CARA JITU MEMINIMALISIR BAU AMONIAK DI KANDANG BURUNG PUYUH
Ketika memutuskan untuk Beternak Burung Puyuh, hal utama yang perlu dipertimbangkan adalah mengenai bau amoniak dan kondisi kandang yang kotor. Ini merupakan permasalahan utama yang sering dihadapi oleh semua peternak burung puyuh. Tak heran jika banyak peternak yang membuat kandang jauh dari pemukiman warga.
Dalam budidaya burung puyuh ini produksinya Amoniak tak bisa dihindarkan dari dalam kandang kita. Munculnya amonia merupakan hasil dari sisa proses pencernaan protein yang tidak sempurna. Sisa protein yang banyak tersebut akan menyebabkan banyak unsur Nitrogen (N) di dalam kotoran burung puyuh. Selanjutnya, sisa Nitrogen (N) tersebut oleh bakteri pengurai akan diubah menjadi amonia (NH3) atau amonium (NH4+).
Burung Puyuh memiliki sistem pencernaan yang unik. Salah satunya adalah sisa pencernaan yang dikeluarkan melalui kloaka (anus) berupa ekskreta, yaitu campuran antara pakan tak tercerna dengan asam urat sebagai hasil akhir metabolisme tubuh burung puyuh dan jenis unggas lainnya (semacam urin pada mamalia). Pakan tak tercerna dan asam urat ini merupakan penyumbang kandungan Nitrogen (N) dalam ekskreta. Nitrogen (N) dari ekskresi ginjal sebanyak 80% dan dari sistem pencernaan 20%. Nitrogen (N) urin ditemukan dalam bentuk asam urat, amonia, urea dan kreatinin. Terkait hal tersebut ada beberapa faktor yang mempengaruhi konsentrasi amonia di dalam kandang. Yaitu, lanjut Kualitas Protein Pakan, Desain Kandang, Manajemen Pemberian Pakan, Penanganan Kotoran, Temperatur Lingkungan, Kecepatan Angin. Selain itu, daerah dengan kelembaban yang tinggi juga menyebabkan produksi amonia yang berasal dari dekomposisi asam urat lebih cepat, karena aktivitas bakteri pengurai di tempat itu lebih cepat juga.
Berikut ini ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh peternak burung puyuh terutama yang mempunyai masalah Amoniak, untuk mengurangi munculnya bau tidak sedap dan juga meningkatkan kondisi Kandang yang lebih sehat.
Menjaga Kandang Tetap Kering
Demi mengurangi munculnya amonia ini, tiga solusi. Yaitu dengan Manajemen Perkandangan, Kebersihan dan Manipulasi Nutrisi. Untuk manajemen perkandangan antara lain yang bisa kita lakukan dengan mengatur ventilasi udara dalam kandang dengan baik. Ventilasi kandang yang baik ini akan meminimalisir kandungan Amoniak pada kohe burung puyuh. Tetapi tidak banyak berpengaruh terhadap bau yang muncul dan menyebar di sekitar perumahan, Pasalnya, bau yang tidak sedap tersebut akan dibawa keluar dan bisa menyebar.
Oleh sebab itu, cara yang paling rasional untuk mengurangi amoniak ini adalah dengan memperketat manajemen kebersihan Kandang. Penyemprotan alas kohe dengan Dekomposer Extra 88 Artinya harus secara rutin membersihkan kandang dan aplikasi Dekomposer. membuang atau menampung kotoran ke tempat yang jauh dari pemukiman.
Menjaga Kandang Tetap Kering
Bau yang tercium dari kandang umumnya disebabkan oleh kotoran yang menyatu dengan kondisi basah, baik yang disebabkan oleh kotoran itu sendiri maupun adanya tumpahan minuman atau hujan. Kondisi basah ini seringkali memicu penyakit yang merugikan dan membuat burung puyuh bisa sakit bahkan mati. Salah satu langkah yang bisa kita ambil adalah dengan menaburkan sekam padi di alas kotoran. Karena kotoran yang kering lebih minim baunya dibandingkan dengan yang basah atau encer. Cara menghindari kotoran yang cair adalah memberikan pakan dengan kualitas yang baik. Selain itu keseimbangan kadar air maupun mineral di dalam tubuh burung puyuh juga harus terjaga.
Penyemprotan Kandang
Untuk mengurangi bau yang ditimbulkan dari kotoran burung puyuh, umumnya peternak akan melakukan pengerukan kotoran terlebih dahulu dengan jangka waktu 3 hari sekali. Selanjutnya, alas Kobe di semprot dengan Dekomposer Extra 88. Penjelasan detail-Nya akan kita bahas pada artikel yang akan datang.
Penambahan Probiotik Extra 99 Plus
Mengurangi bau amoniak pada Kandang Burung Puyuh juga bisa dengan pemberian Probiotik Extra 99 Plus. Burung Puyuh dengan saluran pencernaan yang terganggu akan mengeluarkan kotoran yang berbau karena nutrisi tidak tercerna dengan sempurna. Selain mengatasi gangguan pencernaan, Probiotik Extra 99 Plus ini juga bisa digunakan untuk memaksimalkan nutrisi pakan yang terserap ke dalam tubuh sehingga kadar protein pada pakan tidak akan keluar bersama dengan feses burung puyuh. Kohe yang masih mengandung protein akan membuatnya berbau, oleh sebab itulah Probiotik Extra 99 Plus ini amat diperlukan.
Setelah menerapkan beberapa cara di atas, diharapkan peternak tidak perlu lagi ketakutan akan adanya masalah bau kotoran yang menyengat. Namun, selain menerapkan cara di atas, melakukan pengawasan yang rutin tetaplah diperlukan supaya kandang tetap dalam kondisi yang ideal.
Dengan mengikuti panduan yang telah kami jelaskan secara detail diatas, saya berharap semoga amoniak tak lagi jadi masalah bagi para sahabat semua. Namun jika para Sahabat Tani Ternak masih bingung dalam mengaplikasikanya silahkan berkonsultasi secara langsung dengan tim Research NATURAL FARMING Indonesia Dengan meninggalkan komentar atau bisa langsung menghubungi kami di Livechat ataupun Whatssapp kami secara gratis.
Demikian Penjelasan singkat tentang cara meminimalisir bau amoniak di kandang burung puyuh petelur, ini semoga bermanfaat...
Wassalam...
Produk Pertanian :
- PGPR Harga Rp. 25.000/Liter
- Fish Amino Acids Rp. 25.000/½Liter
- Brown Rice Vinegar Rp. 50.000/Liter
- Coryn Bacteria Harga Rp. 30.000/½Liter
- Bio-Pestisida Harga Rp. 30.000/Liter
- Bio-Polymixa Harga Rp. 30.000/Liter
- Bio-Tricoderma Harga Rp. 50.000/Kg
- Mikoriza Harga Rp. 50.000/Kg
- Waiting Agen Rp. 30.000
Peternakan :
- Probiotik EXTRA 99 PLUS Rp. 20.000/Liter
- Oriental Herbal Nutrien Rp. 25.000/Liter
- Dekomposer EXTRA 88 Rp. 25.000/liter
- Enzim Rp. 30.000/Liter
- Desinfektan Rp. 20.000/Liter
CV. Griya Tani
Office Address :
D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573
Kontak Person
Copyright © 2020 CV. Griya Tani
All right NATURAL FARMING Indonesia







0 komentar:
Posting Komentar
Terimakasih Sudah Berkunjung ke Blog saya