Agriculture Farming Service

Agriculture Farming Service – Layanan pertanian modern yang membantu petani meningkatkan hasil panen melalui teknologi, manajemen lahan, dan solusi berkelanjutan

Breaking News

Breaking News! Simak kabar terbaru dan paling update hanya di sini. Kami hadir menyajikan informasi tercepat, akurat, dan terpercaya langsung dari lapangan. Jangan lewatkan momen penting yang sedang terjadi sekarang juga!

Seputar Olah Raga

Breaking News Olahraga! ⚽🏀🏸

Update tercepat tentang kabar olahraga terkini dari dalam dan luar negeri. Mulai dari sepak bola, bulu tangkis, basket, hingga olahraga trending lainnya. Simak informasi paling fresh dan jangan lewatkan momen bersejarah di dunia olahraga!

📌 Subscribe dan aktifkan notifikasi 🔔 biar nggak ketinggalan kabar terbaru.

Channel Katebat

KATEBAD ala kocak! 🤣🎥

Film pendek parodi yang menggabungkan berita terkini dengan sentuhan humor segar. Dijamin bikin ngakak tapi tetap ada pesan yang bisa dipetik. Tonton sampai habis, karena ending-nya bikin kaget!

📌 Jangan lupa Subscribe, kasih like 👍, dan share ke teman biar ikut ketawa bareng.

Info Seputar Megawati

Arabica Coffee House Kadınlar 1. Ligi, adalah nama resmi dari kompetisi Voleybol Kadınlar 1. Ligi di bawah naungan Türkiye Voleybol Federasyonu (TVF), yang kini menjadi penyelenggara utama dengan status nama sponsor

Tampilkan postingan dengan label REGENERATIVE AGRICULTURE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label REGENERATIVE AGRICULTURE. Tampilkan semua postingan

25 Mar 2023

Mengungkap 5 Fakta Menarik tentang Metode Pertanian Organik

 

Mengungkap 5 Fakta Menarik tentang Metode Pertanian Organik


PERTANIAN ORGANIK - Mengungkap 5 fakta menarik tentang metode pertanian organik yang harus diketahui! Mulai dari kebaikan untuk lingkungan hingga kesehatan makanan yang dihasilkan. Yuk, cari tahu! #pertanianorganik #faktamenarik 

Kehadiran metode pertanian organik semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Tidak hanya lebih ramah lingkungan, tetapi juga menghasilkan makanan yang lebih sehat.

Dalam artikel ini, Anda akan menemukan 5 fakta menarik tentang metode pertanian organik yang akan mengubah cara Anda memandang pertanian.

Mulai dari manfaat lingkungan hingga kesehatan makanan yang dihasilkan, temukan semua informasi penting yang perlu diketahui tentang pertanian organik. Jangan lewatkan!

Apa itu Pertanian Organik?

Pertanian organik adalah sebuah metode pertanian yang menggunakan bahan-bahan organik alami seperti pupuk dan pestisida tanaman, serta menghindari penggunaan bahan kimia sintetis.

Metode ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan ekosistem pertanian dan menghasilkan produk pertanian yang lebih sehat dan lebih berkualitas.

Produk Organik Lebih Sehat dan Lebih Aman

Pertanian metode organik telah menjadi alternatif yang populer bagi konsumen yang mengutamakan kesehatan dan lingkungan. Metode pertanian ini menggunakan bahan-bahan organik alami seperti pupuk dan pestisida organik, yang membantu menjaga keberlanjutan lingkungan dan menghasilkan produk pertanian yang lebih sehat dan lebih berkualitas.

Bahan kimia sintetis yang digunakan dalam pertanian konvensional, seperti pestisida dan herbisida, telah dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk kanker, masalah hormon, dan kerusakan saraf. Selain itu, penggunaan bahan kimia sintetis dapat merusak kualitas tanah dan air, serta mengurangi keanekaragaman hayati dan mengganggu ekosistem.

Metode Organik Mengurangi Pencemaran

Pertanian metode organik juga membantu mengurangi pencemaran lingkungan dan menjaga keberlanjutan lingkungan. Penggunaan bahan-bahan organik alami seperti pupuk dan pestisida organik membantu mengurangi penggunaan bahan kimia sintetis yang dapat merusak kualitas tanah dan air.

Selain itu, pertanian metode organik juga membantu meningkatkan keanekaragaman hayati dan menjaga keseimbangan ekosistem pertanian. Tanaman yang ditanam dalam pertanian organik cenderung lebih kuat dan lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit, karena tanahnya lebih sehat dan lebih subur.

Dengan demikian, pertanian organik dapat membantu menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan lingkungan, serta mengurangi dampak pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh pertanian konvensional.

Sebagai konsumen, kita dapat mendukung pertanian metode organik dengan memilih produk pertanian dengan menggunakan metode organik dalam konsumsi sehari-hari. Dengan demikian, kita dapat membantu meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan diri sendiri, serta turut menjaga keberlanjutan lingkungan dan sumber daya alam bagi generasi mendatang.

Baca Juga : Pupuk Terbaik Bagi Tanaman Kitab Pertanian  Al Filaha Bahasa Indonesia

Hasil Panen yang Lebih Berkualitas

Pertanian organik tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga menghasilkan panen yang lebih berkualitas. Dalam pertanian metode organik, tanaman diberi nutrisi dari bahan organik seperti pupuk kandang, kompos, dan bahan-bahan organik lainnya. Nutrisi ini diserap oleh tanaman secara perlahan-lahan dan lebih mudah diserap oleh tanaman, sehingga tanaman menjadi lebih kuat dan sehat.

Dalam pertanian metode organik, petani juga lebih memperhatikan masa panen yang tepat dan cara penyimpanan yang tepat. Hal ini membantu menjaga kualitas produk panen selama masa penyimpanan dan pengiriman. Dalam beberapa kasus, produk panen organik bahkan dapat bertahan lebih lama dan mempertahankan kualitasnya lebih baik daripada produk panen konvensional.

Pertanian Berkelanjutan

Pertanian berkelanjutan merupakan konsep yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam kegiatan pertanian. Tujuan utamanya adalah untuk memproduksi makanan dan produk pertanian yang berkualitas tinggi, sambil tetap menjaga keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan sosial.

Pertanian berkelanjutan menekankan pada penggunaan teknologi yang ramah lingkungan dan memperhatikan kesejahteraan petani, serta keberlanjutan produksi pertanian jangka panjang.

Hal ini meliputi penggunaan pupuk organik, pengendalian hama dan penyakit yang alami, dan praktik pertanian yang berkelanjutan.

Pertanian berkelanjutan juga menempatkan kepentingan petani dan masyarakat di atas kepentingan ekonomi semata. Dengan memperhatikan kesejahteraan sosial dan lingkungan, pertanian berkelanjutan dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

Dalam era modern ini, pertanian berkelanjutan menjadi semakin penting karena tantangan lingkungan dan sosial yang semakin kompleks. Dengan menerapkan praktik pertanian berkelanjutan, kita dapat memastikan produksi pertanian yang berkualitas tinggi, sambil tetap menjaga keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan sosial.

Metode Organik Lebih Ekonomis

Salah satu mitos tentang pertanian metode organik adalah bahwa biayanya lebih tinggi daripada pertanian konvensional. Namun, penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka panjang, pertanian metode organik lebih ekonomis daripada pertanian konvensional.

Pertanian organik menggunakan pupuk organik alami, yang membantu meningkatkan kesuburan tanah dan mengurangi biaya penggunaan pupuk dan pestisida sintetis. Selain itu, penggunaan teknik pertanian metode organik yang berkelanjutan membantu mengurangi biaya pemeliharaan lahan pertanian dan memperpanjang masa hidup tanah pertanian.

Pertanian organik juga dapat meningkatkan harga jual produk pertanian, karena semakin banyak konsumen yang mencari produk pertanian organik yang berkualitas tinggi. Selain itu, pertanian metode organik juga dapat membantu petani meningkatkan kemandirian ekonomi dan memperkuat komunitas lokal.

