberian pupuk kimia di tanah masam.
 

BAHAN DAN METODE
Penelitian dilaksanakan mulai bulan Januari sampai dengan Juni 2009 di Kebun Percobaan Cikabayan, University Farm IPB, Laboratorium Mikrobiologi dan Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), IPB, Bogor. Bahan yang digunakan adalah isolat B. japonicum BJ 11(19) (isolat hasil mutagenesis transposon) dan B. japonicum BJ 11(wt) (isolat tipe liar koleksi Lab.
Mikrobiologi, Departemen Biologi FMIPA, IPB), dan benih kedelai varietas Wilis (diperoleh dari Balai Penelitian Biologi dan Genetika Molekuler, Bogor). Gambut yang mengandung inokulan sebagai pembawa BJ 11(wt) dan BJ 11(19) dikemas di Pusat Penelitian Bioteknologi Perkebunan Bogor. Pupuk dan kompos digunakan berasal dari jerami padi dengan kualitas sesuai dengan SNI 19-7030-2004. Media tanam yang digunakan adalah tanah masam yang berasal dari Jasinga dengan sifat-sifat kimia tercantum pada Tabel 1 yang telah ditanami kedelai pada satu musim tanam sebelumnya dan tanpa pengapuran. Ukuran petak percobaan adalah 1 m2 untuk setiap perlakuan. Petak percobaan dibuat menyerupai kolam sedalam 50 cm yang dasarnya diberi alas plastik terpal kemudian diisi dengan tanah masam dengan ketebalan tanah ± 50 cm.
Percobaan disusun dalam rancangan kelompok lengkap teracak dengan 13 perlakuan yang masing-masing diulang 6 kali, yaitu
Kontrol (tanpa pupuk N, kompos dan B. japonicum)
Pupuk N (50%)
Pupuk N (100%)
Kompos + pupuk N (50%)
Kompos + pupuk N (100%)
BJ 11(19) + pupuk N (50%)
BJ 11(19) + pupuk N (100%)
BJ 11(19) + kompos + pupuk N (50%)
BJ 11(19) + kompos + pupuk N (100%)
BJ 11(wt) + pupuk N (50%)
BJ 11(wt) + pupuk N (100%)
BJ 11(wt) + kompos + pupuk N (50%)
BJ 11(wt) + kompos + pupuk N (100%)
Sebanyak tiga ulangan digunakan untuk pengamatan pertumbuhan, sedangkan tiga ulangan lainnya digunakan untuk pengamatan produksi kedelai. Pupuk urea diberikan dua kali yaitu pada saat tanam dan 2 minggu setelah tanam (MST). Pupuk urea yang diberikan pada tiap petak percobaan untuk perlakuan N setengah dosis (50%) sebanyak 5 g m-2 dan untuk perlakuan N dosis penuh (100%) sebanyak 10 g m-2 dibagi dua kali aplikasi pada satu musim tanam. 
Pupuk SP36 dan KCl berturut-turut sebanyak 20 g m-2 dan 10 g m-2 diberikan pada saat tanam. Kompos yang digunakan sebanyak 1 kg m-2 diaplikasikan pada saat tanam dengan cara dicampur merata dengan tanah masam. Benih kedelai dilumuri dengan inokulan BJ 11(19) atau BJ 11(wt) sesaat sebelum benih ditanam dengan dosis 0.5 kg gambut untuk 10 kg benih kedelai. Kedelai ditanam dengan jarak tanam 20 cm x 40 cm dengan 2 tanaman per lubang tanam. Lubang tanam pada petak percobaan sebanyak 8 lubang. Pemeliharaan tanaman dilakukan dengan menyiram dan membersihkan gulma setiap hari. Pengendalian hama penyakit dilakukan bila ada gejala serangan. 

