Agriculture Farming Service

Agriculture Farming Service – Layanan pertanian modern yang membantu petani meningkatkan hasil panen melalui teknologi, manajemen lahan, dan solusi berkelanjutan

Breaking News

Breaking News! Simak kabar terbaru dan paling update hanya di sini. Kami hadir menyajikan informasi tercepat, akurat, dan terpercaya langsung dari lapangan. Jangan lewatkan momen penting yang sedang terjadi sekarang juga!

Seputar Olah Raga

Breaking News Olahraga! ⚽🏀🏸

Update tercepat tentang kabar olahraga terkini dari dalam dan luar negeri. Mulai dari sepak bola, bulu tangkis, basket, hingga olahraga trending lainnya. Simak informasi paling fresh dan jangan lewatkan momen bersejarah di dunia olahraga!

📌 Subscribe dan aktifkan notifikasi 🔔 biar nggak ketinggalan kabar terbaru.

Channel Katebat

KATEBAD ala kocak! 🤣🎥

Film pendek parodi yang menggabungkan berita terkini dengan sentuhan humor segar. Dijamin bikin ngakak tapi tetap ada pesan yang bisa dipetik. Tonton sampai habis, karena ending-nya bikin kaget!

📌 Jangan lupa Subscribe, kasih like 👍, dan share ke teman biar ikut ketawa bareng.

Info Seputar Megawati

Arabica Coffee House Kadınlar 1. Ligi, adalah nama resmi dari kompetisi Voleybol Kadınlar 1. Ligi di bawah naungan Türkiye Voleybol Federasyonu (TVF), yang kini menjadi penyelenggara utama dengan status nama sponsor

Tampilkan postingan dengan label JAMUR MIKORIZA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label JAMUR MIKORIZA. Tampilkan semua postingan

17 Mar 2026

Manfaat Trichoderma untuk Tanaman - Sebagai Pupuk Hayati dan Biofungisida Alami

Manfaat Trichoderma untuk Tanaman  - Sebagai Pupuk Hayati dan Biofungisida Alami 

Trichoderma adalah jamur tanah yang hidup secara alami
di dalam tanah dan sekitar akar tanaman( rhizosfer)
Dalam pertanian organik ultra modern, penggunaan mikroorganisme menguntungkan semakin populer karena mampu meningkatkan kesehatan tanah sekaligus melindungi tanaman dari penyakit. Salah satu mikroorganisme yang banyak digunakan oleh petani adalah Trichoderma. Jamur ini dikenal sebagai pupuk hayati sekaligus biofungisida alami yang sangat efektif untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman dan menekan serangan penyakit. 

Banyak petani organik mulai memanfaatkan Trichoderma karena mampu memperbaiki struktur tanah, membantu penyerapan nutrisi, serta melindungi akar tanaman dari patogen berbahaya. Selain itu, penggunaan Trichoderma juga relatif murah, ramah lingkungan, dan aman bagi manusia maupun ternak. 

Artikel ini akan membahas secara lengkap manfaat Trichoderma untuk tanaman, cara kerjanya, serta tips praktis penggunaannya di lapangan. 

 Apa Itu Trichoderma? 

Trichoderma adalah jamur tanah yang hidup secara alami di dalam tanah dan sekitar akar tanaman ( rhizosfer). Jamur ini termasuk mikroorganisme yang bersifat menguntungkan karena mampu menekan pertumbuhan jamur patogen penyebab penyakit tanaman.  Dalam pertanian organik, Trichoderma sering digunakan sebagai 

  • Pupuk hayati ( biofertilizer ) 
  • Biofungisida alami 
  • Agen pengurai bahan organik 

 Beberapa spesies Trichoderma yang sering dimanfaatkan dalam pertanian antara lain 

  1. Trichoderma harzianum 
  2. Trichoderma viride 
  3. Trichoderma koningii 
  4. Trichoderma asperellum 

Jamur ini bekerja dengan cara bersaing dengan patogen, menghambat pertumbuhan jamur penyebab penyakit, serta meningkatkan kesehatan tanah. 

 Manfaat Trichoderma untuk Tanaman 

Trichoderma adalah jamur baik yang bermanfaat bagi tanaman. Mikroorganisme ini berfungsi sebagai pupuk hayati sekaligus biofungisida alami yang membantu meningkatkan kesuburan tanah dan melindungi akar dari serangan jamur patogen. Penggunaan Trichoderma juga dapat mempercepat penguraian bahan organik, merangsang pertumbuhan akar, serta meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit dan kondisi lingkungan yang kurang baik.

Sebagai Pupuk Hayati 

Trichoderma berperan sebagai pupuk hayati yang membantu meningkatkan kesuburan tanah secara alami. Jamur ini bekerja dengan menguraikan bahan organik menjadi unsur hara yang mudah diserap tanaman. Selain itu, Trichoderma juga merangsang pertumbuhan akar sehingga tanaman lebih kuat dan sehat. Tanah yang kaya mikroorganisme seperti ini biasanya mampu mendukung pertumbuhan tanaman secara lebih optimal.

  • Mengurai bahan organik menjadi unsur hara 
  • Meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah 
  • Membantu akar menyerap nutrisi lebih efektif 

Akibatnya, tanaman menjadi lebih subur, pertumbuhan lebih cepat, dan hasil panen meningkat. 

Biofungisida Alami 

Biofungisida alami adalah solusi ramah lingkungan untuk mengendalikan penyakit tanaman yang disebabkan oleh jamur. Salah satu yang paling sering digunakan petani organik adalah Trichoderma. Mikroorganisme ini bekerja dengan menekan pertumbuhan patogen di tanah sekaligus membantu menjaga kesehatan akar. Dengan penggunaan rutin, tanaman menjadi lebih kuat, tanah tetap hidup, dan ketergantungan pada fungisida kimia bisa dikurangi.

 Jamur Trichoderma mampu menghambat berbagai patogen berbahaya seperti :

  1. Fusarium 
  2. Phytophthora 
  3. Rhizoctonia 
  4. Sclerotium 

 Trichoderma melindungi tanaman dengan cara 

  1. Menghambat pertumbuhan jamur patogen 
  2. Mengeluarkan enzim penghancur dinding sel patogen 
  3. Menguasai ruang di sekitar akar tanaman 

Dengan demikian, akar tanaman menjadi lebih sehat dan kuat. 

 Merangsang Pertumbuhan Akar 

Trichoderma dikenal mampu merangsang pertumbuhan akar tanaman secara alami. Mikroorganisme ini membantu akar berkembang lebih panjang dan kuat sehingga penyerapan air serta unsur hara menjadi lebih optimal. Dengan sistem perakaran yang sehat, tanaman biasanya tumbuh lebih kokoh, lebih tahan terhadap stres lingkungan, dan mampu menghasilkan pertumbuhan yang lebih stabil sepanjang masa budidaya. 

 Manfaatnya antara lain 

  • Akar lebih panjang dan kuat 
  • Penyerapan air dan nutrisi lebih optimal 
  • Tanaman lebih tahan kekeringan 

Tanaman yang memiliki sistem perakaran baik biasanya lebih tahan terhadap stres lingkungan. 

 Memperbaiki Struktur Tanah 

Salah satu manfaat penting Trichoderma adalah membantu memperbaiki struktur tanah secara alami. Jamur ini bekerja menguraikan bahan organik seperti kompos dan sisa tanaman sehingga tanah menjadi lebih gembur dan kaya nutrisi. Tanah yang sehat akan lebih mudah menyimpan air, memiliki aerasi yang baik, serta mendukung pertumbuhan akar tanaman secara optimal. Akibatnya, tanaman tumbuh lebih kuat dan produktif.

 Trichoderma dapat membantu 

  • Mengurai sisa tanaman 
  • Meningkatkan kandungan bahan organik 
  • Membentuk agregat tanah yang baik 

Tanah yang kaya mikroorganisme akan menjadi lebih gembur, subur, dan mudah ditanami. 

