Agriculture Farming Service

Agriculture Farming Service – Layanan pertanian modern yang membantu petani meningkatkan hasil panen melalui teknologi, manajemen lahan, dan solusi berkelanjutan

Breaking News

Breaking News! Simak kabar terbaru dan paling update hanya di sini. Kami hadir menyajikan informasi tercepat, akurat, dan terpercaya langsung dari lapangan. Jangan lewatkan momen penting yang sedang terjadi sekarang juga!

Seputar Olah Raga

Breaking News Olahraga! ⚽🏀🏸

Update tercepat tentang kabar olahraga terkini dari dalam dan luar negeri. Mulai dari sepak bola, bulu tangkis, basket, hingga olahraga trending lainnya. Simak informasi paling fresh dan jangan lewatkan momen bersejarah di dunia olahraga!

📌 Subscribe dan aktifkan notifikasi 🔔 biar nggak ketinggalan kabar terbaru.

Channel Katebat

KATEBAD ala kocak! 🤣🎥

Film pendek parodi yang menggabungkan berita terkini dengan sentuhan humor segar. Dijamin bikin ngakak tapi tetap ada pesan yang bisa dipetik. Tonton sampai habis, karena ending-nya bikin kaget!

📌 Jangan lupa Subscribe, kasih like 👍, dan share ke teman biar ikut ketawa bareng.

Info Seputar Megawati

Arabica Coffee House Kadınlar 1. Ligi, adalah nama resmi dari kompetisi Voleybol Kadınlar 1. Ligi di bawah naungan Türkiye Voleybol Federasyonu (TVF), yang kini menjadi penyelenggara utama dengan status nama sponsor

Tampilkan postingan dengan label TENTANG FUNGUS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TENTANG FUNGUS. Tampilkan semua postingan

3 Feb 2023

MIKORIZA SEBAGAI AGEN HAYATI APA MANFAATNYA PADA TANAMAN BUDIDAYA

Mikoriza Sebagai Agen Hayati Apa Manfaatnya Pada Tanaman Budidaya


Mikoriza berasal dari bahasa Yunani yang secara harfiah berarti “fungi akar” (mykos = miko= fungi dan rhiza = akar ) atau “fungi tanah” karena hifa dan sporanya selalu berada di tanah terutama di areal rhizosfer tanaman (Smith and Read, 1997).

Mikoriza merupakan asosiasi mutualistik antara jamur dengan akar tumbuhan tingkat tinggi (Smith dan Read, 1997). Mikoriza banyak mendapat perhatian karena kemampuannya berasosiasi membentuk simbiosis mutualistik dengan hampir 80% spesies tanaman (Steussy, 1992). Simbiosis ini terjadi saling menguntungkan, cendawan memperoleh karbohidrat dan unsur pertumbuhan lain dari tanaman inang, sebaliknya cendawan memberi keuntungan kepada tanaman inang, dengan cara membantu tanaman dalam menyerap unsur hara terutama unsur P. Berdasarkan struktur tumbuh dan cara infeksi maka mikoriza dapat dikelompokkan dalam dua kelompok besar yakni Ektomikoriza dan Endomikoriza.

Cendawan Mikoriza Arbuskula (CMA) adalah salah satu tipe cendawan pembentuk mikoriza yang akhir–akhir ini mendapat perhatian dari para ahli lingkungan dan biologis untuk dikembangkan sebagai pupuk hayati / pupuk biologis. CMA merupakan sumber daya alam hayati potensial yang terdapat di alam dan dapat ditemukan hampir di berbagai eksosistem. Cendawan ini mampu membentuk simbiosis dengan sebagian besar (97%) famili tanaman darat. Eksplorasi jenis – jenis CMA dapat dilakukan pada berbagai ekosistem yang masih alami maupun yang telah mengalami gangguan, dari kegiatan ini dapat diidentifikasi dan dipetakan jenis-jenis CMA dominan yang spesifik terdapat di suatu daerah. Kegiatan ini sangat penting dilakukan karena selain untuk mengetahui pola distribusi jenis-jenis CMA potensial dan telah beradaptasi dengan kondisi daerah setempat. Mikroba ini dapat diisolasi, dimurnikan dan dikembangkan sebagai agen hayati melalui serangkaian penelitian.
Penggunaan CMA tidak membutuhkan biaya yang besar karena : (a) teknologi produksinya murah, b) semua bahan tersedia di dalam negeri, c) dapat diproduksi dengan mudah dilapangan, d) pemberian cukup sekali seumur hidup tanaman dan memiliki kemampuan memberikan manfaat pada rotasi tanaman berikutnya , e) tidak menimbulkan polusi dan f) tidak merusak struktur tanah. (Husna, 1998)

Baca Juga : Cara Membuat Pupuk Mikoriza Cair

JENIS JENIS MIKORIZA
Mikoriza dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan cara menginfeksi dan struktur hifanya, yaitu endomikoriza dan ektomikoriza. Hifa adalah benang-benang halus yang membentuk tubuh jamur. Ektomikoriza memiliki hifa yang membungkus akar, sedangkan endomikoriza memiliki hifa yang menembus dinding sel akar. Penjelasan lebih lengkap tentang keduanya adalah sebagai berikut.

Endomikoriza
Endomikoriza memiliki jaringan hifa yang sulit dilihat dengan mata telanjang karena tidak memiliki mantel yang membungkus akar. Endomikoriza baru nampak jelas apabila dilakukan pengamatan dengan mikroskop. Endomikoriza adalah jamur yang hifanya dapat menembus akar sampai bagian korteks, hifa akan memanjang ke dalam tanah dan juga masuk menuju jaringan akar tumbuhan. 

Endomikoriza ditemukan pada 90% jenis tumbuhan dan sangat umum dibandingkan dengan ektomikoriza. Endomikoriza sering dijumpai pada tanaman anggrek, sayuran (kol), dan pada berbagai jenis tumbuhan tingkat tinggi. Endomikoriza penting untuk beberapa jenis tanaman polongan karena dapat merangsang pertumbuhan bintil akar. Bintil akar dapat bersimbiotis dengan Rhizobium sehingga mempercepat fiksasi nitrogen.
Jamur Mikoriza adalah jamur yang hidup bersimbiosis dengan akar tumbuhan. Dalam hubungan ini, jamur membantu tumbuhan untuk mengambil unsur hara dari tanah dan memberikan tumbuhan zat makanan yang diperoleh dari simbiosis ini. Mikoriza sangat penting bagi keberlangsungan hidup hutan dan ekosistem lainnya. Terdapat dua jenis mikoriza, yaitu Endomikoriza dan Ekzomikoriza, yang memiliki hubungan yang berbeda dengan tumbuhan mereka.

Berikut Adalah Beberapa Manfaat Jamur Mikoriza Bagi Tumbuhan :
  1. Peningkatan pertumbuhan tumbuhan : Jamur Mikoriza membantu tumbuhan untuk mengambil unsur hara yang lebih banyak dari tanah, sehingga mempercepat pertumbuhan dan memperkuat sistem akar tumbuhan.
  2. Toleransi stres : Jamur Mikoriza dapat membantu tumbuhan untuk bertahan terhadap stres lingkungan seperti kekeringan, perubahan suhu, dan gangguan hama.
  3. Peningkatan produktivitas : Dengan bantuan jamur Mikoriza, tumbuhan dapat mengambil lebih banyak unsur hara dan memperoleh lebih banyak zat makanan, sehingga meningkatkan produktivitas tumbuhan.
  4. Pemeliharaan kesuburan tanah : Jamur Mikoriza membantu menjaga kesuburan tanah dengan memperkaya tanah dengan unsur hara dan memperbaiki struktur tanah.
  5. Perlindungan terhadap hama dan penyakit : Jamur Mikoriza dapat membantu tumbuhan untuk melindungi diri dari hama dan penyakit dengan memperkuat sistem pertahanan tumbuhan.
Secara keseluruhan, jamur Mikoriza memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan memastikan keberlangsungan hidup tumbuhan dan ekosistem lainnya.

