9 Jul 2020

CARA MENGISOLASI INDIGENUOS MIKROORGANISME

CARA MENGISOLASI INDIGENUOS MIKROORGANISME

Contoh beberapa Mikroorganisme
Pemacu Pertumbuhan

Indigenous Mikroorganisme (IMO) adalah makhluk renik yang dapat dan telah hidup di suatu wilayah selama beberapa waktu. IMO sangat berguna bagi pertanian  karena sangat kuat dan efektif. Pertanian Alami menganjurkan penggunaan IMO karena mikroorganisme terbaik adalah yang berasal dari lingkungan setempat, atau mikroorganisme yang kita butuhkan adalah mikroorganisme yang berada di lingkungan kita sendiri.
Pertanian hanya akan menghasilkan panen yang baik jika lahan yang diberdayakan memiliki kondisi tanah yang sesuai untuk jenis tanaman yang dibudidayakan. Mikroorganisme memainkan peranan penting dalam pengolahan tanah sehingga sesuai dengan pertumbuhan tanaman. Bersama binatang kecil di dalam tanah, mikroorganisme secara harmonis memperbaiki kondisi tanah dan membantu pertumbuhan tanaman. Mereka menghancurkan dan mendekomposisi bahan organik dalam tanah. IMO bisa dikumpulkan dan dibiakkan.

Mikroorganisme memiliki dua fungsi penting dalam pertanian :
Mikroorganisme menguraikan senyawa organik kompleks
seperti bangkai tanaman dan hewan dan sampah menjadi nutrisi sehingga bisa diserap oleh tanaman.
Mikroorganisme bisa menghasilkan zat-zat berguna seperti antibiotika, enzim, dan asam laktat yang menekan pertumbuhan penyakit dan mendukung kondisi tanah yang sehat.

Terutama digunakan untuk menghasilkan kondisi tanah yang ideal bagi pertanian ( yaitu meningkatkan kesuburan dan kesehatan tanah ) dan untuk mencegah penyakit tanaman. Jika ekologi Mikroorganisme seimbang, maka lingkungan akar tanaman akan terpelihara dan akar akan tumbuh kuat tanpa dipengaruhi oleh cuaca buruk. Juga pada daun dan batang, fotosintesis dan katabolisme optimum akan membentuk tubuh tanaman yang sehat sehingga tanaman akan mempunyai kekuatan untuk menahan serangan musuh dari luar.
Material terbaik untuk membiakkan IMO adalah Nasi. Nasi sebagai media pembiakan tidak boleh terlalu lembut atau lengket, karena bakteri aerobik (yang memerlukan udara)  tidak bisa hidup di lingkungan seperti itu. Yang paling cocok adalah nasi sisa, namun tidak basi. Saat menggunakan IMO, hindarilah penggunaan plastik, gunakanlah bambu. Pertanian Alami menganjurkan petani untuk menumbuhkan dan menggunakan Mikroorganisme pada suhu normal.
Aplikasi IMO ke lahan disesuaikan dengan kebutuhan tanah dan tanaman. Jika berlebihan, pengaruhnya dalam jangka pendek memang bisa seperti yang diharapkan, namun secara jangka panjang hal ini akan merusak keseimbangan ekosistem semula dari Mikroorganisme tersebut.

Metode Mengoleksi IMO
IMO dapat kita kumpulkan/koleksi dari gunung, hutan, atau bukit dengan menggunakan nasi pero (nasi yang dimasak agak keras), kompos daun, area tanaman bambu.
Semua Mikroorganisme yang dikoleksi dari sekitar wilayah Pertanian, dari lapangan terbuka dan dibiakkan pada suhu ruang akan tumbuh menjadi berbagai macam Mikroorganisme yang kita tidak dapat menggolongkannya baik atau buruk. Semuanya dikoleksi saja karena hanya dengan cara ini IMO akan menjadi kuat dan adaptif.
Bahan dan alat yang dibutuhkan untuk mengumpulkan IMO dari lahan kebun adalah sebagai berikut

