Agriculture Farming Service

Agriculture Farming Service – Layanan pertanian modern yang membantu petani meningkatkan hasil panen melalui teknologi, manajemen lahan, dan solusi berkelanjutan

Breaking News

Breaking News! Simak kabar terbaru dan paling update hanya di sini. Kami hadir menyajikan informasi tercepat, akurat, dan terpercaya langsung dari lapangan. Jangan lewatkan momen penting yang sedang terjadi sekarang juga!

Seputar Olah Raga

Breaking News Olahraga! ⚽🏀🏸

Update tercepat tentang kabar olahraga terkini dari dalam dan luar negeri. Mulai dari sepak bola, bulu tangkis, basket, hingga olahraga trending lainnya. Simak informasi paling fresh dan jangan lewatkan momen bersejarah di dunia olahraga!

📌 Subscribe dan aktifkan notifikasi 🔔 biar nggak ketinggalan kabar terbaru.

Channel Katebat

KATEBAD ala kocak! 🤣🎥

Film pendek parodi yang menggabungkan berita terkini dengan sentuhan humor segar. Dijamin bikin ngakak tapi tetap ada pesan yang bisa dipetik. Tonton sampai habis, karena ending-nya bikin kaget!

📌 Jangan lupa Subscribe, kasih like 👍, dan share ke teman biar ikut ketawa bareng.

Info Seputar Megawati

Arabica Coffee House Kadınlar 1. Ligi, adalah nama resmi dari kompetisi Voleybol Kadınlar 1. Ligi di bawah naungan Türkiye Voleybol Federasyonu (TVF), yang kini menjadi penyelenggara utama dengan status nama sponsor

Tampilkan postingan dengan label PESTISIDA NABATI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PESTISIDA NABATI. Tampilkan semua postingan

24 Feb 2021

PENGELOMPOKAN BAHAN UNTUK PESTISIDA NABATI

PENGELOMPOKAN BAHAN UNTUK
PESTISIDA NABATI

Berikut Kami sajikan Daftar Bahan Alami yang bisa digunakan sebagai bahan Pertisida Nabati yang mudah didapatkan dari alam.
  • Babandotan ( Daun, Batang, dan Akar) Insektisida
  • Bawang (Umbi) Insektisida Fungisida
  • Bengkoang (Daun dan Biji) Insek
  • Brotowali (Batang) Insektisida
  • Cengkeh (Daun dan Bunga) Bakteri, Fungi, Atraktan
  • Gadung (Umbi) Rodent, Insektisida
  • Jarak (Biji dan Daun) Rodentisida/ Tikus Keong dll
  • Kecubung (Biji dan Daun) Insektisida
  • Dlingo (Rimpang) Insektisida dan Fungisida
  • Kunyit (Akar) Nemati dan Tikus
  • Mahani (Biji) Insektisida
  • Mimba (Biji dan Daun) Insektisida dan Nematoda
  • Pirectrum ( bunga ) insek
  • Sirsak ( daun), biji ) insek
  • Sirih ( daun ) bakteri, fungi
  • Sirkaya ( biji ) insek, nematoda
  • Tembakau ( daun ) insek
  • Tembelekan ( bunga dan daun) insek
  • Tuba ( akar) insek
  • Jahe ( akar) insek
Sebagai ilustrasi kita akan membuat pestisida berbahan tembakau yang sering saya sarankan karena mudah mendapatkannya untuk mengatasi ulat :
1.5 kg tembakau di rendam 10 litr air minimal 24 jam. dosis tambahan untuk per tangki1 gelas
  • PGPR  Harga Rp. 25.000/Liter
  • Fish Amino Acids Rp. 25.000/½Liter
  • Brown Rice Vinegar Rp. 50.000/Liter
  • Coryn Bacteria Harga Rp. 30.000/½Liter
  • Bio-Pestisida Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Polymixa Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Tricoderma Harga Rp. 50.000/Kg
  • Mikoriza Harga Rp. 50.000/Kg
  • Waiting Agen Rp. 30.000
  • Probiotik EXTRA 99 PLUS Rp. 20.000/Liter
  • Oriental Herbal Nutrien Rp. 25.000/Liter
  • Dekomposer EXTRA 88 Rp. 25.000/liter
  • Enzim Rp. 30.000/Liter
  • Desinfektan Rp. 20.000/Liter

Semoga bermanfaat
Wassalam...

Produk Pertanian :
Peternakan :
CV. Griya Tani
Office Address :
D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573 

Kontak Person

Copyright © 2020 CV. Griya Tani
All right NATURAL FARMING Indonesia

24 Jan 2021

BAHAN MEMBUAT PESTISIDA NABATI (PESNAB)

BAHAN MEMBUAT PESTISIDA NABATI
(PESNAB)
Bawang Putih (Allium sativum L)
Senyawa kimia lain yang dapat merusak membran jamur adalah saponin. Saponin mempunyai kerja merusak membran plasma dari jamur. 
Senyawa saponin dapat merusak sel membran sitoplasma jamur dengan cara meningkatkan permeabilitas membran sel jamur. Saponin dapat terkondensasi pada permukaan suatu benda atau cairan dikarenakan memiliki gugus hidrokarbon yang larut lemak (berada pada membran sel), sehingga dapat menyebabkan sel-sel pada membran sitoplasma Senyawa kimia flavoniod pada bawang putih juga memiliki aktivitas antijamur. 
Flavonoid yang berada di dalam sel jamur akan mengendapkan protein yang tersusun atas asam amino sebagai hasil translasi dari RNA. Gangguan pada pembentukan partikel protein dapat mencegah proses sintesis protein di dalam inti sel sehingga menyebabkan kematian pada sel jamur.
Cara Membuat :
Hancurkan 2 Siung Bawang Putih, rendam dalam 4 cangkir air selama 24 jam.
Tambahkan 14 Liter Air semprotkan ke tanaman.
Kunyit (Curcuma domestica)
Kandungan utama kunyit adalah minyak Atsiri dan Kurkuminoid.
kunyit mengandung minyak atsiri keton sesquiterpena yaitu turmeron dan artumeron. Senyawa-senyawa ini yang terkandung dalam kunyit memiliki aktifitas biologis sebagai anti bakteri, antioksidan dan anti hepatotoksik.
Penggunaan kunyit sebagai anti fungi telah dilakukan terhadap beberapa jenis jamur diantaranya Fusarium Udum ,
Coletotrichum Falcatum Went, Fusarium moniliforme J. Xanthomonas axonopodis pv. Manihotis dan Alternaria solani .
Hasil dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam kunyit dapat menghambat pertumbuhan miselium jamur, sehingga kunyit dapat dijadikan sebagai pengendali penyakit tanaman yang disebabkan oleh jamur.
Cara Membuatnya :
200 gram Kunyit dihaluskan lalu ditambah dengan 1 liter air dan direndam selama 24 jam. Tambahkan 14 Liter air
Lengkuas (Alpinia galanga (L) Wild)
Rimpang lengkuas mengandung lebih kurang 1% minyak essensial terdiri dari : 
Metil–Sinamat 48%, 
Sineol 20–30%, 
Eugenol, Kamfer 1%, 
Seskuiterpen– Pinen, Galangin, Galanganol dan beberapa senyawa Flavonoid.
Cara Membuat :
200 gram Lengkuas dihaluskan lalu ditambah dengan 1 liter air dan direndam (maserasi) selama 24 jam. Penggunaan untuk 14 Liter

