Agriculture Farming Service

Agriculture Farming Service – Layanan pertanian modern yang membantu petani meningkatkan hasil panen melalui teknologi, manajemen lahan, dan solusi berkelanjutan

Breaking News

Breaking News! Simak kabar terbaru dan paling update hanya di sini. Kami hadir menyajikan informasi tercepat, akurat, dan terpercaya langsung dari lapangan. Jangan lewatkan momen penting yang sedang terjadi sekarang juga!

Seputar Olah Raga

Breaking News Olahraga! ⚽🏀🏸

Update tercepat tentang kabar olahraga terkini dari dalam dan luar negeri. Mulai dari sepak bola, bulu tangkis, basket, hingga olahraga trending lainnya. Simak informasi paling fresh dan jangan lewatkan momen bersejarah di dunia olahraga!

📌 Subscribe dan aktifkan notifikasi 🔔 biar nggak ketinggalan kabar terbaru.

Channel Katebat

KATEBAD ala kocak! 🤣🎥

Film pendek parodi yang menggabungkan berita terkini dengan sentuhan humor segar. Dijamin bikin ngakak tapi tetap ada pesan yang bisa dipetik. Tonton sampai habis, karena ending-nya bikin kaget!

📌 Jangan lupa Subscribe, kasih like 👍, dan share ke teman biar ikut ketawa bareng.

Info Seputar Megawati

Arabica Coffee House Kadınlar 1. Ligi, adalah nama resmi dari kompetisi Voleybol Kadınlar 1. Ligi di bawah naungan Türkiye Voleybol Federasyonu (TVF), yang kini menjadi penyelenggara utama dengan status nama sponsor

Tampilkan postingan dengan label SOP DAN JENIS TANAMAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SOP DAN JENIS TANAMAN. Tampilkan semua postingan

25 Mei 2021

BUDIDAYA CABE MERAH PART IV

BUDIDAYA CABE MERAH PART IV
Pengamatan Dan Pengendalian Hama dan Penyakit
#Budidaya, #Cabe_Merah

Assalamualaikum Sedulur Tani semua... Pada kesempatan kali ini kita akan membahas kelanjutan tentang Budidaya Cabe Merah, pada artikel sebelumnya kita telah sampai pada tahap penanganan Hama Dan Penyakit dan paskan panen, dan untuk kali ini kita sampai pada tahap penanganan hama dan penyakit. Langsung saja kita menuju ke TKP ya luuur.
Kegiatan pokok pemeliharaan tanaman meliputi :
Spodoptera litura/ Ulat grayak Lihat depan.
Kutu – kutuan ( Aphis, Thrips, Tungau ), lihat fase persemaian.
Penyakit Layu, disebabkan beberapa jamur antara lain Fusarium, Phytium dan Rhizoctonia. Gejala serangan tanaman layu secara tiba-tiba, mengering dan gugur daun. Tanaman layu dimusnahkan dan untuk mengurangi penyebaran, semprotkan & kocor dengan :
Cara Aplikasi :
Dosis 10 ml/ltr Air untuk semprot 5 ml/liter Air untuk kocor

Penyakit Bercak Daun, Cercospora capsici. Jamur ini menyerang pada musim hujan diawali pada daun tua bagian bawah. Gejala serangan berupa bercak dalam berbagai ukuran dengan bagian tengah berwarna abu-abu atau putih, kadang bagian tengah ini sobek atau berlubang. Daun menguning sebelum waktunya dan gugur, tinggal buah dan ranting saja. Akibatnya buah menjadi rusak karena terbakar sinar matahari. Untuk mengurangi penyebaran, semprotkan & kocor dengan 
Cara Aplikasi :
Dosis 10 ml/ltr Air untuk semprot 5 ml/liter Air untuk kocor
Fungisida Hayati 
Cara Aplikasi :
Dosis 15 ml/ltr Air untuk semprot 10 ml/liter Air untuk kocor

Lalat Buah (Dacus dorsalis), Gejala serangan buah yang telah berisi belatung akan menjadi keropos karena isinya dimakan, buah sering gugur muda atau berubah bentuknya. Lubang buah memungkinkan bakteri pembusuk mudah masuk sehingga buah busuk basah. Sebagai vektor Antraknose. Pengamatan ditujukan pada buah cabai busuk, kumpulkan dan musnahkan. Lalat buah dipantau dengan perangkap berbahan aktif Metil Eugenol 40 buah/ha, atau kita bisa menggunakan Pestisida Hayati seperti :
BVR/Metarizum/Glio
Cara Aplikasi :
Dosis 15 ml/ltr Air untuk semprot 10 ml/liter Air untuk kocor

Penyakit Busuk Buah Antraknosa (Colletotrichum gloeosporioides), gejala serangan mula-mula bercak atau totol-totol pada buah yang membusuk melebar dan berkembang menjadi warna orange, abu-abu atau hitam. Bagian tengah bercak terlihat garis-garis melingkar penuh titik spora berwarna hitam. Serangan berat menyebabkan seluruh bagian buah mengering. Pengamatan dilakukan pada buah merah dan hijau tua. Buah terserang dikumpulkan dan dimusnahkan pada waktu panen dipisahkan. Serangan berat semprotkan & kocor dengan 
Cara Aplikasi :
Dosis 10 ml/ltr Air untuk semprot 5 ml/liter Air untuk kocor
Fungisida Hayati 
Cara Aplikasi :
Dosis 15 ml/ltr Air untuk semprot 10 ml/liter Air untuk kocor
 
PANEN DAN PASCA PANEN
Panen
Panen cabai merah sangat dipengaruhi oleh faktor jenis atau varietasnya, dan lingkungan tempat tanam.
Di dataran rendah, umumnya cabai merah mulai dipanen pada umur 75-80 hari setelah tanam.
Panen berikutnya dilakukan selang 2-3 hari sekali.
Sedangkan di dataran tinggi (pegunungan), panen perdana dapat dimulai pada umur 90-100 hari setelah tanam.
Selanjutnya pemetikan buah dilakukan selang 6-10 hari sekali.
Khusus untuk sasaran ekspor, panen cabai dipilih pada tingkat kemasakan 85% - 90% saat warna buah merah-kehitaman.
Di dataran rendah, panen cabai untuk tujuan ekspor dapat diatur 2 hari sekali ; sedangkan di dataran tinggi antara 4-6 hari sekali.
Pada cabai paprika, persyaratan layak panen adalah bila buahnya telah mencapai ukuran maksimal, hampir matang tetapi warnanya masih hijau.
Buah cabai paprika yang dipanen terlalu muda bobotnya akan menurun secara drastis dan kurang tahan angkut (cepat rusak).
Sebaliknya, buah cabai paprika yang dipanen terlalu matang atau warnanya sudah merah, maka kualitasnya kurang disukai pasar (konsumen). Kecuali beberapa varietas cabai paprika memang khusus untuk dipanen buah merah ataupun buah kuning.
Cara panen cabai hibrida adalah memetik buah bersama tangkainya secara hati-hati di saat cuaca terang.
Hasil panen dimasukkan ke dalam wadah, kemudian dikumpulkan di tempat penampungan. Jika SOP yang kita pakai baik dan sesuai. Maka kita dapat menghasilkan produksi antara 2-4 ton/ha. Khusus cabai paprika minimal dapat menghasilkan 5-6 ton/hektar, harga jualnya lebih mahal dibanding dengan jenis-jenis cabai lainnya.
Setelah selesai pemetikan yang harus kita lakukan adalah Penyemprotan dengan 
POC Generatif Produksi CV. GRIYA TANI 
Cara Aplikasi :
Dengan dosis 15 ml/ltr air untuk Semprot 10 ml/ltr untuk kocor
Bosster Produksi CV. GRIYA TANI 
Cara Aplikasi :
Dengan dosis 15 ml/ltr air untuk Semprot 10 ml/ltr untuk kocor
Cara Aplikasi :
Dosis 10 ml/ltr Air untuk semprot 5 ml/liter Air untuk kocor.
 
