Agriculture Farming Service

Agriculture Farming Service – Layanan pertanian modern yang membantu petani meningkatkan hasil panen melalui teknologi, manajemen lahan, dan solusi berkelanjutan

Breaking News

Breaking News! Simak kabar terbaru dan paling update hanya di sini. Kami hadir menyajikan informasi tercepat, akurat, dan terpercaya langsung dari lapangan. Jangan lewatkan momen penting yang sedang terjadi sekarang juga!

Seputar Olah Raga

Breaking News Olahraga! ⚽🏀🏸

Update tercepat tentang kabar olahraga terkini dari dalam dan luar negeri. Mulai dari sepak bola, bulu tangkis, basket, hingga olahraga trending lainnya. Simak informasi paling fresh dan jangan lewatkan momen bersejarah di dunia olahraga!

📌 Subscribe dan aktifkan notifikasi 🔔 biar nggak ketinggalan kabar terbaru.

Channel Katebat

KATEBAD ala kocak! 🤣🎥

Film pendek parodi yang menggabungkan berita terkini dengan sentuhan humor segar. Dijamin bikin ngakak tapi tetap ada pesan yang bisa dipetik. Tonton sampai habis, karena ending-nya bikin kaget!

📌 Jangan lupa Subscribe, kasih like 👍, dan share ke teman biar ikut ketawa bareng.

Info Seputar Megawati

Arabica Coffee House Kadınlar 1. Ligi, adalah nama resmi dari kompetisi Voleybol Kadınlar 1. Ligi di bawah naungan Türkiye Voleybol Federasyonu (TVF), yang kini menjadi penyelenggara utama dengan status nama sponsor

Tampilkan postingan dengan label KEDELAI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KEDELAI. Tampilkan semua postingan

27 Jan 2023

SUDAH JELAS KALAU BIOSAKA ITU BUKAN PUPUK

Mengenal Lebih Jauh Tentang Biosaka : Elisitor yang Meningkatkan Produktivitas Tanaman



Biosaka telah menjadi sorotan banyak petani di Indonesia karena diketahui mampu meningkatkan produktivitas tanaman dan meminimalisir serangan hama dan penyakit pada tanaman. Berawal dari Blitar pada tahun 2019, kini Biosaka sudah menyebar di wilayah nusantara dari Aceh hingga Papua. Namun, masih banyak yang bertanya-tanya apa sebenarnya Biosaka dan apa kandungan di dalamnya sehingga mampu memberikan manfaat bagi tanaman. Dalam artikel ini, kita akan mengenal lebih jauh tentang Biosaka dan bagaimana cara kerjanya dalam meningkatkan produktivitas tanaman.

Biosaka Bukan Pupuk

Biosaka bukanlah pupuk, melainkan elisitor. Elisitor adalah zat yang mampu memicu respon pertahanan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit, sehingga tanaman menjadi lebih kuat dan sehat. Dengan demikian, Biosaka dapat membantu meningkatkan produktivitas tanaman secara alami.

Ramuan Biosaka
Biosaka diramu dari berbagai jenis rumput-rumputan dan tanaman. Menurut penemunya, Muhamad Ansar, minimal 5 jenis tanaman dipilih sebanyak satu genggaman tangan. Tanaman yang digunakan biasanya adalah tanaman yang tumbuh di sekitar areal sawah/ladang, seperti babadotan, tutup bumi, kitolod, maman ungu, patikan kebo, meniran, anting-anting, jelantir, sembung, dan sebagainya. Jenis tanaman ini dipilih yang sehat, tidak terkena hama dan penyakit. Setelah itu, sebanyak satu genggaman tangan tanaman tersebut diremas dalam air 2-5 liter air. Hasil remasan tersebut, di mana air menyatu dengan saripati tanaman (homogen), bisa langsung diaplikasikan pada tanaman dan sisanya bisa disimpan untuk aplikasi berikutnya.
Manfaat Kandungan Senyawa Fitokimia pada Biosaka

Apabila kita kaji lebih mendalam, tanaman yang selama ini disebut gulma, ternyata memiliki banyak manfaat, bukan hanya untuk tanaman tetapi juga bagi kesehatan manusia. Tanaman tersebut memiliki kandungan senyawa fitokimia seperti alkaloid, flavonoid, terpenoid, steroid, saponin, tanin, fenolik, dan kuinon. Jika tanaman tersebut dikombinasikan dalam pembuatan Biosaka, tentu saja dalam ramuan Biosaka akan terdapat kandungan senyawa fitokimia tersebut.

