Agriculture Farming Service

Agriculture Farming Service – Layanan pertanian modern yang membantu petani meningkatkan hasil panen melalui teknologi, manajemen lahan, dan solusi berkelanjutan

Breaking News

Breaking News! Simak kabar terbaru dan paling update hanya di sini. Kami hadir menyajikan informasi tercepat, akurat, dan terpercaya langsung dari lapangan. Jangan lewatkan momen penting yang sedang terjadi sekarang juga!

Seputar Olah Raga

Breaking News Olahraga! ⚽🏀🏸

Update tercepat tentang kabar olahraga terkini dari dalam dan luar negeri. Mulai dari sepak bola, bulu tangkis, basket, hingga olahraga trending lainnya. Simak informasi paling fresh dan jangan lewatkan momen bersejarah di dunia olahraga!

📌 Subscribe dan aktifkan notifikasi 🔔 biar nggak ketinggalan kabar terbaru.

Channel Katebat

KATEBAD ala kocak! 🤣🎥

Film pendek parodi yang menggabungkan berita terkini dengan sentuhan humor segar. Dijamin bikin ngakak tapi tetap ada pesan yang bisa dipetik. Tonton sampai habis, karena ending-nya bikin kaget!

📌 Jangan lupa Subscribe, kasih like 👍, dan share ke teman biar ikut ketawa bareng.

Info Seputar Megawati

Arabica Coffee House Kadınlar 1. Ligi, adalah nama resmi dari kompetisi Voleybol Kadınlar 1. Ligi di bawah naungan Türkiye Voleybol Federasyonu (TVF), yang kini menjadi penyelenggara utama dengan status nama sponsor

Tampilkan postingan dengan label Keasaman Tanah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keasaman Tanah. Tampilkan semua postingan

8 Mar 2023

IRIGASI PERTANIAN - BERPERAN PENTING UNTUK TINGKAN PRODUKTIVITA TANAMAN

Irigasi Pertanian - Pentingnya Dalam Meningkatkan Produktivitas Tanaman

Sistem Irigasi Pertanian Regeneratif

Kali ini kita akan membahas pentingnya irigasi pertanian dalam meningkatkan produktivitas tanaman dan memberikan informasi tentang manfaat dan cara penggunaannya. Irigasi pertanian adalah metode penyediaan air buatan yang membantu petani meningkatkan produktivitas tanaman mereka. bagaimana petani dapat mengoptimalkan penggunaannya? kita akan membahasnya kali ini.

Pentingnya irigasi yang efisien dan efektif dalam meningkatkan produktivitas dan hasil panen. terdapat beberapa teknik dan cara untuk mengoptimalkan sistem irigasi ini, seperti menggunakan teknologi

Namun perlu di ingat penerapkan praktik konservasi air juga sangat penting dalam meningkatkan efisiensi sistem irigasi.

Dengan melakukan semua ini, diharapkan akan meningkatkan hasil panen yang lebih menguntungkan bagi para petani.

Table of Content

Manfaat Irigasi Pertanian
Irigasi memiliki banyak manfaat bagi petani, di antaranya :

  • Meningkatkan ketersediaan air untuk tanaman - Dengan irigasi, petani dapat memberikn air yang cukup untuk tanaman mereka, terutama pada musim kemarau.
  • Meningkatkan produktivitas - Tanaman yang ditanam dengan irigasi cenderung lebih produktif dan berkualitas karena mendapatkan nutrisi dan air yang cukup.
  • Meningkatkan kualitas tanaman - Irigasi membantu mengendalikan kualitas air yang digunakan untuk irigasi, yang pada gilirannya meningkatkan kualitas tanaman yang dihasilkan.
  • Mengurangi risiko kekeringan - Dengan irigasi, petani dapat menghindari risiko kekeringan yang dapat merusak tanaman dan mengurangi hasil panen.
  • Mengurangi biaya produksi, dalam jangka panjang irigasi dapat membantu mengurangi biaya produksi petani karena mereka tidak lagi bergantung pada curah hujan untuk mengairi tanaman mereka.