Berikut adalah cara menyimpan jamur mikoriza yang baik dan benar :
  1. Pilih media yang tepat : Jamur mikoriza dapat disimpan dalam berbagai media, seperti arang sekam, tanah gambut, atau substrat khusus.
  2. Simpan dalam suhu yang sesuai : Suhu yang sesuai untuk menyimpan jamur mikoriza biasanya antara 10-20 derajat Celsius. Jaga agar suhu tetap konstan selama penyimpanan.
  3. Tutup rapat : Pastikan media penyimpanan ditutup rapat untuk mencegah masuknya udara dan cahaya yang dapat mempengaruhi pertumbuhan jamur.
  4. Hindari perubahan suhu yang drastis : Perubahan suhu yang drastis dapat mempengaruhi kualitas jamur mikoriza, sehingga harus dihindari.
  5. Simpan dalam waktu yang singkat : Jamur mikoriza biasanya hanya bisa disimpan dalam waktu yang singkat, sekitar beberapa bulan. Jangan menyimpan jamur mikoriza lebih lama dari waktu yang dianjurkan.
Langkah-langkah ini hanya umum dan mungkin perlu disesuaikan dengan spesies mikoriza dan kondisi lingkungan yang ada. Lebih baik untuk membaca sumber terpercaya dan mengikuti petunjuk mereka.

Untuk membuat pupuk hayati mikoriza, berikut adalah langkah-langkahnya :
  1. Ambil spora atau bagian mikoriza yang aktif. ( Bisa Beli )
  2. Campurkan dengan media tanam seperti arang sekam atau tanah gambut.
  3. Tambahkan air dan aduk hingga merata.
  4. Tutup rapat dan simpan dalam suhu yang sesuai seperti 20-25 derajat Celsius.
  5. Biarkan selama beberapa hari hingga spora mikoriza menyebar dan membentuk koloni.
  6. Campurkan pupuk hayati mikoriza dengan tanah atau media tanam sebelum proses menanam tanaman di mulai.
Catatan : Langkah-langkah ini hanya umum dan mungkin perlu disesuaikan dengan spesies mikoriza dan tanaman yang akan ditanam. Lebih baik untuk membaca sumber terpercaya dan mengikuti petunjuk mereka.

Demikian Lurrr Semoga BerManfaat... Salam Petani Milenial

Produk Pertanian :

    PGPR  Harga Rp. 25.000/Liter
  • Fish Amino Acids Rp. 25.000/½Liter
  • Brown Rice Vinegar Rp. 50.000/Liter
  • Coryn Bacteria Harga Rp. 30.000/½Liter
  • Bio-Pestisida Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Polymixa Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Tricoderma Harga Rp. 50.000/Kg
  • Mikoriza Harga Rp. 50.000/Kg
  • Waiting Agen Rp. 30.000/Liter
  • Madam Sulfur Rp. 30.000/Liter

Peternakan :

  • Probiotik EXTRA 99 PLUS Rp. 20.000/Liter
  • Oriental Herbal Nutrien Rp. 25.000/Liter
  • Dekomposer EXTRA 88 Rp. 25.000/liter
  • Enzim Rp. 30.000/Liter
  • Desinfektan Rp. 20.000/Liter

CV. Griya Tani Indonesia

Office Address :

D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573 

 

Kontak Person

 

Copyright © 2020 CV. Griya Tani
All right SAUNG TERNAK Mandiri

2 Agu 2021

MANFAAT BEAUVERIA BASSIANA DALAM PENGENDALIAN WBC

MANFAAT BEAUVERIA BASSIANA UNTUK PENGENDALIAN PADA TANAMAN PADI

Beauveria Bassiana Sebagai Insektisida Organik

Beauveria bassiana adalah salah satu jenis jamur entomopatogen yang sering digunakan sebagai agen pengendalian hayati terhadap berbagai jenis serangga, termasuk whitefly (WBC). Berikut adalah beberapa manfaat Beauveria bassiana dalam pengendalian WBC :

Tidak Beracun Bagi Manusia dan Hewan Lainnya

Beauveria bassiana merupakan agen pengendalian hayati yang aman untuk digunakan karena tidak mengandung bahan kimia berbahaya yang dapat membahayakan manusia dan hewan lainnya. Hal ini menjadikan Beauveria bassiana sebagai alternatif yang aman untuk digunakan dalam pengendalian WBC.

Efektif Dalam Mengendalikan WBC

Beauveria bassiana dapat efektif dalam mengendalikan WBC, baik pada tahap larva maupun dewasa. Jamur ini bekerja dengan cara menginfeksi tubuh WBC dan membunuhnya secara perlahan-lahan. Selain itu, Beauveria bassiana juga dapat menyebar secara alami di lingkungan yang terkontaminasi oleh WBC.
  1. Ramah lingkungan : Penggunaan Beauveria bassiana sebagai agen pengendalian hayati sangat ramah lingkungan karena jamur ini bersifat alami dan tidak merusak lingkungan. Beauveria bassiana juga tidak mempengaruhi tanaman yang dijadikan inang oleh WBC.
  2. Mudah diaplikasikan : Beauveria bassiana dapat diaplikasikan dengan mudah pada tanaman yang terinfestasi oleh WBC. Aplikasi Beauveria bassiana dapat dilakukan dengan cara penyemprotan atau pengolesan pada tanaman yang terinfestasi.
  3. Biaya yang lebih murah : Penggunaan Beauveria bassiana sebagai agen pengendalian hayati relatif lebih murah dibandingkan dengan penggunaan insektisida kimia. Hal ini dapat membantu petani untuk menghemat biaya produksi tanaman.

Efektivitas Beauveria Bassiana Dalam Mengendalikan Hama

Beauveria bassiana adalah jamur entomopatogen yang dapat digunakan sebagai agen pengendalian hayati untuk mengurangi populasi hama tanaman yang merugikan seperti kutu daun, ulat grayak, ulat bulu, ulat kantung, wereng, dan pengorok daun.

Jamur ini bekerja dengan cara menginfeksi hama melalui kulitnya dan kemudian tumbuh dan berkembang biak di dalam tubuh hama tersebut, sehingga menyebabkan kematian hama. Beauveria bassiana memiliki keunggulan dalam hal keamanan lingkungan, karena tidak merusak ekosistem dan tidak berbahaya bagi manusia dan hewan. Selain itu, jamur ini juga memiliki kemampuan untuk menghambat perkembangan hama yang selamat dari infeksi.

Beauveria bassiana dapat diaplikasikan dalam bentuk bubuk, larutan, atau granulat, tergantung pada jenis hama yang ingin dikendalikan dan kondisi lingkungan di mana aplikasi akan dilakukan. Pemberian Beauveria bassiana secara teratur dan tepat waktu dapat meningkatkan efektivitasnya dalam mengendalikan populasi hama secara alami dan berkelanjutan.