Dengan demikian, pertanian organik bukan hanya lebih sehat dan lebih aman untuk dikonsumsi, tetapi juga lebih ekonomis dan berkelanjutan dalam jangka panjang. Sebagai konsumen, kita dapat mendukung pertanian organik dengan memilih produk pertanian organik dalam konsumsi sehari-hari, serta mendukung upaya petani dalam menerapkan praktik pertanian organik yang berkelanjutan.

Kesimpulan

Pertanian organik adalah metode pertanian yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pertanian dan keberlanjutan lingkungan. Metode ini tidak hanya menghasilkan produk pertanian yang lebih sehat dan lebih berkualitas, tetapi juga membantu mengurangi pencemaran lingkungan dan menjaga keseimbangan ekosistem.

Dengan memulai pertanian metode organik, kita dapat membantu meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan manusia, serta menjaga keberlanjutan lingkungan dan sumber daya alam. Meskipun memulai pertanian metode organik membutuhkan waktu dan usaha yang lebih, namun jangka panjangnya dapat membawa manfaat yang lebih besar bagi lingkungan dan kesehatan manusia.

Sebagai konsumen, kita juga dapat mendukung pertanian organik dengan memilih produk pertanian metode organik dalam konsumsi sehari-hari. Dengan demikian, kita dapat membantu meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan diri sendiri, serta turut menjaga keberlanjutan lingkungan dan sumber daya alam bagi generasi mendatang.

FAQ tentang Pertanian Organik


Apa bedanya pertanian metode organik dengan pertanian konvensional?

Pertanian organik menggunakan bahan-bahan organik alami dan menghindari penggunaan bahan kimia sintetis seperti pestisida, sedangkan pertanian konvensional menggunakan bahan kimia sintetis dan pestisida.

Apa keuntungan memulai pertanian metode organik?

Keuntungan memulai pertanian organik adalah dapat menghasilkan produk pertanian yang lebih sehat dan lebih berkualitas, serta membantu menjaga keseimbangan ekosistem pertanian dan keberlanjutan lingkungan.

Apakah pertanian organik lebih sulit dilakukan daripada pertanian konvensional?

Pertanian organik memang membutuhkan waktu dan usaha yang lebih dalam hal pemeliharaan tanah dan tanaman, namun jangka panjangnya dapat lebih ekonomis dan membawa manfaat yang lebih besar bagi lingkungan dan kesehatan manusia.

2 Nov 2022

PERTANIAN REGENERATIF UNTUK MEWUJUDKAN PERTANIAN BERKELANJUTAN DEMI KELESTARIAN LINGKUNGAN

PERTANIAN REGENERATIF UNTUK MEWUJUDKAN PERTANIAN BERKELANJUTAN DEMI KELESTARIAN LINGKUNGAN


Pertanian Organik - Assalamu'alaikum sahabat tani muda, berjumpa lagi dengan kami, Kali ini kita akan membahas tentang Regenetive Agriculture dan Manfaatnya bagi Iklim Dunia. Pertanian Regeneratif adalah pendekatan konservasi dan rehabilitasi terhadap sistem pangan dan pertanian. Ini berfokus pada regenerasi tanah lapisan atas, meningkatkan keanekaragaman hayati, meningkatkan siklus air, meningkatkan layanan ekosistem, mendukung biosequestrasi, meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim, dan memperkuat kesehatan dan vitalitas tanah pertanian.

Keanekaragaman Hayati

Pertanian regeneratif bukanlah praktek khusus. Namun sebaliknya, para pendukung pertanian regeneratif menggunakan berbagai teknik pertanian berkelanjutan dan mengkombinasikannya. Prakteknya termasuk mendaur ulang sebanyak mungkin limbah pertanian dan menambahkan bahan kompos dari sumber di luar pertanian. Pertanian Regeneratif di pertanian kecil dan kebun sering didasarkan pada filosofi seperti permakultur, agroekologi, agroforestri, ekologi restorasi, desain keyline, dan manajemen holistik. Peternakan besar cenderung kurang didorong oleh filosofi dan sering menggunakan praktik "Tidak Mengolah" dan/atau "Mengurangi".

Ketika kesehatan tanah membaik, kebutuhan input dapat menurun, dan hasil panen dapat meningkat karena tanah lebih tahan terhadap cuaca ekstrem dan lebih sedikit hama dan patogen .

Sebagian besar rencana mitigasi perubahan iklim berfokus pada "Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca". Pertanian Regeneratif, yaitu penangkapan karbon dioksida atmosfer dengan menanam tanaman yang memindahkan karbon dioksida itu ke dalam tanah, hampir merupakan satu-satunya teknologi yang berfungsi saat ini yang tersedia untuk menarik gas rumah kaca yang sudah ada di atmosfer, sebagian besar melalui penanaman dan pemeliharaan. hutan dan padang rumput abadi.

Modernisasi Metode Pertanian yang di terapkan selama ini telah merusak ekosistem Hayati pada tanah pertanian. Pertanian modern mulai menciptakan proses yang menggunakan unsur - unsur yang menghilangkan kesuburan tanah, seiring evolusi pertanian dan peningkatan teknologi untuk memenuhi permintaan konsumen. Hilangnya kesuburan tanah terutama karena penurunan keberadaan mikrobiologi, mineral dan bahan organik. Hal tersebut yang menjadi alasan kuat pertanian regeneratif semakin penting untuk mengembalikan komponen penting di dalam tanah. 

Tujuan dari pertanian regeneratif adalah untuk mencapai keseimbangan dengan cara yang sehat. Ini harus memungkinkan sumber daya alam tidak habis dan tanah beregenerasi lebih cepat, memperkuat dan mempertahankan keberagaman biologis serta nutrisi di dalam tanah pasca digarap dari waktu ke waktu. Beberapa sumber dimana pertanian regeneratif dikembangkan adalah seperti pertanian karbon, pengelolaan holistik, perencanaan dan pengembangan yang benar, pertanian multifaset dan pertanian organik. Pertanian regeneratif merupakan istilah lain dari praktik mengompos hingga menyuburkan hasil panen. 

Apasih Sebenarnya Pertanian Regeneratif Itu?

Pertanian Regeneratif adalah metode praktik pertanian ini menciptakan siklus perawatan tanah melalui penggarapan yang bertanggung jawab dalam manajemen tanah. Ini merupakan istilah lain dari praktik mengkompos hingga menyuburkan tanah dan meningkatkan hasil panen. Tujuan utama dari cara ini adalah untuk memperkuat dan mempertahankan keberagaman biologis dan nutrisi di dalam tanah pasca digarap dari waktu ke waktu.

Sebuah tayangan dokumenter di Netlix berjudul “Kiss the Ground” mengungkap soal pertanian Regeneratif, yang mana menjelaskan perbedaan antara “Debu dan Tanah”. Dokumenter tersebut secara gamblang menegaskan, bahwa tanah yang sudah digarap, tidak bisa kembali dalam kondisi awal yang elemennya sangat kompleks, kaya komposisi nutrisi tanah.   

Mengapa kita butuh pertanian regeneratif?

Mendesaknya kebutuhan untuk mengkonversi ke metode pertanian regeneratif sangat jelas: suhu (bumi) yang kian meninggi dan kondisi kekurangan air yang makin kentara mempengaruhi pasokan pangan di seluruh dunia.  Kekeringan, erosi, banjir dan kebakaran lahan adalah tanda kesehatan tanah yang mengkhawatirkan. Penyebab dari kerusakkan tanah ini beragam. Beberapa di antaranya adalah pemakaian pestisida, obat pembasmi jamur, dan zat-zat kimiawi lain. Selain itu juga lantaran penggarapan tanah berlebihan dan praktik keliru soal pemanfaatan lahan.

