Agriculture Farming Service

Agriculture Farming Service – Layanan pertanian modern yang membantu petani meningkatkan hasil panen melalui teknologi, manajemen lahan, dan solusi berkelanjutan

Breaking News

Breaking News! Simak kabar terbaru dan paling update hanya di sini. Kami hadir menyajikan informasi tercepat, akurat, dan terpercaya langsung dari lapangan. Jangan lewatkan momen penting yang sedang terjadi sekarang juga!

Seputar Olah Raga

Breaking News Olahraga! ⚽🏀🏸

Update tercepat tentang kabar olahraga terkini dari dalam dan luar negeri. Mulai dari sepak bola, bulu tangkis, basket, hingga olahraga trending lainnya. Simak informasi paling fresh dan jangan lewatkan momen bersejarah di dunia olahraga!

📌 Subscribe dan aktifkan notifikasi 🔔 biar nggak ketinggalan kabar terbaru.

Channel Katebat

KATEBAD ala kocak! 🤣🎥

Film pendek parodi yang menggabungkan berita terkini dengan sentuhan humor segar. Dijamin bikin ngakak tapi tetap ada pesan yang bisa dipetik. Tonton sampai habis, karena ending-nya bikin kaget!

📌 Jangan lupa Subscribe, kasih like 👍, dan share ke teman biar ikut ketawa bareng.

Info Seputar Megawati

Arabica Coffee House Kadınlar 1. Ligi, adalah nama resmi dari kompetisi Voleybol Kadınlar 1. Ligi di bawah naungan Türkiye Voleybol Federasyonu (TVF), yang kini menjadi penyelenggara utama dengan status nama sponsor

Tampilkan postingan dengan label HAMA DAN PENYAKIT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HAMA DAN PENYAKIT. Tampilkan semua postingan

14 Nov 2023

Panduan Lengkap Budidaya Tomat Dengan Penggunaan Jamur Mikoriza

Panduan Lengkap Budidaya Tomat Dengan Penggunaan Jamur Mikoriza

Budidaya Tanaman Tomat

Dalam dunia pertanian modern, para petani semakin memahami pentingnya pemanfaatan teknologi dan metode inovatif untuk meningkatkan hasil panen mereka. Salah satu praktik terbaru yang telah menarik perhatian banyak petani adalah penggunaan jamur mikoriza dalam budidaya tomat.

Jamur mikoriza adalah organisme kecil yang hidup dalam hubungan simbiosis dengan akar tanaman, yang dapat membantu meningkatkan penyerapan nutrisi dan kesehatan tanaman secara keseluruhan.

Pada Kesempatan kali ini kami akan menyajikan Panduan lengkap cara budidaya Tomat, kami akan memberikan informasi lengkap tentang budidaya tomat dengan penggunaan jamur mikoriza untuk membantu Anda mencapai hasil panen yang lebih baik dan berkelanjutan.

Manfaat Jamur Mikoriza dalam Budidaya Tomat

Sebelum kita memahami bagaimana menggunakan jamur mikoriza dalam budidaya tomat, penting untuk mengetahui manfaat utama yang ditawarkannya. Jamur mikoriza dapat memberikan sejumlah keuntungan yang signifikan bagi tanaman tomat Anda :

Peningkatan Penyerapan Nutrisi : Jamur mikoriza membentuk hubungan simbiosis dengan akar tomat, memungkinkan tanaman untuk lebih efisien menyerap nutrisi seperti fosfor dan unsur hara lainnya dari tanah. Ini secara langsung berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Kekuatan Pertahanan Tanaman : Jamur mikoriza juga membantu meningkatkan sistem pertahanan tanaman terhadap penyakit dan patogen tanah. Ini berarti tanaman tomat Anda akan lebih tahan terhadap serangan penyakit dan infeksi.

Peningkatan Kualitas Buah : Penggunaan jamur mikoriza telah terbukti meningkatkan kualitas buah tomat, termasuk rasa, ukuran, dan warna. Buah-buahan yang dihasilkan juga cenderung lebih tahan lama. 

Langkah-langkah Budidaya Tomat dengan Jamur Mikoriza

Sekarang kita akan membahas langkah-langkah praktis untuk memulai budidaya tomat dengan penggunaan jamur mikoriza. Ikuti petunjuk berikut dengan cermat untuk mencapai hasil panen yang optimal :

Pemilihan Varietas Tomat yang Tepat : Pilih varietas tomat yang sesuai dengan kondisi iklim dan tanah di daerah Anda. Pastikan varietas tersebut sesuai dengan praktik budidaya organik.

Persiapan Lahan : Persiapkan lahan yang akan digunakan untuk menanam tomat. Pastikan tanah memiliki drainase yang baik dan bersifat gembur. Tanah yang baik adalah kunci keberhasilan budidaya tomat.

Inokulasi Jamur Mikoriza : Sebelum menanam bibit tomat, inokulasikan akar bibit dengan jamur mikoriza. Anda dapat membeli produk jamur mikoriza yang telah diolah secara khusus untuk pertanian.

