30 Apr 2022

MENGUNGKAP POTENSI MIMBA SEBAGAI PESTISIDA NABATI

 

MENGUNGKAP POTENSI MIMBA SEBAGAI
PESTISIDA NABATI


Assalamu’alaikum sedulur tani... Masih dalam suana ramadhan bulan yang penuh   dengan keberkahanini, berjumpa kembali dengan kami Team Griyo tani Indonesia. Jangan lupa Subscribe, Like, Share, jika ada pertanyaan atau kritik yang membangun silahkan tinggalkan komentar. Jangan lupa!! Aktifkan Loncengnya, agar tidak ketinggalan Video terbaru Dari griyo  tani.

Kali ini kita Akan mengulas tentang  Tanaman Mimba Sebagai Bahan Pestisida Nabati maupun sebagai bahan Herbal.

Selamat Membaca..

Sampai saat ini, pestisida kimia masih merupakan salah satu alternatif yang digunakan petani, untuk pengendalian organisme pengganggu tanaman atau OPT di lahan pertanian, karena mudah didapat dan hasilnya dapat segera dilihat. Penggunaan pestisida oleh petani yang cenderung sangat berlebihan ini, akan berdampak negatif terhadap konsumen, maupun ekosistem pertanian. Salah satu cara alternatif untuk mengurangi pencemaran lingkungan ini adalah, dengan penggunaan pestisida nabati. Prinsip penggunaan pestisida nabati tersebut hanya untuk mengurangi ketergantungan petani, terhadap penggunaan pestisida kimia dan bukan untuk meninggalkan pestisida kimia.

Pestisida nabati adalah bahan aktif tunggal atau majemuk, yang berasal dari tumbuhan, daun, buah, biji, dan akar, yang berfungsi untuk mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman, namun bersifat ramah terhadap lingkungan dan relatif aman dari segi kesehatan. Bahan dasar pestisida nabati bersifat mudah terurai di alam sehingga tidak mencemari lingkungan dan relatif aman bagi manusia, dan hewan peliharaan, karena residunya yang mudah hilang. pestisida nabati merupakan kearifan lokal di Indonesia, yang sangat potensial untuk dimanfaatkan dalam pengendalian OPT, untuk mendukung terciptanya sistem pertanian organik.

Secara umum pestisida nabati diartikan sebagai, pestisida yang bahan dasarnya berasal dari bagian tumbuhan seperti akar, daun, batang, dan buah. Pestisida nabati relatif mudah dibuat dengan kemampuan dan pengetahuan yang terbatas sekalippun, karena terbuat dari bahan alami atau nabati, maka jenis pestisida ini bersifat mudah terurai,

Salah satu tanaman yang bisa dimanfaatkan sebagai pestisida nabati adalah, tanaman mimba. Tanaman mimba tergolong dalam tanaman perdu. pertama kali ditemukan di daerah Hindustani Madhya Prades India, yang tumbuh di daerah tropis. Di Indonesia, tanaman ini tumbuh di daerah Jawa Barat, Jawa Timur, Jaawa Tengah, dan Madura pada ketinggian sampai dengan 300 meter dpl, tanaman mimba tumbuh di tempat kering, dan sering ditemukan di tepi jalan atau di hutan.

Mimba tergolong dalam Famili Meliaceae dengan tinggi pohon sampai 20 meter, daunnya majemuk, berbentuk lonjong bergigi, dan tumbuh didaerah tropis dan sub tropis. Daun mimba sangat pahit dan bijinya mengeluarkan bau seperti bawang putih. Buah mimba berbentuk elips, berdaging tebal, panjang 1,2 sampai 2 cm, hijau atau kuning ketika masak.

Mimba merupakan tanaman yang memenuhi persyaratan untuk dikembangkan menjadi sumber bahan dasar pembuatan pestisida nabati. Adapun persyaratan tersebut asalah.

1. Merupakan tanaman tahunan.
2. Tidak perlu dimusnahkan apabila suatu saat bagian tanamannya diperlukan.
3. Mudah dibudidayakan.
4. Tidak menjadi gulma atau inang bagi organisme pengganggu tanaman atau OPT.
5. Mempunyai nilai tambah.
6. Mudah diproses, sesuai dengan kemampuan petani.


Berdasarkan kandungan bahan aktifnya, biji dan daun mimba mengandung azadirakhtin meliantriol, salanin, dan nimbin, yang merupakan hasil metabolit sekunder dari tanaman mimba. Senyawa aktif tanaman mimba tidak membunuh hama secara cepat, tapi berpengaruh terhadap daya makan, pertumbuhan, daya reproduksi, proses ganti kulit, menghambat perkawinan, penurunan daya tetas telur, dan menghambat pembentukan kitin.

Selain itu, tanaman mimba  juga berperan sebagai pemandul. Pengendalian hama dengan menggunakan mimba sebagai pestisida nabati dapat membunuh atau mengganggu serangan hama dan penyakit melalui cara kerja yang unik, yaitu dapat melalui perpaduan berbagai cara atau secara tunggal.

Cara kerja mimba sangat spesifik, yaitu mempengaruhi produksi dan perilaku, berupa penolak atau repellent, penarik atau attractant, dan anti makan atau antifeedant.

Di Indonesia sendiri, terdapat 1 merek pestisida terdaftar yang berbahan aktif azadirakhtin dan dipasarkan secara komersial yaitu, Agrineem.