Kandungan senyawa fitokimia dalam Biosaka telah terkonfirmasi dari sampel Biosaka yang diuji di salah satu laboratorium Liquid. Manfaat dari kandungan senyawa fitokimia pada Biosaka dapat dijelaskan sebagai berikut :

Alkaloid : Untuk pelindung tanaman dari penyakit, serangan hama, sebagai pengatur perkembangan, dan sebagai basa mineral untuk mengatur keseimbangan ion pada bagian-bagian tanaman.

Flavonoid : Mengatur pertumbuhan, juga memiliki peran penting dalam mengatur pertumbuhan tanaman. Selain itu, senyawa ini juga dapat berfungsi sebagai pigmen dalam bunga dan buah-buahan. Beberapa jenis flavonoid juga memiliki sifat antioksidan yang dapat membantu melindungi tanaman dari kerusakan akibat radikal bebas dan kondisi lingkungan yang buruk. Selain itu, flavonoid juga terbukti memiliki manfaat bagi kesehatan manusia, seperti membantu menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan kanker.

Baca Juga : Peranan Elisitor Pada Tanaman

Beberapa jenis tanaman yang biasa digunakan sebagai bahan baku pembuatan biosaka antara lain: Babadotan (Ageratum conyzoides L), tutup bumi (Elephantopus mollis Kunth), Kitolod (Hippobroma longiflora), maman ungu (Cleome rutidosperma), Patikan kebo (Euphorbia hirta L), Meniran (Phyllanthus niruri L), anting-anting  (Acalypha australis. L), jelantir (Erigeron sumatrensis Retz), sembung (Baccharis balsamifera L.), sembung rambat (Eupatorium denticulatum Vahl) dan sebagainya. Jenis tanaman ini dipilih yang sehat, tidak terkena hama dan penyakit. Minimal 5 jenis tanaman yang diambil, lebih banyak lebih bagus. Sebanyak satu genggaman tangan kemudian diremas dalam air 2-5 liter air. Hasil remasan tersebut, dimana air menyatu dengan saripati tanaman (homogen). Setelah itu bisa langsung diaplikasikan, dan sisanya bisa disimpan untuk aplikasi berikutnya. 
Biosaka dan beberapa jenis tanaman

Cara Membuat Biosaka

Setelah mengetahui berbagai jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan biosaka, selanjutnya adalah bagaimana cara membuat biosaka yang benar. Berikut adalah langkah-langkah pembuatan biosaka yang dapat dilakukan:

Pilih beberapa jenis tanaman yang sehat dan tidak terkena hama dan penyakit.

Ambil minimal 5 jenis tanaman dan remas dalam air sebanyak 2-5 liter.

Setelah diramas, air yang menyatu dengan saripati tanaman tersebut menjadi homogen. Saring menggunakan kain untuk memisahkan sisa-sisa tanaman yang tidak terkikis.

Biosaka siap digunakan dan sisanya dapat disimpan untuk aplikasi berikutnya.

Manfaat Penggunaan Biosaka

Pemanfaatan biosaka pada tanaman budidaya memiliki berbagai manfaat, di antaranya:

Efisiensi biaya usaha tani (low cost), karena bahan baku pembuatan biosaka mudah didapatkan.

Meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi tanaman.

Meminimalisir serangan hama dan penyakit pada tanaman.

Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap perubahan lingkungan, seperti cuaca ekstrem.

Dalam studi yang dilakukan oleh Balai Penelitian Tanaman Padi pada tahun 2020, penggunaan biosaka pada tanaman padi menghasilkan peningkatan produksi sebesar 10-20% dibandingkan dengan penggunaan pupuk kimia. Selain itu, biosaka juga memiliki efek positif pada kualitas gabah, seperti kandungan protein yang lebih tinggi dan rasa yang lebih gurih.

