Efek Keasaman Tanah Dan Pencemaran Bahan Kimia Pada Lahan Di Kabupaten Demak
![]() |
| Grafik Nilai pH |
Pengaruh Keasaman Tanah sangat penting karena pH tanah mempengaruhi ketersediaan nutrisi dan aktivitas mikroba yang berperan dalam proses pertumbuhan tanaman. Tanah yang terlalu asam atau terlalu basa dapat menyebabkan masalah bagi tanaman karena nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman tidak tersedia dalam bentuk yang dapat diambil oleh akar tanaman.
Sebagian besar tanaman tumbuh optimal pada tingkat keasaman tanah yang memiliki pH sekitar 6,0 hingga 7,0. Tanah yang memiliki pH di bawah 6,0 cenderung terlalu asam dan perlu diperbaiki dengan pemberian bahan kapur atau dolomit untuk meningkatkan pH tanah. Sementara itu, tanah yang memiliki pH di atas 7,0 cenderung terlalu basa dan perlu diperbaiki dengan pemberian bahan organik atau belerang untuk menurunkan pH tanah.
Selain itu, Keasaman Tanah juga dapat mempengaruhi aktivitas mikroba dalam tanah. Mikroba yang berperan dalam proses dekomposisi bahan organik dan siklus nutrisi tanah cenderung aktif pada pH yang netral hingga sedikit asam. Jika pH tanah terlalu asam atau terlalu basa, aktivitas mikroba dapat terhambat atau bahkan berhenti sehingga mengganggu proses pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu, menjaga keseimbangan pH tanah sangat penting untuk pertumbuhan dan produksi tanaman yang optimal.
Tingkat Keasaman Tanah dapat diukur dengan menggunakan alat pH meter atau dengan menguji tanah secara kualitatif menggunakan indikator pH seperti lakmus atau fenolftalein. Berikut adalah beberapa cara untuk mengetahui tingkat keasaman pada tanah :
- Menggunakan pH meter : pH meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur pH larutan, termasuk larutan tanah. Alat ini dapat dibeli di toko pertanian atau online. Untuk mengukur pH tanah, ambil sampel tanah dari beberapa titik di area yang akan ditanami. Kemudian, campurkan sampel tanah tersebut dengan air steril dalam rasio tertentu dan masukkan probe pH meter ke dalam campuran tersebut. Bacaan pH akan muncul pada layar pH meter.
- Menggunakan lakmus : Ambil sekitar satu sendok tanah dari beberapa titik di area yang akan ditanami dan letakkan di atas piring putih. Kemudian, tambahkan beberapa tetes larutan lakmus biru atau merah ke atas tanah. Jika tanah berubah menjadi merah, maka tingkat keasamannya tinggi, sedangkan jika tanah berubah menjadi biru, maka tingkat keasamannya rendah.
- Menggunakan fenolftalein : Metode ini hampir sama dengan menggunakan lakmus. Ambil sekitar satu sendok tanah dari beberapa titik di area yang akan ditanami dan letakkan di atas piring putih. Kemudian, tambahkan beberapa tetes larutan fenolftalein ke atas tanah. Jika tanah berubah menjadi merah muda, maka tingkat keasamannya rendah, sedangkan jika tidak berubah warna, maka tingkat keasamannya tinggi.
Setelah mengetahui tingkat keasaman pada tanah, kita dapat melakukan tindakan untuk menyesuaikan pH tanah agar sesuai dengan kebutuhan tanaman yang akan ditanam. Misalnya, dengan memberikan bahan kapur jika pH tanah terlalu asam atau dengan memberikan belerang jika pH tanah terlalu basa.
Tanah yang terlalu asam dapat menghambat pertumbuhan tanaman karena kekurangan nutrisi yang diperlukan. Berikut adalah beberapa cara mengatasi tanah terlalu asam :
- Menambahkan kapur pertanian : Kapur pertanian adalah bahan yang dapat digunakan untuk menaikkan pH tanah. Kapur pertanian biasanya terdiri dari kalsium karbonat dan magnesium karbonat, yang dapat menetralkan keasaman tanah. Kapur pertanian dapat ditemukan di toko pertanian dan dapat diaplikasikan ke tanah dengan menggunakan mesin penyebar atau tangan.
- Menggunakan abu kayu : Abu kayu dapat digunakan untuk menaikkan pH tanah karena mengandung kalium, kalsium, dan magnesium. Abu kayu dapat disebarkan di atas tanah, kemudian dicampur dengan tanah menggunakan cangkul atau garpu taman.
- Memanfaatkan bahan organik : Bahan organik seperti pupuk kandang, kompos, dan daun kering dapat membantu menaikkan pH tanah dan meningkatkan ketersediaan nutrisi. Bahan organik dapat dicampurkan dengan tanah pada saat persiapan lahan sebelum penanaman.
- Menggunakan tanaman penghasil asam : Tanaman seperti azalea, kubis, stroberi, dan blueberry menghasilkan asam, sehingga dapat membantu menurunkan pH tanah secara alami. Namun, penggunaan tanaman penghasil asam harus dipertimbangkan dengan hati-hati karena dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman lainnya yang membutuhkan pH tanah yang lebih netral.
Penting untuk diingat bahwa proses mengatasi tanah terlalu asam membutuhkan waktu dan konsistensi. Anda mungkin perlu melakukan beberapa kali aplikasi bahan pengatur pH tanah untuk mencapai hasil yang diinginkan.
