Agriculture Farming Service

Agriculture Farming Service – Layanan pertanian modern yang membantu petani meningkatkan hasil panen melalui teknologi, manajemen lahan, dan solusi berkelanjutan

Breaking News

Breaking News! Simak kabar terbaru dan paling update hanya di sini. Kami hadir menyajikan informasi tercepat, akurat, dan terpercaya langsung dari lapangan. Jangan lewatkan momen penting yang sedang terjadi sekarang juga!

Seputar Olah Raga

Breaking News Olahraga! ⚽🏀🏸

Update tercepat tentang kabar olahraga terkini dari dalam dan luar negeri. Mulai dari sepak bola, bulu tangkis, basket, hingga olahraga trending lainnya. Simak informasi paling fresh dan jangan lewatkan momen bersejarah di dunia olahraga!

📌 Subscribe dan aktifkan notifikasi 🔔 biar nggak ketinggalan kabar terbaru.

Channel Katebat

KATEBAD ala kocak! 🤣🎥

Film pendek parodi yang menggabungkan berita terkini dengan sentuhan humor segar. Dijamin bikin ngakak tapi tetap ada pesan yang bisa dipetik. Tonton sampai habis, karena ending-nya bikin kaget!

📌 Jangan lupa Subscribe, kasih like 👍, dan share ke teman biar ikut ketawa bareng.

Info Seputar Megawati

Arabica Coffee House Kadınlar 1. Ligi, adalah nama resmi dari kompetisi Voleybol Kadınlar 1. Ligi di bawah naungan Türkiye Voleybol Federasyonu (TVF), yang kini menjadi penyelenggara utama dengan status nama sponsor

Tampilkan postingan dengan label SERANGAN PENYAKIT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SERANGAN PENYAKIT. Tampilkan semua postingan

21 Des 2022

YANG HARUS DILAKUKAN SEBELUM BETERNAK BURUNG PUYUH PETELUR

YANG HARUS DILAKUKAN SEBELUM BETERNAK BURUNG PUYUH PETELUR


Langkah Pertama : Kumpulkan informasi tentang burung-burung ini, 
Pelajari tentang lingkungan tempat mereka tumbuh - Suhu, cahaya, dan kelembaban yang tepat untuk pemeliharaan,
Informasi tentang berbagai metode pemeliharaan.
Dalam pilih varietas dan metode pemeliharaan tergantung pada jenis apa yang anda pilih

Langkah Kedua : Pada tahab ini pembangunan rumah kandang ( kandang pemeliharaan ), Persiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk pembangunan Rumah Kandang.
Rumah Dengan ukuran Panjang 10 Meter x Lebar 6 Meter mampu menampung 3000-4000 ekor burung puyuh. Dalam membangun rumah Kandang ini yang harus diperhatikan adalah Sirkulasi udara yang baik. Karena dengan sirkulasi udara yang baik kenyamanan burung puyuh akan meningkatkan kesehatan dan daya produksi yang lebih baik.

Langkah Ketiga : Memilih metode perawatan yang anda favoritkan dan pilih  menjaga lingkungan tumbuh sehat di Peternakan Anda harus menjadi Prioritas utama.
Anda juga akan belajar tentang reproduksi dan proses merawat  DOQ atau Anakan Puyuh
Cara merawat DOQ yang baru lahir.
Membuat Box Pembesaran untuk masa Starter yaitu Puyuh usia 0 - 25 hari, untuk 1000 ekor DOQ anda membutuhkan Box Brodeeng Dengan ukuran Panjang 2 Meter lebar 60 cm Tinggi 25 cm mampu menampung 250 ekor DOQ. Umur 0 -14 hari, setelah Usia 14 -30 hari ukuran Kandang tersebut mampu menampung kurang lebih 125 ekor kesimpulan-Nya untuk Populasi 1000 ekor kita membutuhkan 8 set Kandang Brodeeng ( Box Pembesaran ) namun tahap ini bisa anda abaikan jika anda ingin memelihara Burung Puyuh ini sejak Usia 30 hari ( Pullet )

