MENDAUR ULANG LIMBAH PETERNAKAN DAN PERTANIAN
MENJADI PUPUK KOMPOS ORGANIK ( Part II )
Hallo Gaesss Berjumpa kembali dengan kami semoga sahabat tidak bosen ketemu mimin lagi, pada kali saya akan berbagi sedikit tips untuk membuat kompos organik berbahan dari limbah peternakan dan pertanian
Sebagaiman kita ketahui limbah peternakan dan pertanian ini masih tidak terbagai dan kadang kala malah menjadi momok bagi sebagian masyarakat. padahal nenek moyang kita sudah mengajarkan agar kita bersikap bijak dalam segala hal.
Padahal semua limbah ini bisa kita daur ulang lagi dan kita berikan lagi untuk alam, Limbah yang bersifat organik terntunya besar manfa'atnya bagi tanaman dan juga lingkungan.
mulai dari daun-daunan yang telah rontok atau masih segar, Limbah Gergaji ini ternya juga besar manfa'atnya bagi tanaman, kotoran ternak dari jenis ungas maupun ruminansia ini adalah sumber NItrigen yang tinggi.
Semua berbagai residu ini ditumpuk di tempat penyimpanan, lapis demi lapis - jika mungkin di bawah penutup selama hujan - sehingga bahan-bahan ini dapat tercampur seluruhnya. Ketinggian setiap lapisan tidak boleh lebih dari satu meter, jika tidak akan muncul kesulitan dalam membuat campuran yang sesuai.
Bahan yang berbatang keras dan seperti tebu dan tunggul millet yang telah kita cacah, serutan kayu, serbuk gergaji dan kertas bekas - harus diproses secara terpisah di salah satu Digester Kompos kosong dengan sedikit tanah dan dijaga tetap lembab. Setelah pengolahan awal ini, bahan yang keras ini dapat segera dibuat kompos. Merendam bahan-bahan seperti itu dalam air selama dua hari, sebelum ditambahkan ke Bahan Kompos .
Urine Tanah dan Abu Kayu
Tanah dan abu kayu kita campur dengan perbandingan 1 : 2 (1 bagian serbuk abu kayu 2 bagian tanah) taburkan pada alas ternak tanah. Ini menyediakan persediaan tanah yang cukup untuk menyerap air dari feses burung puyuh, dan bertindak sebagai bahan dasar dalam pembuatan kompos. Tanah ini kita sebar merata di lantai kandang ternak hingga ketinggian enam ml dan diperbarui setiap tiga atau empat hari sekali.
Untuk memecah gumpalan besar, dan harus disimpan di bawah sebagai alas agar feses jadi kering. Hasil serbuk gergaji atau arang sekam dan feses ini bisa diterapkan langsung ke ladang sebagai pupuk kandang.
Semua abu kayu yang tersedia harus disimpan di bawah penutup sebagai bahan kompos yang lebih lengkap dengan kandungan nutrisi dan mikroorganisme
Air dan Udara
Air dan udara dibutuhkan untuk proses pengomposan, yang oleh karena itu harus dilakukan di dekat sumur atau sumber air tawar lainnya.
Pengaturan dan Pembuangan Bedding di bawah Work Cattle
(Semua kuantitas berikut mengacu pada seribu ekor burung puyuh. Angka-angka tersebut harus dikalikan, bila jumlah populasi lebih banyak.)
Semua sisa makanan yang tidak dimakan dan silase yang rusak dibuang ke bagian basah dari lantai kandang ternak. Satu setengah kantong tumpukan sisa sayuran, bersama-sama dengan tidak lebih dari satu per dua puluh dari jumlah bahan tahan keras ini (seperti serutan kayu, serbuk gergaji atau kertas bekas) di masukkan ke digester kompos.
Selama musim hujan, alas feses harus terdiri dari tiga lapisan - lapisan bawah dan lapisan atas dari bahan kering yang khusus disediakan untuk tujuan tersebut, setiap residu yang layu diapit di antaranya. Pada hari-hari yang sangat basah, semua kotoran urin dapat ditambahkan ke alas sebelum dibuang ke tumpukan kompos.
Volume dan berat berbagai bahan yang dipindahkan kesana kemari dalam mangkuk besi ( tagaries ) diberikan pada
Bahan Kompos /Kg
Feses + Serbuk Gergaji 65
Arang Sekam + Tanah Humus 65
Daun Kering + Daun Segar 50
Dolomit/Calsium Karbonat 50
Trichoderma 2
Dekomposer 1 liter
Cara Membuat :
Mulai dahulu dengan menyiapkan sampah organik yang sudah disiapkan seperti daun gugur, rumput sisa sayuran, dan sampah lainnya, dipotong hingga berbentuk kecil-kecil. Semakin kecil ukuran pemotongan akan semakin baik.
Selanjutnya campurkan bahan-bahan yang telah dipotong kecil dengan pupuk kandang, pupuk kandang yang paling baik untuk digunakan yakni Kohe burung puyuh. Campurkan sampah organik dan juga kotoran kohe burung puyuh dengan ukuran komposisi 3 : 1.