Kotak tempat Nasi 1 buah/lebih
Nasi keras
Kain Berpori sebagai penutup
Karet gelang
Gula merah
Pot tanah liat/toples kaca
Cara Membuat :
Sediakan kotak nasi, sebaiknya yang terbuat dari kayu dan isi dengan nasi pera /keras yang baru dan sudah dingin. Tebal nasi tidak lebih dari 7 cm, untuk memberi pasokan udara agar mikroorganisme aerobic yang dibutuhkan lebih banyak tumbuh. Tutup kotak nasi dengan kertas berpori agar udara dapat masuk dan ikat dengan karet gelang
Kubur lah kotak nasi tersebut di kebun bambu atau di tumpukan sampah (serasah) daun di lereng bukit, tutupi dengan dedaunan. Hati-hati agar daun penutup tidak menekan kertas penutup terlalu berat sehingga tutup kertasnya menyentuh permukaan nasi.
Tutuplah tumpukan daun yang berada di atas kotak nasi dengan plastik
Pada suhu 20°C, IMO memerlukan waktu 4-5 hari untuk tumbuh dan memenuhi kotak. Prosesnya akan lebih cepat pada suhu yang lebih tinggi.
Setelah 4-5 hari, jika Nasi ditumbuhi misellium berwarna putih inilah yang disebut IMO-1 Langkah selanjutnya adalah pindahkan Nasi ke dalam pot tanah liat/toples kaca.
Tambahkan gula merah/tebu dengan IMO-1 dengan perbandingan 1:1 Contoh 1 kg gula merah dicampur dengan 1 kg IMO-1. Proses ini disebut IMO-2.
Menggunakan gula merah/tebu lebih baik dibandingkan dengan gula putih. Gula merah mengandung mineral, Kalsium (Ca), Potassium(p), besi (Fe) dan magnesium (Mg), sedangkan gula putih tidak.
Tutup pot tanah liat/toples kaca, dengan kertas/Kain Berpori dan ikat dengan karet gelang.
Ingat kertas atau kain harus bersih

Cara Membuat :
Jika Nasi terlalu ditekan dalam kotak nasi, pertumbuhan bakteri anaerobik akan meningkat. Mikroba berwarna hitam tidak bagus dalam tahap persiapan IMO. Jika pembuatan IMO pada musim kemarau, kotak nasi bisa dibasahi sedikit untuk merangsang pertumbuhan mikroba.

Mengumpulkan IMO dari serasah daun

Bahan/Alat :
Nasi Keras/setengah Matang
Fermented Plant Juice (FPJ)
Fish Amino Acid (FAA
Bekatul 2 : 1 dari Bahan Nasi
Jerami
Dan lain-lain

Caranya Membuat :
Cari tumpukan serasah daun di bukit/hutan/lembah yang dipenuhi oleh hifa (benang-benang jamur yang halus) berwarna putih. Ambil sebagian serasah daun itu sebagai sumber IMO.
Lebih baik daun yang sudah gugur karena lebih banyak mengandung mikroorganisme dibandingkan dengan daun yang masih hijau. Daun merupakan salah satu bahan organik, jika kering akan cepat terurai dan menjadi sumber energi bagi mikroba.


Campur Bahan Nasi pero dengan Fermented Plant Juice (FPJ)
Yang telah diencerkan 1 : 1000 (konsentrasi 0,001%), lalu kukus selama 10-15 mntdengan api sedang dan kemudian didinginkan setelah benar benar dingin
Campurkan Nasi Pero dengan serasah daun dan biarkan semalam.
Campurkan campuran di atas dengan bekatul untuk memperbanyak IMO.
Tutup campuran bekatul ini dengan jerami padi untuk merangsang pertumbuhan IMO.
Bisa ditambahkan nutrisi tanaman (FPJ), Asam Amino Ikan (FAA), mineral A untuk mempercepat proses Perkembangan IMO berkembang.
Mengumpulkan IMO dari batang bambu

Bahan/Alat :
Nasi yang dimasak Pero
Pisau
Kotak yang terbuat dari Kayu
Plastik
Guci Tanah/Toples Kaca
Gula merah
Kertas Berpori/Kain Berpori
Karet Gelang

Cara Membuat :
Pilih sebatang pohon bambu dari Rumpun Bambu.
Potong miring batang bambu ini 10 cm dari permukaan tanah, sehingga 3.bagian dalamnya lebih rendah dari bagian luarnya dan cairan bambu tidak meleleh keluar. Masukkan nasi keras ke dalam lubang bambu, sampai permukaan nasi lebih tinggi dari tepi bibir bambu.
Letakkan kotak nasi kayu, di atas bambu yang kita potong tadi Tutuplah kotak dengan dedaunan
Kemudian tutup dengan plastik dan di atasnya diberi pemberat agar plastiknya tidak terbuka.
Dalam waktu 3-5 hari, berbagai jenis bakteri termasuk yang berwarna merah, putih, kuning dan hitam akan tumbuh proses selanjutnya
Potong tunggul bambu dan tuangkan nasi yang sudah ditumbuhi IMO ke dalam toples kaca. Ini disebut IMO-1 Daun Bambu
Campurkan IMO1 dengan gula merah dengan perbandingan 1:1. Campuran ini disebut IMO-2.
Tutup toples kaca dengan kertas dan ikatlah dengan karet gelang.

Perbanyakan IMO
Organisme yang ditemukan di bawah sinar matahari sangat berbeda dari yang tinggal di tempat yang ternaung seperti misalnya di bawah pohon bambu. Kami menyarankan untuk membiakkan IMO dari tempat yang berbeda-beda untuk mengoleksi jenis IMO yang berbeda-beda.