Manfaat dari kandungan senyawa fitokimia dapat dijelaskan sebagai berikut :

  • Alkaloid   : Untuk pelindung tanaman dari penyakit, serangan hama, sebagai pengatur perkembangan, dan sebagai basa mineral untuk mengatur keseimbangan ion pada bagian-bagian tanaman.
  • Flavonoid  : Mengatur pertumbuhan, juga sebagai antioksidan dan antibakteri
  • Terpenoid  : Hormon pertumbuhan tanaman; antifeedant serangga, anti bakteri
  • Steroid       : Meningkatkan laju perpanjangan sel tumbuhan, merangsang pertumbuhan pucuk daun, meningkatkan resistensi terhadap stress lingkungan
  • Tanin         :  Melindungi tumbuhan dari hama dan antibakteri
  • Saponin    : Antimikroba, menghambat jamur dan melindungi tanaman dari serangan serangga
  • Fenolik     : Melindung terhadap sinar UV-B dan kematian sel, untuk melindungi DNA dari dimerisasi dan kerusakan
  • Kuinon      : Berperan dalam repirasi sel dan fotosintesis, antibakteri, antifungi
Karena adanya kandungan senyawa terbut di atas, maka ramuan biosaka dirasakan manfaatnya oleh para petani yang sudah melakukan aplikasi biosaka terhadap tanaman yang dibudidayakannya. Tidak hanya sampai disitu, pada saatnya nanti biosaka juga dapat dirasakan manfaatnya bukan hanya bagi tanaman, tetapi juga bagi kesehatan manusia. Tentu saja dengan perlakukan pembuatan yang berbeda. Dan juga pemilihan tanaman disesuaikan dengan kondisi kesehatan yang dihadapi. Dalam dunia Farmasi, kajian tentang pemanfaatan tanaman sebagai obat herbal sudah lama dilakukan. (Diolah dari berbagai sumber). 

Kesimpulan

Biosaka merupakan salah satu alternatif pengganti pupuk kimia yang ramah lingkungan dan murah. Biosaka dapat dibuat dari berbagai jenis tanaman yang biasanya dianggap sebagai gulma, namun memiliki banyak manfaat untuk tanaman dan kesehatan manusia. Pemanfaatan biosaka pada tanaman budidaya dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi, meminimalisir serangan hama dan penyakit, serta meningkatkan daya tahan tanaman terhadap perubahan lingkungan. Dalam rangka meningkatkan produktivitas pertanian dan menjaga kelestarian lingkungan, penggunaan biosaka sebagai elisitor pada tanaman budidaya dapat menjadi alternatif yang baik.

Artikel Terkait :



5 Des 2022

PERAWATAN TANAMAN PADA TAHAP VEGETATIF DAN GENERATIF

 PERAWATAN TANAMAN PADA TAHAP VEGETATIF DAN GENERATIF


Perawatan Tanaman Pada Fase Vegetatif Maupun Generatif
Terdapat dua fase pertumbuhan pada tanaman, yaitu fase vegetatif dan fase generatifFase vegetatif merupakan tahap pertumbuhan organ non reproduktif pada tanaman, seperti batang, akar, dan daun. Sementara itu, fase generatif terjadi saat tanaman akan mulai bereproduksi.

Fase generatif diawali dengan inisiasi bunga sampai pembungaan. Pada saat bunga telah tumbuh sempurna, akan terjadi penyerbukan (pembuahan putik oleh benang sari) lalu terbentuklah biji dan buah. Biji dan buah inilah yang menjadi cikal-bakal tanaman baru. 

Selain pembuahan, terjadi pula pendewasaan jaringan, penebalan serabut, dan pembentukan hormon untuk pembungaan saat tanaman memasuki fase generatif. Agar kita  mendapatkan hasil panen yang lebih baik dari tanaman yang kita dibudidayakan, yang harus kita lakukan sebagai petani adalah hal-hal berikut!

Pemberian Zat Pengatur Tumbuh (ZPT)
Tanaman sangat rentan terhadap hama dan penyakit saat memasuki fase generatif. Oleh karena itu, perlu diberikan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) untuk memperkokoh daya tahan tanaman. ZPT merupakan senyawa sintetik dari hormon tumbuhan. Di fase generatif, tanaman membutuhkan tambahan hormon giberelin. Hormon ini bermanfaat dalam mendorong perkembangan biji, perkembangan kuncup, pemanjangan batang dan pertumbuhan daun, mendorong pembungaan dan perkembangan buah, serta mempengaruhi pertumbuhan dan diferensiasi akar.

Perawatan dan Pengobatan untuk Fase vegetatif
Pada Fase Vegetatif tanaman membutuhkan Perawatan dan suplai nutrisi yang cukup untuk meningkatkan pertumbuhan vegetatif dan meningkatkan volume dan ukuran tanaman.