Kandang Puyuh Petelur
Untuk Populasi 1000 ekor Burung Puyuh kita membutuhkan 8 set Kandang Petelur dengan ukuran Panjang 100 cm  Lebar 50 Tinggi 22 cm mampu menampung 25-30 ekor Burung Puyuh. 1set Kandang Petelur ini terdiri dari 5 kotak di susun ke atas jadi total kapasitas 25 - 30 ekor x 5 kotak, dengan demikian untuk 1000 ekor yang kita butuhkan 8 set Kandang
Yang harus diperhatikan selanjutnya adalah Temperatur, Cahaya, dan Kelembaban yang Cocok untuk Burung Puyuh :
Pengaturan Cahaya dapat dicapai dengan menggunakan lampu listrik dan sinar matahari.
0 - 7 hari Anakan Burung Puyuh ini membutuhkan 24jam pencahayaan sebagai sumber panas. 7 hari sampai 21 hari  Burung Puyuh ini membutuhkan pencahayaan selama 13-14 jam Dan, proses ini akan berlanjut sampai total waktu pencahayaan / sehari adalah 15-16 jam. Lebih penting lagi, untuk menghasilkan jumlah telur maksimum, mereka akan membutuhkan 16 jam cahaya ketika mereka berusia sekitar 9 minggu - Afkir
Keistimewaan Burung Puyuh ini adalah mereka dapat dengan mudah beradaptasi dengan kelembaban  40-70%. Namun, kelembaban yang baik untuk Burung Puyuh ini adalah 55-60% 
Jika kelembaban relatif lebih tinggi maka bulu mereka akan menjadi lembab, masalah pernapasan dan meningkatkan kemungkinan jamur. Jika kelembaban relatif kurang maka bulunya akan menjadi kasar. Inilah Pentingnya Pengaturan Sirkulasi Udara di Rumah Kandang

Membuat Rencana Bisnis : 
Pada bagian ini, saya akan membahas rencana pemasaran, biaya, dan keuntungan usaha di bidang Peternakan Burung Puyuh ini.
Mencari Pengepul Telur Puyuh yang mau rutin mengambil hasil Produksi Burung Puyuh Anda lakukan Komitmen kedua belah pihak untuk saling menguntungkan
Melakukan modal Awal untuk memulai Berternak Burung Puyuh ini 
Misal modal untuk 1000 ekor Burung Puyuh

PERMODALAN  FASE STARTER :
Harga DOQ  : 1000 ekor x @ Rp.2000 = Rp. 2.000.000
Biaya pakan 0 - 25 hari Rp.3500/ Ekor dengan demikian 2500 x 1000 ekor = Rp.2.500.000
Biaya pembuatan kandang : 1000 
Brooding Box :
Panjang 100 x 60 x 25 cm Rp.100.000 x 10 set = Rp. 1.000.000
Kandang Produksi :
Panjang 100 cm x 50 cm x 22 cm Kapasitas 25 - 30 Ekor satu set terdiri 5 Kotak mampu menampung 200 ekor jadi kita membutuhkan 8 set Kandang Petelur dengan kisaran harga Rp. 750.000/set x 8 = Rp. 6.000.000 ( otomatis )
Toal Modal = Rp. 11.500.000

BIAYA PEMELIHARAAN FASE GROWER :
Pada masa ini Puyuh sudah berumur 25-50 hari
Jenis Pakan untuk Fase ini Pakan ayam Pedaging dengan Kisaran Harga Rp. 420.000
Harga Pakan : Rp.8.400/Kg. Tiap ekor puyuh membutuhkan : 22,5 gram Pakan/ekor/hr.
Biaya pakan Pada Periode Grower  1000 Ekor 22.5 x Rp.8.400 = Rp 189.000 x 25 hari = Rp. 4.725.000
Total Biaya Modal Awal Rp. 16.225.000

BIAYA OPERATIONAL PERHARI FASE PRODUKSI :
Biaya Operasional dimulai saat Puyuh sudah mulai bertelur sampai dengan Afkir
Dari 1000 Ekor Puyuh Petelur ini 24 jam kita membutuhkan biaya sebagai berikut :
Biaya Pakan :
Asumsi Pakan yang kami gunakan adalah Pakan Modifikasi ( Self Mixing )
Harga pakan Self Mixing Rp. 5000/kg
Pakan 5000 x 22.5 gram x 1000 = Rp. 112.500 x 30 = Rp. 3.375.000
Biaya Obat : Rp. 25.000
Total : 3.375.000 + 25.000 = Rp. 3.400.000/bln
Akumulasi biaya Harian Rp. 113.500
LABA BERSIH :
Produksi telur puyuh pada puncak produksi bisa sampai 95%, dan stabil di angka 85%
Dengan Perhitungan sebagai berikut : 
1000ekor x 85% x 1 hari = 850 butir.
Dengan Harga Jual 250 x 850 butir = Rp. 212.500 x 30 = Rp. 6.375.000
Keuntungan Bersih 6.375.000 - 3.405.000 = Rp. 2.975.000

BEP NILAI INVESTASI
Modal awal yang Kita investasikan untuk bidang usaha berteriak burung puyuh ini adalah 
Total Biaya Bulanan : Rp. 3.405.000
Total Pendapatan bulanan : 6.375.000 
Rumus 
Rp. 3.405.000 - 6.375.000 = Rp. 2.970.000 x 5.5 bln = Rp. 16.335.000
Dengan demikian sejak Burung Puyuh produksi dalam jangka waktu 5.5 bulan Nilai investasi yang kita lakukan sudah kembali

BIAYA POKOK/BUTIR
HARGA BEP = Rp.113.5/Butir. Jadi pada harga tersebut peternak tidak untung dan atau juga tidak rugi. Selama harga jual peternak selalu diatas harga @ Rp.113.5/butir maka peternak akan selalu untung.