Meningkatkan Ketahanan Tanaman 

Trichoderma membantu tanaman menjadi lebih tahan terhadap berbagai tekanan lingkungan, seperti serangan penyakit, kekeringan, maupun kondisi tanah yang kurang subur. Mikroorganisme ini bekerja dengan memperkuat sistem akar dan merangsang mekanisme pertahanan alami tanaman. Akibatnya, tanaman tumbuh lebih sehat, kuat, dan tidak mudah terserang patogen yang biasanya berkembang di dalam tanah. Tanaman yang diberi Trichoderma cenderung lebih tahan terhadap penyakit dan kondisi lingkungan ekstrem. 

 Hal ini terjadi karena Trichoderma mampu antara lain adalah :

  1. Mengaktifkan sistem pertahanan alami tanaman 
  2. Mengurangi stres tanaman 
  3. Meningkatkan kesehatan akar 
  4. Penyakit Tanaman yang Bisa Dikendalikan Trichoderma 

Trichoderma sering digunakan untuk mengendalikan berbagai penyakit tanaman yang disebabkan oleh jamur patogen. 

 Beberapa penyakit yang bisa ditekan atau di atasi antara lain  :

  1. Busuk akar 
  2. Layu fusarium 
  3. Rebah semai 
  4. Busuk batang 
  5. Busuk pangkal batang 

Penyakit tersebut biasanya menyerang tanaman hortikultura, sayuran, buah, hingga tanaman perkebunan. 

Gejala Serangan Jamur Patogen pada Tanaman 

Gejala serangan jamur patogen pada tanaman biasanya terlihat dari perubahan kondisi daun dan akar. Daun mulai menguning, layu, atau muncul bercak cokelat kehitaman. Pada beberapa kasus, batang terlihat membusuk dan tanaman mudah roboh. Akar juga bisa berubah warna menjadi cokelat atau hitam. Jika tidak segera ditangani, pertumbuhan tanaman akan terhambat bahkan bisa mati. 

 Beberapa tanda-tanda tanaman yang terinfeksi jamur patogen adalah :

  1. Daun Menguning 
  2. Tanaman Layu Meski Tanah Cukup Air 
  3. Akar Membusuk 
  4. Batang Menghitam 
  5. Pertumbuhan Tanaman Terhambat 

Jika gejala ini muncul, penggunaan Trichoderma dapat menjadi solusi alami untuk menekan perkembangan penyakit. 

Cara Kerja Trichoderma dalam Melindungi Tanaman 

Trichoderma bekerja dengan cara hidup di sekitar akar tanaman dan bersaing dengan jamur penyebab penyakit. Jamur ini juga mampu menyerang patogen secara langsung serta menghasilkan enzim yang merusak dinding selnya. Selain itu, Trichoderma membantu memperkuat akar dan meningkatkan daya tahan tanaman sehingga lebih tahan terhadap serangan penyakit tanah.

Kompetisi Nutrisi 

Di dalam tanah, Trichoderma bekerja dengan cara sederhana tapi efektif: berebut makanan dengan jamur patogen. Mikroba ini lebih cepat menyerap nutrisi di sekitar akar, sehingga patogen kehabisan sumber energi untuk berkembang. Akibatnya, penyakit sulit muncul, dan tanaman punya kesempatan tumbuh lebih sehat serta kuat sejak awal pertumbuhan.

 Akibatnya patogen kehilangan sumber makanan dan sulit berkembang. 

 Mikoparasitisme 

Mikoparasitisme adalah cara kerja alami Trichoderma dalam melawan jamur patogen di tanah. Jamur ini menyerang langsung patogen dengan melilit, menempel, lalu menghancurkan dinding selnya menggunakan enzim khusus. Proses ini membuat patogen mati dan tidak berkembang. Dengan mekanisme ini, akar tanaman jadi lebih terlindungi dan kesehatan tanaman tetap terjaga secara alami.

Produksi Enzim dan Antibiotik 

 Trichoderma bekerja dengan menghasilkan enzim seperti kitinase dan glukanase yang mampu merusak dinding sel jamur patogen. Selain itu, jamur ini juga memproduksi antibiotik alami yang menghambat pertumbuhan penyakit di dalam tanah. Dengan cara ini, tanaman terlindungi secara alami tanpa perlu bergantung pada bahan kimia sintetis. Jamur Trichoderma juga menghasilkan berbagai senyawa seperti :

  1. Enzim Kitinase 
  2. Enzim Glukanase 
  3. Senyawa Antibiotik Alami 

Senyawa tersebut berfungsi menghambat pertumbuhan patogen tanaman. 

Hubungan Trichoderma dengan Peternakan Organik 

Dalam sistem peternakan organik, Trichoderma punya peran penting yang sering dianggap sepele. Mikroorganisme ini membantu mengolah kotoran ternak menjadi kompos yang lebih cepat matang dan kaya nutrisi. 

Hasilnya, limbah peternakan tidak terbuang percuma, tapi justru jadi pupuk alami yang menyuburkan tanah dan mendukung pertanian berkelanjutan. Dalam sistem pertanian dan peternakan terpadu, Trichoderma juga memiliki peran penting. 

 Kotoran ternak seperti 

  • Kotoran ayam 
  • Kotoran kambing 
  • Kotoran sapi 

Dapat diolah menjadi kompos berkualitas tinggi dengan bantuan Trichoderma. 

 Manfaatnya 

  • Mempercepat proses fermentasi pupuk kandang 
  • Mengurangi bau 
  • Meningkatkan kualitas pupuk organik 

Dengan cara ini, limbah peternakan dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi tanaman. 

 Pencegahan Penyakit Tanaman dengan Trichoderma 

 Pencegahan penyakit tanaman bisa dimulai sejak awal dengan memanfaatkan Trichoderma. Jamur baik ini bekerja melindungi akar dari serangan patogen tanah secara alami. Aplikasikan saat pengolahan tanah atau campurkan dengan kompos agar hasilnya maksimal. Dengan penggunaan rutin, tanah jadi lebih sehat dan tanaman lebih tahan terhadap penyakit tanpa bergantung pada bahan kimia. Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan petani antara lain adalah :

  1.  Aplikasikan Trichoderma saat pengolahan tanah 
  2.  Gunakan pupuk organik yang difermentasi 
  3.  Jaga kelembapan tanah agar mikroba tetap aktif 

Meakukan rotasi tanaman 

Melakukan rotasi tanaman adalah kebiasaan sederhana yang sering dianggap sepele, padahal dampaknya besar untuk kesehatan tanah. Dengan mengganti jenis tanaman setiap musim, hama dan penyakit tidak punya kesempatan berkembang terus-menerus di lahan yang sama. Selain itu, kebutuhan unsur hara tanah jadi lebih seimbang karena tiap tanaman menyerap nutrisi berbeda. Misalnya setelah menanam sayuran daun, lanjutkan dengan kacang-kacangan. Cara ini membuat tanah tetap subur tanpa harus bergantung penuh pada pupuk kimia.

Dengan langkah tersebut, serangan penyakit dapat ditekan secara alami tanpa bahan kimia berbahaya. 

Kesimpulan 

Trichoderma merupakan mikroorganisme penting dalam pertanian organik yang berfungsi sebagai pupuk hayati sekaligus biofungisida alami. Jamur ini mampu meningkatkan kesuburan tanah, merangsang pertumbuhan akar, serta melindungi tanaman dari berbagai penyakit. 

Selain itu, Trichoderma juga membantu memanfaatkan limbah peternakan menjadi pupuk organik berkualitas. Dengan penggunaan yang tepat dan konsisten, petani dapat meningkatkan kesehatan tanah, mengurangi penggunaan pestisida kimia, serta memperoleh hasil panen yang lebih baik. 


