Agriculture Farming Service

Agriculture Farming Service – Layanan pertanian modern yang membantu petani meningkatkan hasil panen melalui teknologi, manajemen lahan, dan solusi berkelanjutan

Breaking News

Breaking News! Simak kabar terbaru dan paling update hanya di sini. Kami hadir menyajikan informasi tercepat, akurat, dan terpercaya langsung dari lapangan. Jangan lewatkan momen penting yang sedang terjadi sekarang juga!

Seputar Olah Raga

Breaking News Olahraga! ⚽🏀🏸

Update tercepat tentang kabar olahraga terkini dari dalam dan luar negeri. Mulai dari sepak bola, bulu tangkis, basket, hingga olahraga trending lainnya. Simak informasi paling fresh dan jangan lewatkan momen bersejarah di dunia olahraga!

📌 Subscribe dan aktifkan notifikasi 🔔 biar nggak ketinggalan kabar terbaru.

Channel Katebat

KATEBAD ala kocak! 🤣🎥

Film pendek parodi yang menggabungkan berita terkini dengan sentuhan humor segar. Dijamin bikin ngakak tapi tetap ada pesan yang bisa dipetik. Tonton sampai habis, karena ending-nya bikin kaget!

📌 Jangan lupa Subscribe, kasih like 👍, dan share ke teman biar ikut ketawa bareng.

Info Seputar Megawati

Arabica Coffee House Kadınlar 1. Ligi, adalah nama resmi dari kompetisi Voleybol Kadınlar 1. Ligi di bawah naungan Türkiye Voleybol Federasyonu (TVF), yang kini menjadi penyelenggara utama dengan status nama sponsor

Tampilkan postingan dengan label BAKTERI ASAM LAKTAT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BAKTERI ASAM LAKTAT. Tampilkan semua postingan

28 Feb 2023

PERLU DIKETAHUI PETANI 7 MANFAAT CUKA BERAS UNTUK TANAMAN

Perlu Diketahui Petani 7 Manfaat Cuka Beras Untuk Tanaman

Apakah Anda tahu bahwa cuka tidak hanya digunakan untuk memasak? Cuka ternyata juga memiliki manfaat yang luar biasa untuk tanaman dan pekarangan rumah Anda. Di artikel ini, kita akan membahas tujuh manfaat cuka untuk tanaman dan pekarangan rumah Anda. 

Cuka beras, atau yang dikenal juga sebagai Rice Vinegar, merupakan jenis cuka yang dibuat dari beras yang telah difermentasi. Proses pembuatan cuka dimulai dengan mengambil nasi putih biasa dan mencuci serta merendamnya dalam air untuk menghilangkan tepung yang melekat pada butiran beras. Setelah itu, nasi direbus atau dikukus dan kemudian didinginkan.

Cuka beras memiliki rasa yang lebih lembut dan ringan dibandingkan dengan cuka lainnya. Hal ini disebabkan oleh kandungan asam asetat yang lebih rendah, yaitu sekitar 4-5%, dibandingkan dengan cuka sari apel atau cuka anggur yang memiliki kandungan asam asetat sekitar 5-8%.

Cuka beras sering digunakan dalam masakan Asia, terutama Jepang, Korea, dan China. Selain itu, cuka beras juga memiliki beberapa manfaat kesehatan, seperti membantu menurunkan kadar gula darah, mengurangi kolesterol, dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Namun, perlu diingat bahwa penggunaan cuka beras yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan pada gigi dan lambung. Oleh karena itu, sebaiknya konsumsi cuka dengan bijak dan tidak berlebihan. Secara keseluruhan, cuka beras merupakan bahan masakan yang populer di Asia dan memiliki manfaat kesehatan yang dapat dimanfaatkan dengan bijak.

Bahan Membuat Cuka Beras
Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat cuka beras adalah beras putih biasa, air, dan cairan penggumpal yang mengandung bakteri asam asetat. Proses pembuatan cuka beras dimulai dengan mencuci dan merendam beras dalam air untuk menghilangkan tepung yang melekat pada butiran beras. Setelah itu, nasi direbus atau dikukus dan kemudian didinginkan.

Selanjutnya, nasi yang telah didinginkan tersebut diletakkan dalam wadah dan dicampur dengan cairan penggumpal yang mengandung bakteri asam asetat. Cairan penggumpal ini dapat diperoleh dari sari buah-buahan atau sayuran yang mengandung bakteri asam asetat, atau dapat dibeli di toko bahan makanan khusus. Setelah dicampur, wadah tersebut ditutup rapat dan dibiarkan selama beberapa minggu hingga cairan menjadi asam dan memiliki rasa yang khas. Proses ini disebut dengan fermentasi.

Setelah proses fermentasi selesai, cairan tersebut disaring untuk memisahkan cuka dari beras yang tidak terfermentasi. Kemudian, cuka tersebut dikemas dan siap digunakan. Secara umum, bahan-bahan untuk membuat cuka beras relatif mudah didapatkan dan dapat diproduksi di rumah dengan cara yang sederhana. Namun, perlu diingat bahwa proses pembuatan cuka beras membutuhkan waktu dan kesabaran karena proses fermentasi yang memakan waktu beberapa minggu.

Tanaman dan pekarangan rumah yang sehat tidak hanya membuat tampilan rumah lebih cantik, tetapi juga memberikan manfaat bagi kesehatan dan lingkungan sekitar. Ada banyak cara untuk merawat tanaman dan pekarangan rumah, salah satunya adalah dengan menggunakan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan, seperti cuka.

Cuka adalah cairan asam yang diperoleh dari hasil fermentasi bahan-bahan seperti anggur, apel, dan beras. Selain digunakan untuk memasak, cuka juga memiliki manfaat yang luar biasa bagi tanaman dan pekarangan rumah. Berikut adalah tujuh manfaat cuka yang harus Anda catat untuk merawat tanaman dan pekarangan rumah Anda.

  • Meningkatkan pH Tanah
  • Membasmi Hama Tanaman
  • Menghilangkan Gulma
  • Membuat Pupuk Organik
  • Membersihkan Alat-Alat Taman
  • Menghilangkan Bau Tak Sedap
  • Membersihkan Batu dan Keramik
  • Meningkatkan pH Tanah
Apa itu pH Tanah Mengapa pH Tanah Penting Bagaimana Cuka Meningkatkan pH Tanah.
Membasmi Hama Tanaman
  • Apa saja Hama Tanaman yang Sering Menyerang
  • Bagaimana Cuka Membasmi Hama Tanaman
  • Bagaimana Cara Menggunakan Cuka untuk Membasmi Hama Tanaman
  • Menghilangkan Gulma
  • Apa itu Gulma
  • Mengapa Gulma Perlu Dihilangkan
  • Bagaimana Cuka Menghilangkan Gulma
  • Bagaimana Cara Menggunakan Cuka untuk Menghilangkan Gulma
  • Membuat Pupuk Organik
  • Apa itu Pupuk Organik
  • Mengapa Pupuk Organik Penting
  • Bagaimana Cuka Membuat Pupuk Organik
  • Bagaimana Cara Menggunakan Pupuk Organik dari Cuka

Membersihkan Alat-Alat Taman

  • Apa yang Terjadi Jika Alat-Alat Taman Tidak Dibersihkan?
  • Bagaimana Cuka Membersihkan Alat-Alat Taman?
  • Bagaimana Cara Menggunakan Cuka untuk Membersihkan Alat-Al

Menjaga Keasaman Tanah
Cuka beras memiliki sifat asam, sehingga dapat digunakan untuk menjaga keasaman tanah. Penggunaan cuka beras secara teratur pada tanah dapat membantu menjaga pH tanah pada level yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman.
Meningkatkan ketersediaan nutrisi

Cuka beras mengandung asam organik yang dapat membantu melarutkan nutrisi dalam tanah dan membuatnya lebih mudah diambil oleh tanaman. Hal ini dapat meningkatkan ketersediaan nutrisi bagi tanaman dan membantu pertumbuhan yang lebih baik.

