19 Sep 2020

CARA MUDAH MENGATASI JAMUR FUSARIUM METODE ALAMI

CARA MUDAH MENGATASI JAMUR FUSARIUM METODE ALAMI

Contoh Tanaman Bawang Merah
Yang terinfeksi Fusarium
Beberapa penyakit tanaman termasuk layu fusarium telah saya tuliskan dalam artikel sebelumnya. Tapi kali ini kita akan fokus pada penyakit layu fusarium dan cara – cara untuk mengatasi atau mencegahnya.
Jamur ini berada dalam tanah. Menyerang tanaman melalui akar, kemudian masuk ke xylem dan mengganggu metabolisme tanaman.
Jamur ini bisa bertahan cukup lama di tahan. Bisa tahunan bahkan sampai puluhan tahun.
Oleh sebab itu, sepertinya cukup sulit untuk benar – benar bisa menghilangkan sumbernya.
Layu fusarium ini bisa menyerang cabai, tomat, kentang, terong, pisang dan beberapa tanaman lainnya.
Gejala tanaman yang terserang layu fusarium adalah daun yang mengalami kelayuan. Kemudian kering, gugur dan akhirnya tanaman mati.
Gejala layu fusarium pada tanaman cabai merah diawali dengan memucatnya tulang-tulang daun, terutama daun bagian atas, kemudian diikuti dengan merunduknya tangkai, dan akhirnya tanaman cabai merah menjadi layu secara keseluruhan.
Jamur Fusarium sp. menginfeksi dari akar lalu ke seluruh tanaman, melalui pembuluh xylem sehingga mengganggu proses transport air dan penyerapan nutrisi pada tanaman dan akhirnya tanaman menjadi layu.
Seharusnya langkah – langkah SOP penanaman yang baik sudah harus dilakukan di awal.
Misalnya memilih bibit dari varietas yang tahan terhadap layu fusarium, mamakai mulsa, irigasi yang baik dan langkah eradikasi.
Tapi itu semua sepertinya belum memberikan hasil yang memuaskan di lapangan. Akhirnya tetap saja penggunaan fungisida kimia kembali menjadi pilihan utama.
Karena lebih praktis dan kinerjanya juga lebih efetif. Ini terlepas dari bahaya atau tidak penggunaan fungisida kimia.
Alternatif menggunakan fungisida nabati dan beberapa jamur antagonis mulai diperkenalkan dan banyak diteliti.
Kembali lagi, ketika hasil di laborat di lemparkan ke lapangan efisiensi mulai diperbandingkan.
Antara dari segi kemampuan membasmi penyakit dan biaya.
Mungkin dari segi efektifitas membasmi penyakit antara fungisida nabati dan kimia bisa bersaing.
Tapi dari segi efisiensi waktu dan biaya, apakah ini pernah di analisa?
Setelah ini kita bisa membandingkan hal tersebut. Jika kita bisa mengetahui perbandingannya, kita bisa memahami keputusan para petani untuk lebih menggunakan fungisida kimia.
Bertani skala laborat, hobi dan perkebunan itu berbeda.
Skala laboratorium, yang penting mendapatkan data dari fungisida ataupun metode yang sedang di uji.
Entah itu mahal atau tidak, itu dibahas di judul yang lain dalam riset yang berbeda. Biasanya seperti itu. Begitu juga dengan hobi, yang penting tanamannya sehat dan berhasil berbuah.
Tapi, skala kebuh yang besar tekanannya berbeda. Jika tanamannya tidak berhasil, ekonomi keluarga menjadi taruhannya.
Maka petani harus melakukan langkah – langkah yang efektif, hemat waktu dan tingkat keberhasilannya tinggi.
Cara mengatasi layu fusarium pada tanaman
Ada tiga cara yang sekarang ini cukup efektif untuk mengatasi layu fusarium. Baik itu layu fusarium pada cabai, tomat, kentang, pisang, atau tanaman yang lainnya.
Mengenai sop dasar cara menanam, ini diluar itu. Kita sudah berada dilangkah selanjutnya.
Ketiga cara mengatasi layu fusarium yang akan saya sebutkan adalah:
Menggunakan fungisida kimia.
Fungisida nabati dan.