Pasca Panen
Pemilihan buah (seleksi dan sortasi) Di tempat penampungan, buah-buah cabai dipilih berdasarkan warna merah, masih kehitaman; dan juga dipisahkan antara buah sehat dengan buah sakit atau rusak (busuk).
Pengkelasan (klasifikasi) Khusus untuk diekspor dilakukan pengkelasan, yaitu dipilih buah-buah cabai yang panjangnya minimal 11 cm, bentuk buah lurus, dan tidak terlalu matang.
Untuk sasaran pasar lokal, pengemasan cabai dapat dilakukan dalam karung plastik yang tembus udara ataupun keranjang bambu.
Untuk sasaran pasar ekspor, buah-buah cabai ditata rapi dalam kardus-kardus ukuran 30 x 40 x 50 cm berisi + 20 kg, dan berventilasi atau dibuatkan lubang-lubang kecil. Penyimpanan sementara sebelum dipasarkan, sebaiknya di tempat (ruang) yang teduh dan cukup lembab, serta sirkulasi udara baik.
Bila fasilitas penyimpanan memungkinkan, dapat dilakukan dalam ruang dingin (cold storage) yang suhunya rendah antara 2-15 derajat Celcius dan kelembabannya tinggi sekitar 90%-95% agar tetap segar selama + 20 hari.

Cabai Kering
Pemasaran cabai kering memiliki beberapa keuntungan, diantaranya memudahkan pengangkutan, produk-nya dapat dikemas secara ringkas dan tahan lama.
Buah-buah cabai dipilih yang sudah matang (berwarna merah), kemudian dicuci bersih dan tangkainya dibuang.
Setelah buah cabai ditiriskan, segera dibelah dan dibuang biji-bijinya.
Perendaman sesaat dalam air hangat (blanching)
Buah-buah cabai segar segera dicelupkan ke dalam air mendidih yang telah dicampur Kalium Metabisulfit 0,2%.
Lama perendaman + 6 menit, kemudian disusul pencelupan ke dalam air dingin.
Tujuan blanching adalah untuk menambah ketahanan warna buah sehingga tidak cepat berubah terjadi coklat (browning).
Pengeringan cabai dapat dilakukan secara alami (sinar matahari) selama 7-10 hari, ataupun dengan alat mekanis yang bersuhu 600 C sehingga dapat kering selama 12-20 jam.
Pengeringan dengan alat mekanis memiliki beberapa keuntungan, antara lain waktunya relatif singkat, bersih, dan kadar air dapat seminim mungkin + 10%.
Cabai kering dapat dikemas dalam kantong ataupun karung plastik tertutup rapat. Tempat penyimpanannya yang baik adalah ruangan kering dengan kelembaban 70%.
 
Demikian Penjelasan tentang bagaimana cara budidaya cabe merah yang benar dan sesuai dengan SOP Pertanian Organik
Semoga bermanfaat 
Klik Link Video ( Video )

Produk Pertanian :
  • PGPR  Harga Rp. 25.000/Liter
  • Fish Amino Acids Rp. 25.000/½Liter
  • Brown Rice Vinegar Rp. 50.000/Liter
  • Coryn Bacteria Harga Rp. 30.000/½Liter
  • Bio-Pestisida Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Polymixa Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Tricoderma Harga Rp. 50.000/Kg
  • Mikoriza Harga Rp. 50.000/Kg
  • Waiting Agen Rp. 30.000/Liter
  • Madam Sulfur Rp. 30.000/Liter
Peternakan :
  • Probiotik EXTRA 99 PLUS Rp. 20.000/Liter
  • Oriental Herbal Nutrien Rp. 25.000/Liter
  • Dekomposer EXTRA 88 Rp. 25.000/liter
  • Enzim Rp. 30.000/Liter
  • Desinfektan Rp. 20.000/Liter
CV. Griya Tani Indonesia
Office Address :
D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573 

Kontak Person

Copyright © 2020 CV. Griya Tani
All right NATURAL FARMING Indonesia

20 Mei 2021

BUDIDAYA CABE MERAH PART III

BUDIDAYA CABE MERAH PART III
PEMELIHARAAN TANAMAN (7-70 HST)
image 8Villad

Assalamualaikum Sedulur Tani semua... Pada kesempatan kali ini kita akan membahas kelanjutan tentang Budidaya Cabe Merah, pada artikel sebelumnya kita telah sampai pada tahap pengolahan lahan, dan kali ini kita sampai pada tahap penyemaian benih. Langsung saja kita menuju ke TKP ya luuur.
Kegiatan pokok pemeliharaan tanaman meliputi : Pemasangan Ajir (turus), penyiraman (pengairan), perempelan tunas dan bunga pertama, pemupukan tambahan (susulan), perempelan daun bawah di bawah cabang, pengendalian hama dan penyakit.
Pemasangan kerangka naungan ini bisa tunggal per bedengan, atau 2 bedengan bahkan tiap 4 bedengan; tergantung dari kepraktisan maupun ketersediaan bahan.
Tata cara pemasangan sungkup (naungan) untuk cabai paprika (atau cabai hibrida di musim hujan), pada prinsipnya adalah sebagai berikut :
Pasang tiang-tiang/ajir dari bambu gelondongan setinggi 50–80 cm di bagian pinggir bedengan; arahnya memanjang pada jarak tiap 3-4 meter.
Pasang bilah bambu yang bentuknya dilengkungkan setengah lingkaran setinggi 160–200 cm dari permukaan tanah. Caranya adalah dengan memasukkan ujung bilah bambu ke dalam lubang bambu gelondongan yang letaknya berpasangan.
Hubungkan antara kerangka sungkup yang satu dengan yang lainnya dengan bilah bambu yang dipasang memanjang, kemudian ikat dengan tali kawat, hingga akhirnya sungkup (kerangka) naungan siap dipasang atap plastik bening.
Pasang atap plastik bening, dan kuatkan dengan tali pengikat agar tidak mudah lepas oleh terpaan angin.