Transisi menuju pertanian regeneratif dimaksudkan berinvestasi ke pertanian skala kecil yang menggarap lahan melalui cara lama. Cara-cara itu seperti merawat tanaman secara organik, dan menggembala ternak di lahan yang disesuaikan pada waktu. Metode ini ternyata lebih banyak memberikan keuntungan daripada merugikan tanah. Selain itu, merupakan praktik penanaman yang mengindari pengolahan yang semena-mena.    

Semua kegiatan dalam pertanian regenerative itu saling terhubung guna mendorong pertanian/perkebunan yang banyak manfaat. Bayangkan, mengganti cara produksi panen terindustrialisasi yang masif dengan pertanian skala kecil yang lebih terkelola dan manajemen lahan yang lebih sehat. Jika sepertiga saja dari keseluruhan praktik pertanian menggunakannya dalam produksi pangan, ini merupakan pergantian (cara) yang mampu mengakomodasi kebutuhan pertanian yang lebih baik bagi generasi selanjutnya.

Apa keuntungan pertanian regeneratif?

Para penggiat pergerakan ini percaya bahwa pertanian regeneratif tidak hanya sekedar memperlambat, melainkan juga membalik ancaman perubahan iklim. Pasalnya, pertanian ini kembali membangun sistem organik tanah  dan menyimpan keanekaragaman hayati tanah, yang mengontrol pengikatan karbon dan memperbaiki efisisensi air. 

Sebagai tambahan, guna mendukung para petani kecil di seluruh dunia, melindungi tanah untuk masa depan, pertanian regeneratif menghasilkan dampak di lahan pangan: penghilangan pupuk atau zat kimiawi lain yang artinya tak membutuhkan perawatan yang mahal untuk mengembalikan fungsi tanah. Selain itu, manfaat lain dari praktik ini adalah lebih banyak tenaga manusia, transportasi yang hemat, dan keuntungan tinggi.

Sejatinya adalah, planet ini tidak akan terus memenuhi kebutuhan produksi pangan jika kita terus mengelolanya dengan cara yang sama (industrialisasi pangan) yang telah mengubah susunan tanah. Di luar kesuburan tanah terus menurun, atau keberagaman hayati yang menandakan sehatnya lingkungan, terdapat faktor penting lain yang patut dicermati untuk agrikultur masa depan: hilangnya pemahaman dan praktik pengelolaan lahan yang bijak. Namun, sejak pertanian regeneratif yang memadukan pertanian dan peternakan mulai mendapat tempat, hal ini bisa menjadi tren baru. Pengetahuan dan manfaatnya bisa menembus antar generasi.

Isu ini tidak bisa lagi dikesampingkan, karena para pakar ilmu tanah memperkirakan dengan kondisi sekarang yang sudah mulai banyak bibit sumber pangan yang hilang dan rusak, kita akan menghadapi kelangkaan pangan yang parah dalam 50 tahun ke depan. Alih-alih mencari metode dari laboratorium, pertanian regeneratif adalah solusi terbaik karena tak hanya melindungi lahan, namun juga lingkungan akibat kerusakan terkait perubahan iklim akibat terlepasnya karbon.   

Tanpa perlindungan dan regenerasi kondisi tanah pada 4 miliar hektar lahan pertanian, delapan miliar hektar lahan penggembalaan, dan 10 miliar hektar hutan dunia, akan menjadi mutahil memberi makan penduduk bumi, menjaga kenaikan suhu di bawah 2°C atau menghentikan kepunahan keberagaman hayati,” demikian menurut  lembaga Regeneration International.

Apa yang cocok bagi pertanian regeneratif?

Sejumlah pertanian berjenis permakultur dan organik yang berada di bawah metode pertanian regeneratif, seperti akuakultur, agroekologi, agroforestri, biochar, kompos, tanaman pakan holistik, no-till management, penggunaan tanaman tahunan, dan silvapastura.

Meskipun cara ini menjanjikan, namun butuh secepatnya diaplikasikan. Selain itu, guna menangkal krisis iklim yang kian memburuk,  pertanian regeneratif ini perlu koordinasi melalui pendekatan global. Kabar baiknya, di sejumlah tempat, praktik ini dikabarkan sudah berjalan. Konsumen pun perlu mendukung dengan membeli hasil bumi dari praktik ini. Tentu saja dari lahan pertanian regeneratif yang sudah menerapkan keberlanjutan yang memperhatikan lingkungan, ekonomi, dan hak-hak buruh mrlslui label pengakuan.  Apa itu pertanian regeneratif?

Metode praktik pertanian ini menciptakan siklus perawatan tanah melalui penggarapan yang bertanggung jawab dalam manajemen tanah. Ini merupakan istilah lain dari praktik mengkompos hingga menyuburkan hasil panen. Tujuan utama dari cara ini adalah untuk memperkuat dan mempertahankan keberagaman biologis dan nutrisi di dalam tanah pasca digarap dari waktu ke waktu.

Sebuah tayangan dokumenter di Netlix berjudul “Kiss the Ground” mengungkap soal pertanian regeneratif, yang mana menjelaskan perbedaan antara “debu dan tanah”. Dokumenter tersebut secara gamblang menegaskan, bahwa tanah yang sudah digarap, tidak bisa kembali dalam kondisi awal yang elemennya sangat kompleks, kaya komposisi nutrisi tanah.   

Mengapa kita butuh pertanian regeneratif?

Mendesaknya kebutuhan untuk mengkonversi ke metode pertanian regeneratif sangat jelas: suhu (bumi) yang kian meninggi dan kondisi kekurangan air yang makin kentara mempengaruhi pasokan pangan di seluruh dunia.  Kekeringan, erosi, banjir dan kebakaran lahan adalah tanda kesehatan tanah yang mengkhawatirkan. Penyebab dari kerusakkan tanah ini beragam. Beberapa di antaranya adalah pemakaian pestisida, obat pembasmi jamur, dan zat-zat kimiawi lain. Selain itu juga lantaran penggarapan tanah berlebihan dan praktik keliru soal pemanfaatan lahan.

Transisi menuju pertanian regeneratif dimaksudkan berinvestasi ke pertanian skala kecil yang menggarap lahan melalui cara lama. Cara-cara itu seperti merawat tanaman secara organik, dan menggembala ternak di lahan yang disesuaikan pada waktu. Metode ini ternyata lebih banyak memberikan keuntungan daripada merugikan tanah. Selain itu, merupakan praktik penanaman yang mengindari pengolahan yang semena-mena.    

Semua kegiatan dalam pertanian regenerative itu saling terhubung guna mendorong pertanian/perkebunan yang banyak manfaat. Bayangkan, mengganti cara produksi panen terindustrialisasi yang masif dengan pertanian skala kecil yang lebih terkelola dan manajemen lahan yang lebih sehat. Jika sepertiga saja dari keseluruhan praktik pertanian menggunakannya dalam produksi pangan, ini merupakan pergantian (cara) yang mampu mengakomodasi kebutuhan pertanian yang lebih baik bagi generasi selanjutnya.