Penanaman Bibit : Tanam bibit tomat yang telah diinokulasi dengan jamur mikoriza pada lubang yang telah disiapkan. Pastikan jarak tanam yang sesuai sesuai dengan jenis varietas yang Anda pilih.

Pemberian Air dan Nutrisi : Pastikan tanaman tomat mendapatkan pasokan air yang cukup dan nutrisi yang seimbang. Jamur mikoriza akan membantu tanaman menyerap nutrisi dengan lebih baik.

Pengendalian Hama dan Penyakit : Terus pantau tanaman Anda untuk tanda-tanda serangan hama atau penyakit. Salah satu manfaat jamur mikoriza adalah meningkatkan sistem pertahanan tanaman, tetapi tetap waspada terhadap potensi masalah.

Pemanenan : Ketika buah tomat telah matang sepenuhnya, panenlah dengan hati-hati. Buah-buahan yang dihasilkan dengan bantuan jamur mikoriza cenderung lebih berkualitas.

Penerapan Prinsip-prinsip Ekologi dalam Budidaya Tomat

Salah satu aspek penting dalam budidaya tomat dengan jamur mikoriza adalah penerapan prinsip-prinsip ekologi. Ini berarti menjaga keseimbangan ekosistem pertanian Anda. Beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk menerapkan prinsip-prinsip ekologi dalam budidaya tomat melibatkan :

Penggunaan Pupuk Organik : Sebisa mungkin, hindari penggunaan pupuk kimia yang dapat merusak lingkungan. Alihkan perhatian Anda ke pupuk organik, seperti kompos dan pupuk kandang, yang tidak hanya lebih ramah lingkungan, tetapi juga mendukung pertumbuhan jamur mikoriza.

Pengendalian Hama Secara Alami : Selain itu, pertimbangkan metode pengendalian hama yang alami, seperti penggunaan predator alami atau metode tanaman perangkap. Hal ini membantu menjaga keseimbangan ekosistem tanah dan meminimalkan penggunaan pestisida yang berbahaya.

Rotasi Tanaman : Praktik rotasi tanaman dapat membantu mencegah penumpukan penyakit dan hama tertentu di tanah. Ini juga memungkinkan tanaman tomat Anda mendapatkan manfaat dari mikoriza dengan lebih baik.

Perawatan Tanaman Tomat Selama Pertumbuhan

Selama masa pertumbuhan tanaman tomat Anda, perhatikan hal-hal berikut untuk memastikan hasil panen yang sukses :

Pemeliharaan Tanaman : Pastikan tanaman tomat Anda mendapatkan cukup sinar matahari, air, dan nutrisi. Tanaman yang sehat akan lebih responsif terhadap jamur mikoriza.

Pemangkasan : Praktik pemangkasan dapat membantu meningkatkan sirkulasi udara dan cahaya di antara tanaman tomat. Hal ini juga dapat membantu mengurangi risiko serangan penyakit.

Pengendalian Gulma : Penting untuk menjaga kebersihan area sekitar tanaman Anda dengan mengendalikan pertumbuhan gulma. Gulma dapat bersaing dengan tomat untuk nutrisi dan air.

Monitoring dan Perawatan Rutin : Terus pantau kondisi tanaman Anda dan tanggapi dengan cepat terhadap tanda-tanda masalah seperti penyakit atau hama.

Panen dan Penyimpanan Tomat

Ketika tomat telah mencapai tingkat kematangan yang tepat, saatnya untuk panen. Ingatlah untuk merawat buah-buahan ini dengan hati-hati untuk memastikan kualitas yang optimal. Beberapa tips untuk panen dan penyimpanan tomat yang sukses melibatkan :

Panen Saat Matang : Panen tomat ketika sudah mencapai tingkat kematangan yang tepat. Tomat yang matang di pohon memiliki rasa yang lebih baik.

Penyimpanan yang Tepat : Jika Anda tidak akan menggunakan tomat segera, simpanlah mereka di tempat yang sejuk dan kering. Suhu ruangan yang terlalu hangat dapat mempercepat pembusukan.

Penggunaan Tomat yang Tidak Sempurna : Tomat yang memiliki noda atau kerusakan ringan masih bisa digunakan. Potong bagian yang rusak dan gunakan sisa buah dengan bijak.

Kesimpulan

Dengan mengikuti panduan ini, Anda akan memiliki pandangan yang lebih jelas tentang budidaya tomat dengan penggunaan jamur mikoriza. Praktik ini telah terbukti membantu petani meningkatkan hasil panen mereka secara signifikan. Ingatlah untuk menerapkan prinsip-prinsip ekologi dalam pertanian Anda dan merawat tanaman tomat dengan baik selama pertumbuhannya. Dengan tekun dan berdasarkan pengetahuan yang benar, Anda dapat mencapai hasil panen yang memuaskan dan berkelanjutan.

Budidaya tomat dengan penggunaan jamur mikoriza adalah pendekatan yang inovatif dan berpotensi menghasilkan hasil panen yang lebih baik. Dengan meningkatkan penyerapan nutrisi, kekuatan pertahanan tanaman, dan kualitas buah, jamur mikoriza telah membuktikan manfaatnya dalam pertanian modern. Jika Anda ingin mencapai hasil panen yang optimal dalam budidaya tomat, pertimbangkan untuk mengintegrasikan jamur mikoriza ke dalam praktik pertanian Anda.

