Agriculture Farming Service

Agriculture Farming Service – Layanan pertanian modern yang membantu petani meningkatkan hasil panen melalui teknologi, manajemen lahan, dan solusi berkelanjutan

Breaking News

Breaking News! Simak kabar terbaru dan paling update hanya di sini. Kami hadir menyajikan informasi tercepat, akurat, dan terpercaya langsung dari lapangan. Jangan lewatkan momen penting yang sedang terjadi sekarang juga!

Seputar Olah Raga

Breaking News Olahraga! ⚽🏀🏸

Update tercepat tentang kabar olahraga terkini dari dalam dan luar negeri. Mulai dari sepak bola, bulu tangkis, basket, hingga olahraga trending lainnya. Simak informasi paling fresh dan jangan lewatkan momen bersejarah di dunia olahraga!

📌 Subscribe dan aktifkan notifikasi 🔔 biar nggak ketinggalan kabar terbaru.

Channel Katebat

KATEBAD ala kocak! 🤣🎥

Film pendek parodi yang menggabungkan berita terkini dengan sentuhan humor segar. Dijamin bikin ngakak tapi tetap ada pesan yang bisa dipetik. Tonton sampai habis, karena ending-nya bikin kaget!

📌 Jangan lupa Subscribe, kasih like 👍, dan share ke teman biar ikut ketawa bareng.

Info Seputar Megawati

Arabica Coffee House Kadınlar 1. Ligi, adalah nama resmi dari kompetisi Voleybol Kadınlar 1. Ligi di bawah naungan Türkiye Voleybol Federasyonu (TVF), yang kini menjadi penyelenggara utama dengan status nama sponsor

Tampilkan postingan dengan label CALSIUM FOSFAT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CALSIUM FOSFAT. Tampilkan semua postingan

2 Jun 2026

Membuat Soluble Calcium untuk Tanaman: Panduan Lengkap dari Bahan Rumahan

Membuat Soluble Calcium untuk Tanaman Panduan Lengkap dari Bahan Rumahan


Pendahuluan

Kalsium adalah salah satu unsur hara makro sekunder yang sangat penting bagi pertumbuhan tanaman. Meski dibutuhkan dalam jumlah lebih kecil dibanding nitrogen, fosfor, dan kalium, kekurangan kalsium bisa menyebabkan kerusakan serius — mulai dari busuk pangkal buah (blossom end rot) pada tomat dan cabai, hingga daun keriting dan pertumbuhan terhambat pada berbagai tanaman sayuran.

Masalahnya, kalsium yang tersedia di tanah belum tentu bisa langsung diserap oleh tanaman. Kalsium dalam bentuk padat seperti kapur (CaCO₃) atau kalsit membutuhkan waktu lama untuk terurai. Solusinya adalah membuat soluble calcium — larutan kalsium yang sudah terlarut sempurna sehingga langsung bisa diserap melalui akar maupun stomata daun.

Kabar baiknya, bahan baku untuk membuat soluble calcium bisa ditemukan di dapur rumah tangga: cangkang telur dan cuka putih. Artikel ini akan membahas cara pembuatannya secara lengkap, tuntas, dan mudah dipraktikkan.


Mengapa Tanaman Membutuhkan Kalsium?

Sebelum masuk ke cara pembuatan, penting untuk memahami peran kalsium dalam kehidupan tanaman:

1. Memperkuat Dinding Sel

Kalsium berikatan dengan pektin untuk membentuk kalsium pektat, komponen utama dinding sel tanaman. Tanpa kalsium yang cukup, dinding sel menjadi lemah dan rapuh, sehingga tanaman mudah terserang patogen dan hama.

2. Mencegah Blossom End Rot

Penyakit busuk pangkal buah pada tomat, cabai, paprika, dan labu sangat erat kaitannya dengan defisiensi kalsium. Ini bukan karena tanah kekurangan kalsium, melainkan karena kalsium tidak bisa bergerak cukup cepat ke jaringan buah yang tumbuh pesat. Pemberian kalsium cair lewat semprotan daun terbukti efektif mencegah masalah ini.

3. Mendukung Pembelahan Sel

Kalsium berperan sebagai pembawa pesan (second messenger) dalam proses pembelahan sel, pertumbuhan ujung akar, dan pembentukan tunas baru.

4. Mengaktifkan Enzim

Beberapa enzim tanaman memerlukan kalsium sebagai kofaktor agar bisa bekerja optimal, termasuk enzim yang terlibat dalam metabolisme nitrogen.

5. Menstabilkan pH Tanah

Aplikasi kalsium ke tanah secara tidak langsung membantu menaikkan pH tanah yang terlalu masam, menciptakan kondisi yang lebih ideal bagi aktivitas mikroba tanah.


Bahan Baku: Mengenal Sumber Kalsium

Cangkang Telur

Cangkang telur mengandung sekitar 94–97% kalsium karbonat (CaCO₃). Satu butir telur ayam menghasilkan sekitar 5–6 gram cangkang kering, yang setara dengan 4,7–5,6 gram CaCO₃ murni. Ini adalah sumber kalsium organik yang murah, mudah didapat, dan bebas kontaminan berbahaya.

Kapur Dolomit atau Kalsit

Sebagai alternatif atau suplemen, kapur dolomit (CaMg(CO₃)₂) atau batu kapur kalsit (CaCO₃) murni yang dijual di toko pertanian bisa digunakan. Hasilnya lebih konsisten karena kadar kalsiumnya sudah diketahui pasti.

Cuka Putih (Asam Asetat 5%)

Cuka dapur putih dengan konsentrasi 5% adalah asam yang cukup kuat untuk melarutkan CaCO₃ namun aman digunakan di sekitar tanaman. Reaksi yang terjadi menghasilkan kalsium asetat (Ca(CH₃COO)₂), salah satu bentuk kalsium paling mudah diserap tanaman.

Asam Sitrat

Alternatif yang lebih disukai banyak petani organik. Asam sitrat menghasilkan kalsium sitrat, yang dikenal memiliki kelarutan tinggi dan bioavailabilitas sangat baik untuk tanaman.


