Agriculture Farming Service

Agriculture Farming Service – Layanan pertanian modern yang membantu petani meningkatkan hasil panen melalui teknologi, manajemen lahan, dan solusi berkelanjutan

Breaking News

Breaking News! Simak kabar terbaru dan paling update hanya di sini. Kami hadir menyajikan informasi tercepat, akurat, dan terpercaya langsung dari lapangan. Jangan lewatkan momen penting yang sedang terjadi sekarang juga!

Seputar Olah Raga

Breaking News Olahraga! ⚽🏀🏸

Update tercepat tentang kabar olahraga terkini dari dalam dan luar negeri. Mulai dari sepak bola, bulu tangkis, basket, hingga olahraga trending lainnya. Simak informasi paling fresh dan jangan lewatkan momen bersejarah di dunia olahraga!

📌 Subscribe dan aktifkan notifikasi 🔔 biar nggak ketinggalan kabar terbaru.

Channel Katebat

KATEBAD ala kocak! 🤣🎥

Film pendek parodi yang menggabungkan berita terkini dengan sentuhan humor segar. Dijamin bikin ngakak tapi tetap ada pesan yang bisa dipetik. Tonton sampai habis, karena ending-nya bikin kaget!

📌 Jangan lupa Subscribe, kasih like 👍, dan share ke teman biar ikut ketawa bareng.

Info Seputar Megawati

Arabica Coffee House Kadınlar 1. Ligi, adalah nama resmi dari kompetisi Voleybol Kadınlar 1. Ligi di bawah naungan Türkiye Voleybol Federasyonu (TVF), yang kini menjadi penyelenggara utama dengan status nama sponsor

Tampilkan postingan dengan label Pertanian Organik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertanian Organik. Tampilkan semua postingan

8 Mar 2023

IRIGASI TETES (DRIP IRIGATION) PADA LAHAN PERTANIAN TINGKATKAN EFEKTIFITAS

Irigasi Tetes (Drip Irrigation) Pada Lahan Pertanian Tingkatkan Efektifitas

Irigasi pertanian
Apa itu irigasi tetes?

PORTAL LADUNI 74 - Irigasi tetes adalah teknik irigasi atau penyiraman tanaman yang menggunakan pipa kecil dengan lubang kecil di sepanjang pipa untuk menyirami tanaman secara perlahan-lahan dan tetes demi tetes. Air diberikan pada tanaman melalui pipa kecil dan keluar dari lubang-lubang kecil tersebut dalam jumlah yang sangat sedikit sehingga dapat menjangkau akar tanaman secara merata.

Metode irigasi ini memungkinkan air dan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman terserap secara optimal oleh akar tanaman dan mengurangi pemborosan air dan pupuk. Irigasi tetes dapat digunakan pada berbagai jenis tanaman dan dapat diatur sesuai kebutuhan tanaman.

Mengapa irigasi tetes penting untuk pertanian?

Irigasi penting untuk bagi yang serius ingin memulai usaha di bidang pertanian karena memberikan efisiensi dan efektivitas dalam penggunaan air, dengan menggunakan irigasi tetes, air dapat disalurkan langsung ke akar tanaman tanpa terbuang dan mengalir ke area yang tidak diperlukan.

Selain itu, irigasi tetes juga memberikan pasokan air dan nutrisi yang optimal bagi tanaman, sehingga dapat meningkatkan produktivitas tanaman. Dengan penggunaan irigasi tetes, biaya operasional pertanian juga dapat ditekan karena penggunaan air yang lebih efisien.

Selain itu, irigasi tetes juga dapat mengurangi erosi tanah dan menjaga kelembaban tanah, oleh karena itu, irigasi untuk lahan pertanin sistem tetes dapat menjadi solusi yang efektif dan efisien dalam penggunaan air untuk lahan pertanian.

Bagaimana Irigasi Tetes Bekerja

Air dialirkan dari pompa ke pipa irigasi, kemudian air diatur sehingga air yang keluar dapat disesuaikan dengan kebutuhan dari pipa dalam jumlah kecil dan perlahan tetes-tetes kecil. Proses ini memungkinkan air untuk meresap secara perlahan ke dalam tanah, sehingga mengurangi kehilangan air melalui evaporasi.

Keuntungan Menggunakan Irigasi Tetes

Keuntungan yang didapatkan dengan menggunakan sistem irigasi tetes antara lain :
Efisiensi penggunaan air yang lebih tinggi, karena air disalurkan langsung ke akar tanaman tanpa terbuang ke permukaan tanah.