10 Sep 2025

Mengenal dan Mengatasi Kontaminasi Bacillus dan Trichoderma dalam Budidaya Jamur

Mengenal dan Mengatasi Kontaminasi Bacillus dan Trichoderma dalam Budidaya Jamur

Mengenal dan Mengatasi Kontaminasi Bacillus dan Trichoderma dalam Budidaya Jamur

Kontaminasi adalah salah satu tantangan terbesar dalam dunia budidaya jamur. Tidak peduli seberapa steril proses yang dilakukan, setiap kultivator jamur akan menghadapi kontaminasi pada suatu titik. Dalam artikel ini, kita akan membahas dua jenis kontaminasi yang paling umum muncul: Bacillus dan Trichoderma. Saya akan menjelaskan bagaimana mereka terlihat, bagaimana mengenalinya, apa yang harus dilakukan jika Anda menemukannya, serta cara meminimalkan risiko di masa depan.

Bacillus: Kontaminasi Bakteri yang Cepat Menyebar

Kontaminasi-Bacillus-dan-Trichoderma-dalam-Budidaya-Jamur

Salah satu kontaminasi yang paling sering saya temui adalah Bacillus, sering juga disebut sebagai wet spot atau busuk merah. Kontaminasi ini biasanya tampak lembek dan berair. Media yang terkontaminasi Bacillus seringkali terlihat basah, lengket, bahkan berbau tidak sedap.

Ciri khas Bacillus:

  • Menyebabkan biji-bijian atau substrat terlihat lembek seperti bubur.
  • Kadang menghasilkan cairan kekuningan atau kemerahan yang membuat media cepat rusak.
  • Miselium di sekitar area terinfeksi bisa tampak lemah, bahkan mati.

Bakteri ini berkembang sangat cepat. Dalam waktu 20 menit, satu sel Bacillus bisa berkembang menjadi sekitar satu juta sel baru. Karena pertumbuhannya begitu agresif, biasanya lebih baik membuang substrat yang terinfeksi parah.

Namun, jika kontaminasi hanya muncul sedikit (misalnya hanya terlihat metabolit berupa cairan kekuningan dari miselium), Anda masih bisa mencoba melanjutkan budidaya. Akan tetapi, tetap berhati-hati karena potensi penyebaran tetap ada.

Baca juga: Tips Sterilisasi Media Jamur Agar Bebas Kontaminasi.

Trichoderma: Jamur Hijau yang Menjadi Musuh Utama

ijms-23-02329-g001

Kontaminasi kedua yang sering muncul adalah Trichoderma, jamur hijau yang juga dikenal dengan sebutan green mold. Trichoderma biasanya mulai terlihat sebagai lapisan putih berbulu mirip miselium, lalu dengan cepat berubah menjadi hijau dalam waktu singkat.

Karakteristik Trichoderma:

  • Awalnya berwarna putih seperti miselium jamur.
  • Dalam hitungan hari, berubah menjadi hijau pekat.
  • Teksturnya berbulu dan menyebar dengan cepat.

Trichoderma sangat berbahaya karena tumbuh optimal pada suhu 10–27°C dengan kelembapan tinggi (mendekati 99%). Kondisi yang juga ideal untuk budidaya jamur membuat Trichoderma menjadi pesaing yang kuat. Jika dibiarkan, ia bisa dengan cepat menguasai seluruh substrat dan menghentikan pertumbuhan jamur.

Apa yang harus dilakukan jika menemukan Trichoderma?

  • Jika area infeksi kecil, beberapa orang mencoba memotong bagian yang terkontaminasi lalu menyemprotnya dengan alkohol isopropil 70%. Namun, metode ini memiliki risiko tinggi penyebaran silang dan tingkat keberhasilan yang rendah.
  • Cara paling aman adalah membuang substrat yang terinfeksi agar tidak mengkontaminasi kultur lain.
  • Jika tetap ingin mencoba metode pemotongan, lakukan di luar ruangan dan jauhkan dari kultur jamur lain.

Untuk penjelasan lebih lanjut, Anda bisa membaca referensi dari penelitian mengenai Trichoderma sebagai agen biokontrol.

Risiko Kontaminasi Tidak Bisa Dihindari

Seteril apapun proses yang Anda lakukan, kontaminasi selalu mungkin terjadi. Bahkan saya sendiri mengalami sekitar 25% tingkat kontaminasi baik pada spawn bag, monotub, maupun cawan petri. Hal ini wajar dalam dunia budidaya jamur. Yang terpenting adalah bagaimana Anda meminimalkan risikonya.

Tips Mencegah Kontaminasi

  • Sterilkan area kerja dan alat dengan alkohol isopropil 70%. Jangan gunakan 99% karena terlalu cepat menguap.
  • Selalu semprot dan lap permukaan kerja sebelum memulai setiap proses budidaya.
  • Perhatikan kebersihan diri: mandi terlebih dahulu dan gunakan pakaian bersih.
  • Gunakan air purifier di ruang kerja. Menjalankannya 24/7 membantu mengurangi jumlah spora dan bakteri di udara.

Dengan mengikuti protokol kebersihan ini, saya berhasil menurunkan risiko kontaminasi secara signifikan. Untuk detail lebih lanjut, silakan cek artikel lain: Panduan Lengkap Budidaya Jamur untuk Pemula.

Kesimpulan

Bacillus dan Trichoderma adalah dua jenis kontaminasi yang paling sering ditemui dalam budidaya jamur. Keduanya bisa menghancurkan hasil panen jika tidak segera ditangani. Bacillus biasanya membuat media basah dan berbau, sementara Trichoderma tumbuh cepat dan berubah hijau pekat.

Cara paling aman menghadapi keduanya adalah membuang substrat terinfeksi untuk melindungi kultur lain. Namun, pencegahan tetap menjadi langkah terbaik: menjaga kebersihan area kerja, alat, dan diri sendiri.

Kontaminasi memang tak bisa dihindari sepenuhnya, tetapi dengan disiplin menjaga sterilitas, risiko bisa ditekan seminimal mungkin.

13 Des 2023

Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman : Manfaat dan Cara Penggunaan Jamur Mikoriza

Jamur Mikoriza : Mitra Symbiosis untuk Tanaman yang Sehat

Funggus

Organice-74 Jamur mikoriza, mitra alami tanaman, menjadi fokus pembahasan kita kali ini. Tidak hanya sebagai penyubur tanaman, jamur mikoriza juga berperan penting dalam meningkatkan kesehatan dan pertumbuhan tanaman. Artikel ini akan menjelaskan manfaatnya, jenisnya, dan cara penggunaannya untuk meningkatkan produktivitas tanaman.

Manfaat Jamur Mikoriza dalam Pertumbuhan Tanaman

Jamur mikoriza, terutama jenis mikoriza arbuskula, berperan dalam penyerapan air dan mineral, terutama fosfat, serta melindungi akar tanaman dari serangan patogen. Melalui proses simbiosis, jamur ini meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit dan patogen, serta mempercepat laju pertumbuhan. Studi-studi menunjukkan bahwa pemberian mikoriza dapat meningkatkan bobot buah pada tanaman cabai, memperbesar diameter batang, dan meningkatkan kesehatan daun. Berikut adalah manfaat jamur mikoriza untuk tanaman :

