29 Sep 2022

Respon Pertumbunan Tanaman Kedelai terhadap Bradyrhizobium japonicum

Respon Pertumbunan Tanaman Kedelai terhadap Bradyrhizobium japonicum
Toleran Masam dan Pemberian Pupuk di Tanah Masam


ABSTRAK
Penggunaan rhizobakteri tahan masam seperti Bradyrhizobium japonicum merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produksi kedelai di tanah masam. B. japonicum dapat bersimbiosis dengan tanaman kedelai dan menambat nitrogen bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pertumbuhan dan produksi kedelai varietas Wilis yang diinokulasi
dengan B. japonicum dan pemberian pupuk di tanah masam. Penelitian ini menggunakan bakteri B. japonicum BJ 11(19) hasil mutagenesis transposon dan BJ 11(wt) tipe liar yang toleran terhadap asam. Perlakuan yang diberikan pada kedelai ialah pemberian inokulan BJ 11(19), BJ 11(wt) yang masing-masing dikombinasikan dengan pemberian kompos dan pupuk N (50 dan 100% dosis). Percobaan lapang dilakukan di Cikabayan, Darmaga, Bogor menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak dengan 15 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pemberian inokulan B. japonicum toleran asam BJ 11(wt), kompos dan pupuk N (10 g m-2) secara bersama-sama dapat meningkatkan tinggi tanaman, bobot kering akar dan tajuk, jumlah nodul, bobot kering nodul, aktivitas nitrogenase, jumlah polong dan biji per tanaman maupun per satuan luas, bobot biji per tanaman maupun per satuan luas, kandungan N biji yang ditanam di tanah masam pH 4.7

Kedelai (Glycine max L.) adalah salah satu komoditas utama kacang-kacangan yang dibutuhkan di Indonesia, karena merupakan sumber protein nabati penting untuk diversifikasi pangan dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Produksi kedelai secara nasional pada tahun 2010 sebesar 908.11 ribu ton biji kering dan menurun sebanyak 6.81% dibandingkan tahun 2009. Sementara kebutuhan nasional kedelai mencapai 1.7 juta ton per tahun. Akibatnya kekurangan harus dipenuhi lewat impor. Konsumsi kedelai yang terus meningkat ini mengharuskan diadakannya perluasan areal tanam di lahan yang kurang produktif dan peningkatan produksi (BPS, 2011). Terdapat beberapa kendala dalam produksi kedelai di Indonesia. 
Kendala yang dihadapi adalah pemanfaatan lahan marjinal untuk budidaya kedelai. Salah satu lahan marjinal yang sangat potensial di Indonesia ialah lahan masam dengan kandungan aluminium (Al) tinggi. Lahan marjinal yang memiliki luasan cukup besar di Indonesia ialah tanah podsolik merah kuning yang memiliki pH rendah (4.2-5.0), kelarutan Al yang tinggi dan rendahnya unsur hara. Aluminium bersifat racun bagi tanaman karena dapat merusak perakaran dan menghambat pertumbuhan bintil akar (Widodo, 2008). Peningkatan produksi kedelai di lahan masam memerlukan strategi dan pemahaman teknik budidaya, penyediaan rhizobium yang sesuai untuk budidaya kedelai di lahan marjinal.
Ketersediaan nitrogen (N) yang cukup di dalam tanah merupakan salah satu kunci keberhasilan usaha meningkatkan produksi kedelai di lahan masam. Tanaman kedelai pada umumnya mengambil nitrogen (N2) dari udara melalui fiksasi N secara simbiosis dengan bakteri Bradyrhizobium japonicum, sehingga dapat memacu pertumbuhan dan produksi kedelai. Dalam keadaan yang menguntungkan simbiosis ini mampu memenuhi kebutuhan N tanaman inangnya sebesar 74-90% dari total kebutuhan N tanaman (Sutoyo, 1992). Secara umum, B. japonicum bersifat toleran pada pH 4.0-4.5 dibandingkan dengan rhizobakteria lainnya. Inokulasi B. japonicum pada tanaman kedelai dapat menodulasi tanaman kedelai yang ditanam pada lahan dengan kondisi asam dan Al tinggi, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan kedelai. 
Inokulan B. japonicum yang digunakan untuk memacu produksi kedelai antara lain BJ 11(19) dan BJ 11(wt) (Monasari, 2007). Pertumbuhan tanaman kedelai tidak hanya mengandalkan penambatan N2 udara oleh B. japonicum, tetapi juga diperlukan pemupukan N, P dan K (Mulyadi, 2012). Pemberian B. japonicum dan pupuk kimia ini diharapkan lebih mampu memacu produksi kedelai di lahan masam. 
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur respon pertumbuhan dan produksi kedelai varietas Wilis (agak tahan kondisi lahan masam) yang diinokulasi dengan B. japonicum dan pemberian pupuk kimia di tanah masam.
 