Mengurangi biaya operasional, karena penggunaan air dan energi lebih efisien.
Meningkatkan produktivitas, karena tanaman mendapatkan pasokan air dan nutrisi secara tepat dan optimal.

Mengurangi erosi tanah dan menjaga kelembaban tanah, karena air disalurkan langsung ke akar tanaman dan meresap ke dalam tanah dengan perlahan-lahan.

Persiapan Sebelum Menginstal Irigasi Tetes

  1. Sebelum menginstal sistem irigasi model tetes ini , terdapat beberapa persiapan yang perlu dilakukan, antara lain adalah :
  2. Pemilihan sumber air yang tepat - Pemilihan sumber air yang tepat sangat penting dalam penggunaan sistem irigasi pada lahan pertanian yang kita kelola. Pastikan sumber air memiliki kualitas yang baik dan cukup stabil dalam pasokan airnya.
  3. Pemilihan Bahan Pipa Yang Tepat - Pilihlah bahan pipa irigasi yang sesuai dengan kebutuhan dan keadaan tanah, misalnya PVC atau polyethylene. Pastikan pipa memiliki ketahanan yang baik terhadap tekanan dan korosi.
  4. Pemilihan Jenis Tanaman Yang Tepat - Setiap jenis tanaman memiliki kebutuhan air yang berbeda-beda, sehingga perlu dipilih jenis tanaman yang cocok dengan sistem irigasi model tetes ini.
  5. Pemilihan Sistem Irigasi Tetes Yang Tepat - Pilihlah sistem irigasi yang sesuai dengan luas lahan dan kebutuhan tanaman. Sistem irigasi tetes tersedia dalam berbagai jenis, seperti sistem tetes di bawah tanah, tetes di atas tanah, dan tetes di dalam pot.

Cara Memasang Sistem Irigasi Tetes

Setelah persiapan bahan dan survei lokasi selesai dilakukan, langkah selanjutnya adalah memasang sistem irigasi model tetes. Berikut adalah cara memasang irigasi sistem tetes dengan cermat dan hati-hati.

Menentukan lokasi dan jarak antara tetes dan pipa
Tentukan lokasi dan jarak antara tetes dan pipa irigasi sesuai dengan kebutuhan tanaman. Pastikan jarak antara tetes dan tanaman tidak terlalu jauh atau terlalu dekat.

  • Pemasangan pipa - Pasang pipa irigasi sesuai dengan rancangan dan bentuk lahan. Pastikan pipa terpasang dengan rapat dan tidak bocor.
  • Pemasangan tetes - Pasang tetes irigasi pada pipa dengan jarak dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tanaman. Pastikan tetes terpasang dengan rapat dan tidak bocor.
  • Pengujian sistem irigasi tetes - Sebelum digunakan, lakukan pengujian sistem irigasi tetes untuk memastikan sistem berfungsi dengan baik.
  • Uji aliran air pada setiap titik tetes untuk memastikan air mengalir dengan lancar dan jumlahnya sesuai dengan kebutuhan tanaman.               

Manajemen dan Perawatan Sistem Irigasi Tetes

Untuk menjaga kinerja irigasi sistem tetes, perawatan dan pemeliharaan rutin sangat penting dilakukan, berikut adalah beberapa tips perawatan dan pemeliharaan sistem irigasi tetes :

Membersihkan filter - Membersihkan filter pada pipa irigasi secara berkala untuk mencegah tersumbatnya pipa oleh kotoran atau partikel-partikel lain yang ada dalam air. 

Menjaga kebersihan tetes - Pastikan tetesan air yang keluar tetap bersih dari kotoran atau partikel lain yang bisa menghambat aliran air dan mengurangi kinerja irigasi.

Mengganti tetes yang rusak atau bocor - Ganti tetes yang rusak atau bocor segera, karena tetes yang tidak berfungsi dengan baik bisa mengurangi efisiensi sistem dan merusak tanaman.

Memeriksa tekanan air secara rutin - eriksa tekanan air pada pipa secara rutin untuk memastikan air mengalir dengan lancar dan sesuai dengan kebutuhan tanaman.

Menjaga kelembaban tanah - Pastikan sistem irigasi tetes memberikan kelembaban tanah yang cukup, karena kelembaban tanah yang kurang bisa menghambat pertumbuhan tanaman.