Reaksi Kimia yang Terjadi

Ketika cangkang telur (CaCO₃) bereaksi dengan cuka (asam asetat, CH₃COOH), terjadi reaksi berikut:

CaCO₃ + 2 CH₃COOH → Ca(CH₃COO)₂ + H₂O + CO₂↑

Gas CO₂ yang keluar itulah yang menyebabkan busa dan gelembung saat proses pencampuran — ini tanda bahwa reaksi berjalan dengan baik. Produk akhirnya adalah kalsium asetat yang terlarut sempurna dalam air.

Jika menggunakan asam sitrat (C₆H₈O₇):

3 CaCO₃ + 2 C₆H₈O₇ → Ca₃(C₆H₅O₇)₂ + 3 H₂O + 3 CO₂↑

Peralatan yang Dibutuhkan

  • Mangkuk atau wadah kaca/plastik (hindari logam karena bereaksi dengan asam)
  • Blender kering atau cobek untuk menghaluskan cangkang
  • Loyang atau wajan untuk proses pemanasan
  • Oven atau kompor
  • Kain saring atau kertas filter
  • Botol kaca gelap bertutup untuk penyimpanan
  • Timbangan dapur (jika ingin presisi)
  • Corong

Langkah-Langkah Pembuatan

Tahap 1: Persiapan Cangkang Telur

1.1 Pencucian
Kumpulkan cangkang telur, lalu cuci bersih di bawah air mengalir untuk menghilangkan sisa putih dan kuning telur yang menempel. Membran tipis di bagian dalam cangkang sebaiknya juga dibuang, meski tidak wajib untuk hasil skala rumahan.

1.2 Pengeringan Awal
Angin-anginkan cangkang di tempat teduh selama 4–8 jam, atau jemur di bawah sinar matahari selama 1–2 jam. Cangkang harus benar-benar kering sebelum dipanaskan agar tidak pecik saat masuk oven.

1.3 Pemanasan/Pembakaran
Ini langkah krusial untuk menghilangkan sisa protein dan membran organik yang bisa menghambat reaksi kimia:

  • Metode oven : Panaskan oven pada suhu 180–200°C. Susun cangkang rata di loyang. Panggang selama 10–15 menit hingga warna berubah menjadi putih bersih dan tidak ada aroma amis.
  • Metode wajan : Sangrai cangkang di wajan dengan api sedang sambil terus diaduk selama 10–15 menit. Pastikan merata agar tidak gosong di satu sisi.

Catatan penting : Pada suhu oven rumahan (180–200°C), cangkang tetap dalam bentuk CaCO₃. Untuk mengubahnya menjadi CaO (kapur tohor) yang lebih reaktif, diperlukan suhu di atas 900°C menggunakan kiln atau tungku pembakaran.

1.4 Penghalusan
Setelah cangkang dingin, haluskan menggunakan blender kering, food processor, atau ditumbuk di cobek hingga menjadi serbuk sehalus mungkin. Semakin halus ukuran partikel, semakin cepat dan sempurna reaksi dengan asam nanti. Ayak dengan kain halus untuk memisahkan butiran kasar.


Tahap 2 : Pembuatan Larutan Kalsium

Resep Dasar (Kalsium Asetat) :

Bahan Jumlah
Bubuk cangkang telur 10 gram
Cuka putih 5% 100 ml
Air bersih Secukupnya untuk pengenceran

Langkah :

  1. Masukkan 100 ml cuka putih ke dalam wadah kaca atau plastik.
  2. Tambahkan 10 gram bubuk cangkang telur sedikit demi sedikit sambil diaduk perlahan. Jangan langsung tuang sekaligus — reaksi menghasilkan banyak busa CO₂ yang bisa meluap.
  3. Busa dan gelembung akan muncul — ini normal dan merupakan tanda reaksi berjalan baik.
  4. Aduk perlahan dan biarkan terbuka (tidak ditutup rapat) agar gas CO₂ bisa keluar.
  5. Diamkan selama 24–48 jam sambil sesekali diaduk, hingga busa berhenti sepenuhnya dan larutan terlihat jernih atau sedikit keruh.
  6. Jika masih ada sisa padatan di dasar, berarti asam sudah habis bereaksi — bisa ditambahkan sedikit cuka lagi, atau biarkan dan saring saja.

Resep Alternatif (Kalsium Sitrat) :

Bahan Jumlah
Bubuk cangkang telur 10 gram
Asam sitrat bubuk 5–7 gram
Air hangat 150 ml

Larutkan asam sitrat ke dalam air hangat terlebih dahulu, lalu tambahkan bubuk cangkang perlahan. Proses dan waktu tunggu sama seperti di atas.


Tahap 3: Penyaringan dan Penyimpanan

  1. Setelah reaksi selesai (tidak ada busa lagi), saring larutan menggunakan kain muslin berlapis dua atau kertas filter kopi untuk memisahkan sisa padatan yang tidak larut.
  2. Tuang larutan jernih ke dalam botol kaca gelap atau botol plastik food-grade bertutup rapat.
  3. Simpan di tempat sejuk, gelap, dan kering. Hindari paparan sinar matahari langsung.
  4. Masa simpan: 3–6 bulan jika disimpan dengan benar.

Cara Penggunaan dan Dosis Aplikasi

Semprotan Daun (Foliar Spray)

Ini metode paling efektif untuk mengatasi defisiensi kalsium akut atau mencegah blossom end rot:

  • Encerkan larutan konsentrat 1:500 hingga 1:1000 dengan air bersih
  • Contoh: 2 ml larutan + 1 liter air
  • Semprotkan ke seluruh permukaan daun (atas dan bawah) pada pagi atau sore hari — hindari tengah hari saat matahari terik
  • Frekuensi: 1–2 kali per minggu selama fase pembungaan dan pembuahan

Siram Tanah (Soil Drench)

Untuk memperkaya kalsium di zona perakaran:

  • Encerkan 1:1000 dengan air bersih
  • Siramkan langsung ke area sekitar perakaran
  • Frekuensi: 1 kali per minggu

Kombinasi dengan Pupuk Lain

Kalsium asetat kompatibel dengan sebagian besar pupuk cair organik. Namun hindari mencampur langsung dengan pupuk fosfat tinggi (bisa mengendap menjadi kalsium fosfat yang tidak larut). Beri jeda aplikasi minimal 24 jam jika menggunakan pupuk fosfat.