Demikian sekilas pandangan kami tentang kontribusi Regenerative Agriculture terhadap berubahan iklim dan gas rumah kaca. semoga sahabat tani bisa lebih bijak dalam mempraktekkan metode pertanian yang ramah lingkungan. terimah kasih dan semoga sukses untuk semua petani muda di indonesia. wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Produk Pertanian :
PGPR                                             Harga    Rp. 25.000/Liter
Fish Amino Acids                          Harga    Rp. 25.000/½Liter
Brown Rice Vinegar                      Harga    Rp. 50.000/Liter
Coryn Bacteria                               Harga    Rp. 30.000/½Liter
Bio-Pestisida                                  Harga    Rp. 30.000/Liter
Bio-Polymixa                                 Harga    Rp. 30.000/Liter
Bio-Tricoderma                              Harga    Rp. 50.000/Kg
Mikoriza                                         Harga    Rp. 50.000/Kg
Waiting Agen                                  Harga    Rp. 30.000/Liter
Madam Sulfur                                 Harga    Rp. 30.000/Liter

Produk Peternakan :
Probiotik EXTRA 99 PLUS      Harga Rp. 20.000/Liter
Oriental Herbal Nutrien             Harga Rp. 25.000/Liter
Dekomposer EXTRA 88            Harga Rp. 25.000/liter
Enzim                                         Harga Rp. 30.000/Liter
Desinfektan                                 Harga Rp. 20.000/Liter

CV. Griya Tani Indonesia
Office Address :
D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573 
Kontak Person


24 Nov 2020

MEMPERBAIKI KUALITAS TANAH

MEMPERBAIKI KUALITAS TANAH
Untuk Meningkatkan Kesuburan Tanah

kualitas-tanah
Sumber Gambar : Geologi.com

Mengolah Tanah Dengan Benar
Tanah yang sehat di lahan pertanian yang kita kelola menjadi kunci sukses atau tidaknya usaha di bidang pertanian ini, karena dari tanah inilah tanaman mampu menyerap nutrisi yang dibutuhkan, namun juga dari tanah ini juga terdapat banyak bakteri dan jamur baik yang bersifat menguntungkan atau yang bersifat patogen.
Meskipun beberapa petani mungkin diberkati dengan tanah yang sempurna, kebanyakan dari kita bertani di tanah yang kurang sempurna. Ditambah lagi dengan pemberian obat sintetis dan pupuk kimia yang berlebihan dan berlangsung sudah cukup lama. Jika tanah Anda mengandung terlalu banyak tanah liat, terlalu berpasir, terlalu berbatu atau terlalu asam, jangan putus asa. Mengubah tanah yang tidak subur menjadi tanah yang ramah tanaman tidaklah sulit, setelah Anda memahami komponen-komponen tanah yang sehat.
Tanah terdiri dari batuan yang lapuk dan bahan organik, air dan udara. Tapi "keajaiban" yang tersembunyi di tanah yang sehat adalah organisme — hewan kecil, cacing, serangga, dan mikroba — yang tumbuh subur ketika elemen tanah lainnya seimbang.

Kandungan Mineral 
Kira-kira setengah dari tanah di lahan pertanian kita terdiri dari potongan-potongan kecil bebatuan lapuk yang secara bertahap telah rusak oleh kekuatan angin, hujan, pembekuan dan pencairan serta proses kimiawi dan biologis lainnya.
Jenis tanah umumnya diklasifikasikan berdasarkan ukuran partikel tanah anorganik berikut : pasir (partikel besar), lanau (partikel berukuran sedang) atau lempung (partikel sangat kecil). Proporsi partikel pasir, lumpur dan tanah liat menentukan tekstur tanah di lahan Anda dan mempengaruhi drainase dan ketersediaan hara, yang pada gilirannya mempengaruhi seberapa baik tanaman Anda akan tumbuh.

Materi Organik Pada Tanah
Bahan organik adalah sisa-sisa organisme tanah dan tumbuhan yang membusuk sebagian termasuk lumut, rumput dan daun, pohon yang berguguran, dan semua jenis materi vegetatif lainnya.
Meskipun hanya membentuk sebagian kecil dari tanah (biasanya 5 sampai 10 persen), bahan organik sangat penting. Karena bahan organik ini mampu mengikat partikel tanah menjadi remah-remah atau butiran berpori yang memungkinkan udara dan air bergerak melalui tanah. Bahan organik juga mampu mempertahankan kelembapan (humus menahan hingga 90 persen beratnya dalam air), dan mampu menyerap serta menyimpan nutrisi. Yang terpenting, bahan organik adalah makanan bagi mikroorganisme dan bentuk kehidupan tanah lainnya.
Kita juga dapat meningkatkan jumlah bahan organik di tanah kita dengan menambahkan kompos, kotoran hewan yang sudah matang, pupuk hijau (tanaman penutup), mulsa atau lumut gambut. Karena kebanyakan kehidupan tanah dan akar tanaman terletak di 6 inchi teratas dari tanah, berkonsentrasilah pada lapisan atas ini.

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang membuat kompos Anda sendiri, baca Semua Tentang Pengomposan
Berhati-hatilah saat memasukkan material yang tinggi karbon dalam jumlah besar (jerami, daun, serpihan kayu, dan serbuk gergaji). Mikroorganisme tanah akan mengonsumsi banyak Nitrogen dalam upaya mencerna bahan-bahan ini dan dalam jangka pendek dapat menghilangkan Nitrogen tanaman Anda.

Kehidupan Di Dalam Tanah
Organisme tanah termasuk bakteri dan jamur, protozoa dan nematoda, tungau, springtail, cacing tanah dan makhluk kecil lainnya yang akan ditemukan di tanah yang sehat. Organisme ini penting untuk pertumbuhan tanaman. Mereka membantu mengubah bahan organik dan mineral ditanah menjadi vitamin, hormon, enzim senyawa penekan penyakit dan nutrisi yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh.
Ekskresi mereka juga membantu mengikat partikel tanah menjadi agregat kecil yang membuat tanah gembur dan rapuh. Sebagai petani, tugas kita adalah menciptakan kondisi ideal bagi organisme tanah ini untuk melakukan pekerjaannya. Ini berarti memberi mereka sumber makanan yang melimpah (karbohidrat dalam bahan organik), oksigen (ada di tanah yang berairasi dengan baik), dan air (dalam jumlah yang cukup tetapi tidak berlebihan).

Udara Di Tanah
Tanah yang sehat mengandung sekitar 25 persen udara. Mikroba serangga, cacing tanah dan kehidupan di tanah membutuhkan udara sebanyak ini untuk hidup. Udara di tanah juga merupakan sumber penting Nitrogen Atmosfer yang dimanfaatkan oleh tanaman untuk berkembang dengan baik.
Tanah yang berairasi dengan baik memiliki banyak ruang pori di antara partikel atau remah tanah. Partikel tanah halus (lempung atau lumpur) memiliki ruang kecil di antara mereka - dalam beberapa kasus terlalu kecil untuk ditembus udara. Tanah yang tersusun dari partikel-partikel besar, seperti pasir, memiliki pori-pori yang besar dan mengandung banyak udara. Tapi, terlalu banyak udara bisa menyebabkan bahan organik terlalu cepat membusuk.
Untuk memastikan bahwa ada pasokan udara yang seimbang di tanah kita perlu tambahkan banyak bahan organik, hindari menginjak bedengan yang sedang tumbuh atau memadatkan tanah dengan alat berat dan jangan pernah memulai pengolahan tanah saat tanah sangat basah.

Kandungan Air Dalam Tanah
Tanah yang sehat juga mengandung sekitar 25 persen air. Air, seperti udara, ditahan di ruang pori di antara partikel tanah. Ruang pori yang besar memungkinkan air hujan dan irigasi mengalir ke zona akar dan masuk ke lapisan tanah. Pada tanah berpasir, jarak antar partikel tanah sangat besar sehingga gravitasi menyebabkan air mengalir turun dan keluar dengan sangat cepat. Itu sebabnya tanah berpasir mengering begitu cepat.
Ruang pori yang kecil memungkinkan air untuk bermigrasi kembali ke atas melalui proses kerja kapiler. Di tanah yang tergenang air, air telah sepenuhnya memenuhi ruang pori, memaksa keluar semua udara. Ini mencekik organisme tanah serta akar tanaman.
Idealnya, tanah yang kita garap harus memiliki kombinasi ruang pori besar dan kecil. Sekali lagi, bahan organik adalah kuncinya, karena mendorong pembentukan agregat, atau tanah gembur. Bahan organik juga menyerap air dan menahannya hingga dibutuhkan oleh akar tanaman.
Setiap tanah memiliki kombinasi yang berbeda dari kelima komponen dasar tersebut. Dengan menyeimbangkannya, Anda dapat secara dramatis meningkatkan kesehatan tanah dan produktivitas pertanian kita. Tetapi pertama-tama, yang perlu kita ketahui jenis tanah di lahan yang kita kelola.