Tantangan Yang Dihadapi Saat Penerapan Irigasi

Irigasi tetes merupakan salah satu metode irigasi yang efisien dalam penggunaan air. Namun, penerapannya masih menghadapi beberapa tantangan, di antaranya adalah sebagai berikut :

Biaya investasi awal - Sistem irigasi memerlukan biaya investasi yang cukup tinggi, seperti pembelian pipa, selang, dan sistem kontrol. Selain itu, biaya pemeliharaan dan penggantian komponen juga perlu diperhitungkan.

Perawatan - Irigasi sistem tetes memerlukan perawatan yang cermat agar dapat berfungsi dengan baik. Pipa dan selang perlu dibersihkan secara berkala untuk mencegah tersumbatnya air. Selain itu, kontrol dan pengaturan aliran air juga harus diperhatikan.

Keandalan - Irigasi sistem tetes dapat mengalami kerusakan, seperti kebocoran atau tersumbatnya pipa, yang dapat mengakibatkan gagalnya sistem irigasi secara keseluruhan. Oleh karena itu, perlu adanya perencanaan dan perawatan yang baik untuk menjaga keandalan sistem irigasi yang kita gunakan.

Penggunaan pupuk dan pestisida - Penggunaan pupuk dan pestisida dalam sistem irigasi tetes harus diperhatikan agar tidak mengakibatkan kerusakan pada sistem irigasi atau mencemari air.

Ketergantungan pada listrik - Sistem irigasi ini memerlukan listrik untuk mengatur aliran air dan kontrol sistem. Oleh karena itu, jika terjadi pemadaman listrik, maka irigasi sistem tetes tidak dapat berfungsi dengan baik.

Dalam penerapannya, sistem irigasi ini dapat menjadi alternatif yang baik untuk penghematan air dan meningkatkan efisiensi dalam pertanian. Namun, diperlukan perencanaan, perawatan, dan pengelolaan yang baik agar irigasi sistem tetes dapat berfungsi dengan optimal dan memberikan manfaat yang maksimal.

Keuntungan Menggunakan Irigasi Tetes

Sistem irigasi ini memiliki beberapa keuntungan dibandi ngkan dengan metode irigasi tradisional. Berikut ini adalah beberapa keuntungan menggunakan irigasi sistem tetes :

Efisien dalam penggunaan air - Sistem irigasi tetes memungkinkan air disalurkan langsung ke akar tanaman dengan kecepatan yang sangat lambat. Dengan demikian, air dapat digunakan secara efisien dan tidak terbuang sia-sia.

Mengurangi kelebihan air - Dalam irigasi sistem tetes, air diberikan langsung ke akar tanaman. Hal ini mengurangi kemungkinan kelebihan air yang dapat mengakibatkan erosi tanah dan pencemaran air.

Meningkatkan kualitas tanaman - Dalam sistem irigasi tetes, air disalurkan secara langsung ke akar tanaman, sehingga memungkinkan tanaman untuk menyerap nutrisi dengan lebih baik. Hal ini dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen.

Mengurangi biaya - Dengan menggunakan irigasi sistem tetes, kebutuhan air dapat dikurangi sehingga dapat mengurangi biaya untuk pemompaan air dan penggunaan energi.

Mudah dikontrol - Sistem irigasi tetes mudah dikontrol dan diatur alirannya sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan tanaman.

Meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk - Dalam irigasi sistem tetes, pupuk dapat dicampur langsung dengan air irigasi sehingga dapat disalurkan langsung ke akar tanaman. Hal ini meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk dan mengurangi kemungkinan pencemaran lingkungan.

Baca Juga Artikel : Irigasi Pertanian - Pentingnya Dalam Meningkatkan Produktivitas Tanaman

Dalam keseluruhan, sistem irigasi tetes merupakan metode irigasi yang efisien, ramah lingkungan, dan dapat meningkatkan hasil panen. Hal ini membuat sistem irigasi yang kita pilih menjadi alternatif yang baik dalam pertanian modern.

Kesimpulan

Dalam dunia pertanian, irigasi tetes merupakan solusi yang efektif dan efisien dalam penggunaan air. Dengan menggunakan sistem irigasi tetes, penggunaan air dapat lebih efisien dan tanaman mendapatkan pasokan air dan nutrisi yang optimal. Persiapan yang matang dan perawatan yang rutin dapat menjaga kinerja sistem irigasi tetes dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian.

