Cara Mudah Membuat Calsium Fosfat Cair untuk Pertanian
Calsium fosfat adalah salah satu jenis pupuk yang dapat digunakan dalam pertanian. Pupuk ini mengandung kalsium dan fosfat, yang keduanya merupakan nutrisi penting untuk pertumbuhan tanaman. Kalsium fosfat dapat digunakan untuk memperbaiki kesuburan tanah yang rendah, terutama untuk tanah yang kekurangan Calsium fosfat.
Fosfat adalah nutrisi penting bagi tanaman untuk pertumbuhan akar yang sehat dan pembentukan bunga dan buah. Sementara Calsium membantu dalam pengaturan pH tanah, memperbaiki struktur tanah, dan membantu tanaman menyerap nutrisi.
Pupuk Calsium fosfat biasanya digunakan sebagai pupuk dasar atau pupuk pendukung pada tanaman padi, jagung, kacang-kacangan, kentang, kubis, dan tanaman buah-buahan. Pupuk Calsium fosfat dapat diberikan secara langsung ke tanah sebelum atau selama penanaman, atau dapat dicampur dengan pupuk lainnya untuk memberikan nutrisi yang seimbang.
Namun, perlu diingat bahwa penggunaan pupuk Calsium fosfat harus disesuaikan dengan kondisi tanah dan jenis tanaman yang dibudidayakan. Terlalu banyak Calsium fosfat dapat menyebabkan penumpukan fosfor dalam tanah, yang dapat menyebabkan polusi air dan mengurangi kesuburan tanah dalam jangka panjang. Oleh karena itu, sebaiknya melakukan tes tanah dan mengikuti rekomendasi dosis yang disarankan oleh ahli pertanian setempat.
Calsium fosfat adalah sumber mineral penting yang mendukung organisme selama periode pembungaan, atau tahap pergantian dari Fase Vegetatif ke Generatif. Tentunya kita dapat melihat perpindahan fase berbunga ke berbuah tanaman sebagai periode Generatif di mana nutrisi yang cukup sangat penting untuk pembentukan buah dan sayuran yang lebih sehat dan maksimal. Calsium fosfat juga membantu membangun manusia yang lebih sehat.
Kita akan melihat bahwa, dalam praktiknya pertanian organik yang kami lakukan menggunakan bahan sisa dapur untuk membuat Pupuk sederhana yang efektif, Murah dan Alami, tidak beracun, dan tanpa limbah. Bukti sederhana bahwa pupuk kimia adalah produk yang sebenarnya merusak tanah dan kesehatan kita yang tidak memiliki kegunaan dalam praktik pertanian regeneratif.
- Toples Kaca atau bejana keramik 1 buah
- Kertas berpori atau kain & karet gelang
- Botol untuk menyimpan WS-CaPo Kapasitas sesuai Kebutuhan 1buah
- Alat Penyaring
- Tulang dari hewan vertebrata, seperti tulang sapi yang diberi makan rumput.
- BVR, 1 liter
- Tulang sapi yang sudah dimasak dan dibersihkan dari sisa sisa protein.
- Jika menggunakan tulang yang masih memiliki protein, rebus tulang untuk menghilangkan semua protein dan lemak. Kemudian letakkan tulang di bawah matahari untuk benar-benar menghilangkan protein yang tersisa.
- Langkah selanjutnya Panggang tulang pada suhu rendah di atas arang.
- Ini adalah langkah penting untuk menghilangkan zat organik dari dalam tulang.
- Panggang tulang di atas bara api panas di atas, ( coro jowone di ngingsor ) tulang di bolak balik agar arang tulang rata tanpa terbakar. Jangan memanggang tulang di atas api terbuka karena api akan membakar bagian luar tulang tanpa memasak bagian dalam.
- Tulang harus berwarna hitam arang tanpa bintik-bintik coklat atau putih. Bintik-bintik coklat atau putih menunjukkan bahwa tulang tidak dimasak secara menyeluruh atau tidak gosong sempurna. Pecahkan tulang menjadi potongan-potongan kecil, tapi hati-hati jangan sampai jadi Tepung ya.
- Isi toples kaca/ keramik dengan 1 bagian potongan arang tulang. Kemudian tambahkan cuka secara bertahap. Rasio cuka dengan arang tulang yang tepat adalah : 1 : 10 dari berat bahan. Misalnya, Anda dapat menggunakan 500 ml BVR arang tulangnya 50 gram
- Tutup wadah dengan kain atau kertas dan ikat dengan karet gelang.
