Agriculture Farming Service

Agriculture Farming Service – Layanan pertanian modern yang membantu petani meningkatkan hasil panen melalui teknologi, manajemen lahan, dan solusi berkelanjutan

Breaking News

Breaking News! Simak kabar terbaru dan paling update hanya di sini. Kami hadir menyajikan informasi tercepat, akurat, dan terpercaya langsung dari lapangan. Jangan lewatkan momen penting yang sedang terjadi sekarang juga!

Seputar Olah Raga

Breaking News Olahraga! ⚽🏀🏸

Update tercepat tentang kabar olahraga terkini dari dalam dan luar negeri. Mulai dari sepak bola, bulu tangkis, basket, hingga olahraga trending lainnya. Simak informasi paling fresh dan jangan lewatkan momen bersejarah di dunia olahraga!

📌 Subscribe dan aktifkan notifikasi 🔔 biar nggak ketinggalan kabar terbaru.

Channel Katebat

KATEBAD ala kocak! 🤣🎥

Film pendek parodi yang menggabungkan berita terkini dengan sentuhan humor segar. Dijamin bikin ngakak tapi tetap ada pesan yang bisa dipetik. Tonton sampai habis, karena ending-nya bikin kaget!

📌 Jangan lupa Subscribe, kasih like 👍, dan share ke teman biar ikut ketawa bareng.

Info Seputar Megawati

Arabica Coffee House Kadınlar 1. Ligi, adalah nama resmi dari kompetisi Voleybol Kadınlar 1. Ligi di bawah naungan Türkiye Voleybol Federasyonu (TVF), yang kini menjadi penyelenggara utama dengan status nama sponsor

Tampilkan postingan dengan label Metode Jadam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Metode Jadam. Tampilkan semua postingan

25 Nov 2024

Budidaya Cabe Merah Keriting Metode Organik: Dari Awal Hingga Panen

Budidaya Cabe Merah Keriting Metode Organik: Dari Awal Hingga Panen

ORGANIK NUSANTARA - Pernah nggak, kalian merasa frustrasi mencoba menanam cabe merah keriting, tapi hasilnya jauh dari harapan? Aku pernah. Dulu, saya pikir, “Ah, tinggal tanam benih, siram air, terus tinggal tunggu panen.” Ya, ternyata nggak semudah itu. Tanaman cabe itu lumayan rewel. Kalau salah perawatan sedikit saja, daun kuning, buah nggak keluar, atau lebih parah lagi, kena hama. Tapi setelah mencoba dan gagal beberapa kali, akhirnya saya menemukan metode organik yang benar-benar bekerja. Dan yang paling bikin puas, hasilnya bukan cuma melimpah, tapi juga sehat tanpa pupuk kimia.

Jadi, di sini saya mau berbagi pengalaman dari awal sampai panen. Kita bahas mulai dari pemilihan benih, persiapan lahan, perawatan, hingga mengatasi tantangan seperti hama. Santai aja, nggak usah kaku. Yuk, langsung aja kita mulai!

Pemilihan Benih : Fondasi Utama

Salah satu pelajaran paling awal yang saya dapat: jangan asal pilih benih. Saya pernah beli benih yang murah di pasar, dan ternyata tingkat tumbuhnya rendah banget. Dari 100 biji, yang tumbuh cuma 30%. Waktu itu saya ngerasa rugi waktu dan energi.

Jadi, kalau mau serius, pilih benih yang sudah bersertifikat atau dari petani lokal yang terpercaya. Saya pribadi suka pakai benih lokal karena biasanya lebih tahan terhadap iklim setempat. Untuk cabe merah keriting, pilih varietas yang sesuai dengan kondisi cuaca di tempat Anda. Misalnya, di dataran rendah hingga menengah, varietas seperti Tanjung 1 atau Laris sangat cocok. Oh ya, pastikan benih yang dipilih masih segar. Caranya gampang, rendam benih di air hangat (sekitar 50°C) selama 5-10 menit. Benih yang mengapung biasanya nggak layak ditanam.

Persiapan Lahan : Di Sini Rahasia Tanaman Sehat

Setelah benih siap, langkah selanjutnya adalah mempersiapkan lahan. Kalau ngomongin metode organik, ini bagian yang paling penting. Tanah harus subur dan kaya nutrisi. Jadi, saya selalu mulai dengan membuat pupuk organik sendiri. Kompos dari sampah dapur, pupuk kandang fermentasi, dan sekam bakar adalah bahan andalan saya. Berikut adalah Langkah-Langkah Persiapan Lahan:

Pengolahan Tanah

Cangkul tanah sedalam 20-30 cm supaya gembur. Ini penting biar akar cabe bisa tumbuh dengan bebas. Kalau tanahnya keras, tanaman nggak bisa berkembang optimal.

Pemberian Pupuk Dasar

Saya biasanya mencampur kompos dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1. Untuk luas 1 meter persegi, gunakan sekitar 5 kg campuran ini. Sebar merata di atas lahan, lalu biarkan selama 1 minggu sebelum menanam.

Pengendalian pH Tanah

Cabe merah keriting suka tanah dengan pH 6-7. Kalau terlalu asam, tambahkan dolomit (kapur pertanian). Saya pernah mengabaikan ini, dan hasilnya, cabe saya nggak berbuah maksimal.

Penyemaian: Kunci Awal Keberhasilan

Pernah nggak merasa gemas karena benih nggak tumbuh? Saya pernah. Ternyata, penyemaian itu butuh perhatian ekstra. Jangan langsung tanam di lahan utama, terutama kalau cuaca sering berubah-ubah.

  • Langkah penyemaian yang saya pakai:
  • Siapkan baki semai atau polybag kecil.
  • Campur tanah gembur dengan kompos (perbandingan 1:1).
  • Tanam benih sedalam 0,5 cm, lalu tutup dengan tanah tipis. Jangan terlalu dalam ya, nanti benih susah muncul.
  • Siram tipis-tipis dengan sprayer. Jangan terlalu basah, cukup lembab.
  • Simpan di tempat teduh, tapi tetap dapat cahaya matahari pagi.
  • Biasanya, dalam waktu 5-7 hari, tunas akan mulai muncul. Saat sudah berdaun empat, bibit siap dipindahkan ke lahan utama.