ROI (Return on investment)
Persentase Keuntungan : Rp. 2.970.000/3.405.000 = 87%
Tinggal anda kalikan minimal 12 bulan saja berapa inkam yang anda dapatkan. 
Berani Mencoba....?

Demikian penjelasan tentang bagaimana dan apa saja yang di persiapkan untuk memulai bisnis Usaha Burung Puyuh ini, dengan kalkulasi lengkap untuk dan rugi. 
Mungkin kalau pembaca ada yang ingin di tanyakan bisa langsung komentar

Produk Peternakan :
  1. Probiotik EXTRA 99 PLUS      Harga Rp. 20.000/Liter
  2. Oriental Herbal Nutrien             Harga Rp. 25.000/Liter
  3. Dekomposer EXTRA 88            Harga Rp. 25.000/liter
  4. Enzim                                         Harga Rp. 30.000/Liter
  5. Desinfektan                                 Harga Rp. 25.000/Liter

CV. Griya Tani Indonesia
Office Address :
D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573 
Kontak Person


6 Mei 2021

ISOLAT METARHIZUM

CARA MENGISOLASI
JAMUR METARHIZIUM

Bahan Yang Diperlukan :
Boleh ulat, uret, serangga, apa yg biasa jadi hama tapi usahakan dari jenis hama yg paling kuat/bandel.
Biang metharizium secukupnya Wadah spt ember Dan Tanah

Caranya :
Masukan calon inang ke wadah. Se
barkan biang metha ke inang tsb, usahakan merata ya.
Tutup wadah dgn kain tipis.Jika dlm 2-3 hari inang dah diselimuti hypa berwarna keputihan .. Selamat anda berhasil
Biarkan sampai inang jadi spt mumi yg mengering.
Selanjutnya… Haluskan mumi mumi inang tersebut simpan di kulkas untuk kita kultur Ke media. Atau kita bisa langsung
Sebarkan ke lahan, Insyaallah lahan kita sehat dari calon hama.

Semoga bermanfaat
Wassalam...

Produk Pertanian :
  • PGPR  Harga Rp. 25.000/Liter
  • Fish Amino Acids Rp. 25.000/½Liter
  • Brown Rice Vinegar Rp. 50.000/Liter
  • Coryn Bacteria Harga Rp. 30.000/½Liter
  • Bio-Pestisida Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Polymixa Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Tricoderma Harga Rp. 50.000/Kg
  • Mikoriza Harga Rp. 50.000/Kg
  • Waiting Agen Rp. 30.000
Peternakan :
  • Probiotik EXTRA 99 PLUS Rp. 20.000/Liter
  • Oriental Herbal Nutrien Rp. 25.000/Liter
  • Dekomposer EXTRA 88 Rp. 25.000/liter
  • Enzim Rp. 30.000/Liter
  • Desinfektan Rp. 20.000/Liter
CV. Griya Tani
Office Address :
D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573 

Kontak Person

Copyright © 2020 CV. Griya Tani
All right NATURAL FARMING Indonesia

28 Sep 2020

TRIK JITU MENGATASI BERCAK UNGU ATAU TROTOL

TRIK JITU MENGATASI BERCAK UNGU ATAU TROTOL
Yang Di Sebabkan Oleh Alternaria Porri


Bercak ungu (Purple Blotch) tersebar luas di seluruh dunia. Terdapatnya penyakit ini di Indonesia sudah disebut dalam laporan tahunan, tahun 1930. Dalam laporan tersebut dikatakan penyakit ini menyebabkan matinya jaringan daun pada  bawang merah, Penyakit ini dapat menyerang berbagai macam anggota marga Allium. Kerusakan terberat terjadi pada bawang merah dan bawang putih yang ditanam pada musim hujan dengan intensitas yang tinggi. Penyakit ini juga di kenal dengan nama “Trotol” yang sangat merugikan petani bawang merah di Jawa, Sumatra, dan Nusa Tenggara Barat.
Gejala Yang Timbul
Gejala pertama terjadi bercak kecil, melekuk, berwarna putih hingga kelabu. Jika membesar bercak tampak bercincin-cincin danwarnanya agak keunguan. Tepinya agak kemerahan atau keunguan dan dikelilingi oleh zone berwarna kuning, yang dapat meluas agak jauh di atas atau di bawah bercak. Pada cuaca lembab bercak tertutupi oleh konidiofurdan konidium jamur yang berwarna coklat sampai hitam. Ujung daun yang sakit mongering. Bercak lebih banyak terdapat pada daun yang sudah tua.
Infeksi pada umbi lapis biasanya terjadi saat panen atau sesudanya. Umbi yang membusuk agak berair. Pembusukan mulai dari leher, dan ini mudah dikenal dari warna yang kuning sampai merah kecoklatan. Jika benang-benang jamur yang berwarna gelap itu berkembang. Jaringan yang sakit akan mongering, berwarna gelap dan berstrutur seperti kertas.
Penyebab Penyakit
Jamur Alternaria Porri ini dulunya sering disebut Macrosporium Porri Miselium, konidiofor, dan konidium jamur ini tidak dapat di bedakan dengan Alternaria Solani penyebab bercak kering pada kentang. Oleh karena itu kami  beranggapan bahwa Alternaria Solani hanyalah salah satu genus dari Alternaria Porri, meskipun jamur dari bawang merah tidak dapat menginfeksi kentang, dan sebaliknya.
Kingdom
: Fungi
PhillumAscomycota  
​Kelas : Dothideomycetes 
Subklas Pleosporomycetidae 
​Ordo Pleosporales 
Famili Pleosporaceae 
Genus Alternaria 
Spesies Alternaria Porri