Pemasangan Ajir (Turus)
Cabai hibirida umumnya berbuah lebat, sehingga untuk menopang pertumbuhan tanaman agar kuat dan kokoh serta tidak rebah perlu dipasang ajir (turus) dari bilah bambu setinggi 125 cm, lebar + 4 cm dan tebalnya + 2 cm.
Ajir dipasang (ditancapkan) tegak tiap 3 tanaman cabai 1 ajir secara berjajar mengikuti arah panjang bedengan.
Antara ajir dengan ajir lainnya dihubungkan dengan bilah bambu memanjang (gelagar) tepat pada ketinggian 80 cm dari permukaan tanah.
Pemasangan ajir harus sedini mungkin, yakni pada saat tanaman belum berumur 1 bulan setelah pindah tanam.
Hal ini untuk mencegah terjadinya kerusakan akar tanaman cabai sewaktu memasang (menancapkan) ajir.
Khusus untuk cabai paprika, pemasangan ajir setiap tanaman 1 ajir.
Pengairan (Penyiraman)
Pada Fase awal pertumbuhan atau saat tanaman cabai masih menyesuaikan diri terhadap lingkungan kebun (adaptasi), maka penyiraman perlu dilakukan secara rutin tiap hari, terutama di musim kemarau.
Setelah tanaman tumbuh kuat dan perakarannya dalam, pengairan berikutnya dilakukan dengan cara dileb setiap 3 – 4 hari sekali.
Pengelepan ini airnya cukup sampai batas antara tanah bagian bawah dengan ujung MPHP.
Setelah tanah bedengan basah, airnya segera dibuang kembali melalui saluran pembuangan.
Tanah yang becek atau menggenang akan memudahkan tanaman terserang penyakit layu Akar atau Fusarium.
Di lahan tertentu yang tidak mungkin melakukan pengairan dengan cara dileb, dapat menggunakan teknik kocoran melalui selang yang dialirkan di antara 4 tanaman.
Ujung selang dimasukkan ke dalam lubang MPHP di tengah-tengah bedengan.
Tanaman cabai hibrida di bawah 40 hari, memerlukan pengairan yang intensif dan rutin.
Sedangkan tanaman yang sudah produktif (berbuah) tidak mutlak memerlukan air banyak. Tetapi yang terpenting adalah menjaga agar tanah tidak kekeringan.
Perempelan
Cabai hibrida umumnya bertunas banyak yang tumbuh dari ketiak-ketiak daun.
Tunas ini tidak produktif dan akan mengganggu pertumbuhan secara optimal. Oleh karena itu, perlu dilakukan perempelan (pembuangan) tunas samping.
Perempelan  (Prunning) tunas samping dilakukan pada tanaman cabai hibrida yang berumur antara 7 – 20 hari.
Semua tunas samping dibuang agar tanaman tumbuh kuat dan kokoh. Saat terbentuk cabang, maka perempelan tunas dihentikan.
Biasanya perempelan tunas ini dilakukan 2 – 3 kali. Tanpa perempelan tunas samping, pertumbuhan tanaman cabai akan lambat.
Ketika tanaman cabai mengeluarkan bunga pertama dari sela-sela percabangan pertama, maka bunga ini pun harus dirempel. Tujuan perempelan bunga perdana ini adalah untuk merangsang pertumbuhan tunas-tunas dan percabangan di atasnya yang lebih banyak dan produktif menghasilkan buah yang lebat. Kelak tanaman cabai hibrida yang sudah berumur 75 – 80 hari biasanya sudah membentuk percabangan yang optimal.
Daun-daun tua yang ada di bawah cabang dapat dirempel, terutama daun yang terserang hama dan penyakit. Daun tua tersebut sudah tidak produktif lagi, bahkan seringkali menjadi sumber penularan hama dan penyakit.
Perempelan, sisakan 2-3 cabang utama / produksi mulai umur 15 – 30 hr.
Perempelan daun-daun tua ini jangan terlalu awal, sebab pertumbuhan cabang daun belum optimal.
Kesalahan perempelan daun tua, justru berakibat fatal, yakni menyebabkan tanaman cabai tumbuh merana dan produksinya menurun.
 
Pemupukan Susulan.
Sekalipun tanaman cabai hibrida sudah dipupuk total pada saat akan memasang MPHP, namun untuk menyuburkan pertumbuhan yang prima dapat diberi pupuk tambahan (susulan).
Jenis pupuk yang digunakan pada Fase  Vegetatif aktif (daun dan tunas) adalah 
POC Vegetatif ( dosis 10 ml/ltr air ),
Tricoderma ( dosis 10 ml/ltr air ),
Glio+BVR ( dosis 10 ml/ltr air ) 
Aplikasi siram atau Kocor ke tanaman mulai pada umur 5 HST dilakukan secara periodik 5 – 7 hari sekali, pupuk daun yang kandungan Nitrogennya tinggi, misalnya Multimicro dan Complesal cair. Interval penyemprotan pupuk daun antara 10 – 14 hari sekali, dengan dosis atau konsentrasi yang tertera pada labelnya (kemasan) pupuk daun tersebut.
Pada fase pertumbuhan bunga dan buah (generatif), masih perlu pemberian pupuk daun yang mengandung unsur Phospor dan Kaliumnya tinggi,  POC Warung Tani II ( dosis 10 ml/ltr air ),WT Bakterisida ( dosis 10 ml/ltr air ), WT Trico/Glio ( dosis 10 ml/ltr air ) dilakukan scr periodik 5 – 7 hari sekali.
 Complesal merah, Kemira merah ataupun Growmore Kalsium. Untuk memacu pertumbuhan bunga dan buah.
Tanaman cabai yang berumur 50 hari dapat dipupuk susulan berupa NPK atau campuran ZA, Urea, TSP, Kcl, (1 : 1 : 1 : 1) sebanyak  3 gr/phn.
Cara pemberiannya adalah dengan melubangi MPHP diantara 4 tanaman.
Kemudian pupuk dimasukkan melalui lubang tersebut sambil diaduk-aduk dengan tanah dan langsung disiram air bersih agar cepat larut dan meresap ke dalam tanah.
Atau kita bisa menggunakan Pupuk Hayati Mikoriza dengan dosis : 1gram/Pohon. Cara Aplikasi buat lubang di area akar dan masukkan 1 gram pupuk Hayati Mikoriza dan tutup kembali dengan tanah.
Pemupukan susulan berikutnya masih diperlukan, terutama bila kondisi pertumbuhan tanaman cabai kurang memuaskan atau karena terserang hama dan penyakit. Pemberian pupuk susulan  ini dapat dilakukan setiap dua minggu sekali. Varietas cabai hibrida umumnya bisa berbuah cukup lama, sehingga dapat dipanen beberapa kali (12 – 14 kali), terutama pada hibrida Hot Beauty dan Hero.
Setiap kali selesai panen perlu dipupuk susulan untuk mempertahankan produktivitas buah. Jenis dan dosis pupuknya adalah berupa :
POC Generatif ( dosis 10 ml/ltr air ),
Jadam Sulfur ( dosis 10 ml/ltr air ),
Fermentet Plant Juice (dosis 10 ml/ltr air) 
Atau bisa kita gunakan pupuk NPK atau campuran ZA, Urea, TSP, KCl, (1 : 1 : 1 : 1) sebanyak 3 gr/phn yang diberikan di antara 2 tanaman cabai bagian kiri dan kanan.
Pada kondisi pertumbuhan tanaman cabai cukup bagus, pemberian pupuk susulan ini cukup sebulan sekali.
 