  1. Penyerapan Nutrien Lebih Efisien : Jamur mikoriza membentuk struktur kecil yang disebut hifa, yang dapat menjangkau area tanah yang lebih luas dibandingkan akar tanaman. Ini membantu meningkatkan penyerapan nutrien seperti fosfor, nitrogen, dan unsur hara lainnya. Nutrien yang diserap oleh jamur mikoriza kemudian diberikan kepada tanaman dalam bentuk yang lebih mudah diserap.
  2. Tahan Terhadap Stres Lingkungan : Tanaman yang berkolaborasi dengan jamur mikoriza cenderung lebih tahan terhadap stres lingkungan, seperti kekeringan atau tanah yang kurang subur. Jamur membantu tanaman mengakses sumber air dan nutrien yang lebih dalam di dalam tanah, meningkatkan kemampuan tanaman untuk bertahan dalam kondisi lingkungan yang tidak ideal.
  3. Peningkatan Pertumbuhan Akar : Hubungan simbiotik dengan jamur mikoriza merangsang pertumbuhan akar tanaman. Akar yang lebih sehat dan lebih banyak membantu tanaman menyerap lebih banyak air dan nutrien dari tanah, yang pada gilirannya meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman.
  4. Perbaikan Struktur Tanah : Aktivitas mikroba dalam hubungan mikoriza membantu meningkatkan struktur tanah. Ini menciptakan kondisi tanah yang lebih baik, dengan pori-pori yang lebih baik dan kemampuan retensi air yang lebih baik, memungkinkan tanaman tumbuh dengan lebih baik.
  5. Perlindungan terhadap Penyakit Tanaman : Jamur mikoriza dapat memberikan perlindungan tambahan terhadap penyakit tanaman. Mereka menghasilkan senyawa antimikroba yang dapat membantu menekan pertumbuhan patogen tanaman dan meningkatkan sistem pertahanan tanaman.
  6. Pengurangan Penggunaan Pupuk Kimia : Dengan meningkatkan ketersediaan nutrien dalam tanah, tanaman yang berkolaborasi dengan jamur mikoriza dapat mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Hal ini dapat mengurangi biaya produksi tanaman dan dampak negatif penggunaan pupuk kimia terhadap lingkungan.

Jenis Tanaman yang Mendukung Pertumbuhan Mikoriza

Mikoriza banyak ditemukan pada tanaman polong-polongan, padi, jagung, dan khususnya tanaman bambu. Penelitian menunjukkan bahwa tanaman-tanaman di sekitar bambu mendapat manfaat karena ekosistem subur yang dihasilkan oleh keberadaan mikoriza. Bahkan saat musim kemarau, tanaman di sekitar bambu tetap subur dan jarang terserang penyakit.

Cara Mendapatkan Jamur Mikoriza untuk Tanaman

Salah satu cara mudah untuk mendapatkan mikoriza adalah melalui tanaman bambu. Jika di sekitar Anda terdapat tanaman bambu, Anda dapat meminta satu kilogram tanah dan akar bambu yang sudah terinfeksi mikoriza. Tempatkan tanah dan akar ini di tempat yang sesuai untuk pertumbuhan jamur. Proses ini tidak hanya membantu tanaman, tetapi juga menjaga ekosistem bambu yang sudah ada.

Membuat Perangkap untuk Mikoriza

Pertumbuhan mikoriza dapat dipancing dengan membuat perangkap sederhana. Gunakan kain bekas atau kaos yang bersih dan telah dicuci sebagai bahan perangkap. Bungkus nasi setengah matang dengan kain tersebut dan letakkan di sekitar pohon bambu. Cari tanda-tanda kehidupan mikoriza di sekitar tanah atau daun bambu kering yang dapat dijadikan kompos.

Teknik kultur perangkap dapat digunakan untuk perbanyakan jamur mikoriza arbuskula. Untuk membuat perangkap untuk mikoriza, Anda dapat mencampur akar tanaman yang telah dipotong-potong dengan medium zeolit atau pasir sungai.

Campuran ini disebut starter awal mikoriza.

Jamur mikoriza adalah cendawan yang dapat menyuburkan tanah. Hifa jamur mikoriza terbentuk dari simbiosis mutualisme antara cendawan dengan sistem perakaran tumbuhan. Fungi mikoriza menginfeksi sistem perakaran tanaman sebagai inangnya, memproduksi jalinan hifa secara intensif sehingga tanaman dapat meningkatkan kapasitas dalam penyerapan unsur hara. Mikoriza dapat diaplikasikan pada tanaman dengan cara :

  • Penanaman : Saat penanaman di polybag atau lahan
  • Tanaman yang sudah ditanam : Buat lubang di sekeliling tanaman agar mikoriza dapat langsung mengenai akar
  • Mikoriza cocok digunakan pada tanah dengan pH rendah, seperti tanah gambut.

Pengaplikasian Mikoriza pada Tanaman

Setelah berhasil mendapatkan mikoriza, aplikasikan secara bijak pada tanaman. Tempatkan sedikit mikoriza di dekat akar tanaman yang akan ditanam. Proses ini dapat dilakukan saat waktu terbaik untuk penyemaian. Dengan demikian, akar tanaman akan langsung ditumbuhi oleh hifa mikoriza, meningkatkan pertumbuhan dan kesehatan tanaman secara keseluruhan.

Pengaplikasian mikoriza pada tanaman dapat dilakukan dengan berbagai cara untuk meningkatkan kesehatan dan produktivitas tanaman. Berikut adalah beberapa metode pengaplikasian mikoriza pada tanaman :

  1. Inokulasi Tanah : Mikoriza dapat diberikan ke tanah secara langsung melalui inokulasi. Inokulan mikoriza yang berupa spora atau hifa ditempatkan di sekitar akar tanaman pada saat penanaman. Proses inokulasi ini membantu memulai hubungan simbiotik antara jamur mikoriza dan akar tanaman.
  2. Pemupukan Mikoriza : Produk mikoriza yang telah diolah dalam bentuk pupuk atau bubuk dapat diberikan sebagai tambahan pupuk ke tanah. Cara ini memudahkan penggunaan mikoriza pada tanaman dan memberikan efek positif pada penyerapan nutrien.
  3. Pembenihan Bersama Benih : Mikoriza dapat dicampurkan langsung dengan benih sebelum penanaman. Dengan cara ini, mikoriza bersama-sama dengan benih ditanam, memulai kolonisasi di sekitar akar tanaman sejak awal pertumbuhan.
  4. Aplikasi Larutan Mikoriza : Larutan yang mengandung spora mikoriza atau ekstrak akar mikoriza dapat disiramkan ke tanah atau diberikan melalui sistem irigasi. Ini membantu memperluas area penyebaran mikoriza di sekitar zona akar tanaman.
  5. Penggunaan Produk Organik : Produk organik yang mengandung mikoriza, seperti pupuk organik atau kompos yang diperkaya dengan mikoriza, dapat digunakan sebagai amandemen tanah. Ini memberikan manfaat jangka panjang pada struktur dan kesuburan tanah.
  6. Tanaman Penutup Tanah yang Mengandung Mikoriza : Tanaman penutup tanah yang ditanam bersama dengan mikoriza dapat membantu meningkatkan ketersediaan mikoriza di tanah. Tanaman ini berperan sebagai inang untuk jamur mikoriza dan juga memberikan manfaat perlindungan tanah.
  7. Penerapan Tepat Waktu : Penting untuk menerapkan mikoriza pada saat yang tepat, seperti pada awal musim tanam atau ketika tanaman sedang aktif pertumbuhan. Ini memastikan bahwa tanaman dapat segera memanfaatkan manfaat mikoriza untuk pertumbuhan optimal.

Penting untuk mencocokkan jenis mikoriza yang digunakan dengan jenis tanaman tertentu, karena berbagai tanaman dapat berinteraksi lebih baik dengan jenis mikoriza tertentu. Dengan penggunaan yang tepat, aplikasi mikoriza dapat memberikan dampak positif pada kesehatan dan produktivitas tanaman.

Kesimpulan

Mengembangkan jamur mikoriza dapat menjadi langkah cerdas untuk meningkatkan pertumbuhan dan kesehatan tanaman. Dengan mengikuti tips sederhana ini, kita dapat mendukung keberlanjutan lahan kebun dan meningkatkan produktivitas tanaman secara organik. Bagikan, sukai, dan berikan komentar untuk terus mendukung informasi berguna bagi para petani. Selamat mencoba dan salam organik!

Dengan demikian, jamur mikoriza memberikan kontribusi positif pada pertumbuhan dan kesehatan tanaman, membentuk hubungan simbiotik yang saling menguntungkan.