Daur Hidup Penyakit 
Jamur Patogen bertahan di alam dari musim ke musim pada sisa-sisa tanaman dan sebagai konidium. Di lapangan jamur membentuk konidium pada malam hari akonidium disebarkan oleh angin. Pada suhu dan kelembaban yang tinggi konidium yang disebarkan berkurang jika ada kolerasi antara konidium yang tertangkap dengan kelembaban relative udara, suhu udara, dan kecepatan angin, yang mengikuti persamaan sebagai berikut :
Y         = 33,48–0,17X1–0,50X2+1,06X3
Y         = jumlah konidium yang tertangkap
X1       = Kelembaban relative udara (%)
X2       = suhu udara (ºC)
X3       = kecepatan angin (km/jam)
Konidium Alternaria Porri paling banyak tertangkap pada pukul 10-14 sedangkan paling sedikit pada pukul 22-02. Infeksi terjadi melalui mulut kulit dan melalui luka-luka. Selain kelembaban tinggi, terjadinya infeksi juga memerlukan adanya lapisan air di permukaan minimal 4 jam.

Faktor Yang Mempengaruhi Penyakit
Tanaman yang kurang mendapatkan pemupukan serta pengairan secara seimbang dan cukup akan meningkatkan resiko terinfeksi jamur Alternaria Porri. Demikian juga tanaman bawang merah di musim penghujan. terdapat tanda-tanda bahwa pemupukan dengan urea pada musim hujan juga akan meningkatkan serangan Alternaria porri.
Tanaman bawang merah rentan terhadap serangan penyakit ini pada saat pembentukan (inisiasi) umbi lapis, pada umur 30-40 hari setelah tanam. Diantara berbagai jenis bawang-bawangan.

Di antara berbagai jenis bawang-bawangan Allium Roylei, Bawang Kucai (A. Tuberosum), Bawang Rakkyo (A. Schoenoprassum), Bawang Ganda (A. Chinense), tahan  terhadap Alternaria Porri ; sedangkan Bawang Merah (A. Ascalonicum) ketahanan sedang dan Bawang Bombay (A.cepa) dan Bawang Daun  (A.fistulosum) ini sangat rentan.
Diantara bermacam-macam klon bawang merah yang diiuji ternyata tidak terdapat klon yang tahan terhadap Alternaria. Porri.
Pengelolaan penyakit.
Bercak Ungu dikendalikan dengan menanam bawang merah di lahan yang mempunyai drainasi baik dan dengan mengadakan pergiliran tananman (rotasi)

Pada tanaman Bawang Merah pemberian pupuk organik yang terdiri atas Casting (kotoran cacing) dan mulsa jerami, secara terpisah maupun kombinasinya,dapat mengurangi serangan bercak ungu, disamping juga mengurangi kutu daun. Pemberian Pupuk Kandang
Pupuk Hayati Azolla, dan Daun Kelor juga terbukti dapat menekan intensitas penyakit pada bawang merah.
Jika diperlukan penyakit dapat dikendalikan dengan penyemprotan Fungisida Hayati. Untuk keperluan ini dapat dipakai Fungisida Tembaga, yang di tambah Sulfat Seng. Seperti Jadam Sulfur+Jadam Wetting Agent Fungisida perlu di tambah perata agar dapat membasahi daun bawang secara merata 

Kontribusi biaya Fungisida pada budidaya bawang merah idealnya tidak lebih dari 5% biaya produksi. Perlu di ingat bahwa pemberian fungisida berpengaruh negative terdapat populasi mikorida pada akar bawang merah. Fungisida sistemik lebih meracuni mikoriza ketimbang fungisida kontak. Penyiraman setelah turun hujan dikatakan dapat mengurangi serangan Alternaria. Mungkin ini disebabkan karena penyiraman dapat mencuci konidium yang menempel pada daun bersama percikan air tanah.

Sekian ulasan tentang serangan jamur Alternaria Porri dan cara menanggulangi.
Dengan senang hati tim kami akan membantu menyelesaikan permasalah tanaman sahabat tani yang terserang penyakit ini.
Wassalam.... 