Bahan - Bahan Yang Dibutuhkan :

  • OHN 1 ml
  • WCap 1 ml : 1000 ml
  • BRV 2 ml
  • Untuk buah-buahan yang lebih besar, FPJ di berikan sejak buah-buahan masih muda dengan dosis :
  • FPJ 2 ml : 1000 ml Air bersih
  • LAB 1 ml : 1000 ml Air bersih
  • FAA 1 ml
  • WP 1 ml
  • FPJ 2 ml
Bahan tersebut diencerkan rasio 1: 1000 ml air tergantung pada perlunya addtions juga menjadi campuran dalam larutan masukan
Pengobatan untuk masa Change Over/peralihan fase tanaman, pada Periode Tahap ini Perawatan diberikan untuk memasok kebutuhan asam fosfat selama fase ini.

Bahan - Bahan Yang Dibutuhkan :

  • OHN 1 ml ( Ketika tanaman mengalami penurunan performa )
  • FAA 1 ml: 1000 ml
  • BRV 2 ml
  • FPJ ( Aplikasi FPJ di berikan sejak buah masih muda 2 ml/liter )
  • FFJ 2 ml
  • WCap 1 ml
  • WP 1 ml
  • NMD 1 ml
  • WCA 1 ml
Bahan tersebut diencerkan rasio 1: 1000 ml air tergantung pada perlunya addtions juga menjadi campuran kedalam bahan larutan untuk Perawatan fase Pertumbuhan dan Reproduksi
Pada tahap ini, tanaman membutuhkan lebih banyak kalsium.
  • NOHN 1 ml
  • FAA 1 ml
  • BRV 2 ml
  • Untuk resistensi yang kuat terhadap suhu dingin dan panas atau untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh bakteri
  • NMA 1 ml
  • FPJ 2 ml
  • WCA 5 ml
  • SW 30 ml
Bahan diencerkan rasio 1: 1000 ml air tergantung pada perlunya addtions juga menjadi campuran dalam bahan larutan 
Untuk mempercepat pematangan dan meningkatkan rasa Manis.
  • OHN 1 ml
  • WCA 2 ml
  • SW 30 ml
Campurakan dalam 1000 ml air
Demikian Postingan kali yang membahas tentang perawatan dan pengobatan tanaman pada berbagai Fase
Mohon Maaf jika ada salah kata

Produk Pertanian :
  1. PGPR                                             Harga    Rp. 25.000/Liter
  2. Fish Amino Acids                          Harga    Rp. 25.000/½Liter
  3. Brown Rice Vinegar                      Harga    Rp. 50.000/Liter
  4. Coryn Bacteria                               Harga    Rp. 30.000/½Liter
  5. Bio-Pestisida                                  Harga    Rp. 30.000/Liter
  6. Bio-Polymixa                                 Harga    Rp. 30.000/Liter
  7. Bio-Tricoderma                              Harga    Rp. 50.000/Kg
  8. Mikoriza                                         Harga    Rp. 50.000/Kg
  9. Waiting Agen                                  Harga    Rp. 30.000/Liter
  10. Madam Sulfur                                 Harga    Rp. 30.000/Liter
Produk Peternakan :
  1. Probiotik EXTRA 99 PLUS      Harga Rp. 20.000/Liter
  2. Oriental Herbal Nutrien             Harga Rp. 25.000/Liter
  3. Dekomposer EXTRA 88            Harga Rp. 25.000/liter
  4. Enzim                                         Harga Rp. 30.000/Liter
  5. Desinfektan                                 Harga Rp. 20.000/Liter

CV. Griya Tani Indonesia
Office Address :
D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573 
Kontak Person



29 Sep 2022

Respon Pertumbunan Tanaman Kedelai terhadap Bradyrhizobium japonicum

Respon Pertumbunan Tanaman Kedelai terhadap Bradyrhizobium japonicum
Toleran Masam dan Pemberian Pupuk di Tanah Masam


ABSTRAK
Penggunaan rhizobakteri tahan masam seperti Bradyrhizobium japonicum merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produksi kedelai di tanah masam. B. japonicum dapat bersimbiosis dengan tanaman kedelai dan menambat nitrogen bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pertumbuhan dan produksi kedelai varietas Wilis yang diinokulasi
dengan B. japonicum dan pemberian pupuk di tanah masam. Penelitian ini menggunakan bakteri B. japonicum BJ 11(19) hasil mutagenesis transposon dan BJ 11(wt) tipe liar yang toleran terhadap asam. Perlakuan yang diberikan pada kedelai ialah pemberian inokulan BJ 11(19), BJ 11(wt) yang masing-masing dikombinasikan dengan pemberian kompos dan pupuk N (50 dan 100% dosis). Percobaan lapang dilakukan di Cikabayan, Darmaga, Bogor menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak dengan 15 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pemberian inokulan B. japonicum toleran asam BJ 11(wt), kompos dan pupuk N (10 g m-2) secara bersama-sama dapat meningkatkan tinggi tanaman, bobot kering akar dan tajuk, jumlah nodul, bobot kering nodul, aktivitas nitrogenase, jumlah polong dan biji per tanaman maupun per satuan luas, bobot biji per tanaman maupun per satuan luas, kandungan N biji yang ditanam di tanah masam pH 4.7