Perbandingan Metode dan Produk

Parameter Kalsium Asetat (cuka) Kalsium Sitrat (asam sitrat) Kalsium Nitrat (asam nitrat)
Bahan asam Cuka 5% Asam sitrat Asam nitrat encer
Kelarutan Sangat tinggi Tinggi Sangat tinggi
Bonus nutrisi Nitrogen (NO₃)
Keamanan Sangat aman Sangat aman Perlu hati-hati
Biaya Sangat murah Murah Sedang
Cocok untuk Semua tanaman Tanaman organik Sayuran daun

Tanda-Tanda Defisiensi Kalsium pada Tanaman

Kenali gejala ini agar bisa bertindak sebelum terlambat:

  • Daun muda keriting, menggulung ke dalam, atau tepi daun menghitam
  • Ujung akar membusuk dan berwarna coklat gelap
  • Pangkal buah tomat, cabai, paprika, atau labu membusuk (blossom end rot)
  • Batang lemah dan mudah patah
  • Buah retak atau berlubang tidak normal

Tips dan Catatan Penting

Kualitas air: Gunakan air hujan atau air yang sudah didiamkan semalam jika air keran di daerah Anda mengandung banyak klor. Air sadah (keras) dengan kadar kalsium tinggi justru bisa meningkatkan efektivitas larutan.

Jangan overdosis: Kelebihan kalsium bisa memblokir penyerapan magnesium dan kalium. Patuhi dosis yang dianjurkan.

Uji pH larutan: Larutan kalsium asetat yang sudah selesai bereaksi biasanya memiliki pH 6–7, aman untuk tanaman. Jika masih terlalu asam (pH < 5), tambahkan sedikit bubuk cangkang lagi dan tunggu reaksi selesai.

Skala produksi: Untuk kebun yang lebih besar, resep bisa dilipatgandakan dengan perbandingan yang sama. Proses tetap sama, hanya wadah yang perlu lebih besar.


Kesimpulan

Membuat soluble calcium dari cangkang telur dan cuka adalah salah satu cara termudah dan termurah untuk menyediakan kalsium tersedia bagi tanaman. Prosesnya sederhana, bahan bakunya ada di dapur, dan hasilnya terbukti efektif — terutama untuk mencegah blossom end rot dan memperkuat pertumbuhan tanaman secara keseluruhan.

Dengan memahami kimia di balik prosesnya dan menerapkan dosis yang tepat, pupuk kalsium cair buatan sendiri ini bisa menjadi senjata andalan dalam praktik berkebun organik yang berkelanjutan.


Artikel ini disusun sebagai panduan praktis berkebun organik berbasis bahan rumahan. Selalu sesuaikan dosis dan frekuensi aplikasi dengan kondisi tanaman dan jenis tanah di lokasi Anda.

28 Feb 2023

PERLU DIKETAHUI PETANI 7 MANFAAT CUKA BERAS UNTUK TANAMAN

Perlu Diketahui Petani 7 Manfaat Cuka Beras Untuk Tanaman

Apakah Anda tahu bahwa cuka tidak hanya digunakan untuk memasak? Cuka ternyata juga memiliki manfaat yang luar biasa untuk tanaman dan pekarangan rumah Anda. Di artikel ini, kita akan membahas tujuh manfaat cuka untuk tanaman dan pekarangan rumah Anda. 

Cuka beras, atau yang dikenal juga sebagai Rice Vinegar, merupakan jenis cuka yang dibuat dari beras yang telah difermentasi. Proses pembuatan cuka dimulai dengan mengambil nasi putih biasa dan mencuci serta merendamnya dalam air untuk menghilangkan tepung yang melekat pada butiran beras. Setelah itu, nasi direbus atau dikukus dan kemudian didinginkan.

Cuka beras memiliki rasa yang lebih lembut dan ringan dibandingkan dengan cuka lainnya. Hal ini disebabkan oleh kandungan asam asetat yang lebih rendah, yaitu sekitar 4-5%, dibandingkan dengan cuka sari apel atau cuka anggur yang memiliki kandungan asam asetat sekitar 5-8%.

Cuka beras sering digunakan dalam masakan Asia, terutama Jepang, Korea, dan China. Selain itu, cuka beras juga memiliki beberapa manfaat kesehatan, seperti membantu menurunkan kadar gula darah, mengurangi kolesterol, dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Namun, perlu diingat bahwa penggunaan cuka beras yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan pada gigi dan lambung. Oleh karena itu, sebaiknya konsumsi cuka dengan bijak dan tidak berlebihan. Secara keseluruhan, cuka beras merupakan bahan masakan yang populer di Asia dan memiliki manfaat kesehatan yang dapat dimanfaatkan dengan bijak.

Bahan Membuat Cuka Beras
Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat cuka beras adalah beras putih biasa, air, dan cairan penggumpal yang mengandung bakteri asam asetat. Proses pembuatan cuka beras dimulai dengan mencuci dan merendam beras dalam air untuk menghilangkan tepung yang melekat pada butiran beras. Setelah itu, nasi direbus atau dikukus dan kemudian didinginkan.

Selanjutnya, nasi yang telah didinginkan tersebut diletakkan dalam wadah dan dicampur dengan cairan penggumpal yang mengandung bakteri asam asetat. Cairan penggumpal ini dapat diperoleh dari sari buah-buahan atau sayuran yang mengandung bakteri asam asetat, atau dapat dibeli di toko bahan makanan khusus. Setelah dicampur, wadah tersebut ditutup rapat dan dibiarkan selama beberapa minggu hingga cairan menjadi asam dan memiliki rasa yang khas. Proses ini disebut dengan fermentasi.

Setelah proses fermentasi selesai, cairan tersebut disaring untuk memisahkan cuka dari beras yang tidak terfermentasi. Kemudian, cuka tersebut dikemas dan siap digunakan. Secara umum, bahan-bahan untuk membuat cuka beras relatif mudah didapatkan dan dapat diproduksi di rumah dengan cara yang sederhana. Namun, perlu diingat bahwa proses pembuatan cuka beras membutuhkan waktu dan kesabaran karena proses fermentasi yang memakan waktu beberapa minggu.