Produk Pertanian :
  • PGPR  Harga Rp. 25.000/Liter
  • Fish Amino Acids Rp. 25.000/½Liter
  • Brown Rice Vinegar Rp. 50.000/Liter
  • Coryn Bacteria Harga Rp. 30.000/½Liter
  • Bio-Pestisida Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Polymixa Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Tricoderma Harga Rp. 50.000/Kg
  • Mikoriza Harga Rp. 50.000/Kg
  • Waiting Agen Rp. 30.000
Peternakan :
  • Probiotik EXTRA 99 PLUS Rp. 20.000/Liter
  • Oriental Herbal Nutrien Rp. 25.000/Liter
  • Dekomposer EXTRA 88 Rp. 25.000/liter
  • Enzim Rp. 30.000/Liter
  • Desinfektan Rp. 20.000/Liter
CV. Griya Tani
Office Address :
D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573 

Kontak Person

Copyright © 2020 CV. Griya Tani
All right NATURAL FARMING Indonesia
 

25 Sep 2020

CARA AMPUH MENGENDALIKAN PENYAKIT EMBUN BULU PADA TANAMAN

CARA AMPUH MENGENDALIKAN PENYAKIT EMBUN BULU PADA TANAMAN


Apakah para sahabat tani pernah mendengar penyakit Embun Bulu (Downy Mildew)
Penyakit embun bulu adalah salah satu jenis penyakit yang umum menyerang tanaman budidaya, seperti cabe, kedelai, bawang merah dan tanaman lainnya.
Selain di Indonesia,  penyakit ini juga cukup terkenal dibeberapa negera, seperti China, Korea, Malaysia, Thailand, Brazilia, Rumania, dan Australia. Sedangkan di Indonesia, penyakit ini hanya umum ditemui di pulau Jawa dan beberapa provinsi di Sumatera.
Jenis penyakit embun bulu umumnya tidak menyebabkan kerugian yang besar. Kerugian akibat kehilangan hasil yang disebabkan oleh penyakit ini hanya sekitar 15-20%.
Namun meski angka kerugiannya tidak begitu besar, penyakit ini dapat menyebabkan penurunan kualitas benih yang berakibat tidak laku jual jika menyerang tanaman kedelai.
Sedangkan pada tanaman bawang merah, serangan penyakit ini dapat mengakibatkan gangguan penyerapan nutrisi dan mengganggu proses fotosintesis. Gangguan itu tentu saja dapat berpengaruh pada produktivitas tanaman bawang merah.

Jenis Tanaman Terserang Penyakit Embun Bulu
Hampir semua jenis tanaman dapat terserang penyakit Embun Bulu. Akan tetapi kebanyakan penyakit embun bulu sering menyerang tanaman yang memiliki daun lebar dan tanaman yang memiliki batang lunak seperti bawang merah bawang putih, sedangkan yang berdaun lebar seperti cabe semangka dan ketimun.
Akan tetapi ditemukan beberapa kasus embun bulu yang menyerang tanaman bawang merah mengakibatkan kerugian yang cukup besar yaitu di atas 50-60%.

Gejala Penyakit Embun Bulu
Gejala serangan penyakit ini diantaranya adalah :
Terdapat bercak berwarna kuning pucat pada daun.
Lama kelamaan, daun berubah menjadi kuning kecoklatan dengan warna agak kekuningan di sekeliling bercak.
Permukaan bawah daun berubah warna menjadi coklat.
Didapati miselium dan spora yang menyerupai bulu pada tubuh buah atau daun.
Berasal dari miselium pada daun yang terinfeksi, terbentuk tubuh buah sporangium berisi spora. Spora tersebut menyebar ke daun lain karena terbawa angin
Spora yang menempel pada daun yang baru akan membentuk tabung kecambah dan menginfeksi daun baru tersebut.
Spora berperan sebagai sumber inokulum sekunder dalam penyebaran penyakit embun bulu.

