12 Agu 2020

CARA MENGGANDAKAN MIKORIZA DENGAN MUDAH

CARA MENGGANDAKAN JAMUR MIKORIZA

Assalamualaikum Sobat Tani....
Kali ini saya akan menjelaskan tentang tata cara Membuat atau mengisolasi Jamur Mikoriza, 
Proses infeksi akar Mikoriza
Terjadinya infeksi cendawan MA pada akar tanaman melalui beberapa tahap yaitu :

Tahap pre-simbiosis
Tahap perbanyakan seperti germinasi spora dan retraksi nuclei dan sitoplasma juga dapat terjadi pada cendawan MA. Perkembangan hifa berubah secara drastis ketika mendapat signal dari tanaman. Akar tanaman mengeluarkan eksudat akar berupa strigolactones yang dapat menstimulus germinasi spora pada beberapa cendawan MA. Senyawa ini membentuk gradient konsentrasi yang tinggi sehingga dipersepsikan sebagai indikator kedekatan dengan tanaman inang.

Beberapa penelitian melaporkan bahwa senyawa ini merupakan signal bagi cendawan MA dalam interaksi dengan tanaman inang. Tahap mendapatkan signal ini disebut dengan tahap pre-simbiosis yang dicirikan dengan pertumbuhan hifa, meningkatnya aktifitas fisiologi dan pembentukan cabang-cabang hifa. Selanjutnya tanaman menghasilkan mikoriza faktor (sering disebut dengan istilah Myc) yang ditandai dengan menginduksi gelombang kalsium pada sel epidermis dan mengaktifkan gen simbiosis pada tanaman. Cendawan MA membentuk appressoria yang disebut hyphopodia. Akibatnya tanaman membentuk prepenetration apparatus (PPA), selanjutnya hifa cendawan memasuki PPA sebagai jalan masuk hifa menembus jaringan akar.

Tahap infeksi
Dengan alat appressoria hifa cendawan masuk melakukan penetrasi pada akar
Pasca infeksi
Setelah penetrasi maka hifa tumbuh secara intraseluler, arbuskuler tumbuh di dalam sel sesaat setelah penetrasi. Arbuskular lebih kuat percabangannya dibanding hifa saat penetrasi sel. Arbuskuler hanya hidup 4-15 hari, kemudian mengalami degenerasi dan pemendekan pada sel inang. Pada saat pembentukan arbuskula, beberapa cendawan MA membentuk vesikel pada bagian intraseluler, dimana vesikel merupakan pembengkakan pada bagian apical atau interkalar dan hifa.
Perluasan infeksi cendawan MA dalam akar terjadi pada tiga fase :
  • Fase awal dimana saat infeksi primer
  • Fase eksponensial, dimana penyebaran dan pertumbuhan dalam akar berlangsung cepat
  • Fase setelah dimana pertumbuhan akar dan mikoriza sama.
Setelah terjadi infeksi primer dan fase awal, pertumbuhan hifa keluar dari akar dan berada pada daerah rhizosfer. Pada bagian ini strukur cendawan disebut hifa eksternal yang berfungsi sebagai penyerapan larutan hara dari tanah kedalam tanaman.
Sebelum memperbanyak mikoriza, perlu dibuat dulu starter mikoriza. Berikut langkah membuat starter/isolat mikoriza:
Ambil akar tanaman (boleh apa saja) yg sudah terkontaminasi mikoriza. Biasanya banyak terdapat di lahan yg gersang/tandus/miskin unsur hara. Yang paling bak sewaktu musim kemarau panjang. Gali sedalam 30-40 cm, lebih dalam lebih bagus.
Ciri2 akar yg terkontaminasi mikoriza akar diselimuti hifa jamur berwarna putuh dan akarnya panjang.
Jika sudah dapat sebaiknya biang mikoriza tsb dimasukan dalam wadah/tempat yang terhindar dari sinar matahari langsung.
Langkah-langkah perbanyakan massal mikoriza tingkat petani adalah sebagai berikut:
Persiapan Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang diperlukan dalam perbanyakn massal mikoriza adalah sebagai berikut:
Bak plastik
Ember plastik
Cetok
Hand sprayer
Dandang
Kompor
  • Sedangkan bahan yang diperlukan adalah sebagai berikut :
  • Starter mikoriza
  • Zeolit (dapat diganti dengan pasir laut atau sungai)
  • Benih Sorghum (dapat diganti dengan benih jagung)
Starter mikoriza, selain bisa dibuat sendiri, dapat diperoleh di beberapa tempat antara lain, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Serpong, Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta dan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Produksi
Tahap produksi diawali dengan sterilisasi media. Media perbanyakan Mikoriza yang berupa zeolit atau pasir disterilkan dengan menggunakan dandang. Panaskan media selama 1 (satu) sampai 2 (dua) jam, tujuan dari kegiatan ini adalah membunuh mikroorganisme yang hidup pada media perbanyakan. Dengan mati dan berkurangnya mikroorganisme tersebut maka akan mengurangi tingkat kompetisi antara Mikoriza dengan mikroorganisme lain. Selain itu tujuan sterilisasi media adalah agar tanaman inang (sorghum/jagung) tidak terserang hama dan penyakit.