Meskipun Beauveria bassiana telah terbukti efektif dalam mengendalikan hama, namun penggunaannya masih terbatas. Hal ini karena keterbatasan dalam teknologi produksi dan distribusi, serta masih kurangnya kesadaran dan pemahaman petani tentang keuntungan dan cara penggunaannya. Oleh karena itu, perlu adanya edukasi dan pelatihan tentang pengendalian hayati dengan Beauveria bassiana, sehingga penggunaannya dapat meningkat dan menjadi alternatif yang lebih aman dan ramah lingkungan dalam mengendalikan hama tanaman.

Habitat Beauveria Bassiana dan Proses Infeksi

Beauveria Bassiana adalah jamur entomopatogen yang terdapat di berbagai tempat, seperti di tanah, tanaman, serangga, dan bahkan di lingkungan air. Jamur ini sering ditemukan di habitat alamiah seperti hutan, ladang, kebun, dan lahan pertanian.

Proses infeksi Beauveria Bassiana dimulai ketika spora jamur melekat pada tubuh serangga inang, kemudian spora menembus kulit serangga dan menyebar ke dalam tubuh. Setelah itu, jamur akan tumbuh dan berkembang dalam tubuh serangga, menghasilkan enzim dan toksin yang merusak jaringan tubuh inang. Akhirnya, serangga akan mati dan jamur akan keluar dari tubuh serangga mati, memulai siklus infeksi baru.

Beauveria Bassiana memiliki kemampuan untuk menginfeksi berbagai jenis serangga, seperti kutu daun, ulat, belalang, jangkrik, lalat, dan masih banyak lagi. Karena itu, jamur ini sering digunakan sebagai agen pengendali hayati untuk mengurangi populasi serangga hama pada tanaman pertanian, kebun, dan perkebunan. Selain itu, Beauveria Bassiana juga dapat digunakan sebagai bahan aktif dalam produk insektisida organik yang ramah lingkungan.

Kendalikan Hama Secara Organik dengan Beauveria Bassiana

Beauveria Bassiana merupakan jamur entomopatogen yang dapat digunakan untuk mengendalikan hama secara organik. Jamur ini biasanya hidup di lingkungan alamiah seperti tanah, daun, dan serasah.

Proses infeksi Beauveria Bassiana dimulai ketika spora jamur menempel pada kulit serangga. Spora kemudian akan menembus kulit serangga dan tumbuh ke dalam tubuh serangga. Di dalam tubuh serangga, jamur akan berkembang biak dan mengeluarkan enzim yang akan mencerna jaringan tubuh serangga. Setelah itu, jamur akan memproduksi spora baru dan menyebar ke serangga lain.

Beauveria Bassiana dapat digunakan untuk mengendalikan berbagai jenis hama seperti kutu putih, ulat, belalang, dan kutu daun. Cara penggunaannya cukup mudah, yaitu dengan menyemprotkan cairan Beauveria Bassiana ke tanaman yang terkena hama atau di sekitar area tempat hama berkembang biak. Cairan Beauveria Bassiana juga bisa dicampur dengan insektisida organik lain untuk meningkatkan efektivitasnya.

Penggunaan Beauveria Bassiana dalam pengendalian hama secara organik memiliki banyak manfaat, seperti tidak merusak lingkungan, aman bagi manusia dan hewan, serta tidak menimbulkan resistensi pada hama. Dengan menggunakan Beauveria Bassiana, kita dapat mengendalikan hama secara efektif dan tetap menjaga keseimbangan alam.

Kekuatan Beauveria Bassiana Pengendali Hama yang Efektif

Beauveria Bassiana adalah jamur entomopatogen yang efektif dalam pengendalian hama. Jamur ini terkenal karena kemampuannya untuk menginfeksi dan membunuh serangga secara alami. Beauveria Bassiana dapat ditemukan di banyak jenis habitat, termasuk tanah, air, dan serasah. Jamur ini juga ditemukan di dalam tubuh serangga dan biasanya tidak berbahaya bagi manusia dan hewan lainnya.

Proses infeksi Beauveria Bassiana dimulai ketika spora jamur menempel pada kutikula atau kulit luar serangga. Setelah menempel, spora akan menembus kulit dan tumbuh ke dalam tubuh serangga. Di dalam tubuh serangga, Beauveria Bassiana akan tumbuh dan berkembang biak, menghancurkan organ dan jaringan serangga sehingga menyebabkan kematian serangga. Setelah serangga mati, jamur akan tumbuh keluar dari tubuhnya dan menghasilkan spora yang akan menular ke serangga lain.

Pengendalian hama dengan menggunakan Beauveria Bassiana memiliki banyak keuntungan. Pertama, penggunaan jamur ini bersifat organik dan tidak merusak lingkungan. Kedua, Beauveria Bassiana tidak berbahaya bagi manusia dan hewan lainnya, sehingga aman digunakan di lingkungan yang terdapat hewan dan manusia. Ketiga, Beauveria Bassiana memiliki spektrum yang luas dalam pengendalian hama, artinya dapat digunakan untuk mengendalikan berbagai jenis serangga hama.

Untuk mengendalikan hama dengan menggunakan Beauveria Bassiana, spora jamur harus diterapkan pada area yang terinfeksi atau pada serangga yang menjadi sumber infeksi. Spora jamur dapat disemprotkan pada tanaman atau ditempatkan pada umpan seperti tanaman yang sudah mati atau serasah. Setelah spora jamur menempel pada serangga, proses infeksi akan dimulai dan Beauveria Bassiana akan secara alami membunuh hama tersebut.

Dalam pengendalian hama secara organik, Beauveria Bassiana adalah pilihan yang efektif dan aman. Dengan kekuatan dan kemampuannya dalam membunuh serangga hama, Beauveria Bassiana adalah alternatif yang baik untuk pengendalian hama yang ramah lingkungan.

Menemukan Habitat Alami dan Proses Infeksi Beauveria Bassiana

Beauveria bassiana adalah jamur entomopatogen yang ditemukan di berbagai jenis habitat seperti tanah, air, dan tanaman. Jamur ini biasanya hidup sebagai saprofit dalam lingkungan alami. Namun, Beauveria bassiana juga dapat ditemukan di tanah yang telah terkontaminasi oleh hewan inang yang terinfeksi oleh jamur ini.

Proses infeksi Beauveria bassiana dimulai ketika spora jamur menempel pada tubuh hama inang. Spora kemudian akan menembus kutikula inang dan mulai tumbuh di dalam tubuh inang. Setelah itu, Beauveria bassiana akan memproduksi enzim-enzim yang memecah jaringan inang, yang kemudian digunakan sebagai sumber nutrisi oleh jamur tersebut. Infeksi Beauveria bassiana pada akhirnya akan menyebabkan kematian pada inang.

Namun, untuk memperoleh hasil yang optimal dalam pengendalian hama menggunakan Beauveria bassiana, penting untuk mengetahui kondisi lingkungan yang paling cocok untuk pertumbuhan dan infeksi jamur ini. Hal ini akan membantu meningkatkan efektivitas pengendalian hama menggunakan Beauveria bassiana.