Dengan mengikuti panduan ini, Anda dapat meningkatkan keberhasilan budidaya tomat Anda dan meraih hasil panen yang lebih baik secara berkelanjutan. Selamat mencoba!

Jika anda berminat belajar Peternakan silahkan Klik Disini

21 Des 2022

YANG HARUS DILAKUKAN SEBELUM BETERNAK BURUNG PUYUH PETELUR

YANG HARUS DILAKUKAN SEBELUM BETERNAK BURUNG PUYUH PETELUR


Langkah Pertama : Kumpulkan informasi tentang burung-burung ini, 
Pelajari tentang lingkungan tempat mereka tumbuh - Suhu, cahaya, dan kelembaban yang tepat untuk pemeliharaan,
Informasi tentang berbagai metode pemeliharaan.
Dalam pilih varietas dan metode pemeliharaan tergantung pada jenis apa yang anda pilih

Langkah Kedua : Pada tahab ini pembangunan rumah kandang ( kandang pemeliharaan ), Persiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk pembangunan Rumah Kandang.
Rumah Dengan ukuran Panjang 10 Meter x Lebar 6 Meter mampu menampung 3000-4000 ekor burung puyuh. Dalam membangun rumah Kandang ini yang harus diperhatikan adalah Sirkulasi udara yang baik. Karena dengan sirkulasi udara yang baik kenyamanan burung puyuh akan meningkatkan kesehatan dan daya produksi yang lebih baik.

Langkah Ketiga : Memilih metode perawatan yang anda favoritkan dan pilih  menjaga lingkungan tumbuh sehat di Peternakan Anda harus menjadi Prioritas utama.
Anda juga akan belajar tentang reproduksi dan proses merawat  DOQ atau Anakan Puyuh
Cara merawat DOQ yang baru lahir.
Membuat Box Pembesaran untuk masa Starter yaitu Puyuh usia 0 - 25 hari, untuk 1000 ekor DOQ anda membutuhkan Box Brodeeng Dengan ukuran Panjang 2 Meter lebar 60 cm Tinggi 25 cm mampu menampung 250 ekor DOQ. Umur 0 -14 hari, setelah Usia 14 -30 hari ukuran Kandang tersebut mampu menampung kurang lebih 125 ekor kesimpulan-Nya untuk Populasi 1000 ekor kita membutuhkan 8 set Kandang Brodeeng ( Box Pembesaran ) namun tahap ini bisa anda abaikan jika anda ingin memelihara Burung Puyuh ini sejak Usia 30 hari ( Pullet )

Kandang Puyuh Petelur
Untuk Populasi 1000 ekor Burung Puyuh kita membutuhkan 8 set Kandang Petelur dengan ukuran Panjang 100 cm  Lebar 50 Tinggi 22 cm mampu menampung 25-30 ekor Burung Puyuh. 1set Kandang Petelur ini terdiri dari 5 kotak di susun ke atas jadi total kapasitas 25 - 30 ekor x 5 kotak, dengan demikian untuk 1000 ekor yang kita butuhkan 8 set Kandang
Yang harus diperhatikan selanjutnya adalah Temperatur, Cahaya, dan Kelembaban yang Cocok untuk Burung Puyuh :
Pengaturan Cahaya dapat dicapai dengan menggunakan lampu listrik dan sinar matahari.
0 - 7 hari Anakan Burung Puyuh ini membutuhkan 24jam pencahayaan sebagai sumber panas. 7 hari sampai 21 hari  Burung Puyuh ini membutuhkan pencahayaan selama 13-14 jam Dan, proses ini akan berlanjut sampai total waktu pencahayaan / sehari adalah 15-16 jam. Lebih penting lagi, untuk menghasilkan jumlah telur maksimum, mereka akan membutuhkan 16 jam cahaya ketika mereka berusia sekitar 9 minggu - Afkir
Keistimewaan Burung Puyuh ini adalah mereka dapat dengan mudah beradaptasi dengan kelembaban  40-70%. Namun, kelembaban yang baik untuk Burung Puyuh ini adalah 55-60% 
Jika kelembaban relatif lebih tinggi maka bulu mereka akan menjadi lembab, masalah pernapasan dan meningkatkan kemungkinan jamur. Jika kelembaban relatif kurang maka bulunya akan menjadi kasar. Inilah Pentingnya Pengaturan Sirkulasi Udara di Rumah Kandang

Membuat Rencana Bisnis : 
Pada bagian ini, saya akan membahas rencana pemasaran, biaya, dan keuntungan usaha di bidang Peternakan Burung Puyuh ini.
Mencari Pengepul Telur Puyuh yang mau rutin mengambil hasil Produksi Burung Puyuh Anda lakukan Komitmen kedua belah pihak untuk saling menguntungkan
Melakukan modal Awal untuk memulai Berternak Burung Puyuh ini 
Misal modal untuk 1000 ekor Burung Puyuh