Tanaman dan pekarangan rumah yang sehat tidak hanya membuat tampilan rumah lebih cantik, tetapi juga memberikan manfaat bagi kesehatan dan lingkungan sekitar. Ada banyak cara untuk merawat tanaman dan pekarangan rumah, salah satunya adalah dengan menggunakan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan, seperti cuka.

Cuka adalah cairan asam yang diperoleh dari hasil fermentasi bahan-bahan seperti anggur, apel, dan beras. Selain digunakan untuk memasak, cuka juga memiliki manfaat yang luar biasa bagi tanaman dan pekarangan rumah. Berikut adalah tujuh manfaat cuka yang harus Anda catat untuk merawat tanaman dan pekarangan rumah Anda.

  • Meningkatkan pH Tanah
  • Membasmi Hama Tanaman
  • Menghilangkan Gulma
  • Membuat Pupuk Organik
  • Membersihkan Alat-Alat Taman
  • Menghilangkan Bau Tak Sedap
  • Membersihkan Batu dan Keramik
  • Meningkatkan pH Tanah
Apa itu pH Tanah Mengapa pH Tanah Penting Bagaimana Cuka Meningkatkan pH Tanah.
Membasmi Hama Tanaman
  • Apa saja Hama Tanaman yang Sering Menyerang
  • Bagaimana Cuka Membasmi Hama Tanaman
  • Bagaimana Cara Menggunakan Cuka untuk Membasmi Hama Tanaman
  • Menghilangkan Gulma
  • Apa itu Gulma
  • Mengapa Gulma Perlu Dihilangkan
  • Bagaimana Cuka Menghilangkan Gulma
  • Bagaimana Cara Menggunakan Cuka untuk Menghilangkan Gulma
  • Membuat Pupuk Organik
  • Apa itu Pupuk Organik
  • Mengapa Pupuk Organik Penting
  • Bagaimana Cuka Membuat Pupuk Organik
  • Bagaimana Cara Menggunakan Pupuk Organik dari Cuka

Membersihkan Alat-Alat Taman

  • Apa yang Terjadi Jika Alat-Alat Taman Tidak Dibersihkan?
  • Bagaimana Cuka Membersihkan Alat-Alat Taman?
  • Bagaimana Cara Menggunakan Cuka untuk Membersihkan Alat-Al

Menjaga Keasaman Tanah
Cuka beras memiliki sifat asam, sehingga dapat digunakan untuk menjaga keasaman tanah. Penggunaan cuka beras secara teratur pada tanah dapat membantu menjaga pH tanah pada level yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman.
Meningkatkan ketersediaan nutrisi

Cuka beras mengandung asam organik yang dapat membantu melarutkan nutrisi dalam tanah dan membuatnya lebih mudah diambil oleh tanaman. Hal ini dapat meningkatkan ketersediaan nutrisi bagi tanaman dan membantu pertumbuhan yang lebih baik.

Mengatasi Serangan Hama Dan Penyakit
Cuka beras juga dapat digunakan untuk mengatasi serangan hama dan penyakit pada tanaman. Sifat asam dari cuka beras dapat membantu membunuh atau menghalangi pertumbuhan bakteri dan jamur yang menyebabkan penyakit pada tanaman.

Meningkatkan Kekebalan Tanaman
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan cuka beras pada tanaman dapat membantu meningkatkan kekebalan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit. Hal ini dapat membantu mengurangi penggunaan pestisida dan fungisida yang berbahaya bagi lingkungan.
Meningkatkan Tualitas Buah Dan Sayuran
Penggunaan cuka beras pada tanaman buah dan sayuran dapat membantu meningkatkan kualitas dan rasa buah dan sayuran. Hal ini disebabkan oleh efek cuka beras yang dapat membantu meningkatkan ketersediaan nutrisi bagi tanaman dan memperbaiki kualitas tanah.

Meskipun cuka beras dapat memberikan manfaat bagi tanaman, namun perlu diingat bahwa penggunaannya harus dilakukan dengan bijak dan tidak berlebihan. Penggunaan cuka beras yang berlebihan dapat merusak tanaman dan bahkan merusak lingkungan sekitar. 

Oleh karena itu, sebaiknya penggunaan cuka beras pada tanaman dilakukan dengan dosis yang tepat dan hanya pada tanaman yang membutuhkannya. Selain manfaat yang telah disebutkan sebelumnya, penggunaan cuka beras pada tanaman juga memiliki beberapa keuntungan lainnya, seperti :

Membantu Pertumbuhan Mikroba Tanah
Cuka beras mengandung asam asetat, yang merupakan sumber karbon dan energi bagi mikroba tanah. Mikroba tanah memegang peran penting dalam menjaga kesuburan tanah dan membantu tanaman untuk menyerap nutrisi dengan lebih baik.

Mengurangi Kelembaban Tanah
Penggunaan cuka beras pada tanaman dapat membantu mengurangi kelembaban tanah, terutama pada tanaman yang membutuhkan drainase yang baik. Kelembaban tanah yang berlebihan dapat menyebabkan akar tanaman membusuk dan berdampak negatif pada pertumbuhan dan kesehatan tanaman.

Memperbaiki Struktur Tanah
Cuka beras dapat membantu memperbaiki struktur tanah dan membuatnya lebih gembur. Hal ini dapat membantu meningkatkan drainase dan sirkulasi udara dalam tanah, yang penting bagi pertumbuhan dan kesehatan tanaman.

Ramah Lingkungan
Penggunaan cuka beras pada tanaman merupakan alternatif yang ramah lingkungan dibandingkan penggunaan pestisida dan fungisida yang berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Selain itu, cuka beras juga mudah didapatkan dan lebih murah dibandingkan bahan kimia lainnya.

Meskipun demikian, perlu diingat bahwa penggunaan cuka beras pada tanaman juga memiliki beberapa kelemahan dan risiko. Misalnya, penggunaan cuka beras yang berlebihan dapat merusak keseimbangan pH tanah dan merusak akar tanaman. Oleh karena itu, penggunaan cuka beras pada tanaman harus dilakukan dengan hati-hati dan dengan dosis yang tepat.