Kesimpulan

Dalam kesimpulan, Beauveria bassiana adalah jamur entomopatogen yang sangat efektif dalam mengendalikan hama pada tanaman secara organik. Jamur ini memiliki habitat alami di tanah dan dapat menginfeksi berbagai jenis serangga hama, seperti kutu daun, wereng, thrips, ulat, dan ngengat. Proses infeksi Beauveria bassiana dimulai dengan adhesi spora pada kutikula serangga, lalu spora tumbuh dan menyebar ke dalam tubuh serangga, menghasilkan toksin yang menyebabkan kematian.


Beauveria bassiana memiliki beberapa keuntungan sebagai agen pengendalian hama, yaitu tidak merusak lingkungan, aman bagi manusia dan hewan, dan memiliki keefektifan yang tinggi dalam mengendalikan hama. Selain itu, penggunaan Beauveria bassiana dalam pengendalian hama dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas tanaman, serta meminimalkan biaya produksi.

Meskipun demikian, perlu diingat bahwa penggunaan Beauveria bassiana dalam pengendalian hama tidak selalu memberikan hasil yang maksimal dan dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, seperti suhu dan kelembaban. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang baik mengenai karakteristik jamur dan kondisi lingkungan yang ideal untuk meningkatkan efektivitas pengendalian hama dengan Beauveria bassiana.

Demikian penjelasan tentang cara memperbanyak Beauveria sp. Semoga bermanfaat bagi teman-teman petani semua. Jika ada yang belum silahkan tinggalkan komentar anda pada kolom di bawah...  Okeee sobat tani 
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Produk Pertanian :
  • PGPR  Harga Rp. 25.000/Liter
  • Fish Amino Acids Rp. 25.000/½Liter
  • Brown Rice Vinegar Rp. 50.000/Liter
  • Coryn Bacteria Harga Rp. 30.000/½Liter
  • Bio-Pestisida Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Polymixa Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Tricoderma Harga Rp. 50.000/Kg
  • Mikoriza Harga Rp. 50.000/Kg
  • Waiting Agen Rp. 30.000/Liter
  • Madam Sulfur Rp. 30.000/Liter
Peternakan :
  • Probiotik EXTRA 99 PLUS Rp. 20.000/Liter
  • Oriental Herbal Nutrien Rp. 25.000/Liter
  • Dekomposer EXTRA 88 Rp. 25.000/liter
  • Enzim Rp. 30.000/Liter
  • Desinfektan Rp. 20.000/Liter
CV. Griya Tani Indonesia
Office Address :
D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573 

Kontak Person

Copyright © 2020 CV. Griya Tani
All right NATURAL FARMING Indonesia

23 Jan 2021

PEMANFAATAN BEAUVERIA BASSIANA

BEAUVERIA BASSIANA
Dalam Pengendalian Hama WBC
Harga Rp. 70.000

Ulat Yang Terinfeksi BVR
Serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) merupakan salah satu faktor pembatas dalam peningkatan produksi pertanian. Pengendalian OPT tersebut kita jumpai jalan pintas yaitu dengan menggunakan pestisida kimia. Diketahui bahwa penggunaan pestisida kimia yang tidak bijaksana akan menimbulkan dampak negatif, antara lain terhadap kesehatan manusia dan kelestarian lingkungan hidup. Dengan pertimbangan dampak negatif yang kemungkinan besar akan muncul dengan penggunaan pestisida tersebut, maka perlu diupayakan teknologi pengendalian yang lebih aman dan ramah lingkungan. Hal ini sesuai dengan penerapan konsepsi Pengendalian Hama Terpadu (PHT), bahwa pengendalian OPT dilaksanakan dengan mempertahankan kelestarian lingkungan, aman bagi produsen dan konsumen serta menguntungkan bagi petani.

Beauveria bassiana  merupakan  cendawan entomopatogen  yaitu  cendawan  yang dapat menimbulkan  penyakit  pada  serangga.
Cendawan ini berasal dari kingdom  Fungi , filum  Ascomycota, kelas  Sordariomycetes, orde  Hypocreales, famili  Clavicipitaceae, dan genus 
Beauvaria Merupakan jamur mikroskopik dengan tubuh berbentuk benang-benang halus (hifa). Hifa-hifa tersebut selanjutnya membentuk koloni yang disebut miselia. Jamur ini tidak dapat memproduksi makanannya sendiri, karena itu bersifat parasit terhadap serangga inangnya. Cara cendawan Beauvaria bassiana  menginfeksi Tubuh  serangga  dimulai dengan  Kontak  inang, masuk Ke hearts Tubuh inang,  Reproduksi  di hearts Satu atau lebih Jaringan inang, kemudian Kontak Dan menginfeksi inang baru.

Sistem kerjanya yaitu spora jamur  Beauveria Bassiana  masuk ketubuh serangga di dalam kulit, saluran pencernaan, spirakel dan lubang lainnya. Selain itu inokulum jamur yang menempel pada tubuh serangga inang dapat berkembang dan berkembang membentuk tabung kecambah, kemudian masuk menembus kutikula tubuh serangga. Penembusan dilakukan secara mekanik dan atau kimiawi dengan mengeluarkan enzim atau toksin. Jamur ini selanjutnya akan mengeluarkan racun beauverin yang membuat kerusakan jaringan tubuh serangga. Dalam hitungan hari, serangga akan mati. Setelah itu, miselia jamur akan tumbuh menjadi seluruh bagian tubuh serangga. Serangga yang terserang jamur  Beauveria bassiana  akan mati dengan tubuh mengeras seperti mumi dan tertutup oleh benang-benang hifa berwarna putih.

Dalam infeksinya,  Beauvaria  Bassiana  akan terlihat keluar dari tubuh terinfeksi, mula-mula dari bagian alat tambahan ( apendages ) seperti antara  segmen -segmen  antena , antara segmen kepala dengan  toraks , antara segmen toraks dengan  abdomen  dan antara segmen abdomen dengan ekor. Setelah beberapa hari kemudian di seluruh permukaan tubuh yang menginfeksi akan terwujudnya  jamur  yang berwarna putih. Penetrasi  jamur entomopatogen  sering terjadi pada  membran  antara kapsul kepala dengan toraks atau di antara segmen-segmen  apendages demikian pula  miselium  jamur keluar pertama kali pada bagian-bagian tersebut. Serangga yang telah terinfeksi  B eauveria  bassiana  selanjutnya akan mengkontaminasi  lingkungan , baik dengan cara mengeluarkan  spora menembus kutikula keluar tubuh inang, maupun melalui fesesnya yang terkontaminasi. Serangga  sehat  kemudian akan terinfeksi. Jalur ini dinamakan  transmisi patogen  horizontal atau antar generasi.

Beberapa keunggulan jamur patogen serangga  Beauveria bassiana  sebagai pestisida hayati atau biopestisida adalah sebagai berikut :

Selektif terhadap serangga sasaran sehingga tidak membawa serangga lain bukan sasaran, seperti predator, parasitoid, serangga penyerbuk, dan serangga berguna lebah madu.
Tidak meninggalkan residu beracun pada hasil pertanian, dalam tanah maupun pada aliran air alami.
Tidak menyebabkan fitotoksin (keracunan) pada tanaman
Mudah diproduksi dengan teknik sederhana.
Beauveria Bassiana  ini sebenarnya secara  alami  terdapat di dalam  tanah  sebagai jamur  saprofit. Pertumbuhan jamur di dalam tanah sangat dipengaruhi oleh kondisi  tanah, seperti kandungan bahan  organik, suhu,  kelembaban, kebiasaan  makan  serangga, adanya  pestisida  sintetis, dll. Secara umum,  suhu  di atas 30 ° C, kelembaban tanah yang berkurang dan adanya  antijamur  atau  pestisida  dapat  menghambat  pertumbuhannya jamur tersebut.