 Jenis Pupuk  Urea SP-36 KCL
Umur Tanaman 20- HST 50-HST 100 HST
Jumlah Pupuk 7kg/ha 10kg/ha 15kg/ha

Catatan :
Pupuk kimia dasar bisa digantikan dengan NPK mutiara 2 gram/lubang tanam pada 20 hst & 5 gram /lubang tanam pada 50 hst.
Pemberian NPK mutiara untuk tahap selanjutnya deberikan setiap selang 3 / 4 kali panen, 5 gram/lubang tanam.
Kita juga bisa menggunakan 
POC Generatif (dosis 10 ml/ltr air),
Jadam Sulfur (dosis 1ml/ltr air),
Fungisida Hayati ( dosis 10 ml/ltr air ) 
ke tanaman mulai pada umur 5 hst dilakukan scr periodik 5 – 7 hari sekali, kemudian pada umur 50 hst 
POC Generatif (dosis 10 ml/ltr air),
Jadam Sulfur (dosis 1ml/ltr air),
Fungisida Hayati ( dosis 10 ml/ltr air 
dilakukan scr periodik 5 – 7 hari sekali.

Demikian penjelasan tentang budidaya cabe merah pada tahap penyemaian benih dan penyiapan lahan.
Untuk artikel berikutnya tentang perawatan (Artikel Sebelumnya) (Artikel Selanjutnya)

Produk Pertanian :
  • PGPR  Harga Rp. 25.000/Liter
  • Fish Amino Acids Rp. 25.000/½Liter
  • Brown Rice Vinegar Rp. 50.000/Liter
  • Coryn Bacteria Harga Rp. 30.000/½Liter
  • Bio-Pestisida Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Polymixa Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Tricoderma Harga Rp. 50.000/Kg
  • Mikoriza Harga Rp. 50.000/Kg
  • Waiting Agen Rp. 30.000
Peternakan :
  • Probiotik EXTRA 99 PLUS Rp. 20.000/Liter
  • Oriental Herbal Nutrien Rp. 25.000/Liter
  • Dekomposer EXTRA 88 Rp. 25.000/liter
  • Enzim Rp. 30.000/Liter
  • Desinfektan Rp. 20.000/Liter
CV. Griya Tani
Office Address :
D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573 

Kontak Person

Copyright © 2020 CV. Griya Tani
All right NATURAL FARMING Indonesia
 

9 Mei 2021

PRATANAM BUDIDAYA CABE MERAH

PRATANAM
Lanjutan Artikel Sebelumnya
 
Sumber Image Google
Assalamu'alaikum...Dulur tani 
Kali ini kita akan membahas lanjutan dari Postingan sebelumnya yaitu : 
Pada kesempatan kali ini kita sudah sampai pada tahap pengolahan Lahan, langsung ke TKP ya luur.

Pengolahan Lahan
Tahapan pengolahan tanah dilakukan dengan tata cara sebagai berikut :
Lahan dibersihkan dari sisa-sisa tanaman atau perakaran dari pertanaman sebelumnya. Tebarkan pupuk kandang yang sudah terfermentasi dengan Dekomposer Extra 88 1 ton/ha.
Pembalikan Tanah dengan dibajak atau dicangkul sedalam 30 – 40 cm, semprot secara merata di permukaan lahan dengan Jadam Sulfur Produksi Griya Tani untuk mensterilkan media tanah dari segala patogen, taburkan Kompos secara merata, selanjutnya Penyemprotan dengan bahan Dekomposer+Tricoderma+Metarizum masing2 dengan dosis 50ml/tangki jangan lupa untuk menambahkan 1sendok makan molase, biarkan minimal 1minggu (untuk hasil yang lebih baik tutup bedengan dengan jerami atau plastik hitam), setelah 4 hari dari penyemprotan cek pH jika belum sesuai target semprot kembali dengan Dekomposer Extra 88.
Tanah yang sudah agak kering segera dibentuk bedengan-bedengan selebar :
Lebar 100–110cm, Tinggi 40–50 cm.
Lebar parit 60–70 cm, sedangkan panjang bedengan bisa menyesuaikan.
Khusus pada tanah yang banyak mengandung air, sebaiknya parit dibuat sedalam 60 – 70 cm. Di sekeliling lahan kebun cabai dibuat parit keliling selebar dan sedalam 70 centimeter.

Pemasangan MPHP
Sebelum MPHP dipasang untuk menutupi permukaan bedengan, terlebih dahulu dilakukan pemupukan secara total sekaligus. Dengan Bahan pupuk Organik Padat untuk fase vegetatif.
Pemasangan MPHP sebaiknya mengikuti dan memperhatikan cuaca, yakni pada saat terik matahari antara pukul 14.00 – 16.00 agar plastik tersebut memanjang (memuai) dan menutup tanah serapat mungkin.
Pemasangan MPHP minimal dilakukan oleh 2 orang. Caranya adalah : tariklah kedua ujung MPHP ke masing-masing ujung bedengan arah memanjang.
Kemudian dikuatkan dengan pasak bilah bambu berbentuk “U” yang ditancapkan di setiap sisi bedengan.
Berikutnya tarik pula lembar MPHP ke bagian sisi kiri kanan (lebar) bedengan hingga nampak rata menutupi permukaan bedengan.
Kuatkan dengan pasak bilah bambu pada setiap jarak 40 – 50 cm.
Bedengan yang telah ditutup MPHP dibiarkan dulu selama + 7 hari agar pupuk buatan larut dalam tanah dan tidak membahayakan (toksis) bibit cabai yang ditanam.
Keuntungan penggunaan plastik hitam-perak mulsa plastik yang dianggap baik di daerah subtropis adalah yang berwarna hitam dengan ketebalan 50 mikron. Mulsa Plastik Hitam (MPH) sudah membudaya dikalangan petani dengan jenis tanaman mentimun, tomat, strawberri dan kubis bunga. Adaptasi atau pengembangan teknologi sistem Mulsa Plastik dirintis oleh Jepang dan Taiwan yang memperkenalkan Mulsa Plastik Hitam Perak (MPHP). MPHP ini memiliki dua muka dan dua warna, yaitu muka pertama berwarna hitam dan muka kedua berwarna perak. Warna hitam untuk menutup permukaan tanah, warna perak sebagai permukaan atas tempat menanam suatu tanaman budidaya.
Keuntungan Menggunakan MPHP Antara Lain Adalah :
Pemberian pupuk dapat dilakukan sekaligus total sebelum tanam.
Warna hitam dari mulsa menimbulkan kesan gelap sehingga dapat menekan rumput-rumput liar atau gulma.
Warna perak dari mulsa dapat memantulkan sinar matahari, sehingga dapat mengurangi hama Aphis, Trips dan Tungau, serta secara tidak langsung menekan serangan penyakit Virus.
Menjaga tanah tetap gembur, suhu dan kelembaban tanah relatif tetap (stabil).
Mencegah tercucinya pupuk oleh air hujan, dan penguapan unsur hara oleh sinar matahari.
Buah cabai yang berada di atas permukaan tanah terhindar dari percikan air tanah sehingga dapat mengurangi resiko berjangkitnya penyakit busuk buah.
Kesuburan tanah karena pemupukan dapat merata, sehingga pertumbuhan dan produksi tanaman budidaya relatif seragam (homogen).
Secara ekonomis penggunaan MPHP dapat mengurangi pekerjaan penyiangan dan penggemburan tanah, sehingga biaya pengadaan MPHP dapat dialokasikan dari biaya pemeliharaan tanaman tersebut.
Pada musim kering (kemarau), MPHP dapat menekan penguapan air dari dalam tanah, sehingga tidak terlalu sering untuk melakukan penyiraman (pengairan).
 
