2 Mei 2020

CARA MUDAH MEMBUAT WATER SOLUBLE PHOSPHORIC ACIDS ( WPA ) CAIR

Cara Mudah Membuat Water-Soluble Phosphoric Acid (WPA) Cair



Water-Soluble Phosphoric Acid (WPA) adalah asam fosfat yang mudah larut dalam air. WPA biasanya digunakan sebagai sumber nutrisi fosfat bagi tanaman dalam pertanian dan kebun. WPA adalah salah satu jenis pupuk fosfat yang digunakan untuk meningkatkan kesuburan tanah dan membantu tanaman tumbuh dengan sehat.

WPA juga dapat digunakan dalam beberapa aplikasi industri, seperti pembersih, pembuat cat, dan pengawet makanan. Namun, karena Water-Soluble Phosphoric Acid bersifat asam, penggunaannya harus dilakukan dengan hati-hati dan harus memperhatikan aturan keamanan dan pedoman penggunaan yang tepat untuk mencegah bahaya dan dampak negatif pada manusia dan lingkungan.

Water-Soluble Phosphoric Acid atau Asam fosfat merupakan elemen penting bagi kehidupan tanaman, yang terkandung di setiap tanaman. Asam fosfat adalah zat yang menyusun inti sel. Asam fosfat terserap digunakan untuk pembelahan sel ketika bergerak ke kuncup, ujung akar atau biji.

Batang padi mengandung sejumlah besar asam fosfat, dan digunakan dalam Pertanian Alami. Bakar batang padi menjadi arang dan meresap arang untuk mengekstraksi Water-Soluble Phosphoric Acid (WPA)

Bahan Yang Dibutuhkan
  • Arang dari batang wijen/jerami padi
  • Air
  • Toples / Toples kaca
  • Kain Berpori (Handuk kertas)
  • Karet gelang / benang
Cara Membuat
  • Buat arang dari batang padi/Damen Asam fosfat alami berlimpah di batang itu. Bakar batang wijen dan padamkan api saat nyala api besar muncul.
  • Masukkan 1 Kg arang batang batang padi ke dalam tas kain dan rendam ke dalam 5 liter air untuk melarutkan asam fosfat dalam air ( Cairan kasar asam fosfat alami )
  • Biarkan selama 7 hari meskipun waktunya bervariasi tergantung pada suhu di sekitarnya.
  • Beri airator dua hari sekali ( Tiupkan udara ke dalam air dengan tabung ). Asam fosfat larut dalam air.
Cara Membuat Secara Kimiawi
Membuat Water-Soluble Phosphoric Acid (WPA) dari tulang hewan melibatkan beberapa tahap proses kimia yang rumit dan berbahaya jika tidak dilakukan dengan hati-hati. Oleh karena itu, disarankan untuk tidak mencoba membuat WPA di rumah kecuali jika Anda memiliki pengalaman dan pengetahuan yang memadai dalam kimia.
Namun, secara umum, berikut adalah langkah-langkah umum yang terlibat dalam pembuatan WPA dari tulang hewan :
  1. Penghancuran Tulang Hewan: Tulang hewan harus dihancurkan terlebih dahulu menjadi ukuran yang lebih kecil dan mudah diolah.
  2. Perlakuan Awal: Tulang hewan kemudian direndam dalam larutan asam, seperti asam sulfat, dan dibiarkan selama beberapa jam untuk memisahkan fosfat dari bahan organik lainnya.
  3. Penyaringan: Larutan fosfat kemudian disaring untuk memisahkan tulang dan residu lainnya dari larutan.
  4. Pengendapan: Larutan kemudian diendapkan untuk memisahkan garam-garam fosfat yang tidak diinginkan dari larutan fosfat.
  5. Pelarutan Ulang: Garam fosfat kemudian dicuci dan direndam dalam air bersih untuk melarutkannya kembali dan membentuk larutan WPA.
  6. Penyaringan dan Pembersihan: Larutan kemudian disaring dan dibersihkan dari kotoran dan residu lainnya.
  7. Pengeringan: Larutan WPA kemudian diuapkan atau dikeringkan dengan hati-hati hingga diperoleh kristal WPA yang murni.

Ingatlah bahwa proses kimia ini berbahaya dan memerlukan pengetahuan dan keterampilan khusus untuk dilakukan dengan aman dan efektif. Jika Anda tidak yakin, sebaiknya membeli WPA dari toko pertanian atau toko kimia terpercaya.

Dosis Aplikasi
  • Larutkan 700 ml/tangki
  • Encerkan WS-PA dengan air dalam perbandingan 1: 1000, ketika digunakan bersama dengan Water Soluble Calsium
  • Terapkan Water Soluble Potassium selama periode pergantian Fase Vegetatif ke Fase Generatif untuk merangsang pembungaan dan tidak mudah rontok agar menghasilkan kesuburan dan hasil yang tinggi.
  • WPA meningkatkan kandungan gula buah.

Suhu optimal untuk penyimpanan jangka panjang berkisar antara 23-25 ​​° C. Adalah baik untuk memilih tempat yang dingin dan teduh tanpa sinar matahari langsung.

Gejala Kekurangan Posfat
  • WPA dapat dengan mudah melakukan perjalanan di dalam pabrik dan pindah ke dedaunan baru yang kuat terlebih dahulu. Akibatnya, gejala defisiensi muncul terutama pada tangkai daun dan urat daun tua.
  • Daun baru tidak tumbuh dengan baik dan menjadi lebih kecil dan berwarna hijau tua.
  • Pertumbuhan bunga sangat ditekan, secara alami menghasilkan lebih sedikit buah.
  • Biasanya gejalanya tidak aktif di dalam tubuh. Oleh karena itu sulit untuk pulih, bahkan mempertimbangkan kemampuan untuk mengatasi penyakit ketika gejala muncul di luar.
  • Kulit buah menjadi tebal dan kadar asam meningkat.
Demikian penjelasan singkat tentang WPA ini semoga bermanfaat dan menambah wawasan anda tentang teori dan aplikasi pertanian organik ini.
Kami akan senang sekali jika para pembaca sudi bertukar informasi tentang pertanian organik ini.


Saung Tani
Hanif Miftahul Huda
DS. Bandung Kidul RT 001 RW 002 Kel. Kunir
Kec. Dempet Kab Demak 59573

Untuk Pemesanan Probiotik
Kontak Kami


Lokasi: Kunir, Dempet, Demak Regency, Central Java, Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih Sudah Berkunjung ke Blog saya