Lebih dari 175 jenis serangga hama yang menjadi inang jamur  Beauveria bassiana  ini. Berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan, jamur ini efektif untuk mengendalikan hama walang sangit ( Leptocorisa oratorius ) dan wereng batang coklat ( Nilaparvata lugens ) pada tanaman padi serta hama kutu ( Aphids  sp.) Pada tanaman sayuran.

Wereng Batang Coklat Nilaparvata lugens) adalah salah satu hama utama pada tanaman padi yang dapat menyebabkan  kebakaran hopper  sehingga menimbulkan gagal panen. Hama tersebut sangat betah hidup di daerah yang lembab dan bersuhu antara 20 0 C -30 0 C, mempunyai siklus hidup antara 3-4 minggu yang dimulai dari telur (selama 7-10 hari), Nimfa (8-17 hari) dan Imago ( 18-28 hari). Serangga Wereng dewasa berukuran panjang 0,1-0,4 cm. wereng dewasa bersayap panjang dapat menyebar sampai beratus kilometer. Hama wereng ini menyerang padi mulai dari persemaian sampai menjelang panen, dengan cara menghisap cairan padi pada bagian pelepah daun.

Langkah-langkah pengendalian yang dapat dilakukan untuk mengendalikan populasi atau serangan Wereng Batang Coklat ( Nilaparvata lugens ) tersebut adalah:

Amati persemaian setiap hari atau setiap minggu setelah tanam atau  transplantasi  pada batang bawah dan di permukaan udara.
Amati pada tanaman yang lebih tua, dengan cara pegang tanaman dan rebahkan sedikit dan tepuk dengan pelan bagian basal untuk melihat kalau ada wereng yang jatuh ke permukaan udara.
Apabila ditemui populasi 1 ekor perumpun, segera dilakukan pengendalian dengan penyemprotan jamur  Beauveria bassiana.
Ketika melakukan penyemprotan sebaiknya dimulai dengan membuka (“membiak”) antara barisan tanaman, kemudian menyemprot tanaman dengan mengarahkan semprotan ke bagian batang bawah. Hal ini dilakukan karena biasanya wereng berada di bagian batang bawah.
Untuk pengendalian yang efektif, penyemprotan yang dilakukan tepat hari (pukul 15.00 - 18.00) untuk mengurangi kerusakan oleh sinar ultraviolet.
Formulasi  Beauveria bassiana  sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk untuk mempertahankan kekuatannya, dan sedapat mungkin dihindarkan dari pengaruh panas secara langsung.
Pemanfaatan jamur  Beauveria bassiana  sebagai Biopestisida, tentu tidak mencemari dan merusak lingkungan seperti yang terjadi jika kita menggunakan pestisida kimia, walaupun muncul dari insektisida biologis dari jamur yang memberikan dampak positif yang sangat besar terhadap pengendalian hama tanaman dan keselamatan lingkungan, namun dalam penerapannya di masyarakat masih minim, sehingga memerlukan upaya sosialisasi yang lebih intensif.

Dengan cara ini diharapkan dapat menambah pengetahuan sekaligus mengubah mindset petani untuk lebih bijak menggunakan pestisida kimiawi serta beralih ke Biopestisida yang lebih murah, aman dan terbukti efektif dalam pengendalian organisme pengganggu. Share Dan Like jika Anda suka dengan artikel kami.
Wasallam...

Produk Pertanian :
  • PGPR  Harga Rp. 25.000/Liter
  • Fish Amino Acids Rp. 25.000/½Liter
  • Brown Rice Vinegar Rp. 50.000/Liter
  • Coryn Bacteria Harga Rp. 30.000/½Liter
  • Bio-Pestisida Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Polymixa Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Tricoderma Harga Rp. 50.000/Kg
  • Mikoriza Harga Rp. 50.000/Kg
  • Waiting Agen Rp. 30.000
Peternakan :
  • Probiotik EXTRA 99 PLUS Rp. 20.000/Liter
  • Oriental Herbal Nutrien Rp. 25.000/Liter
  • Dekomposer EXTRA 88 Rp. 25.000/liter
  • Enzim Rp. 30.000/Liter
  • Desinfektan Rp. 20.000/Liter
CV. Griya Tani
Office Address :
D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573 

Kontak Person

Copyright © 2020 CV. Griya Tani
All right NATURAL FARMING Indonesia

2 Sep 2020

CARA MEMBUAT FUNGISIDA JADAM SULFUR

CARA MEMBUAT FUNGISIDA JADAM SULFUR


Jadam Sulfur - Fungisida Alami yang bisa kita buat Sendiri. Pengendalian Kutu Daun dan Jamur Tepung, Fungisida  kimia yang harganya melambung tinggi dan di prediksi akan terus naik. Problem terbesar Petani dalam melakukan usaha Pertanian adalah mahalnya harga pestisida kimia. Ketika pengiriman dan perdagangan produk pertanian menjadi lebih umum, persaingan akan menjadi lebih ketat. Biaya produksi harus lebih rendah agar pertanian dapat bertahan. Pestisida alami metode ini kami dari Petani Organic dari Korea "Youngsang Co" salah satunya adalah : 

Jadam Sulfur disebut juga belerang tanah liat merah. Ini efektif melawan hampir semua patogen. Dan tidak mengembangkan resistensi hama terhadap Jadam Sulfur.  Sangat efektif melawan penyakit embun tepung, jamur berbulu halus, dan jamur pada buah  Kesemek, anggur, labu, bawang merah, bawang putih, dan tanaman holtikultura lainnya, berhati-hatilah saat menggunakannya. Lakukan test konsentrasi sebelum Aplikasi. Oke langsung ke cara pembuatan ya lurr......!!

Berikut Adalah Cara Membuat  Jadam Sulfur 
Bahan Yang Dibutuhkan :
  • Ember Plastik (PE) 60 Liter ( yang tahan panas).
  • Sulfur 25㎏
  • Natrium Hidroksida 20 Kg
  • Bubuk Fillit, 0,5㎏,
  • Bubuk Tanah Liat Merah 0,5㎏,
  • Garam Laut 1,5㎏.

Sebelum memulai proses pembuatan untuk keamanan jangan gunakan wadah yang tidak tahan panas. Kenakan kacamata pelindung, sarung tangan, sepatu bot, dan jaket. Ikuti instruksi. 

Cara Pembuatan :
  1. Rebus Air sebanyak 50 Liter menggunakan Natrium Hidroksida dengan ember yang tahan Panas.
  2. Masukkan 20㎏ Natrium Hidroksida ke dalam ember. Atur suhu air yang kita rebus tadi jangan lebih dari 27 ℃ dengan cara menambahkan 4 liter. Sehingga total air 54 liter Tuang sekaligus. 
  3. Masukkan Sulfur 25㎏
Catatan :
Jika air terlalu kecil atau suhu terlalu panas, cairan bisa mendidih dan tumpah. Hati-hati.
Aduk dengan tongkat kayu sepanjang 1-2meter. Aduk sampai benar-benar rata dan pelan pelan kikis sampai bagian bawahnya.