Ekstrak dari daun mimba dilaporkan mampu mengendalikan sekitar 127 jenis hama, dan mampu berperan sebagai fungisida, bakterisida, antivirus, nematisida, serta moluskisida. Hasil penelitian menyatakan bahwa ekstrak daun mimba pada konsentrasi 40 gram perliter efektif mengendalikan, ngengat dan ulat penggerek daun sebesar 75%.

Yang menjadi sasaran pestisida daun mimba adalah, jenis hama menggigit mengunyah dan hama menusuk menghisap, nematoda serta jamur.

Berikut spesies yang dapat dikendalikan.

Helopeltis sp, Aphis gossypi, Agrotis ipsilon, Callosobruchus chinensis, Alternaria tenuis, Carpophilus hemipterus, kecoa, Crysptolestes pusillus, Corcyra cephalonica, Crocidolomia binotalis, Dysdercus cingulatus, Earias insulana, Epilachna varivestis, Fusarium oxyosporium, Helycotylenchus sp., Locusta migratoria, Meloidogyne sp., Musca domestica, Nephotenttix virescens, Nilapavarta lugens, Ophiomya reticulipennisI, Panonychus citri, Planococcus citri, Pratylenchus sp., Rhizoctonia solani, Sclerotium rolfsii, Sitophilus sp., Sogatella furcifera, Spodoptera litura, Tribolium sp., Tungro pada padi, Tylenchus filiformis.

Pengendalian hama dengan menggunakan mimba sebagai insektisida nabati mempunyai beberapa keunggulan diantaranya yaitu, di alam senyawa aktif mimba mudah terurai, sehingga kadar residu relatif kecil, peluang untuk membunuh serangga bukan sasaran rendah, dan dapat digunakan beberapa saat menjelang panen. Cara kerja mimba sebagai insektisida nabati juga spesifik, sehingga aman terhadap vertebrata (manusia dan ternak), dan tidak mudah menimbulkan resistensi, karena jumlah senyawa aktif lebih dari satu. Selain bersifat sebagai insektisida, tumbuhan mimba juga memiliki sifat sebagai fungisida, antivirus, nematisida, bakterisida, mitisida, akarisida , dan rodentisida. Koppenhöfer dan Kaya (2000) juga menyatakan bahwa azadirakhtin dapat dicampur dan mampu bersinergi dengan biopestisida lainnya, seperti minyak cengkeh, dan minyak serai wangi.

Ekstrak tanaman mimba ada kemungkinan memiliki efek beracun pada ikan, biota akuatik lain, dan serangga berguna lainnya. Oleh karena itu, diperlukan penanganan secara hati-hati pada sisa ekstrak mimba dengan cara menjemurnya pada sinar matahari untuk memecahkan bahan aktifnya.

Pembuatan Ekstrak Air Biji Mimba

  1. Kering anginkan biji mimba beserta kulit biji sampai kering agar tidak berjamur.
  2. Giling biji dan kulit biji mimba sampai halus, kemudian saring dengan ayakan (850 µm).
  3. Timbang 25-50 g serbuk biji mimba + l5 liter dan 15 ml alkohol aduk rata, kemudian rendam semalam (12 jam).
  4. Keesokan harinya rendaman bahan disaring dengan kain furing
  5. Larutan hasil penyaringan kemudian ditambah dengan 5 ml Jadam wetting agen dan 15 ml Jadam Sulfur, aduk rata dan larutan siap disemprotkan.
  6. Penyemprotan sebaiknya dilakukan pada sore hari, dengan volume semprot yang memadai 400-600 l air, tergantung umur tanaman yang akan disemprot

Pembuatan Ekstrak Daun Mimba Untuk kapasitas 14 sampai 16 lliter.

  1. Blender 500 gram daun mimba segar atau kering, tambahkan  l5 liter dan 15 ml alkohol aduk hingga homogen, kemudian diamkan semalam.
  2. Ke-esokan harinya rendaman disaring dengan kain furing.
  3. Larutan hasil penyaringan kemudian ditambah dengan 15 ml Jadam wetting agen dan 15 ml Jadam Sulffur, aduk rata dan larutan siap disemprotkan.
Demikian pembahasan kita kali ini semoga bermanfaat untuk sedulur kami semua.
Wassalam...

 

Produk Pertanian :

    PGPR  Harga Rp. 25.000/Liter
  • Fish Amino Acids Rp. 25.000/½Liter
  • Brown Rice Vinegar Rp. 50.000/Liter
  • Coryn Bacteria Harga Rp. 30.000/½Liter
  • Bio-Pestisida Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Polymixa Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Tricoderma Harga Rp. 50.000/Kg
  • Mikoriza Harga Rp. 50.000/Kg
  • Waiting Agen Rp. 30.000/Liter
  • Madam Sulfur Rp. 30.000/Liter

Peternakan :

  • Probiotik EXTRA 99 PLUS Rp. 20.000/Liter
  • Oriental Herbal Nutrien Rp. 25.000/Liter
  • Dekomposer EXTRA 88 Rp. 25.000/liter
  • Enzim Rp. 30.000/Liter
  • Desinfektan Rp. 20.000/Liter

CV. Griya Tani Indonesia

Office Address :

D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573 

 

Kontak Person

 

Copyright © 2020 CV. Griya Tani
All right SAUNG TERNAK Mandiri

Lokasi: Demak, Kec. Demak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih Sudah Berkunjung ke Blog saya