5 Mar 2023

MENGENAL JENIS MIKORIZA DAN MANFAATNYA UNTUK PERTUMBUHAN TANAMAN

 Mengenal Jenis Mikoriza Dan Manfaatnya Untuk Pertumbuhan Tanaman

Sedia Pupuk Hayati Mikoriza

Pelajari jenis-jenis mikoriza yang perlu diketahui pengguna untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman Anda.

Mikoriza adalah simbiosis mutualisme antara jamur dan akar tanaman. Hubungan ini bermanfaat untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman karena memungkinkan pertukaran nutrisi dan air yang lebih efektif. Dalam artikel ini, kita akan membahas jenis-jenis mikoriza apa saja yang perlu diketahui pengguna dan manfaat yang mereka berikan.

Simak Dan Pahami  Jenis - Jenis Mikoriza Yang Telah Teridentifikasi :

Endophytic Fungi

Endophytic fungi adalah jenis fungi yang hidup di dalam tanaman tanpa menimbulkan efek negatif pada tanaman tersebut. Jenis fungi ini hidup di dalam jaringan tanaman, baik pada bagian akar, batang, maupun daun. Endophytic fungi bisa ditemukan pada berbagai jenis tanaman, mulai dari tanaman pangan hingga tanaman hias.

Meskipun tidak menimbulkan efek negatif pada tanaman, endophytic fungi justru memberikan banyak manfaat bagi tanaman. Beberapa manfaat endophytic fungi adalah :

  • Meningkatkan pertumbuhan tanaman: Endophytic fungi membantu tanaman menyerap nutrisi dan air dari tanah sehingga pertumbuhan tanaman lebih optimal.
  • Meningkatkan ketahanan tanaman: Endophytic fungi membantu tanaman menjadi lebih tahan terhadap serangan penyakit dan hama.
  • Meningkatkan kualitas tanaman: Endophytic fungi dapat meningkatkan kualitas buah dan daun pada tanaman.
  • Selain memberikan manfaat bagi tanaman, endophytic fungi juga memiliki potensi dalam berbagai bidang, seperti farmasi dan industri. Beberapa senyawa yang dihasilkan oleh endophytic fungi dapat digunakan sebagai bahan obat-obatan dan kimiawi.

Meskipun endophytic fungi memberikan banyak manfaat bagi tanaman, namun masih banyak yang perlu dipelajari tentang fungi ini. Para peneliti masih terus mempelajari potensi endophytic fungi dan cara memanfaatkannya secara optimal.

Orchid Mycorrhiza 

Orchid mycorrhiza adalah hubungan mutualisme antara orkid dan fungi yang dikenal sebagai mikoriza. Mikoriza membantu orkid dalam menyerap nutrisi dan air dari tanah, sehingga orkid dapat tumbuh dengan optimal.

Orkid merupakan jenis tanaman epifit, yang berarti mereka tumbuh di atas permukaan tanah, biasanya di atas pohon atau batu. Karena tidak memiliki akar yang menancap ke dalam tanah, orkid membutuhkan bantuan dari mikoriza untuk mendapatkan nutrisi dan air.

Beberapa manfaat dari orchid mycorrhiza adalah :

  • Meningkatkan pertumbuhan tanaman: Mikoriza membantu orkid dalam menyerap nutrisi dan air dari lingkungan sekitar sehingga pertumbuhan tanaman lebih optimal.
  • Meningkatkan ketahanan tanaman: Mikoriza membantu meningkatkan ketahanan orkid terhadap serangan penyakit dan hama.
  • Meningkatkan kualitas tanaman: Mikoriza dapat meningkatkan kualitas bunga pada orkid, seperti warna dan ukuran bunga.
  • Dalam industri perkebunan, orchid mycorrhiza digunakan untuk meningkatkan produksi orkid. Dengan bantuan mikoriza, orkid dapat tumbuh lebih cepat dan lebih sehat, sehingga produksi bunga dapat meningkat.

Ericoid Mikoriza 

Ericoid mikoriza adalah jenis mikoriza yang membentuk hubungan mutualisme dengan tanaman ericaceous, seperti blueberry, cranberry, dan azalea. Mikoriza membantu tanaman ericaceous dalam menyerap nutrisi dan air dari tanah yang sebagian besar asam dan kurang subur.

Tanaman ericaceous membutuhkan kondisi tanah yang khusus untuk dapat tumbuh dengan optimal, karena biasanya tanah di mana mereka tumbuh cenderung bersifat asam dan kurang subur. Ericoid mikoriza membantu tanaman ericaceous dalam menyesuaikan diri dengan kondisi tanah tersebut.

Beberapa manfaat dari ericoid mikoriza adalah :

  • Meningkatkan pertumbuhan tanaman: Mikoriza membantu tanaman ericaceous dalam menyerap nutrisi dan air dari tanah sehingga pertumbuhan tanaman lebih optimal.
  • Meningkatkan ketahanan tanaman: Mikoriza membantu meningkatkan ketahanan tanaman ericaceous terhadap serangan penyakit dan hama.
  • Meningkatkan kualitas tanaman: Mikoriza dapat meningkatkan kualitas buah pada tanaman ericaceous, seperti rasa dan kandungan gizi.
  • Dalam industri pertanian, ericoid mikoriza digunakan untuk meningkatkan produksi tanaman ericaceous. Dengan bantuan mikoriza, tanaman ericaceous dapat tumbuh lebih sehat dan lebih produktif, sehingga produksi buah dapat meningkat.

Ektomikoriza

Ektomikoriza adalah hubungan mutualisme antara tanaman dan fungi di mana fungi membentuk lapisan tipis pada akar tanaman, membantu tanaman dalam menyerap nutrisi dan air dari tanah. Ektomikoriza sering ditemukan pada tanaman kayu, seperti pinus dan ek.

Dalam hubungan ektomikoriza, fungi membentuk lapisan tipis pada akar tanaman, yang disebut mantle. Mantle membantu mengambil nutrisi dan air dari tanah, dan kemudian mentransfernya ke tanaman.

Beberapa manfaat dari ektomikoriza adalah :

  • Meningkatkan pertumbuhan tanaman: Fungi membantu tanaman dalam menyerap nutrisi dan air dari tanah, sehingga pertumbuhan tanaman lebih optimal.
  • Meningkatkan ketahanan tanaman: Fungi membantu meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan penyakit dan hama.
  • Meningkatkan kualitas tanaman: Fungi dapat meningkatkan kualitas kayu pada tanaman kayu, seperti sifat kayu yang lebih kuat dan lebih tahan lama.
  • Dalam industri kehutanan, ektomikoriza digunakan untuk meningkatkan produksi kayu. Dengan bantuan fungi, tanaman kayu dapat tumbuh lebih sehat dan lebih produktif, sehingga produksi kayu dapat meningkat.

Oleh karena itu, penting bagi pengusaha kehutanan untuk memilih jenis fungi yang tepat untuk tanaman kayu yang mereka tanam.

Arbuskular Mikoriza 

Arbuskular mikoriza adalah jenis mikoriza yang paling umum ditemukan pada tanaman. Hubungan mutualisme ini terjadi antara tanaman dan fungi, di mana fungi membentuk struktur khusus pada akar tanaman yang disebut arbuskula.

Arbuskula membantu tanaman dalam menyerap nutrisi dan air dari tanah dengan cara yang lebih efisien. Fungi juga membantu tanaman dalam meningkatkan ketahanannya terhadap serangan penyakit dan hama.