Penyebab Penyakit Embun Bulu
Penyakit embun bulu (Downy Mildew) disebabkan oleh serangan cendawan/jamur Peronospora manshurica. Jenis jamur ini mempunyai spora dan oospora berdinding tebal untuk pertahanan diri dari tekanan lingkungan. Tentunya hal ini sangat merugikan para petani karena hasil panen menjadi kurang maksimal.
Penggunaan fungisida untuk mengatasi embun bulu akan mengurangi kemungkinan tanaman anda terserang penyakit embun bulu.
Para petani harus rutin menyemprotkan fungisida baik Organic atau sintetis untuk mencegah serangan embun bulu sehingga para Petani terhindar dari kerugian yang besar di saat panen.
Berikut taksonomi jamur Peronospora manshurica
Kelas    : Oomycetes.
Ordo     : Peronospales.
Famili   : Peronosporaceace.
Genus    : Peronospora.
Spesies  : Peronospora manshurica.
Cara Pengendalian Penyakit Embun Bulu
Tanamlah benih yang benar-benar sehat, karena penyakit ini dapat menular melalui benih. Oospora yang terbawa dari indukan bisa terbawa benih.
Lakukan sanitasi dan pengolahan yang benar pada lahan yang akan ditanami, karena penyakit ini juga dapat menular melalui tanah (tular tanah) dan dapat bertahan pada sisa-sisa tanaman.
Berikan perlakuan benih dengan ekstrak bahan nabati agar oospora mati. Caranya, rendam benih menggunakan Dekomposer 88 sebelum ditanam.
Lakukan penyemprotan daun-daun dengan ekstrak bahan nabati. Oleh karena itu, semprot tanaman menggunakan Oriental Herbal Nutrien (OHN)+Jadam Wetting Agent (JWA) 
Dosis Pencegahan : 1:1:1000 ml
Dosis Pengobatan : 2 : 1 : 1000 ml anda juga dapat menggunakan Jadam Sulfur + Jadam Wetting Agent dengan Dosis yang sama.
Demikian sedikit informasi mengenai penyakit embun bulu dan cara pengendalian-Nya. Namun jika ada pertanyaan mengenai penyakit ini, sahabat tani bisa menulis di kolom komentar atau dapat menghubungi tim ahli Natural Farming Indonesia.
Dengan senang hati tim kami akan membantu menyelesaikan permasalah tanaman sahabat tani yang terserang penyakit ini.
Wassalam.... 

Produk Pertanian :
  • PGPR  Harga Rp. 25.000/Liter
  • Fish Amino Acids Rp. 25.000/½Liter
  • Brown Rice Vinegar Rp. 50.000/Liter
  • Coryn Bacteria Harga Rp. 30.000/½Liter
  • Bio-Pestisida Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Polymixa Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Tricoderma Harga Rp. 50.000/Kg
  • Mikoriza Harga Rp. 50.000/Kg
  • Waiting Agen Rp. 30.000
Peternakan :
  • Probiotik EXTRA 99 PLUS Rp. 20.000/Liter
  • Oriental Herbal Nutrien Rp. 25.000/Liter
  • Dekomposer EXTRA 88 Rp. 25.000/liter
  • Enzim Rp. 30.000/Liter
  • Desinfektan Rp. 20.000/Liter
CV. Griya Tani
Office Address :
D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573 