Kemudian siapkan setengah gelas larutan gula atau 100 ml (dapat dibuat dari gula pasir dan juga air biasa), menyesuaikan banyaknya bahan sampah organik yang telah ada.
Selanjutnya siapkan 10 ml larutan Dekomposer Extra 88+
Bahan sampah organik yang telah dicampur dengan kotoran kambing lalu disiram dengan larutan gula dan larutan Dekomposer Extra 88+, lalu campurkan sampai merata hingga bahan menjadi basah ataupun lembab. Jika perlu percikkan air secukupnya agar semua bahan menjadi cukup basah.
Untuk bahan pupuk kompos yang telah selesai dicampur dengan bahan yang digunakan, kemudian bisa dimasukan ke dalam Digester Kompos Lama proses fermentasi dari bahan hingga pupuk siap digunakan yakni 2 – 3 bulan, karena itu untuk mempercepat prosesnya setiap 2 minggu sekali bahan-bahan tersebut dibolak-balik dan percikkan air secukupnya untuk menjaga supaya tetap basah dan lembab.
Agar mendapatkan hasil yang maksimal dan berkelanjutan, sebaiknya pembuatan pupuk kompos dilakukan secara periodik. Sehingga pemanfaatannya dapat digunakan secara berkelanjutan dan juga sampah organik tidak perlu dibuang, karena kita telah dsapat mengambil manfaatnya dengan mengolahnya menjadi pupuk kompos.
Inilah cara membuat kompos dari sampah organik Metode kedua :
Bahan Bahan Yang digunakan :
Siapkan 20Kg sampah lapuk (Jerami Padi).
siapkan 20Kg Kulit Buah Dan Sampah Dapur.
Siapkan 50 kg Kotoran Ternak.
Siapkan 30 kg Arang Sekam atau abu kayu.
Cara membuat :
Disini kita menggunakan cara yang paling sederhana dan mudah dilakukan oleh para petani, kita hanya perlu menyiapkan terpal yang berdiameter cukup besar.
hamparkan tempal di tempat teduh, tuangkan bahan yang akan digunakan di-atas terpal aduk semua bahan secara merata, lalu siapkan starter mikroba pengurai dengan perbandingan 1 ton Bahan Membutuhkan 10 Liter biakan starter Mikroba pengurai dan air bersih 20 liter. Aduk semua bahan dalam satu wadah kecuali arang sekam/abu kayu. Masukkan ke dalam bak pengomposan sampai hanya tersisa ruang kira-kira 10 cm tanpa dipadatkan supaya mikroorganisme aerob bisa berkembang dengan baik. Kemudian taburi bagian atas tumpukan bahan tadi dengan bahan arang sekam atau abu kayu.
Untuk menandakan bahwa proses pengomposan berlangsung dengan baik, perhatikan suhu udara dalam campuran bahan. Pengomposan yang baik dapat meningkatkan suhu dengan pesat selama 4 – 5 hari, lalu segera pula menurun lagi.
Anda bisa menampung cairan yang keluar dari bawah Siramkan ke permukaan campuran bahan untuk meningkatkan kadar Nitrogen dan juga mempercepat proses pengomposan.
Pada waktu 2 – 3 minggu kemudian, balik-balik bahan kompos setiap minggu. Setelah selesai 2 -3 bulan kompos sudah cukup matang.
Selanjutnya bisa menjemur kompos sebelum digunakan hingga kadar airnya kira-kira 50 -60 % saja. Dan pupuk kompos siap di gunakan untuk lahan.
Demikian informasi yang kami sampaikan tentang cara membuat pupuk organik padat semoga bermanfaat untuk sahabat tani semua.
Jika Anda suka silahkan klik share dan ikuti kami di postingan berikutnya.
Wassalam...
Produk Pertanian :
PGPR Harga Rp. 25.000/Liter
Fish Amino Acids Rp. 25.000/½Liter
Brown Rice Vinegar Rp. 50.000/Liter
Coryn Bacteria Harga Rp. 30.000/½Liter
Bio-Pestisida Harga Rp. 30.000/Liter
Bio-Polymixa Harga Rp. 30.000/Liter
Bio-Tricoderma Harga Rp. 50.000/Kg
Mikoriza Harga Rp. 50.000/Kg
Waiting Agen Rp. 30.000
Peternakan :
Probiotik EXTRA 99 PLUS Rp. 20.000/Liter
Oriental Herbal Nutrien Rp. 25.000/Liter
Dekomposer EXTRA 88 Rp. 25.000/liter
Enzim Rp. 30.000/Liter
Desinfektan Rp. 20.000/Liter
CV. Griya Tani
Office Address :
D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573
Kontak Person
WhatsApp Messenger
Facebook
Copyright © 2020 INF Studio's
All right NATURAL FARMING Indonesia







0 komentar:
Posting Komentar
Terimakasih Sudah Berkunjung ke Blog saya