Penanaman di Lahan Utama

Waktu yang ideal untuk memindahkan bibit ke lahan adalah pagi atau sore hari. Hindari siang bolong karena tanaman bisa stres. Saya pernah nekad nanam jam 1 siang, dan hasilnya, banyak bibit yang layu keesokan harinya.

Tips Penting :

Jarak tanam ideal untuk cabe merah keriting adalah 50 cm antar tanaman. Ini penting untuk sirkulasi udara dan mencegah penyebaran penyakit.

Setelah menanam, siram dengan air secukupnya. Jangan terlalu banyak, nanti akarnya busuk.

Perawatan Rutin: Kerja Keras Mulai di Sini

Nah, setelah tanaman tumbuh, perawatan rutin jadi hal paling penting. Di sinilah saya sering gagal dulu. Tanaman cabe itu benar-benar butuh perhatian ekstra. Salah satu kesalahan saya dulu adalah nggak konsisten menyiram. Kadang lupa, kadang kebanyakan.

Penyiraman

Penyiraman adalah salah satu aspek terpenting dalam budidaya cabe merah, termasuk varietas keriting. Waktu penyiraman yang tepat tidak hanya membantu pertumbuhan tanaman, tetapi juga mencegah masalah seperti busuk akar atau tanaman layu. Berikut adalah panduan tentang waktu penyiraman yang ideal:

Pagi Hari : Waktu Terbaik

Penyiraman pada pagi hari, antara pukul 06.00 hingga 08.00, adalah waktu yang paling direkomendasikan.

Alasan : Pada pagi hari, suhu udara masih sejuk, sehingga air dapat meresap ke dalam tanah tanpa terlalu banyak menguap. Ini memberikan cukup kelembaban untuk tanaman selama aktivitas fotosintesis di siang hari.

Manfaat : Mengurangi risiko penyakit jamur yang sering terjadi jika tanaman basah terlalu lama pada malam hari.

Sore Hari : Alternatif Saat Musim Kemarau
Jika cuaca sangat panas atau tanah terlihat kering, penyiraman tambahan dapat dilakukan pada sore hari, sekitar pukul 16.00-17.00.

Catatan Penting : Hindari menyiram terlalu larut, karena air yang tidak terserap sempurna dapat memicu pertumbuhan jamur atau busuk akar.

Frekuensi Penyiraman
Musim Kemarau: Siram setiap hari, terutama jika tanah cepat kering.
Musim Hujan: Kurangi penyiraman, cukup cek kelembaban tanah. Jika masih basah, penyiraman bisa dilewati untuk mencegah genangan air.

Tanda-Tanda Tanaman Membutuhkan Air

  1. Daun terlihat layu di siang hari dan tidak pulih di pagi hari.
  2. Tanah di sekitar tanaman retak atau terasa kering saat disentuh.
  3. Pertumbuhan tanaman melambat.
  4. Kesalahan yang Harus Dihindari
  5. Penyiraman Siang Hari

Air yang disiram pada siang hari, terutama saat matahari terik, cepat menguap dan tidak efektif. Selain itu, tetesan air di daun bisa berfungsi seperti lensa pembesar, menyebabkan luka bakar pada daun.

Penyiraman Berlebihan
Tanah yang terlalu basah dapat menyebabkan busuk akar dan mengurangi penyerapan oksigen oleh akar.

Dengan menyiram di waktu yang tepat, tanaman cabe merah Anda akan tumbuh lebih sehat dan produktif. Pastikan untuk selalu memeriksa kondisi tanah dan menyesuaikan frekuensi penyiraman sesuai dengan cuaca dan kebutuhan tanaman. 🌱

Jenis Pupuk yang Dibutuhkan

Tanaman cabe merah keriting membutuhkan tiga unsur hara utama:

  1. Nitrogen (N): Mendukung pertumbuhan daun dan batang.
  2. Fosfor (P): Merangsang pertumbuhan akar dan pembentukan bunga.
  3. Kalium (K): Memperkuat tanaman dan meningkatkan kualitas buah.

Pilihan Pupuk Organik yang Dapat Digunakan

  1. Pupuk Kandang

    • Pupuk dari kotoran sapi, kambing, atau ayam yang telah difermentasi.
    • Kaya akan nitrogen dan mikroorganisme yang membantu kesuburan tanah.
    • Gunakan sekitar 2-5 kg/m² sebagai pupuk dasar.
  2. Kompos

    • Terbuat dari limbah organik seperti sisa sayuran atau daun kering.
    • Mengandung berbagai nutrisi mikro yang membantu struktur tanah.
  3. Pupuk Cair Organik

    • Dibuat dari fermentasi bahan organik seperti limbah dapur, air kelapa, dan gula merah.
    • Sangat efektif untuk pemupukan susulan.
  4. Abu Sekam atau Abu Dapur

    • Sumber kalium alami yang membantu meningkatkan kualitas buah.
  5. Pupuk Hijau

    • Terbuat dari tanaman seperti daun lamtoro atau kacang-kacangan.

Waktu dan Cara Pemupukan

Pemupukan dilakukan dalam beberapa tahap sesuai fase pertumbuhan tanaman:

1. Pupuk Dasar (Pra-Tanam)

Dilakukan saat persiapan lahan untuk memberikan nutrisi awal.

  • Komposisi: Campurkan kompos atau pupuk kandang dengan tanah dalam perbandingan 2:1.
  • Cara: Sebar merata di lahan dan biarkan selama 1-2 minggu agar hara terserap sempurna sebelum penanaman.

2. Pupuk Susulan

Diberikan secara berkala setelah tanaman mulai tumbuh:

  • Tahap Vegetatif (0-30 HST)

    • Fokus pada pemberian nitrogen untuk mendukung pertumbuhan daun.
    • Gunakan pupuk cair organik atau larutan kotoran kambing yang difermentasi.
    • Frekuensi: 10 hari sekali.
    • Dosis: Campur 1 liter pupuk cair dengan 10 liter air, lalu siramkan di sekitar akar.
  • Tahap Generatif (30 HST ke Atas)

    • Tanaman mulai berbunga, sehingga kebutuhan fosfor dan kalium meningkat.
    • Gunakan campuran pupuk cair organik dengan abu sekam.
    • Frekuensi: 10-14 hari sekali.