Beberapa manfaat dari arbuskular mikoriza adalah :

  • Meningkatkan pertumbuhan tanaman : Mikoriza membantu tanaman dalam menyerap nutrisi dan air dari tanah sehingga pertumbuhan tanaman lebih optimal.
  • Meningkatkan ketahanan tanaman: Mikoriza membantu meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan penyakit dan hama.
  • Meningkatkan kualitas tanaman: Mikoriza dapat meningkatkan kualitas buah pada tanaman, seperti rasa dan kandungan gizi.
  • Dalam industri pertanian, arbuskular mikoriza digunakan untuk meningkatkan produksi tanaman. Dengan bantuan mikoriza, tanaman dapat tumbuh lebih sehat dan lebih produktif, sehingga produksi buah atau hasil panen dapat meningkat.

Namun, penggunaan agen hayati mikoriza juga perlu diperhatikan dengan baik, karena setiap jenis mikoriza memiliki spesifikasi dan karakteristik yang berbeda-beda. Oleh karena itu, penting bagi petani untuk memilih jenis mikoriza yang tepat untuk tanaman yang mereka tanam. Selain itu, penggunaan pupuk kimia berlebihan dapat mengurangi efektivitas  mikoriza.

Mikoriza adalah hubungan mutualisme antara jamur dan akar tanaman yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Ada beberapa jenis mikoriza yang perlu diketahui pengguna, seperti mikoriza arbuskula, mikoriza ericoid, dan mikoriza ektomikoriza. Mikoriza membantu meningkatkan penyerapan nutrisi, toleransi terhadap kekeringan, dan pertumbuhan tanaman secara keseluruhan. Pengguna dapat menambahkan mikoriza ke tanah melalui pupuk mikoriza yang dijual di toko pertanian. Dalam meningkatkan kualitas dan hasil panen, pengguna dapat mempertimbangkan untuk menggunakan mikoriza sebagai solusi alami dan ramah lingkungan. Sampai Jumpa.....!!!!!


F.A.Q - Frequently asked questions

Bagaimana cara aplikasi Mikoriza?
Mikoriza dapat ditambahkan ke tanah melalui pupuk mikoriza yang dijual di toko pertanian. Pupuk ini mengandung spora jamur mikoriza yang dapat bertahan di tanah dan membentuk hubungan mutualisme dengan akar tanaman.
Apakah mikoriza aman digunakan pada tanaman pangan?
Mikoriza aman digunakan pada tanaman pangan karena hubungan mutualisme ini tidak mempengaruhi kualitas atau keamanan hasil panen. Sebaliknya, mikoriza justru membantu meningkatkan produksi dan kualitas hasil tanaman.
Apakah semua tanaman membutuhkan mikoriza?
Tidak semua tanaman membutuhkan mikoriza untuk tumbuh, tetapi kebanyakan tanaman dapat diuntungkan dari hubungan mutualisme ini. Beberapa tanaman seperti kubis, lobak, dan bayam tidak memiliki hubungan simbiosis dengan mikoriza.

14 Feb 2023

PEMANFAATAN MIKORIZA SEBAGAI AGEN HAYATI UNTUK BUDIDAYA BAWANG MERAH

Pemanfaatan Agen Hayati Mikoriza Untuk Budidaya Bawang Merah


Pertanian berkelanjutan merupakan salah satu konsep yang tercipta dari buah pikiran manusia bahwa lingkungan tempat manusia berada harus tetap dilestarikan, seiring berkembangnya industrialisasi beserta dampak yang ditimbulkan. Konsep ini menjunjung pada optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam diimbangi dengan pemulihan alam itu sendiri, atau pelaksanaan pertanian dengan memperhatikan kapasitas dari alam itu sendiri. Praktek budidaya secara konvensional oleh para petani dengan penggunaan bahan - bahan kimia sintetik yang terus meningkat menyebabkan terjadinya endapan pada media tanam, sehingga perlunya input bahan untuk mengoptimalkan kembali fungsi tanah. 

Mikoriza merupakan sebuah jamur obligat yang memiliki fungsi untuk perakaran pada tanaman, dilain sisi jamur ini mampu menguraikan unsur – unsur dalam tanah sehingga menjadi cadangan nutrisi yang baik untuk tanaman atau mikroorganisme lain dalam tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengubah perilaku petani baik pengetahuan, sikap, ataupun keterampilan tentang pentingnya pertanian berkelanjutan jika ditinjau dari segi agro indutri atau budidaya tanaman dengan pemanfaatan pupuk mikoriza. 

Baca Juga : Mikoriza Sebagai Agen Hayati Apa Manfaatnya Pada Tanaman Budidaya

Penelitian ini berlokasi di Desa Kunir, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak dengan sampel yaitu petani bawang merah yang tergabung dalam kelompok tani baik ketua, pengurus atau anggota aktif/pasif dengan jumlah total 10 petani. penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif dengan penyebaran kuesioner melalui wawancara dan diskusi dalam penyuluhan. Berdasarkan hasil perbandingan pre test dan post test yang didapat, menunjukkan bahwa terdapat perubahan perilaku melalui penyuluhan pertanian. Aspek pengetahuan meningkat sebesar 28,7%, sikap meningkat sebesar 30,6% dan keterampilan sebesar 43,4%. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa para petani bawang mampu untuk menerapkan pertanian berkelanjutan dalam aspek budidaya tanaman, dengan catatan bimbingan dan monitoring oleh stakeholder pertanian.

Mikoriza Sebagai Agen Hayati

Mikoriza adalah agen hayati yang merupakan simbiosis mutualistik antara jamur dan akar tanaman, di mana jamur membantu tanaman dalam menyerap nutrisi dan air dari tanah, sedangkan tanaman menyediakan karbohidrat untuk jamur. Mikoriza juga dapat membantu meningkatkan keberlanjutan pertanian dengan meningkatkan produktivitas tanaman dan memperbaiki kualitas tanah.

Manfaat Mikoriza Pada Tanaman Bawang Merah

Mikoriza dapat memberikan beberapa manfaat pada tanaman bawang merah, antara lain :
Meningkatkan penyerapan nutrisi : Mikoriza membentuk jaringan akar tambahan yang lebih luas, sehingga dapat membantu tanaman bawang merah menyerap nutrisi dari tanah secara lebih efektif.
Meningkatkan ketersediaan air: Mikoriza juga dapat membantu tanaman bawang merah dalam menyerap dan memanfaatkan air yang tersedia di dalam tanah.
Meningkatkan pertumbuhan tanaman : Dengan membantu penyerapan nutrisi dan air, mikoriza dapat mempercepat pertumbuhan tanaman bawang merah.
Meningkatkan ketahanan tanaman : Mikoriza dapat membantu meningkatkan ketahanan tanaman bawang merah terhadap stres lingkungan seperti kekeringan dan serangan hama atau penyakit.
Meningkatkan kualitas hasil panen : Dengan membantu meningkatkan pertumbuhan tanaman dan penyerapan nutrisi, mikoriza dapat meningkatkan kualitas hasil panen bawang merah, seperti ukuran, berat, dan rasa.

Suhu Dan Kelembapan Yang Ideal Untuk Pertumbuhan Mikoriza

Suhu dan kelembapan yang ideal untuk pertumbuhan mikoriza bervariasi tergantung pada jenis mikoriza dan tanaman inangnya. Secara umum, berikut adalah kondisi suhu dan kelembapan yang ideal untuk pertumbuhan mikoriza :
Suhu : Sebagian besar jenis mikoriza dapat tumbuh pada suhu antara 15 hingga 30 derajat Celsius. Namun, beberapa jenis mikoriza lebih disukai pada suhu yang lebih rendah atau lebih tinggi.
Kelembapan : Mikoriza membutuhkan kelembapan yang cukup untuk berkembang, namun tidak terlalu lembab. Kelembapan optimal untuk pertumbuhan mikoriza berkisar antara 50 hingga 70 persen.
Perlu diingat bahwa kondisi optimal untuk pertumbuhan mikoriza juga dipengaruhi oleh kondisi tanah dan lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, sebaiknya konsultasikan dengan ahli pertanian atau pakar mikoriza untuk menentukan kondisi optimal yang sesuai dengan jenis mikoriza dan tanaman inang yang Anda miliki.