PROSES PERSEMAIAN
Persiapan Persemaian
Arah persemaian menghadap ke timur dengan naungan atap plastik atau rumbia.
Bersamaan dengan terbentuknya bedengan kasar, dilakukan penyiapan benih dan pembibitan di pesemaian.
Untuk lahan (kebun) seluas 1 hektar diperlukan benih+180 gr atau 18 bungkus kemasan masing-masing berisi 10 gram.
Benih dapat disemai langsung satu dalam bumbung (koker) yang terbuat dari daun pisang ataupun polybag kecil ukuran 8 x 10 cm, tetapi dapat pula dikecambahkan terlebih dahulu.
Sebelum dikecambahkan, benih cabai sebaiknya direndam dulu dalam larutan Dekomposer Extra 88 dengan dosis 15+20ml/liter air selama 15–30 menit kemudian diperam semalam untuk mempercepat proses perkecambahan dan mencucihamakan benih tersebut.
Bila benih cabai akan disemai langsung dalam polybag, maka sebelumnya polybag harus diisi dengan media tanam dari campuran tanah dan pupuk kompos organik yang mengandung Tricoderma BVR dalam proses pembuatan-nya dengan, perbandingan 3 : 1.
Bahan media tanam tersebut dicampur merata, lalu dimasukkan ke dalam polybag hingga 90% penuh.
Biji cabai diletakkan satu per satu tiap polibag, lalu ditutup selapis tanah + pupuk kompos organik yang telah disaring.
Berikutnya semua polybag yang telah diisi benih cabai disimpan di bedengan secara teratur dan segera ditutup dengan karung goni basah selama + 3 hari agar cepat berkecambah.
Bila benih dikecambahkan terlebih dahulu, maka sehabis direndam harus segera dimasukkan ke dalam lipatan kain basah (lembab) selama + 3 hari.
Setelah benih keluar bakal akar sepanjang 2-3 mm, dapat segera disemaikan ke dalam polybag. Cara ini untuk meyakinkan daya kecambah benih yang siap disemai dalam polybag.
Tata cara penyemaian benih ke dalam polybag prinsipnya sama seperti cara di atas hanya perlu alat bantu pinset agar kecambah benih cabai tidak rusak.
Penyimpanan polybag berisi semaian cabai dapat ditata dalam rak-rak kayu atau bambu, namun dapat pula diatur rapi di atas bedengan-bedengan selebar 110–120 cm. Setelah semaian cabai tersebut diatur rapi, maka harus segera dilindungi dengan sungkup dari bilah bambu beratapkan plastik bening (transparan) ataupun jaring net kassa.
Semprot POC Vegetatif dan Zpt dengan dosis masing-masing 10-15 ml/ltr air  pada umur 5,10, 17, & 24 HSS
Penyiraman dilakukan setiap hari pada pagi atau sore hari untuk menjaga kelembaban
Pengamatan Hama & Penyakit dalam pembibitan
Serangan Penyakit :
Rebah Semai (Dumping Off), 
Gejalanya tanaman terkulai karena batang busuk, disebabkan oleh cendawan Phytium sp, dan Rhizoctonia sp. 
Cara pengendalian : 
Tanaman yg terserang dibuang bersama dengan tanah, mengatur kelembaban dengan mengurangi naungan dan penyiraman, jika serangan tinggi siram/semprot dengan Kadam Sulfur dan JWA dengan dosis 10 ml/ltr air 
Atau dengan Fungisida Hayati Trico/Glio 
Dengan dosis 10 ml/ltr air.
Penyakit Embun Bulu :
Ditandai adanya bercak klorosis dengan permukaan berbulu pada daun atau kotil yg disebabkan cendawan Peronospora parasitica. 
Cara mengatasi : Siram/Semprot dengan Jadam Sulfur dan JWA dengan dosis yang dianjurkan 10 ml/ltr air tiap pagi hari atau sore hari selama masih ada serangan infeksi.
Kelompok Virus, gejalanya pertumbuhan bibit terhambat dan warna daun mosaik atau pucat. Gejala timbul lebih jelas setelah tanaman berumur lebih dari 2 minggu. Cara mengatasi; bibit terserang dicabut dan dibakar
Demikian penjelasan tentang pengolahan lahan dan menyemai benih cabe merah karena proses mulai dari olah lahan dalam budidaya cabe merah ini begitu panjang kami akan menjelaskan tahap demi tahap..
Bersambung ya sobat tani...
Wassalamu'alaikum....



Produk Pertanian :
  • PGPR  Harga Rp. 25.000/Liter
  • Fish Amino Acids Rp. 25.000/½Liter
  • Brown Rice Vinegar Rp. 50.000/Liter
  • Coryn Bacteria Harga Rp. 30.000/½Liter
  • Bio-Pestisida Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Polymixa Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Tricoderma Harga Rp. 50.000/Kg
  • Mikoriza Harga Rp. 50.000/Kg
  • Waiting Agen Rp. 30.000
Peternakan :
  • Probiotik EXTRA 99 PLUS Rp. 20.000/Liter
  • Oriental Herbal Nutrien Rp. 25.000/Liter
  • Dekomposer EXTRA 88 Rp. 25.000/liter
  • Enzim Rp. 30.000/Liter
  • Desinfektan Rp. 20.000/Liter
CV. Griya Tani Indonesia
Office Address :
D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573 