Komposisi Pupuk yang Ideal

Berikut adalah panduan proporsi nutrisi sesuai tahap pertumbuhan:

  1. Tahap Pertumbuhan Awal (0-30 HST)

    • Nitrogen (N): 50%
    • Fosfor (P): 30%
    • Kalium (K): 20%
    • Gunakan pupuk kandang + kompos.
  2. Tahap Pembentukan Bunga dan Buah (30-60 HST)

    • Nitrogen (N): 20%
    • Fosfor (P): 40%
    • Kalium (K): 40%
    • Kombinasikan pupuk cair organik dengan abu sekam atau pupuk hijau.
  3. Tahap Pemeliharaan Buah (60 HST ke Atas)

    • Nitrogen (N): 10%
    • Fosfor (P): 30%
    • Kalium (K): 60%
    • Fokus pada kalium untuk menjaga kualitas buah agar tidak mudah busuk.

Tips Efektif dalam Pemupukan

  1. Fermentasikan Pupuk Kandang
    Jangan gunakan pupuk kandang mentah, karena bisa membawa patogen yang merugikan. Fermentasi selama 2-4 minggu sebelum digunakan.

  2. Jangan Berlebihan
    Terlalu banyak pupuk justru bisa merusak tanaman. Ikuti dosis yang disarankan.

  3. Gunakan Mulsa
    Untuk menjaga kelembaban tanah dan mencegah penguapan pupuk, gunakan mulsa dari jerami atau plastik hitam perak.

  4. Pemupukan Tambahan saat Dibutuhkan
    Jika tanaman menunjukkan tanda kekurangan hara, seperti daun menguning (kekurangan nitrogen) atau buah kecil (kekurangan kalium), tambahkan pupuk cair organik dengan proporsi yang sesuai.

Dengan mengikuti panduan di atas, pemupukan pada budidaya cabe merah keriting Anda akan lebih terarah, sehingga tanaman tumbuh optimal dan menghasilkan panen yang melimpah. 🌱🌶️

Hasilnya? Tanaman saya lebih subur, dan buahnya lebih besar.

Menghadapi Hama dan Penyakit

Ini bagian yang dulu paling bikin saya frustrasi. Kalau nggak siap, hama seperti kutu daun, lalat buah, atau penyakit layu fusarium bisa merusak segalanya. Tapi tenang, metode organik punya banyak solusi.

Kutu Daun: Gunakan campuran air sabun cuci piring dan bawang putih sebagai semprotan alami. Saya pakai ini setiap 3 hari sekali, dan kutu langsung kabur.

Lalat Buah: Pasang perangkap dengan botol bekas yang diisi larutan gula dan cuka.

Layu Fusarium: Jangan overwatering, dan gunakan fungisida organik seperti ekstrak daun sirih.

Panen dan Pasca Panen

Akhirnya, setelah 90-100 hari, tanaman cabe siap dipanen. Buah yang matang biasanya berwarna merah cerah dan mengkilap. Saya biasanya memanen pagi hari, karena saat itu kadar air dalam buah lebih stabil.

Oh ya, setelah panen, jangan langsung taruh di tempat lembab. Saya pernah melakukan itu, dan banyak buah yang cepat busuk.

Kesimpulan:

Metode organik memang butuh usaha ekstra, tapi hasilnya sangat memuaskan. Tanaman lebih sehat, rasa lebih enak, dan kita juga ikut berkontribusi pada kelestarian lingkungan. Jadi, kalau kalian tertarik mencoba budidaya cabe merah keriting, jangan takut gagal. Justru dari kegagalan, kita belajar lebih banyak. Selamat mencoba, dan semoga panen melimpah! 

17 Des 2023

Manfaat Luar Biasa Jamur Trichoderma sp. dalam Pertanian Berkelanjutan

Manfaat Luar Biasa Jamur Trichoderma sp. dalam Pertanian Berkelanjutan

Jamur Trichoderma sp

Pengenalan Jamur Trichoderma sp.

Manfa'at luar biasa Jamur Trichoderma sp telah menjadi topik hangat di kalangan para ahli pertanian dan bioteknologi karena potensinya yang luar biasa dalam meningkatkan kesehatan tanaman dan tanah. Sebagai agen biokontrol, Jamur Trichoderma sp. menawarkan solusi ramah lingkungan untuk mengatasi berbagai penyakit tanaman.

Dikenal karena kemampuannya dalam mempercepat pertumbuhan tanaman dan meningkatkan resistensi terhadap stres lingkungan, jamur ini telah menjadi pilihan utama bagi petani yang menginginkan praktik pertanian yang berkelanjutan. Dalam paragraf ini, kita akan menjelajahi karakteristik unik dari Jamur Trichoderma sp dan bagaimana ia dapat merevolusi praktik pertanian modern.

Jenis Jenis Trichoderma 

Beberapa jenis jamur Trichoderma adalah : Trichoderma harzianum, Trichoderma atroviride, Trichoderma viride, Trichoderma virens, Trichoderma koningii. 

Jamur Trichoderma merupakan cendawan (fungi) yang termasuk dalam kelas ascomycetes. Jamur ini banyak ditemukan di dalam tanah hutan maupun tanah pertanian atau pada tunggul kayu. Jamur Trichoderma dikenal sebagai jamur agensia pengendali hayati yang memiliki kisaran inang luas.

Patogen yang mampu dikendalikan oleh Trichoderma sp., antara lain: Rizoctonia solani, Fusarium oxysporum, Candida albicans, Armillaria mellea, Pythium aphanidermatum. 

Jamur Trichoderma harzianum merupakan salah satu jenis jamur yang mampu berperan sebagai pengendali hayati karena mempunyai aktivitas antagonistik yang tinggi terhadap jamur patogen tular tanah.

Trichoderma sp. sebagai Agen Biokontrol

Jamur Trichoderma sp. berperan penting dalam pengendalian penyakit tanaman. Jamur ini secara alami menghasilkan senyawa antimikroba yang dapat menghambat pertumbuhan patogen tanaman. Ini berarti petani dapat mengurangi penggunaan pestisida kimia yang berbahaya, mengarah pada pertanian yang lebih aman dan lebih berkelanjutan. Studi telah menunjukkan bahwa Jamur Trichoderma sp. efektif melawan berbagai patogen tanah, termasuk Phytophthora, Fusarium, dan Rhizoctonia. Penggunaan Trichoderma sp. tidak hanya membantu dalam mengurangi biaya produksi tetapi juga memastikan hasil panen yang lebih sehat dan lebih aman untuk konsumsi.