Selanjutnya, media yang telah steril dimasukkan ke dalam bak plastik sebanyak ¾ dari volume bak plastik. Tanam benih sorgum/jagung pada media yang telah disiapkan. Benih yang akan ditanam sebaiknya dikecambahkan terlebih dahulu.

Benih yang telah berkecambah dapat meningkatkan presentase benih tersebut dapat tumbuh dengan baik, karena media tanam yang digunakan miskin akan unsur hara.
Cara menanam benih sorgum/jagung pada media zeolit adalah sebagai berikut :
Buat lubang tanam pada media zeolit. Lubang tanam sebaiknya tidak terlalu dalam, kira-kira 2-3 cm dari permukaan media.
Letakkan starter Mikoriza sebanyak 0,5-1 gram pada lubang tanam tersebut. Starter Mikoriza yang digunakan minimal mempunyai populasi spora 10-20 spora Mikoriza.
Tanam benih sorghum yang telah berkecambah dengan posisi tunas menghadap ke atas lalu tutup dengan zeolit.

Inkubasi Dan Perawatan
Inkubasi dan perawatan dalam usaha pengembangan dan produksi massal mikoriza skala petani sangat mudah. Inkubasi adalah proses pengontrolan dan pengamatan pertumbuhan tanaman inang yang diletakkan di suatau tempat tertentu.
Inkubasi tidak memerlukan ruang atau tempat khusus. Cukup letakkan pada lokasi yang cukup sinar matahari kemudian lakukan perawatan tanaman dengan penyiraman dan pemupukan.
Namun penyiraman jangan terlau sering dilakukan. Cukup dengan menjaga kelembaban permukaan media zeolit. Kemudian pemupukan dilakukan secukupnya, dengan pupuk yang mengandung nilai P rendah. Perawatan benih yang telah tumbuh juga meliputi pengamatan hama dan penyakit. Segera cabut tanaman-tanaman yang terserang hama dan penyakit atau tumbuh abnormal. Inkubasi dilakukan selama 2 (dua) bulan.

Stressing
Stressing adalah usaha menghambat atau menekan pertumbuhan tanaman inang dengan kondisi tertentu dengan tujuan agar mikoriza yang bersimbiosis dengan akar tanaman juga mengalami tekanan. Sehingga dalam kondisi tertekan mikoriza akan membentuk struktur tahan yaitu spora. Dalam bentuk spora inilah mikoriza dapat dipanen. Bentuk-bentuk stressing yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut. Tanpa penyiraman. Setelah selama 2 (dua) bulan tanaman inang dirawat dan diinkubasikan maka pada bulan ketiga lakukan stressing dengan cara tidak disiram selama 1 (satu) bulan. Dalam kondisi tanpa penyiraman secara otomatis akar akan tanaman berusaha keras untuk mencari sumber air. Pada saat inilah simbiosis antara akar tanaman dengan Mikoriza berjalan dengan optimal. Hifa-hifa Mikoriza akan memanjang untuk membantu akar tanaman mencari sumber air. Dengan pemaparan sinar matahari. Setelah perlakuan tanpa penyiraman, kombinasikan dengan perlakukan pemparan tanaman inang dibawah sinar matahari. Pemaparan sinar matahari ini akan semakin menekan kondisi fisik tanaman inang sehingga diharapkan dengan semakin tertekan kondisi fisiknya akan mempengaruhi juga kondisi mikoriza sehingga dalam kondisi yang tidak menguntungkan tersebut mikoriza akan membentuk spora untuk mempertahankan hidupnya.