Cengkeh (Syzygium Aromaticum)
Cengkeh  mengandung  Eugenol,  Eugenol  Asetat,  Kariofilen,  Sesquiterpenol  dan Naftalen. Bagian tanaman yang digunakan adalah daun.
Tumbuk halus 50-100 gram daun cengkeh kering, tambahkan air 500 ml. Rendam selama 24 jam
Dosis Penggunaan : 500 ml/tangki

Lidah Buaya (Aloe Barbadensis Milleer)
Bahan  kimia  yang  terkandung  dalam  tumbuhan Lidah Buaya ini antara     lain :
Saponin,  Flavonoida,  Polifenol  dan  Tanin.  
Bagian  tanaman  yang digunakan adalah daging.
Haluskan 4 Ruas Lidah Buaya lengkap dengan kulitnya, tambahkan air 1 Liter dan rendam selama 24 jam. Lidah buaya juga bisa dijadikan perekat alami pestisida nabati pengganti sabun.
Dosis Penggunaan : 500 ml/Tangki

Daun Mindi (Melia Azedarach)
Daun, buah dan biji Mindi Azedarach mengandung Saponin, Flavonoida dan Polifenol. Selain itu daun dan buahnya mengandung Alkaloida.

Sebanyak 1Kg Daun dan Biji Mindi ditumbuk dan dicampur dengan 10 liter air dan direndam selama 24 jam.
Dosis 250ml/Tangki

Pepaya (Carica Papaya)
Pepaya mengandung enzim papain, alkaloid karpaina, psudo karpaina, glikosid, karposid, saponin, beta karotene, pectin, d- galaktosa, L- arabinosa,  papain,  papayotimin  papain,  vitokinose,  glucoside  cacirin,  karpain, papain, kemokapain, lisosim, lipase, glutamin, dan siklotransferase. Bagian tanaman yang digunakan : daun
Sebanyak 1 kg daun pepaya ditumbuk dan dicampur dengan 10 liter air dan direndam selama 2 hari. Kemudian, larutan tersebut disaring dan siap digunakan.
Dosis 500ml/Tangki.

Putri Malu (Mimosa Pudica)
Putri  malu  mengandung  senyawa  mimosin,  asam  pipekolinat, tannin, alkaloid, dan  saponin.  Selain  itu,  juga  mengandung  triterpenoid,  sterol,  polifenol  dan flavonoid. Bagian  tanaman  yang  digunakan adalah daun, akar, seluruh bagian tanaman.
Tanaman sebanyak 1 kg dicuci  hingga bersih  kemudian dicacah,  dicampur dan  digiling sampai  halus. Rendam dalam 5 liter air selama 24 jam

Catatan : 
Cara Aplikasi Fungisida Nabati
Berbeda dengan pestisida kimia, pestisida nabati dalam pembuatan dan aplikasi bisa menggunakan lebih dari 1 bahan (bisa dicampur) karena sifatnya yang saling menguatkan dan melengkapi khasiat kandungan senyawa yang terkandung didalamnya.
Aplikasi dilakukan dengan cara : Saring dan tambahkan larutan pestisida nabati dengan air dengan  perbandingan 1 : 9 . Tambahkan sedikit sabun atau lidah buaya sebagai perekat. Semprotkan Pada sore hari .
Demikian Pembuatan Pestisida Nabati semoga bermanfaat bagi teman teman.
Wassalam.

Produk Pertanian :
  • PGPR  Harga Rp. 25.000/Liter
  • Fish Amino Acids Rp. 25.000/½Liter
  • Brown Rice Vinegar Rp. 50.000/Liter
  • Coryn Bacteria Harga Rp. 30.000/½Liter
  • Bio-Pestisida Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Polymixa Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Tricoderma Harga Rp. 50.000/Kg
  • Mikoriza Harga Rp. 50.000/Kg
  • Waiting Agen Rp. 30.000
Peternakan :
  • Probiotik EXTRA 99 PLUS Rp. 20.000/Liter
  • Oriental Herbal Nutrien Rp. 25.000/Liter
  • Dekomposer EXTRA 88 Rp. 25.000/liter
  • Enzim Rp. 30.000/Liter
  • Desinfektan Rp. 20.000/Liter
CV. Griya Tani
Office Address :
D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573 

Kontak Person

Copyright © 2020 CV. Griya Tani
All right NATURAL FARMING Indonesia

12 Nov 2020

MENGAPA BIOFUNGISIDA PENTING

Mengapa Biofungisida Penting untuk Pertanian Modern bio-pestisida

🌱 Mengapa Biofungisida Penting Buat Pertanian Masa Kini?

Halo sobat tani! 🚜 Kalau ngomongin soal pertanian, pasti musuh terbesar kita adalah penyakit tanaman. Udah capek-capek nanem, eh pas panen malah hasilnya jeblok gara-gara jamur, bakteri, atau hama. Menurut data FAO (Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia), tiap tahun sekitar 10% – 15% hasil pertanian hilang gara-gara penyakit tanaman. Bayangin aja, rugi banget kan?ah, solusi ramah lingkungan yang lagi naik daun sekarang adalah biofungisida

Selama ini banyak petani masih ngandelin fungisida kimia. Memang sih, hasilnya instan. Tapi lama-lama, efek sampingnya makin terasa :

  • Tanaman jadi resisten alias kebal. 🐝
  • Lingkungan tercemar 🌍
  • Organisme non-target (kayak lebah penyerbuk, ikan, bahkan hewan ternak) juga bisa kena imbas 🌱
  • Kesehatan manusia pun ikut terancam 🔄

Makanya, sekarang dunia pertanian mulai shifting ke yang lebih ramah lingkungan yaitu biofungisida. Nah, apa sih sebenernya biofungisida itu?