Jamur antagonis layu fusarium.
Mari kita bahas satu per satu dengan lebih jelas.
Fungisida Kimia Fusarium
Kita tidak perlu membahas banyak tentang fungisida kimia ini. Karena sudah jelas berbagai merek fungisida yang bisa kita temui di pasaran fungsinya adalah untuk mengatasi layu fusarium.
Mengenai merk dan bahan aktifnya sahabat tani bisa dicari sendiri. Infonya banyak tersedia secara online.
Namun saya akan mengambil satu contoh Fungisida yang benar – benar Fungisida Kimia. Kalau Anda mencari dan menemukan keterangan dibuat dari thricoderma sp, itu bukan Fungisida Kimia.
Melainkan jamur Antagonis yang memang untuk melawan jamur Fusarium secara alami. Itu akan kita bahas nanti.
Cara sederhana untuk membandingkan dengan Fungisida Nabati adalah dengan melihat dosis penggunaannya.
Rata – rata, dosis untuk Fungisida Kimia ini adalah 1 – 2 ml untuk setiap 1 liter air.
Misalnya kita membeli dengan kemasan 200 mL, maka kita bisa mendapat Fungisida siap semprot sebanyak 200 liter.
Kita catat harganya misalnya 90.000 rupiah.
Dalam hal ini kita tidak meragukan kemampuan Fungisida Kimia ini. Anggap saja efektifitas dalam membunuh jamur di atas 70%.
Kita langsung ke langkah ke 2 dalam cara mengatasi layu Fusarium.
Fungisida Nabati Untuk Fusarium
Ada beberapa tanaman herbal yang bisa digunakan sebagai Fungisida Nabati. Tanaman – tanaman herbal ini diambil bagian yang memungkinkan untuk mendapatkan ekstraknya.
Biasanya yang paling mudah digunakan adalah daun dan umbi dan Batang.
Bagian dari tanaman herbal yang bisa digunakan sebagai Fungisida Nabati adalah :
  • Daun Pepaya
  • Daun Sirsak
  • Daun Jeruk Purut
  • Daun Nimba
  • Daun Ketapang
  • Daun Cengkeh
  • Kulit Jati
  • Kulit Pinus
  • Chitosan (Kulit Udang)
  • Bayam Duri
  • Bawang Putih
  • Ekstrak Sirih
  • Serai Wangi
  • Cengkeh
  • Daun Brotowali
  • Daun Sambiloto
Karena memiliki kemampuan dalam mengatasi Serangan Layu Fusarium yang berbeda – beda, tanaman herbal di atas bisa menjadi pilihan yang sangat baik. Semua Jenis Tanaman Herbal di atas memiliki kemampuan dalam menghambat perkembangan jamur Fusarium. Walaupun tidak sampai memberikan performa yang sempurna 100%.
Selain itu,
Metode Ekstraksi
pengekstrakan yang secara teknis laboratorium, sehingga akan sulit untuk diaplikasikan langsung ke petani. Kita akan melihat beberapa yang sudah diuji secara invivo dan metodenya sederhana.
Maksud dari invivo di sini adalah fungisida herbal benar – benar di terapkan ke tanaman percobaan untuk melihat efektivitas-Nya.  
Jadi pada tanamannya, kemudian tanaman diinfeksi secara sengaja dengan jamur Fusarium. Setelah itu, Fungisida Nabati di berikan. Yang harus dimengerti adalah Jamur fusarium inikan menyerang dari akar kemudian masuk ke pembuluh xylem tanaman.
Maka keberadaan jamur ini ada di dalam jaringan tanaman. Fungisida Kontak mungkin kurang efektif terhadap jamur fusarium ini.
Karena jamur tidak berada di permukaan tanaman, melainkan di dalam jaringan tanaman. Berbeda dengan jamur penyebab bercak daun. Ia menyerang tanaman dari luar. Sehingga, fungisida kontak mungkin akan bekerja lebih efektif.
Cara pemberian Fungisida Nabati rata – rata dicampurkan atau dimasukkan ke media tanah.
Logikanya ya itu tadi. Fungisida diharapkan bisa menekan perkembangan jamur Fusarium langsung ke sumber mereka.
Fungisida Brotowali Untuk Jamur Fusarium
Cara membuat Fungisida nabati dari daun brotowali adalah :