Kontak Person

Copyright © 2020 CV. Griya Tani
All right NATURAL FARMING Indonesia

5 Apr 2021

JURUS JITU BUDIDAYA CABE MERAH

BUDIDAYA CABE MERAH

Pendahuluan
Cabai dapat ditanam di dataran tinggi maupun rendah, pH 5-6.
Bertanam cabai dihadapkan dengan berbagai masalah (resiko), diantaranya, teknis budidaya, kekurangan unsur, serangan hama dan penyakit, dll..
Pada umumnya sistem budidaya cabai di sentra-sentra produksi cabai masih menggunakan benih lokal dan populasi tanaman per hektarnya tinggi.
Populasi yang sangat rapat ini dapat mengakibatkan penangkapan sinar matahari setiap tanaman berkurang dan kelembaban udara di sekitar kebun menjadi tinggi.
Kelembaban yang tinggi seringkali dapat meningkatkan serangan hama dan penyakit.
Perbaikan kultur teknik budidaya cabai secara intensif untuk meningkatkan produksi maupun kualitas hasil, diantaranya adalah penggunaan benih unggul dari varietas hibrida yang bermutu tinggi, penerapan MPHP, pemupukan berimbang, pengendalian hama dan penyakit, serta cara-cara lain yang khas seperti pemasangan turus dan perempelan tunas ataupun daun.
Dalam budidaya cabai, penyiapan lahan harus didahulukan, kemudian disusul dengan penyiapan benih atau pembibitan. Maksudnya agar tanah sebagai media tanam benar-benar telah matang dan layak ditanami.
Sebaliknya, bila pembibitan didahulukan, maka penyiapan lahan akan terburu-buru, sehingga tanahnya belum matang benar dan bibit sudat terlanjur tua.
Bibit cabai hibrida umumnya siap dipindahtanamkan dari persemaian ke lapangan (kebun) pada umur 17 – 23 hari (berdaun 2 – 4 helai).
Bila bibit terlambat dipindahtanamkan (terlanjur tua), pertumbuhan kurang optimal dan produksinya menurun (rendah).
Persyaratan Lahan :
Tempatnya terbuka agar mendapat sinar matahari secara penuh.
Lahan bukan bekas pertanaman yang sefamili, seperti kentang, tomat, terung taupun tembakau ; guna menghindari risiko serangan penyakit.
Lahan yang paling baik adalah berupa tanah sawah bekas tanaman padi, agar tidak perlu membajak cukup berat.
Lahan tegalan (tanah kering) dapat digunakan, asal cukup tersedia air.
Syarat Iklim :
Pada umumnya cabai dapat ditanam di dataran rendah sampai pegunungan (dataran tinggi) + 2.000 meter dpl yang membutuhkan iklim tidak terlalu dingin dan tidak terlalu lembab.
Temperatur yang baik untuk tanaman cabai adalah 240 – 270 C, dan untuk pembentukan buah pada kisaran 160 – 230 C.
Setiap varietas cabai hibrida mempunyai daya penyesuaian tersendiri terhadap lingkungan tumbuh.
Cabai hibrida Hot Beauty dan Hero dapat berproduksi dengan baik di dataran rendah sampai dataran tinggi + 1200 m dpl.
Sedangkan cabai hibrida Long Chili lebih cocok ditanam pada ketinggian antara 800 – 1500 m dpl.
Khusus untuk cabai Paprika umumnya hanya cocok ditanam di dataran tinggi.
Kisaran temperatur optimum untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman paprika antara 210 – 250 C, sedangkan untuk pembentukan buah memerlukan temperatur 18,30.
Cabai paprika tidak tahan terhadap intensitas cahaya matahari yang tinggi karena dapat menyebabkan buah seperti terbakar (sunburn) dan juga hasil akhir bobot buah akan sangat rendah.
Pada kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan, tanaman paprika akan mengalami gugur tunas, gugur bunga dan buah muda, serta ukuran buah sangat kecil.
Meskipun cabai paprika umumnya cocok ditanam di dataran tinggi, tetapi dapat pula dikembangkan di dataran menengah mulai ketinggian 600 m dpl; yakni dengan cara memanipulasi lingkungan.
Alih teknologi budidaya paprika di dataran menengah antara lain menggunakan sungkup beratapkan plastik bening (transparan).
Kwalitas Atau Kesuburan Tanah :
Hampir semua jenis tanah yang cocok untuk budidaya tanaman pertanian, cocok pula bagi tanaman cabai.
Untuk mendapatkan kuantitas dan kualitas hasil yang tinggi, cabai menghendaki tanah yang subur, gembur, kaya akan organik, tidak mudah becek (menggenang), bebas cacing (nematoda) dan penyakit tular tanah.
Kisaran pH tanah yang ideal adalah antara 5.5 – 6.8, karena pada pH di bawah 5.5 atau di atas 6.8 hanya akan menghasilkan produksi yang sedikit (rendah).
Pada tanah-tanah yang becek seringkali menyebabkan gugur daun dan juga tanaman cabai mudah terserang penyakit layu.
Khusus untuk tanah yang pH-nya di bawah 5.5 (asam) dapat diperbaiki keadaan kimianya dengan cara pengapuran, sehingga pH-nya naik mendekati pH normal.
Beberapa angka pH tanah (reaksi tanah), terdiri atas:
  • Paling masam (< 4.0)
  • Sangat asam (4.0 – 4.5)
  • Asam (4.5 – 5.5)
  • Agak asam (5.5 – 6.5)
  • Netral (6.5 – 7.5)
  • Agak basa (7.5 – 8.5)
  • Basa (8.5 – 9.0)
  • Sangat basa (9.0).
Pada pH tanah asam, ketersediaan unsur-unsur Fosfor, Kalium, Belerang, Kalsium, Magnesium dan Molibdinum menurun dengan cepat.
Pada pH tanah basa akan menyebabkan unsur-unsur Nitrogen, Besi, Mangan, Borium, Tembaga dan Seng ketersediaannya relatif menjadi sedikit.
Cabai yang ditanam pada tanah asam pada umumnya keracunan unsur Alumunium (Al), Besi (Fe) dan Mangan (Mn).
Sebaliknya pada pH basa, jumlah unsur bikarbonat cukup banyak untuk merintangi penyerapan ion lain, sehingga dapat menghalangi pertumbuhan tanaman secara optimum. ( Bersambung )
Produk Pertanian :
  • PGPR  Harga Rp. 25.000/Liter
  • Fish Amino Acids Rp. 25.000/½Liter
  • Brown Rice Vinegar Rp. 50.000/Liter
  • Coryn Bacteria Harga Rp. 30.000/½Liter
  • Bio-Pestisida Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Polymixa Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Tricoderma Harga Rp. 50.000/Kg
  • Mikoriza Harga Rp. 50.000/Kg
  • Waiting Agen Rp. 30.000
Peternakan :
  • Probiotik EXTRA 99 PLUS Rp. 20.000/Liter
  • Oriental Herbal Nutrien Rp. 25.000/Liter
  • Dekomposer EXTRA 88 Rp. 25.000/liter
  • Enzim Rp. 30.000/Liter
  • Desinfektan Rp. 20.000/Liter
CV. Griya Tani
Office Address :
D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573 

Kontak Person

Copyright © 2020 CV. Griya Tani
All right NATURAL FARMING Indonesia

24 Des 2020

STANDAR OPERASI PROSEDUR ( S R I )