🌿 Apa Itu Biofungisida?

Biofungisida adalah fungisida berbasis hayati yang dibuat dari mikroorganisme atau metabolit alaminya. Mereka bekerja sebagai “pasukan baik” dari alam untuk melawan patogen tanaman tanpa merusak lingkungan, (kayak bakteri, jamur, virus) atau dari metabolit alami yang diproduksi organisme tersebut. Jadi bukan racun sintetis, tapi produk alami yang bisa mencegah sekaligus ngelawan penyakit tanaman.

Lebih gampangnya, biofungisida itu kayak “pasukan baik” dari alam yang bantu jagain tanaman kita dari serangan patogen. 👉 Bedanya sama fungisida kimia, biofungisida nggak merusak ekosistem dan lebih aman buat kesehatan.

💡 Kenapa Biofungisida Jadi Primadona?

Nah, ini dia poin yang bikin biofungisida makin naik daun :

  • Aman untuk manusia dan hewan : Targetnya cuma penyakit tanaman, bukan serangga baik kayak lebah, kupu-kupu, atau musuh alami hama. Jadi ekosistem tetap seimbang.
  • Ramah lingkungan : Bahan aktif biofungisida gampang terurai di alam lewat cahaya matahari, mikroba tanah, atau tanaman itu sendiri. Jadi nggak ninggalin residu berbahaya.
  • Memperbaiki kesuburan tanah : Beberapa biofungisida bukan cuma nahan penyakit, tapi juga bisa merangsang pertumbuhan akar, ningkatin serapan nutrisi, dan memperbaiki kondisi tanah.
  • Dibuat dari bahan terbarukan : Umumnya dibuat dari bahan-bahan alam kayak dedak gandum, jagung, bungkil, atau sisa tanaman lain. Jadi produksi biofungisida nggak bikin ketergantungan sama sumber daya tak terbarukan (kayak minyak bumi atau batubara).

🔎 Jenis-Jenis Biofungisida

Biar makin jelas, yuk kita bedah beberapa jenis biofungisida yang populer di dunia pertanian :

1. Antibiotik Pertanian

Metabolit sekunder dari mikroba yang menekan patogen tanaman. Contoh :

  • 👉 Jinggangmycin.
  • 👉 Polyoxymycin.
  • 👉 Streptomycin.

Mereka ini jadi ujung tombak pengendalian penyakit dengan cara yang lebih natural.

2. Fungisida Bakteri

Nah, yang lagi hits banget adalah Bacillus spp. kayak Bacillus subtili, seperti :

  • 👉 Bacillus subtilis: Yang efektif melawan Fusarium
  • 👉 Rhizoctonia: Bertugas sebagai pelindung dan sekaligus dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman

3. Fungisida Jamur

  • Trichoderma spp. 👉 efektif melawan hawar, pythium, botrytis.
  • Mikoriza 👉 meningkatkan daya serap akar hingga 1000x lipat.

4. BVR dan Metarhizium Anisopliae

Dua jamur keren yang bukan cuma jadi biofungisida, tapi juga bisa dipakai sebagai bioinsektisida :

  • 👉 Beauveria bassiana: 👉 spora jamurnya bisa nembus dinding tubuh serangga, nyerap nutrisinya, terus bikin hama mati pelan-pelan. Hama yang kena biasanya berubah warna jadi putih.
  • 👉 Metarhizium anisopliae: 👉 lebih ke warna hijau, dia ngeluarin enzim buat ngancurin kitin di tubuh hama. Cocok banget buat ngatasi belalang, ulat, sampai kumbang.

Apa Bedanya...?

  • 👉 Beauveria bassiana: Lebih ke produksi racun yang ganggu fisiologi hama.
  • 👉 Metarhizium anisopliae: Lebih ke enzim yang ngerusak tubuh serangga.

🚀 Biofungisida = Masa Depan Pertanian

Dengan keunggulannya, biofungisida adalah solusi pertanian modern: murah, aman, efektif, dan ramah lingkungan, jadi sangat cocok digunakan oleh para petani muda yang orientasikan hasil panen yang lebih sehat.

  • 👉 Lebih murah jangka panjang.
  • 👉 Aman buat kesehatan.
  • 👉 Efektif ngendaliin penyakit.
  • 👉 Dan yang paling penting : ramah lingkungan.

Kalau makin banyak petani yang beralih ke biofungisida, bukan cuma hasil panen yang meningkat, tapi juga kualitas tanah dan lingkungan ikut terjaga. 🌱

✨ Penutup

Biofungisida adalah solusi nyata buat pertanian berkelanjutan. Yuk mulai beralih ke cara bertani yang alami, ramah lingkungan, dan efektif. Jangan lupa share biar makin banyak petani yang melek teknologi hijau! 🌍💚

📦 Produk Pertanian & Peternakan CV. Griya Tani

  • PGPR 👉 Rp 25.000/Liter
  • Fish Amino Acids 👉 Rp 25.000/½ Liter
  • Brown Rice Vinegar 👉 Rp 50.000/Liter
  • Coryn Bacteria 👉 Rp 30.000/½ Liter
  • Bio-Pestisida 👉 Rp 30.000/Liter
  • Bio-Polymixa 👉 Rp 30.000/Liter
  • Bio-Trichoderma 👉 Rp 50.000/Kg
  • Mikoriza 👉 Rp 50.000/Kg

🐓 Produk Peternakan

  • Probiotik EXTRA 99 PLUS 👉 Rp 20.000/Liter
  • Oriental Herbal Nutrien 👉 Rp 25.000/Liter
  • Dekomposer EXTRA 88 👉 Rp 25.000/Liter
  • Enzim 👉 Rp 30.000/Liter
  • Desinfektan 👉 Rp 20.000/Liter

📍 Alamat: Jl. K Mustajib RT 001/002, Kel. Kunir, Kec. Dempet, Kab. Demak, Jawa Tengah – 59573

