Fungsi Dan Manfaat Plant Growth Regulator Pada Tanaman
Zat-zat yang dianggap fitohormon termasuk auksin, giberelin, sitokinin, asam absisat, dan etilena, dan belakangan ini brassinosteroid, asam salisilat, jasmonat, sistemin, poliamida, oksida nitrat, dan peptida sinyal. Ada perbedaan antara hormon tumbuhan dan hewan. Sebagai contoh, hormon hewan disintesis di organ atau jaringan tertentu, dan menurut definisi mereka bertindak di tempat yang berbeda di mana mereka diproduksi. Ini belum tentu benar untuk fitohormon; beberapa mengerahkan tindakan mereka di tempat yang persis sama di mana mereka disintesis.
- Mengatur Tinggi Tanaman : PGR dapat digunakan untuk mengontrol tinggi tanaman, dengan menghambat produksi giberelin yang memicu pertumbuhan batang. PGR jenis ini dapat digunakan pada tanaman yang memiliki pertumbuhan batang yang terlalu tinggi seperti padi, jagung, dan tomat.
- Stimulasi Pembungaan dan Buah: PGR dapat digunakan untuk merangsang pembentukan bunga dan buah pada tanaman. PGR jenis ini digunakan pada tanaman buah seperti apel, anggur, dan stroberi.
- Meningkatkan Ketahanan Tanaman : PGR dapat meningkatkan ketahanan tanaman terhadap stres lingkungan seperti suhu ekstrem, kekeringan, dan kelembaban. PGR jenis ini digunakan pada tanaman yang tumbuh di daerah dengan kondisi lingkungan yang sulit.
- Mempercepat Masa Panen : PGR dapat mempercepat masa panen pada tanaman, dengan merangsang pembentukan buah dan percepatan kematangan buah. PGR jenis ini digunakan pada tanaman yang memiliki masa panen yang panjang seperti jagung, tomat, dan padi.
- Namun, penggunaan PGR pada tanaman juga memiliki risiko seperti penggunaan dosis yang tidak tepat dapat menyebabkan tanaman menjadi rusak, serta residu PGR pada tanaman yang dapat berdampak pada kesehatan manusia. Oleh karena itu, penggunaan PGR pada tanaman perlu dilakukan dengan hati-hati dan mengikuti petunjuk penggunaan yang tepat.
Baca Juga : Cara Membuat Fermented Fruit Juice ( FFJ )
- Auksin : Auksin berfungsi untuk merangsang pertumbuhan akar, menghambat abscission (pelepasan daun), merangsang pembentukan buah, dan mengatur pertumbuhan tanaman. Beberapa contoh auksin adalah indol asetat (IAA), 2,4-diklorofenoksi asetat (2,4-D), dan naftalen asetat.
- Sitokinin : Sitokinin berfungsi untuk merangsang pembelahan sel dan pembentukan tunas baru, merangsang pembentukan bunga, mengatur pertumbuhan akar, dan meningkatkan toleransi tanaman terhadap stres lingkungan. Beberapa contoh sitokinin adalah kinetin, benziladenin (BA), dan zeatin.
- Giberellin : Giberelin berfungsi untuk merangsang pertumbuhan batang dan pembentukan buah, merangsang pemisahan dan pengembangan bunga, serta merangsang pematangan buah. Beberapa contoh giberelin adalah asam gibberelat (GA3), GA4, dan GA7.
- Asam abscisat : Asam abscisat berfungsi untuk mengatur pertumbuhan dan perkembangan tanaman dalam kondisi stres lingkungan seperti kekeringan, suhu ekstrem, dan kelembaban. Asam abscisat juga berperan dalam pengaturan dormansi pada bibit dan biji.
- Etilena : Etilena berfungsi untuk mempercepat pematangan buah, mempercepat penuaan daun, serta mengatur pembungaan dan pembentukan buah. Etilena terbentuk secara alami pada tanaman, namun dapat juga digunakan sebagai PGR dalam jumlah tertentu.
Baca Juga : Cara Memuat Fermented Plant Juice ( FPJ )
Namun, keberadaan phytohormon lain yang menentukan apakah sel-sel baru menjadi akar atau organ lain. Keseimbangan antara auksin dan sitokinin memainkan peran yang sangat penting dalam proses ini. Jadi ketika sel-sel tanaman ditanam secara in vitro dalam media kultur, jika konsentrasi auksin lebih besar dari sitokinin, akar baru akan terbentuk. Namun, jika konsentrasi sitokinin lebih besar daripada auksin, sel-sel akhirnya akan berkembang menjadi tunas baru. Ketika konsentrasi kedua jenis hormon serupa, pertumbuhan sel akan terjadi tanpa diferensiasi, membentuk massa sel yang berkembang yang disebut kalus.
Fototropisme. Tanaman cenderung tumbuh ke arah cahaya. Proses ini diatur oleh auksin, yang terakumulasi di bagian yang menerima lebih sedikit cahaya; ini menghasilkan perpanjangan sel di zona ini dan membuat kurva batang ke arah cahaya.
Sampai di sini tentunya penjelasan singkat tentang Plants Growing Promotor ini sudah cukup jelas, semoga menambah wawasan para Petani muda terutama yang menggunakan INF ( Indonesian Natural Farming ) yang kami adobsi dari Petani Korea, seandainya ada yang mau ditanyakan saya sendiri akan senang jika pembaca Sudi memberikan komentar







0 komentar:
Posting Komentar
Terimakasih Sudah Berkunjung ke Blog saya