 STANDAR OPERASI PROSEDUR
( S R I )
Metode Tanam Padi System of Rice Intensification

Usaha dibidang pertanian padi dengan  metode tanam SRI (System of Rice Intensification) merupakan usahatani yang dapat memberikan penggunaan masukan seperti benih, penggunaan air, pupuk kimia dan pestisida kimia melalui pemberdayaan petani dan kearifan lokal. Beberapa daerah di Indonesia yang telah menerapkan sistem usahatani SRI. Khususnya di daerah Jawa Barat salah satunya adalah Kabupaten Cianjur. Pengembangan Pertanian Organik, khususnya padi yang dikembangkan pula di berbagai daerah kecamatan.
SRI pertama kali dikembangkan pada awal tahun 1980 oleh  pendeta Perancis dan Fr. Henri de Laulanie, SJ  di Madagascar. SRI mulai dikenal oleh beberapa negara di dunia termasuk di Indonesia pada tahun 1997 yang diperkenalkan oleh seorang ahli yaitu Norman Uphoff (Direktur dari Cornell International Institute for Food, Agricultural and Development) dan pada tahun 1999 dilakukan percobaan SRI untuk pertama kalinya di luar Madagascar.
Pada teknologi SRI memperlakukan tanaman padi tidak seperti tanaman yang membutuhkan udara yang cukup banyak, karena jika penggenangan udara yang cukup banyak maka tidak akan berdampak baik yaitu akan hancurnya bahkan matinya jaringan kompleks ( cortex, xylem  dan  phloem)  pada akar tanaman padi, hal Ini akan berpengaruh pada aktivitas akar dalam mengambil nutrisi di dalam tanah lebih sedikit, sehingga pertumbuhan dan perkembangan tanaman akan terhambat dan mengakibatkan kapasitas produksi akan lebih rendah.
Akibat yang akan ditimbulkan dari penggenangan air tersebut maka budidaya padi SRI dapat diartikan sebagai upaya budidaya tanaman padi yang memperhatikan semua komponen yang ada di ekosistem baik itu tanah, tanaman, mikro organisme, makro organisme, udara, sinar matahari, sehingga memberikan produktivitas yang tinggi serta pengaruh pengaruh negatif bagi komponen tersebut dan memberikan dukungan untuk menjalankan aliran energi dan siklus nutrisi secara alami. Dibawah ini kami sampaikan juga panduan elektronik mengenai Budidaya Tanam Padi menggunakan Sistem SRI.
PRINSIP DASAR PENERAPAN
METODE SRI
Aspek Kesehatan Tanah
Menjaga kestabilan dan kesehatan tanah baik itu menjaga sifat-sifat tanah dan produktivitas dari tanah itu sendiri dapat dilakukan dengan menambahkan bahan organik, bahan organik tersebut selain membutuhkan sebanyak 5-7 ton/ha. 
Bahan Organik ini dapat berupa sampah dari sisa-sisa tanaman, limbah dapur, kotoran hewan, hijauan, kompos, limbah organik dan bahan lainnya yang bisa terdekomposisi. Bahan-bahan organik dapat dibuat sendiri oleh petani dengan cara mengumpulkan bahan organik tersebut, karena jumlah yang dibutuhkan banyak maka petani dapat mengumpulkannya dengan cara sedikit demi sedikit atau di cicil agar masalah persedian bahan organik dapat kita pecahkan, selain membuat lingkungan menjadi bersih, ketergantungan terhadap pihak luar dapat dikurangi.
Fungsi dan peran bahan organik adalah memperbaiki sifat fisik tanah yaitu mampu mengikat udara, mempertahankan udara di dalam tanah, memperlancar aerasi tanah, memudahkan meresap udara dari permukaan tanah, tanah dapat menyerap mineral yang ada di dalam tanah serta mendukung kehidupan mikro dan makro organisme di dalam tanah, dengan adanya bahan organik maka aliran energi atau siklus nutrisi lebih lancar sehingga nutrisi bagi tanaman akan selalu tersedia. 
Bahan organik tersebut diberikan pada saat pengolahan tanah dan dikondisikan aliran udara, maka biarkan tanah dalam kondisi lembab (tidak tergenang) selama 7-10 hari sambil menunggu persemaian siap ditanam.
Aspek Pemilihan Benih
Benih yang digunakan untuk penanaman padi dengan sistem SRI dapat menggunakan benih jenis dan varietas apa pun, dengan syarat benih yang akan di semaikan diharapkan dapat tumbuh semuanya, selain itu dinantikan selama empat bulan dapat memberikan dan juga mengurangi risiko penyulaman jika benih tersebut tidak dapat tumbuh. Oleh karena itu benih yang akan dipilih harus merupakan benih padi unggul dan bersertifikat yang sudah terjamin mutu dan kualitasnya karena telah melalui proses pemeriksaan dan pengujian dari pihak yang terkait.
Pengujian sederhana yang dapat dilakukan oleh petani juga dapat dilakukan dengan memasukan benih padi ke dalam larutan garam, maka benih yang terapung adalah benih yang hampa sedangkan benih yang digunakan untuk persemaian yaitu benih yang tenggelam. Cara tersebut merupakan cara yang mudah dan dapat dilakukan oleh petani sendiri.
Aspek Penyemaian Benih
Benih yang dibutuhkan dalam sistem SRI ini lebih sedikit jika dibandingkan dengan konvensional, benih yang diperlukan system SRI sebanyak 15-17kg/ha sedangkan konvensional memerlukan benih sebanyak 30-40 kg / ha.
Benih padi pada media tanah yang gembur, baik tekstur dan strukturnya agar proses perakaran lebih kondusif. Persemaian dilakukan dengan cara penyemaian benih padi pada media tanah yang bersatu dengan kompos dengan komposisi masing-masing 1:10, benih sebelum disemai dapat direndam terlebih dahulu selama 2-3 malam untuk merangsang perkecambahan atau dapat langsung di sebar pada media semai, pemeliharaan persemaian dilakukan dengan menyiram agar tetap lembab, benih yang ditanam tujuh hari atau di bawah 12 hari, terus dihitung dari kecambah. Benih muda yang ditanam diharapkan dapat tumbuh lebih awal dan akan tumbuh lebih banyak tunas primer sebagai tunas yang produktif.
Model Tanam SRI
Benih padi yang ditanam pada petakan di sekelilingnya dibuat parit atau saluran udara dengan jarak tanam minimal 25 x 25 cm atau 30 x 30 cm dan 35 x 35 cm, diharapkan kedalaman tanah lapisan olah berkisar antara 25 hingga 30 cm, hal ini dilakukan agar perakaran lebih Baik dan pergerakannya dapat maksimal dalam mengambil nutrisi sedangkan jarak tanam yang lebar untuk memberi kesempatan pada tanaman terutama pada pesanan anakan, pertumbuhan akar dan jalannya sinar matahari yang masuk kedalamnya.
Benih padi yang ditanamkan satu atau dua tunas, hal ini dilakukan dengan alasan agar tumbuh lebih banyak dan tumbuh kuat serta besar, Hal tersebut dapat menjaga kondisi tanah terhindar dari asam (pH rendah) karena tunas yang banyak, sehingga akar pun mendominasi di dalam tanah. Dengan demikian penyerapan nutrisi dari tanah yang mengeluarkan H+ merespon tanah menjadi asam.
Benih (tunas) dari persemaian di cabut dan langsung di tanam, waktu yang dibutuhkan dari cabut sampai tanam haruslah tidak lebih dari 15 menit. Hal ini dilakukan untuk menjaga aktivitas proses membangun energi dan nutrisi di dalam tanaman agar tidak terhenti, dalam benih tetap terjaga dan berada di akar pada posisi horizontal sehingga membentuk huruf L. Dengan demikian, diharapkan akar tanaman yang tumbuh dan nutrisi pada benih tetap efektif yang akan digunakan untuk pertumbuhan tanaman tersebut.
Benih yang ditanam dangkal antara 0,5–1 cm hingga bagian bulir yang terbenam, menghindari kondisi udara yang cukup basah atau lembab. Hal ini karena ketika tanaman ditanam di dangkal, jika udara terlalu banyak hingga menggenang maka akan timbul risiko kematian atau busuk akar, jika ditanam terlalu dalam akan terjadi pembusukan akar di ruas pertama. Pembentukan ruas atau buku pada tanaman muda yang akan menentukan jumlah anakan dan produktivitas tanaman.