Kontak Person

Copyright © 2020 CV. Griya Tani
All right NATURAL FARMING Indonesia

19 Sep 2020

CARA MUDAH MENGATASI JAMUR FUSARIUM METODE ALAMI

CARA MUDAH MENGATASI JAMUR FUSARIUM METODE ALAMI

Contoh Tanaman Bawang Merah
Yang terinfeksi Fusarium
Beberapa penyakit tanaman termasuk layu fusarium telah saya tuliskan dalam artikel sebelumnya. Tapi kali ini kita akan fokus pada penyakit layu fusarium dan cara – cara untuk mengatasi atau mencegahnya.
Jamur ini berada dalam tanah. Menyerang tanaman melalui akar, kemudian masuk ke xylem dan mengganggu metabolisme tanaman.
Jamur ini bisa bertahan cukup lama di tahan. Bisa tahunan bahkan sampai puluhan tahun.
Oleh sebab itu, sepertinya cukup sulit untuk benar – benar bisa menghilangkan sumbernya.
Layu fusarium ini bisa menyerang cabai, tomat, kentang, terong, pisang dan beberapa tanaman lainnya.
Gejala tanaman yang terserang layu fusarium adalah daun yang mengalami kelayuan. Kemudian kering, gugur dan akhirnya tanaman mati.
Gejala layu fusarium pada tanaman cabai merah diawali dengan memucatnya tulang-tulang daun, terutama daun bagian atas, kemudian diikuti dengan merunduknya tangkai, dan akhirnya tanaman cabai merah menjadi layu secara keseluruhan.
Jamur Fusarium sp. menginfeksi dari akar lalu ke seluruh tanaman, melalui pembuluh xylem sehingga mengganggu proses transport air dan penyerapan nutrisi pada tanaman dan akhirnya tanaman menjadi layu.
Seharusnya langkah – langkah SOP penanaman yang baik sudah harus dilakukan di awal.
Misalnya memilih bibit dari varietas yang tahan terhadap layu fusarium, mamakai mulsa, irigasi yang baik dan langkah eradikasi.
Tapi itu semua sepertinya belum memberikan hasil yang memuaskan di lapangan. Akhirnya tetap saja penggunaan fungisida kimia kembali menjadi pilihan utama.
Karena lebih praktis dan kinerjanya juga lebih efetif. Ini terlepas dari bahaya atau tidak penggunaan fungisida kimia.
Alternatif menggunakan fungisida nabati dan beberapa jamur antagonis mulai diperkenalkan dan banyak diteliti.
Kembali lagi, ketika hasil di laborat di lemparkan ke lapangan efisiensi mulai diperbandingkan.
Antara dari segi kemampuan membasmi penyakit dan biaya.
Mungkin dari segi efektifitas membasmi penyakit antara fungisida nabati dan kimia bisa bersaing.
Tapi dari segi efisiensi waktu dan biaya, apakah ini pernah di analisa?
Setelah ini kita bisa membandingkan hal tersebut. Jika kita bisa mengetahui perbandingannya, kita bisa memahami keputusan para petani untuk lebih menggunakan fungisida kimia.
Bertani skala laborat, hobi dan perkebunan itu berbeda.
Skala laboratorium, yang penting mendapatkan data dari fungisida ataupun metode yang sedang di uji.
Entah itu mahal atau tidak, itu dibahas di judul yang lain dalam riset yang berbeda. Biasanya seperti itu. Begitu juga dengan hobi, yang penting tanamannya sehat dan berhasil berbuah.
Tapi, skala kebuh yang besar tekanannya berbeda. Jika tanamannya tidak berhasil, ekonomi keluarga menjadi taruhannya.
Maka petani harus melakukan langkah – langkah yang efektif, hemat waktu dan tingkat keberhasilannya tinggi.
Cara mengatasi layu fusarium pada tanaman
Ada tiga cara yang sekarang ini cukup efektif untuk mengatasi layu fusarium. Baik itu layu fusarium pada cabai, tomat, kentang, pisang, atau tanaman yang lainnya.
Mengenai sop dasar cara menanam, ini diluar itu. Kita sudah berada dilangkah selanjutnya.
Ketiga cara mengatasi layu fusarium yang akan saya sebutkan adalah:
Menggunakan fungisida kimia.
Fungisida nabati dan.
Jamur antagonis layu fusarium.
Mari kita bahas satu per satu dengan lebih jelas.
Fungisida Kimia Fusarium
Kita tidak perlu membahas banyak tentang fungisida kimia ini. Karena sudah jelas berbagai merek fungisida yang bisa kita temui di pasaran fungsinya adalah untuk mengatasi layu fusarium.
Mengenai merk dan bahan aktifnya sahabat tani bisa dicari sendiri. Infonya banyak tersedia secara online.
Namun saya akan mengambil satu contoh Fungisida yang benar – benar Fungisida Kimia. Kalau Anda mencari dan menemukan keterangan dibuat dari thricoderma sp, itu bukan Fungisida Kimia.
Melainkan jamur Antagonis yang memang untuk melawan jamur Fusarium secara alami. Itu akan kita bahas nanti.
Cara sederhana untuk membandingkan dengan Fungisida Nabati adalah dengan melihat dosis penggunaannya.
Rata – rata, dosis untuk Fungisida Kimia ini adalah 1 – 2 ml untuk setiap 1 liter air.
Misalnya kita membeli dengan kemasan 200 mL, maka kita bisa mendapat Fungisida siap semprot sebanyak 200 liter.
Kita catat harganya misalnya 90.000 rupiah.
Dalam hal ini kita tidak meragukan kemampuan Fungisida Kimia ini. Anggap saja efektifitas dalam membunuh jamur di atas 70%.
Kita langsung ke langkah ke 2 dalam cara mengatasi layu Fusarium.
Fungisida Nabati Untuk Fusarium
Ada beberapa tanaman herbal yang bisa digunakan sebagai Fungisida Nabati. Tanaman – tanaman herbal ini diambil bagian yang memungkinkan untuk mendapatkan ekstraknya.
Biasanya yang paling mudah digunakan adalah daun dan umbi dan Batang.
Bagian dari tanaman herbal yang bisa digunakan sebagai Fungisida Nabati adalah :
  • Daun Pepaya
  • Daun Sirsak