Dosis Aplikasi Cuka Beras Merah Pada Tanaman
Penggunaan cuka beras merah pada tanaman harus dilakukan dengan dosis yang tepat agar tidak merusak keseimbangan tanah dan kesehatan tanaman. Berikut adalah dosis aplikasi cuka beras merah pada tanaman:

Untuk Penyiraman Tanaman :
Campurkan 1 sendok makan cuka beras merah dalam 1 liter air dan siramkan pada tanaman 1-2 kali seminggu.
Sebagai Pestisida Alami :
Campurkan 2 sendok makan cuka beras merah dalam 1 liter air dan semprotkan pada daun dan bagian-bagian tanaman yang terkena hama atau penyakit. Ulangi aplikasi setiap 1-2 minggu sekali jika perlu.

Sebagai pembenah tanah :

Campurkan 1 liter cuka beras merah dalam 20 liter air dan siramkan pada tanah sebelum penanaman. Diamkan selama 2-3 minggu sebelum penanaman.
Namun, perlu diingat bahwa dosis aplikasi cuka beras merah pada tanaman dapat bervariasi tergantung pada jenis tanaman, kondisi tanah, dan tujuan penggunaannya.

Oleh karena itu, sebaiknya konsultasikan dengan ahli pertanian atau pakar tanaman sebelum menggunakan cuka beras merah pada tanaman. Selain itu, pastikan juga untuk tidak menggunakan cuka beras yang sudah kadaluarsa atau mengandung bahan kimia berbahaya yang dapat merusak tanaman dan kesehatan manusia.

3 Mei 2020

CARA MUDAH MEMBUATT BROWN RICE VINEGAR ( BRV ) UNTUK TANAMAN

Cara Membuat Brown Rice Vinegar (BRV) Untuk Tanaman

Bakteri asam asetat atau Brown Rice Vinegar (BRV) mempengaruhi sel-sel hati dan mendukungnya untuk sterilisasi, netralisasi, diuresis, sintesis, dan bekerja untuk mencegah dan menyembuhkan berbagai penyakit dalam organ tubuh mahluk hidup. Brown Rice Vinegar bersifat asam lemah tetapi ketika terurai di dalam tubuh, bisa menjadi alkali. Karena itu, disebut makanan alkali. Sereal serta buah-buahan, yang bisa menghasilkan cuka adalah makanan alkali yang khas.

Brown Rice Vinegar bersifat asam lemah tetapi ketika terurai di dalam tubuh itu sendiri adalah asam, tetapi berubah menjadi basa ketika diserap oleh manusia, ternak atau tanaman. Jadi, Brown Rice Vinegar bersifat asam lemah tetapi ketika terurai di dalam tubuh berfungsi untuk mengubah konstitusi fisik dari asam menjadi alkali, yang berarti memperbaharui tubuh menjadi kondisi yang murni dan sehat.

Brown Rice Vinegar (BRV) mengandung asam fitat, membantu menetralkan racun, mensterilkan dan meningkatkan konstitusi fisik. Ini sangat efektif untuk mencegah serta menyembuhkan berbagai penyakit yang menyerang tanaman.

Brown Rice Vinegar (BRV) memiliki lebih banyak asam amino dan asam organik, yang merupakan antidotal, daripada makanan lainnya, sehingga sangat efektif dan manjur untuk menguraikan asam laktat, yang mencegah penuaan.

Brown Rice Vinegar (BRV) meningkatkan rasio penyerapan kalsium. Jika cairan tubuh cenderung bersifat asam, tubuh mencoba menetralisirnya dan ketika ini terjadi, tubuh membutuhkan kalsium. Sulit untuk diserap kalsium dalam kondisi asam. Tetapi, dikombinasikan dengan asam sitrat dalam Brown Rice Vinegar (BRV), kalsium dapat dengan mudah diserap.

Cuka beras merah adalah cuka yang dibuat dari beras merah yang difermentasi. Beberapa karakteristik cuka beras merah yang mungkin dapat diidentifikasi adalah :
  1. Warna : Cuka beras merah memiliki warna kemerahan atau kecoklatan yang khas karena beras yang digunakan dalam pembuatan cuka ini adalah beras merah.
  2. Rasa : Cuka beras merah memiliki rasa yang asam dan sedikit manis. Beberapa jenis cuka beras merah mungkin memiliki rasa yang lebih kuat dan tajam.
  3. Aroma : Cuka beras merah memiliki aroma yang khas dan kuat, mirip dengan beras merah yang difermentasi. Beberapa jenis cuka beras merah mungkin memiliki aroma yang lebih kuat dan tajam.
  4. Kandungan nutrisi : Cuka beras merah dikenal sebagai sumber asam amino dan enzim yang bermanfaat bagi tubuh. Cuka beras merah juga mengandung asam organik, seperti asam asetat, dan antioksidan.
  5. Penggunaan : Cuka beras merah biasanya digunakan sebagai bahan tambahan dalam masakan Asia, khususnya masakan Jepang, Korea, dan Tiongkok. Cuka beras merah juga digunakan sebagai minuman sehat dan dianggap bermanfaat bagi kesehatan tubuh dan kulit.

Baca Artikel Tentang : Cara Membuat Water Soluble Calsium

Fungsi Cuka Beras Merah Bagi Tanaman
Cuka beras merah dapat digunakan sebagai pupuk organik untuk tanaman. Beberapa fungsi cuka beras merah bagi tanaman antara lain :
  1. Meningkatkan pH tanah : Cuka beras merah dapat digunakan untuk meningkatkan pH tanah yang terlalu asam. Tanah yang terlalu asam dapat menghambat pertumbuhan tanaman, dan cuka beras merah dapat membantu mengembalikan keseimbangan pH tanah.
  2. Meningkatkan kandungan nutrisi tanah : Cuka beras merah mengandung asam organik dan enzim yang dapat membantu meningkatkan kandungan nutrisi dalam tanah. Nutrisi tanah yang cukup penting bagi pertumbuhan tanaman, seperti nitrogen, fosfor, dan kalium, dapat diserap dengan lebih efektif oleh tanaman jika kandungan nutrisi tanah cukup.
  3. Mengurangi erosi tanah : Cuka beras merah dapat membantu mengurangi erosi tanah karena dapat meningkatkan kepadatan tanah dan menahan air di dalam tanah. Tanah yang longgar dan mudah erosi dapat diatasi dengan menggunakan cuka beras merah sebagai pupuk organik.
  4. Meningkatkan kekebalan tanaman : Cuka beras merah juga mengandung senyawa-senyawa yang dapat membantu meningkatkan kekebalan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit. Senyawa-senyawa tersebut dapat membantu menguatkan sistem kekebalan tanaman dan membuatnya lebih tahan terhadap berbagai macam patogen.