Mengatasi Serangan Hama Dan Penyakit
Cuka beras juga dapat digunakan untuk mengatasi serangan hama dan penyakit pada tanaman. Sifat asam dari cuka beras dapat membantu membunuh atau menghalangi pertumbuhan bakteri dan jamur yang menyebabkan penyakit pada tanaman.

Meningkatkan Kekebalan Tanaman
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan cuka beras pada tanaman dapat membantu meningkatkan kekebalan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit. Hal ini dapat membantu mengurangi penggunaan pestisida dan fungisida yang berbahaya bagi lingkungan.
Meningkatkan Tualitas Buah Dan Sayuran
Penggunaan cuka beras pada tanaman buah dan sayuran dapat membantu meningkatkan kualitas dan rasa buah dan sayuran. Hal ini disebabkan oleh efek cuka beras yang dapat membantu meningkatkan ketersediaan nutrisi bagi tanaman dan memperbaiki kualitas tanah.

Meskipun cuka beras dapat memberikan manfaat bagi tanaman, namun perlu diingat bahwa penggunaannya harus dilakukan dengan bijak dan tidak berlebihan. Penggunaan cuka beras yang berlebihan dapat merusak tanaman dan bahkan merusak lingkungan sekitar. 

Oleh karena itu, sebaiknya penggunaan cuka beras pada tanaman dilakukan dengan dosis yang tepat dan hanya pada tanaman yang membutuhkannya. Selain manfaat yang telah disebutkan sebelumnya, penggunaan cuka beras pada tanaman juga memiliki beberapa keuntungan lainnya, seperti :

Membantu Pertumbuhan Mikroba Tanah
Cuka beras mengandung asam asetat, yang merupakan sumber karbon dan energi bagi mikroba tanah. Mikroba tanah memegang peran penting dalam menjaga kesuburan tanah dan membantu tanaman untuk menyerap nutrisi dengan lebih baik.

Mengurangi Kelembaban Tanah
Penggunaan cuka beras pada tanaman dapat membantu mengurangi kelembaban tanah, terutama pada tanaman yang membutuhkan drainase yang baik. Kelembaban tanah yang berlebihan dapat menyebabkan akar tanaman membusuk dan berdampak negatif pada pertumbuhan dan kesehatan tanaman.

Memperbaiki Struktur Tanah
Cuka beras dapat membantu memperbaiki struktur tanah dan membuatnya lebih gembur. Hal ini dapat membantu meningkatkan drainase dan sirkulasi udara dalam tanah, yang penting bagi pertumbuhan dan kesehatan tanaman.

Ramah Lingkungan
Penggunaan cuka beras pada tanaman merupakan alternatif yang ramah lingkungan dibandingkan penggunaan pestisida dan fungisida yang berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Selain itu, cuka beras juga mudah didapatkan dan lebih murah dibandingkan bahan kimia lainnya.

Meskipun demikian, perlu diingat bahwa penggunaan cuka beras pada tanaman juga memiliki beberapa kelemahan dan risiko. Misalnya, penggunaan cuka beras yang berlebihan dapat merusak keseimbangan pH tanah dan merusak akar tanaman. Oleh karena itu, penggunaan cuka beras pada tanaman harus dilakukan dengan hati-hati dan dengan dosis yang tepat.

Dosis Aplikasi Cuka Beras Merah Pada Tanaman
Penggunaan cuka beras merah pada tanaman harus dilakukan dengan dosis yang tepat agar tidak merusak keseimbangan tanah dan kesehatan tanaman. Berikut adalah dosis aplikasi cuka beras merah pada tanaman:

Untuk Penyiraman Tanaman :
Campurkan 1 sendok makan cuka beras merah dalam 1 liter air dan siramkan pada tanaman 1-2 kali seminggu.
Sebagai Pestisida Alami :
Campurkan 2 sendok makan cuka beras merah dalam 1 liter air dan semprotkan pada daun dan bagian-bagian tanaman yang terkena hama atau penyakit. Ulangi aplikasi setiap 1-2 minggu sekali jika perlu.

Sebagai pembenah tanah :

Campurkan 1 liter cuka beras merah dalam 20 liter air dan siramkan pada tanah sebelum penanaman. Diamkan selama 2-3 minggu sebelum penanaman.
Namun, perlu diingat bahwa dosis aplikasi cuka beras merah pada tanaman dapat bervariasi tergantung pada jenis tanaman, kondisi tanah, dan tujuan penggunaannya.

Oleh karena itu, sebaiknya konsultasikan dengan ahli pertanian atau pakar tanaman sebelum menggunakan cuka beras merah pada tanaman. Selain itu, pastikan juga untuk tidak menggunakan cuka beras yang sudah kadaluarsa atau mengandung bahan kimia berbahaya yang dapat merusak tanaman dan kesehatan manusia.

3 Mei 2020

CARA MUDAH MEMBUATT BROWN RICE VINEGAR ( BRV ) UNTUK TANAMAN

Cara Membuat Brown Rice Vinegar (BRV) Untuk Tanaman

Bakteri asam asetat atau Brown Rice Vinegar (BRV) mempengaruhi sel-sel hati dan mendukungnya untuk sterilisasi, netralisasi, diuresis, sintesis, dan bekerja untuk mencegah dan menyembuhkan berbagai penyakit dalam organ tubuh mahluk hidup. Brown Rice Vinegar bersifat asam lemah tetapi ketika terurai di dalam tubuh, bisa menjadi alkali. Karena itu, disebut makanan alkali. Sereal serta buah-buahan, yang bisa menghasilkan cuka adalah makanan alkali yang khas.

Brown Rice Vinegar bersifat asam lemah tetapi ketika terurai di dalam tubuh itu sendiri adalah asam, tetapi berubah menjadi basa ketika diserap oleh manusia, ternak atau tanaman. Jadi, Brown Rice Vinegar bersifat asam lemah tetapi ketika terurai di dalam tubuh berfungsi untuk mengubah konstitusi fisik dari asam menjadi alkali, yang berarti memperbaharui tubuh menjadi kondisi yang murni dan sehat.

Brown Rice Vinegar (BRV) mengandung asam fitat, membantu menetralkan racun, mensterilkan dan meningkatkan konstitusi fisik. Ini sangat efektif untuk mencegah serta menyembuhkan berbagai penyakit yang menyerang tanaman.

Brown Rice Vinegar (BRV) memiliki lebih banyak asam amino dan asam organik, yang merupakan antidotal, daripada makanan lainnya, sehingga sangat efektif dan manjur untuk menguraikan asam laktat, yang mencegah penuaan.

Brown Rice Vinegar (BRV) meningkatkan rasio penyerapan kalsium. Jika cairan tubuh cenderung bersifat asam, tubuh mencoba menetralisirnya dan ketika ini terjadi, tubuh membutuhkan kalsium. Sulit untuk diserap kalsium dalam kondisi asam. Tetapi, dikombinasikan dengan asam sitrat dalam Brown Rice Vinegar (BRV), kalsium dapat dengan mudah diserap.

