MENGUNGKAP POTENSI MIMBA SEBAGAI
PESTISIDA NABATI
Assalamu’alaikum sedulur tani...
Masih dalam suana ramadhan bulan yang penuh
dengan keberkahanini, berjumpa kembali dengan kami Team Griyo tani
Indonesia. Jangan lupa Subscribe, Like, Share, jika ada pertanyaan atau kritik
yang membangun silahkan tinggalkan komentar. Jangan lupa!! Aktifkan Loncengnya,
agar tidak ketinggalan Video terbaru Dari griyo
tani.
Kali ini kita Akan mengulas
tentang Tanaman Mimba Sebagai Bahan
Pestisida Nabati maupun sebagai bahan Herbal.
Selamat Membaca..
Sampai saat ini, pestisida kimia masih merupakan salah satu alternatif yang digunakan petani, untuk pengendalian organisme pengganggu tanaman atau OPT di lahan pertanian, karena mudah didapat dan hasilnya dapat segera dilihat. Penggunaan pestisida oleh petani yang cenderung sangat berlebihan ini, akan berdampak negatif terhadap konsumen, maupun ekosistem pertanian. Salah satu cara alternatif untuk mengurangi pencemaran lingkungan ini adalah, dengan penggunaan pestisida nabati. Prinsip penggunaan pestisida nabati tersebut hanya untuk mengurangi ketergantungan petani, terhadap penggunaan pestisida kimia dan bukan untuk meninggalkan pestisida kimia.
Pestisida nabati adalah bahan aktif tunggal atau majemuk, yang berasal dari tumbuhan, daun, buah, biji, dan akar, yang berfungsi untuk mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman, namun bersifat ramah terhadap lingkungan dan relatif aman dari segi kesehatan. Bahan dasar pestisida nabati bersifat mudah terurai di alam sehingga tidak mencemari lingkungan dan relatif aman bagi manusia, dan hewan peliharaan, karena residunya yang mudah hilang. pestisida nabati merupakan kearifan lokal di Indonesia, yang sangat potensial untuk dimanfaatkan dalam pengendalian OPT, untuk mendukung terciptanya sistem pertanian organik.
Secara
umum pestisida nabati diartikan sebagai, pestisida yang bahan dasarnya berasal
dari bagian tumbuhan seperti akar, daun, batang, dan buah. Pestisida nabati
relatif mudah dibuat dengan kemampuan dan pengetahuan yang terbatas sekalippun,
karena terbuat dari bahan alami atau nabati, maka jenis pestisida ini bersifat
mudah terurai,
Salah
satu tanaman yang bisa dimanfaatkan sebagai pestisida nabati adalah, tanaman
mimba. Tanaman mimba tergolong dalam tanaman perdu. pertama kali ditemukan di
daerah Hindustani Madhya Prades India, yang tumbuh di daerah tropis. Di
Indonesia, tanaman ini tumbuh di daerah Jawa Barat, Jawa Timur, Jaawa Tengah,
dan Madura pada ketinggian sampai dengan 300 meter dpl, tanaman mimba tumbuh di
tempat kering, dan sering ditemukan di tepi jalan atau di hutan.
Mimba
tergolong dalam Famili Meliaceae dengan tinggi pohon sampai 20 meter, daunnya
majemuk, berbentuk lonjong bergigi, dan tumbuh didaerah tropis dan sub tropis.
Daun mimba sangat pahit dan bijinya mengeluarkan bau seperti bawang putih. Buah
mimba berbentuk elips, berdaging tebal, panjang 1,2 sampai 2 cm, hijau atau
kuning ketika masak.
Mimba merupakan tanaman yang
memenuhi persyaratan untuk dikembangkan menjadi sumber bahan dasar pembuatan
pestisida nabati. Adapun persyaratan tersebut asalah.
Selain itu, tanaman mimba juga berperan sebagai pemandul. Pengendalian
hama dengan menggunakan mimba sebagai pestisida nabati dapat membunuh atau
mengganggu serangan hama dan penyakit melalui cara kerja yang unik, yaitu dapat
melalui perpaduan berbagai cara atau secara tunggal.
Cara kerja mimba sangat spesifik,
yaitu mempengaruhi produksi dan perilaku, berupa penolak atau repellent,
penarik atau attractant, dan anti makan atau antifeedant.
Di
Indonesia sendiri, terdapat 1 merek pestisida terdaftar yang berbahan aktif
azadirakhtin dan dipasarkan secara komersial yaitu, Agrineem.
Ekstrak
dari daun mimba dilaporkan mampu mengendalikan sekitar 127 jenis hama, dan
mampu berperan sebagai fungisida, bakterisida, antivirus, nematisida, serta
moluskisida. Hasil penelitian menyatakan bahwa ekstrak daun mimba pada konsentrasi
40 gram perliter efektif mengendalikan, ngengat dan ulat penggerek daun sebesar
75%.