Daun brotowali dibersihkan dan dicuci bersih.
Daun dikeringkan dengan cara angin-anginkan (pengeringan tanpa penjemuran).
Daun kemudian di giling halus.
Direndam selama 72 jam dengan Ethil Acetat.
Setelah itu dilakukan 2 kali penyaringan, filtrat yang diperoleh melalui penyaringan diuapkan dengan vacum rotary evaporator pada suhu 40 oC dengan memisahkan solven dengan ekstrak.
Kalau dirasa sulit ya tinggal langkah 4 dan 5 dihilangkan. Daun brotowali yang sudah digiling halus langsung diaplikasikan ke media tanaman. Yaitu sebanyak 50 gram per lubang tanam.
Yang tidak kalah penting adalah data yang diperoleh dari riset ini.
Selama lima minggu pengamatan terhadap tanaman cabai, performa terbaik diperoleh fungisida kimia.
Dari 10 tanaman cabai semuanya bisa hidup dan bertahan sampai usia 5 minggu pengamatan.
Sedangkan penggunaan ekstrak daun brotowali 5%, mulai minggu ke 4 mulai ada tanaman yang mati.
Hingga minggu ke 5, hanya 70% atau 7 tanaman yang masih bertahan.
Artinya apa? Pemberian fungisida nabati harus diberikan secara periodik jika ingin bisa bersaing dengan fungisida kimia.
Karena bahan aktif dalam fungisida nabati mudah tercuci dan hanyut bersama air penyiraman. Ini tidak hanya untuk fungisida dari daun brotowali, semua jenis fungisida nabati kandungan bahan aktifnya mudah tercuci oleh air alias hanyut atau amblas.
Oleh sebab itu, kita langsung saja ke cara mengatasi layu fusarium yang lebih mutakhir yaitu dengan musuh alami.
Mengatasi Layu Fusarium Dengan Thricoderma sp
Jamur dilawan dengan jamur. Itulah kira – kira konsepnya.
Secara jangka panjang menurut saya ini lebih memungkinkan karena jamur antagonis yang digunakan untuk melawan fusarium ini aktif.
Artinya aktif adalah mereka akan selalu berada dalam tanah dan bisa berkembang secara terus menerus dalam tanah. Maka secara otomatis penekanan terhadap perkembangan cendawan fusarium juga terus berlangsung. Jenis jamur Trichoderma yang sekarang ini paling efektif dalam melawan jamur fusarium secara efektif adalah jamur thricoderma sp.
Secara alami, jamur Trichoderma sp ini sudah ada pada tanah. Yaitu pada daerah sekitar perakaran tanaman yang sehat.
Keberadaan jamur thricoderma ini bisa menghambat jamur patogen fusarium melalui cara antibiosis dan secara fisik.
Mekanisme antibiosis terjadi dengan cara jamur Trichoderma sp. mengeluarkan senyawa antibiotik yang dapat menghambat pertumbuhan jamur lain.

Sekian dulu Pembahasan tentang cara mengatasi Layu Fusarium Dengan jamur Trichoderma sp 

Wassalam.... 

Produk Pertanian :
  • PGPR  Harga Rp. 25.000/Liter
  • Fish Amino Acids Rp. 25.000/½Liter
  • Brown Rice Vinegar Rp. 50.000/Liter
  • Coryn Bacteria Harga Rp. 30.000/½Liter
  • Bio-Pestisida Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Polymixa Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Tricoderma Harga Rp. 50.000/Kg
  • Mikoriza Harga Rp. 50.000/Kg
  • Waiting Agen Rp. 30.000
Peternakan :
  • Probiotik EXTRA 99 PLUS Rp. 20.000/Liter
  • Oriental Herbal Nutrien Rp. 25.000/Liter
  • Dekomposer EXTRA 88 Rp. 25.000/liter
  • Enzim Rp. 30.000/Liter
  • Desinfektan Rp. 20.000/Liter
CV. Griya Tani
Office Address :
D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573 

Kontak Person

Copyright © 2020 CV. Griya Tani
All right NATURAL FARMING Indonesia
Lokasi: Kunir, Kec. Dempet, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih Sudah Berkunjung ke Blog saya