Cuka beras merah adalah cuka yang dibuat dari beras merah yang difermentasi. Beberapa karakteristik cuka beras merah yang mungkin dapat diidentifikasi adalah :
  1. Warna : Cuka beras merah memiliki warna kemerahan atau kecoklatan yang khas karena beras yang digunakan dalam pembuatan cuka ini adalah beras merah.
  2. Rasa : Cuka beras merah memiliki rasa yang asam dan sedikit manis. Beberapa jenis cuka beras merah mungkin memiliki rasa yang lebih kuat dan tajam.
  3. Aroma : Cuka beras merah memiliki aroma yang khas dan kuat, mirip dengan beras merah yang difermentasi. Beberapa jenis cuka beras merah mungkin memiliki aroma yang lebih kuat dan tajam.
  4. Kandungan nutrisi : Cuka beras merah dikenal sebagai sumber asam amino dan enzim yang bermanfaat bagi tubuh. Cuka beras merah juga mengandung asam organik, seperti asam asetat, dan antioksidan.
  5. Penggunaan : Cuka beras merah biasanya digunakan sebagai bahan tambahan dalam masakan Asia, khususnya masakan Jepang, Korea, dan Tiongkok. Cuka beras merah juga digunakan sebagai minuman sehat dan dianggap bermanfaat bagi kesehatan tubuh dan kulit.

Baca Artikel Tentang : Cara Membuat Water Soluble Calsium

Fungsi Cuka Beras Merah Bagi Tanaman
Cuka beras merah dapat digunakan sebagai pupuk organik untuk tanaman. Beberapa fungsi cuka beras merah bagi tanaman antara lain :
  1. Meningkatkan pH tanah : Cuka beras merah dapat digunakan untuk meningkatkan pH tanah yang terlalu asam. Tanah yang terlalu asam dapat menghambat pertumbuhan tanaman, dan cuka beras merah dapat membantu mengembalikan keseimbangan pH tanah.
  2. Meningkatkan kandungan nutrisi tanah : Cuka beras merah mengandung asam organik dan enzim yang dapat membantu meningkatkan kandungan nutrisi dalam tanah. Nutrisi tanah yang cukup penting bagi pertumbuhan tanaman, seperti nitrogen, fosfor, dan kalium, dapat diserap dengan lebih efektif oleh tanaman jika kandungan nutrisi tanah cukup.
  3. Mengurangi erosi tanah : Cuka beras merah dapat membantu mengurangi erosi tanah karena dapat meningkatkan kepadatan tanah dan menahan air di dalam tanah. Tanah yang longgar dan mudah erosi dapat diatasi dengan menggunakan cuka beras merah sebagai pupuk organik.
  4. Meningkatkan kekebalan tanaman : Cuka beras merah juga mengandung senyawa-senyawa yang dapat membantu meningkatkan kekebalan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit. Senyawa-senyawa tersebut dapat membantu menguatkan sistem kekebalan tanaman dan membuatnya lebih tahan terhadap berbagai macam patogen.

Namun, perlu diingat bahwa penggunaan cuka beras merah sebagai pupuk organik harus dilakukan dengan benar dan dalam jumlah yang tepat. Terlalu banyak penggunaan dapat berdampak buruk bagi tanaman.

Bahan Membuat Cuka Beras Merah
Untuk membuat cuka beras merah, bahan-bahan yang diperlukan antara lain:
Beras merah: Gunakan beras merah yang berkualitas baik, bersih dan bebas dari kotoran atau debu.
  1. Air : Gunakan air bersih dan bebas dari klorin atau bahan kimia lainnya.
  2. Ragi atau cuka asli : Ragi atau cuka asli digunakan sebagai starter untuk fermentasi. Ragi yang digunakan haruslah jenis yang cocok untuk membuat cuka.
  3. Gula : Gula digunakan sebagai sumber energi bagi ragi atau bakteri yang digunakan dalam fermentasi.
Cara Aplikasi Cuka Beras Merah Pada Tanaman
Berikut adalah cara aplikasi cuka beras merah pada tanaman :
Persiapan : Campurkan cuka beras merah dengan air dalam perbandingan 1:10 hingga 1:20 (1 bagian cuka beras merah dengan 10-20 bagian air). Perbandingan ini tergantung pada kebutuhan tanaman dan kondisi tanah.
  • Aplikasi : Siramkan campuran Brown Rice Vinegar dan air ke area akar tanaman menggunakan sprayer atau alat semprot yang lain. Pastikan untuk menyiramkan campuran cuka beras merah secara merata pada seluruh area akar tanaman. Jangan menumpuk atau menumpahkan campuran cuka beras merah pada satu titik tertentu.
  • Waktu aplikasi : Aplikasikan cuka beras merah pada tanaman pada pagi atau sore hari, terutama pada cuaca yang cerah dan tidak hujan. Jangan aplikasikan pada saat terik matahari karena cuka beras merah dapat merusak tanaman.
  • Frekuensi aplikasi : Aplikasikan cuka beras merah pada tanaman setiap 2-4 minggu sekali tergantung pada kebutuhan tanaman. Jangan terlalu sering mengaplikasikan cuka beras merah karena dapat berdampak buruk pada tanaman.
  • Perhatikan dosis : Pastikan untuk mengaplikasikan campuran cuka beras merah dan air dengan dosis yang tepat. Jangan terlalu banyak mengaplikasikan cuka beras merah karena dapat merusak tanaman.
  • Perhatikan kondisi tanaman: Jika terdapat tanda-tanda tanaman yang tidak sehat setelah aplikasi cuka beras merah, hentikan aplikasi dan konsultasikan dengan ahli pertanian.
Cuka Beras Merah ini digunakan untuk membuat Calsium Fospat dan Kallium Phospate cair
  • Masukkan kulit telur ke dalam Brown Rice Vinegar dan buatlah kalsium Cair.
  • Larutkan tulang hewan (sapi/ayam/ikan/hewan ruminansia) dengan Brown Rice Vinegar ini disebut kalsium Fosfat Cair.
  • Untuk tujuan sterilisasi serangan jamur pada tanaman gunakan Brown Rice Vinegar dengan rasio pengenceran 1: 500 pada fase Vegetatif, dan rasio 1: 200-1: 300 pada fase Generatif. 
  • Brown Rice Vinegar (BRV) juga digunakan untuk membuat Tanah bekerja dengan normal, untuk perawatan Benih, pengobatan Periode Pertumbuhan Gizi, Periode pembungaan dan Periode Pembuahan. Brown Rice Vinegar (BRV) juga digunakan untuk membuat kompos IMO-3, IMO-4 

Baca Juga : Cara Membuat Indigenuos Mikroorganisme

Cara Membuat Cuka Beras Merah
Metode yang sama dengan 'Makgeolli' (anggur beras Korea).
Jika matang 'Makgeolli' dibiarkan apa adanya, BRV diproduksi karena bakteri asam asetat. (alih-alih BRV kita dapat menggunakan 15 hari fermentasi arak, itu berubah menjadi cuka)
Bahan Yang Dibutuhkan :
  1. 4 cangkir beras merah
  2. Sekitar seperempat bola ragi Tiongkok
  3. Gula putih
  4. Beberapa telur
Peralatan Yang Digunakan :
  1. Mangkuk
  2. Pengaduk
  3. Ketel ganda
  4. Gelas ukur
  5. 2 wadah gelas
  6. Kain bersih
Langkah Pembuatan :
  • Gunakan Nasi Beras Merah
  • Masukkan nasi ke dalam mangkuk besar dan rendam dengan air.
  • Biarkan meresap sekitar 4 jam.
  • Tutup mangkuk dengan kain bersih
  • Setelah 4 jam, saring campuran beras ini menggunakan kain bersih dan simpan air beras di mangkuk. Tempatkan mangkuk di lemari es semalaman.
Persiapan Campuran :
  • Selanjutnya, Anda harus mengukur air beras yang disiapkan sebelumnya.
  • Untuk setiap gelas air beras yang Anda gunakan, masukkan ¾ cangkir gula putih.
  • Campur air dan gula benar benar larut sepenuhnya.
  • Langkah selanjutnya adalah memasak gula dan campuran air beras selama sekitar 20 menit, dengan api sedang, Kemudian, biarkan campuran benar benar dingin selama beberapa waktu.
  • Setelah campuran cukup dingin, pindahkan ke dalam wadah toples kaca yang bersih dan benar benar seteril.
Menambahkan Ragi :
  • Pertama, ukur kembali berapa cangkir campuran air gula-beras yang Anda miliki.
  • Kemudian, pastikan untuk setiap 4 gelas campuran ini, Anda masukkan sekitar seperempat sendok makan ragi tape.
  • Pastikan semua bahan tercampur rata, tutup toples kaca dengan rapat
  • Masa Fermetasi Ini biasanya memakan waktu sekitar 5 - 7 hari, jika buih-buih sudah benar benar telah hilang itu tandanya campuran sudah siap untuk penyelesaian Tahap Fermentasi : rebus kembali bahan diatas selama 15-20 menit dengan api sedang, agar hasilnya bening tambahkan 1 putih telur. Setelah dingin saring dengan kain halus, selanjutnya harus difermentasi untuk kedua kalinya, fermentasi selama minimal 4 minggu lagi. Durasi fermentasi kedua akan berbeda tergantung pada selera Anda.

