12 Jul 2020

MEMBUAT SENDIRI PLANT GROWTH PROMOTOR RHIZOBACTERIA

PLANT GROWING PROMOTOR
RIZOBACTERIA

PGPR dalam terminologi bahasa Indonesia merupakan bakteri perakaran pemacu pertumbuhan tanaman. Seperti yang kita ketahui, banyak sekali jenis bakteri yang bersimbiosis dengan perakaran tanaman, dan memberikan efek positif bagi pertumbuhan tanaman. Contoh umum yang bisa kita amati adalah bintil akar pada tanaman legum yang merupakan bentuk simbiosis bakteri penambat Nitrogen pada perakaran tanaman. Pengaruh PGPR pada tanaman dapat dibagi menjadi beberapa kelompok, yaitu : 
Mendorong pertumbuhan tanaman (bertindak sebagai fitohormon) 
Menekan perkembangan penyakit (bioprotectant / biokontrol) 
Meningkatkan ketersediaan nutrisi bagi tanaman PGPR meningkatkan pertumbuhan tanaman secara langsung dan tidak langsung. Dari berbagai kajian, perlakuan PGPR pada tanaman akan memberikan pertumbuhan akar yang lebih sehat, panjang dan lebih banyak dibandingkan tanpa PGPR. Perakaran yang sehat dan lebih panjang menyebabkan penyerapan unsur hara yang diperlukan bagi pertumbuhan tanaman akan semakin banyak, sehingga pertumbuhan tanaman juga lebih bagus. Di samping itu, perakaran yang dikoloni oleh bakteri PGPR umumnya lebih tahan terhadap infeksi patogen tanaman. Hal ini erat kaitannya dengan kemampuan bakteri PGPR untuk menghasilkan siderofor dan antibiotik untuk mencegah perkembangan patogen tanaman. Berbagai literatur menyebutkan bahwa kandungan bakteri PGPR utamanya adalah dari kelompok Pseudomonas sp.
CARA SEDERHANA MENDAPATKAN PGPR DARI ALAM
Bakteri PGPR dapat diperoleh dengan mengisolasi bakteri perakaran pada tanaman inang. Namun demikian, untuk proses di tingkat lapang/petani, proses yang dilakukan tidaklah serumit yang harus dilakukan di laboratorium agens hayati. Untuk metode di lapang, cukup dengan mengambil perakaran dan sedikit tanah di sekitar perakaran tanaman. Secara umum, kategori tanaman yang ditengarai mempunyai kandungan bakteri PGPR adalah tanaman yang menunjukkan keragaan paling bagus, paling sehat, pada perlakuan yang sama di lapangan. Namun demikian, ada beberapa jenis tanaman inang PGPR yang dapat digunakan sebagai sumber PGPR, yaitu akar bambu, putri malu, alang-alang, rumput gajah, serai dan rumput teki. Hampir semua jenis tanaman tersebut hidup dengan baik di alam tanpa pemupukan, dan tahan terhadap iklim yang ekstrim. Namun demikian, bahan yang paling banyak digunakan adalah perakaran bambu.
Bahan yang Digunakan : 
  1. Akar Kacang / polong dll ada simbiosis dari bakteri Ryzobium dengan bintil – bintil akar kacang yang berfungsi untuk meningkatkan kelarutan Nitrogen dalam tanah. 
  2. Akar Bambu, akar Rumput Gajah, akar Jagung, akar Padi : rata-rata akar ini banyak mengandung bakteri PF (Pseudomonas Flouren), dimana bakteri ini bisa meningkatkan kelarutan phoshate (P) dalam tanah dan bisa bersimbiosis dengan jamur Mikoriza yang bisa meningkatkan dan penyerapan unsur mikro tanah yaitu Mg, Cu, Mn, Fe dll. 
  3. Semua rumput liar seperti putri malu, rumpun teki, dll (campuran beberapa klasifikasi family) : rata-rata akar ini memiliki bakteri lengkap, seperti Rhizobium, Bacillus sp (pelarut phosphate & kalium, ZPT, dan penekan patogen), Pseudomonas putida (penekan fungi patogen), Actinomycetes (penghasil antibiotik) 
LANGKAH PERTAMA :
  • Ambil sekitar satu genggam perakaran diatas (bisa satu macam atau kombinasi), kemudian potong kecil-kecil dengan ukuran 1 cm. Tanah diakar jangan dibersihkan, krna mengandung banyak PGPR. 
  • Masukkanke dalam botol bersih berisi air steril sebanyak 1 liter. Lebih baik gunakan air sumur yang telah matang (dimasak sebelumnya). Air sumur relatif tidak mengandung kaporit maupun cemaran bahan kimia.
  • Aduk pelan-pelan selama 10 menit, dengan maksud agar bakteri yang berada di sekitar perakaran maupun di dalam perakaran dapat tercampur pada air. 
  • Diamkan selama 3 hari. Adanya aktivitas bakteri nampak berupa gelembung udara yang menempel pada dinding botol.
  • Larutan campuran ini dapat disebut sebagai Starter PGPR. Untuk mengetahui apakah biang PGPR yang dibuat merupakan bakteri yang berpengaruh baik terhadap pertumbuhan tanaman, dan justru tidak merugikan, maka dapat dilakukan test sederhana dengan cara menyiramkan larutan biang PGPR pada tanaman pot yang sehat. Setelah 3 (tiga) hari, diamati apakah ada pengaruh merugikan yang terjadi pada tanaman uji, seperti layu atau menguning. Apabila tampak gejala tersebut, dimungkinkan bakteri yang berkembang bukanlah bakteri yang menguntungkan, sehingga tidak disarankan untuk dikembangkan. Namun apabila tanaman tidak menunjukkan gejala sakit, atau gangguan pertumbuhan, maka besar kemungkinan PGPR yang dibuat mengandung bakteri yang dapat berfungsi sebagai PGPR.
BAHAN PERBANYAKAN PGPR 
Meskipun Starter PGPR dapat langsung digunakan untuk aplikasi di lapangan, agar produksi PGPR tidak terlalu banyak menyita bahan baku berupa perakaran tanaman inang, maka perlu dilakukan perbanyakan, dengan menggunakan media pengembangan. 
Bahan yang dibutuhkan :
1. Air sumur 10 liter 
2. Terasi 300 gram 
3. Gula pasir / gula jawa / molase 300 gram 
4. Injet (kapur sirih) 1 sendok teh 
5. Bekatul (opsional) 300 gram 
6. Biang PGPR 100 ml 