Tekstur dan Jenis Tanah
Tekstur tanah dapat berkisar dari partikel yang sangat halus hingga yang kasar dan berkerikil. Kita tidak perlu menjadi seorang ilmuwan untuk menentukan tekstur tanah di lahan kita sendiri. Untuk mendapatkan gambaran kasarnya, cukup taruh sedikit tanah di telapak tangan Anda dan basahi sedikit, lalu usapkan campuran tersebut di antara jari-jari Anda. Jika terasa berpasir, berarti tanah Anda berpasir; jika terasa halus, seperti bedak basah, tanah Anda berlumpur; jika terasa keras saat kering, lengket atau licin saat basah, atau kenyal saat lembab, berarti kandungan tanah liatnya tinggi.
Setiap tanah memiliki ciri fisik yang unik, dan ditentukan oleh proses pembentukan. Tanah berlumpur yang ditemukan di dataran banjir tua secara inheren berbeda dari tanah pegunungan berbatu; tanah liat yang berada di bawah gletser selama jutaan tahun tidak seperti tanah berpasir di dekat lautan. Beberapa dari kualitas dasar ini dapat ditingkatkan dengan manajemen yang tepat atau diperparah dengan penyalahgunaan pupuk kimia dan pestisida sintetis.

Mengidentifikasi Jenis Tanah
Tanah biasanya dideskripsikan menurut jenis partikel tanah yang dominan : 
Pasir, Lanau atau Lempung. Dengan melakukan uji tanah sederhana, kita dapat dengan mudah melihat jenis tanah yang kita tangani. 
Kita mungkin ingin mengulangi tes ini dengan beberapa sampel tanah yang berbeda dari halaman dan kebun atau ladang yang kita miliki.
Berikut adalah Metode-nya :
  • Isi satu liter toples kira-kira sepertiga penuh dengan humus dan tambahkan air sampai toples hampir penuh.
  • Kencangkan tutupnya dan kocok campuran dengan kuat, sampai semua gumpalan tanah larut.
  • Sekarang letakkan stoples di ambang jendela dan lihat partikel yang lebih besar mulai tenggelam ke dasar
  • Dalam satu atau dua menit, bagian pasir dari tanah akan mengendap di dasar toples. Tandai ketinggian pasir di sisi toples.
  • Biarkan toples tidak terganggu selama beberapa jam. Partikel lanau yang lebih halus secara bertahap akan mengendap di pasir. Anda akan menemukan warna lapisan yang sedikit berbeda, yang menunjukkan berbagai jenis partikel.
  • Biarkan toples semalaman. Lapisan berikutnya di atas lumpur adalah tanah liat. Tandai ketebalan lapisan itu. Di atas tanah liat akan ada lapisan tipis bahan organik. Beberapa bahan organik ini mungkin masih mengapung di air. Padahal, toples itu harus keruh dan penuh dengan sedimen organik yang mengapung. Jika tidak, Anda mungkin perlu menambahkan bahan organik untuk meningkatkan kesuburan dan struktur tanah
Memperbaiki Struktur Tanah
Bahkan tanah yang sangat buruk sekalipun dapat diperbaiki secara dramatis, dan upaya yang kita lakukan tentu akan membuahkan hasil. Dengan akarnya di tanah yang sehat, tanaman Anda akan lebih bertenaga dan lebih produktif.

Tanah Berpasir : 
Partikel pasir adalah batuan besar yang berbentuk tidak beraturan. Di tanah berpasir, ruang udara yang besar di antara partikel pasir memungkinkan air mengalir dengan sangat cepat. Unsur hara sering kali cenderung terkuras bersama air, seringkali sebelum tanaman sempat menyerapnya. Karena alasan ini, tanah berpasir biasanya miskin hara.
Tanah berpasir juga memiliki banyak udara di dalamnya sehingga mikroba mengonsumsi bahan organik dengan sangat cepat. Karena tanah berpasir biasanya mengandung sangat sedikit tanah liat atau bahan organik, mereka tidak memiliki banyak struktur yang remah. Partikel tanah tidak saling menempel, meskipun basah.

Untuk Memperbaiki Tanah Berpasir
Mulai proses perbaikan di kedalaman tiga sampai empat inchi lalu tambahkan bahan organik seperti pupuk kandang atau kompos jadi.
Kasih Mulsa di sekitar tanaman Anda dengan daun, serpihan kayu, kulit kayu, jerami padi atau sabut kelapa. Mulsa ini dapat mempertahankan kelembapan dan mendinginkan tanah.
Tambahkan Bahan Organik dengan ketebalan minimal dua inchi setiap tahun.

Jenis Tanah Liat : 
Partikel tanah liat berukuran kecil dan rata. Mereka cenderung lengket begitu erat sehingga hampir tidak ada ruang pori sama sekali. Saat tanah liat basah, mereka menjadi lengket dan praktis tidak bisa dikerjakan. Mereka mengering perlahan dan bisa tetap tergenang air sampai ke mata air. Ketika tanah akhirnya mengering, sering kali menjadi keras dan menggumpal, dipermukaannya dan retak menjadi pelat datar.
Kurangnya ruang pori berarti tanah lempung pada umumnya rendah baik bahan organik maupun aktivitas mikroba. Akar tanaman kerdil karena terlalu sulit untuk menembus tanah. Lalu lintas pejalan kaki dan peralatan berkebun dapat menyebabkan masalah pemadatan. Untungnya, sebagian besar tanah liat kaya akan mineral yang akan tersedia untuk tanaman Anda setelah Anda memperbaiki tekstur tanah.

Untuk Memperbaiki Tanah Liat
Mulai proses perbaikan di kedalaman tiga sampai empat inchi lalu tambahkan bahan organik seperti pupuk kandang atau kompos jadi. 
Lalu Tambahkan Bahan Organik dengan ketebalan minimal dua inchi setiap tahun
Usahakan penambahan bahan organik di lakukan saat musim kemarau itu jika memungkinkan.
Gunakan bedengan yang permanen untuk meningkatkan drainase dan mencegah lalu lintas pejalan kaki menginjak injak dari area pertumbuhan ( Area Bedengan ).
Minimalkan Mengolah Dan Spading.
Jenis Tanah Berlumpur :
Jenis Tanah berlumpur mengandung partikel kecil batuan lapuk yang berbentuk tidak teratur, yang berarti mereka biasanya cukup padat dan memiliki ruang pori yang relatif kecil dan drainase yang buruk. Mereka cenderung lebih subur daripada tanah berpasir atau tanah liat.

Untuk Memperbaiki Tanah Berlumpur 
Tambahkan setidaknya dua inchi bahan organik setiap tahun.
Berkonsentrasi pada beberapa inchi bagian atas dari tanah untuk menghindari pengerasan permukaan.
Hindari pemadatan tanah dengan tidak melakukan pengolahan lahan yang tidak perlu dan berjalan di atas bedengan.
Pertimbangkan untuk membuat bedengan yang ditinggikan.
Menguji PH tanah :
Setelah semua proses tadi selesai selanjutnya yang harus kita lakukan adalah mengetahui pH tanah kita. 
Tingkat pH tanah Anda menunjukkan keasaman relatif atau alkalinitasnya. Uji pH mengukur rasio ion hidrogen (positif) terhadap ion hidroksil (negatif) dalam air tanah. Ketika ion hidrogen dan hidroksil hadir dalam jumlah yang sama, pH dikatakan netral yaitu (pH 7). Ketika ion hidrogen ada, tanah menjadi asam (pH 1 hingga pH 6,5). Dan ketika ion hidroksil mencapai titik keseimbangan, pH menjadi basa (pH 6,8 hingga pH 14).