Namun, perlu diingat bahwa penggunaan cuka beras merah sebagai pupuk organik harus dilakukan dengan benar dan dalam jumlah yang tepat. Terlalu banyak penggunaan dapat berdampak buruk bagi tanaman.

Bahan Membuat Cuka Beras Merah
Untuk membuat cuka beras merah, bahan-bahan yang diperlukan antara lain:
Beras merah: Gunakan beras merah yang berkualitas baik, bersih dan bebas dari kotoran atau debu.
  1. Air : Gunakan air bersih dan bebas dari klorin atau bahan kimia lainnya.
  2. Ragi atau cuka asli : Ragi atau cuka asli digunakan sebagai starter untuk fermentasi. Ragi yang digunakan haruslah jenis yang cocok untuk membuat cuka.
  3. Gula : Gula digunakan sebagai sumber energi bagi ragi atau bakteri yang digunakan dalam fermentasi.
Cara Aplikasi Cuka Beras Merah Pada Tanaman
Berikut adalah cara aplikasi cuka beras merah pada tanaman :
Persiapan : Campurkan cuka beras merah dengan air dalam perbandingan 1:10 hingga 1:20 (1 bagian cuka beras merah dengan 10-20 bagian air). Perbandingan ini tergantung pada kebutuhan tanaman dan kondisi tanah.
  • Aplikasi : Siramkan campuran Brown Rice Vinegar dan air ke area akar tanaman menggunakan sprayer atau alat semprot yang lain. Pastikan untuk menyiramkan campuran cuka beras merah secara merata pada seluruh area akar tanaman. Jangan menumpuk atau menumpahkan campuran cuka beras merah pada satu titik tertentu.
  • Waktu aplikasi : Aplikasikan cuka beras merah pada tanaman pada pagi atau sore hari, terutama pada cuaca yang cerah dan tidak hujan. Jangan aplikasikan pada saat terik matahari karena cuka beras merah dapat merusak tanaman.
  • Frekuensi aplikasi : Aplikasikan cuka beras merah pada tanaman setiap 2-4 minggu sekali tergantung pada kebutuhan tanaman. Jangan terlalu sering mengaplikasikan cuka beras merah karena dapat berdampak buruk pada tanaman.
  • Perhatikan dosis : Pastikan untuk mengaplikasikan campuran cuka beras merah dan air dengan dosis yang tepat. Jangan terlalu banyak mengaplikasikan cuka beras merah karena dapat merusak tanaman.
  • Perhatikan kondisi tanaman: Jika terdapat tanda-tanda tanaman yang tidak sehat setelah aplikasi cuka beras merah, hentikan aplikasi dan konsultasikan dengan ahli pertanian.
Cuka Beras Merah ini digunakan untuk membuat Calsium Fospat dan Kallium Phospate cair
  • Masukkan kulit telur ke dalam Brown Rice Vinegar dan buatlah kalsium Cair.
  • Larutkan tulang hewan (sapi/ayam/ikan/hewan ruminansia) dengan Brown Rice Vinegar ini disebut kalsium Fosfat Cair.
  • Untuk tujuan sterilisasi serangan jamur pada tanaman gunakan Brown Rice Vinegar dengan rasio pengenceran 1: 500 pada fase Vegetatif, dan rasio 1: 200-1: 300 pada fase Generatif. 
  • Brown Rice Vinegar (BRV) juga digunakan untuk membuat Tanah bekerja dengan normal, untuk perawatan Benih, pengobatan Periode Pertumbuhan Gizi, Periode pembungaan dan Periode Pembuahan. Brown Rice Vinegar (BRV) juga digunakan untuk membuat kompos IMO-3, IMO-4 

Baca Juga : Cara Membuat Indigenuos Mikroorganisme

Cara Membuat Cuka Beras Merah
Metode yang sama dengan 'Makgeolli' (anggur beras Korea).
Jika matang 'Makgeolli' dibiarkan apa adanya, BRV diproduksi karena bakteri asam asetat. (alih-alih BRV kita dapat menggunakan 15 hari fermentasi arak, itu berubah menjadi cuka)
Bahan Yang Dibutuhkan :
  1. 4 cangkir beras merah
  2. Sekitar seperempat bola ragi Tiongkok
  3. Gula putih
  4. Beberapa telur
Peralatan Yang Digunakan :
  1. Mangkuk
  2. Pengaduk
  3. Ketel ganda
  4. Gelas ukur
  5. 2 wadah gelas
  6. Kain bersih
Langkah Pembuatan :
  • Gunakan Nasi Beras Merah
  • Masukkan nasi ke dalam mangkuk besar dan rendam dengan air.
  • Biarkan meresap sekitar 4 jam.
  • Tutup mangkuk dengan kain bersih
  • Setelah 4 jam, saring campuran beras ini menggunakan kain bersih dan simpan air beras di mangkuk. Tempatkan mangkuk di lemari es semalaman.
Persiapan Campuran :
  • Selanjutnya, Anda harus mengukur air beras yang disiapkan sebelumnya.
  • Untuk setiap gelas air beras yang Anda gunakan, masukkan ¾ cangkir gula putih.
  • Campur air dan gula benar benar larut sepenuhnya.
  • Langkah selanjutnya adalah memasak gula dan campuran air beras selama sekitar 20 menit, dengan api sedang, Kemudian, biarkan campuran benar benar dingin selama beberapa waktu.
  • Setelah campuran cukup dingin, pindahkan ke dalam wadah toples kaca yang bersih dan benar benar seteril.
Menambahkan Ragi :
  • Pertama, ukur kembali berapa cangkir campuran air gula-beras yang Anda miliki.
  • Kemudian, pastikan untuk setiap 4 gelas campuran ini, Anda masukkan sekitar seperempat sendok makan ragi tape.
  • Pastikan semua bahan tercampur rata, tutup toples kaca dengan rapat
  • Masa Fermetasi Ini biasanya memakan waktu sekitar 5 - 7 hari, jika buih-buih sudah benar benar telah hilang itu tandanya campuran sudah siap untuk penyelesaian Tahap Fermentasi : rebus kembali bahan diatas selama 15-20 menit dengan api sedang, agar hasilnya bening tambahkan 1 putih telur. Setelah dingin saring dengan kain halus, selanjutnya harus difermentasi untuk kedua kalinya, fermentasi selama minimal 4 minggu lagi. Durasi fermentasi kedua akan berbeda tergantung pada selera Anda.

