28 Sep 2020

TRIK JITU MENGATASI BERCAK UNGU ATAU TROTOL

TRIK JITU MENGATASI BERCAK UNGU ATAU TROTOL
Yang Di Sebabkan Oleh Alternaria Porri


Bercak ungu (Purple Blotch) tersebar luas di seluruh dunia. Terdapatnya penyakit ini di Indonesia sudah disebut dalam laporan tahunan, tahun 1930. Dalam laporan tersebut dikatakan penyakit ini menyebabkan matinya jaringan daun pada  bawang merah, Penyakit ini dapat menyerang berbagai macam anggota marga Allium. Kerusakan terberat terjadi pada bawang merah dan bawang putih yang ditanam pada musim hujan dengan intensitas yang tinggi. Penyakit ini juga di kenal dengan nama “Trotol” yang sangat merugikan petani bawang merah di Jawa, Sumatra, dan Nusa Tenggara Barat.
Gejala Yang Timbul
Gejala pertama terjadi bercak kecil, melekuk, berwarna putih hingga kelabu. Jika membesar bercak tampak bercincin-cincin danwarnanya agak keunguan. Tepinya agak kemerahan atau keunguan dan dikelilingi oleh zone berwarna kuning, yang dapat meluas agak jauh di atas atau di bawah bercak. Pada cuaca lembab bercak tertutupi oleh konidiofurdan konidium jamur yang berwarna coklat sampai hitam. Ujung daun yang sakit mongering. Bercak lebih banyak terdapat pada daun yang sudah tua.
Infeksi pada umbi lapis biasanya terjadi saat panen atau sesudanya. Umbi yang membusuk agak berair. Pembusukan mulai dari leher, dan ini mudah dikenal dari warna yang kuning sampai merah kecoklatan. Jika benang-benang jamur yang berwarna gelap itu berkembang. Jaringan yang sakit akan mongering, berwarna gelap dan berstrutur seperti kertas.
Penyebab Penyakit
Jamur Alternaria Porri ini dulunya sering disebut Macrosporium Porri Miselium, konidiofor, dan konidium jamur ini tidak dapat di bedakan dengan Alternaria Solani penyebab bercak kering pada kentang. Oleh karena itu kami  beranggapan bahwa Alternaria Solani hanyalah salah satu genus dari Alternaria Porri, meskipun jamur dari bawang merah tidak dapat menginfeksi kentang, dan sebaliknya.
Kingdom
: Fungi
PhillumAscomycota  
​Kelas : Dothideomycetes 
Subklas Pleosporomycetidae 
​Ordo Pleosporales 
Famili Pleosporaceae 
Genus Alternaria 
Spesies Alternaria Porri

Daur Hidup Penyakit 
Jamur Patogen bertahan di alam dari musim ke musim pada sisa-sisa tanaman dan sebagai konidium. Di lapangan jamur membentuk konidium pada malam hari akonidium disebarkan oleh angin. Pada suhu dan kelembaban yang tinggi konidium yang disebarkan berkurang jika ada kolerasi antara konidium yang tertangkap dengan kelembaban relative udara, suhu udara, dan kecepatan angin, yang mengikuti persamaan sebagai berikut :
Y         = 33,48–0,17X1–0,50X2+1,06X3
Y         = jumlah konidium yang tertangkap
X1       = Kelembaban relative udara (%)
X2       = suhu udara (ÂșC)
X3       = kecepatan angin (km/jam)
Konidium Alternaria Porri paling banyak tertangkap pada pukul 10-14 sedangkan paling sedikit pada pukul 22-02. Infeksi terjadi melalui mulut kulit dan melalui luka-luka. Selain kelembaban tinggi, terjadinya infeksi juga memerlukan adanya lapisan air di permukaan minimal 4 jam.