Bagi Anda yang tidak ada waktu untuk membuat kami juga melayani pemesanan Brown Rice Vinegar. Jika berminat silahkan Order melalui
(Download FileKlik Link Untuk menonton Video ( Video )

Produk Pertanian :

  • PGPR  Harga Rp. 25.000/Liter
  • Fish Amino Acids Rp. 25.000/½Liter
  • Brown Rice Vinegar Rp. 50.000/Liter
  • Coryn Bacteria Harga Rp. 30.000/½Liter
  • Bio-Pestisida Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Polymixa Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Tricoderma Harga Rp. 50.000/Kg
  • Mikoriza Harga Rp. 50.000/Kg
  • Waiting Agen Rp. 30.000/Liter
  • Madam Sulfur Rp. 30.000/Liter

Peternakan :

  • Probiotik EXTRA 99 PLUS Rp. 20.000/Liter
  • Oriental Herbal Nutrien Rp. 25.000/Liter
  • Dekomposer EXTRA 88 Rp. 25.000/liter
  • Enzim Rp. 30.000/Liter
  • Desinfektan Rp. 20.000/Liter
CV. Griya Tani Indonesia
Office Address :
D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573 

 

Kontak Person

Facebook 

 

Copyright © 2020 CV. Griya Tani
All right NATURAL FARMING Indonesia


2 Mei 2020

CARA MUDAH MEMBUAT CALSIUM FOSFAT CAIR UNTUK TANAMAN

Cara Mudah Membuat Calsium Fosfat Cair untuk Pertanian

Calsium fosfat adalah salah satu jenis pupuk yang dapat digunakan dalam pertanian. Pupuk ini mengandung kalsium dan fosfat, yang keduanya merupakan nutrisi penting untuk pertumbuhan tanaman. Kalsium fosfat dapat digunakan untuk memperbaiki kesuburan tanah yang rendah, terutama untuk tanah yang kekurangan Calsium fosfat.

Fosfat adalah nutrisi penting bagi tanaman untuk pertumbuhan akar yang sehat dan pembentukan bunga dan buah. Sementara Calsium membantu dalam pengaturan pH tanah, memperbaiki struktur tanah, dan membantu tanaman menyerap nutrisi.

Pupuk Calsium fosfat biasanya digunakan sebagai pupuk dasar atau pupuk pendukung pada tanaman padi, jagung, kacang-kacangan, kentang, kubis, dan tanaman buah-buahan. Pupuk Calsium fosfat dapat diberikan secara langsung ke tanah sebelum atau selama penanaman, atau dapat dicampur dengan pupuk lainnya untuk memberikan nutrisi yang seimbang.

Namun, perlu diingat bahwa penggunaan pupuk Calsium fosfat harus disesuaikan dengan kondisi tanah dan jenis tanaman yang dibudidayakan. Terlalu banyak Calsium fosfat dapat menyebabkan penumpukan fosfor dalam tanah, yang dapat menyebabkan polusi air dan mengurangi kesuburan tanah dalam jangka panjang. Oleh karena itu, sebaiknya melakukan tes tanah dan mengikuti rekomendasi dosis yang disarankan oleh ahli pertanian setempat.

Calsium fosfat adalah sumber mineral penting yang mendukung organisme selama periode pembungaan, atau tahap pergantian dari Fase Vegetatif ke Generatif. Tentunya kita dapat melihat perpindahan fase berbunga ke berbuah tanaman sebagai periode Generatif di mana nutrisi yang cukup sangat penting untuk pembentukan buah dan sayuran yang lebih sehat dan maksimal. Calsium fosfat juga membantu membangun manusia yang lebih sehat.

Kita akan melihat bahwa, dalam praktiknya pertanian organik yang kami lakukan menggunakan bahan sisa dapur untuk membuat Pupuk sederhana yang efektif, Murah dan Alami, tidak beracun, dan tanpa limbah. Bukti sederhana bahwa pupuk kimia adalah produk yang sebenarnya merusak tanah dan kesehatan kita yang tidak memiliki kegunaan dalam praktik pertanian regeneratif. 

Berikut Cara Membuat Calsium Fospat Cair Dan Alat yang dibutuhkan :
  • Toples Kaca atau bejana keramik 1 buah
  • Kertas berpori atau kain & karet gelang
  • Botol untuk menyimpan WS-CaPo Kapasitas sesuai Kebutuhan 1buah
  • Alat Penyaring
Bahan yang dibutuhkan :
  • Tulang dari hewan vertebrata, seperti tulang sapi yang diberi makan rumput. 
  • BVR, 1 liter
Metode Pembuatan :
  1. Tulang sapi yang sudah dimasak dan dibersihkan dari sisa sisa protein. 
  2. Jika menggunakan tulang yang masih memiliki protein, rebus tulang untuk menghilangkan semua protein dan lemak. Kemudian letakkan tulang di bawah matahari untuk benar-benar menghilangkan protein yang tersisa. 
  3. Langkah selanjutnya Panggang tulang pada suhu rendah di atas arang. 
  4. Ini adalah langkah penting untuk menghilangkan zat organik dari dalam tulang.
  5. Panggang tulang di atas bara api panas di atas,  ( coro jowone di ngingsor ) tulang di bolak balik agar arang tulang rata tanpa terbakar. Jangan memanggang tulang di atas api terbuka karena api akan membakar bagian luar tulang tanpa memasak bagian dalam.
  6. Tulang harus berwarna hitam arang tanpa bintik-bintik coklat atau putih. Bintik-bintik coklat atau putih menunjukkan bahwa tulang tidak dimasak secara menyeluruh atau tidak gosong sempurna. Pecahkan tulang menjadi potongan-potongan kecil, tapi hati-hati jangan sampai jadi Tepung ya. 
  7. Isi toples kaca/ keramik dengan 1 bagian potongan arang tulang. Kemudian tambahkan cuka secara bertahap. Rasio cuka dengan arang tulang yang tepat adalah : 1 : 10  dari berat bahan. Misalnya, Anda dapat menggunakan 500 ml BVR arang tulangnya 50 gram
  8. Tutup wadah dengan kain atau kertas dan ikat dengan karet gelang. 

Simpan di tempat teduh dengan suhu sekitar 73 ℉ hingga 77 ℉ selama 7 hari. Prosesnya selesai ketika tidak ada lagi pergerakan tulang dan tidak ada lagi pembentukan gelembung. Prosesnya biasanya memakan waktu sekitar 3-7 hari. Calsium fosfat Cair yang telah selesai akan berwarna coklat tanpa aktivitas yang gelembung

  • Calsium fosfat (WS-CaPo) digunakan pada tanaman sebelum dan sesudah periode penggantian.
  • Gunakan setelah pengenceran dengan air. Rasio pengenceran dasar adalah 1: 1000
  • Semprotkan Calsium fosfat WS-CaPo pada daun selama periode cross-over dan pertumbuhan vegetatif.
  • Gunakan Calsium fosfat WS-CaPo saat tanaman tumbuh.
  • Gunakan Calsium fosfat WS-CaPo saat pertumbuhan awal buruk.
  • Gunakan Calsium fosfat WS-CaPo ketika kuncup bunga memiliki diferensiasi yang lemah.
Gunakan sebagai air minum (1: 500) untuk ternak yang sedang hamil atau berovulasi.
  • Calsium fosfat WS-CaPo Dapat diberikan pada hewan selama masa kehamilan atau berkembang biak.