📞 Hubungi via WhatsApp / Facebook

© 2025 CV. Griya Tani | Natural Farming Indonesia

11 Sep 2020

22 DAFTAR BAHAN PENTISIDA ALAMI

 22 DAFTAR BAHAN PESTISIDA ALAMI


Pestisida Organik atau Pestisida Nabati adalah pestisida yang dibuat dari bahan-bahan organik seperti tumbuhan/tanaman atau hewan. Dari sekian banyak bahan-bahan organik yang mengandung zat aktif pengendali hama dan penyakit tanaman didominasi oleh tumbuhan. Jenis-jenis tumbuhan tersebut banyak terdapat disekitar kita, hanya saja mungkin sebagian besar belum diketahui. Tumbuhan atau tanaman yang bermanfaat untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman bermacam-macam, diantaranya adalah tumbuhan liar/semak belukar, herbal maupun tanaman budidaya. Beberapa jenis tanaman komoditi pertanian sudah terbukti efektif untuk mengendalikan hama tertentu, misalnya adalah tembakau yang bisa digunakan untuk mengendalikan hama kutu dan tungau. Sebagian tanaman bersifat sebagai repellent (penolak hama) dan ada pula yang bersifat membunuh dan menghambat perkembangan hama. Untuk mengurangi dampak negatif penggunaan pestisida kimia, upaya perlindungan tanaman dilakukan berbasis pada pengelolaan ekosistem secara terpadu dan berwawasan lingkungan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan tanaman sebagai pengendali hama.
NO NAMA BAHAN YANG DIGUNAKAN KEGUNAAN
1 Aglaia Kulit Batang Daun Insektisida
2 Babandotan Daun Batang Akar Insektisida Nematisida
3 Bawang Putih Umbi Insektisida Fungisida Nematoda
4 Brotowali Batang Insektisida
5 Cengkeh Daun Bunga Bakterisida Fungisida Insektisida
6 Daun Wangi Daun Atraktan
7 Gadung Umbi Rodentoda
8 Jarak Biji Daun Insektisida Rodentisida Nematoda
9 Jarak Pagar Biji Daun Insektisida
10 Jeringau Rimpang Fungisida
11 Kipait Daun Rapellen
12 Kunyit Rimpang Nematisida
13 Lerak Buah Biji Rodentisida Piscisida Insektisida
14 Mahoni Buah Biji Insektisida
15 Mimba Biji Insektisida
16 Nilam Daun Insektisida
17 Lempuyang Rimpang Insektisida
18 Selasih Daun Atraktan
19 Sereh Wangi Batang Daun Insektisida Fungisida
20 Sirih Daun Bakterisida
21 Tembakau Bunga Daun Insektisida
22 Akar Tuba Akar Piscisida Insektisida
Demikian Daftar bahan yang dapat digunakan untuk Membuat Pestisida Organik semoga bermanfaat dan bisa merungangi biaya operasional, sebagai petani harus jeli dan mau sedikit bekerja lebih keras mempersiapkan segala amunisi yang dibutuhkan. Jadikan lahan pertanian yang kita miliki sebagai laboratorium kita sendiri. 
Wassalam.... 

Produk Pertanian :
  • PGPR  Harga Rp. 25.000/Liter
  • Fish Amino Acids Rp. 25.000/½Liter
  • Brown Rice Vinegar Rp. 50.000/Liter
  • Coryn Bacteria Harga Rp. 30.000/½Liter
  • Bio-Pestisida Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Polymixa Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Tricoderma Harga Rp. 50.000/Kg
  • Mikoriza Harga Rp. 50.000/Kg
  • Waiting Agen Rp. 30.000
Peternakan :
  • Probiotik EXTRA 99 PLUS Rp. 20.000/Liter
  • Oriental Herbal Nutrien Rp. 25.000/Liter
  • Dekomposer EXTRA 88 Rp. 25.000/liter
  • Enzim Rp. 30.000/Liter
  • Desinfektan Rp. 20.000/Liter
CV. Griya Tani
Office Address :
D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573 

Kontak Person

Copyright © 2020 CV. Griya Tani
All right NATURAL FARMING Indonesia

4 Sep 2020

TERAPKAN 6 TEKNIK RAHASIA INI UNTUK MENGATASI INFEKSI JAMUR PATOGEN

TERAPKAN 6 TEKNIK RAHASIA INI UNTUK MENGATASI INFEKSI JAMUR PATOGEN


Fungisida adalah jenis obat untuk penyakit tanaman yang disebabkan oleh Jamur Fungisida juga digunakan untuk mengontrol dan mengurangi populasi jamur patogen. Namun penting untuk kita ketahui penyebab dan gejala yang muncul sebelum memutuskan penggunaan Fungisida ini.
Alasan utama penggunaan fungisida Organik ini adalah untuk :
Fungisida Organik dapat meningkatkan Produktivitas benih dan mengurangi noda pada tanaman.
Memperpanjang daya simpan dan kualitas hasil panen.
Mengontrol penyakit selama pengembangan tanaman.

Untuk membuat Fungisida Nabati, beberapa produsen mengekstrak komponen seperti Sabadilla, Piretrin, dan Rotenon dari tanamannya. Fungisida ini tentunya lebih aman bagi lingkungan. Mereka juga jauh lebih aman bagi orang yang menerapkannya dibandingkan dengan opsi pengendalian hama bahan kimia.  Fungisida Nabati Bio-Fu menggunakan fungisida nabati dalam beberapa anti jamurnya untuk tanaman.
Minyak Fungisida
Fungisida dari Minyak Organic ini meminimalkan penyebaran Patogen melalui :
Kontrol atas vektor yang membawanya, misalnya kutu daun dan tungau.
Pengendalian thrips yang, pada gilirannya, mengurangi penyebaran virus mosaik pada tanaman tembakau.
Pengelolaan yang efektif untuk embun tepung di lahan pertanian Anda.
Banyak varietas tanaman yang sensitif terhadap minyak. Pada tumbuhan runjung, kerusakan meluas dari daun seperti jarum, yang kehilangan warnanya yang agak biru dan menyebabkannya menjadi gelap. Pada tanaman berdaun lebar, kerusakan minyak menyebabkan warna menguning yang kemudian membentuk luka yang terciprat air, menjadi gelap sebelum akhirnya mati. Hal ini dapat mempersulit berkebun yang aman, itulah sebabnya kami berusaha membuatnya lebih mudah dengan persediaan organik kami.
Minyak hortikultura adalah produk taman yang diperoleh saat memurnikan minyak mineral untuk mengusir polutan yang dapat merusak tanaman. Minyak sulingan akhir dicampur dengan spesialis pengemulsi seperti JWA yang memungkinkan minyak bercampur dengan air. 
Kelembapan yang tinggi dapat mencegah pembuangan minyak dengan cepat, yang dapat menambah fitotoksisitas tanaman . Kami menawarkan rangkaian konsentrat fungisida yang paling cocok untuk tujuan berkebun ini karena ekstrak tumbuhannya tidak akan menyebabkan kerusakan atau kerusakan minimal pada tanaman. Dianjurkan untuk mengaplikasikan Konsentrat Oil ketika kelembapan relatif di bawah 65% sehingga oil dapat menghilang dengan cepat. Ini lebih baik untuk kebun dan tanaman Anda.
Minyak Neem adalah ekstrak dari pohon Neem. Pada persentase ekstrak 70%, minyak neem dapat membunuh spora embun tepung, vektor serangga, dan telur dari berbagai serangga merayap yang dapat mempengaruhi taman. Ada beberapa kerugian signifikan pada minyak neem untuk taman Anda, misalnya :
Ini beracun bagi hewan, 
Ini menyebabkan muntah dan kantuk saat tertelan oleh anak-anak, jadi berhati-hatilah dalam menyimpan Minyak Neem ini.