Jenis-jenis Irigasi Pertanian :
Ada beberapa jenis irigasi pertanian yang berbeda yang dapat digunakan oleh petani, di antaranya :

  • Drip Irrigation
  • Irigasi Permukaan
  • Menggunakan Sprinkler
  • Teknologi Smart Irrigation
  • Penggunaan Sensor Tanah

Berikut penjelasan singkat tentang jenis-jenis Irigasi untuk pertanian yang sudah umum digunakan atau diterapkan dikalangan para petani, antara lain adalah sebagai berikut :

Irigasi Tetes (Drip Irrigation)
Irigasi tetes adalah jenis irigasi yang mengalirkan air secara perlahan-lahan melalui pipa kecil atau selang ke akar tanaman. Sistem irigasi tetes sangat efisien karena air diberikan secara langsung ke akar tanaman dan tidak terbuang ke permukaan tanah.

Irigasi Permukaan
Irigasi permukaan adalah jenis irigasi yang mengalirkan air melalui permukaan tanah dengan menggunakan aliran air yang lambat dan merata. Sistem irigasi ini sangat cocok untuk lahan pertanian yang berbentuk datar.

Irigasi Sprinkler
Irigasi sprinkler adalah jenis irigasi yang mengalirkan air dalam bentuk semprotan ke seluruh area tanaman. Sistem ini lebih cocok untuk tanaman yang membutuhkan curah hujan yang cukup tinggi.

Menggunakan Teknologi Smart Irrigation
Teknologi smart irrigation memungkinkan pengaturan irigasi pertanian secara otomatis berdasarkan kondisi cuaca dan kebutuhan air tanaman. Dengan menggunakan teknologi ini, penggunaan air dapat dioptimalkan sehingga dapat menghemat biaya dan meningkatkan hasil panen.

Penggunaan Sensor Tanah
Penggunaan sensor tanah dapat membantu petani dalam mengukur kelembaban tanah dan kebutuhan air tanaman. Dengan mengukur tingkat kelembaban tanah, petani dapat menentukan waktu yang tepat untuk melakukan irigasi dan menghindari penggunaan air yang berlebihan.

Pemilihan Jenis Sistem Irigasi yang Tepat
Pemilihan jenis sistem irigasi yang tepat dapat membantu meningkatkan produktivitas dan hasil panen. Pilihlah sistem irigasi yang cocok untuk jenis tanaman dan lahan pertanian Anda.

Pemeliharaan Sistem Irigasi yang Rutin
Pemeliharaan sistem irigasi yang rutin juga sangat penting untuk menjaga keefektifan dan efisiensi sistem irigasi. Pastikan sistem irigasi terawat dengan baik, pipa tidak bocor, dan perangkat sistem irigasi berfungsi dengan baik. Periksa secara berkala sistem irigasi agar tidak ada kendala saat musim tanam tiba.

Menerapkan Praktik Konservasi Air

  • Menerapkan praktik konservasi air juga dapat membantu meningkatkan efisiensi sistem irigasi. Beberapa praktik konservasi air yang dapat dilakukan adalah :
  • Memperbaiki sistem irigasi yang bocor atau rusak untuk menghindari pemborosan air
  • Menggunakan pupuk organik untuk meningkatkan kemampuan tanah dalam menahan air.
  • Mengurangi penggunaan pestisida dan herbisida yang berlebihan, karena hal tersebut dapat mengurangi kemampuan tanah untuk menahan air
  • Menanam tanaman yang cocok untuk kondisi lingkungan setempat dan kebutuhan air yang rendah.
Baca Juga Artikel : Pertanian Regeneratif Untuk Mewujudkan Pertanian Berkelanjutan

Tentukan Jadwal Penyiraman Yang Tepat
Penting untuk menentukan jadwal penyiraman yang tepat dalam sistem irigasi pertanian. Jadwal penyiraman yang tepat dapat membantu menjaga ketersediaan air yang cukup untuk tanaman dan mencegah kekurangan atau kelebihan air yang dapat merusak tanaman.