Menguji pH Tanah
Sebagian besar Nutrisi tanaman penting dapat larut pada tingkat pH 6,5 hingga 6,8, itulah sebabnya sebagian besar tanaman tumbuh paling baik dalam kisaran ini. Jika pH tanah Anda jauh lebih tinggi atau lebih rendah, nutrisi tanah mulai terikat secara kimiawi ke partikel tanah, yang membuatnya tidak tersedia untuk tanaman yang kita budidaya. Kesehatan tanaman terganggu karena akarnya tidak dapat menyerap nutrisi yang dibutuhkannya.
Untuk meningkatkan kesuburan tanah, Sahabat tani perlu mendapatkan pH tanah dalam kisaran 6,5 hingga 7,0. Anda tidak dapat mengubah pH tanah Anda dalam semalam. Sebaliknya, ubah secara bertahap selama satu atau dua musim tanam dan kemudian pertahankan setiap tahun sesudahnya. Aplikasi bahan organik secara liberal juga merupakan ide yang bagus, karena membantu mengurangi ketidakseimbangan pH.
Tanah Yang Asam :
Jika pH tanah Anda kurang dari 6,5, mungkin terlalu asam untuk sebagian besar tanaman kebun (meskipun beberapa, seperti blueberry dan azalea membutuhkan tanah asam). 
Cara paling umum untuk meningkatkan pH tanah di lahan pertanian (membuatnya kurang asam) adalah dengan menambahkan bubuk batu kapur. Batu kapur dolomit juga akan menambah mangan ke dalam tanah. Terapkan di musim gugur karena perlu beberapa bulan untuk mengubah pH.
Abu kayu juga akan meningkatkan pH, dan bekerja lebih cepat daripada batu kapur dan mengandung kalium dan elemen jejak. Tetapi jika Anda menambahkan terlalu banyak abu kayu, Anda dapat mengubah pH secara drastis dan menyebabkan ketidakseimbangan nutrisi. Untuk hasil terbaik, aplikasikan abu kayu di musim dingin, dan gunakan tidak lebih dari tiga Kilogram per 2 Meter persegi, setiap tahunnya. Ini Untuk meningkatkan pH tanah Anda sekitar satu poin :
Di tanah berpasir : 
Tambahkan 3Kg - 4Kg batu kapur ke tanah per 2 meter persegi.
Atau 3Kg - 4Kg Bubuk arang kayu per 2 meter persegi.
Di Tanah Lempung :
Tambahkan 7Kg - 8Kg batu kapur ke tanah per 1 meter persegi.
Atau 3Kg - 4Kg Bubuk arang kayu per 2 meter persegi.
Di Tanah Liat : 
Tambahkan 8kg-10kg batu kapur ke tanah per 2 meter persegi.
Atau 3Kg - 4Kg Bubuk arang kayu per 2 meter persegi.
Tanah Alkaline :
Jika tanah Anda lebih tinggi dari 7,0, Anda perlu mengasamkan tanah Anda. Biasanya jika di daerah anda kering, biasanya tanah akan bersifat basa. 
Untuk mengasamkanya biasanya dengan menambahkan sulfur tanah. Anda juga bisa memasukkan bahan organik asam alami seperti jarum konifer, serbuk gergaji, lumut gambut, dan daun segar

Untuk menurunkan pH tanah sekitar satu poin :

Jenis Tanah Berpasir :
Tambahkan 1Kg Belerang Tanah per 2 meter persegi.
Jenis Tanah Lempung : 
Tambahkan Belerang Tanah 1,5 hingga 2Kg per 2 meter persegi.
Jenis Tanah Liat berat : 
tambahkan Belerang Tanah 2Kg per 2 meter persegi.

Pengujian pH Tanah
Test tanah anda sendiri secara profesional akan memberi Anda banyak informasi tentang tanah Anda, termasuk pH dan jumlah nutrisi yang berbeda.

Hasil uji tanah biasanya menilai kadar pH tanah, fosfor, kalium, magnesium, kalsium, dan terkadang nitrogen. 
(Kebanyakan laboratorium tidak menguji nitrogen karena sangat tidak stabil di dalam tanah.) Beberapa laboratorium juga menawarkan pengujian untuk mikronutrien seperti boron, seng, dan mangan. Kecuali jika Anda merasa mungkin ada masalah defisiensi, Anda mungkin tidak memerlukan pengujian mikronutrien. Sebagai tindakan pencegahan, Anda dapat menerapkan pupuk organik yang mengandung zat gizi mikro (seperti Greensand dan Tepung Rumput Laut).
Untuk mendapatkan hasil pengujian yang paling akurat, ambil contoh tanah dari setiap areal pertanian anda : 

Demikian penjelasan singkat tentang bagaimana cara memperbaiki kontur dan kondisi tanah pertanian agar lebih subur. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita.

Wassalam....

Produk Pertanian :
PGPR                                             Harga    Rp. 25.000/Liter
Fish Amino Acids                          Harga    Rp. 25.000/½Liter
Brown Rice Vinegar                      Harga    Rp. 50.000/Liter
Coryn Bacteria                               Harga    Rp. 30.000/½Liter
Bio-Pestisida                                  Harga    Rp. 30.000/Liter
Bio-Polymixa                                 Harga    Rp. 30.000/Liter
Bio-Tricoderma                              Harga    Rp. 50.000/Kg
Mikoriza                                         Harga    Rp. 50.000/Kg
Waiting Agen                                  Harga    Rp. 30.000/Liter
Madam Sulfur                                 Harga    Rp. 30.000/Liter

Produk Peternakan :
Probiotik EXTRA 99 PLUS              Harga Rp. 20.000/Liter
Oriental Herbal Nutrien             Harga Rp. 25.000/Liter
Dekomposer EXTRA 88            Harga Rp. 25.000/liter
Enzim                                         Harga Rp. 30.000/Liter
Desinfektan                                 Harga Rp. 20.000/Liter

