3 Feb 2023

MIKORIZA SEBAGAI AGEN HAYATI APA MANFAATNYA PADA TANAMAN BUDIDAYA

Mikoriza Sebagai Agen Hayati Apa Manfaatnya Pada Tanaman Budidaya


Mikoriza berasal dari bahasa Yunani yang secara harfiah berarti “fungi akar” (mykos = miko= fungi dan rhiza = akar ) atau “fungi tanah” karena hifa dan sporanya selalu berada di tanah terutama di areal rhizosfer tanaman (Smith and Read, 1997).

Mikoriza merupakan asosiasi mutualistik antara jamur dengan akar tumbuhan tingkat tinggi (Smith dan Read, 1997). Mikoriza banyak mendapat perhatian karena kemampuannya berasosiasi membentuk simbiosis mutualistik dengan hampir 80% spesies tanaman (Steussy, 1992). Simbiosis ini terjadi saling menguntungkan, cendawan memperoleh karbohidrat dan unsur pertumbuhan lain dari tanaman inang, sebaliknya cendawan memberi keuntungan kepada tanaman inang, dengan cara membantu tanaman dalam menyerap unsur hara terutama unsur P. Berdasarkan struktur tumbuh dan cara infeksi maka mikoriza dapat dikelompokkan dalam dua kelompok besar yakni Ektomikoriza dan Endomikoriza.

Cendawan Mikoriza Arbuskula (CMA) adalah salah satu tipe cendawan pembentuk mikoriza yang akhir–akhir ini mendapat perhatian dari para ahli lingkungan dan biologis untuk dikembangkan sebagai pupuk hayati / pupuk biologis. CMA merupakan sumber daya alam hayati potensial yang terdapat di alam dan dapat ditemukan hampir di berbagai eksosistem. Cendawan ini mampu membentuk simbiosis dengan sebagian besar (97%) famili tanaman darat. Eksplorasi jenis – jenis CMA dapat dilakukan pada berbagai ekosistem yang masih alami maupun yang telah mengalami gangguan, dari kegiatan ini dapat diidentifikasi dan dipetakan jenis-jenis CMA dominan yang spesifik terdapat di suatu daerah. Kegiatan ini sangat penting dilakukan karena selain untuk mengetahui pola distribusi jenis-jenis CMA potensial dan telah beradaptasi dengan kondisi daerah setempat. Mikroba ini dapat diisolasi, dimurnikan dan dikembangkan sebagai agen hayati melalui serangkaian penelitian.
Penggunaan CMA tidak membutuhkan biaya yang besar karena : (a) teknologi produksinya murah, b) semua bahan tersedia di dalam negeri, c) dapat diproduksi dengan mudah dilapangan, d) pemberian cukup sekali seumur hidup tanaman dan memiliki kemampuan memberikan manfaat pada rotasi tanaman berikutnya , e) tidak menimbulkan polusi dan f) tidak merusak struktur tanah. (Husna, 1998)

Baca Juga : Cara Membuat Pupuk Mikoriza Cair

JENIS JENIS MIKORIZA
Mikoriza dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan cara menginfeksi dan struktur hifanya, yaitu endomikoriza dan ektomikoriza. Hifa adalah benang-benang halus yang membentuk tubuh jamur. Ektomikoriza memiliki hifa yang membungkus akar, sedangkan endomikoriza memiliki hifa yang menembus dinding sel akar. Penjelasan lebih lengkap tentang keduanya adalah sebagai berikut.

Endomikoriza
Endomikoriza memiliki jaringan hifa yang sulit dilihat dengan mata telanjang karena tidak memiliki mantel yang membungkus akar. Endomikoriza baru nampak jelas apabila dilakukan pengamatan dengan mikroskop. Endomikoriza adalah jamur yang hifanya dapat menembus akar sampai bagian korteks, hifa akan memanjang ke dalam tanah dan juga masuk menuju jaringan akar tumbuhan. 

Endomikoriza ditemukan pada 90% jenis tumbuhan dan sangat umum dibandingkan dengan ektomikoriza. Endomikoriza sering dijumpai pada tanaman anggrek, sayuran (kol), dan pada berbagai jenis tumbuhan tingkat tinggi. Endomikoriza penting untuk beberapa jenis tanaman polongan karena dapat merangsang pertumbuhan bintil akar. Bintil akar dapat bersimbiotis dengan Rhizobium sehingga mempercepat fiksasi nitrogen.
Jamur Mikoriza adalah jamur yang hidup bersimbiosis dengan akar tumbuhan. Dalam hubungan ini, jamur membantu tumbuhan untuk mengambil unsur hara dari tanah dan memberikan tumbuhan zat makanan yang diperoleh dari simbiosis ini. Mikoriza sangat penting bagi keberlangsungan hidup hutan dan ekosistem lainnya. Terdapat dua jenis mikoriza, yaitu Endomikoriza dan Ekzomikoriza, yang memiliki hubungan yang berbeda dengan tumbuhan mereka.