Natrium Bikarbonat dapat berhasil melawan infeksi pada tanaman bila digunakan dengan Minyak Holtikultura. Fungisida Nabati ini selalu dianjurkan karena keefektifannya, kalium bikarbonat dan amonium bikarbonat memberikan pengendalian penyakit yang disebabkan oleh Infeksi jamur patogen. Amonium Bikarbonat ini memiliki keuntungan tambahan karena memberikan nitrogen dan kalium, yang merupakan mineral berguna bagi tanaman dan lahan pertanian.
Sulfur dapat menjadi fungisida pencegahan terhadap jamur, bintik hitam kecoklatan pada daun, dan berbagai infeksi pada tanaman. Belerang mencegah pertumbuhan spora yang menular, segera lakukan penyemprotan ketika ada serangan jamur, sebelum infeksi menyebar. Belerang juga memiliki bau yang tidak sedap, dan jika cukup tertelan dapat menyebabkan sensasi terbakar atau diare.
Namun demikian Anda tidak boleh menggunakan belerang apa pun ketika suhu udara berpotensi melebihi 80 ° F untuk mengurangi bahaya kerusakan tanaman. Beberapa tanaman sangat sensitif terhadap belerang, jadi ingatlah itu. 
Tembaga dapat membunuh jamur dan mikroba pada beberapa tanaman secara memadai. Para petani harus berhati-hati untuk menjaga tembaga agar tidak merusak tanaman inang dengan menggunakan secara hemat pada konsentrasi rendah. Tembaga sulfat adalah salah satu fungisida tembaga alami yang paling awal digunakan. 
Tembaga tidak hanya bersifat fungisida. Campuran Bordeaux juga bersifat bakterisidal, yang berarti efektif melawan infeksi yang disebabkan oleh jamur dan bakteri. Keberhasilannya dari campuran Bordeaux sebagian berkat kemampuannya untuk terus berlanjut melalui hujan musim semi dan melekat pada membran tanaman. Yang disebut " Bordeaux Blend "  Tembaga Sulfat dan kapur aktif  dengan perbandingan sekitar 0.5:50% air. Tembaga, mirip dengan belerang, bisa bersifat fitotoksik. Jadi berhati-hatilah saat mengaplikasikan Fungisida Jenis ini.

Demikian penjelasan tentang cara membuat Fungisida Nabati semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita tentang ilmu pertanian, jika ada yang ingin di tanyakan silahkan tinggalkan Komentar.
Wassalam....

Produk Pertanian :
  • PGPR  Harga Rp. 25.000/Liter
  • Fish Amino Acids Rp. 25.000/½Liter
  • Brown Rice Vinegar Rp. 50.000/Liter
  • Coryn Bacteria Harga Rp. 30.000/½Liter
  • Bio-Pestisida Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Polymixa Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Tricoderma Harga Rp. 50.000/Kg
  • Mikoriza Harga Rp. 50.000/Kg
  • Waiting Agen Rp. 30.000
Peternakan :
  • Probiotik EXTRA 99 PLUS Rp. 20.000/Liter
  • Oriental Herbal Nutrien Rp. 25.000/Liter
  • Dekomposer EXTRA 88 Rp. 25.000/liter
  • Enzim Rp. 30.000/Liter
  • Desinfektan Rp. 20.000/Liter
CV. Griya Tani
Office Address :
D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573 

Kontak Person

Copyright © 2020 CV. Griya Tani
All right NATURAL FARMING Indonesia

30 Agu 2020

CARA MEMBUAT PESTISIDA NABATI DENGAN MUDAH

 CARA MEMBUAT PESTISIDA NABATI DENGAN MUDAH

Pestisida Nabati Untuk Mengendalikan Hama Serangga
Ekstrak Daun Sirsak
Sebagai Pestisida Nabati Untuk Mengendalikan Kutu Daun
Salah satu bahan alami yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan pestisida alami adalah daun sirsak sebagai bahan dalam pembuatan pestisida nabati untuk mengendalikan hama kutu daun dan juga thrips. Pestisida nabati ini dibuat dari bahan utama daun sirsak. 

Bahan Yang Dibutuhkan :
Daun sirsak : 100 lembar
Sabun colek : 2-3 sendok makan
Air : 1,5 liter