Kedelai (Glycine max L.) adalah salah satu komoditas utama kacang-kacangan yang dibutuhkan di Indonesia, karena merupakan sumber protein nabati penting untuk diversifikasi pangan dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Produksi kedelai secara nasional pada tahun 2010 sebesar 908.11 ribu ton biji kering dan menurun sebanyak 6.81% dibandingkan tahun 2009. Sementara kebutuhan nasional kedelai mencapai 1.7 juta ton per tahun. Akibatnya kekurangan harus dipenuhi lewat impor. Konsumsi kedelai yang terus meningkat ini mengharuskan diadakannya perluasan areal tanam di lahan yang kurang produktif dan peningkatan produksi (BPS, 2011). Terdapat beberapa kendala dalam produksi kedelai di Indonesia. 
Kendala yang dihadapi adalah pemanfaatan lahan marjinal untuk budidaya kedelai. Salah satu lahan marjinal yang sangat potensial di Indonesia ialah lahan masam dengan kandungan aluminium (Al) tinggi. Lahan marjinal yang memiliki luasan cukup besar di Indonesia ialah tanah podsolik merah kuning yang memiliki pH rendah (4.2-5.0), kelarutan Al yang tinggi dan rendahnya unsur hara. Aluminium bersifat racun bagi tanaman karena dapat merusak perakaran dan menghambat pertumbuhan bintil akar (Widodo, 2008). Peningkatan produksi kedelai di lahan masam memerlukan strategi dan pemahaman teknik budidaya, penyediaan rhizobium yang sesuai untuk budidaya kedelai di lahan marjinal.
Ketersediaan nitrogen (N) yang cukup di dalam tanah merupakan salah satu kunci keberhasilan usaha meningkatkan produksi kedelai di lahan masam. Tanaman kedelai pada umumnya mengambil nitrogen (N2) dari udara melalui fiksasi N secara simbiosis dengan bakteri Bradyrhizobium japonicum, sehingga dapat memacu pertumbuhan dan produksi kedelai. Dalam keadaan yang menguntungkan simbiosis ini mampu memenuhi kebutuhan N tanaman inangnya sebesar 74-90% dari total kebutuhan N tanaman (Sutoyo, 1992). Secara umum, B. japonicum bersifat toleran pada pH 4.0-4.5 dibandingkan dengan rhizobakteria lainnya. Inokulasi B. japonicum pada tanaman kedelai dapat menodulasi tanaman kedelai yang ditanam pada lahan dengan kondisi asam dan Al tinggi, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan kedelai. 
Inokulan B. japonicum yang digunakan untuk memacu produksi kedelai antara lain BJ 11(19) dan BJ 11(wt) (Monasari, 2007). Pertumbuhan tanaman kedelai tidak hanya mengandalkan penambatan N2 udara oleh B. japonicum, tetapi juga diperlukan pemupukan N, P dan K (Mulyadi, 2012). Pemberian B. japonicum dan pupuk kimia ini diharapkan lebih mampu memacu produksi kedelai di lahan masam. 
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur respon pertumbuhan dan produksi kedelai varietas Wilis (agak tahan kondisi lahan masam) yang diinokulasi dengan B. japonicum dan pemberian pupuk kimia di tanah masam.
 