PERMODALAN  FASE STARTER :
Harga DOQ  : 1000 ekor x @ Rp.2000 = Rp. 2.000.000
Biaya pakan 0 - 25 hari Rp.3500/ Ekor dengan demikian 2500 x 1000 ekor = Rp.2.500.000
Biaya pembuatan kandang : 1000 
Brooding Box :
Panjang 100 x 60 x 25 cm Rp.100.000 x 10 set = Rp. 1.000.000
Kandang Produksi :
Panjang 100 cm x 50 cm x 22 cm Kapasitas 25 - 30 Ekor satu set terdiri 5 Kotak mampu menampung 200 ekor jadi kita membutuhkan 8 set Kandang Petelur dengan kisaran harga Rp. 750.000/set x 8 = Rp. 6.000.000 ( otomatis )
Toal Modal = Rp. 11.500.000

BIAYA PEMELIHARAAN FASE GROWER :
Pada masa ini Puyuh sudah berumur 25-50 hari
Jenis Pakan untuk Fase ini Pakan ayam Pedaging dengan Kisaran Harga Rp. 420.000
Harga Pakan : Rp.8.400/Kg. Tiap ekor puyuh membutuhkan : 22,5 gram Pakan/ekor/hr.
Biaya pakan Pada Periode Grower  1000 Ekor 22.5 x Rp.8.400 = Rp 189.000 x 25 hari = Rp. 4.725.000
Total Biaya Modal Awal Rp. 16.225.000

BIAYA OPERATIONAL PERHARI FASE PRODUKSI :
Biaya Operasional dimulai saat Puyuh sudah mulai bertelur sampai dengan Afkir
Dari 1000 Ekor Puyuh Petelur ini 24 jam kita membutuhkan biaya sebagai berikut :
Biaya Pakan :
Asumsi Pakan yang kami gunakan adalah Pakan Modifikasi ( Self Mixing )
Harga pakan Self Mixing Rp. 5000/kg
Pakan 5000 x 22.5 gram x 1000 = Rp. 112.500 x 30 = Rp. 3.375.000
Biaya Obat : Rp. 25.000
Total : 3.375.000 + 25.000 = Rp. 3.400.000/bln
Akumulasi biaya Harian Rp. 113.500
LABA BERSIH :
Produksi telur puyuh pada puncak produksi bisa sampai 95%, dan stabil di angka 85%
Dengan Perhitungan sebagai berikut : 
1000ekor x 85% x 1 hari = 850 butir.
Dengan Harga Jual 250 x 850 butir = Rp. 212.500 x 30 = Rp. 6.375.000
Keuntungan Bersih 6.375.000 - 3.405.000 = Rp. 2.975.000

BEP NILAI INVESTASI
Modal awal yang Kita investasikan untuk bidang usaha berteriak burung puyuh ini adalah 
Total Biaya Bulanan : Rp. 3.405.000
Total Pendapatan bulanan : 6.375.000 
Rumus 
Rp. 3.405.000 - 6.375.000 = Rp. 2.970.000 x 5.5 bln = Rp. 16.335.000
Dengan demikian sejak Burung Puyuh produksi dalam jangka waktu 5.5 bulan Nilai investasi yang kita lakukan sudah kembali

BIAYA POKOK/BUTIR
HARGA BEP = Rp.113.5/Butir. Jadi pada harga tersebut peternak tidak untung dan atau juga tidak rugi. Selama harga jual peternak selalu diatas harga @ Rp.113.5/butir maka peternak akan selalu untung.

ROI (Return on investment)
Persentase Keuntungan : Rp. 2.970.000/3.405.000 = 87%
Tinggal anda kalikan minimal 12 bulan saja berapa inkam yang anda dapatkan. 
Berani Mencoba....?

Demikian penjelasan tentang bagaimana dan apa saja yang di persiapkan untuk memulai bisnis Usaha Burung Puyuh ini, dengan kalkulasi lengkap untuk dan rugi. 
Mungkin kalau pembaca ada yang ingin di tanyakan bisa langsung komentar

Produk Peternakan :
  1. Probiotik EXTRA 99 PLUS      Harga Rp. 20.000/Liter
  2. Oriental Herbal Nutrien             Harga Rp. 25.000/Liter
  3. Dekomposer EXTRA 88            Harga Rp. 25.000/liter
  4. Enzim                                         Harga Rp. 30.000/Liter
  5. Desinfektan                                 Harga Rp. 25.000/Liter

CV. Griya Tani Indonesia
Office Address :
D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573 
Kontak Person


30 Apr 2022

MENGUNGKAP POTENSI MIMBA SEBAGAI PESTISIDA NABATI

 

MENGUNGKAP POTENSI MIMBA SEBAGAI
PESTISIDA NABATI


Assalamu’alaikum sedulur tani... Masih dalam suana ramadhan bulan yang penuh   dengan keberkahanini, berjumpa kembali dengan kami Team Griyo tani Indonesia. Jangan lupa Subscribe, Like, Share, jika ada pertanyaan atau kritik yang membangun silahkan tinggalkan komentar. Jangan lupa!! Aktifkan Loncengnya, agar tidak ketinggalan Video terbaru Dari griyo  tani.