Saring cairan dari tulang, kemudian masukkan ke dalam botol yang telah kita persiapkan tadi tutup dengan rapat. tambahkan tulang ke tumpukan kompos.

Cara Aplikasi Calsium fosfat
  • Dalam Praktek Pertanian Alami & Pertanian Berkelanjutan
  • Dosis Pengenceran : 1 : 1000. Calsium fosfat spray atau Kocor ke perakar selama tahap pertumbuhan awal tanaman untuk membantu memperkuat struktur tanaman. 
  • Semprotkan Calsium fosfat Calsium fosfat yang diencerkan pada daun selama periode pertumbuhan Vegetatif. Tanaman dengan struktur kerangka yang kuat akan lebih tahan terhadap  serangan serangga. Begitu sebaliknya, aplikasi yang berlebihan akan menghasilkan tanaman yang kaku dan tidak menarik di pandang.  
  • Calsium fosfat ini juga bisa diberikan pada hewan ternak kita. Encerkan 1 bagian WCP dalam 500 bagian air. Calsium fosfat membantu untuk mendukung pengembangan sistem kerangka pada janin untuk Jenis Ruminansia, dan memperkuat cangkang untuk unggas petelur.

Calsium fosfat adalah pupuk tidak beracun dan merupakan aspek integral dari praktik pertanian organik. Tetapi juga aman, dan bahkan bermanfaat, untuk dikonsumsi binatang ternak. Saat kita merebus daging dan tulang kita bisa menggunakan sisa kaldunya untuk membuat Calsium fosfat Cair ini. untuk digunakan sebagai tonik kesehatan. Jika Anda memilih untuk membuat Calsium fosfat sebagai tonik kesehatan, pastikan untuk menggunakan tulang yang diberi makan rumput, BRV, dan wadah kaca untuk memastikan keamanan-Nya yang terpenting adalah semua bahan dan alat harus steril dan alami. Jangan gunakan cuka yang terbuat dari minyak bumi.

Manfaat Fospat (P)
Diambil dan diserap tanaman dalam bentuk H2PO4 - HPO4, secara umum fungsi di Fosfor (P) untuk tanaman dinyatakan sebagai berikut :
  • Merangsang pertumbuhan akar, khususnya akar Bening pada tanaman muda
  • Membantu asimilasi dan pernapasan sekaligus mempercepat pembungaan dan pematangan buah
  • Sebagai bahan mentah untuk pembentukan protein tertentu.
Gejala Kekurangan Fospat (P)
Warna daun akan terlihat tua dan sering tampak mengkilap. batang daun bercabang dan terdapat warna keunguan yang Lambat laun akan berubah menjadi warna kuning

Jika tanaman sudah berbuah, buah tampak kecil dan tidak metnarik dan akan cepat matang Mempercepat serta memperkuat pertumbuhan tanaman muda menjadi tanaman dewasa dan menaikkan prosentase bunga menjadi buah/biji

Manfaat Calsium (Ca)
Kalsium diambil dan diserap tanaman dalam bentuk : Ca++ Merangsang pertumbuhan bulu bulu akar
  • Berperan dalam pembuatan protein atau bagian yang aktif dari tanaman
  • Memperkeras batang tanaman dan sekaligus merangsang pertumbuhan biji
  • Menetralisir asam asam organik yang di hasilkan pada saat proses metabolisme tanaman terjadi
  • Kalsium yang terdapat pada batang dan daun dapat menetralisirkan senyawa atau kondisi keasaman tanah
Gejala Kekurangan Kalsium (Ca)
Tepi daun muda mengalami klorosis yaitu keadaan dimana jaringan tumbuhan, khususnya pada daun yang mengalami kerusakan atau gagalnya pembentukan klorofil, sehingga daun tidak berwarna hijau, tetapi kuning pucai cenderung putih, kuncup kuncup muda akan mati karena perakaran yang kurang sempurna.

Kalaupun ada daun yang muncul akan berubah warna menjadi kuning dan jaringan di beberapa tempat pada helai daun akan mati.

Kelebihan Kalsium (Ca)
Akar tanaman tidak dapat tumbuh memanjang dengan cepat Menghalangi pertumbuhan serta mekarnya daun dan kuncup baru Menghalangi pertumbuhan pada bagian tepi daun dan menyebabkan daun menjadi keriting.

Demikian penjelasan singkat tentang bagaimana cara membuat Calsium Fospat Cair sendiri dan apa manfaatnya bagi kesehatan tanaman. Semoga bermanfaat untuk meningkatkan produksi bidang pertanian organik di Indonesia tercinta.

Saung Tani
Hanif Miftahul Huda
D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet
Kab Demak Jawa Tengah 59573

Kontak Person

Facebook


CARA MUDAH MEMBUAT WATER SOLUBLE CALSIUM (WS-Ca) UNTUK TANAMAN

Cara Mudah Membuat Water Soluble Calsium (WS-Ca) Untuk Tanaman

Assalamu'alaikum.... Sedulur Tani, Berjumpa lagi dengan kami. Kali ini kita akan membahas tentang Cara membuat Pupuk Calsium atau Water Soluble Calsium.

Sebagai seorang Petani seharusnya anda mengetahui dan percaya bahwa kalsium sangat penting bagi tanaman seperti halnya bagi manusia. Calsium ini umumnya ditemukan di alam dalam bentuk Calsium Karbonat, kalsium dapat diekstraksi dari sesuatu yang umum ada di sekitar kita, dan kita biasanya membuangnya begitu saja, ya... Cangkang Telur salah satunya, ketika cangkang telur ini ditambahkan dengan BRV maka jadilah pupuk kalsim ini. Petani Organik maupun Non Organik  bisa membuat dan menggunakan Calsium cair ini di lahan pertanian yang kita punya. Karena semua bahan yang dibutuhkan gampang di dapatkan dan sudah tidak terpakai lagi. 

Mengapa Kita Membuat Calsium Cair Ini
Kalsium adalah unsur kimia dengan simbol Ca dan nomor atom 20. Berikut adalah beberapa karakteristik kalsium :
  • Sifat fisik : Calsium adalah logam berwarna putih keperakan dengan kilau logam. Kalsium memiliki titik lebur yang tinggi (842°C) dan titik didih yang tinggi (1.484°C).
  • Kegunaan : Calsium digunakan dalam produksi baja, pembuatan semen, produksi kaca, dan dalam produksi aluminium. Kalsium juga penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tulang dan gigi pada manusia.
  • Sifat kimia : Calsium adalah logam alkali tanah yang sangat reaktif dan mudah teroksidasi di udara. Calsium bereaksi dengan air untuk membentuk gas hidrogen dan kalsium hidroksida. Kalsium juga bereaksi dengan asam untuk membentuk garam Calsium dan gas hidrogen.
  • Kelimpahan : Calsium merupakan unsur paling melimpah ke-5 di kerak bumi dan dapat ditemukan dalam berbagai mineral seperti kalsit, dolomit, dan gypsum.
  • Toksisitas : Kalsium relatif tidak beracun dalam jumlah yang biasa dikonsumsi manusia. Namun, konsumsi kalsium yang berlebihan dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti pembentukan batu ginjal.

