Cara Mengatasi Penyakit Tanaman Pada Bawang Merah
PERTANIAN ORGANIK - Langkah pertama Budidaya bawang Merah Biasanya para petani akan membuat lahan sawahnya menjadi bedengan untuk menanam bawang merah. Sebenarnya bawang merah cocok untuk ditanam baik dimusim penghujan maupun musim kemarau.
Hanya saja para petani biasanya lebih memilih untuk menanam bawang merah di musim kemarau karena tanah di sawah sudah mengering dan mudah dibentuk bedengan.
Hal ini dapat menurunkan kualitas maupun kuantitas produksi tanaman bawang merah. Maka dari itu penting untuk mengetahui cara mengatasi penyakit pada tanaman bawang merah sebelum mulai dari cara menanam dan merawat tanaman bawang merah. Berikut ini adalah beberapa penyakit yang biasanya menyerang pada tanaman bawang merang antara lain, seperti penjelasan di bawah ini.
Penyakit Bercak Ungu
(Embun Tepung)
Penyakit bercak ungu memiliki gejala bagian ujung daun mengering atau muncul trotol-trotol kering pada bagian tepi daun. Nama lain dari bercak ungu adalah penyakit busuk daun atau trotol. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi cendawan patogen jenis Phytopthora Infestans.
Karena penyebabnya adalah cendawan (jamur) maka penyakit ini akan mudah menyebar pada area lembab terutama dimusim penghujan. Masa infeksi penyakit bercak ungu cukup lama yakni sekitar 7-10 hari tanpa penanganan maka tanaman bisa mati karena seluruh daunnya busuk.
Untuk mencegah penyakit bercak ungu bisa memilih untuk menanam bawang merah dimusim kemarau. Selain itu penting untuk rajin menjaga kebersihan area tanam dari gulma yang menciptakan lingkungan lembab.
Pengendalian Teknis Bercak Ungu
- Becak ungu dikendalikan dengan menanam bawang di lahan yang mempunyai drainasi yang baik dan dengan mengadakan pergiliran tananman (Rotasi)
- Penyiraman setelah turunn hujan dikatakan dapat mengurangi serangan Mungkin ini disebabkan karena penyiraman dapat mencuci Konidium yang menempel pada daun bersama percikan air tanah .
Pengendalian Kimia :
Menggunakan Fungisida berbahan aktif Mancozeb setiap 4-7 hari sekali.
Jika tanaman sudah terkena bercak ungu maka semprotkan Fungisida kontak berbahan aktif Mancozeb selama 3 hari berturut-turut serta gunakan Fungisida Sistemik berbahan aktif Dimetomorf atau Metalaksil setiap 7 hari sekali hingga gejala serangan berhenti lalu penggunaan Fungisida Sistemik bisa diulang setiap 10 hari sekali.
Pengendalian Metode Hayati :Kita dapat menggunakan pupuk organik yang ditambahkan Bio-Fungisida Trichoderma sp dapat membantu mencegah terjadinya serangan embun bulu pada tanaman Bawang Merah.
Penyakit Layu Fusarium
Penyakit ini mirip dengan bercak ungu namun pembusukan akan terjadi sampai ke akar bawang merah, sehingga bawang merah akan mengeluarkan bau menyengat, penyakit layu fusarium pada pada bawang merah juga mirip dengan Fusarium pada tanaman cabe. Penyebab layu fusarium yaitu cedawan patogen fusarium sp. Gejala yang ditunjukkan juga sama yakni dengan ciri-ciri daun tampak layu dan lama-kelamaan tanaman akan mati.
Cendawan ini menyerang bagian akar dan umbi tanaman bawang merah terutama jika ada bagian tanaman yang luka.
Masa infeksi cendawan fusarium sekitar 7 hari baru tanaman mati.
Penyakit layu fusarium merupakan salah satu penyakit tanaman yang sangat ganas karena mudah menyebar melalui tanah dan parahnya lagi hingga saat ini belum ada fungisida baik yang sistemik maupun kontak yang mampu menyembuhkan penyakit Layu Fusarium yang sudah terlanjur terinfeksi tanaman tanaman harus segera dicabut. Hanya saja serangan cendawan patogen ini bisa dicegah dengan menggunakan musuh alaminya yakni Trichoderma Harziantum.
Saat pemberian pupuk dasar usahakan pupuk kandang sudah mengandung Trichoderma Harzisntum.
Lakukan penyemprotan Biofungisida Tricoderma 2 kali dalam satu Minggu.
Penyemprotan atau penaburan Trichoderma Harziantum. efektif mengurangi persentase dan intensitas penyakit layu dan moler di lapangan.