Kali ini kita Akan mengulas tentang  Tanaman Mimba Sebagai Bahan Pestisida Nabati maupun sebagai bahan Herbal.

Selamat Membaca..

Sampai saat ini, pestisida kimia masih merupakan salah satu alternatif yang digunakan petani, untuk pengendalian organisme pengganggu tanaman atau OPT di lahan pertanian, karena mudah didapat dan hasilnya dapat segera dilihat. Penggunaan pestisida oleh petani yang cenderung sangat berlebihan ini, akan berdampak negatif terhadap konsumen, maupun ekosistem pertanian. Salah satu cara alternatif untuk mengurangi pencemaran lingkungan ini adalah, dengan penggunaan pestisida nabati. Prinsip penggunaan pestisida nabati tersebut hanya untuk mengurangi ketergantungan petani, terhadap penggunaan pestisida kimia dan bukan untuk meninggalkan pestisida kimia.

Pestisida nabati adalah bahan aktif tunggal atau majemuk, yang berasal dari tumbuhan, daun, buah, biji, dan akar, yang berfungsi untuk mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman, namun bersifat ramah terhadap lingkungan dan relatif aman dari segi kesehatan. Bahan dasar pestisida nabati bersifat mudah terurai di alam sehingga tidak mencemari lingkungan dan relatif aman bagi manusia, dan hewan peliharaan, karena residunya yang mudah hilang. pestisida nabati merupakan kearifan lokal di Indonesia, yang sangat potensial untuk dimanfaatkan dalam pengendalian OPT, untuk mendukung terciptanya sistem pertanian organik.

Secara umum pestisida nabati diartikan sebagai, pestisida yang bahan dasarnya berasal dari bagian tumbuhan seperti akar, daun, batang, dan buah. Pestisida nabati relatif mudah dibuat dengan kemampuan dan pengetahuan yang terbatas sekalippun, karena terbuat dari bahan alami atau nabati, maka jenis pestisida ini bersifat mudah terurai,

Salah satu tanaman yang bisa dimanfaatkan sebagai pestisida nabati adalah, tanaman mimba. Tanaman mimba tergolong dalam tanaman perdu. pertama kali ditemukan di daerah Hindustani Madhya Prades India, yang tumbuh di daerah tropis. Di Indonesia, tanaman ini tumbuh di daerah Jawa Barat, Jawa Timur, Jaawa Tengah, dan Madura pada ketinggian sampai dengan 300 meter dpl, tanaman mimba tumbuh di tempat kering, dan sering ditemukan di tepi jalan atau di hutan.

Mimba tergolong dalam Famili Meliaceae dengan tinggi pohon sampai 20 meter, daunnya majemuk, berbentuk lonjong bergigi, dan tumbuh didaerah tropis dan sub tropis. Daun mimba sangat pahit dan bijinya mengeluarkan bau seperti bawang putih. Buah mimba berbentuk elips, berdaging tebal, panjang 1,2 sampai 2 cm, hijau atau kuning ketika masak.

Mimba merupakan tanaman yang memenuhi persyaratan untuk dikembangkan menjadi sumber bahan dasar pembuatan pestisida nabati. Adapun persyaratan tersebut asalah.

1. Merupakan tanaman tahunan.
2. Tidak perlu dimusnahkan apabila suatu saat bagian tanamannya diperlukan.
3. Mudah dibudidayakan.
4. Tidak menjadi gulma atau inang bagi organisme pengganggu tanaman atau OPT.
5. Mempunyai nilai tambah.
6. Mudah diproses, sesuai dengan kemampuan petani.


Berdasarkan kandungan bahan aktifnya, biji dan daun mimba mengandung azadirakhtin meliantriol, salanin, dan nimbin, yang merupakan hasil metabolit sekunder dari tanaman mimba. Senyawa aktif tanaman mimba tidak membunuh hama secara cepat, tapi berpengaruh terhadap daya makan, pertumbuhan, daya reproduksi, proses ganti kulit, menghambat perkawinan, penurunan daya tetas telur, dan menghambat pembentukan kitin.

Selain itu, tanaman mimba  juga berperan sebagai pemandul. Pengendalian hama dengan menggunakan mimba sebagai pestisida nabati dapat membunuh atau mengganggu serangan hama dan penyakit melalui cara kerja yang unik, yaitu dapat melalui perpaduan berbagai cara atau secara tunggal.

Cara kerja mimba sangat spesifik, yaitu mempengaruhi produksi dan perilaku, berupa penolak atau repellent, penarik atau attractant, dan anti makan atau antifeedant.

Di Indonesia sendiri, terdapat 1 merek pestisida terdaftar yang berbahan aktif azadirakhtin dan dipasarkan secara komersial yaitu, Agrineem.

Ekstrak dari daun mimba dilaporkan mampu mengendalikan sekitar 127 jenis hama, dan mampu berperan sebagai fungisida, bakterisida, antivirus, nematisida, serta moluskisida. Hasil penelitian menyatakan bahwa ekstrak daun mimba pada konsentrasi 40 gram perliter efektif mengendalikan, ngengat dan ulat penggerek daun sebesar 75%.