Pupuk Kalsium Cair ini sangat ideal untuk lahan pertanian dan perkebunan yang ingin memberikan nutrisi pada tanaman sesuai dengan kebutuhan-nya, karena ini akan mencegah tanaman tumbuh secara berlebihan, namun mampu meningkatkan daya simpan dan kekerasan buah, dan untuk membuat Kalsium (Ca) Cair ini ikuti langkah berikut ini :

Bahan yang Dibutuhkan :
  1. Cangkang Telur
  2. BRV ( Brown Rice Vinegar )
  3. Toples Kaca 
  4. Handuk atau Kain halus
  5. Gelang karet
  6. Alat Penghancur (opsional)
Cara Membuat Water Soluble Calsium :
  1. Kumpulkan kulit telur Kira kira ½ Kg dan bersihkan cangkang telur dari kulit ari di bagian dalam. Ini kita lakukan untuk memastikan cangkang telur hanya mengandung kalsium yang ingin kita ekstrak dan tidak ada zat yang lain.
  2. Selanjutnya dengan menggunakan alat penghancur, atau menggunakan tangan, hancurkan cangkang telur menjadi potongan-potongan kecil. Cangkang telur yang dihancurkan akan mempercepat proses ekstraksi dan akan lebih efektif.
  3. Panggang atau sangrai cangkang telur di atas api untuk menghilangkan zat-zat apa pun yang mungkin akan membusuk selama proses pembuatan Calsium Cair ini berlangsung. Ingat jangan sampai warna kulit telur berubah terlalu coklat. 
  4. Setelah itu masukkan kulit telur ke toples kaca, isi toples kaca hingga 40% dari kapasitas Toples. Kemudian tambahkan BRV  hingga cangkang telur tenggelam merata tambah lagi kira kira 1 inchi dari cangkang telur, cangkangt telur akan bergerak di dalam toples dan akan menghasilkan gelembung saat proses ekstraksi berlansung.
  5. Proses ini dianggap selesai ketika tidak ada lagi gerakan atau gelembung yang nampak. Simpan Calsium Cair ini di tempat yang sejuk dan teduh di ruangan beriklim sedang. Pastikan tidak ada kontak dengan sinar matahari di area penyimpanan. Kami biasanya menaruhnya di lemari khusus untuk bahan pertanian dan peternakan agar jarang dibuka dan jauh dari jangkauan anak-anak.

Cara Membuat : Cara Membuat Water Soluble Potasium (WP)

Cara Aplikasi Water Soluble Calsium
Pupuk Kalsium Cair ini dapat digunakan secara luas di kebun dan lahan pertanian Anda. Anda dapat menggunakan Kalsium (Ca) ini untuk berbagai hal, termasuk ketika tanaman tumbuh terlalu cepat. atau Tanaman berbunga lebih cepat. atau buah tidak tumbuh dengan benar. Untuk mengetahui apakah tanaman kita ini pertumbuhan-Nya Normal atau tidak bisa kita amati dengan melihat tanda tanda perubahan pada tanaman yaitu :
  1. Daunnya Berubah Warna
  2. Kuncup Bunga Berubah Warna
  3. Buah Terlalu Lunak dan Mudah Jatuh
  4. Nutrisi Tanaman Rendah atau Kerdil
  5. Bunga Mudah Rontok
Anda ingin menambah rasa sayuran atau rasa buah lebih manis...?
  1. Larutan kalsium Cair bisa di gunakan, encerkan Kalsium Cair ini dengan perbandingan 1 : 1000 kemudian Kocor di bagian Batang tanaman buah milik anda. 
  2. WS-Ca ini sangat efektif untuk mendukung perpindahan atau cross-over yaitu tahap perpindahan fase Vegetatif  ke tahap reproduksi Generatif.
  3. Aplikasikan WS-Ca pada daun beberapa kali setelah bunga berubah menjadi buah. 
  4. Penyemprotan WS-Ca mencegah tanaman tumbuh terlalu tinggi dan menghasilkan buah yang lebat dan padat.

Baca Juga : Cara Membuat Water-Soluble Phosphoric Acid (WPA)

WS-Ca menyebabkan nutrisi terakumulasi dalam kuncup bunga dan buah-buahan, sehingga kuncup bunga menjadi kuat, dan dapat mempersiapkan hasil panen yang tinggi pada tahun berikutnya dan merangsang buah-buahan tumbuh lebih besar dan padat. Kalsium Cair memiliki efek meningkatkan rasa dan aroma pada buah, ketika digunakan dengan Kalsium Fosfat Cair, Oriental Herbal Nutrien (OHN), Fermented Plant Juice  (FPJ) dan air laut. ( Air Hujan yang di Fermetasi )
  • Gunakan Calsium Cair saat tanaman tumbuh terlalu cepat.
  • Gunakan Calsium Cair saat pertumbuhan awal tanaman buruk.
  • Gunakan Calsium Cair saat daunnya berubah warna dan kurang berkilau
  • Gunakan Kalsium Cair ketika kuncup bunga memiliki diferensiasi yang buruk.
  • Gunakan Kalsium Cair ketika penurunan performa parah.
  • Gunakan Kalsium Cair saat pembesaran buah lambat
  • Gunakan Kalsium Cair saat kadar keasaman menurun.

Membantu dalam transisi dari pertumbuhan (Vegetatif) ke reproduksi. Ini juga efektif ketika tanaman ditumbuhi daun yang memiliki warna buruk atau tidak berkilau, Suhu optimal untuk menyimpan harus berkisar antara 30-35 ​​°C.

Gejala Kekurangan Kalsium
  • Akar tidak bisa berkembang dengan maksimal dan rambut akar yang lemah, Ini karena protoplasma normal sel tidak terbentuk karena kekurangan kalsium.
  • Daunnya berubah warna menjadi kecoklatan dan kemudian mengering.
  • Penampilan polong kacang kosong.
  • Pematangan buah dan sayuran yang buruk, kelembapan yang berlebihan dan asam organik, kurangnya kadar keasaman, daging buah lembek aroma dan rasa buah yang tidak manis.
Demikian Postingan kali ini yang admin coba jelaskan cara membuat Calsium Cair sendiri, jika ada yang ingin di tanyakan silahkan tinggalkan komentar anda di kolom komentar. Atau bisa juga inbok admin.

Produk Pertanian :
PGPR                                             Harga    Rp. 25.000/Liter
Fish Amino Acids                          Harga    Rp. 25.000/½Liter
Brown Rice Vinegar                      Harga    Rp. 50.000/Liter
Coryn Bacteria                               Harga    Rp. 30.000/½Liter
Bio-Pestisida                                  Harga    Rp. 30.000/Liter
Bio-Polymixa                                 Harga    Rp. 30.000/Liter
Bio-Tricoderma                              Harga    Rp. 50.000/Kg
Mikoriza                                         Harga    Rp. 50.000/Kg
Waiting Agen                                  Harga    Rp. 30.000/Liter
Madam Sulfur                                 Harga    Rp. 30.000/Liter

Produk Peternakan :
Probiotik EXTRA 99 PLUS      Harga Rp. 20.000/Liter
Oriental Herbal Nutrien             Harga Rp. 25.000/Liter
Dekomposer EXTRA 88            Harga Rp. 25.000/liter
Enzim                                         Harga Rp. 30.000/Liter
Desinfektan                                 Harga Rp. 20.000/Liter

CV. Griya Tani Indonesia
Office Address :
D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573 
Kontak Person



CARA MUDAH MEMBUAT WATER SOLUBLE POTASSIUM ( WP )

CARA MUDAH MEMBUAT WATER SOLUBLE POTASSIUM ( WP )


Kekurangan kalium terjadi ketika tanah kekurangan kalium. Meskipun ada cukup kalium, jika tanah mengandung banyak kapur dan magnesium, tanaman menderita kekurangan kalium, karena penyerapan kalium ditekan oleh unsur-unsur tersebut. Kekurangan kalium juga dapat dengan mudah terjadi di tanah berpasir yang memiliki lebih sedikit humus.