Untuk detailnya Sudah saya siapkan file PDF-nya bisa langsung di donload pada link dibawah ini, karena akan terlalu panjang jika saya tulis disini. terima kasih dan jika anda menyuukai artikel ini mohon bantu share.
Salam......
Download File Lengkapnya

Produk Pertanian :
PGPR                                     Harga    Rp. 25.000/Liter
Fish Amino Acids                  Harga    Rp. 25.000/½Liter
Brown Rice Vinegar              Harga    Rp. 50.000/Liter
Coryn Bacteria                       Harga    Rp. 30.000/½Liter
Bio-Pestisida                          Harga    Rp. 30.000/Liter
Bio-Polymixa                         Harga    Rp. 30.000/Liter
Bio-Tricoderma                      Harga    Rp. 50.000/Kg
Mikoriza                                 Harga    Rp. 50.000/Kg
Waiting Agen                          Harga    Rp. 30.000/Liter
Madam Sulfur                         Harga    Rp. 30.000/Liter

Peternakan :
Probiotik EXTRA 99 PLUS      Harga Rp. 20.000/Liter
Oriental Herbal Nutrien             Harga Rp. 25.000/Liter
Dekomposer EXTRA 88            Harga Rp. 25.000/liter
Enzim                                         Harga Rp. 30.000/Liter
Desinfektan                                 Harga Rp. 20.000/Liter

CV. Griya Tani Indonesia
Office Address :
D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573 
Kontak Person


22 Jun 2022

CARA MEMBUAT SUPER ZAT PENGATUR TUMBUH ATAU FTOHORMON

 CARA MEMBUAT SUPER ZAT PENGATUR TUMBUH ATAU FTOHORMON


assalamu'alaikum warohmatullohiwabarokatuh sedulur tani. apa kabar semua? semoga limpahan rahmat, taufiq serta hidayah, selalu tercurahkan dari tuhan semesta alam bagi kita semua. berjumpa kembali dengan channel griyo tani indonesia. pada kesempatan kali ini kita akan mengulas Fitohormon atau Zat Pemacu Tumbuh serta manfaatnya. sebelumnya! subscribe, like, share, dan komen, untuk progress channel griyo tani indonesia. selamat menyaksikan.

Hormon pemacu tunbuhan, atau fitohormon, adalah sekumpulan senyawa organik bukan hara, baik yang terbentuk secara alami maupun dibuat oleh manusia, yang dalam kadar sangat kecil dapat mendorong, menghambat, atau mengubah pertumbuhan, perkembangan atau pergerakan tumbuhan.

Hormon tumbuhan atau fitohormon ini selanjutnya dikenal dengan nama zat pengatur tumbuh atau plant growt regulator, untuk membedakanya dengan hormon pada hewan.  Zat Pengatur Tumbuh, mempunyai peranan penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan  suatu tanaman.

Pada saat ini dikenal lima kelompok utama ZPT yaitu auksin, sitokinin , giberelin, etilena, dan asam absisat.  Auksin, Sitokinin, dan Giberelin bersifat positif bagi pertumbuhan tanaman pada konsentrasi fisiologis, etilena dapat mendukung maupun menghambat pertumbuhan, dan asam absisat merupakan penghambat (inhibitor) pertumbuhan.

ZPT sintetik ada yang memiliki fungsi sama dengan ZPT alami, meskipun secara struktural berbeda. Dalam praktik, seringkali ZPT sintetik yang dibuat manusia lebih efektif atau lebih murah bila diaplikasikan untuk kepentingan usaha tani daripada ekstraksi ZPT alami.  Yang jelas ZPT sintetik lebih praktis dalam aplikasinya dan kandungan ZPT nya sudah diketahui dengan pasti, berbeda dengan ZPT alami yang  belum terukur kandunganya. 

Berikut adalah manfaat masing masing hormon zpt.

Yang pertama, Auksin.
Auksin merupakan ZPT yang berperanan dalam perpanjangan sel pucuk atau tunas tanaman. Selain memacu pemanjangan sel yang menyebabkan pemanjangan batang dan akar, peranan auksin lainnya adalah kombinasi auksin dan giberelin memacu perkembangan jaringan pembuluh dan mendorong pembelahan sel pada kambium pembuluh sehingga mendukung pertumbuhan diameter batang.
Auksin mempengaruhi pertambahan panjang batang, pertumbuhan, diferensiasi dan percabangan akar, perkembangan buah,  dominansi apikal,fototropisme dan geotropisme.