Cara Pembuatan :
Rebus daun sirsak dengan 1,5 liter air, hingga air yang tersisa sebanyak 1 liter.
Setelah itu tambahkan sabun colek kedalam larutan yang dihasilkan.
Untuk pemakaiannya, campurkan 1 liter larutan pestisida dengan 14 liter air.
Masukkan campuran pestisida dengan air ke dalam tangki sprayer, lalu semprotkan pada tanaman. Waktu penyemprotan sebaiknya dilakukan pada pagi hari sebelum jam 10.00 atau sore hari dari jam 15.00 hingga maghrib. Penyemprotan dapat dilakukan 2 kali dalam seminggu. Yang perlu diingat pada penggunaan ekstrak sirsak ini adalah bahwa pemakaian harus dilakukan beberapa kali, jangan hanya satu kali. Sebab pemakaian secara rutin akan dapat senantiasa melindungi dan mencegah tanamam dari hama kutu daun dan thrips. Ekstrak daun sirsak dapat disimpan hingga 12 bulan sejak dari pembuatan. Namun demikian sebaiknya segera digunakan agar dapat memberikan manfaat secara maksimal.
Feromon Kelamin Dan Sistem Syaraf dari Minyak Selasih
Sex fheromone yaitu feromon yang dihasilkan oleh serangga betina atau jantan pada kelenjar yang terletak pada ujung abdomen.
Cara Membuat Minyak Selasih Berikut Tahapan Dan Proses-Nya :
Bahan baku (daun dan bunga selasih) dimasukan ke dalam ketel pemasok yang terlebih dahulu ketel tersebut diisi air + 10 liter.
Menyalakan kompor dan menghidupkan pompa sirkulator dengan cara menyambungkan kabel sirkulator ke saklar listrik.
Setelah kurang lebih 30 menit air di dalam ketel akan mendidih dan menghasilkan uap yang terus menerus akan mengalir menembus celah-celah bahan baku sehingga mengakibatkan uap tersebut akan membawa minyak dari daun dan bunga selasih.
Uap air yang mengandung minyak akan terus menerus mengalir melalui pipa penyalur uap menuju ketel pendingin, pada bagian ketel pendingin bagian pipa yang terendam air akan mendinginkan uap air di dalam pipa, sehingga terjadi kondensasi uap air menjadi air sulingan selasih.
Air sulingan secara terus menerus mengalir yang ditampung pada bagian corong pemisah.
Air sulingan yang tertampung, berdasarkan perbedaan berat jenis antar air dan minyak akan terjadi perbedaan posisi /level yaitu untuk bagian atas adalah bagian minyak selasih sedangkan pada bagian bawahnya adalah air sisa penyulingan.
Untuk memperoleh minyak selasih murni, berikutnya adalah membuang air sisa penyulingan dengan cara membuka kran corong pemisah secara perlahan-lahan.
Bagian minyak yang tersisa di dalam corong pemisah dipindahkan pada botol yang dapat ditutup rapat dengan cara memakai pipet atau jarum penyuntik.
Minyak selasih siap digunakan sebagai atraktan lalat buah dengan cara meneteskan pada kapas yang diletakan di dalam botol perangkap sebanyak 0,-0,2 ml.
Air sisa penyulingan yang dibuang dari corong pemisah masih dapat dimanfaatkan sebagai atraktan lalat buah, namun dosis untuk air sulingan tersebut ditambah atau diperbanyak menjadi 2–3 ml setiap perangkap dan diulangi seminggu sekali.
Proses pembuatan minyak selasih berlangsung selama 5 jam, dari bahan baku sebanyak 10 kg dapat menghasilkan minyak selasih antara 5–30 ml, hal ini tergantung dari jenis selasih yang disuling serta umur tanaman selasih. Sedangkan sisa air penyulingan setiap kali proses didapat sebanyak + 3 liter.
Ekstrak Daun Mimba 
Daun Mimba Sebagai Pestisida Nabati Untuk Mengendalikan Kutu Sisik
Pestisida Nabati ini dapat digunakan untuk mengendalikan kutu sisik pada tanaman yang kita budidayakan.
Bahan-bahan :
Daun nimba : 1 kg
Air: 10 liter
Cara pembuatan Pestisida ini cukup sederhana yaitu dengan merebus 1 kg daun nimba dengan 10 liter air hingga mendidih.
Dinginkan larutan sebelum diaplikasikan pada tanaman.

Umbi Gadung Untuk Mengendalikan Ulat dan Hama Penghisap
Umbi Gadung mengandung diosgenin, steroid saponin, alkohol dan fenol. Selain untuk mengendalikan hama tikus, umbi gadung juga efektif untuk mengendalikan ulat dan hama penghisap.
Cara Pembuatan :
Tumbuk halus 500 gr umbi gadung dan peras dengan batuan katong kain halus.
Tambahkan 10 liter air , aduk rata dan siap di semprotkan ke tanaman.
Pestisida Nabati Untuk Mengendalikan Hama Trips
Bahan-bahan :
1kg Bawang Putih, tambahkan 
100 cc EM4 dan Gula Merah 100 gr.
Cara membuat :
Aduk bahan sampai rata dan larutkan dalam 5 liter air. Diamkan / fermentasikan selama 1 minggu. Saat digunakan saring dahulu.
Cara Aplikasi :
Dengan melarutkan pada air dengan perbandingan 1:20, efektif mengendalikan thrips pada tanaman cabai.

Daun Sirih Hutan
Daun sirih hutan mengandung ” fenol dan kavokol “. Efektif untuk hama penghisap.
Cara Pembuatan:
Tumbuk halus 1 kg daun sirih hutan segar, 3 siung bawang merah, 5 batang serai.
Tambahkan air 8 – 10 liter air, 50 gr deterjen dan diaduk rata.
Saring dengan kain halus
Siap disemprotkan ke tanaman.
Biji Jarak
Biji Jarak mengandung “Reisin dan Alkaloit” , efektif untuk mengendalikan ulat dan hama penghisap (dalam bentuk larutan ), Juga efektif untuk mengendalikan nematoda/cacing (dalam bentuk serbuk).
Cara Pembuatannya :
Tumbuk 1 biji jarak dan panaskan selama 10 menit dalam air 2 liter, tambahkan 2 sendok makan minyak tanah dan 50 gr deterjen lalu diaduk.
Saring larutan hasil perendaman, tambahkan air kembali 10 liter.
Siap dipergunakan dengan cara di semprot kan ke tanaman.
Daun Sirsak Dan Jeringau
Rimpang jeringau mengandung Arosone, Kalomenol, Kalomen, Kalomeone, Metil eugenol, Eugenol
Efektif untuk mengendalikan hama wereng coklat.
Cara Pembuatan :
Tumbuk halus segenggam daun sirsak , segenggam rimpang jeringau, 20 siung bawang putih.
Rendam dalam air sebanyak 20 liter, di + 20 gr sabun colek, aduk rata dan di biarkan semalam.
Saring dengan kain halus.
Encer kan 1liter pestisida dengan 50 -60 liter air
siap di semprotkan ke tanaman.