CV. Griya Tani Indonesia
Office Address :
D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573 
Kontak Person


Copyright © 2020 CV. Griya Tani
All right NATURAL FARMING Indonesia

12 Jul 2020

MEMBUAT SENDIRI PLANT GROWTH PROMOTOR RHIZOBACTERIA

PLANT GROWING PROMOTOR
RIZOBACTERIA

PGPR dalam terminologi bahasa Indonesia merupakan bakteri perakaran pemacu pertumbuhan tanaman. Seperti yang kita ketahui, banyak sekali jenis bakteri yang bersimbiosis dengan perakaran tanaman, dan memberikan efek positif bagi pertumbuhan tanaman. Contoh umum yang bisa kita amati adalah bintil akar pada tanaman legum yang merupakan bentuk simbiosis bakteri penambat Nitrogen pada perakaran tanaman. Pengaruh PGPR pada tanaman dapat dibagi menjadi beberapa kelompok, yaitu : 
Mendorong pertumbuhan tanaman (bertindak sebagai fitohormon) 
Menekan perkembangan penyakit (bioprotectant / biokontrol) 
Meningkatkan ketersediaan nutrisi bagi tanaman PGPR meningkatkan pertumbuhan tanaman secara langsung dan tidak langsung. Dari berbagai kajian, perlakuan PGPR pada tanaman akan memberikan pertumbuhan akar yang lebih sehat, panjang dan lebih banyak dibandingkan tanpa PGPR. Perakaran yang sehat dan lebih panjang menyebabkan penyerapan unsur hara yang diperlukan bagi pertumbuhan tanaman akan semakin banyak, sehingga pertumbuhan tanaman juga lebih bagus. Di samping itu, perakaran yang dikoloni oleh bakteri PGPR umumnya lebih tahan terhadap infeksi patogen tanaman. Hal ini erat kaitannya dengan kemampuan bakteri PGPR untuk menghasilkan siderofor dan antibiotik untuk mencegah perkembangan patogen tanaman. Berbagai literatur menyebutkan bahwa kandungan bakteri PGPR utamanya adalah dari kelompok Pseudomonas sp.
CARA SEDERHANA MENDAPATKAN PGPR DARI ALAM
Bakteri PGPR dapat diperoleh dengan mengisolasi bakteri perakaran pada tanaman inang. Namun demikian, untuk proses di tingkat lapang/petani, proses yang dilakukan tidaklah serumit yang harus dilakukan di laboratorium agens hayati. Untuk metode di lapang, cukup dengan mengambil perakaran dan sedikit tanah di sekitar perakaran tanaman. Secara umum, kategori tanaman yang ditengarai mempunyai kandungan bakteri PGPR adalah tanaman yang menunjukkan keragaan paling bagus, paling sehat, pada perlakuan yang sama di lapangan. Namun demikian, ada beberapa jenis tanaman inang PGPR yang dapat digunakan sebagai sumber PGPR, yaitu akar bambu, putri malu, alang-alang, rumput gajah, serai dan rumput teki. Hampir semua jenis tanaman tersebut hidup dengan baik di alam tanpa pemupukan, dan tahan terhadap iklim yang ekstrim. Namun demikian, bahan yang paling banyak digunakan adalah perakaran bambu.
Bahan yang Digunakan : 
  1. Akar Kacang / polong dll ada simbiosis dari bakteri Ryzobium dengan bintil – bintil akar kacang yang berfungsi untuk meningkatkan kelarutan Nitrogen dalam tanah. 
  2. Akar Bambu, akar Rumput Gajah, akar Jagung, akar Padi : rata-rata akar ini banyak mengandung bakteri PF (Pseudomonas Flouren), dimana bakteri ini bisa meningkatkan kelarutan phoshate (P) dalam tanah dan bisa bersimbiosis dengan jamur Mikoriza yang bisa meningkatkan dan penyerapan unsur mikro tanah yaitu Mg, Cu, Mn, Fe dll. 
  3. Semua rumput liar seperti putri malu, rumpun teki, dll (campuran beberapa klasifikasi family) : rata-rata akar ini memiliki bakteri lengkap, seperti Rhizobium, Bacillus sp (pelarut phosphate & kalium, ZPT, dan penekan patogen), Pseudomonas putida (penekan fungi patogen), Actinomycetes (penghasil antibiotik) 
LANGKAH PERTAMA :
  • Ambil sekitar satu genggam perakaran diatas (bisa satu macam atau kombinasi), kemudian potong kecil-kecil dengan ukuran 1 cm. Tanah diakar jangan dibersihkan, krna mengandung banyak PGPR. 
  • Masukkanke dalam botol bersih berisi air steril sebanyak 1 liter. Lebih baik gunakan air sumur yang telah matang (dimasak sebelumnya). Air sumur relatif tidak mengandung kaporit maupun cemaran bahan kimia.
  • Aduk pelan-pelan selama 10 menit, dengan maksud agar bakteri yang berada di sekitar perakaran maupun di dalam perakaran dapat tercampur pada air. 
  • Diamkan selama 3 hari. Adanya aktivitas bakteri nampak berupa gelembung udara yang menempel pada dinding botol.
  • Larutan campuran ini dapat disebut sebagai Starter PGPR. Untuk mengetahui apakah biang PGPR yang dibuat merupakan bakteri yang berpengaruh baik terhadap pertumbuhan tanaman, dan justru tidak merugikan, maka dapat dilakukan test sederhana dengan cara menyiramkan larutan biang PGPR pada tanaman pot yang sehat. Setelah 3 (tiga) hari, diamati apakah ada pengaruh merugikan yang terjadi pada tanaman uji, seperti layu atau menguning. Apabila tampak gejala tersebut, dimungkinkan bakteri yang berkembang bukanlah bakteri yang menguntungkan, sehingga tidak disarankan untuk dikembangkan. Namun apabila tanaman tidak menunjukkan gejala sakit, atau gangguan pertumbuhan, maka besar kemungkinan PGPR yang dibuat mengandung bakteri yang dapat berfungsi sebagai PGPR.
BAHAN PERBANYAKAN PGPR 
Meskipun Starter PGPR dapat langsung digunakan untuk aplikasi di lapangan, agar produksi PGPR tidak terlalu banyak menyita bahan baku berupa perakaran tanaman inang, maka perlu dilakukan perbanyakan, dengan menggunakan media pengembangan. 
Bahan yang dibutuhkan :
1. Air sumur 10 liter 
2. Terasi 300 gram 
3. Gula pasir / gula jawa / molase 300 gram 
4. Injet (kapur sirih) 1 sendok teh 
5. Bekatul (opsional) 300 gram 
6. Biang PGPR 100 ml 

METODE PEMBUATAN : 
  • Rebus 10 liter air sumur, tambahkan semua bahan kecuali biang PGPR. Kemudian aduk rata lalu tutup rapat dan tunggu hingga mendidih.
  • Setelah mendidih, matikan api dan dinginkan. Setelah dingin, saring dengan kain kasa dan masukkan ke dalam galon / jerigen steril.
  • Setelah benar-benar dingin, masukkan biang PGPR kemudian tutup galon/jerigen. 
  • Inkubasisecara anaerob, proses dan bentuk wadah disamakan seperti pembuatan fermentasi bahan nabati atau asam amino sebelumnya.
  • Setelah 14 hari masa Fermentasi PGPR siap digunakan. Hasil biakan dikatakan baik apabila berbau asam segar akibat hasil fermentasi bakteri, tidak berbau busuk, tidak terlihat ada Organisme lain seperti misalnya belatung. Namun apabila bau PGPR hasil biakan tersebut busuk, maka dapat dikatakan 
Kami juga menyediakan Produk Jadi Dari PGPR ini dengan harga yang terjangkau

Produk Pertanian :
  1. PGPR                                          Harga    Rp. 25.000/Liter
  2. Fish Amino Acids                       Harga    Rp. 25.000/½Liter
  3. Brown Rice Vinegar                   Harga    Rp. 50.000/Liter
  4. Coryn Bacteria                            Harga    Rp. 30.000/½Liter
  5. Bio-Pestisida                               Harga    Rp. 30.000/Liter
  6. Bio-Polymixa                              Harga    Rp. 30.000/Liter
  7. Bio-Tricoderma                           Harga    Rp. 50.000/Kg
  8. Mikoriza                                      Harga    Rp. 50.000/Kg
  9. Waiting Agen                               Harga    Rp. 30.000/Liter
  10. Madam Sulfur                              Harga    Rp. 30.000/Liter
Produk Peternakan :
  1. Probiotik EXTRA 99 PLUS           Harga Rp. 20.000/Liter
  2. Oriental Herbal Nutrien                       Harga Rp. 25.000/Liter
  3. Dekomposer EXTRA 88                      Harga Rp. 25.000/liter
  4. Enzim                                                   Harga Rp. 30.000/Liter
  5. Desinfektan                                          Harga Rp. 20.000/Liter

CV. Griya Tani Indonesia
Office Address :
D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573 
Kontak Person


10 Mar 2020

CARA MEMBUAT FERMENTED PLANT JUICE ( FPJ )

CARA MEMBUAT FERMENTED PLANT JUICE (FPJ)


PORTAL LADUNI 74 - Fermented Plant Juice (FPJ) adalah dari bagian tanaman yang diekstrak fermentasi dari saps dan klorofil jenis tanaman tertentu. Ini kaya secara enzimatis dan penuh dengan bakteri dan ragi penghasil asam laktat yang dapat membantu memperkuat pertumbuhan tanaman dan hewan. FPJ mudah dibuat dengan peralatan dan bahan dapur rumah kita. Tanaman yang akan digunakan dalam pembuatan FPJ harus dicari idealnya dari tempat, sedekat mungkin dari rumah kita untuk memaksimalkan efektivitas Mikroorganisme Alami.

FPJ digunakan di seluruh dunia oleh para petani organik untuk meningkatkan kesehatan tanah dan tanaman. Metode dan rekomendasi yang kami sarankan berasal dari Metode Pertanian Alami, yang dipelopori oleh Dr. Cho - Han Kyu dari Korea Selatan pada awal 1960-an. 