Jadwal penyiraman tergantung pada beberapa faktor, seperti jenis tanaman, kondisi cuaca, jenis tanah, dan jenis sistem irigasi yang digunakan. Umumnya, tanaman membutuhkan air setiap 2-3 hari sekali tergantung pada kondisi cuaca dan jenis tanah. Namun, jangan terlalu sering menyiram tanaman karena dapat menyebabkan kelebihan air yang bisa membuat akar tanaman membusuk. Sebaliknya, jika terlalu jarang menyiram tanaman, maka tanaman bisa kekurangan air dan mengalami kekeringan. Oleh karena itu, petani harus menentukan jadwal penyiraman yang tepat dan konsisten untuk memastikan ketersediaan air yang cukup untuk tanaman dan meningkatkan hasil panen.

Pertahankan Sistem Irigasi Dengan Baik
Pastikan sistem irigasi Anda berfungsi dengan baik dan tetap terawat agar tidak mengganggu produktivitas lahan pertanian Anda. Setelah memilih jenis sistem irigasi yang tepat dan menentukan jadwal penyiraman yang tepat, penting untuk menjaga dan merawat sistem irigasi dengan baik. 

Merawat sistem irigasi dapat membantu memastikan ketersediaan air yang cukup untuk tanaman, mencegah kerusakan pada pipa dan selang, serta menghemat biaya.

Konsultasikan Dengan Ahli
Jika Anda memiliki pertanyaan atau kesulitan dalam menggunakan sistem irigasi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahli pertanian atau petani yang sudah berpengalaman.

Kesimpulan
Irigasi pertanian adalah metode yang penting bagi petani untuk meningkatkan produktivitas tanaman mereka. Dengan memilih jenis irigasi yang tepat, memperhatikan kualitas air, menentukan jadwal penyiraman yang tepat, menjaga sistem irigasi dengan baik, dan berkonsultasi dengan ahli jika diperlukan, petani dapat mengoptimalkan penggunaan irigasi pertanian dan meningkatkan hasil panen mereka.

Dengan irigasi yang tepat, kita dapat memastikan ketersediaan pangan yang cukup untuk masyarakat. sistem irigasi pertanian yang baik adalah salah satu kunci utama dalam mencapai hasil panen yang optimal. Dalam dunia pertanian, keberhasilan usaha pertanian sangat bergantung pada sistem irigasi yang baik dan teratur. Oleh karena itu, penting bagi petani untuk memilih jenis irigasi yang tepat dan memperhatikan kualitas air yang digunakan untuk menyirami tanaman.

Baca Juga Artikel : Mengenal Jenis-Jenis Mikoriza Dan Manfaatnya Untuk Pertumbuhan Tanaman


FAQs tentang Irigasi Pertanian :
Apa itu irigasi pertanian?
Irigasi pertanian adalah metode penyediaan air buatan yang membantu petani meningkatkan produktivitas tanaman mereka.
Mengapa irigasi pertanian penting?
Irigasi pertanian penting karena membantu meningkatkan ketersediaan air untuk tanaman, meningkatkan produktivitas, meningkatkan kualitas tanaman, mengurangi risiko kekeringan, dan mengurangi biaya produksi.
Apa jenis-jenis irigasi pertanian yang tersedia?
Jenis-jenis irigasi pertanian yang tersedia meliputi irigasi tetes, irigasi permukaan, irigasi sprinkler, irigasi subirigasi, dan irigasi pasang surut.
Apa manfaat dari irigasi pertanian yang efisien?
Irigasi pertanian yang efisien dapat membantu meningkatkan produktivitas dan hasil panen, mengurangi biaya operasional, dan meminimalisir penggunaan air yang berlebihan.
Bagaimana cara mengoptimalkan penggunaan irigasi?
Untuk mengoptimalkan penggunaan irigasi pertanian, petani harus memilih jenis irigasi yang tepat, memperhatikan kualitas air, menentukan jadwal penyiraman yang tepat, menjaga sistem irigasi dengan baik, dan berkonsultasi dengan ahli jika diperlukan.
Apa yang harus diperhatikan saat memilih sistem irigasi?
Pemilihan sistem irigasi pertanian harus mempertimbangkan jenis tanaman dan kondisi lahan pertanian. Pilihlah sistem irigasi yang tepat untuk memaksimalkan hasil panen