Selain itu auksin atau Indole Asetic Acid, sering dipakai pada budidaya tanaman antara lain untuk menghasilkan buah tomat, mentimun dan terong tanpa biji, dipakai pada pengendalian pertumbuhan gulma berdaun lebar dari tumbuhan dikotil, pada perkebunan jagung  dan memacu perkembangan meristem akar adventif dari stek mawar dan bunga potong lainnya.

Kedua, Sitokinin.
Sitokinin berperanan dalam pembelahan sel atau sitokinesis,  Golongan sitokinin, sesuai namanya, merangsang atau terlibat dalam pembelahan sel.   Senyawa dari golongan ini yang pertama ditemukan adalah kinetin.
Sitokinin alami  misalnya kinetin dan zeatin,  Sitokinin alami dihasilkan pada jaringan yang tumbuh aktif terutama pada akar, embrio dan buah. Sitokinin yang diproduksi di akar selanjutnya diangkut oleh xilem menuju sel-sel target pada batang. Kinetin banyak ditemui pada bulir jagung yang muda, sedangkan zeatin banyak ditemui pada air kelapa.
Sitokinin berperanan dalam mempengaruhi pertumbuhan dan diferensiasi akar, mendorong pembelahan sel dan pertumbuhan secara umum, mendorong perkecambahan dan menunda penuaan.

Ketiga, Giberelin.
Giberelin merupakan ZPT yang berperan dalam mendorong perkembangan biji, perkembangan kuncup, pemanjangan batang dan pertumbuhan daun, mendorong pembungaan dan perkembangan buah, mempengaruhi pertumbuhan dan diferensiasi akar.
Giberelin dikenal juga dengan nama asam giberelat, mempunyai  peranan dalam pembelahan sel dan atau perpanjangan sel tanaman.  Senyawa pertama yang ditemukan memiliki efek fisiologi adalah GA3 atau asam giberelat 3. GA3 merupakan substansi yang diketahui menyebabkan pertumbuhan membesar pada padi yang terserang fungi Gibberella fujikuroi.
Giberelin juga berperan dalam memacu pembungaan pada beberapa tanaman, mematahkan dormansi biji serta memcu perkecambahan biji.

Keempat, Etilen.
Etilen merupakan zat pengatur tumbuh  yang berwujud gas pada suhu dan tekanan ruang.  Etilen berperan dalam mempercepat pemasakan buah. Contohnya dengan pemeraman merupakan usaha untuk menaikan konsentrasi etilen di sekitar jaringan buah, sehingga buah cepat masak.  Contoh lainya adalah pengkarbitan pada pemeraman adalah proses pembentukan gas etilen atau gas karbid yang di udara akan tereduksi oleh gas hidrogen menjadi etilen.
Contoh Etilen yang sudah dibuat oleh manusia antara lain, Ethepon atau asam 2-kloroetil-fosfonat  yang diperdagangkan dengan nama Ethrel dan beta-hidroksil-etilhidrazina atau BOH. Etilen juga dapat menyeragamkan pembunga'an pada tanaman semusim, misalnya pada tanaman nanas.

Kelima, Asam absisat.
Asam absisat atau Inhibitor merupakan zat pengtur tumbuh yang berperan dalam penghambatan proses biokimia dan proses fisiologis bagi aktivitas keempat Zat Pengatur Tumbuh diatas.  Secara alami Inhibitor adalah asam absisat atau aba, yang selanjutnya diproses menjadi metabolit aba. Inhibitor sintetik yang dibuat untuk menghambat metabolisme atau menunda metabolisme tanaman antara lain, MH  atau 2-kloroetil. amonium klorida,  Contohnya syosel dan klormequat, S A D H, ansymidol, asam triodobenzoat TIBA dan morphacyn.

Pengenalan terhadap berbagai Ze PT sangat penting agar kita lebih familier, sehingga jika mengaplikasikanya pada suatu saat nanti tidak mengalami kesulitan.  Yang perlu anda ketahui secara singkat tentang Ze PT adalah jenisnya, manfaatnya dan bagaimana mengaplikasikanya

ZPT Bawang Merah
Bawang merang mengandung hormone auxin dan giberellin sehingga ekstrak bawang merah sangat bagus digunakan untuk merangsang  pertumbuhan akar dan merangsang proses perkecambahan biji (memecah masa doermansi)