Fase Vegetatif
Pemeliharaan yang dilakukan pada tanaman padi ketika memasuki Fase Vegetatif diarahkan kepada penyulaman yang dilakukan ketika ada gangguan serangan hama seperti belalang, penyiangan dilakukan setelah tanaman berumur tujuh sampai 10 hari, penyiangan dilakukan dengan menghilangkan rumput (gulma) sekaligus memberikan dukungan pada kondisi dan pertukaran perputaran Udara agar tetap lancar, penyiangan berikutnya dilakukan maksimal setiap 10 kali sehari atau tergantung pada kondisi lahan di lapangan yang minimal sebanyak empat kali penyiangan.
Penambahan Cairan PGPR (Plants Growth Promotor Rizobacteria) diarahkan untuk memperbaiki kondisi tanaman atau tanah, hal ini untuk menambah kebutuhan yang dibutuhkan tanaman pada saat nutrisi pada saat nutrisi pada tanah sangat terbatas, memberikan PGPR dilakukan pada tanaman setelah berumur tujuh sampai 10 hari, berikutnya dilakukan selang 10 hari sekali hingga empat sampai enam kali aplikasi. Kondisi udara tetap dalam keadaan basah (tidak menggenang), kecuali pada saat mau menyiangi sebelumnya digenangi terlebih dahulu, terlebih dahulu, widget untuk memudahkan penyiangan karena tanah lebih berstruktur.
Pemberian PGPR dapat dipadukan dengan
IMO ( Indigenuos Mikroorganisme )
JMS ( Jadam Mikroorganisme Solution )
Dengan Dosis : Masing-masing 50ml/liter

Fase Generatif
Tanaman menjelang umur Generatif yaitu pada anakan maksimal (umur 45-50 hari) kondisi udara dikeringkan, sehingga bagian tanah dikeringkanselama 10 hari. Hal ini untuk menjaga tunas atau anakan tidak terus menerus tumbuh, menghindari tumbuhnya tunas yang tidak produktif, menjaga agar tanaman tidak tumbuh terlalu tinggi.
Setelah 10 hari dikeringkan, dan tanah diberi udara kembali sehingga tanah dalam kondisi yang lembab atau basah, nutrisi ini akan masuk ke dalam tanaman melalui akar yang dibantu oleh udara. Melalui proses fotosintesis dan metabolisme maka tanaman akan lebih cepat merespon semua nutrisi. Pemberian IMO pada fase ini menjadi sangat menentukan, sehingga pengaplikasian IMO dan bahan nutrisi lainnya dilakukan kembali dengan Dosis : 
IMO ( Indigenuos Mikroorganisme )
JMS ( Water Soluble Kallium Phosphat )
Dengan Dosis : Masing-masing 50ml/liter

PENGENDALIAN 
ORGANISME PENGGANGGU
Tanaman Padi (Hama / Penyakit)
Pengendalian organisme pengganggu tanaman padi adalah mengelola pengendalian berbagai unsur-unsur ekosistem padi sawah, hal ini dilakukan lingkungan secara alami yang akan memberi dukungan terhadap tumbuhnya tanaman dan keanekaragaman hayati lainya, sehingga diharapkan kehidupan serangga tidak berubah status menjadi hama.
Pengendalian organisme yang merusak dan merugikan lainnya dilakukan dengan pengendalian hama yang lebih mengutamakan secara biologis dan menghindari praktek-praktek pengendalian yang akan merusak agroekosistem. Pengendalian OPT ini dapat diaplikasikan melalui pemggunaan pestisida nabati yang terbuat dari bahan-bahan alami.
Manfaat Metode Tanam SRI
Secara umum manfaat dari budidaya metode SRI adalah sebagai berikut :
Hemat air (tidak digenang), Kebutuhan air hanya 20-30 persen dari kebutuhan air untuk cara konvensional.
Memperbaiki kesehatan dan kesuburan tanah, serta mewujudkan keseimbangan ekologi tanah.
Membentuk petani mandiri yang mampu meneliti dan menjadi ahli di lahannya sendiri. Tidak tergantung pada pupuk dan pestisida kimia buatan pabrik yang semakin mahal dan terkadang langka.
Membuka lapangan kerja di pedesaan, mengurangi pengangguran dan meningkatkan pendapatan petani keluarga.
Menghasilkan produksi beras yang sehat rendemen tinggi, serta tidak mengandung residu kimia.
Mewariskan tanah yang sehat untuk menciptakan masa depan.

Demikian penjelasan singkat tentang Standar Operasional Prosedur Penanaman Padi dengan metode SRI. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita.
Silahkan share dan ikuti kami agar selalu update.
Wassalam....

Produk Pertanian :
  • PGPR  Harga Rp. 25.000/Liter
  • Fish Amino Acids Rp. 25.000/½Liter
  • Brown Rice Vinegar Rp. 50.000/Liter
  • Coryn Bacteria Harga Rp. 30.000/½Liter
  • Bio-Pestisida Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Polymixa Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Tricoderma Harga Rp. 50.000/Kg
  • Mikoriza Harga Rp. 50.000/Kg
  • Waiting Agen Rp. 30.000
Peternakan :
  • Probiotik EXTRA 99 PLUS Rp. 20.000/Liter
  • Oriental Herbal Nutrien Rp. 25.000/Liter
  • Dekomposer EXTRA 88 Rp. 25.000/liter
  • Enzim Rp. 30.000/Liter
  • Desinfektan Rp. 20.000/Liter
CV. Griya Tani
Office Address :
D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573 

Kontak Person

Copyright © 2020 CV. Griya Tani
All right NATURAL FARMING Indonesia