FAQs tentang Irigasi Pertanian :


Apa itu irigasi pertanian?
Irigasi pertanian adalah metode penyediaan air buatan yang membantu petani meningkatkan produktivitas tanaman mereka.
Apakah irigasi tetes cocok untuk semua jenis tanaman?
Tidak, setiap jenis tanaman memiliki kebutuhan air yang berbeda-beda. Pilihlah jenis tanaman yang cocok dengan sistem irigasi tetes. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memasang sistem irigasi tetes? Waktu yang dibutuhkan tergantung pada luas lahan dan jenis sistem irigasi tetes yang digunakan. Namun, dengan persiapan yang matang dan penggunaan alat yang tepat, proses instalasi bisa dilakukan dengan cepat dan mudah. Apa manfaat dari irigasi pertanian yang efisien? Irigasi pertanian yang efisien dapat membantu meningkatkan produktivitas dan hasil panen, mengurangi biaya operasional, dan meminimalisir penggunaan air yang berlebihan. Bagaimana cara menjaga kinerja sistem irigasi tetes? Lakukan perawatan dan pemeliharaan rutin, seperti membersihkan filter dan menjaga kebersihan tetes, untuk menjaga kinerja sistem irigasi tetes. Apa keuntungan menggunakan irigasi tetes? Keuntungan menggunakan irigasi tetes antara lain efisiensi penggunaan air yang lebih tinggi, mengurangi biaya operasional, meningkatkan produktivitas, dan mengurangi erosi tanah dan menjaga kelembaban tanah.

27 Feb 2023

EFEK KEASAMAN TANAH DAN PENCEMARAN BAHAN KIMIA PADA LAHAN DI KABUPATEN DEMAK

Efek Keasaman Tanah Dan Pencemaran Bahan Kimia Pada Lahan Di Kabupaten Demak

Grafik Nilai pH 

Pengaruh Keasaman Tanah sangat penting karena pH tanah mempengaruhi ketersediaan nutrisi dan aktivitas mikroba yang berperan dalam proses pertumbuhan tanaman. Tanah yang terlalu asam atau terlalu basa dapat menyebabkan masalah bagi tanaman karena nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman tidak tersedia dalam bentuk yang dapat diambil oleh akar tanaman.

Sebagian besar tanaman tumbuh optimal pada tingkat keasaman tanah  yang memiliki pH sekitar 6,0 hingga 7,0. Tanah yang memiliki pH di bawah 6,0 cenderung terlalu asam dan perlu diperbaiki dengan pemberian bahan kapur atau dolomit untuk meningkatkan pH tanah. Sementara itu, tanah yang memiliki pH di atas 7,0 cenderung terlalu basa dan perlu diperbaiki dengan pemberian bahan organik atau belerang untuk menurunkan pH tanah.

Selain itu, Keasaman Tanah juga dapat mempengaruhi aktivitas mikroba dalam tanah. Mikroba yang berperan dalam proses dekomposisi bahan organik dan siklus nutrisi tanah cenderung aktif pada pH yang netral hingga sedikit asam. Jika pH tanah terlalu asam atau terlalu basa, aktivitas mikroba dapat terhambat atau bahkan berhenti sehingga mengganggu proses pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu, menjaga keseimbangan pH tanah sangat penting untuk pertumbuhan dan produksi tanaman yang optimal.

Cara Mengetahui Tingkat Keasaman Pada Tanah
Tingkat Keasaman Tanah dapat diukur dengan menggunakan alat pH meter atau dengan menguji tanah secara kualitatif menggunakan indikator pH seperti lakmus atau fenolftalein. Berikut adalah beberapa cara untuk mengetahui tingkat keasaman pada tanah :

  1. Menggunakan pH meter : pH meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur pH larutan, termasuk larutan tanah. Alat ini dapat dibeli di toko pertanian atau online. Untuk mengukur pH tanah, ambil sampel tanah dari beberapa titik di area yang akan ditanami. Kemudian, campurkan sampel tanah tersebut dengan air steril dalam rasio tertentu dan masukkan probe pH meter ke dalam campuran tersebut. Bacaan pH akan muncul pada layar pH meter.
  2. Menggunakan lakmus  : Ambil sekitar satu sendok tanah dari beberapa titik di area yang akan ditanami dan letakkan di atas piring putih. Kemudian, tambahkan beberapa tetes larutan lakmus biru atau merah ke atas tanah. Jika tanah berubah menjadi merah, maka tingkat keasamannya tinggi, sedangkan jika tanah berubah menjadi biru, maka tingkat keasamannya rendah.
  3. Menggunakan fenolftalein : Metode ini hampir sama dengan menggunakan lakmus. Ambil sekitar satu sendok tanah dari beberapa titik di area yang akan ditanami dan letakkan di atas piring putih. Kemudian, tambahkan beberapa tetes larutan fenolftalein ke atas tanah. Jika tanah berubah menjadi merah muda, maka tingkat keasamannya rendah, sedangkan jika tidak berubah warna, maka tingkat keasamannya tinggi.