ZPT Air Kelapa.  
Air kelapa mengandung hormon sitokinin. Untuk meningkatkan kandungan sitokinan pada air kelapa biasanya pembuatan ZPT air kelapa ditambahkan bahan lidah buaya.
Rebung Bambu
Rebung bambu mengandung hormone giberelin.  Jenis bambu yang banyak mengandung giberellin adalah bambu tali.  Sebaiknya pengambilan rebung dilakukan pada pagi hari sebelum jam 6 atau sebelum matahari terbit.
Taoge. 
Taoge mengandung ZPT giberellin, selain mengandung  geberellin taoge juga dapat berfungsi sebagai pupuk pelengkap cair, berikut cara pembuatannya :
Berikut kami sajikan Cara Membuat Super ZPT
  • Rebung 500 gram
  • Touge 500 gram
  • Bawang merah 500 gram
  • Jagung Manis yang muda 500 gram
  • lidah buaya 500 gram.
  • Air kelapa 1 liter
  • Dekomposer Extra 88 500 ml
  • Molase 100 ml
Langkah dan Cara Membuat Super ZPT.
Haluskan semua bahan dengan cara dicincang kemudian diblender hingga halus.
Gula merah dicairkan dengan air secukupnya, atau kita bisa menggantinya dengan molase.
Semua bahan dimasukkan kedalam jerigen, masukkan air kelapa plus dekompomser extra 88, aduk hingga rata.
Tutup dengan rapat menggunakan plastik dan ikat karet.
Plastik agak dikendorkan agar tutup tidak pecah saat proses ferementasi berlangsung.
Setiap pagi selama 7 hari tutup dibuka dan bahan diaduk, kemudian ditutup kembali.
Setelah 7 hari, saring larutan tersebut untuk memisahkan cairan ZPT dan ampas.
sedangkan Cara Pengguna'an dan manfaat Super ZPT sebagai berikut.
Untuk stek batang,
Buat larutan menggunakan 1 liter air bersih dicampur dengan 200cc super ZPT. Bagian batang yang akan distek kita rendam selama 3-5 jam, tiriskan kemudian tanam batang stek. Bisa juga super ZPT dioleskan pada bagian tumbuhnya akar.
Untuk Cangkok Batang Tanaman,
Buat larutan dari 200 cc super ZPT dicampur dengan air bersih sebanyak 1 liter. Oleskan larutan super ZPT pada bagian batang tanaman yang ingin dicangkok. Bungkuslah dengan sabut kelapa atau media tanam lainnya.
Untuk penyemaian benih,
Buat larutan dengan menggunakan 100cc larutan super ZPT dicampur dengan 1 liter air hangat kuku. Rendam benih yang ingin ditanam selama 3 sampai 5 jam di dalam larutan yang telah dibuat. Tiriskan benih kemudian ditanam.
Untuk pembibitan,
Buat larutan dengan menggunakan 100cc super ZPT. dicampur dengan 100 liter air bersih. Rendam bibit tanaman yang ingin dipindahkan selama 10 menit kemudian ditanam.
Bagaimana mudah bukan? anda bisa mencobanya sendiri dirumah, terima kasih sudah berkunjung ke channel griyo tani indonesia, sampai jumpa.

Produk Pertanian :
  • PGPR  Harga Rp. 25.000/Liter
  • Fish Amino Acids Rp. 25.000/½Liter
  • Brown Rice Vinegar Rp. 50.000/Liter
  • Coryn Bacteria Harga Rp. 30.000/½Liter
  • Bio-Pestisida Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Polymixa Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Tricoderma Harga Rp. 50.000/Kg
  • Mikoriza Harga Rp. 50.000/Kg
  • Waiting Agen Rp. 30.000/Liter
  • Madam Sulfur Rp. 30.000/Liter

Produk Peternakan :

  • Probiotik EXTRA 99 PLUS Rp. 20.000/Liter
  • Oriental Herbal Nutrien Rp. 25.000/Liter
  • Dekomposer EXTRA 88 Rp. 25.000/liter
  • Enzim Rp. 30.000/Liter
  • Desinfektan Rp. 20.000/Liter

CV. Griya Tani Indonesia

Office Address :

D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573 


Kontak Person

Copyright © 2020 Saung Ternak
All right CV. GRIYO TANI Indonesia