Berikut Adalah Beberapa Manfaat Jamur Mikoriza Bagi Tumbuhan :
  1. Peningkatan pertumbuhan tumbuhan : Jamur Mikoriza membantu tumbuhan untuk mengambil unsur hara yang lebih banyak dari tanah, sehingga mempercepat pertumbuhan dan memperkuat sistem akar tumbuhan.
  2. Toleransi stres : Jamur Mikoriza dapat membantu tumbuhan untuk bertahan terhadap stres lingkungan seperti kekeringan, perubahan suhu, dan gangguan hama.
  3. Peningkatan produktivitas : Dengan bantuan jamur Mikoriza, tumbuhan dapat mengambil lebih banyak unsur hara dan memperoleh lebih banyak zat makanan, sehingga meningkatkan produktivitas tumbuhan.
  4. Pemeliharaan kesuburan tanah : Jamur Mikoriza membantu menjaga kesuburan tanah dengan memperkaya tanah dengan unsur hara dan memperbaiki struktur tanah.
  5. Perlindungan terhadap hama dan penyakit : Jamur Mikoriza dapat membantu tumbuhan untuk melindungi diri dari hama dan penyakit dengan memperkuat sistem pertahanan tumbuhan.
Secara keseluruhan, jamur Mikoriza memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan memastikan keberlangsungan hidup tumbuhan dan ekosistem lainnya.

Berikut adalah cara menyimpan jamur mikoriza yang baik dan benar :
  1. Pilih media yang tepat : Jamur mikoriza dapat disimpan dalam berbagai media, seperti arang sekam, tanah gambut, atau substrat khusus.
  2. Simpan dalam suhu yang sesuai : Suhu yang sesuai untuk menyimpan jamur mikoriza biasanya antara 10-20 derajat Celsius. Jaga agar suhu tetap konstan selama penyimpanan.
  3. Tutup rapat : Pastikan media penyimpanan ditutup rapat untuk mencegah masuknya udara dan cahaya yang dapat mempengaruhi pertumbuhan jamur.
  4. Hindari perubahan suhu yang drastis : Perubahan suhu yang drastis dapat mempengaruhi kualitas jamur mikoriza, sehingga harus dihindari.
  5. Simpan dalam waktu yang singkat : Jamur mikoriza biasanya hanya bisa disimpan dalam waktu yang singkat, sekitar beberapa bulan. Jangan menyimpan jamur mikoriza lebih lama dari waktu yang dianjurkan.
Langkah-langkah ini hanya umum dan mungkin perlu disesuaikan dengan spesies mikoriza dan kondisi lingkungan yang ada. Lebih baik untuk membaca sumber terpercaya dan mengikuti petunjuk mereka.

Untuk membuat pupuk hayati mikoriza, berikut adalah langkah-langkahnya :
  1. Ambil spora atau bagian mikoriza yang aktif. ( Bisa Beli )
  2. Campurkan dengan media tanam seperti arang sekam atau tanah gambut.
  3. Tambahkan air dan aduk hingga merata.
  4. Tutup rapat dan simpan dalam suhu yang sesuai seperti 20-25 derajat Celsius.
  5. Biarkan selama beberapa hari hingga spora mikoriza menyebar dan membentuk koloni.
  6. Campurkan pupuk hayati mikoriza dengan tanah atau media tanam sebelum proses menanam tanaman di mulai.
Catatan : Langkah-langkah ini hanya umum dan mungkin perlu disesuaikan dengan spesies mikoriza dan tanaman yang akan ditanam. Lebih baik untuk membaca sumber terpercaya dan mengikuti petunjuk mereka.

Demikian Lurrr Semoga BerManfaat... Salam Petani Milenial

Produk Pertanian :

    PGPR  Harga Rp. 25.000/Liter
  • Fish Amino Acids Rp. 25.000/½Liter
  • Brown Rice Vinegar Rp. 50.000/Liter
  • Coryn Bacteria Harga Rp. 30.000/½Liter
  • Bio-Pestisida Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Polymixa Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Tricoderma Harga Rp. 50.000/Kg
  • Mikoriza Harga Rp. 50.000/Kg
  • Waiting Agen Rp. 30.000/Liter
  • Madam Sulfur Rp. 30.000/Liter

Peternakan :

  • Probiotik EXTRA 99 PLUS Rp. 20.000/Liter
  • Oriental Herbal Nutrien Rp. 25.000/Liter
  • Dekomposer EXTRA 88 Rp. 25.000/liter
  • Enzim Rp. 30.000/Liter
  • Desinfektan Rp. 20.000/Liter

CV. Griya Tani Indonesia

Office Address :

D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573 

 

Kontak Person

 

Copyright © 2020 CV. Griya Tani
All right SAUNG TERNAK Mandiri

Lokasi: Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih Sudah Berkunjung ke Blog saya