BAHAN DAN METODE
Penelitian dilaksanakan mulai bulan Januari sampai dengan Juni 2009 di Kebun Percobaan Cikabayan, University Farm IPB, Laboratorium Mikrobiologi dan Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), IPB, Bogor. Bahan yang digunakan adalah isolat B. japonicum BJ 11(19) (isolat hasil mutagenesis transposon) dan B. japonicum BJ 11(wt) (isolat tipe liar koleksi Lab.
Mikrobiologi, Departemen Biologi FMIPA, IPB), dan benih kedelai varietas Wilis (diperoleh dari Balai Penelitian Biologi dan Genetika Molekuler, Bogor). Gambut yang mengandung inokulan sebagai pembawa BJ 11(wt) dan BJ 11(19) dikemas di Pusat Penelitian Bioteknologi Perkebunan Bogor. Pupuk dan kompos digunakan berasal dari jerami padi dengan kualitas sesuai dengan SNI 19-7030-2004. Media tanam yang digunakan adalah tanah masam yang berasal dari Jasinga dengan sifat-sifat kimia tercantum pada Tabel 1 yang telah ditanami kedelai pada satu musim tanam sebelumnya dan tanpa pengapuran. Ukuran petak percobaan adalah 1 m2 untuk setiap perlakuan. Petak percobaan dibuat menyerupai kolam sedalam 50 cm yang dasarnya diberi alas plastik terpal kemudian diisi dengan tanah masam dengan ketebalan tanah ± 50 cm.
Percobaan disusun dalam rancangan kelompok lengkap teracak dengan 13 perlakuan yang masing-masing diulang 6 kali, yaitu
Kontrol (tanpa pupuk N, kompos dan B. japonicum)
Pupuk N (50%)
Pupuk N (100%)
Kompos + pupuk N (50%)
Kompos + pupuk N (100%)
BJ 11(19) + pupuk N (50%)
BJ 11(19) + pupuk N (100%)
BJ 11(19) + kompos + pupuk N (50%)
BJ 11(19) + kompos + pupuk N (100%)
BJ 11(wt) + pupuk N (50%)
BJ 11(wt) + pupuk N (100%)
BJ 11(wt) + kompos + pupuk N (50%)
BJ 11(wt) + kompos + pupuk N (100%)
Sebanyak tiga ulangan digunakan untuk pengamatan pertumbuhan, sedangkan tiga ulangan lainnya digunakan untuk pengamatan produksi kedelai. Pupuk urea diberikan dua kali yaitu pada saat tanam dan 2 minggu setelah tanam (MST). Pupuk urea yang diberikan pada tiap petak percobaan untuk perlakuan N setengah dosis (50%) sebanyak 5 g m-2 dan untuk perlakuan N dosis penuh (100%) sebanyak 10 g m-2 dibagi dua kali aplikasi pada satu musim tanam. 
Pupuk SP36 dan KCl berturut-turut sebanyak 20 g m-2 dan 10 g m-2 diberikan pada saat tanam. Kompos yang digunakan sebanyak 1 kg m-2 diaplikasikan pada saat tanam dengan cara dicampur merata dengan tanah masam. Benih kedelai dilumuri dengan inokulan BJ 11(19) atau BJ 11(wt) sesaat sebelum benih ditanam dengan dosis 0.5 kg gambut untuk 10 kg benih kedelai. Kedelai ditanam dengan jarak tanam 20 cm x 40 cm dengan 2 tanaman per lubang tanam. Lubang tanam pada petak percobaan sebanyak 8 lubang. Pemeliharaan tanaman dilakukan dengan menyiram dan membersihkan gulma setiap hari. Pengendalian hama penyakit dilakukan bila ada gejala serangan. 

Untuk detailnya Sudah saya siapkan file PDF-nya bisa langsung di donload pada link dibawah ini, karena akan terlalu panjang jika saya tulis disini. terima kasih dan jika anda menyuukai artikel ini mohon bantu share.
Salam......
Download File Lengkapnya

Produk Pertanian :
PGPR                                     Harga    Rp. 25.000/Liter
Fish Amino Acids                  Harga    Rp. 25.000/½Liter
Brown Rice Vinegar              Harga    Rp. 50.000/Liter
Coryn Bacteria                       Harga    Rp. 30.000/½Liter
Bio-Pestisida                          Harga    Rp. 30.000/Liter
Bio-Polymixa                         Harga    Rp. 30.000/Liter
Bio-Tricoderma                      Harga    Rp. 50.000/Kg
Mikoriza                                 Harga    Rp. 50.000/Kg
Waiting Agen                          Harga    Rp. 30.000/Liter
Madam Sulfur                         Harga    Rp. 30.000/Liter

Peternakan :
Probiotik EXTRA 99 PLUS      Harga Rp. 20.000/Liter
Oriental Herbal Nutrien             Harga Rp. 25.000/Liter
Dekomposer EXTRA 88            Harga Rp. 25.000/liter
Enzim                                         Harga Rp. 30.000/Liter
Desinfektan                                 Harga Rp. 20.000/Liter

CV. Griya Tani Indonesia
Office Address :
D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573 
Kontak Person