Peningkatan Pertumbuhan dan Hasil Panen

Selain sebagai agen biokontrol, Jamur Trichoderma sp. juga dikenal dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil panen. Jamur ini memfasilitasi penyerapan nutrisi oleh tanaman dan meningkatkan kesehatan akar. Hal ini mengarah pada pertumbuhan tanaman yang lebih kuat dan hasil panen yang lebih tinggi. Jamur Trichoderma sp. juga meningkatkan ketahanan tanaman terhadap stres abiotik seperti kekeringan dan suhu ekstrem, membuatnya sangat berharga di daerah dengan kondisi iklim yang keras.

Trichoderma sp. dan Kelestarian Lingkungan

Penggunaan Jamur Trichoderma sp. dalam pertanian tidak hanya menguntungkan tanaman tetapi juga lingkungan. Dengan mengurangi kebutuhan akan pestisida dan pupuk kimia, Trichoderma sp. membantu menjaga keseimbangan ekosistem. Ini berkontribusi pada kelestarian tanah dan air, mengurangi pencemaran dan menjaga keanekaragaman hayati. Dalam konteks perubahan iklim dan kebutuhan mendesak untuk praktik pertanian yang lebih berkelanjutan, Jamur Trichoderma sp. menawarkan solusi yang menjanjikan.

Potensi Revolusioner Jamur Trichoderma sp. dalam Pertanian Berkelanjutan
Jamur Trichoderma sp. muncul sebagai solusi inovatif dan berkelanjutan dalam dunia pertanian. Kemampuannya sebagai agen biokontrol yang efektif menawarkan alternatif ramah lingkungan untuk pestisida kimia, mengurangi dampak negatif terhadap ekosistem dan kesehatan manusia. Lebih dari itu, Trichoderma sp. berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan dan hasil panen, memperkuat ketahanan tanaman terhadap stres lingkungan, dan mempromosikan penggunaan sumber daya secara lebih efisien.

Implementasi dan Tantangan

Meskipun manfaat Jamur Trichoderma sp. sudah jelas, implementasinya di lapangan masih menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah kebutuhan untuk penyesuaian spesifik tergantung pada jenis tanaman dan kondisi lingkungan. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengoptimalkan penggunaan Jamur Trichoderma sp. dalam berbagai sistem pertanian. Selain itu, penyebaran informasi dan pelatihan bagi petani tentang cara menggunakan Trichoderma sp. secara efektif juga penting untuk memastikan adopsi yang luas.

Penerapan Jamur Trichoderma sp. dalam skala luas dapat membawa perubahan signifikan dalam praktik pertanian, mengarah pada produksi pangan yang lebih berkelanjutan dan aman. Meskipun terdapat tantangan dalam implementasinya, terutama terkait dengan penyesuaian di berbagai kondisi pertanian dan penyebaran pengetahuan kepada petani, potensinya tidak dapat diabaikan.

Kesimpulan dan Masa Depan

Jamur Trichoderma sp menawarkan jalan menuju pertanian yang lebih berkelanjutan dan efisien. Dengan kemampuannya yang luar biasa dalam mengendalikan penyakit tanaman, meningkatkan pertumbuhan, dan mendukung kelestarian lingkungan, Trichoderma sp. berpotensi besar dalam mengubah wajah pertanian modern. Seiring berkembangnya penelitian dan teknologi, kita dapat mengharapkan integrasi yang lebih luas dari Trichoderma sp. dalam praktik pertanian, membawa kita lebih dekat ke masa depan pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Dengan penelitian dan pengembangan yang berkelanjutan, Trichoderma sp. berpotensi menjadi kunci utama dalam mengatasi tantangan pertanian modern, seperti kebutuhan akan produksi pangan yang lebih tinggi, pengelolaan penyakit tanaman yang lebih efektif, dan kebutuhan mendesak untuk praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan. Kita berada di ambang revolusi hijau baru, di mana Trichoderma sp. dapat memainkan peran penting dalam membentuk masa depan pertanian yang lebih berkelanjutan dan produktif.

21 Apr 2023

Definisi Pertanian Organik Dan Keuntungannya

Pertanian organik adalah sistem pertanian yang didasarkan pada prinsip-prinsip ekologi dan pengelolaan tanah yang berkelanjutan. Dalam pertanian organik, digunakan metode alami untuk mengendalikan hama dan penyakit, memperbaiki kesuburan tanah, dan menjaga keseimbangan ekosistem.

Keuntungan dari pertanian organik antara lain :

  • Produk pertanian organik lebih sehat karena tidak menggunakan pestisida dan herbisida sintetis, sehingga terhindar dari residu kimia berbahaya.
  • Pertanian organik ramah lingkungan karena tidak mencemari tanah dan air dengan bahan kimia berbahaya, serta memperbaiki kualitas tanah dan kesuburan tanah.
  • Pertanian organik mendukung kesehatan dan kesejahteraan hewan, karena hewan diberi pakan alami dan bebas dari hormon pertumbuhan dan antibiotik.
  • Pertanian organik membantu memelihara keanekaragaman hayati karena tidak menggunakan pestisida sintetis yang dapat membunuh serangga dan mikroba yang bermanfaat.
  • Pertanian organik dapat meningkatkan pendapatan petani karena produk organik biasanya memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan dengan produk konvensional. Selain itu, biaya produksi dapat dikurangi karena tidak perlu membeli pupuk dan pestisida sintetis.
  • Pertanian organik juga dapat meningkatkan kualitas hidup petani karena tidak terpapar bahan kimia berbahaya yang dapat berdampak negatif pada kesehatan.
  • Pertanian organik dapat memperkuat keberlanjutan pertanian karena memperbaiki kesuburan tanah dan menjaga keseimbangan ekosistem, sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada input luar seperti pupuk dan pestisida sintetis.
  • Pertanian organik dapat mempromosikan ketahanan pangan, karena menghasilkan produk pertanian yang sehat dan berkualitas tinggi serta mengurangi risiko kerusakan lingkungan yang dapat mengganggu produksi pangan di masa depan.
  • Pertanian organik juga dapat membangun komunitas lokal yang kuat, karena melibatkan petani lokal dan mengembangkan pasar lokal yang berkelanjutan.
  • Terakhir, pertanian organik merupakan solusi yang berkelanjutan dan jangka panjang untuk menghadapi masalah lingkungan dan kesehatan yang semakin kompleks di dunia modern saat ini.