Topping
Topping adalah memotong tajuk tanaman inang. Potong tajuk tanaman inang dan sisakan batang bawahnya kurang lebih tinggal ¾ nya saja. Dalam kondisi seperti ini tanaman inang dan mikoriza mengalami kondisi tekanan yang sangat tinggi. Tanaman inang akan mati, sedangkan mikoriza akan berusaha untuk mempertahankan diri. Dengan teori bahwa semua mikroorganisme jika mengalami kondisi yang tidak menguntungkan maka akan membentuk struktur tahan. Sama halnya dengan mikoriza yang juga merupakan mikroorgnisme. Hifa-hifa mikoriza akan mengerut dan membentuk spora. Dalam bentuk spora inilah mikoriza dapat di panen.

Pemanenan
Pemanenan dilakukan setelah tanaman inang mengalami stressing atau kurang lebih 3 (tiga) bulan. Cara pemanenan mikoriza adalah sebagai berikut :
Bongkar tanaman inang yang telah di stressing lalu campur dan aduk media tanam yang berupa zeolit.
Potong akar tanaman inang kecil-kecil dengan menggunakan gunting.
Campurkan potongan akar tanaman inang dengan zeolit.
Kemas mikoriza yang menggunakan bahan pembawa zeolit dengan menggunakan plastik.
Mikoriza siap untuk diaplikasikan.

Cara aplikasi ke lahan :

Caranya yaitu dengan membuat lubang tanam sedalam 5-10 cm, kemudian mengambil tanahnya dan mencampurnya dengan mikoriza. Untuk lahan yg cukup luas bisa langsung di campurkan dengan lahan sewaktu pengolahan tanah ( seminggu sebelum tanamDosis yang disarankan minimal 15-20 gram/bibit atau untuk 1 m2. Aplikasi sebaiknya dilakukan pada waktu sore hari (pukul 16.00-18.00 WIB).

Catatan : Sebaiknya pembiakan dibuat sebanyak mungkin disesuaikan dengan lahan yg akan di tanami. Aplikaasi hanya sekali untuk seumur hidup, selama tidak memakai pestisida kimia.
Jika ingin mengetahui kualitas mikoriza hasil perbanyakan massal yang telah dilakukan maka harus dilakukan pengamatan mikroskopik dengan menggunakan alat bantu mikroskop di laboratorium.
Mikoriza dapat dikatakan berkualitas jika jumlah spora Mikoriza tiap gram medianya mengandung 10-20 spora. Mikoriza dengan bahan pembawa zeolit dapat bertahan sampai 1 tahun. Dengan masa penyimpanan yang semakin lama maka akan terjadi penurunan kualitas. Sehingga setelah dipanen mikoriza sebaiknya segera untuk diaplikasikan sebagai pupuk hayati.
Pengembangan dan perbanyakan massal mikoriza di tingkat petani akan semakin mudah dengan teknologi di atas. Dengan teknologi tepat guna, dengan menggunakan bahan dan alat yang sederhana petani mampu memproduksi mikoriza secara mandiri.

Demikian penjelasan tentang proses pembuatan Inokulum Jamur Mikoriza semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita untuk menuju ke Produk Pertanian yang berkualitas dan berbiaya rendah.
Wassalam...

Saung Tani
Hanif Miftahul Huda
D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet
Kab Demak Jawa Tengah 59573

Kontak Person

Copyright © 2020 Natural Farming Indonesia



Lokasi: Kunir, Kec. Dempet, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih Sudah Berkunjung ke Blog saya