METODE PEMBUATAN : 
  • Rebus 10 liter air sumur, tambahkan semua bahan kecuali biang PGPR. Kemudian aduk rata lalu tutup rapat dan tunggu hingga mendidih.
  • Setelah mendidih, matikan api dan dinginkan. Setelah dingin, saring dengan kain kasa dan masukkan ke dalam galon / jerigen steril.
  • Setelah benar-benar dingin, masukkan biang PGPR kemudian tutup galon/jerigen. 
  • Inkubasisecara anaerob, proses dan bentuk wadah disamakan seperti pembuatan fermentasi bahan nabati atau asam amino sebelumnya.
  • Setelah 14 hari masa Fermentasi PGPR siap digunakan. Hasil biakan dikatakan baik apabila berbau asam segar akibat hasil fermentasi bakteri, tidak berbau busuk, tidak terlihat ada Organisme lain seperti misalnya belatung. Namun apabila bau PGPR hasil biakan tersebut busuk, maka dapat dikatakan 
Kami juga menyediakan Produk Jadi Dari PGPR ini dengan harga yang terjangkau

Produk Pertanian :
  1. PGPR                                          Harga    Rp. 25.000/Liter
  2. Fish Amino Acids                       Harga    Rp. 25.000/½Liter
  3. Brown Rice Vinegar                   Harga    Rp. 50.000/Liter
  4. Coryn Bacteria                            Harga    Rp. 30.000/½Liter
  5. Bio-Pestisida                               Harga    Rp. 30.000/Liter
  6. Bio-Polymixa                              Harga    Rp. 30.000/Liter
  7. Bio-Tricoderma                           Harga    Rp. 50.000/Kg
  8. Mikoriza                                      Harga    Rp. 50.000/Kg
  9. Waiting Agen                               Harga    Rp. 30.000/Liter
  10. Madam Sulfur                              Harga    Rp. 30.000/Liter
Produk Peternakan :
  1. Probiotik EXTRA 99 PLUS           Harga Rp. 20.000/Liter
  2. Oriental Herbal Nutrien                       Harga Rp. 25.000/Liter
  3. Dekomposer EXTRA 88                      Harga Rp. 25.000/liter
  4. Enzim                                                   Harga Rp. 30.000/Liter
  5. Desinfektan                                          Harga Rp. 20.000/Liter

CV. Griya Tani Indonesia
Office Address :
D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573 
Kontak Person


Lokasi: Kunir, Kec. Dempet, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih Sudah Berkunjung ke Blog saya