Namun, perlu diingat bahwa pertanian organik juga memiliki tantangan dan keterbatasan tersendiri, seperti risiko produksi yang lebih tinggi dan biaya produksi yang lebih mahal. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dan regulasi yang tepat untuk memfasilitasi perkembangan pertanian organik di Indonesia dan menjaga keberlangsungan sistem pertanian yang berkelanjutan.

Dalam kesimpulannya, pertanian organik adalah sistem pertanian yang didasarkan pada prinsip-prinsip ekologi dan pengelolaan tanah yang berkelanjutan. Sistem pertanian ini memberikan banyak keuntungan, seperti produk yang lebih sehat dan ramah lingkungan, dukungan kesehatan dan kesejahteraan hewan, serta meningkatkan pendapatan petani dan memperkuat keberlanjutan pertanian. Namun, pertanian organik juga memiliki tantangan dan keterbatasan tersendiri yang perlu diatasi dengan dukungan dan regulasi yang tepat. Oleh karena itu, pertanian organik merupakan solusi yang berkelanjutan dan jangka panjang untuk menghadapi masalah lingkungan dan kesehatan yang semakin kompleks di dunia modern saat ini.

Baca Juga : Mengungkap 5 fakta menarik tentang metode pertanian organik

8 Mar 2023

IRIGASI PERTANIAN - BERPERAN PENTING UNTUK TINGKAN PRODUKTIVITA TANAMAN

Irigasi Pertanian - Pentingnya Dalam Meningkatkan Produktivitas Tanaman

Sistem Irigasi Pertanian Regeneratif

Kali ini kita akan membahas pentingnya irigasi pertanian dalam meningkatkan produktivitas tanaman dan memberikan informasi tentang manfaat dan cara penggunaannya. Irigasi pertanian adalah metode penyediaan air buatan yang membantu petani meningkatkan produktivitas tanaman mereka. bagaimana petani dapat mengoptimalkan penggunaannya? kita akan membahasnya kali ini.

Pentingnya irigasi yang efisien dan efektif dalam meningkatkan produktivitas dan hasil panen. terdapat beberapa teknik dan cara untuk mengoptimalkan sistem irigasi ini, seperti menggunakan teknologi

Namun perlu di ingat penerapkan praktik konservasi air juga sangat penting dalam meningkatkan efisiensi sistem irigasi.

Dengan melakukan semua ini, diharapkan akan meningkatkan hasil panen yang lebih menguntungkan bagi para petani.

Table of Content

Manfaat Irigasi Pertanian
Irigasi memiliki banyak manfaat bagi petani, di antaranya :

  • Meningkatkan ketersediaan air untuk tanaman - Dengan irigasi, petani dapat memberikn air yang cukup untuk tanaman mereka, terutama pada musim kemarau.
  • Meningkatkan produktivitas - Tanaman yang ditanam dengan irigasi cenderung lebih produktif dan berkualitas karena mendapatkan nutrisi dan air yang cukup.
  • Meningkatkan kualitas tanaman - Irigasi membantu mengendalikan kualitas air yang digunakan untuk irigasi, yang pada gilirannya meningkatkan kualitas tanaman yang dihasilkan.
  • Mengurangi risiko kekeringan - Dengan irigasi, petani dapat menghindari risiko kekeringan yang dapat merusak tanaman dan mengurangi hasil panen.
  • Mengurangi biaya produksi, dalam jangka panjang irigasi dapat membantu mengurangi biaya produksi petani karena mereka tidak lagi bergantung pada curah hujan untuk mengairi tanaman mereka.

Jenis-jenis Irigasi Pertanian :
Ada beberapa jenis irigasi pertanian yang berbeda yang dapat digunakan oleh petani, di antaranya :

  • Drip Irrigation
  • Irigasi Permukaan
  • Menggunakan Sprinkler
  • Teknologi Smart Irrigation
  • Penggunaan Sensor Tanah

Berikut penjelasan singkat tentang jenis-jenis Irigasi untuk pertanian yang sudah umum digunakan atau diterapkan dikalangan para petani, antara lain adalah sebagai berikut :

Irigasi Tetes (Drip Irrigation)
Irigasi tetes adalah jenis irigasi yang mengalirkan air secara perlahan-lahan melalui pipa kecil atau selang ke akar tanaman. Sistem irigasi tetes sangat efisien karena air diberikan secara langsung ke akar tanaman dan tidak terbuang ke permukaan tanah.

Irigasi Permukaan
Irigasi permukaan adalah jenis irigasi yang mengalirkan air melalui permukaan tanah dengan menggunakan aliran air yang lambat dan merata. Sistem irigasi ini sangat cocok untuk lahan pertanian yang berbentuk datar.

Irigasi Sprinkler
Irigasi sprinkler adalah jenis irigasi yang mengalirkan air dalam bentuk semprotan ke seluruh area tanaman. Sistem ini lebih cocok untuk tanaman yang membutuhkan curah hujan yang cukup tinggi.

Menggunakan Teknologi Smart Irrigation
Teknologi smart irrigation memungkinkan pengaturan irigasi pertanian secara otomatis berdasarkan kondisi cuaca dan kebutuhan air tanaman. Dengan menggunakan teknologi ini, penggunaan air dapat dioptimalkan sehingga dapat menghemat biaya dan meningkatkan hasil panen.

Penggunaan Sensor Tanah
Penggunaan sensor tanah dapat membantu petani dalam mengukur kelembaban tanah dan kebutuhan air tanaman. Dengan mengukur tingkat kelembaban tanah, petani dapat menentukan waktu yang tepat untuk melakukan irigasi dan menghindari penggunaan air yang berlebihan.

Pemilihan Jenis Sistem Irigasi yang Tepat
Pemilihan jenis sistem irigasi yang tepat dapat membantu meningkatkan produktivitas dan hasil panen. Pilihlah sistem irigasi yang cocok untuk jenis tanaman dan lahan pertanian Anda.

Pemeliharaan Sistem Irigasi yang Rutin
Pemeliharaan sistem irigasi yang rutin juga sangat penting untuk menjaga keefektifan dan efisiensi sistem irigasi. Pastikan sistem irigasi terawat dengan baik, pipa tidak bocor, dan perangkat sistem irigasi berfungsi dengan baik. Periksa secara berkala sistem irigasi agar tidak ada kendala saat musim tanam tiba.