Setelah mengetahui tingkat keasaman pada tanah, kita dapat melakukan tindakan untuk menyesuaikan pH tanah agar sesuai dengan kebutuhan tanaman yang akan ditanam. Misalnya, dengan memberikan bahan kapur jika pH tanah terlalu asam atau dengan memberikan belerang jika pH tanah terlalu basa.

Tanah yang terlalu asam dapat menghambat pertumbuhan tanaman karena kekurangan nutrisi yang diperlukan. Berikut adalah beberapa cara mengatasi tanah terlalu asam :

  1. Menambahkan kapur pertanian : Kapur pertanian adalah bahan yang dapat digunakan untuk menaikkan pH tanah. Kapur pertanian biasanya terdiri dari kalsium karbonat dan magnesium karbonat, yang dapat menetralkan keasaman tanah. Kapur pertanian dapat ditemukan di toko pertanian dan dapat diaplikasikan ke tanah dengan menggunakan mesin penyebar atau tangan.
  2. Menggunakan abu kayu : Abu kayu dapat digunakan untuk menaikkan pH tanah karena mengandung kalium, kalsium, dan magnesium. Abu kayu dapat disebarkan di atas tanah, kemudian dicampur dengan tanah menggunakan cangkul atau garpu taman.
  3. Memanfaatkan bahan organik : Bahan organik seperti pupuk kandang, kompos, dan daun kering dapat membantu menaikkan pH tanah dan meningkatkan ketersediaan nutrisi. Bahan organik dapat dicampurkan dengan tanah pada saat persiapan lahan sebelum penanaman.
  4. Menggunakan tanaman penghasil asam : Tanaman seperti azalea, kubis, stroberi, dan blueberry menghasilkan asam, sehingga dapat membantu menurunkan pH tanah secara alami. Namun, penggunaan tanaman penghasil asam harus dipertimbangkan dengan hati-hati karena dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman lainnya yang membutuhkan pH tanah yang lebih netral.

Penting untuk diingat bahwa proses mengatasi tanah terlalu asam membutuhkan waktu dan konsistensi. Anda mungkin perlu melakukan beberapa kali aplikasi bahan pengatur pH tanah untuk mencapai hasil yang diinginkan.

Baca Juga : Keasaman Tanah Yang Baik Untuk Tanaman

Penggunaan Kapur Dan Belerang Untuk Menyetabilkan pH Tanah
Kapur dan belerang adalah salah satu cara yang umum digunakan untuk menyetabilkan pH tanah. Penggunaan kapur akan meningkatkan pH tanah yang asam, sedangkan penggunaan belerang akan menurunkan pH tanah yang terlalu basa. Namun, dosis yang tepat untuk penggunaan kapur dan belerang sangat tergantung pada kondisi tanah yang ada.

Untuk menggunakan kapur, dosis yang direkomendasikan dapat bervariasi antara 500-2000 kg/hektar. Jumlah yang tepat akan tergantung pada pH tanah awal, jenis tanah, dan kebutuhan tanaman. Dosis yang lebih tinggi akan dibutuhkan pada tanah yang lebih asam.

Sementara itu, dosis belerang yang direkomendasikan berkisar antara 100-400 kg/hektar. Jumlah yang tepat akan tergantung pada pH tanah awal dan kebutuhan tanaman. Dosis yang lebih tinggi akan dibutuhkan pada tanah yang lebih basa.

Namun, sebaiknya konsultasikan dengan ahli tanah atau petani setempat untuk menentukan dosis yang tepat untuk tanah Anda, karena terlalu sedikit atau terlalu banyak penggunaan kapur atau belerang dapat menyebabkan masalah lain pada tanah dan tanaman.