Yang menjadi sasaran pestisida daun mimba adalah, jenis hama menggigit mengunyah dan hama menusuk menghisap, nematoda serta jamur.

Berikut spesies yang dapat dikendalikan.

Helopeltis sp, Aphis gossypi, Agrotis ipsilon, Callosobruchus chinensis, Alternaria tenuis, Carpophilus hemipterus, kecoa, Crysptolestes pusillus, Corcyra cephalonica, Crocidolomia binotalis, Dysdercus cingulatus, Earias insulana, Epilachna varivestis, Fusarium oxyosporium, Helycotylenchus sp., Locusta migratoria, Meloidogyne sp., Musca domestica, Nephotenttix virescens, Nilapavarta lugens, Ophiomya reticulipennisI, Panonychus citri, Planococcus citri, Pratylenchus sp., Rhizoctonia solani, Sclerotium rolfsii, Sitophilus sp., Sogatella furcifera, Spodoptera litura, Tribolium sp., Tungro pada padi, Tylenchus filiformis.

Pengendalian hama dengan menggunakan mimba sebagai insektisida nabati mempunyai beberapa keunggulan diantaranya yaitu, di alam senyawa aktif mimba mudah terurai, sehingga kadar residu relatif kecil, peluang untuk membunuh serangga bukan sasaran rendah, dan dapat digunakan beberapa saat menjelang panen. Cara kerja mimba sebagai insektisida nabati juga spesifik, sehingga aman terhadap vertebrata (manusia dan ternak), dan tidak mudah menimbulkan resistensi, karena jumlah senyawa aktif lebih dari satu. Selain bersifat sebagai insektisida, tumbuhan mimba juga memiliki sifat sebagai fungisida, antivirus, nematisida, bakterisida, mitisida, akarisida , dan rodentisida. Koppenhöfer dan Kaya (2000) juga menyatakan bahwa azadirakhtin dapat dicampur dan mampu bersinergi dengan biopestisida lainnya, seperti minyak cengkeh, dan minyak serai wangi.

Ekstrak tanaman mimba ada kemungkinan memiliki efek beracun pada ikan, biota akuatik lain, dan serangga berguna lainnya. Oleh karena itu, diperlukan penanganan secara hati-hati pada sisa ekstrak mimba dengan cara menjemurnya pada sinar matahari untuk memecahkan bahan aktifnya.

Pembuatan Ekstrak Air Biji Mimba

  1. Kering anginkan biji mimba beserta kulit biji sampai kering agar tidak berjamur.
  2. Giling biji dan kulit biji mimba sampai halus, kemudian saring dengan ayakan (850 µm).
  3. Timbang 25-50 g serbuk biji mimba + l5 liter dan 15 ml alkohol aduk rata, kemudian rendam semalam (12 jam).
  4. Keesokan harinya rendaman bahan disaring dengan kain furing
  5. Larutan hasil penyaringan kemudian ditambah dengan 5 ml Jadam wetting agen dan 15 ml Jadam Sulfur, aduk rata dan larutan siap disemprotkan.
  6. Penyemprotan sebaiknya dilakukan pada sore hari, dengan volume semprot yang memadai 400-600 l air, tergantung umur tanaman yang akan disemprot

Pembuatan Ekstrak Daun Mimba Untuk kapasitas 14 sampai 16 lliter.

  1. Blender 500 gram daun mimba segar atau kering, tambahkan  l5 liter dan 15 ml alkohol aduk hingga homogen, kemudian diamkan semalam.
  2. Ke-esokan harinya rendaman disaring dengan kain furing.
  3. Larutan hasil penyaringan kemudian ditambah dengan 15 ml Jadam wetting agen dan 15 ml Jadam Sulffur, aduk rata dan larutan siap disemprotkan.
Demikian pembahasan kita kali ini semoga bermanfaat untuk sedulur kami semua.
Wassalam...

 

Produk Pertanian :

    PGPR  Harga Rp. 25.000/Liter
  • Fish Amino Acids Rp. 25.000/½Liter
  • Brown Rice Vinegar Rp. 50.000/Liter
  • Coryn Bacteria Harga Rp. 30.000/½Liter
  • Bio-Pestisida Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Polymixa Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Tricoderma Harga Rp. 50.000/Kg
  • Mikoriza Harga Rp. 50.000/Kg
  • Waiting Agen Rp. 30.000/Liter
  • Madam Sulfur Rp. 30.000/Liter

Peternakan :

  • Probiotik EXTRA 99 PLUS Rp. 20.000/Liter
  • Oriental Herbal Nutrien Rp. 25.000/Liter
  • Dekomposer EXTRA 88 Rp. 25.000/liter
  • Enzim Rp. 30.000/Liter
  • Desinfektan Rp. 20.000/Liter

CV. Griya Tani Indonesia

Office Address :

D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573 

 

Kontak Person

 