Pestisida Nabati Untuk Hama Padi
Bahan-bahan :
3.5 kg kunyit (haluskan)
3.5 kg temulawak (haluskan), 
3 kg temu hitam (haluskan),
3 buah maja (haluskan), 
100 liter urine sapi.
Cara membuat :
Tuang urine ke dalam tong. Kemudian campur kunyit, temulawak, temu hitam, dan buah maja yang telah halus, lalu masukkan campuran ini kedalam karung plastik dan ikat. Campuran direndam dalam urine sapi dan aduk tiap tiga hari sekali. Satu bulan karung plastik baru diangkat dan pestisida urinsa siap digunakan. Efektif mengendalikan hama tanaman padi.
Pestisida Nabati untuk Hama Kutu
Bahan-bahan :
Daun mindi 2 kg,
Tembakau 2 kg,
Brotowali 2 kg, 
Buah Mengkudu 5 kg,
Andaliman 1 kg.
Cara membuat :
semua bahan dihaluskan dengan cara menumbuk. Bahan-bahan tersebut direndam/dilarutkan dalam air 10 liter. Simpan selama lima hari dalam wadah yang tertutup rapat .
Kegunaan :
Pestisida dilarutkan pada media air dengan perbandingan 1:30. Efektif mengendalikan hama kutu kebul pada cabai, tungau, jenis ulat dan lainnya.
Bahan dan cara membuat Pestisida nabati berkwalitas diatas bisa Anda cari di lingkungan sekitar. Praktis dan murah. 
Pestisida Nabati Untuk Mengendalikan 

Demikian Penjelasan singkat tentang cara membuat Pestisida sendiri semoga bermanfaat

Produk Pertanian :
  • PGPR  Harga Rp. 25.000/Liter
  • Fish Amino Acids Rp. 25.000/½Liter
  • Brown Rice Vinegar Rp. 50.000/Liter
  • Coryn Bacteria Harga Rp. 30.000/½Liter
  • Bio-Pestisida Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Polymixa Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Tricoderma Harga Rp. 50.000/Kg
  • Mikoriza Harga Rp. 50.000/Kg
  • Waiting Agen Rp. 30.000
Peternakan :
  • Probiotik EXTRA 99 PLUS Rp. 20.000/Liter
  • Oriental Herbal Nutrien Rp. 25.000/Liter
  • Dekomposer EXTRA 88 Rp. 25.000/liter
  • Enzim Rp. 30.000/Liter
  • Desinfektan Rp. 20.000/Liter
CV. Griya Tani
Office Address :
D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573 

Kontak Person

Copyright © 2020 CV. Griya Tani
All right NATURAL FARMING Indonesia

1 Jul 2020

CARA MUDAH MEMBUAT SENDIRI PESTISIDA NABATI

CARA MUDAH MEMBUAT SENDIRI
PESTISIDA NABATI DAN PESTISIDA HAYATI


Dalam sistem pertanian organik yang dikelola dengan baik, hama dan gulma dianggap sebagai bagian dari sistem itu sendiri karena mereka biasanya tidak lepas kendali. Seperti di alam, bahkan dalam ekosistem pertanian, predator muncul dan tampaknya melakukan pekerjaan dengan baik jika mereka tidak terganggu (yang akhirnya dilakukan oleh pestisida - spesies target mengembangkan resistensi, spesies predatornya terbunuh, dan hasilnya adalah peningkatan besar dalam populasi hama tanpa adanya pemeriksaan alami).
Banyak petani organik percaya, dan mungkin memang benar, bahwa setiap pestisida, bahkan alami atau biologis, tidak boleh digunakan. Banyak petani menggunakan profilaksis seperti urin sapi yang diencerkan dan vermiwash (cairan dari tangki kascing ) yang keduanya juga dapat digunakan dalam kekuatan yang lebih besar sebagai pestisida. Biodinamik , Mikroorganisme Efektif.
Ketika profilaksis tidak berfungsi, dan populasi hama mencapai proporsi di mana kerugian ekonomi adalah jaminan, ada sejumlah metode pengendalian hama non-kimia. Ini termasuk, antara lain :
Mengambil hama dengan tangan (misalnya hama adalah ulat besar)
Penggunaan perangkap feromon
Penggunaan perangkap cahaya (untuk ngengat dan serangga lain)
Penggunaan spesies predator (titik perdebatan)
Menanam tanaman perangkap (mis. Mustard dengan kubis; Jagung di sekitar kapas)
Penggunaan pestisida mikroba dan agen biologis seperti Heliothis, Spodoptera,    Trichogramma, Trichoderma, dll.
Menggunakan pestisida alami yang mudah disiapkan
Untuk menyiapkan Bio-Pestisida Alami, sejumlah tanaman dapat digunakan. Mimba, Jahe, Vitex Negundo (pohon pivet India), Apel Custard (biji), Pongamia Pinnata (pongam / karanj), Asafoetida, Kunyit, Bawang Putih, Tembakau, Nux Vomica, Tulsi dan Lilac Persia, termasuk di antara banyak tanaman yang biasa digunakan dalam pengendalian hama. Setiap hama membutuhkan persiapan khusus
Pembuatan bahan alami untuk pestisida dan obat-obatan pertanian cukup mudah dilakukan dan hanya memerlukan ketelatenan. Berikut 9 tanaman yang bisa dimanfaatkan sebagai pestisida alami.

Ekstrak Mimba
Temu-Temuan (Temu Hitam, Kencur, Kunyit)
Tembelekan (Lantara camara)
Tanaman ini mengandung beberapa komponen aktif. Dari beberapa komponen aktif tersebut ada empat senyawa yang diketahui berfungsi sebagai pestisida yaitu azadirachtin, salannin, nimbinen dan meliantriol.
Ekstrak mimba efektif untuk mengendalikan serangga bertubuh lunak (200 spesies) antara lain belalang, thrips, ulat, kupu-kupu putih, dan lain-lain. Ekstrak mimba sebaiknya disemprotkan pada daun, disiramkan pada akar agar bisa diserap tanaman dan untuk mengendalikan serangga di dalam tanah. 
Disamping itu dapat juga untuk mengendalikan jamur (fungisida) pada tahap preventif, menyebabkan spora jamur gagal berkecambah. 
Bahan diambil dari Daunnya, yang kemudian ditumbuk halus dengan dicampur urine (air kencing) kelinci. Campuran ini diencerkan dengan air dengan perbandingan 1 : 2 - 6 liter. Gunakan untuk mengendalikan berbagai jenis serangga penyerang tanaman.

Tembakau (Nicotium tabacum)
Tembakau dikenal sebagai Pestisida Organik karena senyawa yang dikandung adalah nikotin. Bahan aktif yang berperan dalam mengendalikan serangga hama adalah senyawa nikotin dan turunannya antara lain alkaloid nikotin, nikotin sulfat dan senyawa nikotin lainnya. Senyawa ini bekerja sebagai racun kontak, racun perut dan fumigan. 
Nikotin berperan sebagai racun kontak bagi serangga seperti: ulat perusak daun, aphids, triphs, dan pengendali jamur (fungisida).

Sirsak (Annona muricata)
Sirsak mengandung annonain dan resin. Senyawa ini efektif mengendalikan hama trips. Jika ditambah daun tembakau, sirsak akan efektif mengendalikan hama belalang dan ulat. Sedangkan jika ditambah jeringau dan bawang putih, akan efektif untuk mengendalikan hama wereng coklat.