Bagi Anda yang tidak ada waktu untuk membuat kami juga melayani pemesanan Brown Rice Vinegar. Jika berminat silahkan Order melalui
(Download FileKlik Link Untuk menonton Video ( Video )

Produk Pertanian :

  • PGPR  Harga Rp. 25.000/Liter
  • Fish Amino Acids Rp. 25.000/½Liter
  • Brown Rice Vinegar Rp. 50.000/Liter
  • Coryn Bacteria Harga Rp. 30.000/½Liter
  • Bio-Pestisida Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Polymixa Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Tricoderma Harga Rp. 50.000/Kg
  • Mikoriza Harga Rp. 50.000/Kg
  • Waiting Agen Rp. 30.000/Liter
  • Madam Sulfur Rp. 30.000/Liter

Peternakan :

  • Probiotik EXTRA 99 PLUS Rp. 20.000/Liter
  • Oriental Herbal Nutrien Rp. 25.000/Liter
  • Dekomposer EXTRA 88 Rp. 25.000/liter
  • Enzim Rp. 30.000/Liter
  • Desinfektan Rp. 20.000/Liter
CV. Griya Tani Indonesia
Office Address :
D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573 

 

Kontak Person

Facebook 

 

Copyright © 2020 CV. Griya Tani
All right NATURAL FARMING Indonesia


2 Mei 2020

CARA MUDAH MEMBUAT CALSIUM FOSFAT CAIR UNTUK TANAMAN

Cara Mudah Membuat Calsium Fosfat Cair untuk Pertanian

Calsium fosfat adalah salah satu jenis pupuk yang dapat digunakan dalam pertanian. Pupuk ini mengandung kalsium dan fosfat, yang keduanya merupakan nutrisi penting untuk pertumbuhan tanaman. Kalsium fosfat dapat digunakan untuk memperbaiki kesuburan tanah yang rendah, terutama untuk tanah yang kekurangan Calsium fosfat.

Fosfat adalah nutrisi penting bagi tanaman untuk pertumbuhan akar yang sehat dan pembentukan bunga dan buah. Sementara Calsium membantu dalam pengaturan pH tanah, memperbaiki struktur tanah, dan membantu tanaman menyerap nutrisi.

Pupuk Calsium fosfat biasanya digunakan sebagai pupuk dasar atau pupuk pendukung pada tanaman padi, jagung, kacang-kacangan, kentang, kubis, dan tanaman buah-buahan. Pupuk Calsium fosfat dapat diberikan secara langsung ke tanah sebelum atau selama penanaman, atau dapat dicampur dengan pupuk lainnya untuk memberikan nutrisi yang seimbang.

Namun, perlu diingat bahwa penggunaan pupuk Calsium fosfat harus disesuaikan dengan kondisi tanah dan jenis tanaman yang dibudidayakan. Terlalu banyak Calsium fosfat dapat menyebabkan penumpukan fosfor dalam tanah, yang dapat menyebabkan polusi air dan mengurangi kesuburan tanah dalam jangka panjang. Oleh karena itu, sebaiknya melakukan tes tanah dan mengikuti rekomendasi dosis yang disarankan oleh ahli pertanian setempat.

Calsium fosfat adalah sumber mineral penting yang mendukung organisme selama periode pembungaan, atau tahap pergantian dari Fase Vegetatif ke Generatif. Tentunya kita dapat melihat perpindahan fase berbunga ke berbuah tanaman sebagai periode Generatif di mana nutrisi yang cukup sangat penting untuk pembentukan buah dan sayuran yang lebih sehat dan maksimal. Calsium fosfat juga membantu membangun manusia yang lebih sehat.

Kita akan melihat bahwa, dalam praktiknya pertanian organik yang kami lakukan menggunakan bahan sisa dapur untuk membuat Pupuk sederhana yang efektif, Murah dan Alami, tidak beracun, dan tanpa limbah. Bukti sederhana bahwa pupuk kimia adalah produk yang sebenarnya merusak tanah dan kesehatan kita yang tidak memiliki kegunaan dalam praktik pertanian regeneratif. 

Berikut Cara Membuat Calsium Fospat Cair Dan Alat yang dibutuhkan :
  • Toples Kaca atau bejana keramik 1 buah
  • Kertas berpori atau kain & karet gelang
  • Botol untuk menyimpan WS-CaPo Kapasitas sesuai Kebutuhan 1buah
  • Alat Penyaring
Bahan yang dibutuhkan :
  • Tulang dari hewan vertebrata, seperti tulang sapi yang diberi makan rumput. 
  • BVR, 1 liter
Metode Pembuatan :
  1. Tulang sapi yang sudah dimasak dan dibersihkan dari sisa sisa protein. 
  2. Jika menggunakan tulang yang masih memiliki protein, rebus tulang untuk menghilangkan semua protein dan lemak. Kemudian letakkan tulang di bawah matahari untuk benar-benar menghilangkan protein yang tersisa. 
  3. Langkah selanjutnya Panggang tulang pada suhu rendah di atas arang. 
  4. Ini adalah langkah penting untuk menghilangkan zat organik dari dalam tulang.
  5. Panggang tulang di atas bara api panas di atas,  ( coro jowone di ngingsor ) tulang di bolak balik agar arang tulang rata tanpa terbakar. Jangan memanggang tulang di atas api terbuka karena api akan membakar bagian luar tulang tanpa memasak bagian dalam.
  6. Tulang harus berwarna hitam arang tanpa bintik-bintik coklat atau putih. Bintik-bintik coklat atau putih menunjukkan bahwa tulang tidak dimasak secara menyeluruh atau tidak gosong sempurna. Pecahkan tulang menjadi potongan-potongan kecil, tapi hati-hati jangan sampai jadi Tepung ya. 
  7. Isi toples kaca/ keramik dengan 1 bagian potongan arang tulang. Kemudian tambahkan cuka secara bertahap. Rasio cuka dengan arang tulang yang tepat adalah : 1 : 10  dari berat bahan. Misalnya, Anda dapat menggunakan 500 ml BVR arang tulangnya 50 gram
  8. Tutup wadah dengan kain atau kertas dan ikat dengan karet gelang. 