Menerapkan Praktik Konservasi Air

  • Menerapkan praktik konservasi air juga dapat membantu meningkatkan efisiensi sistem irigasi. Beberapa praktik konservasi air yang dapat dilakukan adalah :
  • Memperbaiki sistem irigasi yang bocor atau rusak untuk menghindari pemborosan air
  • Menggunakan pupuk organik untuk meningkatkan kemampuan tanah dalam menahan air.
  • Mengurangi penggunaan pestisida dan herbisida yang berlebihan, karena hal tersebut dapat mengurangi kemampuan tanah untuk menahan air
  • Menanam tanaman yang cocok untuk kondisi lingkungan setempat dan kebutuhan air yang rendah.
Baca Juga Artikel : Pertanian Regeneratif Untuk Mewujudkan Pertanian Berkelanjutan

Tentukan Jadwal Penyiraman Yang Tepat
Penting untuk menentukan jadwal penyiraman yang tepat dalam sistem irigasi pertanian. Jadwal penyiraman yang tepat dapat membantu menjaga ketersediaan air yang cukup untuk tanaman dan mencegah kekurangan atau kelebihan air yang dapat merusak tanaman.

Jadwal penyiraman tergantung pada beberapa faktor, seperti jenis tanaman, kondisi cuaca, jenis tanah, dan jenis sistem irigasi yang digunakan. Umumnya, tanaman membutuhkan air setiap 2-3 hari sekali tergantung pada kondisi cuaca dan jenis tanah. Namun, jangan terlalu sering menyiram tanaman karena dapat menyebabkan kelebihan air yang bisa membuat akar tanaman membusuk. Sebaliknya, jika terlalu jarang menyiram tanaman, maka tanaman bisa kekurangan air dan mengalami kekeringan. Oleh karena itu, petani harus menentukan jadwal penyiraman yang tepat dan konsisten untuk memastikan ketersediaan air yang cukup untuk tanaman dan meningkatkan hasil panen.

Pertahankan Sistem Irigasi Dengan Baik
Pastikan sistem irigasi Anda berfungsi dengan baik dan tetap terawat agar tidak mengganggu produktivitas lahan pertanian Anda. Setelah memilih jenis sistem irigasi yang tepat dan menentukan jadwal penyiraman yang tepat, penting untuk menjaga dan merawat sistem irigasi dengan baik. 

Merawat sistem irigasi dapat membantu memastikan ketersediaan air yang cukup untuk tanaman, mencegah kerusakan pada pipa dan selang, serta menghemat biaya.

Konsultasikan Dengan Ahli
Jika Anda memiliki pertanyaan atau kesulitan dalam menggunakan sistem irigasi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahli pertanian atau petani yang sudah berpengalaman.

Kesimpulan
Irigasi pertanian adalah metode yang penting bagi petani untuk meningkatkan produktivitas tanaman mereka. Dengan memilih jenis irigasi yang tepat, memperhatikan kualitas air, menentukan jadwal penyiraman yang tepat, menjaga sistem irigasi dengan baik, dan berkonsultasi dengan ahli jika diperlukan, petani dapat mengoptimalkan penggunaan irigasi pertanian dan meningkatkan hasil panen mereka.

Dengan irigasi yang tepat, kita dapat memastikan ketersediaan pangan yang cukup untuk masyarakat. sistem irigasi pertanian yang baik adalah salah satu kunci utama dalam mencapai hasil panen yang optimal. Dalam dunia pertanian, keberhasilan usaha pertanian sangat bergantung pada sistem irigasi yang baik dan teratur. Oleh karena itu, penting bagi petani untuk memilih jenis irigasi yang tepat dan memperhatikan kualitas air yang digunakan untuk menyirami tanaman.

Baca Juga Artikel : Mengenal Jenis-Jenis Mikoriza Dan Manfaatnya Untuk Pertumbuhan Tanaman


FAQs tentang Irigasi Pertanian :
Apa itu irigasi pertanian?
Irigasi pertanian adalah metode penyediaan air buatan yang membantu petani meningkatkan produktivitas tanaman mereka.
Mengapa irigasi pertanian penting?
Irigasi pertanian penting karena membantu meningkatkan ketersediaan air untuk tanaman, meningkatkan produktivitas, meningkatkan kualitas tanaman, mengurangi risiko kekeringan, dan mengurangi biaya produksi.
Apa jenis-jenis irigasi pertanian yang tersedia?
Jenis-jenis irigasi pertanian yang tersedia meliputi irigasi tetes, irigasi permukaan, irigasi sprinkler, irigasi subirigasi, dan irigasi pasang surut.
Apa manfaat dari irigasi pertanian yang efisien?
Irigasi pertanian yang efisien dapat membantu meningkatkan produktivitas dan hasil panen, mengurangi biaya operasional, dan meminimalisir penggunaan air yang berlebihan.
Bagaimana cara mengoptimalkan penggunaan irigasi?
Untuk mengoptimalkan penggunaan irigasi pertanian, petani harus memilih jenis irigasi yang tepat, memperhatikan kualitas air, menentukan jadwal penyiraman yang tepat, menjaga sistem irigasi dengan baik, dan berkonsultasi dengan ahli jika diperlukan.
Apa yang harus diperhatikan saat memilih sistem irigasi?
Pemilihan sistem irigasi pertanian harus mempertimbangkan jenis tanaman dan kondisi lahan pertanian. Pilihlah sistem irigasi yang tepat untuk memaksimalkan hasil panen

29 Sep 2020

JADAM PERTANIAN ORGANIK BERBIAYA SANGAT RENDAH

JADAM PERTANIAN ORGANIK BERBIAYA SANGAT RENDAH


METODE JADAM adalah metode pertanian yang dikembangkan oleh Youngsang Cho dari Korea. JADAM adalah kependekan dari “Jayonul Damun Saramdul” yang berarti “Orang Yang Seperti Alam.” Secara secara umum adalah bagaimana metode bertani yang kita terapkan dengan meniru perilaku mikroorganisme di alam. JADAM memiliki empat prinsip dasar : Sederhana, Mudah, Ilmiah dan Efektif. Dengan prinsip ini diharapkan kita akan dapat ditiru dan diterapkan petani di manapun, tentunya dengan Biaya Rendah, dan menjadikan petani mendapatkan kembali kedaulatannya.
Dalam menerapkan prinsip SMILE (Efektif) di atas, berikut ini adalah metode yang diterapkan seperti yang dilakukan alam. Amatilah, pelajarilah, tirulah, lakukanlah. Bagaimana tanah hidup, berproses dan bekerja? bagaimana degradasi tanah terjadi? Bagaimana garam terakumulasi dalam tanah? Bagaimanakah alam memberikan pupuk? Bagaimana mikroorganisme hadir dan bekerja? Bagaimana tanah mencapai kesuburan optimum?