Kucai (Allium schonaoresum) 
Kalau menggunakan kucai, cara meramunya adalah dengan menyeduhnya, yang kemudian didinginkan. Kemudian saring. Air saringannya ini mampu untuk memberantas hama yang biasanya menyerang tanaman mentimun.

Bawang Putih (Allium sativum)
Bawang putih secara alami akan menolak banyak serangga. Tanamlah di sekitar pohon buah dan lahan sayuran untuk membantu mengurangi masalah-masalah serangga. 
Bawang putih, begitu juga dengan bawang bombai dan cabai, digiling, tambahkan air sedikit, dan kemudian diamkan sekitar 1 jam. Lalu berikan 1 sendok makan deterjen, aduk sampai rata, dan kemudian ditutup. Simpan di tempat yang dingin selama 7 - 10 hari. Bila ingin menggunakannya, campur ekstrak tersebut dengan air. Campuran ini berguna untuk membasmi berbagai hama tanaman, khususnya hortikultura.

Bawang Merah (Allium cepa)
Kulit bawang merah adalah bagian terluar atau pembalut dari daging bawang merah yang berpotensi dapat membunuh hama serangga pada tanaman. Kulit bawang merah mengandung senyawa acetogenin. 
Pada konsentrasi tinggi, senyawa tersebut memiliki keistimewaan sebagai anti-feeden sehingga serangga tidak nafsu makan. Sedangkan pada konsentrasi rendah, akan menyebabkan terganggunya proses pencernaan dan merusak organ-organ pencernaan, yang mengakibatkan kematian pada hama serangga.

Ekstrak daun Lantana camara mengandung senyawa yang termasuk alelokimia yaitu lantaden A dan lantaden B. Daun dan cabang tembelekan dikeringkan lalu dibakar. Abunya dicampur air dan dipercikkan ke tanaman yang terserang hama, baik yang berupa kumbang maupun pengerek daun.

Pepaya (Carica papaya)
Ambil daun papaya sebanyak kurang lebih 1 (satu) kilogram, atau kira-kira sekitar 1 (satu) kantong plastik kresek besar. Lalu dilumatkan (bisa diblender) dan dicampurkan dalam 1 (satu) liter air, kemudian dibiarkan selama kurang lebih 1 (satu) jam. Langkah berikutnya disaring, lalu ke dalam cairan daun papaya hasil saringan ditambahkan lagi 4 (empat) liter air dan 1 (satu) sendok besar sabun. 
Ampas lumatan daun papaya bisa dimasukkan ke dalam komposter untuk tambahan bahan kompos. Cairan air papaya dan sabun sudah dapat digunakan sebagai pestisida alami. Semprotkan cairan ini pada hama-hama yang mengganggu tanaman kita. 

Semprotan pestisida air papaya dan sabun ini dapat membasmi aphid (kutu daun), rayap, hama-hama ukuran kecil lainnya, termasuk ulat bulu.

Semoga Bermanfaat

Ikuti Artikel selanjutnya Kritik dan Saran Kami sangat menghargai-Nya



Saung Tani

Hanif Miftahul Huda
DS. Bandung Kidul RT 001 RW 002 Kel. Kunir
Kec. Dempet Kab Demak 59573
Kontak Kami

30 Apr 2020

MEMBUAT PEREKAT PESTISIDA

MEMBUAT PEREKAT PESTISIDA


Assalamualaikum Wr Wb
Berjumpa lagi dengan Petani Gendeng...

Dalam postingan kali ini saya mau berbagi cara membuat perekat pestisida dengan mudah dan murah. Ilmu ini saya dapatkan secara tidak sengaja (trial error), setelah mencari beberapa referensi dari para senior ternyata jawabannya kurang memuaskan saya. tapi dengan mengevaluasi apa saja kekurangan kelebihan perekat dari para senior ini akhirnya kami menemukan komposisi yang tepat untuk perekat pestisida ini. dan tentunya yang terpenting adalah Aman bagi lingkungan.

Cara Membuat Perekat
Dalam praktik Pembuatan Perekat kali ini kita akan membuat perekat sebanyak sekitar 11 liter, sedangkan bahan yang dibutuhkan adalah :
  • Teksafon 2 kg ( belinya di toko kimia dg harga ±20.000/kg )
  • STPP ± 1 kg  ( bahan ini mengandung Natrium dan Fosfat yang keduanya adalah termasuk unsur hara yg dibutuhkan oleh tanaman, belinya di toko kimia jg dg harga ±10.000/kg, pilih yg grade industri )
  • Air 8-9 liter
  • Pewarna (opsional, bisa ditambahkan jika ingin produk akhirnya berwarna)
Alat Yang Dibutuhkan :
  • Ember atau timba
  • Tongkat pengaduk
  • Jerigen ato botol
  • Proses Pembuatan :
  • Siapkan air 8-9 liter ke dalam ember ato timba
  • Tambahkan Teksafon ke dalam air tadi
  • Aduk dengan pelan, dalam step ini Teksafon belum bisa larut sempurna dalam air
  • Tambahkan STPP sedikit demi sedikit ke dalam adonan sambil tetap diaduk.
Catatan Penting :
Jika STPP terlalu banyak maka adonan akan sangat kental dan membutuhkan waktu lebih lama untuk larut saat dicampur dengan air waktu aplikasi di lapangan.
Jika STPP terlalu sedikit maka Teksafon akan sulit larut, hal ini ditandai dengan masih adanya gumpalan-gumpalan mirip jelly dalam adonan, padahal Teksafon adalah bahan aktifnya Perekat tsb.

Terus aduk sampai Teksafon larut sempurna dalam air, dalam proses ini larutan akan berwana putih. Jika semua Teksafon telah larut maka proses selesai.

Tuang adonan ke dalam wadah jrigen atau botol. Setelah 12 jam larutan yang berwarna putih tadi akan berubah menjadi bening.
Dosis Aplikasi
0.5 Ml/Liter

Semoga bermanfaat bagi para petani muda Indonesia. jika ada penjelasan yang kurang jelas bisa anda ajukan pertanyaan melalui menu komentar di bawah, atau langsung kontak dengan 

Admin Mohon Maaf jika ada salah kata

Kami juga menyediakan Produk Jadi Dari PGPR ini dengan harga yang terjangkau

Saung Tani
Hanif Miftahul Huda
D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet
Kab Demak Jawa Tengah 59573

Kontak Person