Metode Pertanian Organik ini didasarkan pada Teori Siklus Gizi, yang didasarkan pada pemahaman fisiologi tanaman dan perubahan kebutuhan tanaman ketika mereka melewati berbagai tahap pertumbuhan (seperti halnya manusia). Teori Siklus Gizi (TSG) memandu petani atau tukang kebun tentang apa yang harus diterapkan, kapan menerapkannya, dan seberapa banyak agar tanaman yang berkembang mendapatkan apa yang mereka butuhkan, ketika mereka membutuhkannya dalam jumlah yang cukup tetapi tidak berlebihan (kelebihan nutrisi adalah polutan lingkungan dan dapat menyebabkan penyakit).

Baca Juga : Cara Membuat Fermented Fruit Juice ( FFJ )

Sebagai contoh, selama Masa Vegetatif (setara dengan usia remaja pada manusia), tanaman akan mengkonsumsi karbohidrat (Karbon) yang berasal dari fotosintesis dan mengubahnya menjadi tubuh dan kaya nitrogen saat mereka mencapai ukuran dewasa. Pada awal pembungaan (Masa Generatif) tanaman membutuhkan lebih banyak fosfor, tanaman menginginkan lebih banyak “makanan asam” (fermentasi kaya fosfor). Selama tahap awal pembungaan (seperti kehamilan pada manusia), tanaman membutuhkan tambahan Kallium untuk mengembangkan warna buah yang tepat. Dengan membuat berbagai campuran FPJ bersama dengan memanen, mengolah dan menerapkan Indigenuos Mikroorganisme (IMO), kita dapat memberi makan tanah yang akan memberi makan tanaman persis seperti apa yang dibutuhkannya dengan kata lain ketika tanaman  membutuhkan suplay Nutrisi tanah sudah menyiapkannya 

Cara Membuat Fermented Plant Juice ( FPJ )
Fermented Plant Juice (FPJ) adalah salah satu jenis pupuk organik cair yang terbuat dari fermentasi tumbuhan yang kaya akan nutrisi dan mikroorganisme. Berikut adalah cara membuat FPJ bahan-bahan  Yang Dibutuhkan :
  • Tumbuhan segar seperti daun pepaya, rumput laut, daun kacang hijau, atau daun lainnya yang kaya nutrisi.
  • Air bersih
  • Gula atau molase (opsional)
  • Alat alat Yang Dibutuhkan :
  • Ember atau wadah plastik yang bisa ditutup rapat
  • Pengaduk kayu atau plastik
  • Kain atau kasa untuk penutup
Langkah-langkah Pembuatan :
  • Bersihkan tumbuhan yang akan digunakan untuk membuat FPJ dengan air bersih untuk menghilangkan kotoran atau zat-zat yang tidak diinginkan.
  • Potong tumbuhan menjadi potongan kecil dan masukkan ke dalam ember atau wadah plastik.
  • Tambahkan air bersih hingga tumbuhan terendam sepenuhnya dalam air.
  • Jika menggunakan gula atau molase, tambahkan secukupnya sesuai selera.
  • Tutup wadah dengan kain atau kasa dan jangan menggunakan tutup rapat agar gas yang dihasilkan dari proses fermentasi dapat keluar.
  • Simpan wadah di tempat yang terkena sinar matahari langsung selama 3-7 hari hingga terjadi proses fermentasi.
  • Setelah proses fermentasi selesai, saring FPJ menggunakan kain atau kasa dan buang sisa tumbuhan yang telah difermentasi.
  • FPJ siap digunakan untuk menyiram tanaman atau dicampur dengan air untuk digunakan sebagai pupuk daun.
Penting untuk diingat bahwa penggunaan FPJ perlu dilakukan dengan hati-hati dan sesuai dosis yang dianjurkan. Selain itu, pastikan juga bahwa tumbuhan yang digunakan untuk membuat FPJ tidak mengandung zat-zat berbahaya seperti pestisida atau herbisida.
Jenis Tanaman Untuk Bahan FPJ
Berikut adalah beberapa jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan untuk membuat Fermented Plant Juice (FPJ) :
  • Daun Pepaya : Daun pepaya mengandung enzim papain yang berguna untuk memecah protein dalam tanah sehingga dapat membantu meningkatkan kualitas tanah. Daun pepaya juga mengandung berbagai nutrisi seperti nitrogen, fosfor, dan kalium.
  • Rumput laut: Rumput laut mengandung berbagai nutrisi penting seperti nitrogen, fosfor, dan kalium serta mineral lainnya seperti kalsium, magnesium, dan besi. Rumput laut juga mengandung asam amino dan vitamin yang berguna untuk pertumbuhan tanaman.
  • Daun Kacang Hijau : Daun kacang hijau mengandung nitrogen dan fosfor serta mineral seperti kalsium dan magnesium. Selain itu, daun kacang hijau juga mengandung berbagai nutrisi penting lainnya seperti vitamin dan asam amino.
  • Daun Lamtoro : Daun lamtoro atau daun turi mengandung berbagai nutrisi penting seperti nitrogen, fosfor, dan kalium. Selain itu, daun lamtoro juga mengandung asam amino dan vitamin yang berguna untuk pertumbuhan tanaman.
  • Daun Kelor : Daun kelor mengandung berbagai nutrisi penting seperti nitrogen, fosfor, dan kalium serta mineral seperti kalsium, magnesium, dan besi. Selain itu, daun kelor juga mengandung asam amino dan vitamin yang berguna untuk pertumbuhan tanaman.
  • Perlu diingat bahwa dalam penggunaan bahan untuk membuat FPJ, pastikan bahwa tumbuhan yang digunakan tidak mengandung zat-zat berbahaya seperti pestisida atau herbisida. Selain itu, pastikan juga bahwa bahan yang digunakan dalam kondisi segar dan sehat agar hasil fermentasi menjadi maksimal.
Hormon tanaman : Dosis hormon tanaman juga bervariasi tergantung pada jenis tanaman dan tahap pertumbuhannya. Sebagai contoh, untuk stimulan pertumbuhan akar, dosis yang dianjurkan adalah sekitar 0,5-1 ml hormon tanaman per 1 liter air dan disemprotkan pada bagian akar tanaman.

Perlu diingat bahwa dosis yang tepat sangat penting untuk menghindari overdosis atau underdosis yang dapat merusak tanaman. Oleh karena itu, baca petunjuk penggunaan dengan seksama dan ikuti dosis yang dianjurkan. Selain itu, jangan lupa untuk menggunakan alat semprot yang bersih dan terjaga kebersihannya untuk menghindari penyebaran penyakit.

Cukup sekian pembahasan tentang Fermented Plant Juice (FPJ) semoga postingan ini memberi manfaat bagi para petani organik di Indonesia bahkan dunia
Jika ada penjelasan yang belum jelas silahkan hubungi admin kami
 

Produk Pertanian :
  • PGPR  Harga Rp. 25.000/Liter
  • Fish Amino Acids Rp. 25.000/½Liter
  • Brown Rice Vinegar Rp. 50.000/Liter
  • Coryn Bacteria Harga Rp. 30.000/½Liter
  • Bio-Pestisida Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Polymixa Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Tricoderma Harga Rp. 50.000/Kg
  • Mikoriza Harga Rp. 50.000/Kg
  • Waiting Agen Rp. 30.000/Liter
  • Madam Sulfur Rp. 30.000/Liter

Peternakan :

  • Probiotik EXTRA 99 PLUS Rp. 20.000/Liter
  • Oriental Herbal Nutrien Rp. 25.000/Liter
  • Dekomposer EXTRA 88 Rp. 25.000/liter
  • Enzim Rp. 30.000/Liter
  • Desinfektan Rp. 20.000/Liter

CV. Griya Tani Indonesia

Office Address :

D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573 

 

Kontak Person

 

Copyright © 2020 CV. Griya Tani
All right NATURAL FARMING Indonesia