Saat panas naik di atas 80 derajat Celcius, belerang mulai mencair. Selalu siapkan 1-2liter air. Jika cairan terlalu mendidih, segera tuangkan untuk mengurangi suhu. Periksa dengan tongkat untuk memastikan tidak ada sisa gumpalan yang belum larut di bagian bawah. Aduk rata. Setelah sekitar 20 menit dipanaskan, semuanya akan meleleh. 

Biarkan selama satu atau dua hari. Tuang cairan bening di atasnya ke dalam wadah plastik berdinding tebal. Segel rapat dan simpan. Gunakan kain untuk menyaring saat menuangkan bagian sedimen. Pestisida Tidak ada kadaluwarsanya. 

Cara Aplikasi :
0,5 - 2Liter untuk 5000 liter 
0,5 Liter  Untu 5000 air untuk lahan terbuka, mulai dari 1liter. Untuk Pengobatan 2 liter saat dibutuhkan. Gunakan JS hanya setelah penyakit muncul. Jangan digunakan terus menerus karena dapat merusak pertumbuhan.

Demikian Penjelasan singkat dan cara Membuat Pestisida Sulfur semoga bermanfaat dan bisa merungangi biaya operasional, sebagai petani harus jeli dan mau sedikit bekerja lebih keras mempersiapkan segala amunisi yang dibutuhkan. Jadikan lahan pertanian yang kita miliki sebagai laboratorium kita sendiri.

Wassalam....

Untuk lebih jelasnya tonton video di bawah ini :
Video Membuat Jadam Sulfur

Produk Pertanian :
  • PGPR  Harga Rp. 25.000/Liter
  • Fish Amino Acids Rp. 25.000/½Liter
  • Brown Rice Vinegar Rp. 50.000/Liter
  • Coryn Bacteria Harga Rp. 30.000/½Liter
  • Bio-Pestisida Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Polymixa Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Tricoderma Harga Rp. 50.000/Kg
  • Mikoriza Harga Rp. 50.000/Kg
  • Waiting Agen Rp. 30.000
Peternakan :
  • Probiotik EXTRA 99 PLUS Rp. 20.000/Liter
  • Oriental Herbal Nutrien Rp. 25.000/Liter
  • Dekomposer EXTRA 88 Rp. 25.000/liter
  • Enzim Rp. 30.000/Liter
  • Desinfektan Rp. 20.000/Liter
CV. Griya Tani
Office Address :
D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573 

Kontak Person


Copyright © 2020 CV. Griya Tani
All right NATURAL FARMING Indonesia

14 Agu 2020

MEMANFAATKAN JAMUR TRICHODERMA SEBAGAI AGEN HAYATI

MEMANFAATKAN JAMUR TRICHODERMA SEBAGAI AGEN HAYATI

Trichoderma sp. adalah jamur yang paling umum dijumpai dalam tanah khususnya tanah dengan kandungan bahan organic yang tinggi. Jamur inu mempunyai ciri morfologi koloni berwarna hijau muda sampai hijau tua, hifa bersekat, berukuran (1,5-12 µm), dan percabangan hifa membentuk sudut siku pada cabang utama. Konidium berbentuk bulat, agak bulat sampai bulat telur pendek, berukuran (2,8-3,2) x (2,5-2,8) µm, dan berdinding halus. Konidiofor bercabang mendukung fialid, yang berjumlah 3 atau lebih secara bergerombol, dan agak ramping. Jamur dapat hidup baik secara saprofit maupun parasit pada jamur lain, dan perkembangan secara aseksual dengan menghasilkan konidium yang berkecambah membentuk individu baru (Sudantha, 1997).

Trichoderma sp. akan tumbuh dengan baik jika lingkungan menguntungkan. Namun demikian, jamur ini mempunyai kemampuan bertahan pada kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan dengan membentuk struktur tahan, seperti klamidospora (Sudantha, 1997). Suhu optimum untuk pertumbuhan jamur ini adalah 15-350C, dengan suhu maksimumnya 30-360C (Domsch et al., 1993). Trichoderma sp. termasuk jenis jamur tanah, sehingga sangat mudah didapatkan di berbagai macam tanah, di permukaan akar berbagai macam tumbuhan, juga dapat diisolasi dari kayu busuk atau seresah (Suwahyono dan Wahyudi, 2000).

Pemanfaatan Trichoderma sp. menguntungkan, baik secara langsung maupun tidak langsung dalam membantu pertumbuhan tanaman merupakan peluang yang sangat besar dalam melestarikan kesuburan dan produktivitas tanah. Salah satu komponen ekosistem tanah adalah mikroba, yang berperan penting dalam membantu pertumbuhan tanaman. Berbagai mikroba hidup bersimbiosis dengan tanaman membentuk bintil akar (Rhizobium), mengoloni akar (rhizobakteri), atau hidup di dalam jaringan tanaman (diazotrof endofit) dan di dalam tanah. Mikroba tersebut berperan dalam penambatan nitrogen (Rhizobium, Azotobacter, Beijerinkia), penghasil hormon tumbuh (Bacillus, Pseudomonas, Flavobacterium), pelarut fosfat (Bacillus, Pseudomonas), dan pengurai bahan organik (Aspergillus, Trichoderma) (Tim Sintesis Kebijakan, 2008).

Pemberian jamur Trichoderma sp., seperti T. harzianum, ke dalam tanah dapat mempercepat penguraian bahan organik, karena jamur ini dapat menghasilkan tiga enzim, yaitu 1) enzim celobiohidrolase (CBH), yang aktif merombak selulosa alami; 2) enzim endoglikonase yang aktif merombak selulosa terlarut; dan 3) enzim glukosidase yang aktif menghidrolisis unit selobiosa menjadi molekul glukosa. Enzim ini bekerja secara sinergis, sehingga penguraian dapat berlangsung lebih cepat dan intensif (Salma dan Gunarto, 1996). Trichoderma sp. dikenal sebagai jamur agensia pengendali hayati yang memiliki kisaran inang luas. Patogen yang mampu dikendalikan oleh Trichoderma sp., antara lain: Rizoctonia solani, Fusarium oxysporum, Candida albicans, Armillaria mellea, dan Pythium aphanidermatum (Soesanto, 2008).

Kemungkinan dihasilkannya senyawa hormon pemacu pertumbuhan oleh jamur Trichoderma sp. didasarkan pada pendapat Salisbury dan Ross (1995), yang menyatakan bahwa keberadaan hormon dan zat pengatur tumbuh tanaman tidak hanya didapatkan pada jaringan tanaman tingkat tinggi saja, tetapi juga dapat disintesis pada tingkatan mikroba. Menurut hasil penelitian Ousley et al. (1994), jamur Trichoderma sp. mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman seperti pada mentimun (Cucumis sativus), lada (Piper nigrum), tembakau (Nicotiana sp.), dan tomat (Lycopersicum esculentum)

Trichoderma sp. merupakan sejenis Cendawan/Jamur yang termasuk kelas Ascomycetes. Trichoderma sp ini memiliki aktivitas antifungal sehingga dikembangkan sebagai sebuah teknik untuk menggusur jamur penyebab penyakit pada tanaman. Jamur ini punya kemampuan berkembang biak dan daya adaptasi yang lebih baik dibandingkan jamur penyebab penyakit. Ada beberapa jenis jamur antagonis yang sudah ditemukan, namun yang terbukti paling efektif dan mudah dikembangkan selama ini oleh petani adalah jenis Trichoderma sp, yaitu penggusur jamur penyebab busuk akar pada aneka tanaman.