BAHAN DAN METODE
Penelitian dilaksanakan mulai bulan Januari sampai dengan Juni 2009 di Kebun Percobaan Cikabayan, University Farm IPB, Laboratorium Mikrobiologi dan Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), IPB, Bogor. Bahan yang digunakan adalah isolat B. japonicum BJ 11(19) (isolat hasil mutagenesis transposon) dan B. japonicum BJ 11(wt) (isolat tipe liar koleksi Lab.
Mikrobiologi, Departemen Biologi FMIPA, IPB), dan benih kedelai varietas Wilis (diperoleh dari Balai Penelitian Biologi dan Genetika Molekuler, Bogor). Gambut yang mengandung inokulan sebagai pembawa BJ 11(wt) dan BJ 11(19) dikemas di Pusat Penelitian Bioteknologi Perkebunan Bogor. Pupuk dan kompos digunakan berasal dari jerami padi dengan kualitas sesuai dengan SNI 19-7030-2004. Media tanam yang digunakan adalah tanah masam yang berasal dari Jasinga dengan sifat-sifat kimia tercantum pada Tabel 1 yang telah ditanami kedelai pada satu musim tanam sebelumnya dan tanpa pengapuran. Ukuran petak percobaan adalah 1 m2 untuk setiap perlakuan. Petak percobaan dibuat menyerupai kolam sedalam 50 cm yang dasarnya diberi alas plastik terpal kemudian diisi dengan tanah masam dengan ketebalan tanah ± 50 cm.
Percobaan disusun dalam rancangan kelompok lengkap teracak dengan 13 perlakuan yang masing-masing diulang 6 kali, yaitu
Kontrol (tanpa pupuk N, kompos dan B. japonicum)
Pupuk N (50%)
Pupuk N (100%)
Kompos + pupuk N (50%)
Kompos + pupuk N (100%)
BJ 11(19) + pupuk N (50%)
BJ 11(19) + pupuk N (100%)
BJ 11(19) + kompos + pupuk N (50%)
BJ 11(19) + kompos + pupuk N (100%)
BJ 11(wt) + pupuk N (50%)
BJ 11(wt) + pupuk N (100%)
BJ 11(wt) + kompos + pupuk N (50%)
BJ 11(wt) + kompos + pupuk N (100%)
Sebanyak tiga ulangan digunakan untuk pengamatan pertumbuhan, sedangkan tiga ulangan lainnya digunakan untuk pengamatan produksi kedelai. Pupuk urea diberikan dua kali yaitu pada saat tanam dan 2 minggu setelah tanam (MST). Pupuk urea yang diberikan pada tiap petak percobaan untuk perlakuan N setengah dosis (50%) sebanyak 5 g m-2 dan untuk perlakuan N dosis penuh (100%) sebanyak 10 g m-2 dibagi dua kali aplikasi pada satu musim tanam. 
Pupuk SP36 dan KCl berturut-turut sebanyak 20 g m-2 dan 10 g m-2 diberikan pada saat tanam. Kompos yang digunakan sebanyak 1 kg m-2 diaplikasikan pada saat tanam dengan cara dicampur merata dengan tanah masam. Benih kedelai dilumuri dengan inokulan BJ 11(19) atau BJ 11(wt) sesaat sebelum benih ditanam dengan dosis 0.5 kg gambut untuk 10 kg benih kedelai. Kedelai ditanam dengan jarak tanam 20 cm x 40 cm dengan 2 tanaman per lubang tanam. Lubang tanam pada petak percobaan sebanyak 8 lubang. Pemeliharaan tanaman dilakukan dengan menyiram dan membersihkan gulma setiap hari. Pengendalian hama penyakit dilakukan bila ada gejala serangan. 

Untuk detailnya Sudah saya siapkan file PDF-nya bisa langsung di donload pada link dibawah ini, karena akan terlalu panjang jika saya tulis disini. terima kasih dan jika anda menyuukai artikel ini mohon bantu share.
Salam......
Download File Lengkapnya

Produk Pertanian :
PGPR                                     Harga    Rp. 25.000/Liter
Fish Amino Acids                  Harga    Rp. 25.000/½Liter
Brown Rice Vinegar              Harga    Rp. 50.000/Liter
Coryn Bacteria                       Harga    Rp. 30.000/½Liter
Bio-Pestisida                          Harga    Rp. 30.000/Liter
Bio-Polymixa                         Harga    Rp. 30.000/Liter
Bio-Tricoderma                      Harga    Rp. 50.000/Kg
Mikoriza                                 Harga    Rp. 50.000/Kg
Waiting Agen                          Harga    Rp. 30.000/Liter
Madam Sulfur                         Harga    Rp. 30.000/Liter

Peternakan :
Probiotik EXTRA 99 PLUS      Harga Rp. 20.000/Liter
Oriental Herbal Nutrien             Harga Rp. 25.000/Liter
Dekomposer EXTRA 88            Harga Rp. 25.000/liter
Enzim                                         Harga Rp. 30.000/Liter
Desinfektan                                 Harga Rp. 20.000/Liter

CV. Griya Tani Indonesia
Office Address :
D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573 
Kontak Person


Lokasi: Demak, Kec. Demak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih Sudah Berkunjung ke Blog saya