27 Feb 2023

EFEK KEASAMAN TANAH DAN PENCEMARAN BAHAN KIMIA PADA LAHAN DI KABUPATEN DEMAK

Efek Keasaman Tanah Dan Pencemaran Bahan Kimia Pada Lahan Di Kabupaten Demak

Grafik Nilai pH 

Pengaruh Keasaman Tanah sangat penting karena pH tanah mempengaruhi ketersediaan nutrisi dan aktivitas mikroba yang berperan dalam proses pertumbuhan tanaman. Tanah yang terlalu asam atau terlalu basa dapat menyebabkan masalah bagi tanaman karena nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman tidak tersedia dalam bentuk yang dapat diambil oleh akar tanaman.

Sebagian besar tanaman tumbuh optimal pada tingkat keasaman tanah  yang memiliki pH sekitar 6,0 hingga 7,0. Tanah yang memiliki pH di bawah 6,0 cenderung terlalu asam dan perlu diperbaiki dengan pemberian bahan kapur atau dolomit untuk meningkatkan pH tanah. Sementara itu, tanah yang memiliki pH di atas 7,0 cenderung terlalu basa dan perlu diperbaiki dengan pemberian bahan organik atau belerang untuk menurunkan pH tanah.

Selain itu, Keasaman Tanah juga dapat mempengaruhi aktivitas mikroba dalam tanah. Mikroba yang berperan dalam proses dekomposisi bahan organik dan siklus nutrisi tanah cenderung aktif pada pH yang netral hingga sedikit asam. Jika pH tanah terlalu asam atau terlalu basa, aktivitas mikroba dapat terhambat atau bahkan berhenti sehingga mengganggu proses pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu, menjaga keseimbangan pH tanah sangat penting untuk pertumbuhan dan produksi tanaman yang optimal.

Cara Mengetahui Tingkat Keasaman Pada Tanah
Tingkat Keasaman Tanah dapat diukur dengan menggunakan alat pH meter atau dengan menguji tanah secara kualitatif menggunakan indikator pH seperti lakmus atau fenolftalein. Berikut adalah beberapa cara untuk mengetahui tingkat keasaman pada tanah :

  1. Menggunakan pH meter : pH meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur pH larutan, termasuk larutan tanah. Alat ini dapat dibeli di toko pertanian atau online. Untuk mengukur pH tanah, ambil sampel tanah dari beberapa titik di area yang akan ditanami. Kemudian, campurkan sampel tanah tersebut dengan air steril dalam rasio tertentu dan masukkan probe pH meter ke dalam campuran tersebut. Bacaan pH akan muncul pada layar pH meter.
  2. Menggunakan lakmus  : Ambil sekitar satu sendok tanah dari beberapa titik di area yang akan ditanami dan letakkan di atas piring putih. Kemudian, tambahkan beberapa tetes larutan lakmus biru atau merah ke atas tanah. Jika tanah berubah menjadi merah, maka tingkat keasamannya tinggi, sedangkan jika tanah berubah menjadi biru, maka tingkat keasamannya rendah.
  3. Menggunakan fenolftalein : Metode ini hampir sama dengan menggunakan lakmus. Ambil sekitar satu sendok tanah dari beberapa titik di area yang akan ditanami dan letakkan di atas piring putih. Kemudian, tambahkan beberapa tetes larutan fenolftalein ke atas tanah. Jika tanah berubah menjadi merah muda, maka tingkat keasamannya rendah, sedangkan jika tidak berubah warna, maka tingkat keasamannya tinggi.

Setelah mengetahui tingkat keasaman pada tanah, kita dapat melakukan tindakan untuk menyesuaikan pH tanah agar sesuai dengan kebutuhan tanaman yang akan ditanam. Misalnya, dengan memberikan bahan kapur jika pH tanah terlalu asam atau dengan memberikan belerang jika pH tanah terlalu basa.