Kami juga menyarankan untuk membiakkan IMO pada lokasi dengan ketinggian 100-400m dpl, karena mikroorganisme yang dibiakkan di tempat yang tinggi lebih baik. Selain itu, kami menyarankan untuk membiakkan IMO di berbagai kondisi cuaca dan mencampur berbagai jenis Mikroorganisme.

Cara mempersiapkan IMO-2

Bahan yang dibutuhkan :
30 ml  IMO-2
10 ml Fermented Plant Juice ( FPJ )
50 kg Tanah Humus
50 kg Kompos Yang sudah jadi
1 kg Gula Merah
Cangkul

Caranya Membuat :

Campurkan 30 ml IMO-2 dengan perbandingan 1 : 1000 berarti 30 ml + 30 Air
Langkah selanjutnya 50 kg tanah humus dan 50 kg Kompos campur sampai merata dengan cangkul. Siram dengan IMO-2. Sedikit demi sedikit campur lagi sampai benar-benar merata, jika kelembaban kurang tambahkan Air sisa IMO-2 tadi kelembaban usahakan 65-70%
Buat gundukan jangan lebih dari 20 cm.
Tutup campuran dengan terpal dan biarkan selama 2 hari.
Hasil dari Proses ini adalah IMO-3

Cara mempersiapkan IMO-3

Bahan yang dibutuhkan :
50 kg IMO-3
Terpal
100 kg pupuk kandang
1-2 sak Arang Sekam
10 kgTanah Humus
1 sak serasah dedaunan yang mengandung Nitrogen tinggi
1 sak Akar-akaran
Air bersih secukupnya
2 botol molase

Cara Membuat :
Cacah dedaunan dan akar akaran Lalu campurkan IMO-3 dengan pupuk kandang  dan cacahan bahan diatas dengan perbandingan 1:10. Tutup campuran dengan terpal dan biarkan selama 2-4 hari.
Hasil dari Proses ini adalah Indigenous Mikroorganisme 4 ( IMO-4
Cara menggunakan IMO-4
Agar efektif, IMO harus digunakan dengan cara yang tepat. Kami menyarankan cara berikut :
Gunakan secara berkelanjutan. Karena IMO digunakan untuk menyuburkan tanah, oleh karena itu IMO harus kita kumpulkan dan siapkan setiap tahun. Agar hasilnya terjaga secara berkelanjutan, IMO juga harus tetap ada di tanah.
Jaga keberagaman IMO. Jangan pilih-pilih saat mengumpulkan bibit IMO. Sebaliknya, kumpulkan dan campurkan Mikroorganisme dari berbagai lingkungan. Kita disarankan untuk mengumpulkan IMO dari 4 arah, yaitu gunung, puncak, lembah, dan tanah gundukan ( bukit )
Carilah Mikroorganisme yang baik
Jenis Mikroorganisme berbeda-beda di tiap lokasi, karena setiap tempat memiliki kondisi lingkungan yang unik. Contohnya, di lereng gunung yang terkena sinar matahari akan memiliki IMO yang berbeda dengan sisi yang tidak terkena sinar matahari. Ketinggian juga akan mempengaruhi jenis Mikroorganisme. Untuk mendapatkan Mikroorganisme yang baik, ambillah sampel dari pegunungan atau daerah yang tidak tercemar.
Sebarkan IMO-4 kelahan sebagai Pupuk Dasar.
Demikian Penjelasan Singkat Tentang Proses mengumpulkan Indigenuos Mikroorganisme ( IMO) Ssemoga bermanfaat bagi para petani muda, jika ada penjelasan yang kurang jelas bisa anda ajukan pertanyaan melalui menu komentar di bawah, atau langsung kontak dengan Admin
Mohon Maaf jika ada salah kata


Produk Pertanian :
  • PGPR  Harga Rp. 25.000/Liter
  • Fish Amino Acids Rp. 25.000/½Liter
  • Brown Rice Vinegar Rp. 50.000/Liter
  • Coryn Bacteria Harga Rp. 30.000/½Liter
  • Bio-Pestisida Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Polymixa Harga Rp. 30.000/Liter
  • Bio-Tricoderma Harga Rp. 50.000/Kg
  • Mikoriza Harga Rp. 50.000/Kg
  • Waiting Agen Rp. 30.000
Peternakan :
  • Probiotik EXTRA 99 PLUS Rp. 20.000/Liter
  • Oriental Herbal Nutrien Rp. 25.000/Liter
  • Dekomposer EXTRA 88 Rp. 25.000/liter
  • Enzim Rp. 30.000/Liter
  • Desinfektan Rp. 20.000/Liter
CV. Griya Tani
Office Address :
D/a : Jl. K Mustajib RT 001/002 Kel Kunir Kec Dempet Kab Demak Jawa Tengah 59573 

Kontak Person

Copyright © 2020 CV. Griya Tani
All right NATURAL FARMING Indonesia

Lokasi: Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih Sudah Berkunjung ke Blog saya