Faktor Yang Mempengaruhi Penyakit
Tanaman yang kurang mendapatkan pemupukan serta pengairan secara seimbang dan cukup akan meningkatkan resiko terinfeksi jamur Alternaria Porri. Demikian juga tanaman bawang merah di musim penghujan. terdapat tanda-tanda bahwa pemupukan dengan urea pada musim hujan juga akan meningkatkan serangan Alternaria porri.
Tanaman bawang merah rentan terhadap serangan penyakit ini pada saat pembentukan (inisiasi) umbi lapis, pada umur 30-40 hari setelah tanam. Diantara berbagai jenis bawang-bawangan.

Di antara berbagai jenis bawang-bawangan Allium Roylei, Bawang Kucai (A. Tuberosum), Bawang Rakkyo (A. Schoenoprassum), Bawang Ganda (A. Chinense), tahan  terhadap Alternaria Porri ; sedangkan Bawang Merah (A. Ascalonicum) ketahanan sedang dan Bawang Bombay (A.cepa) dan Bawang Daun  (A.fistulosum) ini sangat rentan.
Diantara bermacam-macam klon bawang merah yang diiuji ternyata tidak terdapat klon yang tahan terhadap Alternaria. Porri.
Pengelolaan penyakit.
Bercak Ungu dikendalikan dengan menanam bawang merah di lahan yang mempunyai drainasi baik dan dengan mengadakan pergiliran tananman (rotasi)

Pada tanaman Bawang Merah pemberian pupuk organik yang terdiri atas Casting (kotoran cacing) dan mulsa jerami, secara terpisah maupun kombinasinya,dapat mengurangi serangan bercak ungu, disamping juga mengurangi kutu daun. Pemberian Pupuk Kandang
Pupuk Hayati Azolla, dan Daun Kelor juga terbukti dapat menekan intensitas penyakit pada bawang merah.
Jika diperlukan penyakit dapat dikendalikan dengan penyemprotan Fungisida Hayati. Untuk keperluan ini dapat dipakai Fungisida Tembaga, yang di tambah Sulfat Seng. Seperti Jadam Sulfur+Jadam Wetting Agent Fungisida perlu di tambah perata agar dapat membasahi daun bawang secara merata 

Kontribusi biaya Fungisida pada budidaya bawang merah idealnya tidak lebih dari 5% biaya produksi. Perlu di ingat bahwa pemberian fungisida berpengaruh negative terdapat populasi mikorida pada akar bawang merah. Fungisida sistemik lebih meracuni mikoriza ketimbang fungisida kontak. Penyiraman setelah turun hujan dikatakan dapat mengurangi serangan Alternaria. Mungkin ini disebabkan karena penyiraman dapat mencuci konidium yang menempel pada daun bersama percikan air tanah.

Sekian ulasan tentang serangan jamur Alternaria Porri dan cara menanggulangi.
Dengan senang hati tim kami akan membantu menyelesaikan permasalah tanaman sahabat tani yang terserang penyakit ini.
Wassalam.... 

Produk Pertanian :
  • PGPR  Harga Rp. 25.000/Liter
  • Fish Amino Acids Rp. 25.000/½Liter
  • Brown Rice Vinegar Rp. 50.000/Liter
  • Coryn Bacteria Harga Rp. 30.000/½Liter
  • Bio-Pestisida Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Polymixa Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Tricoderma Harga Rp. 50.000/Kg
  • Mikoriza Harga Rp. 50.000/Kg
  • Waiting Agen Rp. 30.000
Peternakan :
  • Probiotik EXTRA 99 PLUS Rp. 20.000/Liter
  • Oriental Herbal Nutrien Rp. 25.000/Liter
  • Dekomposer EXTRA 88 Rp. 25.000/liter
  • Enzim Rp. 30.000/Liter
  • Desinfektan Rp. 20.000/Liter
CV. Griya Tani
Office Address :
D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573 

Kontak Person

Copyright © 2020 CV. Griya Tani
All right NATURAL FARMING Indonesia
 

Lokasi: Kunir, Kec. Dempet, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih Sudah Berkunjung ke Blog saya