Tanah yang terlalu asam dapat menghambat pertumbuhan tanaman karena kekurangan nutrisi yang diperlukan. Berikut adalah beberapa cara mengatasi tanah terlalu asam :

  1. Menambahkan kapur pertanian : Kapur pertanian adalah bahan yang dapat digunakan untuk menaikkan pH tanah. Kapur pertanian biasanya terdiri dari kalsium karbonat dan magnesium karbonat, yang dapat menetralkan keasaman tanah. Kapur pertanian dapat ditemukan di toko pertanian dan dapat diaplikasikan ke tanah dengan menggunakan mesin penyebar atau tangan.
  2. Menggunakan abu kayu : Abu kayu dapat digunakan untuk menaikkan pH tanah karena mengandung kalium, kalsium, dan magnesium. Abu kayu dapat disebarkan di atas tanah, kemudian dicampur dengan tanah menggunakan cangkul atau garpu taman.
  3. Memanfaatkan bahan organik : Bahan organik seperti pupuk kandang, kompos, dan daun kering dapat membantu menaikkan pH tanah dan meningkatkan ketersediaan nutrisi. Bahan organik dapat dicampurkan dengan tanah pada saat persiapan lahan sebelum penanaman.
  4. Menggunakan tanaman penghasil asam : Tanaman seperti azalea, kubis, stroberi, dan blueberry menghasilkan asam, sehingga dapat membantu menurunkan pH tanah secara alami. Namun, penggunaan tanaman penghasil asam harus dipertimbangkan dengan hati-hati karena dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman lainnya yang membutuhkan pH tanah yang lebih netral.

Penting untuk diingat bahwa proses mengatasi tanah terlalu asam membutuhkan waktu dan konsistensi. Anda mungkin perlu melakukan beberapa kali aplikasi bahan pengatur pH tanah untuk mencapai hasil yang diinginkan.

Baca Juga : Keasaman Tanah Yang Baik Untuk Tanaman

Penggunaan Kapur Dan Belerang Untuk Menyetabilkan pH Tanah
Kapur dan belerang adalah salah satu cara yang umum digunakan untuk menyetabilkan pH tanah. Penggunaan kapur akan meningkatkan pH tanah yang asam, sedangkan penggunaan belerang akan menurunkan pH tanah yang terlalu basa. Namun, dosis yang tepat untuk penggunaan kapur dan belerang sangat tergantung pada kondisi tanah yang ada.

Untuk menggunakan kapur, dosis yang direkomendasikan dapat bervariasi antara 500-2000 kg/hektar. Jumlah yang tepat akan tergantung pada pH tanah awal, jenis tanah, dan kebutuhan tanaman. Dosis yang lebih tinggi akan dibutuhkan pada tanah yang lebih asam.

Sementara itu, dosis belerang yang direkomendasikan berkisar antara 100-400 kg/hektar. Jumlah yang tepat akan tergantung pada pH tanah awal dan kebutuhan tanaman. Dosis yang lebih tinggi akan dibutuhkan pada tanah yang lebih basa.

Namun, sebaiknya konsultasikan dengan ahli tanah atau petani setempat untuk menentukan dosis yang tepat untuk tanah Anda, karena terlalu sedikit atau terlalu banyak penggunaan kapur atau belerang dapat menyebabkan masalah lain pada tanah dan tanaman.

Bakteri Dan Jamur Sebagai Pengontrol Keasaman Tanah
Bakteri dan jamur dapat berperan sebagai pengontrol keasaman tanah melalui proses yang disebut dengan dekomposisi. Saat organisme mati seperti daun dan ranting jatuh ke tanah, bakteri dan jamur akan memecah materi organik tersebut menjadi senyawa organik yang lebih sederhana dan nutrisi yang dapat diserap oleh tanaman.