Simpan di tempat teduh dengan suhu sekitar 73 ℉ hingga 77 ℉ selama 7 hari. Prosesnya selesai ketika tidak ada lagi pergerakan tulang dan tidak ada lagi pembentukan gelembung. Prosesnya biasanya memakan waktu sekitar 3-7 hari. Calsium fosfat Cair yang telah selesai akan berwarna coklat tanpa aktivitas yang gelembung

  • Calsium fosfat (WS-CaPo) digunakan pada tanaman sebelum dan sesudah periode penggantian.
  • Gunakan setelah pengenceran dengan air. Rasio pengenceran dasar adalah 1: 1000
  • Semprotkan Calsium fosfat WS-CaPo pada daun selama periode cross-over dan pertumbuhan vegetatif.
  • Gunakan Calsium fosfat WS-CaPo saat tanaman tumbuh.
  • Gunakan Calsium fosfat WS-CaPo saat pertumbuhan awal buruk.
  • Gunakan Calsium fosfat WS-CaPo ketika kuncup bunga memiliki diferensiasi yang lemah.
Gunakan sebagai air minum (1: 500) untuk ternak yang sedang hamil atau berovulasi.
  • Calsium fosfat WS-CaPo Dapat diberikan pada hewan selama masa kehamilan atau berkembang biak.

Saring cairan dari tulang, kemudian masukkan ke dalam botol yang telah kita persiapkan tadi tutup dengan rapat. tambahkan tulang ke tumpukan kompos.

Cara Aplikasi Calsium fosfat
  • Dalam Praktek Pertanian Alami & Pertanian Berkelanjutan
  • Dosis Pengenceran : 1 : 1000. Calsium fosfat spray atau Kocor ke perakar selama tahap pertumbuhan awal tanaman untuk membantu memperkuat struktur tanaman. 
  • Semprotkan Calsium fosfat Calsium fosfat yang diencerkan pada daun selama periode pertumbuhan Vegetatif. Tanaman dengan struktur kerangka yang kuat akan lebih tahan terhadap  serangan serangga. Begitu sebaliknya, aplikasi yang berlebihan akan menghasilkan tanaman yang kaku dan tidak menarik di pandang.  
  • Calsium fosfat ini juga bisa diberikan pada hewan ternak kita. Encerkan 1 bagian WCP dalam 500 bagian air. Calsium fosfat membantu untuk mendukung pengembangan sistem kerangka pada janin untuk Jenis Ruminansia, dan memperkuat cangkang untuk unggas petelur.

Calsium fosfat adalah pupuk tidak beracun dan merupakan aspek integral dari praktik pertanian organik. Tetapi juga aman, dan bahkan bermanfaat, untuk dikonsumsi binatang ternak. Saat kita merebus daging dan tulang kita bisa menggunakan sisa kaldunya untuk membuat Calsium fosfat Cair ini. untuk digunakan sebagai tonik kesehatan. Jika Anda memilih untuk membuat Calsium fosfat sebagai tonik kesehatan, pastikan untuk menggunakan tulang yang diberi makan rumput, BRV, dan wadah kaca untuk memastikan keamanan-Nya yang terpenting adalah semua bahan dan alat harus steril dan alami. Jangan gunakan cuka yang terbuat dari minyak bumi.

Manfaat Fospat (P)
Diambil dan diserap tanaman dalam bentuk H2PO4 - HPO4, secara umum fungsi di Fosfor (P) untuk tanaman dinyatakan sebagai berikut :
  • Merangsang pertumbuhan akar, khususnya akar Bening pada tanaman muda
  • Membantu asimilasi dan pernapasan sekaligus mempercepat pembungaan dan pematangan buah
  • Sebagai bahan mentah untuk pembentukan protein tertentu.
Gejala Kekurangan Fospat (P)
Warna daun akan terlihat tua dan sering tampak mengkilap. batang daun bercabang dan terdapat warna keunguan yang Lambat laun akan berubah menjadi warna kuning

Jika tanaman sudah berbuah, buah tampak kecil dan tidak metnarik dan akan cepat matang Mempercepat serta memperkuat pertumbuhan tanaman muda menjadi tanaman dewasa dan menaikkan prosentase bunga menjadi buah/biji

Manfaat Calsium (Ca)
Kalsium diambil dan diserap tanaman dalam bentuk : Ca++ Merangsang pertumbuhan bulu bulu akar
  • Berperan dalam pembuatan protein atau bagian yang aktif dari tanaman
  • Memperkeras batang tanaman dan sekaligus merangsang pertumbuhan biji
  • Menetralisir asam asam organik yang di hasilkan pada saat proses metabolisme tanaman terjadi
  • Kalsium yang terdapat pada batang dan daun dapat menetralisirkan senyawa atau kondisi keasaman tanah
Gejala Kekurangan Kalsium (Ca)
Tepi daun muda mengalami klorosis yaitu keadaan dimana jaringan tumbuhan, khususnya pada daun yang mengalami kerusakan atau gagalnya pembentukan klorofil, sehingga daun tidak berwarna hijau, tetapi kuning pucai cenderung putih, kuncup kuncup muda akan mati karena perakaran yang kurang sempurna.

Kalaupun ada daun yang muncul akan berubah warna menjadi kuning dan jaringan di beberapa tempat pada helai daun akan mati.

Kelebihan Kalsium (Ca)
Akar tanaman tidak dapat tumbuh memanjang dengan cepat Menghalangi pertumbuhan serta mekarnya daun dan kuncup baru Menghalangi pertumbuhan pada bagian tepi daun dan menyebabkan daun menjadi keriting.

Demikian penjelasan singkat tentang bagaimana cara membuat Calsium Fospat Cair sendiri dan apa manfaatnya bagi kesehatan tanaman. Semoga bermanfaat untuk meningkatkan produksi bidang pertanian organik di Indonesia tercinta.

Saung Tani
Hanif Miftahul Huda
D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet
Kab Demak Jawa Tengah 59573

Kontak Person

Facebook