Cara Aplikasi :
Ialah diberikan secara merata pada tanah, bersamaan dengan pemberian pupuk kandang. Sebaiknya satu minggu atau dua minggu sebelum pupuk kandang digunakan di lahan, pupuk kandang sebanyak 20–50 kg dicampuri Trichoderma Harziantum.
Sebanyak 100 g. Selanjutnya, campuran pupuk kandang dan Trichoderma Harziantum. didiamkan selama 1-2 minggu di tempat yang teduh dan lembab, kemudian baru disebarkan di lahan sebagai pupuk dasar sebanyak 5-7 Kwintal/bahu lahan yang akan ditanami bawang merah.
Penyakit Antraknosa
Jika Antraknosa pada tanaman cabe dan tomat lebih condong menyerang buahnya maka Antraknosa pada tanaman bawang merah lebih condong menyerang bagian daun. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi cendawan Collectricum yang menyukai area lembab. Spora Antraknosa mudah menyebar terbawa aliran atau percikan air.
Gejalanya mirip dengan gejala busuk daun atau bercak ungu namun Antraknosa cepat menyebabkan tanaman mati.
Apabila tidak segera ditangani, untuk mencegah Antraknosa maka kita harus menjaga agar area tanaman bersih dari gulma dan tidak terlalu lembab, perbaiki System Drainase tanah pada bedengan kita untuk menjaga kelembapan.
Treatment Metode Kimia :
Untuk mengatasi jika serangan sudah terlanjur meluas maka lakukan penyemprotan fungisida sistemik berbahan aktif Dimetomorf atau Difekonazole lalu diikuti dengan penyemprotan Fungisida Kontak+Perekat berbahan aktif Propineb selama 3 hari berturut-turut. Setelah itu maka penyemprotan fungisida kontak bisa dilakuakn 3-4 hari sekali lalu penyemprotan fungisida sistemik setiap 10 hari sekali.
Pengendalian Metode Hayati :
Untuk pengendalian secara Organik bisa dicoba menggunakan bubuk biji mimba / ekstrak biji mimba. Gunakan 300 – 400 gr bubuk biji mimba yang dilarutkan dengan 15 liter air dan semprotkan setiap 2 – 3 hari sekali.
Mencegah penyebaran Antraknusa dengan cara menyemprotkan larutan Fungisida yang terbuat dari campuran kapur gamping 250 gram+belerang 250 gram dan sabun colek 1 sendok Campuran itu kemudian direbus dalam 20 liter air.Setiap 1 gelas larutan dapat dicampur dengan 14 liter air penyemprot tanaman.
Atau gunakan minyak Atsiri+Citronella
Kami juga mengembangkan obat untuk mengatasi Antraknusa berbahan organik yaitu Jadam Sulfur
Penyakit Layu Bakteri
Gejalanya sama dengan layu fusarium namun fasenya berlangsung sangat cepat yakni sekitar 3 hari maka tanaman sudah mati kering. Penyebabnya adalah bakteri patogen yang menginfeksi bagian akar atau batang tanaman yang terluka. Meski sangat ganas namun penyakit ini tak seperti layu fusarium yang tidak ada obatnya. Layu bakteri dapat disembuhkan dengan bakterisida sistemik berbahan aktif streptomicyn dengan tambahan pengkocoran tembaga hidroksida dibagian pangkal tanaman yang luka
Demikian informasi yang kami jabarkan semoga bermanfaat ya Sob...
Silahkan mendaftar agar selalu update...
Produk Pertanian :
- PGPR Harga Rp. 25.000/Liter
- Fish Amino Acids Rp. 25.000/½Liter
- Brown Rice Vinegar Rp. 50.000/Liter
- Coryn Bacteria Harga Rp. 30.000/½Liter
- Bio-Pestisida Harga Rp. 30.000/Liter
- Bio-Polymixa Harga Rp. 30.000/Liter
- Bio-Tricoderma Harga Rp. 50.000/Kg
- Mikoriza Harga Rp. 50.000/Kg
- Waiting Agen Rp. 30.000
Peternakan :
- Probiotik EXTRA 99 PLUS Rp. 20.000/Liter
- Oriental Herbal Nutrien Rp. 25.000/Liter
- Dekomposer EXTRA 88 Rp. 25.000/liter
- Enzim Rp. 30.000/Liter
- Desinfektan Rp. 20.000/Liter
CV. Griya Tani
Office Address :
D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573
Kontak Person
Copyright © 2020 CV. Griya Tani
All right NATURAL FARMING Indonesia
0 komentar:
Posting Komentar
Terimakasih Sudah Berkunjung ke Blog saya