Secara sederhana, jamur Trichoderma ini dapat diambil di lokasi-lokasi tertentu di linkungan alami untuk kemudian dapat dikembangbiakkan. Apabila berhasil dikembangkan biakkan akan menunjukkan warna hijau kehitaman. Untuk penggunaanya dapat langsung diencerkan dengan air kemudian dapat disemprotkan kedalam tanah yang akan ditanami atau dengan cara dicampurkan pada pupuk kandang.

Jamur Trichoderma Sp dalam teknologi bio-control mempunyai peran :

Sebagai Biofertilizer (Pupuk Organik)

Trichoderma bekerja memperbaiki struktur tanah di sekitar perakaran tanaman dengan cara menguraikan zat-zat organik yang ada di dalam tanah. Didalam tanah sebenar nya terdapat banyak zat organik, namun dalam bentuk ukuran yang tidak dapat diserap oleh tanaman. Dengan adanya Trichoderma ini maka bahan organik tersebut akan di urai, dan setelah diurai oleh Trichoderma, zat-zat tersebut akan berubah menjadi ion-ion yang dapat diserap dan dimanfaatkan oleh tanaman. Dalam bahasa lain, trichoderma ini dapat berperan sebagai dekomposer lambat.

Sebagai Biopestisida (Fungisida Organik/Agen Hayati)

Trichoderma yang bersifat parasit terhadap jenis jamur lain ini, bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan dan penyebaran patogen tular tanah penyebab penyakit perakaran seperti : Fusarium Oxsporum, 

Ralstonia Solanacearum,

Rizoctonia Solani

Phytopthora Infestans dan lain-lain.

Sebagai Bio stimulant (Perangsang akar)

Jamur Trichoderma mempunyai kemampuan untuk meningkatkan kecepatan pertumbuhan dan perkembangan tanaman, terutama kemampuannya untuk menyebabkan produksi perakaran sehat dan meningkatkan angka kedalaman akar (lebih dalam di bawah permukaan tanah). Akar yang lebih dalam ini menyebabkan tanaman menjadi lebih resisten terhadap kekeringan, seperti pada tanaman palawija dan tanaman hias.

Beberapa jenis Trichoderma sp. yang potensial dikembangkan sebagai agens hayati adalah ; Thricohderma harzianum, Thricoderma virens, Trichoderma hamatum, Trichoderma amazonicum dan Trichoderma atroviride.

Demikian penjelasan tentang proses pembuatan Inokulum Jamur Tricoderma sp semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita untuk menuju ke Produk Pertanian yang berkualitas dan berbiaya rendah.

Wassalam...

Saung Tani
Hanif Miftahul Huda
D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet
Kab Demak Jawa Tengah 59573

Kontak Person

Copyright © 2020 INF Studio's

All Right NATURAL FARMING Indonesia


12 Agu 2020

CARA MENGGANDAKAN MIKORIZA DENGAN MUDAH

CARA MENGGANDAKAN JAMUR MIKORIZA

Assalamualaikum Sobat Tani....
Kali ini saya akan menjelaskan tentang tata cara Membuat atau mengisolasi Jamur Mikoriza, 
Proses infeksi akar Mikoriza
Terjadinya infeksi cendawan MA pada akar tanaman melalui beberapa tahap yaitu :

Tahap pre-simbiosis
Tahap perbanyakan seperti germinasi spora dan retraksi nuclei dan sitoplasma juga dapat terjadi pada cendawan MA. Perkembangan hifa berubah secara drastis ketika mendapat signal dari tanaman. Akar tanaman mengeluarkan eksudat akar berupa strigolactones yang dapat menstimulus germinasi spora pada beberapa cendawan MA. Senyawa ini membentuk gradient konsentrasi yang tinggi sehingga dipersepsikan sebagai indikator kedekatan dengan tanaman inang.

Beberapa penelitian melaporkan bahwa senyawa ini merupakan signal bagi cendawan MA dalam interaksi dengan tanaman inang. Tahap mendapatkan signal ini disebut dengan tahap pre-simbiosis yang dicirikan dengan pertumbuhan hifa, meningkatnya aktifitas fisiologi dan pembentukan cabang-cabang hifa. Selanjutnya tanaman menghasilkan mikoriza faktor (sering disebut dengan istilah Myc) yang ditandai dengan menginduksi gelombang kalsium pada sel epidermis dan mengaktifkan gen simbiosis pada tanaman. Cendawan MA membentuk appressoria yang disebut hyphopodia. Akibatnya tanaman membentuk prepenetration apparatus (PPA), selanjutnya hifa cendawan memasuki PPA sebagai jalan masuk hifa menembus jaringan akar.

Tahap infeksi
Dengan alat appressoria hifa cendawan masuk melakukan penetrasi pada akar
Pasca infeksi
Setelah penetrasi maka hifa tumbuh secara intraseluler, arbuskuler tumbuh di dalam sel sesaat setelah penetrasi. Arbuskular lebih kuat percabangannya dibanding hifa saat penetrasi sel. Arbuskuler hanya hidup 4-15 hari, kemudian mengalami degenerasi dan pemendekan pada sel inang. Pada saat pembentukan arbuskula, beberapa cendawan MA membentuk vesikel pada bagian intraseluler, dimana vesikel merupakan pembengkakan pada bagian apical atau interkalar dan hifa.
Perluasan infeksi cendawan MA dalam akar terjadi pada tiga fase :
  • Fase awal dimana saat infeksi primer
  • Fase eksponensial, dimana penyebaran dan pertumbuhan dalam akar berlangsung cepat
  • Fase setelah dimana pertumbuhan akar dan mikoriza sama.
Setelah terjadi infeksi primer dan fase awal, pertumbuhan hifa keluar dari akar dan berada pada daerah rhizosfer. Pada bagian ini strukur cendawan disebut hifa eksternal yang berfungsi sebagai penyerapan larutan hara dari tanah kedalam tanaman.
Sebelum memperbanyak mikoriza, perlu dibuat dulu starter mikoriza. Berikut langkah membuat starter/isolat mikoriza:
Ambil akar tanaman (boleh apa saja) yg sudah terkontaminasi mikoriza. Biasanya banyak terdapat di lahan yg gersang/tandus/miskin unsur hara. Yang paling bak sewaktu musim kemarau panjang. Gali sedalam 30-40 cm, lebih dalam lebih bagus.
Ciri2 akar yg terkontaminasi mikoriza akar diselimuti hifa jamur berwarna putuh dan akarnya panjang.
Jika sudah dapat sebaiknya biang mikoriza tsb dimasukan dalam wadah/tempat yang terhindar dari sinar matahari langsung.
Langkah-langkah perbanyakan massal mikoriza tingkat petani adalah sebagai berikut:
Persiapan Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang diperlukan dalam perbanyakn massal mikoriza adalah sebagai berikut:
Bak plastik
Ember plastik
Cetok
Hand sprayer
Dandang
Kompor
  • Sedangkan bahan yang diperlukan adalah sebagai berikut :
  • Starter mikoriza
  • Zeolit (dapat diganti dengan pasir laut atau sungai)
  • Benih Sorghum (dapat diganti dengan benih jagung)
Starter mikoriza, selain bisa dibuat sendiri, dapat diperoleh di beberapa tempat antara lain, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Serpong, Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta dan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Produksi
Tahap produksi diawali dengan sterilisasi media. Media perbanyakan Mikoriza yang berupa zeolit atau pasir disterilkan dengan menggunakan dandang. Panaskan media selama 1 (satu) sampai 2 (dua) jam, tujuan dari kegiatan ini adalah membunuh mikroorganisme yang hidup pada media perbanyakan. Dengan mati dan berkurangnya mikroorganisme tersebut maka akan mengurangi tingkat kompetisi antara Mikoriza dengan mikroorganisme lain. Selain itu tujuan sterilisasi media adalah agar tanaman inang (sorghum/jagung) tidak terserang hama dan penyakit.