Baca Juga : Keasaman Tanah Yang Baik Untuk Tanaman
Untuk menggunakan kapur, dosis yang direkomendasikan dapat bervariasi antara 500-2000 kg/hektar. Jumlah yang tepat akan tergantung pada pH tanah awal, jenis tanah, dan kebutuhan tanaman. Dosis yang lebih tinggi akan dibutuhkan pada tanah yang lebih asam.
Sementara itu, dosis belerang yang direkomendasikan berkisar antara 100-400 kg/hektar. Jumlah yang tepat akan tergantung pada pH tanah awal dan kebutuhan tanaman. Dosis yang lebih tinggi akan dibutuhkan pada tanah yang lebih basa.
Namun, sebaiknya konsultasikan dengan ahli tanah atau petani setempat untuk menentukan dosis yang tepat untuk tanah Anda, karena terlalu sedikit atau terlalu banyak penggunaan kapur atau belerang dapat menyebabkan masalah lain pada tanah dan tanaman.
Bakteri dan jamur dapat berperan sebagai pengontrol keasaman tanah melalui proses yang disebut dengan dekomposisi. Saat organisme mati seperti daun dan ranting jatuh ke tanah, bakteri dan jamur akan memecah materi organik tersebut menjadi senyawa organik yang lebih sederhana dan nutrisi yang dapat diserap oleh tanaman.
Selama proses dekomposisi, bakteri dan jamur menghasilkan asam organik seperti asam humat dan asam fulvik. Asam-asam organik ini memiliki kemampuan untuk mengikat ion-ion logam seperti aluminium, besi, dan mangan yang dapat menyebabkan keasaman tanah. Dengan mengikat ion-ion tersebut, asam organik dapat membantu menetralisir keasaman tanah.
Selain itu, bakteri dan jamur juga dapat menghasilkan enzim yang memecah batuan dan mineral dalam tanah menjadi nutrisi yang dapat diserap oleh tanaman. Proses ini dapat meningkatkan ketersediaan nutrisi dalam tanah, sehingga tanaman dapat tumbuh lebih baik.
Penting untuk diingat bahwa bakteri dan jamur hanya dapat mengontrol keasaman tanah dalam batas-batas tertentu dan mungkin tidak cukup efektif untuk menyelesaikan masalah keasaman tanah yang parah. Oleh karena itu, penggunaan bahan pengatur pH tanah seperti kapur pertanian masih diperlukan untuk menyelesaikan masalah keasaman tanah yang signifikan.
Penggunaan pestisida dan pupuk kimia dapat menyebabkan pencemaran tanah jika tidak digunakan dengan benar. Berikut adalah beberapa dampak pencemaran tanah akibat penggunaan pestisida dan pupuk kimia :
- Keracunan tanah dan air : Pestisida yang digunakan secara berlebihan dapat mencemari tanah dan air di sekitar area penggunaannya. Pestisida ini dapat menumpuk dalam tanah dan air, sehingga mengancam kesehatan manusia dan lingkungan.
- Kematian mikroorganisme tanah : Penggunaan pestisida dan pupuk kimia yang berlebihan dapat membunuh mikroorganisme dalam tanah seperti bakteri dan jamur, yang penting untuk pertumbuhan tanaman dan kesuburan tanah. Hal ini dapat menyebabkan penurunan kualitas tanah dan produktivitas tanaman.
- Peningkatan keasaman tanah : Beberapa pupuk kimia dapat meningkatkan keasaman tanah, yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman dan ketersediaan nutrisi dalam tanah.
- Peningkatan erosi tanah : Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan dapat meningkatkan erosi tanah karena meningkatkan pertumbuhan tanaman secara tidak terkendali. Hal ini dapat menyebabkan tanah mengalami kerusakan dan hilangnya kesuburan.
Untuk mengurangi dampak pencemaran tanah akibat penggunaan pestisida dan pupuk kimia, ada beberapa hal yang dapat dilakukan, seperti:
Menggunakan pestisida dan pupuk kimia dengan bijak dan sesuai dosis yang direkomendasikan.
Beralih ke teknik pertanian organik yang lebih ramah lingkungan.
Menggunakan teknologi pengendalian hama dan penyakit yang lebih aman seperti pengendalian biologis atau teknologi hijau lainnya.
Menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan tanah yang berkelanjutan seperti rotasi tanaman, penanaman tanaman penutup tanah, dan komposisi pupuk organik untuk mempertahankan kesuburan tanah dan kesehatan lingkungan.
Dengan melihat hasil panen tahun ini saja dapat kami simpulkan betapa rusaknya ekosistem mikroorganisme pada tanah di Demak dan sekitarnya, dalam beberapa tahun ini kami telah mengamati dan menganalisa metode pengolahan lahan yang dilakun petani, ditambah penggunaan pestisida, fungisida berbahan sintetis merajarela tanpa ada kontrol.
- Probiotik EXTRA 99 PLUS Harga Rp. 20.000/Liter
- Oriental Herbal Nutrien Harga Rp. 25.000/Liter
- Dekomposer EXTRA 88 Harga Rp. 25.000/liter
- Enzim Harga Rp. 30.000/Liter
- Desinfektan Harga Rp. 25.000/Liter