Fungsi Water Soluble Potasium (WP) Pada Tanaman
Water soluble potassium (WP) atau kalium cair memiliki beberapa fungsi penting bagi tanaman, antara lain :
  • Meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen
  • WP berperan penting dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen pada tanaman. Kalium membantu tanaman memproduksi karbohidrat dan protein yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman, sehingga dapat meningkatkan produksi buah, bunga, dan biji.
  • Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap stres lingkungan
  • Kalium dapat membantu tanaman mengatasi stres lingkungan seperti kekeringan, suhu ekstrem, dan serangan penyakit. Hal ini karena kalium dapat meningkatkan daya tahan tanaman terhadap stres lingkungan dengan cara memperkuat sistem perakaran dan mempertahankan keseimbangan air pada tanaman.
  • Memperkuat sistem perakaran tanaman
  • Kalium dapat memperkuat sistem perakaran tanaman dan meningkatkan pertumbuhan akar. Hal ini dapat membantu tanaman menyerap nutrisi dan air dengan lebih efektif, sehingga dapat meningkatkan kesehatan dan kekuatan tanaman.
  • Meningkatkan toleransi terhadap kegaraman tanah
  • WP juga dapat membantu tanaman dalam mengatasi kegaraman tanah, karena kalium dapat menetralkan ion-ion natrium dalam tanah dan meningkatkan toleransi tanaman terhadap kegaraman.
  • Meningkatkan kualitas dan keawetan buah
  • Kalium juga dapat meningkatkan kualitas dan keawetan buah. Hal ini karena kalium dapat meningkatkan ketebalan dinding sel dan mengurangi risiko kerusakan pada buah selama penyimpanan.

Secara umum, pemberian kalium cair dalam jumlah yang tepat dapat membantu tanaman tumbuh dengan lebih sehat, kuat, dan produktif. Namun, pemberian kalium yang berlebihan juga dapat berdampak negatif bagi tanaman, sehingga perlu dilakukan dengan hati-hati dan sesuai dengan dosis yang direkomendasikan.

Gejala Kekurangan Kalium
  1. Kekurangan kalium pada tanaman dapat menyebabkan gejala yang berbeda-beda, tergantung pada jenis tanaman dan kondisi lingkungan. Beberapa gejala kekurangan kalium pada tanaman antara lain:
  2. Pertumbuhan tanaman yang lambat atau stunted
  3. Tanaman yang kekurangan kalium cenderung tumbuh lebih lambat atau terhambat pertumbuhannya. Tanaman mungkin juga memiliki batang yang lebih pendek dan lemah.
  4. Kehilangan warna pada daun
  5. Daun tanaman yang kekurangan kalium cenderung mengalami perubahan warna. Daun menjadi pucat atau kekuningan pada bagian pinggir daun, sementara bagian tengah daun tetap hijau.
  6. Kerusakan tepi daun
  7. Tanaman yang kekurangan kalium cenderung memiliki daun yang rusak pada bagian tepinya, dengan bentuk tepi daun yang bergelombang atau bergigi.
  8. Penurunan kualitas buah atau bunga
  9. Kekurangan kalium pada tanaman dapat mempengaruhi kualitas buah atau bunga yang dihasilkan. Buah atau bunga mungkin menjadi lebih kecil, kurang berkualitas, dan bahkan mengalami kerusakan.
  10. Rendahnya toleransi terhadap stres lingkungan
  11. Tanaman yang kekurangan kalium cenderung memiliki toleransi yang lebih rendah terhadap stres lingkungan, seperti kekeringan atau suhu yang ekstrem.
Penurunan hasil panen

Kekurangan kalium dapat mempengaruhi produksi tanaman dan mengurangi hasil panen. Tanaman mungkin menghasilkan buah atau biji yang lebih sedikit atau ukuran buah yang lebih kecil.

Jika tanaman menunjukkan gejala kekurangan kalium, maka perlu dilakukan tindakan yang tepat, seperti memberikan pupuk kalium yang cukup atau memperbaiki kondisi lingkungan tempat tumbuh tanaman. Hal ini akan membantu mencegah kerusakan lebih lanjut pada tanaman dan meningkatkan kualitas hasil panen.

Alat Yang Dibutuhkan :
  • Guci tanah liat / Toples Kaca
  • Kain berpori ( Handuk kertas )
  • Batang Tembakau 1kg
  • Air Bersih 5 Liter
  • Karet gelang / benang
Cara Membuat :
  • Batang tembakau kering potong-potong. (Jangan ditumbuk terlalu halus untuk menghindari membuat bubuk ).
  • Masukkan 1 kg batang tembakau ke dalam tas kain katun / rami dan celupkan ke dalam 5 Lt air untuk melarutkan kalium ke dalam air (cairan kasar kalium alami). biarkan sekitar 7 hari.

Sedangkan  membuat water soluble potassium (WP) secara Kimiawi, Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut :

  • Bahan-bahan yang dibutuhkan:
  • Kalium sulfat (K2SO4)
  • Air suling atau air matang
  • Alat-alat yang dibutuhkan:
  • Wadah atau beaker
  • Sendok
  • Pengaduk atau stirring rod
  • Pengukur pH atau pH meter (opsional)
Langkah-langkah :
  • Siapkan wadah atau beaker yang bersih dan kering.
  • Ukur 1 gram kalium sulfat (K2SO4) dan letakkan ke dalam wadah atau beaker.
  • Tambahkan 100 ml air suling atau air matang ke dalam wadah atau beaker yang berisi K2SO4.
  • Aduk campuran K2SO4 dan air dengan menggunakan pengaduk atau stirring rod hingga tercampur rata.
  • Setelah campuran terlihat benar-benar larut, Anda dapat mengukur pH larutan dengan menggunakan pengukur pH atau pH meter. Jika pH larutan terlalu asam atau terlalu basa, Anda dapat menyesuaikan dengan menambahkan sedikit asam atau basa sesuai kebutuhan.
  • Water soluble potassium (WP) siap digunakan.

Catatan : Pastikan semua peralatan yang digunakan steril dan bersih untuk menghindari kontaminasi. Simpan larutan WP dalam botol yang tertutup rapat dan tempatkan pada tempat yang kering dan sejuk.

Cara Aplikasi :
Encerkan 0,7 Lt cairan kalium kasar dengan 14 Lt air.
Semprotkan pada pagi hari selama seminggu 3 - 4 kali

Bagi Anda yang tidak ada waktu untuk membuat kami melayani pemesanan silahkan hubungi kami :


Produk Pertanian :
PGPR                                             Harga    Rp. 25.000/Liter
Fish Amino Acids                          Harga    Rp. 25.000/½Liter
Brown Rice Vinegar                      Harga    Rp. 50.000/Liter
Coryn Bacteria                               Harga    Rp. 30.000/½Liter
Bio-Pestisida                                  Harga    Rp. 30.000/Liter
Bio-Polymixa                                 Harga    Rp. 30.000/Liter
Bio-Tricoderma                              Harga    Rp. 50.000/Kg
Mikoriza                                         Harga    Rp. 50.000/Kg
Waiting Agen                                  Harga    Rp. 30.000/Liter
Madam Sulfur                                 Harga    Rp. 30.000/Liter

Produk Peternakan :
Probiotik EXTRA 99 PLUS      Harga Rp. 20.000/Liter
Oriental Herbal Nutrien             Harga Rp. 25.000/Liter
Dekomposer EXTRA 88            Harga Rp. 25.000/liter
Enzim                                         Harga Rp. 30.000/Liter
Desinfektan                                 Harga Rp. 20.000/Liter

CV. Griya Tani Indonesia
Office Address :
D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573 
Kontak Person



26 Apr 2020

CARA MUDAH MEMBUAT LACTIC ACIDS BAVTERIA ( LAB )

CARA MUDAH MEMBUAT LACTIC ACIDS BAVTERIA ( LAB )

Bakteri asam laktat adalah jenis bakteri yang menghasilkan asam laktat sebagai produk akhir dari metabolisme karbohidrat. Bakteri asam laktat biasanya digunakan dalam proses fermentasi makanan, seperti pembuatan yogurt, keju, asinan, dan kimchi. Beberapa bakteri asam laktat yang umum adalah Lactobacillus acidophilus, Lactobacillus bulgaricus, dan Streptococcus thermophilus. Bakteri asam laktat juga dapat ditemukan di saluran pencernaan manusia dan hewan, dan diyakini memiliki manfaat kesehatan yang penting sebagai bagian dari mikrobiota usus yang sehat.