Copyright © 2020 CV. Griya Tani
All right SAUNG TERNAK Mandiri

4 Mei 2021

BEGINI CARA MENGATASI PENYAKIT HAWAR DAUN BAKTERI

PENYAKIT HAWAR DAUN BAKTERI
Tanaman Padi
Terinfeksi Hawar Daun
Indonesia merupakan negara agraris yang sebagian besar penduduknya mempunyai mata pencaharian sebagai petani. Petani di Indonesia pada umumnya merupakan petani tradisional.
Teknologi yang mereka terapkan masih turun temurun, sehingga kesejahteraannya masih jauh bila dibandingkan dengan petani di Negara maju. Mayoritas komoditas yang ditanami oleh petani di Indonesia adalah padi (Oryza sativa L.).
Karena padi merupakan bahan pangan pokok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Dalam budidayanya petani banyak menghadapi kendala. Salah satunya adalah adanya OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan) baik berupa hama maupun penyakit. Penyakit yang sering menyerang tanaman padi diantaranya adalah hawar daun bakteri atau BLB (bacterial leaf blight) yang lebih populer dengan nama penyakit “kresek”.
Penyakit hawar daun bakteri merupakan penyakit yang tersebar luas di pertanaman padi sawah dan bisa menurunkan hasil sampai 36%. Penyakit ini pada umumnya terjadi pada musim hujan atau lembab >75%, terutama pada lahan sawah yang selalu tergenang dengan pemupukan N yang tinggi. Hawar daun bakteri merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Xanthomonas campestris pv. Oryzae Dye. Yang dapat menginfeksi tanaman padi pada berbagai stadium pertumbuhan.
Klasifikasi Xanthomonas campestris pv. Oryzae Dye.
Menurut Ferdiaz (1992) dalam Triny S. Kadir, Satoto dan Inastuti A. Rumanti (2006), klasifikasi Xanthomonas adalah sebagai berikut :
justify;">Phylum     : Prokaryota
Kelas         : Schizomycetes
Ordo          : Pseudomonadales
Famili        : Pseudomonadaceae
Genus        Xanthomonas
SpesiesXanthomonas campestris pv. Oryzae
Morfologi Xanthomonas campestris pv. Oryzae Dye.
Bakteri Xanthomonas campestris pv. Oryzae Dye. Berbentuk batang pendek berukuran (1-2) x (0,8-1) mm, di ujungnya mempunyai satu flagela polar yang berukuran 6-8 mm dan berfungsi sebagai alat bergerak. Bakteri ini bersifat aerob, gram negatif dan tidak membentuk spora. Di atas media PDA bakteri ini membentuk koloni bulat cembung yang berwarna kuning keputihan sampai kuning kecoklatan dan mempunyai permukaan yang licin.
 
Foto Mikroskop Elektron Xanthomonas (30.000 x)
(Sumber: Koleksi PPOPT Bandung, 2008 dan Lozano, 1974 dalam Semangun, 2001)
 
Sejarah dan Sebaran Penyakit Hawar Daun Bakteri
Penyakit hawar daun bakteri pertama kali ditemukan di Fukuoka Jepang pada tahun 1884. Pada awal abad XX penyakit ini telah diketahui tersebar luas hampir di seluruh Jepang kecuali di pulau Hokkaido. Di Indonesia, penyakit ini mula-mula ditemukan oleh Reitsma dan Schure pada tanaman muda di daerah Bogor dengan gejala layu. Penyakit ini dinamai kresek dan patogennya dinamai xanthomonas kresek Schure. Terbukti bahwa penyakit ini sama dengan penyakit hawar daun bakteri yang terdapat di Jepang (Singh, 1980; Machmud, 1991).
Pengembangan varietas padi unggul dengan hasil tinggi tetapi peka terhadap penyakit menyebabkan semakin tersebar luasnya penyakit ini. Akhir-akhir ini penyakit hawar daun bakteri dilaporkan telah terdapat di negara-negara yang mewakili hampir seluruh benua, misalnya Bangladesh, India, Korea Malaysia, Filipina, Cina, Taiwan dan Vietnam. Penyakit ini bahkan telah dilaporkan dari Rusia, Afrika dan Amerika Latin (Machmud, 1991).
 
Gejala Serangan Penyakit Hawar Daun Bakteri
Penyakit hawar bakteri pada tanaman padi bersifat sistemik dan dapat menginfeksi tanaman pada berbagai stadium pertumbuhan. Gejala penyakit ini dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu: (1). Gejala layu (kresek) pada tanaman muda atau tanaman dewasa yang peka, (2). Gejala hawar dan (3). Gejala daun kuning pucat (Singh, 1980; Machmud, 1991; Triny dkk., 2006).
 
Gejala layu yang kemudian dikenal dengan nama kresek umumnya terdapat pada tanaman muda berumur 1-2 minggu setelah tanam atau tanaman dewasa yang rentan. Pada awalnya gejala terdapat pada tepi daun atau bagian daun yang luka berupa garis bercak kebasahan, bercak tersebut meluas berwarna hijau keabu-abuan, selanjutnya seluruh daun menjadi keriput dan akhirnya layu seperti tersiram air panas. Seringkali bila air irigasi tinggi, tanaman yang layu terkulai ke permukaan air dan menjadi busuk (Anonim, 1989).
 