Yang
menjadi sasaran pestisida daun mimba adalah, jenis hama menggigit mengunyah dan
hama menusuk menghisap, nematoda serta jamur.
Berikut
spesies yang dapat dikendalikan.
Helopeltis
sp, Aphis gossypi, Agrotis ipsilon, Callosobruchus chinensis, Alternaria
tenuis, Carpophilus hemipterus, kecoa, Crysptolestes pusillus, Corcyra
cephalonica, Crocidolomia binotalis, Dysdercus cingulatus, Earias insulana,
Epilachna varivestis, Fusarium oxyosporium, Helycotylenchus sp., Locusta
migratoria, Meloidogyne sp., Musca domestica, Nephotenttix virescens,
Nilapavarta lugens, Ophiomya reticulipennisI, Panonychus citri, Planococcus
citri, Pratylenchus sp., Rhizoctonia solani, Sclerotium rolfsii, Sitophilus
sp., Sogatella furcifera, Spodoptera litura, Tribolium sp., Tungro pada padi,
Tylenchus filiformis.
Pengendalian
hama dengan menggunakan mimba sebagai insektisida nabati mempunyai beberapa
keunggulan diantaranya yaitu, di alam senyawa aktif mimba mudah terurai,
sehingga kadar residu relatif kecil, peluang untuk membunuh serangga bukan
sasaran rendah, dan dapat digunakan beberapa saat menjelang panen. Cara kerja
mimba sebagai insektisida nabati juga spesifik, sehingga aman terhadap
vertebrata (manusia dan ternak), dan tidak mudah menimbulkan resistensi, karena
jumlah senyawa aktif lebih dari satu. Selain bersifat sebagai insektisida, tumbuhan
mimba juga memiliki sifat sebagai fungisida, antivirus, nematisida,
bakterisida, mitisida, akarisida , dan rodentisida. Koppenhöfer dan Kaya (2000)
juga menyatakan bahwa azadirakhtin dapat dicampur dan mampu bersinergi dengan
biopestisida lainnya, seperti minyak cengkeh, dan minyak serai wangi.
Ekstrak
tanaman mimba ada kemungkinan memiliki efek beracun pada ikan, biota akuatik
lain, dan serangga berguna lainnya. Oleh karena itu, diperlukan penanganan
secara hati-hati pada sisa ekstrak mimba dengan cara menjemurnya pada sinar
matahari untuk memecahkan bahan aktifnya.
Pembuatan Ekstrak Air Biji Mimba
- Kering anginkan biji mimba beserta kulit biji sampai
kering agar tidak berjamur.
- Giling biji dan kulit biji mimba sampai halus, kemudian
saring dengan ayakan (850 µm).
- Timbang 25-50 g serbuk biji mimba + l5 liter dan 15 ml alkohol aduk rata, kemudian rendam semalam (12 jam).
- Keesokan harinya rendaman bahan disaring dengan kain
furing
- Larutan hasil penyaringan kemudian ditambah dengan 5 ml Jadam wetting agen dan 15 ml Jadam Sulfur, aduk rata dan larutan siap disemprotkan.
- Penyemprotan sebaiknya dilakukan pada sore hari, dengan
volume semprot yang memadai 400-600 l air, tergantung umur tanaman yang
akan disemprot
Pembuatan Ekstrak Daun Mimba Untuk kapasitas 14 sampai 16
lliter.
- Blender 500 gram daun mimba segar atau kering, tambahkan
l5 liter dan 15 ml alkohol aduk
hingga homogen, kemudian diamkan semalam.
- Ke-esokan harinya rendaman disaring dengan kain furing.
- Larutan hasil penyaringan kemudian ditambah dengan 15
ml Jadam wetting agen dan 15 ml Jadam Sulffur, aduk rata dan larutan siap
disemprotkan.
- PGPR Harga Rp. 25.000/Liter
- Fish Amino Acids Rp. 25.000/½Liter
- Brown Rice Vinegar Rp. 50.000/Liter
- Coryn Bacteria Harga Rp. 30.000/½Liter
- Bio-Pestisida Harga Rp. 30.000/Liter
- Bio-Polymixa Harga Rp. 30.000/Liter
- Bio-Tricoderma Harga Rp. 50.000/Kg
- Mikoriza Harga Rp. 50.000/Kg
- Waiting Agen Rp. 30.000/Liter
- Madam Sulfur Rp. 30.000/Liter
Peternakan :
- Probiotik EXTRA 99 PLUS Rp. 20.000/Liter
- Oriental Herbal Nutrien Rp. 25.000/Liter
- Dekomposer EXTRA 88 Rp. 25.000/liter
- Enzim Rp. 30.000/Liter
- Desinfektan Rp. 20.000/Liter
CV. Griya Tani Indonesia
Office Address :
D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573
Kontak Person
Copyright © 2020 CV. Griya Tani
All right SAUNG TERNAK Mandiri







0 komentar:
Posting Komentar
Terimakasih Sudah Berkunjung ke Blog saya