Bakteri asam laktat adalah mikroorganisme anaerob. Dengan tidak adanya oksigen, mikroorganisme akan  memecah gula menjadi asam laktat. LAB sangat efektif dalam  meningkatkan ventilasi udara di dalam tanah, mempercepat pertumbuhan  tanaman buah-buahan dan sayur - sayuran
Bahan yang dibutuhkan :
  1. Air Dari Cucian Beras
  2. Susu Segar ( tidak diproses dan tidak direbus )
  3. Gula merah
  4. Guci tanah liat / Toples kaca
  5. Kain berpori ( handuk kertas )
  6. Karet gelang / benang
Cara Membuat :
  • Masukkan air yang dicucian 15-20 cm ke dalam stoples. Tutup toples dengan kertas dan biarkan di tempat teduh.
  • Bakteri asam laktat akan merambat pada 23 hingga 25 C, ditandai dengan aroma berbau asam.
  • Tambahkan air cucian beras ini ke susu. Rasio ideal antara susu dan air beras adalah rasio 3:1. Susu di pasaran dipasteurisasi dalam suhu rendah tidak apa-apa. terkadang, susu yang dibawa dari toko tidak akan efektif. Susu terbaik yang digunakan adalah susu sapi. Karena susu sapi memiliki lebih banyak nutrisi.
  • Dalam 3 hingga 4 hari, toples akan memiliki tiga lapisan yang terbagi a ) materi mengambang b ) cairan bening dan c ) puing-puing ( limbah ). Pati, protein dan lemak akan mengambang di permukaan dan cairan kuning akan disimpan di tengah, ini disebut sebagai bakteri asam laktat. Limbah akan disimpan di bagian bawah wadah. Ambil zat mengambang, saring dan simpan cairan kuning dan simpan dalam botol terpisah dan simpan di tempat yang dingin dan teduh atau di lemari es.
Cara Aplikasi
Rasio pengenceran dasar adalah 1: 1000.
  • LAB memperkuat kemampuan anabolisme mikroba yang hidup pada batang dan daun tanaman, suatu kondisi yang muncul dari penyalahgunaan insektisida dan fungisida.
  • LAB ini akan lebih efektif jika ditambahkan dengan :
  • FPJ ( Fermentation Plant Juice )
  • LAB akan mengembalikan kesuburan, tanah akan menjadi gembur dan halus jika IMO dicampur dengan LAB disemprotkan di ladang.
  • Gunakan LAB ( 1:500 ) dengan FPJ (1:300) sebagai air minum untuk ternak, untuk memulihkan fungsi pencernaannya.
  • LAB sangat efektif dalam membuat buah dan daun menjadi besar, tetapi jumlah LAB yang digunakan harus dikurangi saat mendekati tahap selanjutnya.

Jika LAB digunakan bersama dengan kompos campuran atau IMO, proses fermentasi berlangsung cepat, yang mengarah ke hasil yang sangat efektif. Fungsi LAB adalah untuk mencegah pembusukan kompos campuran fermentasi.

MANFAAT PENGGUNAAN LAB
Bakteri Asam Laktat (LAB) sangat efektif untuk meningkatkan ventilasi tanah dan untuk menanam buah-buahan dan sayuran berdaun.
Pertumbuhan awal tanaman, ketika LAB digunakan selama periode pertumbuhan vegetatif sayuran buah, tanaman berkualitas tinggi akan dihasilkan, dan dapat disimpan untuk waktu yang lebih lama, dalam penyimpanan.
  1. LAB meningkatkan kelarutan pupuk.
  2. LAB dapat mengurangi kerusakan dari gas melalui menetralkan gas amonia yang diproduksi di mana kompos yang belum matang diterapkan.
  3. LAB bersyarat anaerob, sehingga mereka juga dapat bertahan hidup dengan oksigen.
  4. LAB tahan terhadap suhu tinggi.
  5. LAB adalah alat sterilisasi yang kuat.
  6. LAB digunakan untuk mengkultur IMO-3.
  7. LAB melarutkan fosfat dalam 100-200 ppm (bagian per juta) (100-200ml 
  8. LAB dalam 1000ml air). Menggunakan LAB dalam tanah yang terakumulasi fosfat akan meningkatkan kapasitasnya untuk menyerap bentuk fosfat yang tidak larut dan membantu mengatasi gangguan salin sebagai hasil penguraian fosfat.
  9. LAB memiliki daya tahan terhadap beberapa jamur.
Berikut Adalah Beberapa Manfaat Bakteri Asam Laktat Untuk Hewan Ternak :
  • Membantu pencernaan: Bakteri asam laktat membantu memecah dan mencerna makanan dalam usus. Bakteri ini juga membantu memproduksi asam organik yang membantu menjaga lingkungan usus yang sehat dan menghambat pertumbuhan bakteri berbahaya.
  • Meningkatkan kekebalan tubuh: Bakteri asam laktat diyakini dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan membantu menghasilkan antibodi dan meningkatkan jumlah sel darah putih yang bertanggung jawab untuk melawan infeksi.
  • Menjaga keseimbangan pH: Bakteri asam laktat membantu menjaga keseimbangan pH dalam tubuh. Asam laktat yang dihasilkan oleh bakteri ini dapat membantu menetralkan kelebihan asam dalam tubuh.
  • Menurunkan risiko penyakit: Konsumsi makanan yang difermentasi dengan bakteri asam laktat, seperti yogurt dan kefir, telah dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular, diabetes, dan kanker.
  • Mengurangi gejala intoleransi laktosa: Beberapa jenis bakteri asam laktat dapat membantu mengurangi gejala intoleransi laktosa dengan membantu mencerna laktosa.
  • Menjaga kesehatan vagina: Bakteri asam laktat juga ditemukan di dalam vagina dan membantu menjaga lingkungan asam yang sehat di sana, yang dapat membantu mencegah infeksi jamur dan bakteri.

Namun, penting untuk diingat bahwa manfaat bakteri asam laktat mungkin bervariasi tergantung pada jenis bakteri yang dikonsumsi, jumlahnya, dan kondisi kesehatan individu. Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi jika ingin menambahkan bakteri asam laktat dalam diet Anda.

BAGAIMANA CARA MENYIMPAN LAB
Jaga serum LAB yang dimurnikan pada suhu dingin, jadi untuk periode yang lebih lama di mana ada perubahan suhu (1-15 ° C).
Tidak boleh terkena sinar matahari langsung.
Untuk menjaga LAB pada suhu normal, ia harus dicampur dengan sejumlah gula merah yang sama dan diaduk dengan tongkat kayu (sendok).
Catatan: Menggunakan air yang dicuci beras untuk mendapatkan bakteri asam laktat adalah mengumpulkan bakteri yang lebih kuat. Hanya yang kuat yang bisa bertahan dalam kondisi gizi buruk seperti air yang dicuci dengan beras.

Demikian Penjelasan tentang cara membuat Lactic Acids Bacteria
Semoga Bermanfaat


GRIYO TANI INDONESIA
Hanif Miftahul Huda 
D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573 
Kontak Person


Copyright © 2020 INF Studio's 
All right NATURAL FARMING Indonesia