Selama proses dekomposisi, bakteri dan jamur menghasilkan asam organik seperti asam humat dan asam fulvik. Asam-asam organik ini memiliki kemampuan untuk mengikat ion-ion logam seperti aluminium, besi, dan mangan yang dapat menyebabkan keasaman tanah. Dengan mengikat ion-ion tersebut, asam organik dapat membantu menetralisir keasaman tanah.

Selain itu, bakteri dan jamur juga dapat menghasilkan enzim yang memecah batuan dan mineral dalam tanah menjadi nutrisi yang dapat diserap oleh tanaman. Proses ini dapat meningkatkan ketersediaan nutrisi dalam tanah, sehingga tanaman dapat tumbuh lebih baik.

Penting untuk diingat bahwa bakteri dan jamur hanya dapat mengontrol keasaman tanah dalam batas-batas tertentu dan mungkin tidak cukup efektif untuk menyelesaikan masalah keasaman tanah yang parah. Oleh karena itu, penggunaan bahan pengatur pH tanah seperti kapur pertanian masih diperlukan untuk menyelesaikan masalah keasaman tanah yang signifikan.

Pencemaran Tanah Akibat Penggunaan Pestisida Dan Pupuk Kimia
Penggunaan pestisida dan pupuk kimia dapat menyebabkan pencemaran tanah jika tidak digunakan dengan benar. Berikut adalah beberapa dampak pencemaran tanah akibat penggunaan pestisida dan pupuk kimia :
  • Keracunan tanah dan air : Pestisida yang digunakan secara berlebihan dapat mencemari tanah dan air di sekitar area penggunaannya. Pestisida ini dapat menumpuk dalam tanah dan air, sehingga mengancam kesehatan manusia dan lingkungan.
  • Kematian mikroorganisme tanah : Penggunaan pestisida dan pupuk kimia yang berlebihan dapat membunuh mikroorganisme dalam tanah seperti bakteri dan jamur, yang penting untuk pertumbuhan tanaman dan kesuburan tanah. Hal ini dapat menyebabkan penurunan kualitas tanah dan produktivitas tanaman.
  • Peningkatan keasaman tanah : Beberapa pupuk kimia dapat meningkatkan keasaman tanah, yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman dan ketersediaan nutrisi dalam tanah.
  • Peningkatan erosi tanah : Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan dapat meningkatkan erosi tanah karena meningkatkan pertumbuhan tanaman secara tidak terkendali. Hal ini dapat menyebabkan tanah mengalami kerusakan dan hilangnya kesuburan.

Untuk mengurangi dampak pencemaran tanah akibat penggunaan pestisida dan pupuk kimia, ada beberapa hal yang dapat dilakukan, seperti:

Menggunakan pestisida dan pupuk kimia dengan bijak dan sesuai dosis yang direkomendasikan.

Beralih ke teknik pertanian organik yang lebih ramah lingkungan.

Menggunakan teknologi pengendalian hama dan penyakit yang lebih aman seperti pengendalian biologis atau teknologi hijau lainnya.

Menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan tanah yang berkelanjutan seperti rotasi tanaman, penanaman tanaman penutup tanah, dan komposisi pupuk organik untuk mempertahankan kesuburan tanah dan kesehatan lingkungan.

Dengan melihat hasil panen tahun ini saja dapat kami simpulkan betapa rusaknya ekosistem mikroorganisme pada tanah di Demak dan sekitarnya, dalam beberapa tahun ini kami telah mengamati dan menganalisa metode pengolahan lahan yang dilakun petani, ditambah penggunaan pestisida, fungisida berbahan sintetis merajarela tanpa ada kontrol.

Produk Peternakan :
  1. Probiotik EXTRA 99 PLUS      Harga Rp. 20.000/Liter
  2. Oriental Herbal Nutrien             Harga Rp. 25.000/Liter
  3. Dekomposer EXTRA 88            Harga Rp. 25.000/liter
  4. Enzim                                         Harga Rp. 30.000/Liter
  5. Desinfektan                                 Harga Rp. 25.000/Liter

CV. Griya Tani Indonesia
Office Address :
D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573 
Kontak Person