Simpan di tempat teduh dengan suhu sekitar 73 ℉ hingga 77 ℉ selama 7 hari. Prosesnya selesai ketika tidak ada lagi pergerakan tulang dan tidak ada lagi pembentukan gelembung. Prosesnya biasanya memakan waktu sekitar 3-7 hari. Calsium fosfat Cair yang telah selesai akan berwarna coklat tanpa aktivitas yang gelembung
- Calsium fosfat (WS-CaPo) digunakan pada tanaman sebelum dan sesudah periode penggantian.
- Gunakan setelah pengenceran dengan air. Rasio pengenceran dasar adalah 1: 1000
- Semprotkan Calsium fosfat WS-CaPo pada daun selama periode cross-over dan pertumbuhan vegetatif.
- Gunakan Calsium fosfat WS-CaPo saat tanaman tumbuh.
- Gunakan Calsium fosfat WS-CaPo saat pertumbuhan awal buruk.
- Gunakan Calsium fosfat WS-CaPo ketika kuncup bunga memiliki diferensiasi yang lemah.
- Calsium fosfat WS-CaPo Dapat diberikan pada hewan selama masa kehamilan atau berkembang biak.
Saring cairan dari tulang, kemudian masukkan ke dalam botol yang telah kita persiapkan tadi tutup dengan rapat. tambahkan tulang ke tumpukan kompos.
- Dalam Praktek Pertanian Alami & Pertanian Berkelanjutan
- Dosis Pengenceran : 1 : 1000. Calsium fosfat spray atau Kocor ke perakar selama tahap pertumbuhan awal tanaman untuk membantu memperkuat struktur tanaman.
- Semprotkan Calsium fosfat Calsium fosfat yang diencerkan pada daun selama periode pertumbuhan Vegetatif. Tanaman dengan struktur kerangka yang kuat akan lebih tahan terhadap serangan serangga. Begitu sebaliknya, aplikasi yang berlebihan akan menghasilkan tanaman yang kaku dan tidak menarik di pandang.
- Calsium fosfat ini juga bisa diberikan pada hewan ternak kita. Encerkan 1 bagian WCP dalam 500 bagian air. Calsium fosfat membantu untuk mendukung pengembangan sistem kerangka pada janin untuk Jenis Ruminansia, dan memperkuat cangkang untuk unggas petelur.
Calsium fosfat adalah pupuk tidak beracun dan merupakan aspek integral dari praktik pertanian organik. Tetapi juga aman, dan bahkan bermanfaat, untuk dikonsumsi binatang ternak. Saat kita merebus daging dan tulang kita bisa menggunakan sisa kaldunya untuk membuat Calsium fosfat Cair ini. untuk digunakan sebagai tonik kesehatan. Jika Anda memilih untuk membuat Calsium fosfat sebagai tonik kesehatan, pastikan untuk menggunakan tulang yang diberi makan rumput, BRV, dan wadah kaca untuk memastikan keamanan-Nya yang terpenting adalah semua bahan dan alat harus steril dan alami. Jangan gunakan cuka yang terbuat dari minyak bumi.
- Merangsang pertumbuhan akar, khususnya akar Bening pada tanaman muda
- Membantu asimilasi dan pernapasan sekaligus mempercepat pembungaan dan pematangan buah
- Sebagai bahan mentah untuk pembentukan protein tertentu.
Jika tanaman sudah berbuah, buah tampak kecil dan tidak metnarik dan akan cepat matang Mempercepat serta memperkuat pertumbuhan tanaman muda menjadi tanaman dewasa dan menaikkan prosentase bunga menjadi buah/biji
- Berperan dalam pembuatan protein atau bagian yang aktif dari tanaman
- Memperkeras batang tanaman dan sekaligus merangsang pertumbuhan biji
- Menetralisir asam asam organik yang di hasilkan pada saat proses metabolisme tanaman terjadi
- Kalsium yang terdapat pada batang dan daun dapat menetralisirkan senyawa atau kondisi keasaman tanah
Kalaupun ada daun yang muncul akan berubah warna menjadi kuning dan jaringan di beberapa tempat pada helai daun akan mati.







0 komentar:
Posting Komentar
Terimakasih Sudah Berkunjung ke Blog saya