Manusia dan alam adalah satu, petani dan lahannya adalah satu, aku dan semesta adalah satu. Konsep ini menyangkut diri kita dan orang lain, hidup dan kehidupan, pribadi, keluarga, masyarakatan. Dalam istilah Korea: “Tubuh kita dan tanah adalah satu.” Selaras dengan ungkapan “You are what you eat.” Artinya seluruh diri kita, tubuh, jiwa, emosi dan lain sebagainya sangat dipengaruhi oleh makanan dan lingkungan sekitar kita. Di sisi lain tubuh juga diciptakan dari Sari Pati tanah dan tanaman, dan akan kembali ke tanah. Saya menjadi sakit dan Anda menjadi sakit dapat dirasakan melalui lensa yang sama. Tanaman terkadang sehat dan terkadang sakit. Cobalah untuk memahaminya saat kita memahami tubuh kita. Prinsip dibalik “kesehatan saya” dan “kesehatan tanah dan tanaman” tidak dapat dipisahkan. Mari kita coba memahami tubuh kita sendiri. Mari belajar sendiri untuk menjaga kesehatan kita sendiri.

Kebaikan dan keburukan pada dasarnya adalah satu. Hal ini menyatakan bahwa yang sakral dan yang profan pada dasarnya tunggal, langit dan bumi adalah satu, religius dan sekuler adalah satu. Dalam dunia ini tidak ada nilai absolut, dibalik keburukan ada kebaikan yang dapat dipetik, dibalik musibah ada pelajaran yang bisa diambil, bersama masalah ada solusi. Di sini ada keseimbangan, karena kebaikan dan keburukan adalah saling menyeimbangkan. Obat adalah baik, namun terlalu banyak obat adalah buruk. Racun adalah buruk, sedikit racun bisa menjadi kebaikan. Oksigen adalah kebutuhan untuk mempertahankan kehidupan, tetapi jika Anda makan berlebihan, oksigen aktif akan terbentuk dalam proses metabolisme yang dapat menyebabkan kerusakan serius pada sel-sel tubu Anda. Air adalah kebutuhan mutlak bagi tanaman tetapi terlalu banyak akan menenggelamkannya. Apa pun yang baik akan berubah buruk jika tidak diterapkan dalam jumlah yang semestinya. Ini berlaku untuk semuanya. Nematoda tanah tidak selalu buruk, karena jumlahnya yang cukup membantu menjaga kesehatan tanah. Kepik tidak selalu baik terlalu banyak dan mereka akan menjadi hama. Sejumlah keongmas dalam sawah mengendalikan gulma, tetapi ketika populasinya terlalu banyak, mereka menjadi pengganggu. Pola ini terlihat di mana-mana di alam liar. Tidak ada kehidupan yang bisa dicap baik atau jahat secara mutlak, dan ini adalah misteri kehidupan.

Hidup berdampingan dengan rumput liar dan gulma. Tumbuhnya rumput liar adalah pertanda alamiah. Kita harus belajar hidup bersama mereka. Kita harus mengubah hubungan kita dengan mereka, yang semula oposisi, berlawanan, menjadi berkawan, dengan mencari cara simbiosis yang tepat. Tidak sepenuhnya salah bahwa rumput liar memakan makanan bagi tanaman kita, menyebabkan penyakit, menyedot air bagi sayuran kita, dan lain sebagainya. Tapi amatilah mereka selama 4-5 tahun, maka anda akan melihat dengan cara yang berbeda. Ketika rerumputan tumbuh, tanah menjadi lebih lembab dan lebih gembur. Bibit-bibit hibrida dirancang “cepat berbuah”, dan keberadaan rumput mencegah tanaman berbuah terlalu cepat. Dan memang benar, bahwa rumput yang menjadi tanaman penutup tanah membantu mengatur pertumbuhan bunga dan pembentukan buah. Hal ini dilakukan agar penyerapan nutrisi maksimal, di mana rumput mendorong pertumbuhan akar yang lebih kuat. Rumput sendiri akan mengering dan menjadi bahan organik yang menjadi hara dan makanan bagi akar. Rumput juga menghentikan penguapan air dan menjaga kelembaban tanah, selain juga mengurangi panas permukaan tanah, sehingga tanaman tidak mengalami over heating. Ketika permukaan tanah bersuhu 40oC beberapa akar tanaman akan berhenti bekerja karena kepanasan, dan sebagian besar air menguap. Beberapa gulma juga menjadi penarik berbagai hara dari dalam tanah, atau istilahnya Dynamic Accumulators. Sebagian lagi adalah pengikat nitrogen. Sebagian lain mengundang serangga penyerbuk, dan lain sebagainya.

Beberapa Formula JADAM di antaranya adalah :
  • Jadam Wetting Agent (JWA)
  • Jadam Sulfur (JS)
  • Natural Solution  Microorganisms made with potatoes (JMS)
  • Natural solution of microorganisms made with a mixture of seeds 
  • Natural liquid fertilizers are made without sugar or molasses 
  • Natural pesticides against rice bakanae disease
  • Natural Pesticides against cancer (putrefaction), leaf spot 
  • Natural pesticides against Powder Milldew, Downy Mildew 
  • Natural pesticides Against Aphids, mites 
  • Natural Pesticides against tobacco moths, beet army worms 
  • Natural pesticides against stink beetles, mealybugs 
  • Natural Pesticides against snails, slugs 
  • Natural pesticides against brown leafhoppers, leafhoppers 
  • Natural Pesticides against rice water beetles (surface spread solution) Comprehensive pesticides for rice
Sumber : Youngsang Co