Cara Aplikasi Mikoriza Pada Lahan Pertanian

Berikut adalah beberapa cara aplikasi mikoriza pada lahan pertanian :
  1. Campurkan mikoriza dengan pupuk organik : Mikoriza dapat dicampurkan dengan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang sebelum diberikan pada tanaman. Hal ini dapat membantu mikoriza untuk menyebar secara merata di dalam tanah.
  2. Taburkan langsung ke tanah : Mikoriza dapat ditaburkan langsung ke tanah pada saat penanaman tanaman, atau setelah tanaman tumbuh selama beberapa minggu. Sebaiknya taburkan mikoriza di sekitar akar tanaman, dan jangan langsung ke permukaan tanah.
  3. Larutkan dalam air : Mikoriza dapat di larutkan dalam air untuk kemudian disiramkan ke tanah, namun perlu diingat konsentrasi air tidak boleh terlalu kuat atau terlalu encer.
  4. Aplikasi pada sistem irigasi : Mikoriza juga dapat diberikan melalui sistem irigasi tetes pada lahan pertanian. Ini akan membantu mikoriza menyebar merata ke seluruh area tanah yang terkena irigasi.

Pastikan untuk mengikuti petunjuk aplikasi yang diberikan oleh produsen mikoriza yang Anda gunakan. Selain itu, perlu juga dipastikan bahwa mikoriza yang digunakan sesuai dengan jenis tanaman yang akan ditanam dan kondisi tanah yang ada di lahan pertanian Anda.

Cara Membuat Media Tumbuh Mikoriza
Berikut adalah cara membuat media tumbuh mikoriza :
Bahan-bahan yang dibutuhkan :
  • Arang sekam atau serbuk kayu : 2 bagian
  • Pasir kasar : 1 bagian
  • Vermikulit atau perlit : 1 bagian
  • Kapur pertanian : secukupnya (jika pH tanah rendah)
  • Gula pasir : 1 sendok teh
Langkah-langkah :
  1. Campurkan arang sekam atau serbuk kayu, pasir kasar, dan vermiculite atau perlit dalam wadah bersih.
  2. Tambahkan kapur pertanian jika pH tanah rendah, dengan takaran secukupnya agar pH tanah menjadi netral.
  3. Tambahkan gula pasir untuk membantu merangsang pertumbuhan mikoriza.
  4. Aduk dan campurkan bahan-bahan tersebut hingga merata.
  5. Media tumbuh mikoriza siap digunakan.
  6. Setelah media tumbuh mikoriza siap, Anda dapat menanam benih tanaman atau memindahkan bibit tanaman ke media tersebut. Pastikan untuk memberikan air secukupnya agar media tetap lembab. Selain itu, jangan lupa untuk memperhatikan kondisi lingkungan seperti suhu dan kelembapan, karena hal tersebut juga mempengaruhi pertumbuhan mikoriza.
Macam Macam Mikoriza
Berikut adalah beberapa macam mikoriza yang sering ditemukan :
  1. Arbuskular Mikoriza (AM) : Jenis mikoriza ini paling umum dan ditemukan pada sebagian besar tanaman. AM membentuk struktur khusus yang disebut arbuskula di dalam sel tanaman inang, dan membantu tanaman dalam menyerap nutrisi seperti fosfor dan nitrogen dari tanah.
  2. Ektomikoriza (EM) : Jenis mikoriza ini umumnya ditemukan pada tanaman pohon seperti pinus, oak, dan birch. EM membentuk lapisan miselium di sekitar akar tanaman dan membentuk struktur khusus yang disebut jaringan Hartig di luar sel tanaman inang.
  3. Ericoid Mikoriza : Jenis mikoriza ini ditemukan pada tanaman Erica dan tanaman heath lainnya. Ericoid mikoriza membentuk struktur mirip akar kecil di sekitar akar tanaman inang dan membantu menyerap nutrisi seperti nitrogen dari tanah.
  4. Mikoriza Vesikular-Arbuskular (VAM) : Jenis mikoriza ini ditemukan pada tanaman di hampir semua keluarga tumbuhan. VAM membentuk struktur khusus yang disebut vesikel dan arbuskula di dalam sel tanaman inang dan membantu tanaman dalam menyerap nutrisi dari tanah.
  5. Orchid Mycorrhiza : Jenis mikoriza ini ditemukan pada tanaman anggrek dan spesies tumbuhan lain yang terkait. Orchid mycorrhiza membantu tanaman dalam menyerap nutrisi dari bahan organik dan memainkan peran penting dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman anggrek.

Setiap jenis mikoriza memiliki peran yang berbeda-beda dalam membantu pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui jenis mikoriza yang cocok untuk tanaman yang akan ditanam agar dapat memaksimalkan manfaatnya.

Demikian sahabat tani penjerlasan singkat tentang cara aplikasi mikoriza untuk budidaya bawang merah, Jika sahabat tani berminat membeli produk dari kami silahkan chats admin. Semoga Bermanfaat.....Wassalam.. 

MagazinNaturistBIO : Magazin BIO Cuproduse Naturiste Manastirea Paltin Petru Voda
Produk Pertanian :

    PGPR  Harga Rp. 25.000/Liter
  • Fish Amino Acids Rp. 25.000/½Liter
  • Brown Rice Vinegar Rp. 50.000/Liter
  • Coryn Bacteria Harga Rp. 30.000/½Liter
  • Bio-Pestisida Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Polymixa Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Tricoderma Harga Rp. 50.000/Kg
  • Mikoriza Harga Rp. 50.000/Kg
  • Waiting Agen Rp. 30.000/Liter
  • Madam Sulfur Rp. 30.000/Liter

Peternakan :

  • Probiotik EXTRA 99 PLUS Rp. 20.000/Liter
  • Oriental Herbal Nutrien Rp. 25.000/Liter
  • Dekomposer EXTRA 88 Rp. 25.000/liter
  • Enzim Rp. 30.000/Liter
  • Desinfektan Rp. 20.000/Liter

CV. Griya Tani Indonesia

Office Address :

D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573 

 

Kontak Person

 

Copyright © 2020 CV. Griya Tani
All right PORTAL LADUNI 74

3 Feb 2023

MIKORIZA SEBAGAI AGEN HAYATI APA MANFAATNYA PADA TANAMAN BUDIDAYA

Mikoriza Sebagai Agen Hayati Apa Manfaatnya Pada Tanaman Budidaya


Mikoriza berasal dari bahasa Yunani yang secara harfiah berarti “fungi akar” (mykos = miko= fungi dan rhiza = akar ) atau “fungi tanah” karena hifa dan sporanya selalu berada di tanah terutama di areal rhizosfer tanaman (Smith and Read, 1997).

Mikoriza merupakan asosiasi mutualistik antara jamur dengan akar tumbuhan tingkat tinggi (Smith dan Read, 1997). Mikoriza banyak mendapat perhatian karena kemampuannya berasosiasi membentuk simbiosis mutualistik dengan hampir 80% spesies tanaman (Steussy, 1992). Simbiosis ini terjadi saling menguntungkan, cendawan memperoleh karbohidrat dan unsur pertumbuhan lain dari tanaman inang, sebaliknya cendawan memberi keuntungan kepada tanaman inang, dengan cara membantu tanaman dalam menyerap unsur hara terutama unsur P. Berdasarkan struktur tumbuh dan cara infeksi maka mikoriza dapat dikelompokkan dalam dua kelompok besar yakni Ektomikoriza dan Endomikoriza.