Selanjutnya, media yang telah steril dimasukkan ke dalam bak plastik sebanyak ¾ dari volume bak plastik. Tanam benih sorgum/jagung pada media yang telah disiapkan. Benih yang akan ditanam sebaiknya dikecambahkan terlebih dahulu.

Benih yang telah berkecambah dapat meningkatkan presentase benih tersebut dapat tumbuh dengan baik, karena media tanam yang digunakan miskin akan unsur hara.
Cara menanam benih sorgum/jagung pada media zeolit adalah sebagai berikut :
Buat lubang tanam pada media zeolit. Lubang tanam sebaiknya tidak terlalu dalam, kira-kira 2-3 cm dari permukaan media.
Letakkan starter Mikoriza sebanyak 0,5-1 gram pada lubang tanam tersebut. Starter Mikoriza yang digunakan minimal mempunyai populasi spora 10-20 spora Mikoriza.
Tanam benih sorghum yang telah berkecambah dengan posisi tunas menghadap ke atas lalu tutup dengan zeolit.

Inkubasi Dan Perawatan
Inkubasi dan perawatan dalam usaha pengembangan dan produksi massal mikoriza skala petani sangat mudah. Inkubasi adalah proses pengontrolan dan pengamatan pertumbuhan tanaman inang yang diletakkan di suatau tempat tertentu.
Inkubasi tidak memerlukan ruang atau tempat khusus. Cukup letakkan pada lokasi yang cukup sinar matahari kemudian lakukan perawatan tanaman dengan penyiraman dan pemupukan.
Namun penyiraman jangan terlau sering dilakukan. Cukup dengan menjaga kelembaban permukaan media zeolit. Kemudian pemupukan dilakukan secukupnya, dengan pupuk yang mengandung nilai P rendah. Perawatan benih yang telah tumbuh juga meliputi pengamatan hama dan penyakit. Segera cabut tanaman-tanaman yang terserang hama dan penyakit atau tumbuh abnormal. Inkubasi dilakukan selama 2 (dua) bulan.

Stressing
Stressing adalah usaha menghambat atau menekan pertumbuhan tanaman inang dengan kondisi tertentu dengan tujuan agar mikoriza yang bersimbiosis dengan akar tanaman juga mengalami tekanan. Sehingga dalam kondisi tertekan mikoriza akan membentuk struktur tahan yaitu spora. Dalam bentuk spora inilah mikoriza dapat dipanen. Bentuk-bentuk stressing yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut. Tanpa penyiraman. Setelah selama 2 (dua) bulan tanaman inang dirawat dan diinkubasikan maka pada bulan ketiga lakukan stressing dengan cara tidak disiram selama 1 (satu) bulan. Dalam kondisi tanpa penyiraman secara otomatis akar akan tanaman berusaha keras untuk mencari sumber air. Pada saat inilah simbiosis antara akar tanaman dengan Mikoriza berjalan dengan optimal. Hifa-hifa Mikoriza akan memanjang untuk membantu akar tanaman mencari sumber air. Dengan pemaparan sinar matahari. Setelah perlakuan tanpa penyiraman, kombinasikan dengan perlakukan pemparan tanaman inang dibawah sinar matahari. Pemaparan sinar matahari ini akan semakin menekan kondisi fisik tanaman inang sehingga diharapkan dengan semakin tertekan kondisi fisiknya akan mempengaruhi juga kondisi mikoriza sehingga dalam kondisi yang tidak menguntungkan tersebut mikoriza akan membentuk spora untuk mempertahankan hidupnya.

Topping
Topping adalah memotong tajuk tanaman inang. Potong tajuk tanaman inang dan sisakan batang bawahnya kurang lebih tinggal ¾ nya saja. Dalam kondisi seperti ini tanaman inang dan mikoriza mengalami kondisi tekanan yang sangat tinggi. Tanaman inang akan mati, sedangkan mikoriza akan berusaha untuk mempertahankan diri. Dengan teori bahwa semua mikroorganisme jika mengalami kondisi yang tidak menguntungkan maka akan membentuk struktur tahan. Sama halnya dengan mikoriza yang juga merupakan mikroorgnisme. Hifa-hifa mikoriza akan mengerut dan membentuk spora. Dalam bentuk spora inilah mikoriza dapat di panen.

Pemanenan
Pemanenan dilakukan setelah tanaman inang mengalami stressing atau kurang lebih 3 (tiga) bulan. Cara pemanenan mikoriza adalah sebagai berikut :
Bongkar tanaman inang yang telah di stressing lalu campur dan aduk media tanam yang berupa zeolit.
Potong akar tanaman inang kecil-kecil dengan menggunakan gunting.
Campurkan potongan akar tanaman inang dengan zeolit.
Kemas mikoriza yang menggunakan bahan pembawa zeolit dengan menggunakan plastik.
Mikoriza siap untuk diaplikasikan.

Cara aplikasi ke lahan :

Caranya yaitu dengan membuat lubang tanam sedalam 5-10 cm, kemudian mengambil tanahnya dan mencampurnya dengan mikoriza. Untuk lahan yg cukup luas bisa langsung di campurkan dengan lahan sewaktu pengolahan tanah ( seminggu sebelum tanamDosis yang disarankan minimal 15-20 gram/bibit atau untuk 1 m2. Aplikasi sebaiknya dilakukan pada waktu sore hari (pukul 16.00-18.00 WIB).

Catatan : Sebaiknya pembiakan dibuat sebanyak mungkin disesuaikan dengan lahan yg akan di tanami. Aplikaasi hanya sekali untuk seumur hidup, selama tidak memakai pestisida kimia.
Jika ingin mengetahui kualitas mikoriza hasil perbanyakan massal yang telah dilakukan maka harus dilakukan pengamatan mikroskopik dengan menggunakan alat bantu mikroskop di laboratorium.
Mikoriza dapat dikatakan berkualitas jika jumlah spora Mikoriza tiap gram medianya mengandung 10-20 spora. Mikoriza dengan bahan pembawa zeolit dapat bertahan sampai 1 tahun. Dengan masa penyimpanan yang semakin lama maka akan terjadi penurunan kualitas. Sehingga setelah dipanen mikoriza sebaiknya segera untuk diaplikasikan sebagai pupuk hayati.
Pengembangan dan perbanyakan massal mikoriza di tingkat petani akan semakin mudah dengan teknologi di atas. Dengan teknologi tepat guna, dengan menggunakan bahan dan alat yang sederhana petani mampu memproduksi mikoriza secara mandiri.

Demikian penjelasan tentang proses pembuatan Inokulum Jamur Mikoriza semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita untuk menuju ke Produk Pertanian yang berkualitas dan berbiaya rendah.
Wassalam...

Saung Tani
Hanif Miftahul Huda
D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet
Kab Demak Jawa Tengah 59573

Kontak Person

Copyright © 2020 Natural Farming Indonesia