FPJ vs FPE: Mana yang Lebih Cocok Untuk Tanaman?
Panduan jujur dan apa adanya berdasarkan pengalaman pribadi di kebun dan sawah, bukan teori belaka.
Kenapa Saya Perlu Membandingkan FPJ dan FPE?
Saya dulu mengira semua pupuk organik cair itu sama saja. Mau itu FPJ, FPE, MOL, atau POC, pokoknya cairan, baunya asem manis atau asem busuk, dan katanya bikin tanaman sehat. Tapi semakin saya mendalami dan mempraktekkannya, saya sadar: ternyata beda banget!
Awal-awal belajar organik saya termasuk tipe nekat. Saya pikir tambah pupuk organik semakin banyak semakin bagus. Tapi kenyataannya… tanaman saya malah gosong. Daun cabai saya kayak habis disetrika. Dan itu gara-gara saya nyampur FPJ dan FPE asal-asalan terus pakai dosis barbar.
Waktu itu saya marah-marah sendiri kayak orang gagal move on. Tapi justru dari situ saya mulai serius mempelajari fungsi masing-masing. Dan jujur, perbedaan ini mengubah cara saya bertani sepenuhnya.
Apa Itu FPJ?
FPJ (Fermented Plant Juice) atau Fermentasi Jus Tanaman dibuat dari daun atau bagian tanaman yang sedang tumbuh subur dan kaya hormon pertumbuhan. Biasanya bahan terbaik:
- Pucuk bambu
- Daun gamal
- Daun singkong
- Bayam hijau
- Rumput gajah
- Pucuk pepaya
FPJ kaya auksin, sitokinin, giberelin, vitamin dan enzim alami yang mempercepat pertumbuhan daun, akar, dan tunas. Buat saya, FPJ itu semacam Booster Pertumbuhan atau energen untuk tanaman.
Kalau tanaman lagi masa vegetatif, FPJ itu jagoan utamanya. Ini bikin daun hijau pekat, akar serabut kuat, dan batang cepat besar.
Kalau tanaman bayi dikasih FPJ 3x seminggu, tumbuhnya ngebut kayak naik turbin jet.
Apa Itu FPE?
FPE (Fermented Plant Enzyme) atau POC Buah dibuat dari buah matang, sisa buah, kulit buah, atau limbah dapur organik seperti:
- Pisang matang
- Nanas
- Mangga
- Semangka
- Tomat matang
- Cangkang telur (ditambah sebagai sumber kalsium opsional)
FPE itu kaya kalium, fosfor, dan enzim pematangan. Jadi cocok untuk fase generatif: bunga, buah, pengisian buah, dan pemanis alami.
Di fase pembungaan dan pembesaran buah, FPE itu seperti sirup penambah berat badan. Bikin buah lebih manis, lebih besar, dan lebih segar.
Perbedaan Inti Antara FPJ dan FPE
| FPJ | FPE |
|---|---|
| Dari daun muda / tanaman hijau | Dari buah matang atau limbah buah |
| Mendorong pertumbuhan vegetatif | Mendorong pembungaan & pembuahan |
| Kaya hormon auksin & sitokinin | Kaya enzim dan mineral generatif |
| Daun hijau & batang subur | Buah besar & rasa lebih manis |
| Dipakai di awal fase | Dipakai setelah tanaman berbunga |
Jadi kesimpulannya: FPJ itu gym untuk otot daun. FPE itu nutrisi untuk buah. Seperti ayam broiler dan ayam petelur, beda tujuan hidup.
Kapan Pakai FPJ dan Kapan Pakai FPE?
Ini jadwal yang saya pakai dan terbukti paling efektif:
| Fase Tanaman | Pupuk yang Dipakai | Keterangan |
|---|---|---|
| Pembibitan | FPJ | Memperbanyak akar & daun |
| Pertumbuhan awal (0–30 hari) | FPJ | Daun hijau pekat, batang kuat |
| Pembungaan | Campuran FPJ + FPE | Seimbang vegetatif & generatif |
| Pembuahan | FPE | Buah besar, manis, tidak rontok |
| Menjelang panen | FPE (intens) | Maksimalkan kualitas panen |
Waktu saya salah waktu penggunaan, cabai cuma tumbuh tinggi tapi bunga rontok semua. Gara-gara masih pakai FPJ saat tanaman harus fokus berbuah. Sejak itu saya enggak pernah lupa aturan sakral ini.
Dosis Aman FPJ dan FPE
| Jenis Tanaman | Dosis FPJ | Dosis FPE | Frekuensi |
|---|---|---|---|
| Sayur daun | 5–10 ml/liter | 3–5 ml/liter | 2x seminggu |
| Cabai / Tomat | 10 ml/liter | 5–10 ml/liter | Seminggu |
| Buah tahunan | 10–15 ml/liter | 10–20 ml/liter | Seminggu |
Pernah suatu masa saya mikir, “ah tambah dikit lagi deh biar makin jos.” Dan hasilnya? Daun cabai keriting kaya rambut anak punk. Jadi jangan serakah dalam dosis. Tanaman juga punya batasan.
Kesalahan Umum yang Sering Dilakukan Petani
- Pakai FPJ dan FPE asal-asalan tanpa lihat fase tanaman
- Dosis berlebihan
- Campur FPJ & FPE langsung dalam kondisi pekat
- Fermentasi kurang matang
- Pakai buah busuk berjamur kuat untuk FPE (hasilnya jadi racun)
Saya pernah satu drum FPE hasilnya bau comberan busuk. Rasanya pengen nangis, bukan karena rugi uang, tapi karena merasa bodoh banget. Dan sejak itu saya enggak pernah lagi pakai buah berjamur hitam.
Hasil Nyata Perbandingan FPJ dan FPE
Dalam eksperimen pribadi menanam cabai rawit selama 4 musim panen:
- Tanaman dengan FPJ saja tumbuh tinggi tapi buah sedikit
- Tanaman dengan FPE saja pendek tapi buah besar-besar
- Tanaman memakai urutan FPJ → campuran → FPE hasilnya 3x lipat dari normal
Produksi bisa naik dari 0,5–1 kg per tanaman menjadi 3–4 kg lebih. Saya ingat banget Petani sebelah sampai bilang “lu ngasih apa sama tanamanmu? kayak steroid!” Saya cuma nyengir, “cuma FPJ sama FPE saja kok.”.
Kesimpulan
FPJ dan FPE bukan pesaing. Mereka pasangan sempurna.
FPJ = Pertumbuhan daun dan akar FPE = Pembungaan dan buah berkualitas
Kalau FPJ itu fondasi, FPE itu finishing. Pakai FPJ doang bikin tanaman gagah tapi mandul. Pakai FPE doang bikin tanaman cepat capek.
Kalau dua-duanya dipakai tepat waktu, itu resep panen berkali lipat.
“Tanah yang sehat melahirkan kehidupan yang sehat. Kita hanya perlu merawatnya.”
— Paman Doblang
Bacaan Eksternal Rekomendasi
Food and Agriculture Organization – Organic Farming






0 komentar:
Posting Komentar
Terimakasih Sudah Berkunjung ke Blog saya