Menurut Machmud (1991), pada tanaman yang peka terhadap penyakit ini, gejala terus berkembang hingga seluruh permukaan daun, bahkan kadang-kadang pelepah padi sampai mengering. Pada pagi hari atau cuaca lembab, eksudat bakteri sering keluar ke permukaan bercak berupa cairan berwarna kuning menempel pada permukaan daun dan mudah jatuh oleh hembusan angin, gesekan daun atau percikan air hujan. Eksudat ini merupakan sumber penularan yang efektif.
 
Foto Gejala Serangan Xanthomonas pada Tanaman Padi
(Sumber : Anonim, 1989 dan www.hartanto.wordpress.com)
 
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Penyakit Hawar Daun Bakteri
Kultivar padi mempunyai tingkat ketahanan yang berbeda terhadap Xanthomonas. Ketahanan disebabkan karena : 
  1. Bakteri terhambat penetrasinya, 
  2. Bakteri tidak dapat meluas secara sistemik, dan 
  3. Tanaman bereaksi langsung terhadap bakteri (Lozano dan Sequeira, 1974 dalam Semangun, 2001). Menurut Maraite dan Weyns (1979) dalam Semangun (2001), penyebaran penyakit yang disebabkan oleh Xanthomonas dibantu juga oleh hujan, karena hujan akan meningkatkan kelembaban dan membantu pemencaran bakteri. Intensitas penyakit yang tertinggi terjadi pada akhir musim hujan, menjelang musim kemarau. Suhu optimum untuk perkembangan Xanthomonas adalah sekitar 300C.
 
Kerugian Akibat Penyakit Hawar Daun Bakteri
Kerugian hasil padi di Jepang yang diakibatkan oleh penyakit hawar daun bakteri setiap tahunnya mencapai 30% bahkan lebih. Di India penyakit ini juga merupakan kendala utama produksi padi, berjuta-juta hektar sawah tiap tahun terserang penyakit tersebut dengan kerugian bervariasi antara 20-60% (Singh, 1980).
 
Di daerah tropis seperti Indonesia dan Filipina, penyakit ini juga sangat merugikan meskipun besar kerugian kurang diketahui secara pasti. Di Indonesia kerugian akibat penyakit ini diperkirakan berkisar antara 15-25% tiap tahun. Kerusakan berat terjadi bila penyakit ini menyerang tanaman muda yang peka, sehingga menimbulkan gejala kresek dan kemudian tanaman mati (Machmud, 1991).
 
Pengendalian Penyakit Hawar Daun Bakteri
Pengendalian penyakit hawar daun bakteri akan lebih berhasil bila dilaksanakan secara terpadu, mengingat berbagai faktor dapat mempengaruhi penyakit ini di lapangan, misalnya keadaan tanah, pengairan, pemupukan, kelembaban, suhu dan ketahanan varietas padi yang ditanam. Usaha terpadu yang dapat dilaksanakan mencakup penanaman varietas yang tahan, pembuatan persemaian kering atau tidak terendam air, jarak tanam tidak terlalu rapat, tidak memotong akar dan daun bibit yang akan ditanam, air tidak terlalu tinggi pada waktu tanaman baru ditanam dan menghindari pemberian pupuk N yang terlalu tinggi.
 
Upaya pengendalian untuk mengatasi penyakit ini yaitu dengan melakukan beberapa hal :
  1. Perbaikan cara bercocok tanam, melalui
  2. Pengolahan tanah secara optimal
  3. Pengaturan pola tanam dan waktu tanam serempak dalam satu hamparan
  4. Pergiliran tanam dan varietas tahan
  5. Penanaman varietas unggul dari benih yang sehat
  6. Pengaturan jarak tanam
  7. Pemupukan berimbang (N,P, K dan unsur mikro) sesuai dengan fase pertumbuhan dan musim
  8. Pengaturan sistem pengairan sesuai dengan fase pertumbuhan tanaman.
  9. Sanitasi lingkungan
  10. Pemanfaatan agensia hayati Corynebacterium
  11. Penyemprotan bakterisida anjuran yang efektif dan diizinkan secara bijaksana berdasarkan hasil pengamatan.
Demikian ulasan mengenai penyakit Hawar Daun dan cara menanggulangi.
Semoga bermanfaat.

Produk Pertanian :
  • PGPR  Harga Rp. 25.000/Liter
  • Fish Amino Acids Rp. 25.000/½Liter
  • Brown Rice Vinegar Rp. 50.000/Liter
  • Coryn Bacteria Harga Rp. 30.000/½Liter
  • Bio-Pestisida Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Polymixa Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Tricoderma Harga Rp. 50.000/Kg
  • Mikoriza Harga Rp. 50.000/Kg
  • Waiting Agen Rp. 30.000/Liter
  • Madam Sulfur Rp. 30.000/Liter
Peternakan :
  • Probiotik EXTRA 99 PLUS Rp. 20.000/Liter
  • Oriental Herbal Nutrien Rp. 25.000/Liter
  • Dekomposer EXTRA 88 Rp. 25.000/liter
  • Enzim Rp. 30.000/Liter
  • Desinfektan Rp. 20.000/Liter
CV. Griya Tani Indonesia
Office Address :
D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573 

Kontak Person

Copyright © 2020 CV. Griya Tani
All right NATURAL FARMING Indonesia