Sekian ulasan tentang serangan jamur Alternaria Porri dan cara menanggulangi.
Dengan senang hati tim kami akan membantu menyelesaikan permasalah tanaman sahabat tani yang terserang penyakit ini.
Wassalam.... 
Produk Pertanian :
  • PGPR  Harga Rp. 25.000/Liter
  • Fish Amino Acids Rp. 25.000/½Liter
  • Brown Rice Vinegar Rp. 50.000/Liter
  • Coryn Bacteria Harga Rp. 30.000/½Liter
  • Bio-Pestisida Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Polymixa Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Tricoderma Harga Rp. 50.000/Kg
  • Mikoriza Harga Rp. 50.000/Kg
  • Waiting Agen Rp. 30.000
Peternakan :
  • Probiotik EXTRA 99 PLUS Rp. 20.000/Liter
  • Oriental Herbal Nutrien Rp. 25.000/Liter
  • Dekomposer EXTRA 88 Rp. 25.000/liter
  • Enzim Rp. 30.000/Liter
  • Desinfektan Rp. 20.000/Liter
CV. Griya Tani
Office Address :
D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573 

Kontak Person
Facebook
Copyright © 2020 CV. Griya Tani
All right NATURAL FARMING Indonesia

2 Sep 2020

CARA MEMBUAT FUNGISIDA JADAM SULFUR

CARA MEMBUAT FUNGISIDA JADAM SULFUR


Jadam Sulfur - Fungisida Alami yang bisa kita buat Sendiri. Pengendalian Kutu Daun dan Jamur Tepung, Fungisida  kimia yang harganya melambung tinggi dan di prediksi akan terus naik. Problem terbesar Petani dalam melakukan usaha Pertanian adalah mahalnya harga pestisida kimia. Ketika pengiriman dan perdagangan produk pertanian menjadi lebih umum, persaingan akan menjadi lebih ketat. Biaya produksi harus lebih rendah agar pertanian dapat bertahan. Pestisida alami metode ini kami dari Petani Organic dari Korea "Youngsang Co" salah satunya adalah : 

Jadam Sulfur disebut juga belerang tanah liat merah. Ini efektif melawan hampir semua patogen. Dan tidak mengembangkan resistensi hama terhadap Jadam Sulfur.  Sangat efektif melawan penyakit embun tepung, jamur berbulu halus, dan jamur pada buah  Kesemek, anggur, labu, bawang merah, bawang putih, dan tanaman holtikultura lainnya, berhati-hatilah saat menggunakannya. Lakukan test konsentrasi sebelum Aplikasi. Oke langsung ke cara pembuatan ya lurr......!!

Berikut Adalah Cara Membuat  Jadam Sulfur 
Bahan Yang Dibutuhkan :
  • Ember Plastik (PE) 60 Liter ( yang tahan panas).
  • Sulfur 25㎏
  • Natrium Hidroksida 20 Kg
  • Bubuk Fillit, 0,5㎏,
  • Bubuk Tanah Liat Merah 0,5㎏,
  • Garam Laut 1,5㎏.

Sebelum memulai proses pembuatan untuk keamanan jangan gunakan wadah yang tidak tahan panas. Kenakan kacamata pelindung, sarung tangan, sepatu bot, dan jaket. Ikuti instruksi. 

Cara Pembuatan :
  1. Rebus Air sebanyak 50 Liter menggunakan Natrium Hidroksida dengan ember yang tahan Panas.
  2. Masukkan 20㎏ Natrium Hidroksida ke dalam ember. Atur suhu air yang kita rebus tadi jangan lebih dari 27 ℃ dengan cara menambahkan 4 liter. Sehingga total air 54 liter Tuang sekaligus. 
  3. Masukkan Sulfur 25㎏
Catatan :
Jika air terlalu kecil atau suhu terlalu panas, cairan bisa mendidih dan tumpah. Hati-hati.
Aduk dengan tongkat kayu sepanjang 1-2meter. Aduk sampai benar-benar rata dan pelan pelan kikis sampai bagian bawahnya.

Saat panas naik di atas 80 derajat Celcius, belerang mulai mencair. Selalu siapkan 1-2liter air. Jika cairan terlalu mendidih, segera tuangkan untuk mengurangi suhu. Periksa dengan tongkat untuk memastikan tidak ada sisa gumpalan yang belum larut di bagian bawah. Aduk rata. Setelah sekitar 20 menit dipanaskan, semuanya akan meleleh. 

Biarkan selama satu atau dua hari. Tuang cairan bening di atasnya ke dalam wadah plastik berdinding tebal. Segel rapat dan simpan. Gunakan kain untuk menyaring saat menuangkan bagian sedimen. Pestisida Tidak ada kadaluwarsanya. 

Cara Aplikasi :
0,5 - 2Liter untuk 5000 liter 
0,5 Liter  Untu 5000 air untuk lahan terbuka, mulai dari 1liter. Untuk Pengobatan 2 liter saat dibutuhkan. Gunakan JS hanya setelah penyakit muncul. Jangan digunakan terus menerus karena dapat merusak pertumbuhan.

Demikian Penjelasan singkat dan cara Membuat Pestisida Sulfur semoga bermanfaat dan bisa merungangi biaya operasional, sebagai petani harus jeli dan mau sedikit bekerja lebih keras mempersiapkan segala amunisi yang dibutuhkan. Jadikan lahan pertanian yang kita miliki sebagai laboratorium kita sendiri.

Wassalam....

Untuk lebih jelasnya tonton video di bawah ini :
Video Membuat Jadam Sulfur

Produk Pertanian :
  • PGPR  Harga Rp. 25.000/Liter
  • Fish Amino Acids Rp. 25.000/½Liter
  • Brown Rice Vinegar Rp. 50.000/Liter
  • Coryn Bacteria Harga Rp. 30.000/½Liter
  • Bio-Pestisida Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Polymixa Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Tricoderma Harga Rp. 50.000/Kg
  • Mikoriza Harga Rp. 50.000/Kg
  • Waiting Agen Rp. 30.000
Peternakan :
  • Probiotik EXTRA 99 PLUS Rp. 20.000/Liter
  • Oriental Herbal Nutrien Rp. 25.000/Liter
  • Dekomposer EXTRA 88 Rp. 25.000/liter
  • Enzim Rp. 30.000/Liter
  • Desinfektan Rp. 20.000/Liter
CV. Griya Tani
Office Address :
D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573 

Kontak Person


Copyright © 2020 CV. Griya Tani
All right NATURAL FARMING Indonesia