Bakteri Dan Jamur Sebagai Pengontrol Keasaman Tanah
Bakteri dan jamur dapat berperan sebagai pengontrol keasaman tanah melalui proses yang disebut dengan dekomposisi. Saat organisme mati seperti daun dan ranting jatuh ke tanah, bakteri dan jamur akan memecah materi organik tersebut menjadi senyawa organik yang lebih sederhana dan nutrisi yang dapat diserap oleh tanaman.

Selama proses dekomposisi, bakteri dan jamur menghasilkan asam organik seperti asam humat dan asam fulvik. Asam-asam organik ini memiliki kemampuan untuk mengikat ion-ion logam seperti aluminium, besi, dan mangan yang dapat menyebabkan keasaman tanah. Dengan mengikat ion-ion tersebut, asam organik dapat membantu menetralisir keasaman tanah.

Selain itu, bakteri dan jamur juga dapat menghasilkan enzim yang memecah batuan dan mineral dalam tanah menjadi nutrisi yang dapat diserap oleh tanaman. Proses ini dapat meningkatkan ketersediaan nutrisi dalam tanah, sehingga tanaman dapat tumbuh lebih baik.

Penting untuk diingat bahwa bakteri dan jamur hanya dapat mengontrol keasaman tanah dalam batas-batas tertentu dan mungkin tidak cukup efektif untuk menyelesaikan masalah keasaman tanah yang parah. Oleh karena itu, penggunaan bahan pengatur pH tanah seperti kapur pertanian masih diperlukan untuk menyelesaikan masalah keasaman tanah yang signifikan.

Pencemaran Tanah Akibat Penggunaan Pestisida Dan Pupuk Kimia
Penggunaan pestisida dan pupuk kimia dapat menyebabkan pencemaran tanah jika tidak digunakan dengan benar. Berikut adalah beberapa dampak pencemaran tanah akibat penggunaan pestisida dan pupuk kimia :
  • Keracunan tanah dan air : Pestisida yang digunakan secara berlebihan dapat mencemari tanah dan air di sekitar area penggunaannya. Pestisida ini dapat menumpuk dalam tanah dan air, sehingga mengancam kesehatan manusia dan lingkungan.
  • Kematian mikroorganisme tanah : Penggunaan pestisida dan pupuk kimia yang berlebihan dapat membunuh mikroorganisme dalam tanah seperti bakteri dan jamur, yang penting untuk pertumbuhan tanaman dan kesuburan tanah. Hal ini dapat menyebabkan penurunan kualitas tanah dan produktivitas tanaman.
  • Peningkatan keasaman tanah : Beberapa pupuk kimia dapat meningkatkan keasaman tanah, yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman dan ketersediaan nutrisi dalam tanah.
  • Peningkatan erosi tanah : Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan dapat meningkatkan erosi tanah karena meningkatkan pertumbuhan tanaman secara tidak terkendali. Hal ini dapat menyebabkan tanah mengalami kerusakan dan hilangnya kesuburan.

Untuk mengurangi dampak pencemaran tanah akibat penggunaan pestisida dan pupuk kimia, ada beberapa hal yang dapat dilakukan, seperti:

Menggunakan pestisida dan pupuk kimia dengan bijak dan sesuai dosis yang direkomendasikan.

Beralih ke teknik pertanian organik yang lebih ramah lingkungan.

Menggunakan teknologi pengendalian hama dan penyakit yang lebih aman seperti pengendalian biologis atau teknologi hijau lainnya.

Menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan tanah yang berkelanjutan seperti rotasi tanaman, penanaman tanaman penutup tanah, dan komposisi pupuk organik untuk mempertahankan kesuburan tanah dan kesehatan lingkungan.

Dengan melihat hasil panen tahun ini saja dapat kami simpulkan betapa rusaknya ekosistem mikroorganisme pada tanah di Demak dan sekitarnya, dalam beberapa tahun ini kami telah mengamati dan menganalisa metode pengolahan lahan yang dilakun petani, ditambah penggunaan pestisida, fungisida berbahan sintetis merajarela tanpa ada kontrol.

Produk Peternakan :
  1. Probiotik EXTRA 99 PLUS      Harga Rp. 20.000/Liter
  2. Oriental Herbal Nutrien             Harga Rp. 25.000/Liter
  3. Dekomposer EXTRA 88            Harga Rp. 25.000/liter
  4. Enzim                                         Harga Rp. 30.000/Liter
  5. Desinfektan                                 Harga Rp. 25.000/Liter

CV. Griya Tani Indonesia
Office Address :
D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573 
Kontak Person