  • Daun Jeruk Purut
  • Daun Nimba
  • Daun Ketapang
  • Daun Cengkeh
  • Kulit Jati
  • Kulit Pinus
  • Chitosan (Kulit Udang)
  • Bayam Duri
  • Bawang Putih
  • Ekstrak Sirih
  • Serai Wangi
  • Cengkeh
  • Daun Brotowali
  • Daun Sambiloto
Karena memiliki kemampuan dalam mengatasi Serangan Layu Fusarium yang berbeda – beda, tanaman herbal di atas bisa menjadi pilihan yang sangat baik. Semua Jenis Tanaman Herbal di atas memiliki kemampuan dalam menghambat perkembangan jamur Fusarium. Walaupun tidak sampai memberikan performa yang sempurna 100%.
Selain itu,
Metode Ekstraksi
pengekstrakan yang secara teknis laboratorium, sehingga akan sulit untuk diaplikasikan langsung ke petani. Kita akan melihat beberapa yang sudah diuji secara invivo dan metodenya sederhana.
Maksud dari invivo di sini adalah fungisida herbal benar – benar di terapkan ke tanaman percobaan untuk melihat efektivitas-Nya.  
Jadi pada tanamannya, kemudian tanaman diinfeksi secara sengaja dengan jamur Fusarium. Setelah itu, Fungisida Nabati di berikan. Yang harus dimengerti adalah Jamur fusarium inikan menyerang dari akar kemudian masuk ke pembuluh xylem tanaman.
Maka keberadaan jamur ini ada di dalam jaringan tanaman. Fungisida Kontak mungkin kurang efektif terhadap jamur fusarium ini.
Karena jamur tidak berada di permukaan tanaman, melainkan di dalam jaringan tanaman. Berbeda dengan jamur penyebab bercak daun. Ia menyerang tanaman dari luar. Sehingga, fungisida kontak mungkin akan bekerja lebih efektif.
Cara pemberian Fungisida Nabati rata – rata dicampurkan atau dimasukkan ke media tanah.
Logikanya ya itu tadi. Fungisida diharapkan bisa menekan perkembangan jamur Fusarium langsung ke sumber mereka.
Fungisida Brotowali Untuk Jamur Fusarium
Cara membuat Fungisida nabati dari daun brotowali adalah :
Daun brotowali dibersihkan dan dicuci bersih.
Daun dikeringkan dengan cara angin-anginkan (pengeringan tanpa penjemuran).
Daun kemudian di giling halus.
Direndam selama 72 jam dengan Ethil Acetat.
Setelah itu dilakukan 2 kali penyaringan, filtrat yang diperoleh melalui penyaringan diuapkan dengan vacum rotary evaporator pada suhu 40 oC dengan memisahkan solven dengan ekstrak.
Kalau dirasa sulit ya tinggal langkah 4 dan 5 dihilangkan. Daun brotowali yang sudah digiling halus langsung diaplikasikan ke media tanaman. Yaitu sebanyak 50 gram per lubang tanam.
Yang tidak kalah penting adalah data yang diperoleh dari riset ini.
Selama lima minggu pengamatan terhadap tanaman cabai, performa terbaik diperoleh fungisida kimia.
Dari 10 tanaman cabai semuanya bisa hidup dan bertahan sampai usia 5 minggu pengamatan.
Sedangkan penggunaan ekstrak daun brotowali 5%, mulai minggu ke 4 mulai ada tanaman yang mati.
Hingga minggu ke 5, hanya 70% atau 7 tanaman yang masih bertahan.
Artinya apa? Pemberian fungisida nabati harus diberikan secara periodik jika ingin bisa bersaing dengan fungisida kimia.
Karena bahan aktif dalam fungisida nabati mudah tercuci dan hanyut bersama air penyiraman. Ini tidak hanya untuk fungisida dari daun brotowali, semua jenis fungisida nabati kandungan bahan aktifnya mudah tercuci oleh air alias hanyut atau amblas.
Oleh sebab itu, kita langsung saja ke cara mengatasi layu fusarium yang lebih mutakhir yaitu dengan musuh alami.
Mengatasi Layu Fusarium Dengan Thricoderma sp
Jamur dilawan dengan jamur. Itulah kira – kira konsepnya.
Secara jangka panjang menurut saya ini lebih memungkinkan karena jamur antagonis yang digunakan untuk melawan fusarium ini aktif.
Artinya aktif adalah mereka akan selalu berada dalam tanah dan bisa berkembang secara terus menerus dalam tanah. Maka secara otomatis penekanan terhadap perkembangan cendawan fusarium juga terus berlangsung. Jenis jamur Trichoderma yang sekarang ini paling efektif dalam melawan jamur fusarium secara efektif adalah jamur thricoderma sp.
Secara alami, jamur Trichoderma sp ini sudah ada pada tanah. Yaitu pada daerah sekitar perakaran tanaman yang sehat.
Keberadaan jamur thricoderma ini bisa menghambat jamur patogen fusarium melalui cara antibiosis dan secara fisik.
Mekanisme antibiosis terjadi dengan cara jamur Trichoderma sp. mengeluarkan senyawa antibiotik yang dapat menghambat pertumbuhan jamur lain.

Sekian dulu Pembahasan tentang cara mengatasi Layu Fusarium Dengan jamur Trichoderma sp 

Wassalam.... 

Produk Pertanian :
  • PGPR  Harga Rp. 25.000/Liter
  • Fish Amino Acids Rp. 25.000/½Liter
  • Brown Rice Vinegar Rp. 50.000/Liter
  • Coryn Bacteria Harga Rp. 30.000/½Liter
  • Bio-Pestisida Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Polymixa Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Tricoderma Harga Rp. 50.000/Kg
  • Mikoriza Harga Rp. 50.000/Kg
  • Waiting Agen Rp. 30.000
Peternakan :
  • Probiotik EXTRA 99 PLUS Rp. 20.000/Liter
  • Oriental Herbal Nutrien Rp. 25.000/Liter
  • Dekomposer EXTRA 88 Rp. 25.000/liter
  • Enzim Rp. 30.000/Liter
  • Desinfektan Rp. 20.000/Liter
CV. Griya Tani
Office Address :
D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573 

Kontak Person

Copyright © 2020 CV. Griya Tani
All right NATURAL FARMING Indonesia