Cendawan Mikoriza Arbuskula (CMA) adalah salah satu tipe cendawan pembentuk mikoriza yang akhir–akhir ini mendapat perhatian dari para ahli lingkungan dan biologis untuk dikembangkan sebagai pupuk hayati / pupuk biologis. CMA merupakan sumber daya alam hayati potensial yang terdapat di alam dan dapat ditemukan hampir di berbagai eksosistem. Cendawan ini mampu membentuk simbiosis dengan sebagian besar (97%) famili tanaman darat. Eksplorasi jenis – jenis CMA dapat dilakukan pada berbagai ekosistem yang masih alami maupun yang telah mengalami gangguan, dari kegiatan ini dapat diidentifikasi dan dipetakan jenis-jenis CMA dominan yang spesifik terdapat di suatu daerah. Kegiatan ini sangat penting dilakukan karena selain untuk mengetahui pola distribusi jenis-jenis CMA potensial dan telah beradaptasi dengan kondisi daerah setempat. Mikroba ini dapat diisolasi, dimurnikan dan dikembangkan sebagai agen hayati melalui serangkaian penelitian.
Penggunaan CMA tidak membutuhkan biaya yang besar karena : (a) teknologi produksinya murah, b) semua bahan tersedia di dalam negeri, c) dapat diproduksi dengan mudah dilapangan, d) pemberian cukup sekali seumur hidup tanaman dan memiliki kemampuan memberikan manfaat pada rotasi tanaman berikutnya , e) tidak menimbulkan polusi dan f) tidak merusak struktur tanah. (Husna, 1998)

Baca Juga : Cara Membuat Pupuk Mikoriza Cair

JENIS JENIS MIKORIZA
Mikoriza dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan cara menginfeksi dan struktur hifanya, yaitu endomikoriza dan ektomikoriza. Hifa adalah benang-benang halus yang membentuk tubuh jamur. Ektomikoriza memiliki hifa yang membungkus akar, sedangkan endomikoriza memiliki hifa yang menembus dinding sel akar. Penjelasan lebih lengkap tentang keduanya adalah sebagai berikut.

Endomikoriza
Endomikoriza memiliki jaringan hifa yang sulit dilihat dengan mata telanjang karena tidak memiliki mantel yang membungkus akar. Endomikoriza baru nampak jelas apabila dilakukan pengamatan dengan mikroskop. Endomikoriza adalah jamur yang hifanya dapat menembus akar sampai bagian korteks, hifa akan memanjang ke dalam tanah dan juga masuk menuju jaringan akar tumbuhan. 

Endomikoriza ditemukan pada 90% jenis tumbuhan dan sangat umum dibandingkan dengan ektomikoriza. Endomikoriza sering dijumpai pada tanaman anggrek, sayuran (kol), dan pada berbagai jenis tumbuhan tingkat tinggi. Endomikoriza penting untuk beberapa jenis tanaman polongan karena dapat merangsang pertumbuhan bintil akar. Bintil akar dapat bersimbiotis dengan Rhizobium sehingga mempercepat fiksasi nitrogen.
Jamur Mikoriza adalah jamur yang hidup bersimbiosis dengan akar tumbuhan. Dalam hubungan ini, jamur membantu tumbuhan untuk mengambil unsur hara dari tanah dan memberikan tumbuhan zat makanan yang diperoleh dari simbiosis ini. Mikoriza sangat penting bagi keberlangsungan hidup hutan dan ekosistem lainnya. Terdapat dua jenis mikoriza, yaitu Endomikoriza dan Ekzomikoriza, yang memiliki hubungan yang berbeda dengan tumbuhan mereka.

Berikut Adalah Beberapa Manfaat Jamur Mikoriza Bagi Tumbuhan :
  1. Peningkatan pertumbuhan tumbuhan : Jamur Mikoriza membantu tumbuhan untuk mengambil unsur hara yang lebih banyak dari tanah, sehingga mempercepat pertumbuhan dan memperkuat sistem akar tumbuhan.
  2. Toleransi stres : Jamur Mikoriza dapat membantu tumbuhan untuk bertahan terhadap stres lingkungan seperti kekeringan, perubahan suhu, dan gangguan hama.
  3. Peningkatan produktivitas : Dengan bantuan jamur Mikoriza, tumbuhan dapat mengambil lebih banyak unsur hara dan memperoleh lebih banyak zat makanan, sehingga meningkatkan produktivitas tumbuhan.
  4. Pemeliharaan kesuburan tanah : Jamur Mikoriza membantu menjaga kesuburan tanah dengan memperkaya tanah dengan unsur hara dan memperbaiki struktur tanah.
  5. Perlindungan terhadap hama dan penyakit : Jamur Mikoriza dapat membantu tumbuhan untuk melindungi diri dari hama dan penyakit dengan memperkuat sistem pertahanan tumbuhan.
Secara keseluruhan, jamur Mikoriza memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan memastikan keberlangsungan hidup tumbuhan dan ekosistem lainnya.

Berikut adalah cara menyimpan jamur mikoriza yang baik dan benar :
  1. Pilih media yang tepat : Jamur mikoriza dapat disimpan dalam berbagai media, seperti arang sekam, tanah gambut, atau substrat khusus.
  2. Simpan dalam suhu yang sesuai : Suhu yang sesuai untuk menyimpan jamur mikoriza biasanya antara 10-20 derajat Celsius. Jaga agar suhu tetap konstan selama penyimpanan.
  3. Tutup rapat : Pastikan media penyimpanan ditutup rapat untuk mencegah masuknya udara dan cahaya yang dapat mempengaruhi pertumbuhan jamur.
  4. Hindari perubahan suhu yang drastis : Perubahan suhu yang drastis dapat mempengaruhi kualitas jamur mikoriza, sehingga harus dihindari.
  5. Simpan dalam waktu yang singkat : Jamur mikoriza biasanya hanya bisa disimpan dalam waktu yang singkat, sekitar beberapa bulan. Jangan menyimpan jamur mikoriza lebih lama dari waktu yang dianjurkan.
Langkah-langkah ini hanya umum dan mungkin perlu disesuaikan dengan spesies mikoriza dan kondisi lingkungan yang ada. Lebih baik untuk membaca sumber terpercaya dan mengikuti petunjuk mereka.

Untuk membuat pupuk hayati mikoriza, berikut adalah langkah-langkahnya :
  1. Ambil spora atau bagian mikoriza yang aktif. ( Bisa Beli )
  2. Campurkan dengan media tanam seperti arang sekam atau tanah gambut.
  3. Tambahkan air dan aduk hingga merata.
  4. Tutup rapat dan simpan dalam suhu yang sesuai seperti 20-25 derajat Celsius.
  5. Biarkan selama beberapa hari hingga spora mikoriza menyebar dan membentuk koloni.
  6. Campurkan pupuk hayati mikoriza dengan tanah atau media tanam sebelum proses menanam tanaman di mulai.
Catatan : Langkah-langkah ini hanya umum dan mungkin perlu disesuaikan dengan spesies mikoriza dan tanaman yang akan ditanam. Lebih baik untuk membaca sumber terpercaya dan mengikuti petunjuk mereka.

Demikian Lurrr Semoga BerManfaat... Salam Petani Milenial

Produk Pertanian :

    PGPR  Harga Rp. 25.000/Liter
  • Fish Amino Acids Rp. 25.000/½Liter
  • Brown Rice Vinegar Rp. 50.000/Liter
  • Coryn Bacteria Harga Rp. 30.000/½Liter
  • Bio-Pestisida Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Polymixa Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Tricoderma Harga Rp. 50.000/Kg
  • Mikoriza Harga Rp. 50.000/Kg
  • Waiting Agen Rp. 30.000/Liter
  • Madam Sulfur Rp. 30.000/Liter

Peternakan :

  • Probiotik EXTRA 99 PLUS Rp. 20.000/Liter
  • Oriental Herbal Nutrien Rp. 25.000/Liter
  • Dekomposer EXTRA 88 Rp. 25.000/liter
  • Enzim Rp. 30.000/Liter
  • Desinfektan Rp. 20.000/Liter

CV. Griya Tani Indonesia

Office Address :

D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573 

 

Kontak Person

 

Copyright © 2020 CV. Griya Tani
All right SAUNG TERNAK Mandiri